Kata bijak ttg belajar aktif 3 - A book is like a garden carried by hcj

VIEWS: 1,018 PAGES: 34

									Kata bijak tentang
   belajar aktif




      Oleh S.Belen




   Jakarta, 7 Juli 2009
Kumpulan kata-kata bijak ini terdiri dari pepatah, sayings, wise words, dan
pandangan para ahli. Kata-kata bijak ini dipilih dari sudut pandang pendekatan
belajar aktif. Karena itu, ada yang langsung dan ada yang tak langsung
berhubungan dengan belajar aktif. Urutannya disusun secara acak. Sedangkan,
kata kunci pada tiap kutipan diketik dengan warna biru.

Manfaat kata-kata bijak ini adalah sebagai bahan refleksi tentang mengapa
belajar aktif itu penting dan manfaat apa saja yang dapat diraih jika diterapkan
pendekatan belajar aktif. Koleksi kata bijak ini kami kumpulkan untuk merayakan
dalam refleksi peringatan 10 tahun dimulainya “MBS-Pakem” (Manajemen
Berbasis Sekolah-Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan).
Upaya beberapa “orang gila” membangkitkan kembali pendekatan CBSA (Cara
Belajar Siswa Aktif) yang “mati suri” akibat kebijakan pejabat di Depdiknas waktu
itu yang kurang mengerti makna belajar aktif ditandari dengan penataran (TOT)
awal kepada para pendidik yang mewakili 3 provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa
Tengah, dan Sulawesi Selatan di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur pada akhir 2009
yang diselenggarakan Depdiknas (Pusat Kurikulum Balitbang & Direktorat
Dikdas Ditjen Dikdasmen, bekerja sama dengan Unicef dan Unesco. Setelah 10
tahun sejak awal gerakan ini dimulai, kini “MBS-Pakem” telah masuk ke dalam
sistem nasional karena telah menjadi program Depdiknas, dinas provinsi,
berbagai NGO, yayasan persekolahan, dan sejumlah lembaga pendidikan guru.

Tiap instansi dan lembaga atau organisasi mengembangkan manajemen
berbasis sekolah dan pendekatan belajar aktif menurut penekanan dan corak
serta gaya sendiri-sendiri. Namun, semua upaya tak kenal lelah dan tak kenal
menyerah ini berhasil mengarusutamakan kreativitas berpikir dan bertindak yang
perlu ditumbuhkembangkan dalam diri anak didik agar menjadi insan kreatif yang
mandiri dan mampu memecahkan masalah untuk menghadapi masa depan yang
kian kompetitif dan sulit diprediksi.

Salam MBS-Pakem

S.Belen




Akar pendidikan itu pahit, tetapi buahnya enak. (Aristoteles, filsuf Yunani).

Pendidikan adalah hiasan waktu makmur dan pelarian tatkala sengsara.
(Aristoteles, filsuf Yunani).
Tugas pendidik modern bukanlah menebang hutan, tetapi mengairi gurun. (C S
Lewis 1898-1963).

Sembilan per sepuluh pendidikan adalah memberi dorongan. (Anatole France
1844-1924).




Bocah Papua ini menanti uluran tangan kita untuk mengaktuliasasi potensi otak
anak yang brilyan yang telah terberi sejak lahir. Tinggal penanganan kita tepat
                                  atau tidak.

Jika Anda percaya setiap hal yang Anda baca, lebih baik Anda tidak usah
membaca. (Pepatah Jepang).

Tiap orang yang tahu bagaimana membaca memiliki kekuatan untuk
memperbesar dirinya, melipatgandakan cara-cara di mana dia hidup, membuat
hidupnya penuh, signifikan, dan menarik. (Aldous Huxley 1894-1963).

Sebuah buku ibarat sebuah kebun yang dibawa dalam saku. (Pepatah China).

Setelah tiga hari tanpa membaca, tiada bumbu dalam pembicaraan. (Pepatah
China).
Siswa kelas 4 SD BTN Maliaro di Ternate ini sedang membaca di perpustakaan sebagai kegiatan
  remidial meningkatkan kemampuan membaca. Tanpa kemampuan membaca yang memadai,
                       sulitlah siswa mengikuti pelajaran-pelajaran lain.

Tuhan memberi manusia dua telinga dan satu lidah sehingga kita mendengar
dua kali lebih banyak daripada bicara. (Pepatah Arab).

Anak dan orang mabuk berbicara kebenaran.

Pohon tetap ada, tetapi bukan tangan yang menanamnya. (Pepatah Irlandia).
Jika Anda ingin bahagia untuk satu tahun, tanamilah sebuah kebun. Jika Anda
ingin bahagia sepanjang hidup, tanamlah pohon. (Pepatah Inggris).

Mengajar adalah belajar. (Pepatah Jepang).

Belajar tanpa berpikir adalah usaha yang sia-sia. (Konfusius).

Jangan melatih seorang anak belajar dengan paksaan atau kekerasan; tetapi
arahkan mereka belajar dengan apa yang menyenangkan pikirannya, sehingga
Anda dapat lebih mampu menemukan dengan tepat bakat jenius setiap anak.
(Plato 427 – 347 SM).
 Anak-anak SD Tarau di Ternate, Maluku Utara, sedang membuat peta tubuh (bodymap) untuk
 menuliskan pada bagian anggota tubuh yang mana mereka mengalamai kekerasan fisik oleh
                                          guru.

Orang yang berani mengajar harus tidak pernah berhenti belajar.

Belajar adalah sebuah harta yang akan mengikuti pemiliknya di mana pun.
(Pepatah China).

Jangan pernah belajar melakukan sesuatu. Jika Anda tidak belajar, Anda akan
selalu menemukan seorang lain melakukannya untuk Anda. (Mark Twain 1835 –
1910).
Kita belajar geologi pada pagi hari sesudah gempa bumi. (Ralph Waldo Emerson
1803-1882)

Orang yang berhenti belajar itu tua, entah berumur 20 atau 80 tahun. Siapa pun
yang terus belajar tetaplah muda. Hal terbesar dalam kehidupan adalah
mempertahankan pikiranmu agar tetap muda. (Henry Ford 1863-1947).

Pelajarilah keterampilan; ia yang mengajar dirinya dapat mempermalukan
gurunya. (Benjamin Franklin 1706-1790).

Laut yang tenang tidak pernah membuat pelaut terampil. (Pepatah Inggris).

Jika Anda bisa bicara, Anda bisa bernyanyi. Jika Anda bisa berjalan, Anda bisa
menari. (Pepatah Afrika).
Berdoalah kepada Tuhan, tetapi tetaplah mendayung menuju pantai. (Pepatah
Rusia).

Apa yang bisa dikerjakan kapan saja tidak akan dilakukan kapan pun. (Pepatah
Skotlandia).

Tak ada lebah, tak ada madu; tak ada kerja, tak ada uang.




Tiada mawar tanpa duri.

Memulai selalu berat.

Pendidikan itu tidak diterima. Ia dicapai. (Anonim).
Rahasia dalam pendidikan terletak pada menghargai siswa. (Ralph Waldo
Emerson 1803-1882).

Adalah bagian tanggung jawab pendidikan untuk melihat dua hal secara sejajar:
Pertama, bahwa masalah terpecahkan dari kondisi-kondisi pengalaman yang
dimiliki sekarang, dan bahwa solusi itu berada dalam ruang lingkup kapasitas
siswa; dan, kedua, bahwa pendidikan itu harus diselenggarakan sedemikian rupa
sehingga muncul dalam diri siswa kebiasaan mencari informasi secara aktif dan
memproduksi ide-ide baru. Fakta-fakta baru dan ide-ide baru yang telah
diperoleh menjadi dasar untuk pengalaman selanjutnya di mana muncul
masalah-masalah baru. (John Dewey).




           Tak ada anak yang dilahirkan sebagai anak yang nakal atau dungu.

Pendidikan adalah pengetahuan tentang menggunakan keseluruhan diri. Banyak
orang hanya menggunakan satu atau dua kemampuan dari seluruh potensinya.
Seorang dididik agar tahu bagaimana membuat sebuah alat untuk tiap
kemampuan – bagaimana membukanya, bagaimana menajamkannya, dan
bagaimana menerapkannya untuk semua kepentingan praktis. (Henry Ward
Beecher 1813-1887).
Menurut pandangan Rousseau (1762) ... terbanyak masalah pendidikan adalah
masalah motivasi, karena para guru mencoba mempercepat berbagai hal.
Mereka berbicara tentang geografi sebelum anak tahu jalan di sekitar belakang
rumahnya. Mereka mengajar sejarah sebelum anak mengerti sesuatu tentang
motivasi orang dewasa.... Akan jauh lebih baik, membiarkan pertanyaan-
pertanyaan muncul secara alamiah .... Bila seorang anak telah termotivasi
sendiri, guru tidak dapat menahan dia belajar. (Dikutip dari The Rise and Fall of
Childhood, oleh C. John Sommerville, 1990).

Bernyanyi dan bermain musik memperlancar kerja otak dan mendorong
semangat mencipta (kreativitas). (S.Belen).
Guru SD Kalumata I di Ternate sedang bermain gitar mengiringi drama anak-anak dalam school
                                        assembly.

Ajarilah seorang anak bermain sendirian, dan ia akan dapat menyenangkan
dirinya bila tak seorang pun di sekitarnya. Ajarilah ia bermain tenis, dan ia akan
tahu apa yang dilakukan bila ia berada di lapangan. Tetapi, besarkan dia agar
merasa senang di alam, dan seluruh planet menjadi rumahnya. (Joice Maynard,
1994).

Pekerjaan yang hanya didukung logika otak kiri menghalangi munculnya
kreativitas. Terbukti, permainan dalam bentuk games, humor, dan kesenangan
mengaktifkan belahan kanan otak.

                   Rumus:

                   LOGIKA + PERMAINAN = SUKSES


Aktifnya otak kanan menyalurkan arus “listrik” kreativitas, dan hasilnya adalah
sukses, keberhasilan. (S.Belen).

Ada satu hubungan yang amat penting dan fundamental antara belajar dan
perkembangan kepribadian. .... Keduanya berinteraksi dalam sebuah “proses
sirkuler”. Jadi, penguasaan sistem simbol (huruf-huruf, kata-kata, bilangan),
penalaran, penilaian, pemecahan masalah, perolehan, dan pengorganisasian
informasi dan semua fungsi intelektual demikian diisi dan mengisi beragam
aspek kepribadian – perasaan tentang diri, identitas, potensi untuk berhubungan,
otonomi, kreativitas, dan integrasi. (Barbara Biber).

Pribadi yang kreatif biasanya suka memberontak. Ia adalah orang yang bertahan
hidup dari sebuah trauma yang disebut pendidikan. (Anonim).

Nilai seseorang harus dilihat dari apa yang ia berikan dan bukan dari apa yang
dapat ia terima. (Albert Einstein).




Di dunia ini yang ada bukanlah masalah belajar tetapi masalah mengajar karena
setiap tiap anak telah dikaruniai potensi otak yang luar biasa yang dapat
membuat setiap anak menjadi pribadi yang brilyan. Potensi itu tidak berkembang
secara optimal karena guru keliru menerapkan cara mengajar. (S.Belen).

Hal yang menyakitkan, mengajarkan kita. (Benjamin Franklin 1706-1790).

Orang yang tak mau dibimbing tak dapat ditolong. (Benjamin Franklin 1706-
1790).

Rubah tua tak membutuhkan pengajar (tutor). (Thomas Fuller (1608-1661)

Berhati-hatilah dengan pikiran-pikiranmu karena akan menjadi kata-kata. Berhati-
hatilah dengan kata-katamu karena akan menjadi tindakan. Berhati-hatilah
dengan tindakan-tindakanmu karena akan menjadi kebiasaan. Berhati-hatilah
dengan kebiasaanmu karena akan menjadi karakter. Berhati-hatilah dengan
karaktermu karena akan menjadi takdirmu. (Anonim).




Dalam mengajar orang lain kita sendiri belajar.

Siapa yang membuka sebuah pintu sekolah, menutup sebuah penjara. (Victor
Hugo 1802-1885).

Seorang guru mempengaruhi keabadian; ia tidak pernah dapat mengatakan di
mana pengaruhnya berhenti. (Henry Brooks Adams 1838-1918).

Larangan mematikan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah anak.
(S.Belen).
Seseorang melihat kembali dengan apresiasi kepada para guru yang brilyan,
tetapi dengan rasa terima kasih kepada mereka yang menyentuh perasan-
perasaan insani. Kurikulum adalah bahan mentah yang sedemikian amat
penting, tetapi kehangatan adalah elemen vital bagi pertumbuhan tanaman dan
jiwa anak. (Carl Gustav Jung 1875-1961).




Kasih sayang guru meningkatkan kinerja otak anak. Guru SD Mandaong, di Pulau Bacan, Maluku
                   Utara sedang becengkerama dengan murid-muridnya.

Sekolah di mana para guru dan siswa kurang tersenyum adalah pertanda
sekolah itu kurang maju. Padahal, humor adalah pertanda yang akurat bagi
efektivitas manajerial, kecerdasan emosional, dan gaya berpikir yang khas otak
kanan. (S.Belen).

Kegilaan: melakukan hal yang sama berkali-kali dan mengharapkan hasil yang
berbeda. (Albert Einstein).

Jika pendidikan hanya disusun menurut pola lama yang sama sebagai transmisi
(penyampaian) pengetahuan semata, hanya sedikit yang bisa diharapkan untuk
memperbaiki masa depan seseorang. Karena apa gunanya mentransmisi
pengetahuan jika seluruh perkembangan individu tertinggal? (Maria Montessori
1870-1952).

Mengajar yang baik tidak bergantung kepada mengakumulasi segudang
pengetahuan atau mengembangkan satu daftar keterampilan. Pada akhirnya,
mengajar yang baik bergantung kepada kemauan untuk menanggapi dan
memperhatikan apa yang terjadi pada siswa-siswa kita, diri kita, dan jarak antara
kita. Saya berpikir, pengajaran yang baik hendaknya menganut suatu sudut
pandang. Sudut pandang itu adalah kemauan menerima (receptivity),
penyesuaian diri, mendengarkan. (Laurent A Daloz).




Pengetahuan yang diperoleh di bawah paksaan tidak kuat terikat dalam pikiran.
(Plato 427 – 347 SM).

Jika seseorang menuangkan dompetnya ke kepala, tak ada orang yang dapat
mengambil darinya. Investasi pada pengetahuan selalu mendapatkan bayaran
bunga yang terbaik. (Benjamin Franklin 1706-1790).
Tiga variabel prediktor, yaitu kesehatan, kemakmuran, dan pendidikan juga amat
saling berhubungan, yang melukiskan saling ketergantungan antara ketiga faktor
ini dan dampaknya adalah tingkat kebahagiaan warga negara.

Non multa sed multum. Bukan kuantitas tetapi kualitas.

Jika Anda inginkan kebahagiaan selama satu jam – tidurlah sejenak. Jika Anda
inginkan kebahagiaan selama satu hari – pergilah memancing. Jika Anda
inginkan kebahagiaan selama satu bulan – kawinlah. Jika Anda inginkan
kebahagiaan selama satu tahun – warisilah suatu kekayaan. Jika Anda inginkan
kebahagiaan seumur hidup – bantulah seseorang. (Pepatah China).




Adalah sentimentalisme jika kita berasumsi bahwa mengajar tentang kehidupan
selalu cocok dengan minat anak, persis sama dengan formalisme kosong jika
kita memaksa anak membeo rumus-rumus masyarakat orang dewasa. Minat
dapat diciptakan dan dirangsang. (Jerome S Bruner).

Saya dengar, saya lupa. Saya lihat, saya ingat. Saya lakukan, saya mengerti.
(Pepatah Cina).
Mengajar itu bukan berpidato. Jika guru SMA berceramah lebih dari 10 menit, pikiran anak sudah
 terbang melayang-layang. Apalagi anak SD yang cendrung hanya bisa berkonsentrasi selama
                                       maksimal 5 menit.

Anak-anak paruh baya tidak belajar tanpa dipengaruhi perasaan terhadap minat,
kebosanan, sukses, kegagalan, kekecewaan, kegembiraan, rasa direndahkan,
kesenangan, rasa tertekan, dan sukacita. Mereka adalah keseluruhan anak yang
menanggapi secara total, dan apa yang mereka rasakan merupakan faktor yang
dapat bersifat konstruktif atau destruktif dalam situasi belajar apa pun. (Dorothy
H. Cohen).

Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman. (Albert Einstein).

Pada usia paruh baya masa kanak-kanak, adalah lebih penting menghidupkan
dan menyinari minat untuk menemukan dan mendukung minat ini dengan
berbagai keterampilan dan teknik yang berhubungan dengan proses
menemukan daripada mengkhususkan suatu serpihan mata pelajaran tertentu
sebagai sesuatu yang tak dapat diganggu gugat. (Dorothy H Cohen).
   Anak-anak SD Sumbersono, Mojokerto sedang berpraktik belajar aktif dalam pendidikan
                                 lingkungan hidup.

Banyak dari kita membawa kenangan tentang seorang guru yang berpengaruh
yang mungkin jarang mengetahui keberadaan kita, namun ia mengatakan
sesuatu pada waktu yang benar-benar tepat dalam kehidupan kita yang
memfokuskan seluruh dunia kita. (Laurent A Daloz).

Pengalaman yang bersifat edukatif harus mengantar ke dalam suatu dunia mata
pelajaran yang makin meluas, suatu pelajaran tentang berbagai fakta atau
informasi dan gagasan. Kondisi ini terpuaskan hanya jika pendidikan
memandang mengajar dan belajar sebagai sebuah proses merekonstruksi
pengalaman yang kontinu. (John Dewey).
Kelirulah jika orang mengira bahwa tiap anggota tubuh merupakan pusat
aktivitas khusus yang sesuai dengan fungsi anggota tubuh itu. Yang benar
adalah, otak berfungsi sebagai pusat segala aktivitas manusia. (S.Belen).
Saya pikir, tak ada butir dalam filsafat pendidikan progresif yang lebih sehat
daripada penekanannya pada pentingnya peran serta pelajar dalam
pembentukan tujuan-tujuan yang mengarahkan kegiatan-kegiatannya dalam
proses belajar, sama seperti tak ada cacat dalam pendidikan tradisional yang
lebih besar daripada kegagalannya menjamin kerja sama aktif siswa dalam
membangun tujuan-tujuan yang terlibat dalam belajarnya. (John Dewey).
Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu.
Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
Tidak ada benda gaib yang lebih dekat daripada maut.

Hanya berarti sedikit jika kita menggunakan satu bulan untuk mengajarkan
tentang pecahan desimal kepada anak-anak kelas empat bila hal itu dapat diajar
dalam seminggu, dan lebih dipahami dan bertahan, oleh anak-anak kelas enam.
Berpusat kepada anak tidak berarti berkurangnya ketegasan atau standar; itu
berarti menemukan perpaduan yang terbaik antara kurikulum dengan minat dan
kemampuan anak yang berkembang. (David Elkind, 1994).
Primus edere, deinde philosophari. Pertama-tama makan dulu, baru kemudian
berfilsafat.

Anak-anak secara otonom mampu membuat makna dari pengalaman hidupnya
sehari-hari melalui aktivitas-aktivitas mental yang melibatkan perencanaan,
koordinasi gagasan-gagasan, dan abstraksi .... Karena itu, aktivitas sentral orang
dewasa adalah mengaktifkan, terutama secara tak langsung, kompetensi-
kompetensi anak membangun makna sebagai suatu basis dari semua belajar.
Mereka harus mencoba menangkap momen-momen yang tepat, dan kemudian
menemukan pendekatan-pendekatan yang tepat, untuk membawa bersama
makna-makna dan interpretasi mereka dengan anak-anak itu ke dalam suatu
dialog yang bermanfaat. (Loris Malaguzzi 1920 – 1994).
Belajar melalui mangalami. Anak-anak SD St.Theresia, Surabaya sedang membuat bahan kertas
                                        daur ulang.

Belajar dan mengajar tidak boleh berdiri pada dua tepi sungai yang
berseberangan dan hanya mengamati air sungai mengalir; sebaliknya, keduanya
harus berangkat bersama-sama dalam sebuah perjalanan sepanjang sungai.
Melalui sebuah pertukaran yang aktif dan timbal balik, pengajaran dapat
menguatkan belajar bagaimana belajar. (Loris Malaguzzi).

Sungguh tidak adil memaksa anak belajar bahasa Latin atau Yunani atau
Matematika padahal mereka sangat memerlukan olahraga senam demi kekuatan
mental. Bahkan, jika hal itu benar tetaplah itu amat buruk. (George Bernard
Shaw 1856 - 1950).

Seorang guru untuk satu hari adalah seorang ayah untuk seumur hidup.
Jangan paksakan anak-anakmu sesuai dengan belajarmu sendiri, karena
mereka dilahirkan pada masa yang lain. (Pepatah China).

Guru membuka pintu tetapi Anda sendiri yang berjalan melewatinya. (Pepatah
China).

Sebuah permata tidak dapat dihaluskan tanpa gosokan, demikian pula seorang
tak dapat disempurnakan tanpa coba-coba. (Pepatah China).

Kreativitas adalah energizer potensi belahan kiri dan kanan otak manusia.
(S.Belen).




Dalam mengajar orang lain kita mengajar diri kita sendiri.

Perjalanan seribu mil harus dimulai dengan sebuah langkah maju. (Pepatah
China).

Bila membuat rencana satu tahun, tanamlah jagung. Bila membuat rencana satu
dasawarsa, tanamlah pohon-pohon. Bila membuat rencana seumur hidup, latih
dan didiklah manusia. (Pepatah China).

Jiwa besar memiliki kemauan; jiwa yang lemah hanya memiliki harapan.
(Pepatah China).
Kekurangwarasan adalah melakukan hal yang sama dengan cara yang sama
dan mengharapkan hasil yang berbeda. (Pepatah China).

Lebih baik mempercayai mata daripada telinga. (Pepatah Jerman).

Praktikkan apa yang Anda kotbahkan.




Apa yang tidak dikagumi mata tidak diinginkan hati. Dari mata turun ke hati.

Mencoba dan mempercayai akan menggerakkan gunung-gunung.

Orang yang mendidik anak-anak dengan baik lebih dihormati daripada mereka
yang memproduksinya karena orang tua hanya memberi mereka kehidupan
tetapi yang mendidik memberikan mereka seni hidup yang baik. (Aristoteles,
filsuf Yunani).

Siapa yang tahu bagaimana belajar adalah orang yang cukup tahu. (Henry
Brooks Adams 1838-1918).

Pendidikan adalah sebuah tongkat penopang ketiak yang digunakan orang
bodoh untuk menyerang orang bijaksana untuk membuktikan bahwa mereka
bukanlah idiot. (Karl Kraus 1874-1936).

Mendidik seorang pada pikiran dan bukan pada moral adalah mendidik seorang
pengancam masyarakat. (Theodore Roosevelt 1858-1919).

Anak yang menginginkan pendidikan akan bertambah baik melalui pendidikan;
anak yang tidak suka pendidikan akan dirugikan. (John Ruskin 1819-1900).
Seorang yang terdidik secara bebas menemukan gagasan-gagasan baru dengan
rasa ingin tahu dan rasa terpesona. Seorang yang terdidik secara tak bebas
menemukan gagasan-gagasan baru dengan ketakutan. (James B. Stockdale
1923-2005).

Bagaimana orang muda dapat belajar lebih baik untuk hidup selain langsung
mencoba berkesperimen dalam kehidupan? Henry David Thoreau (1817-1862).




  Anak-anak SD Kalumata I di Ternate, Maluku Utara, sedang menanam bibit sayur di polibag.

Ubahlah pendidikanmu sedikit saja sekarang dan Anda akan sedikit mengubah
sisa kehidupanmu. (Anonim).

Pendidikan adalah apa yang Anda peroleh dari membaca bahan cetakan yang
bagus. Pengalaman adalah apa yang Anda peroleh dari tidak membacanya.
(Anonim).

Kesalahan-kesalahan adalah pendidik yang besar bila seorang cukup jujur
mengakuinya dan berkemauan belajar dari kesalahan-kesalahan itu. (Anonim).

Saya baru saja lulus dan langsung saya tertinggal di belakang. (Anonim).

Jika tak ada orang yang putus sekolah di kelas 8 (kelas II SMP), siapa yang akan
mempekerjakan lulusan perguruan tinggi? (Anonim).

Saya tidak pernah membiarkan aktivitas                     bersekolahku       mencampuri
pendidikanku. (Mark Twain 1835-1910).

Anda selalu dapat mengatakan sesuatu kepada seorang lulusan Harvard, tetapi
Anda tidak dapat mengatakan banyak kepadanya. (Anonim).
Dunia diperintah (dipimpin) oleh siswa-siswa yang mendapatkan peringkat C.
(Anonim).




Manusia dilahirkan sebagai insan yang tidak tahu, bukan bodoh; mereka dibuat
bodoh oleh pendidikan. (Bertrand Russell 1872-1970).

Kesulitan besar dalam pendidikan adalah mendapatkan pengalaman dari
gagasan-gagasan. (George Santayana 1863-1952).

Apa yang kita sebut pendidkan dan kebudayaan adalah untuk bagian terbesar
tak lain daripada mengganti pengalaman dengan bacaan, kehidupan dengan
kepustakaan, sesuatu yang riil sekarang dengan khayalan yang usang. (George
Bernard Shaw 1856-1950).

Pendidikan yang diperoleh dengan uang lebih buruk daripada tidak mendapatkan
pendidikan sama sekali. (Socrates 469 – 399 SM).
Bagian terbanyak pendidikan adalah latihan yang benar di waktu bayi. (Plato
427-SM).

Marilah menguraikan pendidikan orang-orang kita. Kalau begitu apa tujuan
pendidikan? Mungkin kita tak pernah dapat menemukan yang lebih baik dari
pengalaman masa lampau yang telah ditemukan, yang terdiri dari, saya percaya,
olahraga senam untuk tubuh, dan musik untuk jiwa. (Plato 427 – 347 SM).
          Mens sana in corpore sano. Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat.

Jelaslah ada dua pendidikan. Yang pertama harus mengajar kita bagaimana
mencari nafkah dan yang kedua bagaimana hidup. (James Truslow Adams
1878-1949).

Pendidikan adalah periode ketika Anda diajari oleh seseorang yang Anda tidak
tahu, tentang sesuatu yang Anda tidak ingin tahu. (Gilbert Keith Chesterton
1874-1936).

Fungsi pendidikan satu-satunya adalah membuka jalan bagi berpikir dan
mengetahui, dan sekolah, sebagai organ utama pendidikan masyarakat, harus
melayani tujuan ini secara ekskusif. (Albert Einstein 1879-1955).

Ada satu waktu dalam pendidikan setiap orang ketika ia sampai kepada
keyakinan bahwa iri hati adalah kebodohan; bahwa meniru adalah bunuh diri.
(Ralph Waldo Emerson 1803-1882)).

Saya membayar kepala sekolah, padahal anak-anak sekolah-lah yang mendidik
anakku. (Ralph Waldo Emerson 1803-1882).




 Sekitar 30% populasi bertipe gaya belajar AUDITIF, seperti mendengarkan
   orang membaca puisi dan menyimak, mendengar musik, bunyi khusus
   (kicauan burung, gelombang laut), dan bahasa tape recorder dalam pelajaran
   bahasa asing.
 Sekitar 65% populasi bertipe VISUAL: mudah mengerti jika menggunakan
   foto, peta, lukisan, grafik, chart, gambar.
 5% populasi bertipe KINESTETIK yang suka mengerjakan sesuatu sebagai
   cara memperlajari informasi, seperti partisipasi dalam lab, demonstrasi &
   beragam simulasi.
(S.Belen).

Ada empat makanan pokok otak....
  ☻ Oksigen
  ☻ Nutrisi (makanan bergizi
  ☻ Kasih sayang
   ☻ Informasi
Otak membutuhkan asupan informasi / data agar tetap aktif. Agar, ada alasan
bagi otak untuk menggunakan oksigen dan gizi.




“Gerakan adalah pintu menuju aktivitas belajar.” (Paul Dennison). Gerakan dapat
meningkatkan kemampuan di segala bidang. Gerakan membangkitkan dan
mengaktifkan kapasitas mental kita.

Pengajaran tradisional yang menekankan disiplin kaku, kesalahan, dan hukuman
fisik membuat kegiatan belajar menakutkan dan terasa sulit. Sebaliknya,
pendekatan belajar aktif membuat kegiatan belajar menyenangkan. (S.Belen).

Guna mengembangkan kemampuan dan memperlancar kinerja otak, “Makanlah
yang Anda suka, tetapi dapatkan sedikit kasih sayang setiap hari!” Juga, jangan
lupa hirup oksigen yang cukup tiap hari! Untuk itu, bergeraklah dan lakukan
olahraga! Dan, makanlah makanan bergizi! Jangan bosan cari dan serap
beragam informasi! Karena, pencarian dijadikan alasan oleh otak untuk
mengkonsumsi oksigen dan makanan begizi. Otak Anda akan lancar bekerja.
Anda makin sehat dan makin cerdas! (S.Belen).

Siswa belajar dan mengingat:
      10 % dari apa yang mereka baca
      20 % dari apa yang mereka dengar
      30 % dari apa yang mereka lihat
      50 % dari apa yang mereka lihat dan dengar
      70 % dari apa yang mereka katakan
      90 % dari apa yang mereka katakan dan lakukan
Lima hal yang tidak boleh dilakukan guru:

Guru tidak boleh memberitahu apa yang dapat diceritakan siswa sendiri.

Guru tidak boleh mengajarkan apa yang dapat diperlajari siswa sendiri.

Guru tidak boleh mengajarkan apa yang dapat dibaca dan dipahami siswa
sendiri.

Guru tidak boleh melakukan apa yang dapat dilakukan siswa sendiri.

Guru tidak boleh mengajarkan apa yang dapat dieksplorasi dan disimpulkan
siswa sendiri.



Tempatkan seorang kepala sekolah yang tertutup, otoriter, tak suka
pembaharuan, tak ingin maju, ditambah sikap kurang disiplin, kurang jujur,
kurang sayang anak, dan kurang bertanggung jawab, maka hanya dalam
setahun mutu sekolah itu akan merosot. Sebaliknya, tempatkan seorang kepala
sekolah yang terbuka, demokratis, suka pembaharuan, ingin maju, ditambah
bekal sikap disiplin, jujur, sayang anak, dan bertanggung jawab, maka dalam
satu tahun mutu sekolah itu akan meningkat. (S.Belen).
Ibu Ulfa Barmawi, kepala SD Labuha 1 di Pulau Bacan, Maluku Utara sedang mengamati anak-
anak mengambil air wudhu. Ibu Ulfa setiap Pukul 6.00 pagi pada hari sekolah selalu sudah hadir
di sekolah. Tidak pernah terlambat. Ia adalah seorang kepala sekolah yang menjadi teladan bagi
                                         guru-gurunya.

Kazuo Murakami membuktikan, bahwa setiap orang memiliki gen-gen positif
yang 90-95% di antaranya tertidur. Gen-gen itu tetap tertidur, tak kunjung
terbangunkan, karena stimulasi yang diberikan guru tidak cocok dengan gaya
belajarnya.

Kreativitas adalah katalisator multi-kecerdasan manusia. (S.Belen).
Kreativitas andalah pensinergi potensi belahan otak kiri dan otak kanan manusia.
Kreativitas dapat dikembangkan melalui kegiatan anak menggambar dan seni
pahat, desain, cerita, sastra, dan drama, empati dan kasih sayang, asosiasi dan
permainan, olahraga, musik, simfoni, tarian, humor, doa, dan renungan.
(S.Belen).
Sebuah sistem pendidikan tidak bernilai besar jika ia mengajar orang-orang
muda bagaimana mencari nafkah tetapi tidak mengajar mereka bagaimana
membangun kehidupan. (Anonim).




Sumber:

http://en.proverbia.net/citastema.asp?tematica=377

http://audiolatinproverbs.blogspot.com/2006/12/contra-aquam-remigamus.html

Files powerpoint S.Belen.

Foto-foto koleksi Inhouse Training di Maluku Utara, Maret – Mei 2009.

S.Belen (2009). Dampak Inhouse Training di Sekolah, Laporan
pengembangan 5 SD model belajar aktif dan manajemen berbasis sekolah di
Maluku Utara, Jakarta: Save the Children.

								
To top