Docstoc

GeoStruk Hposan

Document Sample
GeoStruk Hposan Powered By Docstoc
					                                     BAB 1

                              PENDAHULUAN



       Secara umum, terdapat 4 bagian kelompok dari ilmu kebumian, yaitu;
kelompok Geologi, Geodesi, Geografi dan Geofisika. Geologi secara garis besar
mempelajari ilmu bumi dari permukaan memiliki cabang ilmu; mineralogi dan
petrologi (mempelajari mineral dan batuan), geologi struktur (mempelajari
bentuk, proses dan hasil peristiwa tektonik), geomorfologi (mempelajari bentang-
alam / landscape), sejarah geologi, geologi terapan (diantaranya; geologi teknik,
geologi minyak bumi, geofisika, geokimia, geomatematika, vulkanologi,
seismologi dan marine geologi), dan geologi lingkungan. Masing-masing cabang
ilmu geologi tersebut saling melengkapi sesuai dengan kekurangan dan
kelebihannya masing-masing.

       Secara umum, arti istilah geologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari bumi. Ilmu geologi mempelajari semua jenis batuan dan hubungan
satu dengan lainnya, muka bumi dan kejadiannya untuk kemudian menafsirkan
sejarah geologinya dalam ruang dan waktu. Pemelajaran juga dilakukan pada
bagian dalam bumi, untuk itu dipergunakan metode geofisika. Atau ilmu yang
mempelajari bumi berdasarkan bahannya, sejarah pembentukannya, strukturnya,
dan pemanfaatannya dengan memperhatikan aspek lingkungan.

       Sedangkan arti istilah geodesi adalah ilmu yang mempelajari tentang
pengukuran jarak, luas dan posisi suatu daerah atau titik di muka bumi baik
secara makro (pulau-benua) maupun mikro (detail). Saat ini pengukuran posisi
geodesi telah mencapai ketelitian pada orde puluhan centimeter dan berorientasi
global dengan memanfaatkan satelit sistem posisi global (GPS).

       Geofisika merupakan perkawinan dari ilmu geologi dan fisika. Geofisika
mengukur kontras sifat-sifat fisis medium dengan metode, pengolahan, dan
perhitungan fisika dan matematika, dan hasilnya diwujudkan dalam kerangka
bahasa geologi. Oleh sebab itu, harus ada sarana penghubung untuk




                                                                               1
menghubungkan geofisika dengan geologi, dengan kata lain antara parameter
fisis medium dengan parameter geologis batuan.

       Kolaborasi Ketiga bidang ilmu di atas merupakan bagian dari kelompok
ilmu besar yang disebut Ilmu Kebumian.

       Secara umum, batuan gambar-gambar roman muka bumi tematik tersebut
sangat mendukung „kebijakan‟ pengembangan/ eksplorasi suatu daerah. Dari sini
terlihat bahwa ilmu geografi memiliki sisi yang „overlap‟ dengan geologi dan
geofisika terutama dalam penyediaan dan pembuatan peta. Peta yang baik dan
informatif, sekali lagi, akan sangat membantu dalam analisis tentang suatu
daerah. Geodesi sangat membantu dalam penentuan posisi yang tepat, karena
posisi sangat penting didalam analisis geologi dan geofisika. Penentuan titik
yang tepat di lapangan dan ketersediaan peta yang baik akan memberikan posisi
„plotting‟ yang akurat baik di peta tersebut maupun di lapangan. Dengan kata
lain, kolaborasi antara geodesi dengan geografi akan menghasilkan peta yang
memiliki presisi posisi yang cukup tinggi.

       Penerapan geometris terhadap struktur – struktur geologi, merupakan
suatu usaha dalam penafsiran. Masih menjadi pertanyaan apakah dibenarkan kita
menggunakan bentuk – bentuk geometri tertentu untuk menggambarkan
hubungan struktur yang sebenarnya antara bentuk batuan yang satu dengan
batuan yang lain, atau didalam batuan itu sendiri. Unsur geometri utama dalam
struktur – struktur geologi adalah bidang – bidang dan garis – garis. Mereka tidak
saja sebagai batas – batas luar dari suatu batuan, tetapi juga memberikan pola
unsur – unsur struktur didalam batuan itu sendiri, seperti perlapisan, rekahan dan
sebagainya.

       Kepandaian logika sangat diperlukan dalam ilmu geologi. Misalnya
dalam bidang ilmu sejarah geologi. Sejarah geologi suatu daerah dapat
direkontruksi dari pengukuran struktur, geomorfologi dan petrologi saja.
Informasi tentang struktur berupa sesar, pelipatan (fold), kekar, dsb, dan
informasi batuan dari pengamatan mineral dan petrologi, serta analisis
kemungkinan terbentuk yang logis, sehingga mampu mencerminkan sejarah
terbentuknya susunan batuan di daerah tersebut. Kepandaian merekonstruksi

                                                                                2
tersebut terhambat apabila dihadapkan pada masalah medium di bawah
permukaan, bentuknya, ukurannya, sifat-sifatnya dan lain-lain. Hal ini dapat
diterima karena pengukuran geologi hanya mendapat informasi dari permukaan
saja. Oleh karena itu perlu ilmu pendukung lain yaitu geokimia, geomatematika
(geostatistika) dan geofisika.

       Hasil dari ketiga ilmu pembantu tersebut tentu saja berupa angka-angka
numeris ataupun model-model perhitungan yang kaku. Angka-angka dan model
tersebut memang harus „dibincangkan‟ dalam bahasa geologi, agar lebih
„menyatu‟ dengan analisis geologinya. Kolaborasi keilmuan yang saling
mendukung tersebut dapat memberikan suatu analisis geologis yang lengkap dan
dapat dipercaya terhadap suatu daerah survei. Berdasarkan hubungan sederhana
tersebut, dapat dikatakan bahwa induk dari ilmu kebumian adalah geologi.
Prinsipnya adalah bahwa „logika pemakai‟ dalam menganalisis hasil-hasil ilmu
lain tersebut sangat dituntut. Walaupun perhitungan numeris dapat dihasilkan,
namun diperlukan seseorang yang dapat meramu hasil-hasil tersebut menjadi
gambaran geologi yang jelas. Geofisika sebagai bagian pendukung dari ilmu
geologi ternyata cukup bervariasi dan banyak macamnya. Hal ini menjadikan
geofisika menjadi kajian ilmu tersendiri yang memiliki beberapa cabang lagi,
diantaranya adalah; Seismologi (mendukung dalam analisis geologi dan petrologi
global), seismik eksplorasi (mendukung dalam pembuatan citra/image kontras
impedansi bawah permukaan), geolistrik (mendukung dalam pencitraan lateral
dan vertikal berdasar kontras tahanan jenis), gravitasi (mendukung dalam analisis
cekungan, patahan regional, dll. berdasar kontras densitas batuan), geomagnet
(mirip dengan gravitasi tetapi sebagai fungsi kontras suseptibilitas), metode
elektromagnetik dan lain-lain.




                                                                               3
                                     BAB 2

                               PEMBAHASAN




       Secara umum, arti istilah geologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari bumi. Ilmu geologi mempelajari semua jenis batuan dan hubungan
satu dengan lainnya, muka bumi dan kejadiannya untuk kemudian menafsirkan
sejarah geologinya dalam ruang dan waktu. Pemelajaran juga dilakukan pada
bagian dalam bumi, untuk itu dipergunakan metode geofisika. Atau ilmu yang
mempelajari bumi berdasarkan bahannya, sejarah pembentukannya, strukturnya,
dan pemanfaatannya dengan memperhatikan aspek lingkungan.

       Geologi biasanya dibagi menjadi beberapa cabang yang bersangkutan
dengan susunan kimiawi Bumi, termasuk studi tentang mineral (mineralogi) dan
batuan (petrologi); struktur bumi (geologi struktur) dan fenomena gunung berapi
(vulkanologi), bentuk lahan dan proses-proses yang menghasilkan mereka
(geomorfologi dan glasiologi); sejarah geologi, termasuk studi tentang fosil
(paleontologi), pengembangan strata sedimen (stratigrafi), dan evolusi planet dan
satelit tubuh mereka (astrogeologi); dan geologi ekonomi dan berbagai cabang,
seperti geologi pertambangan dan geologi minyak bumi. Beberapa bidang utama
erat kaitannya dengan geologi adalah geodesi, geofisika, dan geokimia.

Cabang-cabang Ilmu Geologi

       Cakupan dari ilmu geologi sangat luas seperti yang tersebut dalam
definisinya, yaitu mempelajari bumi seutuhnya. Sehingga untuk memudahkan
dalam mempelajari bumi, maka ilmu geologi dapat dipecah menjadi beberapa
cabang ilmu yang masing-masing dapat dipelajari sendiri-sendiri. Cabang-cabang
ilmu geologi semakin bertambah seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi.

Cabang-cabang utama dari ilmu geologi adalah:

•   Mineralogi dan Petrologi
       Yaitu ilmu yang mempelajari mineral dan batuan sebagai penyusun kerak
bumi. Mineralogi mempelajari mineral-mineral yang membentuk batuan,

                                                                               4
termasuk di dalamnya juga aspek spesialisasi dalam mineralogi adalah
kristalografi.    Sedangkan   petrologi   mempelajari   asalmula    kejadian   dan
klassifikasi dari batuan.


•   Paleontologi
        Yaitu ilmu tentang kehidupan masa lalu. Dalam paleontologi dipelajari
juga semua aspek kehidupan fosil yang dijumpai dalam batuan. Dari fosil akan
dapat diketahui evolusi kehidupan yang pernah terjadi sejak adanya kehidupan di
bumi ini hingga sekarang. Selain itu, fosil dapat digunakan juga untuk
mengetahui kondisi lingkungan di masa lampau.


•   Geomorfologi
        Merupakan ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk bentang alam
permukaan bumi, termasuk proses-proses yang terjadi padanya.


•   Geologi struktur
        Adalah ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk struktur bagian dalam
bumi dandibagian dalam bumi yang membentuknya.


•   Stratigrafi
        Ilmu yang mempelajari urutan pembentukan batuan penyusun kerak
bumi, terutama untuk batuan-batuan yang berlapis. Dengan mempelajari
stratigrafi, dapat diketahui sejarah geology dari bumi kita ini. Stratigrafi sangat
berhubungan erat dengan ilmu geologi sejarah yang mempelajari sejarah dari
bumi sejak terbentuknya hingga sekarang.


•   Geologi Terapan
        Merupakan ilmu-ilmu yang dikembangkan dari geologi yang digunakan
untuk kepentingan umat manusia, diantaranya Geologi Migas, Geologi Batubara,
Geohidrologi, Geologi Teknik, Geofisika, Geothermal dan sebagainya


•   Sedimentologi
        Yaitu ilmu yang mempelajari batuan sedimen, meliputi deskripsi,
klasifikasi dan proses pembentukan batuan sedimen.
                                                                                 5
Geomorfologi
Hubungan Geomorfologi dengan Ilmu Ilmu Lain
       Ilmu-ilmu yang yang erat hubungannya dengan geomorfologi terutama
adalah Ilmu Kebumian, termasuk diantaranya adalah:

• Fisiografi.

       Pada awalnya fisiografi mencakup studi tentang atmosfir, hidrologi dan
bentangalam dan studi yang mempelajari ketiga ketiga objek tersebut umumnya
berkembang di benua Eropa, sedangkan geomorfologi merupakan salah satu
cabang dari Fisiografi. Dengan semakin majunya perkembangan studi tentang
atmosfir (meteorologi) dan hidrologi di Amerika menyebabkan objek studi
Fisiografi menjadi lebih terbatas, yaitu hanya mempelajari bentangalam saja,
sehingga di Amerika istilah Fisiografi identik dengan Geomorfologi.

• Geologi

       Mempunyai objek studi yang lebih luas dari geomorfologi, karena
mencangkup studi tentang seluruh kerak bumi, sedangkan geomorfologi hanya
terbatas pada studi permukaan dari pada kerak bumi. Oleh karena itu maka
geomorfologi dianggap sebagai cabang dari geologi dan kemudian dalam
perkembangannya geomorfologi menjadi suatu ilmu tersendiri, terlepas dari
geologi.

       Geologi struktur dan geologi dinamis adalah cabang-cabang ilmu geologi
yang sangat membantu dalam mempelajari geomorfologi. Dengan geologi
dinamis dapat membantu untuk menjelaskan evolusi permukaan bumi,
sedangkan geologi struktur membantu dalam menjelaskan jenis-jenis dari
bentuk-bentuk bentangalam. Banyak bentuk bentangalam dicerminkan oleh
struktur geologinya. Oleh karena itu untuk mempelajari geomorfologi maka
diperlukan pengetahuan dari ilmu-ilmu tersebut.

• Meteorologi dan Klimatologi

       Ilmu yang mempelajari keadaan fisik dari atmosfir dan iklim. Ilmu ini
mempunyai pengaruh, baik langsung maupun tidak langsung terhadap proses
perubahan roman muka bumi. Kondisi cuaca seperti terjadinya angin, petir,


                                                                           6
kelembaban udara dan pengaruh perubahan iklim dapat membawa perubahan-
perubahan yang besar terhadap bentuk roman muka bumi yang ada. Oleh karena
itu untuk mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi,
diperlukan pengetahuan tentang ilmu-ilmu tersebut.

• Hidrologi

       Adalah ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu mengenai air yang
ada di bumi (the science of the waters of the earth), termasuk dalam hal ini air
yang ada di sungai-sungai, danau-danau, lautan dan air bawah tanah.
Pengetahuan mengenai hidrologi juga akan pembantu dalam mempelajari
geomorfologi. Sama halnya dengan atmosfir, air dapat juga menyebabkan
perubahan-perubahan atas roman muka bumi yang ada dan dapat meninggalkan
bekas-bekasnya.

• Geografi

       Mempunyai objek studi yang lebih luas dari pada geomorfologi, sebab
mencakup aspek-aspek fisik dan sosial dari pada permukaan bumi. Sedangkan
geomorfologi menekankan pada bentuk-bentuk yang terdapat pada permukaan
bumi. Geografi menekankan kajiannya pada “Space Oriented” yang dapat
menunjukkan dimana dan bagaimana penyebaran dari pada bentuk bentangalam
serta mengapa penyebarannya demikian. Mengingat sifat dari geografi yang
“Anthropocentris”, dan dalam hubungannya dengan studi geomorfologi, maka
muncullah suatu sub disiplin ilmu yaitu “Geography of landform”. Dimana
didalamnya    juga   mencakup,   bagaimana     meng-aplikasikan    setiap   jenis
bentangalam untuk aktivitas dan kehidupan manusia. Dengan kata lain dapat
menjalin suatu hubungan timbal balik antara manusia dengan bentangalam yang
ada.

Geologi Struktur

       Geologi struktur diartikan sebagai suatu ilmu yang membahas suatu
bentuk kerak bumi dan gejala – gejala pembentukannya. Dengan demikian, inti
geologi struktur adalah deformasi pada kerak bumi, apa yang menyebabkannya,
dan bagaimana akibatnya.


                                                                               7
       Geologi struktur merupakan studi mengenal unsur – unsur struktur
geologi, yaitu studi tentang perlipatan, rekahan, sesar, dan sebagainya, yang
terdapat didalam suatu satuan tektonik. Tektonik sendiri dianggap suatu studi
yang mencakup masalah bentuk, pola evolusi dari satuan tektonik dalam ukuran
yang lebih besar seperti : cekungan sedimentasi, rangkaian pegunungan, paparan
dan sebagainya. Geologi struktur dalam hal ini sudah pasti erat hubungannya
dengan studi tentang struktur sekunder, yaitu suatu struktur yang terbentuk
setelah terjadi pengendapan batuan. Macam – macam struktur sekunder :

   1. Kekar (joint) : yaitu rekahan – rekahan dalam batuan yang terjadi karena
       tekanan atau tarikan yang disebabkan oleh gaya yang bekerja dalam kerak
       bumi.
   2. Sesar (fault) : adalah rekahan – rekahan dalam kulit bumi, yang telah
       mengalami pergeseran.
   3. Lipatan (fold) : yaitu penekukan pada batuan, baik dalam batuan sedimen
       atau metamorf.
   4. Ketidakselarasan (unconformity) : yaitu suatu bidang erosi yang
       memisahkan antara batuan yang lebih muda dari yang lebih tua.

       Geologi struktur ini sangat berkaitan dengan bidang ilmu geologi lain,
seperti geologi fisik & dinamik, geomorfologi, sedimentologi, petrologi, geologi
teknik, geohidrologi, geofisika, dll. Tanpa mengaitkan geologi struktur dengan
ilmu geologi lain, maka akan kesulitan dalam mengkaji suatu masalah.

Contoh – contoh kaitannya dengan cabang ilmu geologi lain adalah :

   1. Bersama stratigrafi, sedimentologi, dan paleontologi, mempelajari
       struktur tektonik. Juga mempelajari tentang perlapisan batuan, mengenai
       penyebaran, komposisi, ketebalan, umur, dan lainnya.
   2. Bersama petrologi dan geokimia, mempelajari asal – usul struktur dan
       metodenya.
   3. Bersama geomorfologi, mempelajari aktivitas struktur geologi yang
       sedang terjadi.
   4. Bersama geofisika, oseanografi, dan geologi bawah tanah, mempelajari
       struktur bawah tanah dan struktur dasar laut.

                                                                              8
    5. Bersama geologi ekonomi, mempelajari hitungan nilai ekonomis mineral.
    6. Bersama fisiografi, mempelajari bentuk batuan dan mineral beserta
       prosesnya.
    7. Bersama geomedical, mempelajari kawasan bencana geologi untuk
       kesehatan masyarakat.

Aplikasi Ilmu Geologi

           Aplikasi ilmu geologi dapat merupakan hal yang sangat penting pada
beberapa bidang lain. Pemanfaatan ini terus berkembang dan sangat dibutuhkan
dengan kemajuan ilmu dan teknologi serta kebutuhanmanusia yang semakin
bertambah. Bidang-bidang yang sangat membutuhkan aplikasi dan Ilmu geologi
adalah pada bidang:

•   Pertambangan (mining geology) untuk mengetudbut proses pembentukan
endapan mineral yang bersifat ekonarris yang sangat dibutuhkan oleh manusia.
•   Perminyakan (Petroleoum geology) untuk mengetahui jebakan-jebakan
minyak dan gas bumi.
•   Hidrologi(Hydrogeology)      mempelajari    mengenai      kejadian   dalam
pemanfaatan air tanah.
•   Geologi teknik (Engineering geology) mempelajari hubungan antara ilmu
geologi dengan problem-problem keteknikan
•   Geologi lingkungan (Environment geology),geologi sangat diperlukan untuk
mengevaluasi interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
•   dan masih banyak aplikasi ilmu geologi lainnya dan hampir semua bidang
ilmu yang berhubungan dengan bumi selalu mernbutuhkan pengetahuan tentang
geologi.




                                                                               9
                                     BAB 3

                                    PENUTUP



3.1. Kesimpulan

       Berdasarkan informasi dan penjelasan-penjelasan diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa semua cabang-cabang ilmu geologi memiliki hubungan
antara yang satu dengan yang lainnya.

       Geologi dibagi menjadi beberapa cabang yang bersangkutan dengan
susunan kimiawi bumi, termasuk studi tentang mineral (mineralogi) dan batuan
(petrologi) dan geokimia, mempelajari asal – usul struktur dan metodenya;
struktur bumi (geologi struktur) dan fenomena gunung berapi (vulkanologi),
bentuk lahan dan proses-proses yang menghasilkan mereka (geomorfologi dan
glasiologi); sejarah geologi, termasuk studi tentang fosil (paleontologi),
pengembangan strata sedimen (stratigrafi), mempelajari struktur tektonik
(sedimentologi), dan evolusi planet dan satelit tubuh mereka (astrogeologi); dan
geologi ekonomi, mempelajari hitungan nilai ekonomis mineral, mempelajari
bentuk batuan dan mineral beserta prosesnya (fisiografi), mempelajari struktur
bawah tanah dan struktur dasar laut (geofisika, oseanografi, dan geologi bawah
tanah), mempelajari kawasan bencana geologi untuk kesehatan masyarakat
(geomedical), dan berbagai cabang, seperti geologi pertambangan dan geologi
minyak bumi. Beberapa bidang utama erat kaitannya dengan geologi adalah
geodesi, geofisika, dan geokimia.




                                                                             10

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1472
posted:9/14/2010
language:Indonesian
pages:10