Docstoc

Contoh Kasus Sistim pengendalian manajemen

Document Sample
Contoh Kasus Sistim pengendalian manajemen Powered By Docstoc
					KASUS 11
GENERAL ELECTRIC COMPANY
       General Electric Company adalah perusahaan multilokasi besar yang terlibat dalam
pembuatan dan pemasaran berbagai jenis produk elektrik dan produk terkait lainnya. Pada tahun
1964, ada hampir 400 lini produk yang terpisah dan lebih dari 3.000.000 barang dalam kantong.
Volume penjualan pada tahun tertentu tersebut sacara total mencapai $4.941 juta, dan laba bersih
sebesar $237 juta. Total karyawan sekitar 262.000. Perusahaan mengakui bahwa jika perusahaan
ingin agar disentralisasi ini berjalan dengan efektif maka diperlukan perbaikan pada sistem
pengendalian manjemen.

PROYEK PENGKURAN

    Proyek pengukuran dibentuk pada tahun 1952. Tanggung jawab untuk proyek tersebut
dibebankan pada layanan akuntansi, salah satu divisi jasa fungsional. Langkah awal pada proyek
pengkuran ini adalah pengembangan seperangkat prinsip-prinsip dengan dengan mana proyek
tersebut akan diatur. Lima prinsip semacam itu diformulasikan sebagai berikut:

   1. Pengukuran akan dirancang untuk mengukur kinerja komponen organisasional, bukan para
      manajer.
   2. Penilaian akan melibatkan indeks nilai kinerja umum, namun bukan standar kinerja umum.
   3. Pengukuran akan dirancang sebagai alat bantu untuk melakukan penilaian atas kinerja dan
      bukan untuk meningkatkan penilaian.
   4. Penilaian akan memberikan bobot yang sesuai bagi kinerja masa datang maupun kinerja saat
      ini, guna memfasilitasi pemeliharaan keseimbangan antara jangka panjang dan jangka
      pendek.
   5. Pengukuran akan dipilih sedemikian rupa untuk memfasilitasi tindakan yang kontruktif dan
      bukan untuk membatasi tindakan semacam itu.

Proyek pengukuran secara keseliruhan dibagi menjadi tiga subprotek utama:

   1. Pengukuran operasional atas hasil dari departemen produk
   2. Pengukuran fungsional
   3. Pengukuran dari pekerjaan pengelolaan kerja

AREA HASIL KUNCI

Guna menentukan apakah suatu bidang yang untuk sementara didentifikasikan menurut kerangka
analitis sebelumnya adalah cukup mendasar untuk memenuhi kualifikasi sebagai areahasil kunci.
Sebagai hasil analisis dan aplikasi dari pengujian ini, delapan areal kunci ditetapkan, sbb:

   1. Profitabilitas
      Indeks kunci yang digunakan oleh General Electric untuk mengukur pfofitabilitas adalah
      dolar atau laba residual. Kriteria yang diformulasikan untuk memandu pengembangan
      ukuran statistik yang memuaskan atas profitabilitas, sbb:
          a. Suatu indeks yang mengakui kontribusi investasi modal terhadap laba.
          b. Suatu indeks yang mengakui apa yang disumbangkan oleh pekerjaan dan usaha SDM
              untuk laba.
          c. Suatu indeks yang mengakui fakta hidup korporat.
          d. Suatu indeks yang berfungsi untuk membuat keputusan operasi dari manajer
              individual untuk kepentingan perusahaan.
2. Posisi pasar
   Kinerja pada area hasil kunci ini diukur dalam hal pangsa pasar yang diperoleh selama
   periode pengukuran tertentu. Pengukuran tersebut dinyatakan sebagai presentase dari
   bisnis yang tersedia di pasar.
3. Produktivitas
   Suatu hubungan antara output dari produk dan jasa dengan bersumber daya yang
   digunakan dalam produksinya. Perusahaan berusaha untuk mengembangkan suatu indeks
   yang akan mencapai dua hal:
        a. Memperluas dasr input
        b. Menghapus dari ukuran, perbaikan-perbaikan yang berasal dari pemasok bahan
             baku.
4. Kepemimpinan produk
   Kemampuan suatu bisnis untuk memimpin industrinya dalam menciptakan atau
   menggunakan pengetahuan teknis dan ilmiah yang paling maju dalam bidang teknik,
   produksi dan pemasaran untuk menggembangkan produk baru dan memperbaiki kualitas
   atau nilai dari produk yang sudah ada.
5. Pengembangan karyawan
   Pelatihan sistematis bagi para manajer dan spesialis untuk memenuhi kebutuhan saat ini
   dan masa depan perusahaan, untuk memberikan pertumbuhan dan penghentian individu
   lebih lanjut serta memfasilitasi pertumbuhan dan perluasan perusahaan. Tiga langkah dalam
   pengukuran kinerja area hasil kunci ini:
        a. Kualitas dasar dari berbagai program atau teknik yang didukung oleh departemen
            produk yang penggembangan karyawannya dinilai: rekrutmen, pelatihan dalam
            pekerjaan, tinjauan dan konseling, dan penetapan.
        b. Dibuat inventaris dari pasukan orang-orang terlatih yang tersedia, sesuai dengan
            kualifikasi mereka.
        c. Efektivitas dengan mana departemen melaksanakan program pengembangan
            karyawan dievaluasi.
6. Sikap karyawan
   Sudut pandang umum terhadap objek, kejadian, atau orang yang mungkin dapat
   memengaruhi perilaku masa depan.
7. Tanggung jawab publik
   Kewajiban untuk menjadi warga negara yang baik pada masyarakat, patuh pada hukum dan
   etika yang mengatur tindakan bisnis. Kemajuaan perusahaan bukan hanya merupakan suatu
   pengakuan aktif mengenai kepentingan masyarakat luas, tetapi juda tanggapan terhadap
   kelompok masyarakat tertentu yang memiliki kepentingan dalam keberhasilan dalam bisnis
   tersebut, yaitu pemegang saham, pelanggan, karyawan, pemasok, dealer, dan distributor,
   komunitas pabrik, lembaga pendidikan dan pemerintah. Perusahaan berusaha untuk
   memastikan kepatuhan sepenuh hati pada hukum dan standar etika bisnis dengan
   mengharuskan bahwa semua karyawan manajerial dan profesional paling tidak sekali
   satahun mengadakan survai periodik mengenai aktifitas dari orang-orang iang melapor
   kepada mereka dalam hal kepatuhan terhadap antitrust, konflik kepentingan dan area-area
   lain dari praktik bisnis.
8. Keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang
   Faktor ini ditetapkan secara terpisah sebagai area hasil kunci guna menekankan pentingnya
   daya tahan dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Cita-cita dan kinerja jangka
   pendek harus diseimbangkan dengan kebutuhan akan kinerja yang memuaskan untuk
   5,10,15 tahun kedepan.
IMPLEMENTASI AWAL

      Program perencanaan, penyusunan anggran, dan pembuatan prediksi bisnis perusahaan
memasukkan pemanfaatan area hasil kunci terpilih dalam:

      1.   Meninjau sejarah dan status terkini
      2.   Memetapkan standar untuk setiap departemen
      3.   Merencanakan untuk mencapai standar tersebut
      4.   Pelaporan serta pengukuran periodik atas pencapaian




PERTANYAAN:

      1. Untuk tujuan yang dijelaskan, bagaimana sebaiknya profitabilitas didefinisikan? Definisi
         tersebut harus cukup spesifik sehingga ukuran kuantitatif dapat dibangun dari situ.
         Jawab:
         profitabilitas dapat didefinisikan sebagai proses pemilihan, pengembangan, dan
         peningkatan ukuran keuntungan atau laba yang diperoleh dari hasil produksi
         perusahaan, dalam hal ini organisasi pengukuran mempertimbangkan beberapa indeks
         yang lebih konvensional termasuk atas pengembangan tingkat investasi, rasio laba
         terhadap penjualandan rasio laba terhadap nilai tambah dengan berbagai kelemahan
         dari rasio dan indeks.
      2. Apakah, jika ada faktor-faktor selain profitabilitas yang menambah pada sistem
         pengukuran? Tidakkah pengaruh dari faktor-faktor lain tercermin dalam ukuaran
         profitabilitas jika dikontruksi secara memadai?
         Jawab:
         Ada faktor yang menambah pada sistem pengukuran, yaitu keseimbangan antara tujuan
         jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Faktor ini menurut saya, sangat berpengaruh
         dalam menetukan profitabilitas. Faktor ini ditetapkan sebagai penyeimbang ukuran
         profitabilitas dalam kinerjan jangka pendek hingga jangka menengah, karena hal ini
         dapat menimbulkan tekanan yang belum waktunya mendapat laba justru akan
         berdampak pada laba atau profit pada jangka ke depan dan menimbulkan peminjaman
         di masa datang.
              TUGAS
 SIATEM PENGENDALIAN MANAJEMEN




            IKA MITAYANI

             (20080420106)

          FAKULTAS EKONOMI

           PRODI AKUNTANSI

UNIVARSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

                2010

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Stats:
views:7450
posted:9/11/2010
language:Indonesian
pages:4
Description: Contoh kasus sistem pengendalian manajemen