HaposanSS

Document Sample
HaposanSS Powered By Docstoc
					[GEO] Cabang Ilmu Geologi

Ilmu Geologi memiliki beberapa cabang ilmu lain yang lebih spesifik, antara lain :

1. Mineralogi
Studi tentang mineral secara megaskopis dan menentukan nama mineral dari hasil
deskripsi (sifat fisik, belahan, goresan, warna, kilap, dll)


2. Petrologi
Studi tentang batuan, asal mula pembentukannya, klasifikasinya, tempat pembentukan
dan pengendapannya, serta penyebarannya baik di dalam maupun di luar perut bumi.


3. Geologi Struktur (King of Geology)
Studi mengenai perubahan bentuk - bentuk kerak bumi yang diakibatkan oleh gaya
sehingga menghasilkan struktur geologi berupa lipatan, patahan, kekar, dan lain - lain.


4. Geomorfologi
Studi tentang bentang alam dan proses2 yg mempengaruhinya.


5. Stratigrafi (Queen of Geology)
Studi tentang perlapisan batuan, penyebaran, komposisi, ketebalan, umur dan korelasi
lapisan batuan.


6. Geokimia
Pada dasarnya adalah studi mengenai komposisi kimia bumi. mempelajari keberadaan
unsure - unsur isotop di bumi, dll.


7. Paleontologi
Studi tentang segala aspek kehidupan masa lampau berupa fosil baik makro ataupun
mikro yg di temukan dalam batuan.


8. Geologi Terapan
Penerapan Geologi untuk kepentingan manusiapada bidang tertentu. misal: Geologi
Pertambangan, Geologi batubara, Geologi Minyak dan Gas bumi, Hidrogeologi, dsb.
Masih banyak cabang ilmu geologi yg belum disebutkan, karena sesuai dengan
perkembangan zaman dari tahun ke tahun, ilmu geologi pun mengikuti perkembangan
dunia science dan technology. Cabang ilmu geologi pun semakin bertambah. jadi,
saya sangat bangga menjadi seorang GEOLOGIST


GEOLOGI
Secara Etimologis (bahasa Yunani)
Geo artinya bumi,
Logos artinya ilmu
Secara Umum Ilmu Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi, asal mula, struktur
Komposisi, sejarahnya dan proses-proses alam yang telah dan sedang berlangsung,
menjadikan keadaan bumi seperti saat ini.
Cabang-cabang Ilmu Geologi
•   Mineralogi, yaitu ilmu yang mempelajari mineral, berupa pendeskripsian mineral
•   Petrologi, ilmu yang mempelajari batuan, didalamnya termasuk deskripsi,
klasifikasi dan originnya.
•   Paleontologi, ilmu yang mempelajari aspek kehidupan masa lalu yang berupa
fosil
•   Geologi ekonomi
•   Sedimentologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan sedimen, meliputi deskripsi,
klasifikasi dan proses pembentukan batuan sedimen
•   Geologi Struktur, adalah ilmu yang mempelajari arsitektur kerak bumi dan proses
pembentukannya.
•   Geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk bentang alam dan proses-
proses pembentukan bentang alam tersebut.
•   Geologi Terapan, merupakan ilmu- ilmu yang dikembangkan dari geologi yang
digunakan untuk kepentingan umat manusia, diantaranya Geologi Migas, Geologi
Batubara, Geohidrologi, Geologi Teknik, Geofisika, Geothermal dan sebagainya


Ruang Lingkup Pembelajaran Geologi
        Lithosfer yang merupakan lapisan batuan penyusun bumi dari permukaan
sampai inti bumi. Geologi juga mempelajari benda-benda luar angkasa
Lapisan-lapisan Bumi
1. Atmosfer, yaitu lapisan udara yang menyelubungi Bumi yang terdiri dari
bermacam- macam gas
2. Hidrosfer, yaitu lapisan air yang berada dipermukaan Bumi
3. Lithosfer, yaitu lapisan batuan penyusun Bumi
   a. Continental Crust, yang terdiri dari batu granit
   b. Oceanic crust, yang terdiri dari batu-batu basalt
4. Astenosfer
5. Inti Bumi, yaitu lapisan bumi yang sangat padat yang kaya mengandung logam-
logam besi dan nikel


Struktur Bumi
•Bumi terdiri dari : crust( kerak bumi) tebalnya=50 km
•Panas bumi sampai 1200 derajat celcius
•Mantel: 50-2900km, panas bumi sampai 2500 derjat celcius.
•Core: 2900-6500km, panas bumi 3000-5000 derjat celcius
•Umur bumi: 570 juta tahun, umur manusia baru sekitar satu juta tahun


I. Definisi Lipatan adalah bentuk lengkung suatu benda yang pipih/lempeng, dapat
disebabkan oleh 2 macam mekanisme, yaitu buckling (melipat) dan bending
(melengkung), (Sukendar Asikin, 1978). Pada gejala buckling atau melipat, gaya
penyebab adalah gaya tekan yang arahnya sejajar dengan permukaan lempeng, sedang
pada bending atau pelengkungan gaya utamanya mempunyai arah yang tegak lurus...


Tektonika pada dasarnya mempelajari struktur geologi dalam skala regional hingga
global. Oleh karenanya dalam pembahasan lebih ditekankan pada materi yang
berkaitan dengan teori Tektonik Global atau dikenal sebagai teori Plate
Tektonik.Dalam materi yang akan di bahas di dalamnya dititikberatkan pada masalah
teori Plate Tektonik beserta Struktural Styles dan Habitat strukturnya yang terbentuk...

       Berdasarkan gelombang seismik struktur internal bumi dapat dibedakan
menjadi tiga komponen utama, yaitu inti (core), mantel (mantle) dan kerak (crust).

   · Inti bumi (core)
       Dipusat bumi terdapat inti yang berkedalaman 2900-6371 km. Terbagi
menjadi dua macam yaitu inti luar dan inti dalam. Inti luar berupa zat cair yang
memiliki kedalaman 2900-5100 km dan inti dalam berupa zat padat yang
berkedalaman 5100-6371 km. Inti luar dan inti dalam dipisahkan oleh Lehman
Discontinuity.

       Dari data Geofisika material inti bumi memiliki berat jenis yang sama dengan
berat jenis meteorit logam yang terdiri dari besi dan nikel. Atas dasar ini para ahli
percaya bahwa inti bumi tersusun oleh senyawa besi dan nikel.

   · Mantel bumi (mantle)

       Inti bumi dibungkus oleh mantel yang berkomposisi kaya magnesium. Inti dan
mantel dibatasi oleh Gutenberg Discontinuity. Mantel bumi terbagi menjadi dua yaitu
mantel atas yang bersifat plastis sampai semiplastis memiliki kedalaman sampai 400
km. Mantel bawah bersifat padat dan memiliki kedalaman sampai 2900 km.

       Mantel atas bagian atas yang mengalasi kerak bersifat padat dan bersama
dengan kerak membentuk satu kesatuan yang dinamakan litosfer. Mantel atas bagian
bawah yang bersifat plastis atau semiplastis disebut sebagi asthenosfer.

   · Kerak bumi (crust)

       Kerak bumi merupakan bagian terluar lapisan bumi dan memiliki ketebalan 5-
80 km. kerak dengan mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity. Kerak bumi
dominan tersusun oleh feldsfar dan mineral silikat lainnya. Kerak bumi dibedakan
menjadi dua jenis yaitu :

       Kerak samudra, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si, Fe, Mg yang
disebut sima. Ketebalan kerak samudra berkisar antara 5-15 km (Condie,
1982)dengan berat jenis rata-rata 3 gm/cc. Kerak samudra biasanya disebut lapisan
basaltis karena batuan penyusunnya terutama berkomposisi basalt.

       Kerak benua, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si dan Al, oleh
karenanya di sebut sial. Ketebalan kerak benua berkisar antara 30-80 km (Condie
!982) rata-rata 35 km dengan berat jenis rata-rata sekitar 2,85 gm/cc. kerak benua
biasanya disebut sebagai lapisan granitis karena batuan penyusunya terutama terdiri
dari batuan yang berkomposisi granit.

       Disamping perbedaan ketebalan dan berat jenis, umur kerak benua biasanya
lebih tua dari kerak samudra. Batuan kerak benua yang diketahui sekitar 200 juta
tahun atau Jura. Umur ini sangat muda bila dibandingkan dengan kerak benua yang
tertua yaitu sekitar 3800 juta tahun. Penyebab perbedaan umur ini akan dibahas pada
bab selanjutnya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:206
posted:9/14/2010
language:Indonesian
pages:5