mklh prktkm fis lensa 2003 by deetha_mond

VIEWS: 678 PAGES: 6

									                MAKALAH
     PRAKTIKUM FISIKA DASAR II


                  LENSA




                Disusun oleh :
       1. Aprilia Dita P.   (K4309010)
       2. Fathoni Hari B.   (K4309030)
       3. Isna Masita L.    (K4309043)
       4. Nurul Qomariyah (K4309061)
       5. Wahyudi           (K4309085)




   Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
      Universitas Sebelas Maret
                 Surakarta
                    2010
                                                BAB I

       PRINSIP DASAR DAN PRINSIP KERJA PERCOBAAN




A. PRINSIP DASAR PERCOBAAN

           Prinsip dasar percobaan pada lensa yaitu menentukan letak bayangan
  benda berdasarkan sinar-sinar istimewa pada lensa, metode penomoran ruang,
  dan dalil Esbach. Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung adalah:

           a. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui fokus
           b. Sinar datang melewati fokus dibiaskan sejajar sumbu utama
           c. Sinar datang melewati titik pusat optik tidak dibiaskan melainkan
                 diteruskan
  Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung adalah :
           a. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah
                 (perpanjangan) dari fokus
           b. Sinar datang seolah-olah (perpanjangan) dari fokus dibiaskan
                 sejajar sumbu utama
           c. Sinar datang melewati titik pusat optik tidak dibiaskan melainkan
                 diteruskan
  Metode penomoran ruang adalah :
     1. Nomor ruang benda dan bayangan
                           (+)                                                 (-)


     III    II         I             IV                           IV       I             II    III
      2F2         F2                 F1       2F1       2F1       F1             F2           2F2
           4                     1        2         3   1     2        3             4
  Aturan penomoran ruang dengan dalil Esbach adalah:
     1. Jumlah nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan sama dengan
           lima(5).
     2. Untuk semua benda nyata dan tegak :
                 a. Semua bayangan yang terletak di belakang lensa bersifat nyata
                       dan terbalik.
                 b. Semua bayangan yang terletak di depan lensa bersifat maya
                       dan tegak.
     3. Bila nomor ruang bayangan lebih besar dari nomor ruang benda, maka
           bayangan diperbesar. Tetapi apabila nomor ruang bayangan lebih kecil
           dari nomor ruang benda, maka bayangan diperkecil.
B. PRINSIP KERJA PERCOBAAN

         Prinsip kerja percobaan pada lensa cembung yaitu pertama-tama
  menyusun layar, lensa positif, dan sumber cahaya di atas meja optik. Lalu
  menentukan jarak benda dan jarak bayangan. Untuk mendapatkan bayangan
  yang jelas, layar digeser-geser ke depan maupun belakang hingga terbentuk
  bayangan yang paling tajam.

         Gambar percobaannya adalah:

             Layar                           lensa (+)              sumber cahaya




         Sedangkan prinsip kerja pada lensa cekung adalah meletakkan benda
  pada jarak dua kali panjang focus lensa di depan lensa positif. Menggeser
  layar sehingga diperoleh bayangan yang tajam dan menandai posisi layar
  tersebut. Kemudian meletakkan lensa negative diantara layar dan lensa positif
  pada posisi tertentu sehingga terbentuk bayangan di layar. Pada lensa cekung
  memerlukan lensa cembung karena sifat dari bayangan lensa cekung, salah
  satunya adalah terbentuk bayangan maya. Lensa cembung di sini berfungsi
  supaya bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung dapat ditangkap oleh layar.
  Gambar percobaannya adalah:

             Layar               lensa (-)               lensa(+)   sumber cahaya
                                       BAB II

                                ANALISA KUALITATIF

Gambar Pembentukan Bayangan

a. Lensa Positif di ruang II




       Keterangan :

       AB      = Benda

       A’B’ = Bayangan

       F       = Fokus

       2F      = Jari-jari

       O       = Verteks

       1,2,3   = jalannya sinar

       Sifat Bayangan Yang Dibentuk :

       Nyata, terbalik, diperbesar di ruang III

b. Lensa Positif di Ruang III




       Keterangan :

       AB      = Benda

       A’B’ = Bayangan

       F       = Fokus
       2F      = Jari-jari

       O       = Verteks

       1,2,3   = jalannya sinar

       Sifat Bayangan Yang Dibentuk :

       Nyata, Terbalik, diperkecil di ruang II

c. Lensa Negatif di Ruang I

                                                          1        2
                                                     B’


                                             B



                                      O      A       A’
                       2f         f              f            2f




       Keterangan :

       AB      = Benda

       A’B’ = Bayangan

       F       = Fokus

       2F      = Jari-jari

       O       = Verteks

       1,2,3   = jalannya sinar

       Sifat Bayangan Yang Dibentuk :

       Nyata, Tegak, Diperbesar di ruang IV
                                      BAB III

                              KESIMPULAN




1. Peristiwa pembiasan cahaya digambarkan pada sinar-sinar istimewa, yaitu :
      Sinar istimewa pada lensa cembung
        a. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui fokus
        b. Sinar datang melewati fokus dibiaskan sejajar sumbu utama
        c. Sinar datang melewati titik pusat optik tidak dibiaskan melainkan
            diteruskan
      Sinar istimewa pada lensa cekung
       a. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah
            (perpanjangan) dari fokus
       b. Sinar datang seolah-olah (perpanjangan) dari fokus dibiaskan sejajar
            sumbu utama
       c. Sinar datang melewati titik pusat optik tidak dibiaskan melainkan
            diteruskan

2. Rangkuman ruang benda dan ruang bayangan serta sifat-sifatnya :

            a. Lensa Positif (cembung)

                             Ruang
       Ruang benda                               Sifat-sifat Bayangan
                            Bayangan

                                                    Nyata, terbalik,
            II                  III                   diperbesar

                                                    Nyata, terbalik,
            III                 II                    diperkecil

       d.

            b. Lensa Negatif (cekung)

                             Ruang
       Ruang benda                               Sifat-sifat Bayangan
                            Bayangan

             I                  IV              Nyata, tegak, diperbesar

								
To top