Docstoc

Modul Penjaskes SMK kelas X

Document Sample
Modul Penjaskes SMK kelas X Powered By Docstoc
					                                KATA PENGANTAR




      Puji dan syukur penulis ucapkan pada Tuha Yang Maha Esa karena berkat rahmat
dan karunianyalah mudul penjaskes ini dapat diselesaikan dengan bentuk yang sangat
minim sekali yang terdiri dari kumpulan materi-materi utama dari pelajaran penjaskes.



      Modul ini berisikan tentang materi kelas X SMK yang menjadi patokan dalam
pembelajaran penjaskes dan sebagai patokan bahan ujian MID semester dan Ujian Akhir
Semester.



      Atas Perhatian dan kerjasama yang baik, diucapkan terimakasih.




                                         Tanjungbalai, 2 Agustus 2010




                                         Erick Hariyanto Hutabarat, S.Pd

                                         NIP. 19840512 200904 1 0004




                                          1
                                                   Daftar Isi


Bab I
Permainan Bola Besar
Sepak Bola ......................................................................................... 1
Bola Volley ......................................................................................... 6
Bola Basket ......................................................................................... 10
Bab II
Permainan Bola Kecil
Bulu Tangkis ...................................................................................... 14
Tenis Meja ......................................................................................... 19
Bab III
Atletik ................................................................................................ 21
Bab IV
Pencak Silat ....................................................................................... 25
Bab V
Kebugaran Jasmani ............................................................................ 33
Bab VI
Senam Lantai ...................................................................................... 39
Bab VII
Senam Irama ..................................................................................... 43
Bab VIII
Renang .............................................................................................. 46
Bab IX
Aktivitas Luar Kelas ............................................................................ 52
Bab X
Penyahgunaan Narkoba .................................................................... 56




                                                         2
                                                      PERMAINAN BOLA BESAR


                                    BAB I
                               SEPAK BOLA


1. Sejarah Sepak Bola



2. Pengertian Sepak bola

       Sepak bola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak bola,
   dengan tujuan memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawang
   sendiri agar tidak kemasukan bola dari lawan.Dalam permainan sepak bola hanya
   diperbolehkan dengan menggunakan kaki dan kepala, yang dapat menggunakan kaki,
   tangan dan kepala hanyalah penjaga gawang saja atau yang di sebut dengan Kiper.

       Permainan sepak bola adalah permainan beregu yang terdiri dari 10 pemain dan 1
   orang penjaga gawang. Biasanya sepak bola di mainkan dengan aturan waktu (2 x 45
   menit) dengan waktu istirahat 10 menit di antara 2 babak tersebut. Untuk memulai
   permainan sepak bola di lakukan dengan Bola Mati (Kick Off).



3. Peraturan Dasar Permainan Sepak Bola

       Jumlah pemain sepak bola :

       a. Pertandingan dimainkan dengan dua regu yang masing-masing terdiri dari 10
          orang pemain dan 1 orang penjaga gawang.

       b. Pergantian pemain masing-masing 3 orang dari suatu pertandingan.

       c. Dalam pertandingan lain, pergantian dapat di lakukan sampai 5 kali orang
          pemain.

       d. Pemain dapat bertukar posisi dengan penjaga gawang, asalkan mendapat
          persetujuan wasit sewaktu pertandingan sedang berhenti atau bola mati.

       Durasi Pertandingan

       Pertandingan berlangsung 2 x 45 menit di seliangi waktu 15 menit waktu istirahat
       15 menit. Durasi pertandingan tidak di hitung dalam kasus ;

       a. Pergantian pemain.

       b. Pemain cidera dan harus di bawa keluar lapangan.

       c. Kasus lainnya.

4. Lapangan Permainan

       Lapangan sepak bola berbentuk persegi panjang. Panjang minimal 90 meter,
   maximal 120 meter. Lebar minimal 45 meter, maximal 90 meter. Untuk pertandingan
   Internasional Panjang minimal 100 meter, maximal 11 meter. Lebarminimal 64 meter,
   maximal 75 meter.

       Daerah sudut ada di keempau sudut lapangan di tandangi dengan tiang bendera
   setinggi 1,5 meter di tempat tendangan sudut berada.

        Pada daerah luar penalti penjaga gawang tidak di perbolehkan menyentuh bola.
   Di lapangan penalti terdapat titik penalti sebagai tempat untuk melakukan tendangan
   penalti.

       Lingkaran tengah tempat memulai permainan berradius 9,15 meter.


                                      3
              Garis batas penjaga gawang pada waktu tendangan penalti. Semua pemain kecuali
          penjaga gawang dan penenadang harus berada di luar daerah penalti sampai
          tendangan selesai di lakukan.

             Gawang dan mistar berbentuk slinder dengan diameter 12 cm dengan di berikan
          warna putih.Gawang di lengkapi dengan jaring dari rami atau nilon yang menyatu
          dengan tiang mistar dan tanah.

             Bola berbentuk bulat dan garis lingkar tidak lebih dari 70 cm dengan minimal 68
          cm dan terbuat dari kulit. Untuk berat tidak lebih dari 450 gram dan kurang dari 410
          gram. Tekanan bola antara 0,6 -1,1 atmosfer (600-1100 gram).




      5. Tehnik Dasar Latihan Bola

             Dalam permainan sepak bola harus diawali dengan tehnik dasar dalam permainan
          sepak bola. Ada beberapa cara melakukan tehnik dasar bermain sepak bola, yakni :

          a. Tehnik tanpa bola (Tehnik badan)

          b. Tehnik menendang bola (Kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki)

          c. Tehnik menahan bola (Kaki bagian dalam, kaki bagian luar, punggung kaki, tapak
             kaki, paha dan dada)

          d. Tehnik menggiring bola (Kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki)



Kumpulan Gambar Menendang Bola




Bagian dalam         Bagian Luar             Pungung kaki

Gambar Mengiring dan Menahan Bola


                                             4
Menggiring zig-zag            Menggiring dengan lawan        Menahan Bola



Tugas :

   1. Tuliskan tahapan-tahapan dalam melakukan tendangan dengan kaki bagian dalam, kaki
      bagaian luar dan punggun kaki !.

   2. Tuliskan tahapan-tahapan melakukan menahan bola dengan kaki bagian dalam !.

   3. Tuliskan pengertian “FAIR PLAY” dalam olahraga (minimal 30 kalimat) !.

   4. Tuliskan fungsi wasit dalam pertandingan olahraga !.

   5. Tuliskan pengertian pelatih dalam olahraga !.




                                              5
                                              BOLA VOLI


   1. Sejarah Bola Voli

        Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette.
Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani
(Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9
Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).

        William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal
pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang
didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda.
Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.

         Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir
pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan
menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith,
William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani.
William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan
permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh
James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang
diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette
diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola
basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan
ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan
ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.

         Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896,
pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal
tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education
Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the
International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan
permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang
bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan
jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim
beranggotakan lima orang.

         Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah
permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan
menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain.
Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan
sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang
tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).

   2. Pengertian Bola Voli

        Permainan bola voli sangat cukup memasyarakat di Indonesia. Permainan ini tidak
memakan lapangan yang cukup besar dan dalam permainan jumlah pemain dapat dimodifikasi
sesuai dengan ke inginan pemain. Bola voli di mainkan dengan 2 regu yang terdiri 6 orang dari tiap
regu. Tipa regu berusaha untuk mendapatkan point dengan menempatkan bola ke daerah lawan.
Regu pertama yang mendapatkan 25 point adalah sebagai pemenang.

   3. Peraturan Permainan Bola Voli

       Lebar lapangan 9 meter dengan panjang 18 meter. Tinggi net 2, 43 meter untuk putera
dan untuk puteri 2, 24 meter. Untuk bola terbuat dari kulit dengan ketentuan keliling 65-67 cm,
berat 200 m - 280 m dan tekanan udara pada 294, 3 – 318, 82 hpa. Pada permainan bola voli
terdapat pertukaran posisi dengan system rotasi mengikuti arah jarum jam.




                                                6
Regu :

1.1 Komposisi dan Registrasi

         a. Satu regu terdairi dari maximal 12 pemain, seorang pelatih (coach) , seorang asisten
            pelatih, seorang trainer dan seorang dokter medis.

         b. Pemain Libero

            1. Setiap regu berhak mendapatkan satu pemain khusus bertahan (defensie player)
               “Libero” antara 12 pemain yang terdaftar.

            2. Pemain libero harus terdaftar pada lembaran angka dan di belakang namanya
               terdapat huruf “L”. Nomornya harus juga dicatat pada daftar posisi pada setiap
               permulaan set.

            3. Hanyapemain yang terdaftar pada lembaran angka yang boleh ikut dalam
               pertandingan.

            4. Setelah kapten regu dan pelatih menendatangani lembaran angka, maka pemain
               yang telah terdaftar tidak boleh diganti.

1.2 Perlengkapan Pemain

         1. Perlengkapan

            a. Perlengkapan pemain terdiri atas baju, celana pendek dan sepatu olahraga.

            b. Baju, celana pendek dan kaos kaki harus seragam dan bersih serta berwarna sama
               untuk satu regu kecuali untuk pemain libero.

            c. Sepatu harus ringan dan lentur dengan sol dari karet atau kulit tanpa hak.

            d. Nomor baju :

                1) Baju pemain harus bernomor 1 – 18.

                2) Nomor harus di tempatkan di bagian tengah depan dan belakang.

                3) Nomor harus berwarna kontras dengan ukuran 15 cm pada bagain dada dan
                   20 cm pada bagian punggung. Lebar garis yang membentuk nomor minimal 2
                   cm.

         2. Benda dan seragam yang dilarang

                a. Pemain di larang memakai benda-benda yang memungkinkan terjadinya luka-
                   luka seperti perhiasan, peniti, gelang, pembalut dari gips dan lainya.

                b. Para pemain boleh memakai kaca mata dengan resiko sendiri.

                c. Pemain dilarang memakai seragam tanpa nomor yang resmi atau warna yang
                   berbeda dari pemain seregunya kecuali pemain libero.

1.3 Hak dan Tanggung Jawab Pemain

         1. Tanggung jawab pokok

            a. Pemain harus mengetahui peraturan permainan dan mematuhinya.

            b. Pemain harus menerima keputusan wasit dengan prilaku dalam olahraga yang di
               sebut sportif tanpa membantahnya. Dalam hal yang meragukan, kapten tim yang
               meminta penjelasan dari wasit.

            c. Pemain harus mempunyai rasa hormat dan sopan dengan semangat “Kejujuran
               dan Kesatriaan” (Fair Play) tidak hanya kepada wasit tetapi terhadap petugas
               lainnya, regu lawan, regu sendiri dan penonton.

            d. Pemain dilarang melakukan kegiatan atau sikap yang bertujuan mempengaruhi
               keputusan wasit atau menutupi kesalah dari regunya.

            e. Pemain dilarang melakukan kegiatan yang bertujuan memperlambat permainan.


                                                7
           f.   Baik kapten regu maupun pelatih bertanggung jawab atas tingkah laku dan disiplin
                anggota regunya.



       2. Kapten

                a. Yang dilakukan regu sebelum bertanding :

                   1. Menandatangani lembar angka

                   2. Mewakili regu dalam undian

                b. Selama bertanding, saat kapten regu berada di lapangan berfungsi sebagai
                   pemain. Kapten permainan berhak untuk berbicara dengan wasit sewaktu
                   bola di luar permainan.

                   Tujuannya adalah :

                   1. Meminta pejelasan tentang penafsiran dari penerapan peraturan yang
                      diambil. Dia juga dapat menyampaikan usul atau pernyataan seregunya
                      kepada wasit yang bersangkutan.

                   2. Hak untuk :

                           a. Mengganti seragam atau perlengkapan.

                           b. Menjelaskan posisi regunya.

                           c. Mengecek lantai, net, bola dan sebagainya.

                           d. Perhentian pemain secara resmi.

                c. Pada akhir suatu pertandingan.

                           1. Kapten regu berterimaskasih kepada wasit dan menandatangani
                              lembaran angka untuk mengesahkan pertandingan.

                           2. Jika sebelumnya tidak terjadi kesepahaman pada penjelasan wasit
                              pertama, maka dia boleh memperkuatnya dengan protes tertulis
                              pada lembaran anggka.

         Tujuan bermain bola voli adalah memperagakan taktik dan tehnik memainkan bola di
lapangan untuk meraih kemenangan dalam setiap pertandingan . Tehnik dasar dalambermain bola
voli adalah : Pasing atas, pasing bawah, smash, atau spike,service dan bendungan (block).

        Dalam latihan bola voli untuk tingkat dasar yang menjadi landasan iyalah tehnik dan gerak.
Tehnik dasar dari bola voli adalah :

   1. Gerak dasar bergerak maju.

   2. Gerak dasar bergerak mundur.

   3. Gerak dasar bergerak kesamping kiri / kanan.

   4. Gerak dasar melompat.

       Dalam permainan bola voli juga ada yang di namakan service yang bertujuan untuk
memasukkan bola ke lapangan lawan . Keberhasilan service terletak pada kecepatan bola, jalan
perputaran bola serta penempatan bola kedaerah yang kosong. Pasing adalah salah satu tehni
untuk memaminkan bola di lapangan sendiri yang bertujuan untuk mengoper bola ke pada teman
regu.




                                                8
Gambar Tehnik Dasar Bola Voli




Passing Bawah          Passing Atas           Smash               Membendung (Block)




Service Atas           Jump Service           Service Bawah



                                  Gambar Lapangan Bola Voli




                             Gambar Lapangan Voli dan Ukurannya



Tugas :

   1. Tuliskan tahapan melakukan passing atas !

   2. Tuliskan tahapan melakukan passing bawah!

   3. Tuliskan 10 peratuan bola voli yang anda ketahui !

   4. Jelaskan arti smash dalam permainan bola voli !

   5. Jelaskan tujuan dari passing !




                                              9
                                       BOLA BASKET


   1. Sejarah Bola Basket

        Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh
seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal Kanada
yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA(sebuah wadah
pemuda umat Kristen) diSpringfield,Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang
tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New
England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith
menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.

       Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan
kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa
peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan
meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.

        Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari
1892 di tempat kerja Dr.James Naismith.Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang
muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar
fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun
segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.

        Pada awalnya,setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble,sehingga bola
hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13
aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith.

   2. Pengertian Bola Basket

        Bola basket permainan yang dilakukan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri dari
5 orang pemain. Jenis olahraga permainan ini mencari nilai / angka sebanyak mungkin ke dalam
baset lawan dan mencegah bola masuk ke basket sendiri. Dalam permainan ini dilarang melakukan
mendorong bola, memukul dengan telapak tangan terbuka, melemparkan bolakesegala penjuru
dalam lapangan permainan yang digunakan.

   3. Peraturan Permainan Bola Basket

Aturan dasar tersebut adalah sebagai berikut.

   1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua
      tangan.
   2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan,
      tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
   3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan
      bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain
      tersebut berlari pada kecepatan biasa.
   4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh
      lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
   5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul pemain lawan
      dengan cara disengaja. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai
      kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sangsi berupa diskualifikasi pemain pelanggar
      hingga keranjang tim nya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut
      dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai
      hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian
      pemain tidak diperbolehkan.
   6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju),
      melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan
      pada aturan 5.
   7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu
      akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya
      pelanggaran balik oleh lawan).
   8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam
      keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau

                                                10
         mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan
         menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
   9.    Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan
         dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat
         tentang kepemilikan bola, maka wasit yang akan melemparkannya ke dalam lapangan.
         pemain yang melempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola. Apabila ia
         memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah.
         Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit
         dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
   10.   Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah
         pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-
         turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan
         pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
   11.   Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap
         telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit
         pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang
         terjadi.
   12.   Waktu pertandingan adalah 4 babak masing-masing 10 menit
   13.   Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.

       Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinamakan sebagai
Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional.lahir sebagai warga Kanada, ia menjadi
warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.

       Naismith meninggal dunia 28 November 1939, kurang dari enam bulan setelah menikah
untuk kedua kalinya.



   4. Lapangan, Waktu dan Jumlah Pemain Bola Basket

         a. Permainan bola basket adalah persegi panjang dengan ukuran panjang lapangan yaitu
            26 meter serta lebar lapangan yaitu 14 meter. Tiga buah lingkaran yang terdapat di
            dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.
         b. Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan
            cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2
            orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.
         c. Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu
            istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus
            diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak
            tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam
            yaitu 5 detik.
         d. Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm.
            Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80
            meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40
            meter.
         e. Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul
            bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59
            meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
         f. Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak
            papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket
            memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis
            akhir adalah 1 meter.
         g. Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan
            ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu
            6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.

   5. Teknik Dasar Permainan Bola Basket

        Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada
di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari
terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang
menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di
depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks.



                                                11
       Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola
dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat
bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke
belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua
macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap boka di depan dada.

        Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yaitu melempar bola dari atas kepala
(over head pass), melempar bola dari dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dari dada ke
dada dengan cepat dalam permainan, serta melempar bola memantul ke tanah atau lantai
(bounce pass).

        Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya
yaitu dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak ke atas
telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat mencapai titik
tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti dengan kelenturan
pergelangan tangan. Menggiring bola dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi dua
cara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan
untuk melindungi bola dari jangkauan lawan. Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan
serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.

       Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan
dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat.

       Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan
untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan
shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.

       Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah
dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang.

                                          Gambar Lapangan




                                              12
Operan dada ke dada            Drible Bola        Memegang bola



Tugas :

   1. Tuliskan pengertian drible !

   2. Tuliskan tahapan melakukan dribel !

   3. Jelaska pengertian operan !

   4. Jelaskan tujuan dari operan !

   5. Tuliskan tujuan dari pivot !




                                             13
                                                                PERMAINAN BOLA KECIL


                                            BAB II
                                      BULU TANGKIS



   1. Sejarah Bulu Tangkis


       Permainan Battledore and Shuttlecock pada tahun 1854

         Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno
sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina.

       Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang
melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki.
Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin
tanpa menggunakan tangan.

        Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan
Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat
(Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari
menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada
tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.

        Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam
(sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi
permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.

       Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India
pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh
sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai
Poona pada masa itu.

       Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini
mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang
penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore bulu tangkis
- sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton
(Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.

       Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi
bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi
pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.

       Bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur
dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.

   2. Lapangan dan Jaring

       Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat
pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras
terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning.
Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak. Permukaan
lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena
dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah
lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm
harus berwarna putih.




                                              14
                                     Lapangan bulu tangkis

Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:

    1.   Tunggal putra
    2.   Tunggal putri
    3.   Ganda putra
    4.   Ganda putri
    5.   Ganda campuran




                                               15
    3. Perlengkapan

       Raket

       Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya
menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan
komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap
perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah
model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan
raket.

       Senar

        Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar
nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi
dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18
sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.

       Kok

        Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu
angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang
terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari pelastik.
Jika menggunakan bulu biasa jumlah bulu 14 -16 bulu.

       Sepatu

       Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan
pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol
karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-
menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis mengakibatkan agak
banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.

    4. Memainkan Bulu Tangkis




                               Gambar Area permainan tunggal



       Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di
lapangan bulu tangkis.



        Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis.

        Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati
jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan

                                                16
berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di
luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat
mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan
memperoleh poin. Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah
poin tertentu.

Area Servis Pada Lapangan Bulu Tangkis




                                Gambar Area permainan ganda

        Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke
area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan
pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk
penerima servis.

         Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah
dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan
posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih
nol.

       Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertam kali ditentukan
dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya.

      Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin
menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin:

Sistem Pindah Bola

       Sebelum pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap
pasangan sebagai "orang pertama". Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan.

          Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi "orang pertama" saat melakukan
servis.

      Setiap pasangan mempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap
pemain) sebelum pindah bola, kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak
mendapat kesempatan kedua.

       Saat pindah bola, servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di
sebelah kanan, bukan oleh "orang pertama".



Sistem Reli Poin

    Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua. Servis
dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan

                                                17
tersebut. Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh
lawan.

Cara Memgang Raket (Grip).

   1.     Pegangan kampak atau pegangan Inggris
   2.     Pegangan gebok kasur atau pegangan Amerika
   3.     Pegangan gabungan atau jabat tangan
   4.     Pegangan backhand

Macam-macam Pukulan Sevice

   1.     Pukulan service pendek (Short service)
   2.     Pukulan serice panjang (Service lob)
   3.     Pukulan service (drive)
   4.     Pukulan service cambuk (Service flick)
   5.     Pukulan lob atau clear
   6.     Pukulan dropsot
   7.     Pukulan Smash
   8.     Pukulan drive atau mendatar
   9.     Pukulan permainan net (netting)



Tugas :

   1.     Tuliskan pengertian dari “pukulan” dalam olahraga bulu tangkis !
   2.     Jelaskan perbedaan service panjang dna service pendek !
   3.     Jelaskan arti service dalam bulutangkis !
   4.     Tuliskan makna sportif dalam olahraga khususnya bulu tangkis !
   5.     Jelaskan arti point dalam bulu tangkis !




                                                 18
                                       TENIS MEJA


1. Pengertian Tenis Meja

             Tenis meja merupakan cabang olahraga yang dimainkan dalam gedung (Indoor
      game) oleh 2 atau 4 pemain. Permainan tenis meja sering disebut dengan “PING PONG”
      merupakan bentuk yang unik dan bersifat reaktif.

               Dalam melakukan permainan tenis meja ada 3 bentuk cara memainkannya, antara
      lain :

           a. Singel (Putra dan Putri atau permainan tungal)

           b. Double (Putra dan Putri atau permainan ganda)

           c. Double campuran (Putra dan Putri yang terdiri dari pemain Putra dan Putri)

2. Perlengkapan Permainan Tenis Meja

             Panjang papan tenis meja : 2,74 meter dengan lebar 1,525 meter. Jarak dari bumi
      ke pada kaki meja 76 cm dan tingi net 15,25 cm.

               Bola bulat dengan diameter 40 mm,berat bola 2,7 gr dan bola terbuat dari bahan
      celluloid atau sejenis plastik yang harus berwarna putih atau orange dna pudar (tidak
      kilap)

              Raket atau bed tidak ditentukan mengenai bentuk dan berat. Ketebalan bet 85%
      dan harus terbuat dari kayu alam dilapisi dengan fiber carbon atau fiber glas bahan
      tersebut tidak lebih dari 7,5% dari ketebalan dari total ketebalan 0,33 mm merupakan
      bagian yang sangat tipis.

3. Service

      Service yang benar adalah service yang dilakukan dengan melepaskan bola ke atas sekitar
      16 cm dari telapak tangan dengan 2 kalipantulan yang terdiri dari 1 pantulan di lapangan
      sendiri dan 1 pantulan di lapangan lawan. Untuk pengembalian yang benar adalah
      pengembalian dengan pantulan bola langsung ke daerah lawan.

4. Point atau score

      Pemain dinyatakan mendapatkan point atau score jika :

      a. Jika lawan gagal melakukan service yang benar

      b. Jika kawan gagal melakukan service yang benar

      c. Jika sebelum boa dipukul bola menyetuh benda lain selain net setelah ia melakukan
         service atau pengembalian bola dengan benar.

      d. Jika bola yang dipukul oleh lawannya terhalang atau gagal

      e. Jika lawannya memukul bola 2 kali berturut-turut

      f.   Jika lawannya memuku bola dengan daun bet yang tidak ditutupi karet

      g. Jika lawannya atau apa saja yang menggerakan permukaan meja

      h. Jika lawannya atau apa saja yang menyentuh net

      i.   Jika tangan bebas lawannya menyentuh net

      j.   Jika permainan ganda lawannya memukul bola selain dari urutannya

      k. Seperti yang diperkenalkan dalam sistem pembatasan waktu



                                              19
 5. Game atau Set

          Suatu game atau set dinyatakan oleh seorang atau pasangan yang terlebih dahulu
          mendapatkan angka 11 kecuali pemain atau pasangan sama-sama mendapatkan angka 10
          – 10 maka yang di menangkan adalah yang mendapatkan terlebih dahulu 2 point.

 6. Cara Memegang Bet




                                     Pegangan yang benar




                                      Pegangan yang salah




Tugas :

1. Tuliskan peralatan tenis meja !

2. Tuliskan tahapan melakuakn service !

3. Jelaskan yang di maksud dengan grip !

4. Jelaskan yang dimaksud dengan Score !

5. Tuliskan bahan baku dari bola tenis meja !




                                                20
                                                                                      ATLETIK


                                            BAB III
                                           ATLETIK

Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat
dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang
berarti "kontes". Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama
pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik
Seluruh Indonesia).

Beberapa macam lari dalam atletik :

- lari jarak pendek,
- lari jarak menengah,
- lari panjang,
- lari estafet,dan
- lari halang rintang

nomor dalam lempar yaitu:
1.Lempar Cakram
Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik. Cakram yang dilempar berukuran garis
tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan.
2.Tolak Peluru
3.Lontar Martil
4.Lempar Lembing

Macam - Macam Strat
a. Start berdiri (Flting Start)
b. Start melayang (Flying Start)
c. Start Jongkok (Cruched Start)




                                       Gambar Start Jongkok

Cara Melakukan Start Jongkok
Start pendek, cara melakukannya ialah lutuk kaki belakang diletakkan/ditempakkan pada ujung
kaki yang muka, jaraknya satu kepal. Jadi boleh dikatakan ujung kaki belakang hamper sejajar
dengan tumit kaki yang muka. Kedua lengan lurus sejajar dengan bahu, letakkan dibelakang garis
start. Bukan telapak tangan yang mengenai tanah, tetapi pinggiran dari telunjuk dan ibu jari.
Pandangan kemuka kurang lebih 1 setengah m, usahakan badan jangan sampai renggang/tegang
dan usahakan berat badan berada kedua belah tangan. Sehingga bila ada tanda untuk berangkat
sudah mudah untuk meluncur/bergerak. Karena dalam start ini harus dapat mengubah keadaan
sikap badan dari yang stabil/seimbang kepada sikap yang labil/tidak seimbang.

Latihan Start untuk Lari
Hal – hal yang harus dihindari :
1. tidak cukup dorongan kedepan dan kurangnya lutut diangkat.
2. menjejakkan kaki keras – keras ketanah dan mendaratkannya dengan tunit.
3. Tubuh condong sekali kedepan atau melengkung sekali kedepan.
4. Memutar kepala dan menggerakan bahu secara berlebihan.
5. lengan diayunkan terlalu keatas dan ayunan terlampau jauh menyilang dada.
6. Pelurusan tang kurang sempurna dari kaki yang akan dilangkahkan.
7. Berlari Zig Zig dengan gerakan kekiri dan kanan.
8. Pada aba – aba komando siap kepala diangkat, dagu terlalu tinggi atau terlalu rendah, langkah
yang kurang sempurna dan condong kedepan secara tiba – tiba.


                                               21
Hal – hal yang harus di utamakan :
6. Membuat titik tertinggi pada kaki yang mengayun (kaki yang bebas) sama besar eksensinya
    dengan kaki yang mendorong (kaki yang menyentuh tanah)
7. Membuat kaki yang dilangkahkan seelastis mungkin.
8. Menjaga posisi tubuh sanma seperti jalan biasa.
9. Menjaga kepala tetap tegak dan pandangan lurus kedepan.
10. Mengayunkan lengan sejajar dengan pinggul dan sedikit menyilang kebadan.
11. Membuat gerak kaki yang sempurna dengan langkah secara horizontal.
12. Lari pada satu garis lurus dengan meletakkan kaki yang satu tepat di depan kaki yang lain.
13. Pada komando siap gerakan tubuh condong kedepan dan bila tanda “bunyi” pistol dibunyikan
    tubuh bergerak kedepan dengan lengan dan kaki

a. Lompat Jauh

        Yang menjadi tujuan dari lompat jauh adalah pencapain jarak lompatan yang sejauh
jauhnya. Maka untuk mencapai jarak lompat yang jauh, terlebih dahulu si pelompat harus
memahami unsur – unsure pokok pada lompat.
        Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalm awalan :
        Awalan, yaitu untuk mendapat kecepatan pada waktu akan mellompat. Awalan itu harus
dilakukan dengan secepat – cepatnyaserta jangan mengubah langkah pada saat akan melompat.
Jarak awalan biasanya 30 – 50 meter.
         Tolakan, yaitu menolak sekuat _ kuatnya pada papan tolakan dengan kaki terkuat ke
atas(tinggi dan kedepan).
         Sikap badan diudara, yaitu harus diusahakan badan melayang Selama mungkin dan
diusahakan badan tetap seimbang.
        Sikap badan pada waktu jatuh/mendarat, yaitu sipelompat harus mengusahakan
jatuh/mendaray dengan sebaik – baiknyajangan sampai jatuhnya badan atau lengan ke belakang,
karena akan merugikan.mendaratlah dengan kedua kaki dan lengan kedepan.

Macam – macam gaya yang umum digunakan :
1. gaya jongkok atau Truck (kauer)
2. gaya berjalan diudara atau Lauf (walking/running in the air)
3. gaya menggantung atau melenting atau schnepper/hang.

Hal – hal yang perlu dihindari :
1. Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum bertolak.
2. Bertolak dari tumit dengan kecepatan yang tidak memadai.
3. Badan miring jauh kedepan atau kebelakang.
4. Fase yang tidak seimbang.
5. Gerak kaki yang premature.
6. Tak cukup angkatan kaki pada pendaratan.
7. Satu kaki turun mendahului kaki lain pada darat.

Hal – hal yang harus diperhatikan/dilakukan

1. pelihara kecepatan sampai saat menolak
2. capailah dorongan yang cepat dan dinamis dan balok tumpuan.
3. Rubahlah sedikit posisi lari, baertujuan mencapai posisi lebih tegak.
4. Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik
5. Capailah jangkuan gerak yang baik.
6. Gerak akhir agar dibuwat lebih kuat dengan menggunakan lebih besar daya kepadanya.
7. Latihan gerakan pendaratan.
8. Kuasai gerak yang betul dari lengan dan kaki dalam meluruakan dan membengkokkan.




                                                 22
                                  Gambar lapangan lintasan lari




                                  Gambar lapangan Lompat Jauh




Sikap gerakan kaki saat tolakan                Contoh lompat jauh gaya jongkok




Sikap saat mendarat                            Contoh lain dari mendarat




                                               23
Tugas :

          1.   Tuliskan tahapan melakukan lompatan pada lompat jauh !
          2.   Tuliskan pengertian lompat Jauh !
          3.   Tuliskan tahapan melakukan start pendek !
          4.   Tuliskan arti mendarat pada lompa jauh !
          5.   Tuliskan 5 nomor-nomor atletik !
          6.   Buat dalam bentuk makalah nomor-nomor atletik !




                                             24
                                                                    BELADIRI PENCAK SILAT


                                             BAB IV
                                        PENCAK SILAT




SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PENCAK SILAT

Pendahuluan

       Pencak Silat adalah kata majemuk. Pencak dan Silat mempunyai pengertian yang sama dan
merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat pribumi Asia Tenggara (Asteng), yakni kelompok
masyarakat etnis yang merupakan penduduk asli negara-negara di kawasan Asteng (Brunei
Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand dan
Vietnam).

        Kata Pencak biasa digunakan oleh masyarakat pulau Jawa, Madura dan Bali, sedangkan
kata Silat biasa digunakan oleh masyarakat di wilayah Indonesia lainnya maupun di Malaysia,
Singapura, Brunei Darussalam serta di Thailand (bagian Selatan) dan Filipina.

          Penggabungan kata Pencak dan Silat menjadi kata majemuk untuk pertama kalinya
dilakukan pada waktu dibentuk suatu organisasi persatuan dari perguruan Pencak dan perguruan
Silat di Indonesia yang diberi nama Ikatan Pencak Silat Indonesia, disingkat IPSI pada tahun 1948 di
Surakarta.

         Sejak saat itu Pencak Silat menjadi istilah resmi di Indonesia. Perguruan-perguruan yang
mengajarkan Pencak dan Silat asal Indonesia di berbagai negara kemudian juga menggunakan
istilah Pencak Silat.

        Di dunia internasional Pencak Silat menjadi istilah resmi sejak dibentuknya Organisasi
Federatif Internasional yang diberi nama Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa, disingkat
PERSILAT, di Jakarta pada. tahun 1980. Walaupun demikian, karena kebiasaan, kata Pencak dan
Silat masih digunakan secara terpisah.

        Di bawah ini secara singkat akan diuraikan beberapa hal sekitar Pencak Silat yang meliputi:
sejarah, falsafah, jenis, aliran, perguruan dan pendekar Pencak silat, penelitian dan penulisan
tentang Pencak Silat, pengembangan dan penyebaran Pencak Silat serta tantangan terhadap
Pencak Silat. Keseluruhan uraian akan disimpulkan secara umum.

Sejarah Pencak Silat

        Kebutuhan paling dasar manusia adalah keamanan dan kesejahteraan. Untuk memenuhi
kebutuhan tersebut, manusia menciptakan dan mengembangkan berbagai cara dan sarana.
Diantara ciptaan manusia yang menyangkut kebutuhan keamanan, adalah cara dan sarana fisik
untuk menghadapi dan mengatasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan fisik, di
antaranya adalah apa yang disebut "jurus" dan senjata.

        "Jurus" adalah teknik gerak fisikal berpola yang efektif untuk membela diri maupun
menyerang tanpa maupun dengan menggunakan senjata. Bentuk awalnya sangat sederhana dan
merupakan tiruan dari gerak-gerik binatang yang disesuaikan dengan anatomi manusia. Kemudian
terus dikembangkan, sejalan dengan perkembangan budaya manusia. Demikian pula senjata yang
digunakan.

        Masyarakat pribumi Asteng pada umumnya merupakan masyarakat agraris yang
hubungan sosialnya dilaksanakan dengan sistem peguyuban. Warga masyarakat yang demikian
mempunyai dasar pandangan dan kebijaksanaan hidup yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai
serta kaidah-kaidah agama dan moral masyarakat. Dengan dasar itulah sistem paguyuban yang
diperlukan bagi kehidupan agrarisnya dapat dilaksanakan dan ditegakkan.



                                                25
        Dalam kaitan dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah itu, "jurus" harus digunakan secara
bertanggungjawab. Hal ini dapat terlaksana apabila si pengguna mampu mengendalikandiri.
"Jurus" hanya boleh digunakan untuk pembelaan diri.

       Di dalam memenuhi kebutuhan kesejahteraannya, manusia juga telah menciptakan
berbagai cara dan sarana di antaranya dengan pengembangan "jurus" ke dalam bentuk seni dan
olahraga yang dapat memberikan kesejahteraan batin dan lahir.

        Dalam perkembangan sosial dan budayanya, masyarakat pribumi Asteng telah menyerap
pengaruh luar yang selaras dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah agama maupun moral yang
dijunjung tinggi. Berkaitan dengan itu,falsafah dari luar yang selaras dengan nilai-nilai dan kaidah-
kaidah tersebut,telah diserap dan digunakan untuk mengemas pandangan dan kebijaksanaan
hidup masyarakat pribumi Asteng.

Dengan demikian jatidiri Pencak Silat ditentukan tiga hal pokok sebagai satu kesatuan yakni :

    1. Budaya masyaraka-t pribumi Asteng sebagai sumber dan coraknya.
    2. Falsafah budi pekerti luhur sebagai jiwa dan sumber motivasi penggunaannya.
    3. Substansi Pencak Silat itu sendiri yang mempunyai aspek mental spiritual (pengendalian
       diri), beladiri, seni dan olahraga sebagai satu kesatuan.

        Pencak Silat dengan jatidiri yang demikian baru ada sekitar abad ke-4 Masehi, yakni
setelah adanya kerajaan-kerajaan yang merupakan pusat pengembangan budaya di kawasan
hidup masyarakat pribumi Asteng. Pada jaman kerajaan ini, mula-mula Hindu,kemudian Budha
dan terakhir Islam, Pencak Silat dikembangkan dan menyebar luas.

        Pada waktu sebagian besar kawasan hidup masyarakat pribumi Asteng berada di bawah
kekuasaan penjajah asing dari Eropa Barat, pendidikan Pencak Silat yang dipandang menanamkan
jiwa nasionalis, telah dibatasi dan kemudian dilarang.

        Tetapi kegiatan pendidikain Pencak Silat berjalan terus secara tertutup. Pada jaman
pendudukan Jepang, Pemerintah yang berkuasa memberikan keleluasaan kepada rakyat untuk
mengembangkan budayanya agar mendapat dukungan dalam perangnya melawan sekutu. Pada
jaman ini, pendidikan Pencak Silat dilaksanakan seperti semula dan lebih meluas. Setelah kawasan
hidup masyarakat pribumi Asteng bebas dari kekuasaan asing dan lahir negara-negara yang
merdeka dikawasan tersebut, perkembangan dan penyebaran Pencak Silat semakin pesat. Lebih-
lebih setelah dibentuknya organisasi nasional Pencak Silat di sebagian dari negara-negara tersebut,
yakni : Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA),
Persekutuan Silat Singapura (PERSISI), Persekutuan Silat Kebangsaan Brunei Darussalam (PERSIB),
Pencak Silat Association of Thailand (PSAT) dan Philippine Pencak Silat Association (PHILSILAT).

       Di luar negara sumbernya, Pencak Silat juga berkembang dan nenyebar, lebih-lebih etelah
dibentuknya Persekutuan Pencak Antarabangsa ( PERSILAT )

Falsafah Pencak Silat

        Falsafah Pencak Silat dinamakan falsafah budi pekerti luhur. Hal ini disebabkan karena
falsafah ini mengandung ajaran budi pekerti luhur. Falsafah budi pekerti luhur berpandangan
bahwa masyarakat "tata-tentrem karta-raharja" (masyarakat yang aman-menentramkan dan
sejahtera-membahagiakan) dapat terwujud secara maksimal apabila semua warganya berbudi
pekerti luhur. Karena itu, kebijaksanaan hidup yang harus menjadi pegangan manusia adalah
membentuk budi pekerti luhur dalam dirinya.

         Budi adalah dimensi kejiwaan dinamis manusia yang berunsur cipta, rasa dan karsa.
Ketiganya merupakan bentuk dinamis dari akal, rasa dan kehendak. Pekerti adalah budi yang
terlihat dalam bentuk watak. Semuanya itu harus bersifat luhur, yakni ideal atau terpuji. Yang ingin
dicapai dalam pembentukan budi pekerti luhur ini adalah kemampuan mengendalikan diri,
terutama di dalam menggunakan "jurus".

        "Jurus" hanya dapat digunakan untuk menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan
dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai dan kaidah-kaidah agama dan moral masyarakat
maupun dalam rangka mewujudkan masyarakat "tata-tentrem karta-raharja." Dalam kaitan itu
falsafah budi pekerti luhur dapat disebut juga sebagai Falsafah pengendalian diri.



                                                 26
        Dengan budi pekertinya yang luhur atau kemampuan pengendalian dirinya yang tinggi,
manusia akan dapat nemenuhi kewajiban luhurnya sebagai mahluk Tuhan, mahluk pribadi, mahluk
sosial dan mahluk alam semesta, yakni taqwa kepada Tuhannya, meningkatkan kualitas dirinya,
menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan sendiri dan mencintai alam
lingkungan hidupnya. Manusia yang demikian dapat disebut sebagai manusia yang taqwa,
tanggap, tangguh, tanggon dan trengginas. Manusia yang dapat memenuhi kewajiban luhurnya
adalah manusia yang bermartabat tinggi.

Jenis dan aliran Pencak Silat

Berdasarkan pada 4 aspek yang terdapat pada substansinya, wujud fisikal dan visual atau praktek
pelaksanaan Pencak Silat dapat dikategorikan dalam 4 jenis. Praktek pelaksanaan dari masing-
masing jenis Pencak Silat itu mempunyai tujuan tersendiri dan berdasarkan pada tujuan tersebut
akan lebih menekankan pada salah satu aspek tertentu dengan tidak meniadakan aspek-aspek
yang lain.

Keempat jenis Pencak Silat tersebut adalah :

    1. Pencak Silat Mental-Spiritual atau Pencak Silat Pengendalian Diri (karena wujud fisikal dan
       visual mental-spiritual adalah pengendalian diri), yang praktek pelaksanaannya bertujuan
       untuk memperkuat kemampuan mengendalikan diri dan karena itu lebih menekankan
       pada aspek mental-spiritual.
    2. Pencak Silat Beladiri, yang praktek pelaksanaannya bertujuan untuk pembelaan diri secara
       efektif dan karena itu lebih nenekankan pada aspek beladiri
    3. Pencak Silat Seni, yang praktek pelaksanaannya bertujuan untuk mempertunjukkan
       keindahan gerak dan karena itu lebih menekankan pada aspek seni.
    4. Pencak Silat Olahraqa, yang praktek pelaksanaannya bertujuan untuk memperoleh
       kesegaran jasmani dan prestasi keolahragaan dan karena itu lebih menekankan pada
       aspek olahraga.

       Aspek-aspek yang tidak menjadi fokus masih tetap terlihat dengan kadar yang berbeda,
ada yang jelas dan ada yang samar-samar. Karena itu, masing-masing jenis Pencak Silat itu tetap
mempunyai 4 aspek sebagai satu kesatuan dan kebulatan. Masing-masing memiliki nilai-nilai etis
(mental-spiritual), teknis (beladiri), estetis (seni) dan sportif (olahraga) sebagai satu kesatuan.

          Praktek pelaksanaan "jurus" dari masing-masing jenis Pencak Silat dilakukan dengan gaya
yang bermacam-macam. Gaya unik dengan ciri-cirinya yang menonjol dan mudah dibedakan dari
gaya lainnya, disebut "aliran" Pencak Silat. Bagaimana pun wujud keunikan suatu gaya (aliran),
nilai-nilai keempat aspek Pencak Silat, yakni etis, teknis, estetis dan sportif sebagai satu kesatuan
tetap ada dan terlihat • Jika tidak, ia tidak mempunyai nilai sebagai aliran Pencak Silat.
Membedakan aliran-aliran Pencak Silat tidak mudah dan hanya dapat dilakukan oleh mereka yang
ahli dan betul-betul memahami berbagai "jurus" Pencak Silat. Perbedaan aliran hanya menyangkut
segi praktek fisikal dan tidak menyangkut segi mental-spiritual dan falsafah.

         Dalam dunia Pencak Silat, aliran bukanlah faham atau mazhab. Karena itu jenis dan aliran
Pencak Silat apapun tetap dijiwai falsafah budi pekerti luhur dan mempunyai aspek mental-
spiritual sebagai aspek pengendalian diri.

         Pada jenis Pencak Silat Beladiri, terdapat aliran yang menggunakan "tenaga supernatural"
dalam gaya pelaksanaan "jurus"nya. Tenaga supranatural yang disebut "tenaga dalam", "tenaga
dasar" atau "tenaga tambahan" ini merupakan penguat "jurus" atau kekebalan badan. Adanya
aliran yang menggunakan "tenaga supernatural" telah memperkaya Pencak Silat.

Perguruan dan pendekar Pencak Silat

       Pengertian perguruan Pencak Silat sering dikacaukan dengan aliran Pencak Silat.
Perguruan Pencak Silat adalah lembaga pendidikan tempat berguru Pencak Silat. Berguru
mempunyai konotasi belajar secara intensif yang prosesnya diikuti, dibimbing dan diawasi secara
langsung dan tuntas oleh sang guru, sehingga orang yang berguru diketahui dengan jelas
perkembangan kemampuannya, terutama kemampuan pengendalian dirinya atau budi pekertinya.
Sang guru tidak akan mendidik, meningkatkan atau memperluas pendidikannya kepada seseorang
yang mentalitasnya (kemampuan pengendalian diri atau budi pekertinya) dinilai tidak atau kurang
memadai. Dalam kaitan itu, di waktu yang lalu tidak mudah bagi seseorang untuk menjadi murid
atau anggota perguruan Pencak Silat. Ujian- ujian berat yang menyangkut sikap mental harus


                                                 27
ditempuh lebih dulu dan lulus. Ditinjau dari segi jenis Pencak Silat yang diajarkan, maka terdapat 4
kategori perguruan Pencak Silat, yakni :

    1. Perguruan Pencak Silat Mental-Spiritual, yang menekankan pendidikannya secara intensif
       pada aspek mental-spiritual Pencak Silat dengan tujuan untuk membentuk kemampuan
       pengendalian diri yang tinggi kepada murid atau anggotanya.
    2. Perguruan Pencak Silat Beladiri, yang menekankan pendidikannya pada aspek beladiri
       Pencak Silat dengan tujuan untuk membentuk kemahiran teknik beladiri yang tinggi tanpa
       atau dengan menggunakan berbagai macam senjata kepada murid atau anggotanya.
    3. Perguruan Pencak Silat Seni, yang menekankan pendidikannya pada aspek. seni Pencak
       Silat dengan tujuan untuk membentuk keterampilan mempertunjukkan keindahan gerak
       Pencak Silat kepada murid atau anggotanya, tanpa atau dengan iringan musik tradisional
       serta tanpa atau dengan menggunakan senjata, sesuai dengan ketentuan "wiraga" (teknik
       gerak), "wirama" (irama gerak yang selaras, serasi dan seimbang) dan "wirasa"
       (pelembutan dan penghalusan teknik dan irama gerak melalui kreativitas dan improvisasi
       yang dilandasi rasa penghayatan).
    4. Perguruan Pencak Silat Olahraga, yang menekankan pendidikannya pada aspek olahraga
       Pencak Silat dengan tujuan untuk membentuk kemampuan mempraktekkan teknik- teknik
       Pencak Silat yang bernilai olahraga bagi kepentingan memelihara kesegaran jasmani atau
       pertandingan. Bagi kepentingan pertandingan, pendidikan disesuaikan dengan peraturan
       pertandingan yang berlaku.

         Perguruan Pencak Silat Beladiri merupakan perguruan yang terbanyak, diantaranya ada
yang mengajarkan "tenaga supernatural". Sejak tahun 1970-an, banyak perguruan Pencak Silat
Beladiri yang mengajarkan Pencak Silat Olahraga untuk kepentingan pertandingan dengan tujuan
agar murid atau anggotanya dapat mengikuti kejuaraan Pencak Silat Olahraga, karena hanya jenis
Pencak Silat ini yang dipertandingkan. Pencak Silat Beladiri dan Pencak Silat Seni tidak
dipertandingkan tetapi dilombakan dalam bentuk pertunjukan dan peragaan. Ditinjau dari segi
tuntutan perkembangan jaman, perguruan Pencak Silat dapat dikategorikan dalam 3 kelompok,
yakni:

    1. Perguruan Pencak Silat tradisional, dengan ciri-cirinya yang menonjol antara lain:
           1. Pucuk pimpinan perguruan bersifat turun-temurun.
           2. Penerimaan calon murid melalui ujian seleksi dan masa percobaan yang ketat.
           3. Metoda pendidikan bersifat monologis.
           4. Pelanggaran terhadap disiplin perguruan dikenai sanksi pemecatan sebagai
               anggota.
           5. Tidak mengenal atribut-atribut maupun bentuk-bentuk tertulis yang menyangkut
               perguruan dan pendidikannya.
           6. Tidak memungut iuran atau sumbangan dari anggotanya.
           7. Kegiatan perguruan dibiayai oleh pimpinan.
    2. 2. Perguruan Pencak Silat. modern, dengan ciri-ciri utamanya antara lain :
           1. Pimpinan dan pengurus perguruan dipilih dari antara kader-kader perguruan yang
               dipandang handal sebagai calon.
           2. Bersifat terbuka dan bebas dalam penerimaan calon murid.
           3. Tidak mengadakan masa percobaan tetapi masa pendidikan sebagai pemula.
           4. Metoda pendidikan bersifat dialogis dan analitis.
           5. Disiplin perguruan ditegakkan melalui penyadaran dengan argumen rasional.
           6. Mempunyai atribut-atribut dan bentuk-bentuk tertulis yang menyangkut
               perguruan dan pendidikannya.
           7. Memungut iuran dan sumbangan dari anggotanya sebagai sumber dana untuk
               membiayai kegiatan perguruan.
    3. Perguruan Pencak Silat: peralihan (transisional), dengan ciri-ciri pokoknya antara lain:
           1. Pucuk pimpinan turun-temurun tetapi anggota pengurus perguruan dipilih dari
               antara kader-kader perguruan yang handal sebagai calon.
           2. Penerimaan calon murid melalui seleksi dan yang diterima diberi Status sebagai
               anggota sementara.
           3. Metoda pendidikan bersifat dialogis terbatas dalam arti tidak menyangkut hal-hal
               yang prinsipiil.
           4. Disiplin perguruan ditegakkan melalui wejangan-wejangan.
           5. Mempunyai atribut-atribut dan bentuk-bentuk tulisan yang menyangkut
               perguruan dan pendidikannya secara terbatas.
           6. Tidak memungut iuran tetapi tidak menolak sumbangan dari anggotanya.
           7. Kegiatan perguruan dibiayai oleh pimpinan dan dari dana sumbangan.


                                                28
         Penanaman nilai-nilai falsafah dan pendidikan mental-spiritual di semua perguruan Pencak
Silat tidak dilakukan secara khusus tetapi pada waktu dilaksanakan latihan dalam bentuk
wejangan-wejangan singkat, pengucapan sumpah atau prasetya perguruan. Sesuai dengan
•tuntutan perkembangan masyarakat yang semakin rasional, semua perguruan Pencak Silat
tradisional dan peralihan akan berkembang dan berubah menjadi perguruan Pencak Silat modern
dengan sifat pengelolaan dan pendidikannya yang relatif profesional.

       Di Indonesia terdapat 10 perguruan Pencak Silat yang disebut perguruan historis.
Kesepuluh perguruan tersebut adalah :

        Setia Hati (SH), Setia Hati Terate (SHT), Perisai Diri (PD), Perisai Putih, Phasadja Mataram,
PERPI Harimurti, Tapak Suci, Persatuan Pencak Seluruh Indonesia (PPSI), Nusantara dan Putra
Betawi.

        Status historis disebabkan karena kesepuluh perguruan tersebut mempunyai hubungan
kesejarahan dengan kelahiran dan perkembangan IPSI. Selain perguruan historis, di Indonesia
terdapat juga perguruan besar. Yang menjadi ukuran adalah wilayah penyebaran dan jumlah
anggota perguruan yang bersangkutan.

        Yang termasuk perguruan besar di Indonesia antara lain:

        Merpati Putih, Bangau Putih, Satria Muda Indonesia dan Kateda Indonesia.

        Pimpinan perguruan Pencak Silat pada umumnya berkualifikasi pendekar, yakni suatu
status tertinggi yang berkaitan dengan kemampuan pengamalan ajaran falsafah Pencak Silat
secara konsisten dan konsekuen yang patut ditauladani sekaligus berkaitan juga dengan
kemahiran dalam praktek pelaksanaan Pencak Silat menurut kaidahnya. Di lingkungan perguruan
modern, istilah pendekar telah digunakan sebagai gelar untuk tingkat penguasaan kemahiran
Pencak Silat, diantaranya ada yang sifatnya berjenjang.

 Penelitian dan penulisan tentang Pencak Silat

          Baik penelitian maupun penulisan ilmiah tentang Pencak Silat hingga sekarang belum
banyak dilakukan. Penelitian dan penulisan yang pernah dilakukan pada umumnya difokuskan
pada segi teknis Pencak Silat. Segi non—teknis kurang atau belum mendapat perhatian, pada hal
keduanya merupakan satu kesatuan. Tulisan-tulisan tentang Pencak Silat yang cukup terkenal
adalah hasil karya Amy Shapiro yang berjudul "Martial Arts Language" dan hasil karya Don F.
Draeger yang berjudul "Weapons and Fighting Arts of the Indonesian Archipelago". Amy Shapiro
dalam tulisannya itu membedakan Pencak dengan Silat dalam pengertiannya. Menurut dia,
"literally Pencak means skilled and specialized body movements, and silat means to fight using
pencak. Don F. Draeger juga membedakan pengertian Pencak dan Silat tetapi keduanya tak dapat
dipisahkan. Menurut dia, berdasarkan pengertian orang Minangkabau, '"pencak is a skillful body
movement in variations for self-defence and silat is the fighting application of pencak; silat cannot
exist without pencak; pencak without silat is purposeless". Menurut penulis ini, kata pencak,
berasal dari bahasa Mandarin Shantung "pung-cha". Dikatakan olehnya bahwa "Pung means to
parry and cover an attacking action, while cha implies to finalize by striking (chopping) action. The
first ideogram implies an avalanche force while the second implies pressing". Sebagaimana telah
dikemukakan dalam Bab Pendahuluan, kata Pencak dan Silat berasal dari bahasa masyarakat
pribumi Asteng dan mempunyai pengertian yang sama. Hal ini sesuai dengan keterangan
mengenai silat dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun oleh W.J.S. Poerwodarminto.
Menurut Hisbullah Rachman dalam tulisannya yang berjudul "Sejarah Perkembangan Pencak Silat
di Indonesia", pada masa jayanya kerajaan Sriwijaya, Universitas Nalanda di negara tersebut telah
menjadi pusat pengembangan agama Budha dan sekaligus juga pusat penyebaran Pencak Silat.
Banyak orang Cina yang mempelajari Pencak Silat dan menyebarkannya di negerinya.

        Ligaya Fernando Amilbang dalam bukunya "Pangalay" (gerak yang indah) menulis tentang
"Langka" di Filipina Selatan yang sama dengan Pencak Silat. Langka berarti langkah. Disebutkan
adanya Langka Budjang, Langka Baluang, Langka Kuntaw, Langka Pansak (Pencak), Langka Silat,
Langka Lima dan Langka Sayaw. Kesemuanya itu mempunyai ciri-ciri Pencak Silat Mental-spiritual,
Pencak Silat Beladiri dan Pencak Silat Seni. Menurut penulis ini, di Myanmar Langka disebut "Lai-
ka". Tulisan-tulisan tentang Pencak Silat dalam bahasa Indonesia yang beredar cukup luas di
Indonesia, antara lain hasil karya Mariyun Sudirohadiprojo, Moh. Djumali dan Januarno. Ketiganya
menyangkut penuntun teknis pelajaran atau pelatihan Pencak Silat Olahraga.



                                                 29
        Majalah "Pendekar" berbahasa Melayu yang diterbitkan di Kuala Lumpur, mengkhususkan
diri pada informasi-informasi sekitar Pencak Silat. Majalah "Pencak Silat" yang diterbitkan oleh PB
IPSI dan terbitan perdananya baru bulan Mei 1990, juga bersifat serupa. Informasi tentang
•teknik-teknik Pencak Silat cukup banyak dimuat dalam beberapa majalah yang diterbitkan di
berbagai negara.

Perkembangan dan penyebaran Pencak Silat

         Pengembangan dan penyebaran Pencak Silat dilakukan oleh perguruan-perguruan Pencak
Silat. Setelah Perang Dunia ke-2, kegiatan perguruan-perguruan tersebut di Indonesia, Singapura,
Malaysia dan Brunei Darussalam dikordinasikan oleh organisasi nasional Pencak Silat, yakni IPSI
yang dibentuk pada tahun 1948, PERSISI yang dibentuk pada tahun 1976, PESAKA yang dibentuk
pada tahun 1983 dan PERSIB yang dibentuk pada tahun 1987. Organisasi nasional Pencak Silat juga
dibentuk di negara- negara lain. Untuk mengarahkan dan mengkordinasikan upaya pengembangan
dan penyebaran Pencak Silat secara internasional, pada tanggal 11 Maret 1980 di Jakarta dibentuk
Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (PERSILAT). Menurut konstitusinya, PERSILAT mempunyai
3 macam anggota, yakni :

    1. Anggota Pendiri, yang terdiri dari IPSI, PESAKA, PERSISI dan PERSIB.
    2. Anggota Gabungan, yang terdiri dari organisasi nasional Pencak Silat lainnya yang telah
       diakui oleh suatu badan tingkat nasional yang berwenang menangani masalah Pencak Silat
       di negara yang bersangkutan dan telah diterima menjadi anggota PERSILAT.
    3. Anggota Bersekutu, yang terdiri dari organisasi Pencak Silat yang belum diakui oleh badan
       tingkat nasional yang berwenang menangani masalah Pencak Silat tetapi dinilai oleh
       PERSILAT dapat mewakili negaranya dan telah diterima menjadi anggota PERSILAT.

         Pengembangan dan penyebaran Pencak Silat diusahakan untuk dapat dilaksanakan secara
simultan, meliputi segi fisik dan non-fisik (mental- Spiritual dan falsafah). Tetapi hal ini belum
sepenuhnya terlaksana. Yang sudah terlaksana baru Pencak Silat olahraga. Ini pun segi non-
fisiknya belum mantap.

         Upaya pengembangan dan penyebaran Pencak Silat Olahraga dilaksanakan antara lain
dengan menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan. Di Indonesia setiap tahun diadakan kejuaraan
nasional Pencak Silat untuk pesilat dewasa dan remaja secara berselang- seling, kecuali apabila
dalam tahun yang bersangkutan diadakan PON (Pekan Olahraga Nasional) di mana Pencak Silat
Olahraga juga diikutsertakan. Sejak tahun 1987, Pencak Silat Olahraga juga diikutsertakan dalam
SEA Games. Dalam tahun- di mana Pencak Silat Olahraga ikutserta dalam SEA Games, IPSI juga
tidak menyelenggarakan kejuaraan nasional. Setiap kejuaraan nasional selalu dimulai dari
kejuaraan tingkat kecamatan. Upaya pengembangan dan penyebaran Pencak Silat Seni
dilaksanakan dengan menyelenggarakan festival atau lomba. Di Indonesia IPSI baru
melaksanakannya secara nasional pada tahun 1982. Untuk mengefisienkan penyelenggaraan,
festival atau lomba tersebut diintergrasikan dengan kejuaraan Pencak Silat Olahraga. Lomba
Pencak Silat Beladiri sedang diusahakan untuk juga dapat diselenggarakan, yang akan
diintegrasikan juga dengan kejuaraan Pencak Silat Olahraga. Pada setiap kesempatan kejuaraan
nasional Pencak Silat Olahraga, di Indonesia selalu diadakan pertemuan dan pernbicaraan dalam
rangka peningkatan upaya pengembangan dan penyebaran Pencak Silat. Pembicaraan serupa
dalam tingkat kebijaksanaan, dilakukan dalam Munas (Musyawarah Nasional) yang diadakan
setiap 4 tahun sekali. Upaya lainnya yang telah dan akan dilakukan adalah Penataran Pelatih dan
Wasit-Juri, penyempurnaan peraturan pertandingan, merumuskan standar nasional Pencak Silat
Olahraga, kriteria penilaian lomba Pencak Silat Seni dan Pencak Silat Beladiri serta metoda
pendidikan dan latihan Pencak Silat. Kejuaraan Pencak Silat Olahraga yang berskala internasional
telah 6 kali dilaksanakan. Yang pertama dan kedua di Jakarta pada tahun 1982 dan 1984, yang
ketiga di Wina pada tahun 1986, yang keempat di Kuala Lumpur pada tahun 1987, yang kelima di
Singapura pada tahun 1988 dan yang keenam di Den Haag pada tahun 1990...**** Pada
kesempatan itu juga dilaksanakan festival dan lomba Pencak Silat Seni dan pertemuan. Seminar
Intemasional tentang Pencak Silat pernah diadakan, yakni pada kesempatan kejuaraan
Internasional yang ke-IV di Kuala Lumpur. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi-
informasi sekitar Pencak Silat di berbagai negara, antara lain tentang pengembangan dan
penyebarannya.

       Pencak Silat sekarang ini terdapat dan berkembang di 20 negara, yakni di Indonesia,
Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Belanda, Austria, Jerman , Belgia, Denmark,

         Swiss, Perancis, Yugoslavia, Spanyol, Inggris, Turki, Amerika Serikat, Suriname, Thailand,
Filipina dan Australia.

                                                30
       Di beberapa negara lain sedang dirintis pengembangannya, antara lain di Myanmar,
Kamboja, Laos dan Vietnam. Negara-negara ini berkeinginan untuk mengikuti pertandingan
Pencak Silat Olahraga dalam SEA Games, diantaranya ada yang meminta bantuan pelatih dari
Indonesia.

Tantangan terhadap Pencak Silat

          Pencak Silat yang "terdapat di luar negara sumbernya belum seluruhnya berkualifikasi
sebagai Pencak Silat, dalam arti memenuhi kriteria jatidirinya maupun kaidah pelaksanaannya
yang bernilai etis, teknis, estetis dan olahraga sebagai satu kesatuan. Di antara peminat Pencak
Silat di luar negara sumbernya, ada yang berkecenderungan mempelajari Pencak Silat hanya segi
fisikalnya saja dan kurang berminat mengetahui apalagi menghayati nilai-nilai falsafahnya yang
menjiwainya dan nilai-nilai budaya yang mendasari maupun mewarnainya. Selama ini penyebaran
pengetahuan tentang jatidiri Pencak Silat dan kaidah Pencak Silat sebagai aturan dasar dalam
praktek pelaksanaan Pencak Silat yang bernilai etis, teknis, estetis dan olahraga sebagai satu
kesatuan memang belum pernah dilakukan secara khusus. Usaha kearah itu sedang dirintis oleh
IPSI, yanq juga akan dilakukan melalui PERSILAT. Sesuatu yang bernama Pencak Silat tetapi ujud
prakteknya tidak menurut kaidah Pencak Silat (yang dijiwai nilai-nilai jatidiri Pencak Silat), dengan
sendirinya tidak bernilai Pencak Silat menurut pengertian yang sebenarnya. Hal ini pada gilirannya
akan menjatuhkan citra Pencak Silat. Disinilah letak tantangannya. Tantangan yang kedua
berkaitan dengan mutu pertandingan Pencak Silat Olahraga yang masih belum memadai, bahkan
kadang-kadang diwarnai oleh kericuhan , Kritik tajam mengenai hal ini sering terdengar. Hal itu
akan dapat, bahkan mungkin telah menjatuhkan Citra Pencak Silat. Faktor penyebab yang utama
adalah karena kurang dihayati dan dilaksanakannya kaidah Pencak Silat oleh pihak-pihak yang
terlibat dalam pertandingan. Penghayatan kaidah Pencak Silat harus dilandasi dengan pemahaman
jatidiri Pencak Silat serta nilai- nilai-nilainya.

         Selain itu, tujuan pertandingan juga belum dihayati. Diantara tujuan tersebut adalah
mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat, mempererat persaudaraan dan persatuan
serta meningkatkan citra Pencak Silat: dan menarik simpati (minat) masyarakat (nasional dan
internasional) terhadap Pencak Silat. Tujuan tersebut harus menjadi motivasi dasar pihak-pihak
yang terlibat dalam per-tandingan dalam melaksanakan fungsi dan peranannya. Gagasan Ketua
Umum PB IPSI di dalam meningkatkan mutu pertandingan Pencak Silat: Olahraga adalah dengan
meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatih IPSI yang berasal dari perguruan-perguruan yang
kemudian dikembalikan ke perguruan-perguruan untuk melatih anggotanya,-terutama mereka
yang akan diikutsertakan dalam kejuaraan. Hanya pesilat yang telah mendapat latihan dari pelatih
IPSI inilah yang boleh mengikuti kejuaraan yang diselenggarakan oleh IPSI. Nantinya gagasan ini
akan di internasionalkan melalui PERSILAT. Gagasan lainnya adalah penciptaan Pertandingan
Sistem Baru (PSB), yang sekarang ini sedang diujicoba. Di samping tantangan yang bersifat umum,
masih terdapat tantangan yang bersifat khusus dalam kaitan dengan pengembangan dan
penyebaran Pencak Silat secara utuh maupun pemeliharaan dan peningkatan citra Pencak Silat.

Dari keseluruhan uraian yang telah dikemukakan, dapat ditarik kesimpulan umum sebagai berikut :

    1. Pencak Silat berasal dan merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat pribumi Asteng
       serta memiliki jatidiri tersendiri.
    2. Berdasarkan pada nilai-nilai falsafahnya, Pencak Silat pada hakikatnya adalah substansi
       dan sarana pendidikan rohani dan jasmani untuk membentuk manusia utuh yang
       berkualitas tinggi baik mental maupun fisikal.
    3. Tantangan-tantangan yang dapat menjatuhkan citra Pencak Silat perlu diatasi dengan
       penyebaran pengetahuan tentang jatidiri Pencak Silat, falsafah Pencak Silat dan kaidah
       Pencak Silat serta meningkatkan jumlah pelatih Pencak Silat yang handal dan profesional.

Semoga uraian tentang nilai-nilai dan perkembangan Pencak Silat ini dapat memberikan tambahan
pengetahuan sekitar Pencak Silat bagi mereka yang berminat.




                                                 31
Gambar Tehnik Pencak Silat




           32
                                                                       KEBUGARAN JASMANI


                                              BAB V
                                   KEBUGARAN JASMANI


A. Konsep dan Teori Kebugaran Jasmani


        Sirkuit latihan ialah Suatu program latihan yang di ciptakan oleh R.E. Morgan and G.T.
Anderson pada tahun 1953, dalam program latihan ini, terdapat beberapa stasiun kebugaran
jasmani, seperti push up, sit up, dll. Dalam program pelatihan ini biasanya di gunakan peralatan
mesin, peralatan hidrolik, beban tangan dan biasanya jarak tiap stasiun 15 detik sampai 3 menit
untuk menjaga agar otot tidak kelelahan

        Bentuk sederhana dari circuot training adalah lari keliling lapangan 10 kali, push up 10 kali,
dst.

        Sirkuit latihan ialah Suatu suatu jenis program latihan yang berinterval di mana latihan
kekuatan di gabungkan dengan latihan aerobic, yang juga menggabungkan manfaat dari
kelenturan dan kekuatan fisik. “Sirkuit” di sini berarti Beberapa kelompok olah raga atau pos yang
berada di area dan harus di selesaikan dengan cepat. Tiap peserta harus menyelesaikan satu pos
dahulu sebelum ke pos lainnya.

       Beberapa komponen kebugaran jasmani yang dilatih dalam circuit training ialah : -
Kebugaran jasmani -kekuatan Fisik -Kesehatan -Kelenturan tubuh

         Pengertian kebugaran jasmani menurut Prof. Sutarman adalah suatu aspek, yaitu aspek
fisik dan kebugaran yang menyeluruh (total fitness) yang memberi kesanggupan kepada seseorang
untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan fisik
(physical stress) yang layak.

        Proff. Soedjatmo Soemowardoyo menyatakan bahwa kesegaran jasmani adalah
kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat tubuhnya dalam batas fisologi terhadap
lingkungan (ketinggian, kelembapan suhu, dan sebagainya) dan atau kerja fisik dengan yang cukup
efisien tanpa lelah secara berlebihan. Secara umum pengertian kebugaran jasmani adalah
kemampuan seseorang untuk menjalankan pekerjaan sehari hari dengan ringan dan mudah tanpa
merasakan kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan
kegiatan yang lain.

        Manfaat kebugaran jasmani bagi tubuh antara lain. Manfaat kebugaran jasmani bagi
tubuh antara lain dapat mencegah berbagai penyakit seperti jantung, pembuluh darah, dan paru-
paru sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan jasmani yang hugar, hidup
menjadi     semangat     dan     menyenangkan.        Kebugaran     jasmani    tidak    hanya
menggambarkankesehatan, tetapi lebih merupakan cara mengukur individu melakukan
kegiatannya sehari-hari.

Ada 3 hal penting dalam kebugaran jasmani, yaitu :

1. Fisik, berkenaan dengan otot, tulang, dan bagian lemak.

2. Fungsi Organ, berkenaan dengan efisiensi sistem jantung, pembuluh darah, dan pernapasan
(paru - paru).

3. Respon Otot, berkenaan dengan kelenturan, kekuatan, kecapatan, dan kelemahan.

       Berdasarkan konsep kebugaran jasmani tersebut, maka kebugaran jasmani yang
dibutuhkan untuk setiap orang sangat berbeda, tergantung dari sifat tantangan fisik yang
dihadapinya. Contohnya, seorang kuli yang setiap hari bekerja memanggul barang-barang berat,
maka ia harus memiliki kekuatan otot, anaerobic power, daya tahan, dan sebagainya yang lebih
baik daripada seorang pekerja kantor. Pekerja kantor tidak banyak menguras tenaga, ia hanya
membutuhkan buku-buku dari meja ke rak buku atau menekan tombol keyboard computer.
Dengan demikian tingkat kebugaran jasmani yang merekan miliki dan mereka butuhkan sangat
berbeda. Kerja fisik ataupun latihan dalam jangka pendek misalnya kurang dari 5 menit, belum

                                                 33
mutlak memerlukan pembakaran dengan terus berlangsung melalui pembakaran dengan oksigen.
Dengan demikian, jantung, peredaran darah, dan paru-paru (alat pernapasan) harus giat bekerja
untuk menyalurkan oksigen ke bagian-bagian tubuh yang aktif bekerja. Jadi, gerak kerja ataupun
latihan yangcukup lama sebenarnya mendorong kerja jantung, peredaran darah, dan paru-paru
sehingga dapat menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik dari keadaan daya tahan tubuh,
terutama jantung.

Adapun perubahan-perubahan tersebut dinamakan “efek latihan”. Efek latihan itu anatara lain :

1. Alat
Alat pernapasan bertambah kuat sehingga memungkinkan aliran udara yang cepat ke dalam dan
keluar paru-paru.

2. Kerja jantung bertambah kuat dan efisien untuk dapat memompakan lebih banyak darah yang
mengandung oksigen pada tiap denyutan.

3. Peredaran darah menjadi lancar sehingga unsure-unsur gizi makanan dapat dengan mudah
disuplai ke seluruh jaringan tubuh.

4. Tegangan (tonus) otot di seluruh tubuh meningkat sehingga menjadi lebih kuat.

A. Latihan Kebugaran Jasmani
       Tujuan utama dari latihan kebugaran jasmani adalah untuk mempertahankan dan
meningkatkan tingkat kebugaran jasmani.

       Unsur-unsur kebugaran jasmani yang berhubungan dengan konsep kebugaran jasmani
dalam kehidupan sehari-hari terdiri dari kekuatan, kelenturan dan keseimbangan.

        Bentuk- bentuk latihan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan yang dapat dilakukan
dengan cara yang mudah dan murah, namun menghasilkan kebugaran yang maksimal apabila
dilakukan dengan benar, teratur, dan dalam jangka waktu yang lama.

1. Kekuatan (Strength)
        Kekuatan adalah kemampuan otot tubuh untuk melakukan kontraksi guna
membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Bentuk latihan yang cocok untuk
mengembangkan kekuatan yaitu latihan-latihan tahanan (resistance exercice) dimana kita harus
mengangkat, mendorong, atau menarik suatu beban. Beban itu bisa berasal dari anggota tubuh
kita sendiri (external resistance). Agar hasilnya baik, latihan tahanan harus maksimal untuk
menahan beban tersebut dan beban harus sedikit demi sedikit bertambah berat agar
perkembangan otot meningkat. Bentuk latihannya antara lain : mengangkat barbell, dumbell,
weight training (latihan beban), dan latihan dengan alat-alat menggunakan per (spring divices).

        Kekuatan otot merupakan komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik
secara keseluruhan. Manfaat kekuatan bagi tubuh adalah :

a. Sebagai penggerak setiap aktivitas fisik,

b. Sebagai pelindung dari kemungkinan cedera

c. Dengan kekuatan akan membuat orang berlari lebih cepat, melempar atau menendang lebih
jauh dan efisien, memukul lebih keras, dan dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi.

Latihan kekuatan dengan beban tubuh kita sendiri (internal resistance) antara lain :

a. Latihan untuk otot-otot lengan

1) Push up (telungkup dorong angkat badan)

        a) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan.

        b) Cara melakukan : (1) Tidur telungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang dengan ujung
          kaki bertumpu pada lantai. (2) Kedua telapak tangan menapak lantai di samping dada,
          jari-jari menghadap ke depan, siku ditekuk. (3) Angkat badan ke atas hingga kedua
          tangan lurus, sementara posisi kepala, badan, dan kaki berada dalam satu garis lurus. (4)
          Badan diturunkan kembali dengan cara menekuk lengan, sementara posisi kepala,
          badan, dan kaki tetap lurus tidakmenyentuh lantai. (5) Gerakan ini dilakukan berulang-
          ulang sampai tidak kuat.

2) Pull up (gantung angkat tubuh)

        a) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan.
                                                34
        b) Cara melakukan : (1) Sikap awal : bergantung pada palang tunggal, jarak kedua tangan
          selebar bahu, posisi telapak tangan mengahadap kearah kepala, kedua lengan lurus. (2)
          Mengangkat tubuh ke atas hingga dagu berada di atas palang. (3) Badan diturunkan
          kembali dengan cara meluruskan lengan, sementara posisi kepala, badan, dan kaki tetap
          lurus. (4) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sampai tidak kuat

3) Jongkok angkat tubuh

        a) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan.

        b) Cara melakukan : (1) Sikap awal jongkok, kedua kaki sedikit terbuka, kedua telapak
          tangan menempel di lantai di antara kedua paha mendekati lutut, dan lengan lurus. (2)
          Sentuhan paha ke bagian dalam dekat dengan siku tangan (3) Angkat kedua kaki ke atas
          secara perlahan-lahan hingga lepas dan lantai, siku dapat berfungsi sebagai penahan
          pada paha. (4) Tahan gerakan ini selama mungkin.

4) Berjalan telungkup dengan tangan

        a) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu

        b) Cara melakukan : (1) Latihan ini dilakukan berpasangan, satu orang berjalan dengan
          telapak tangan, sedangkan pansangannya membantu dengan memegang mengangkat
          kedua kakinya. (2) Latihan ini dilakukan berulang-ulang dan bergantian dengan jarak
          tempuh 10 meter

b. Latihan kekuatan otot perut (sit up)

        1) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu.

        2) Cara melakukan : a) Sikap awal tidur terlentang, kedua lutut ditekuk, jari-jari berkaitan
          di belakang kepala, dan pergelangan kaki dipegangi teman. b) Angkat badan ke atas
          sampai posisi duduk, kedua tangan tetap berada di belakang kepala. c) Badan
          diturunkan kembali ke sikap awal. d) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak
          mungkin.

c. Latihan otot punggung (back up)

        1) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot punggung

        2) Cara melakukan : a) Sikap awal tidur terlungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang,
          kedua tangan dengan jari-jari berkaitan diletakkan di belakang kepala, pergelangan kaki
          dipegang oleh teman b) Angkat badan ke atas sampai posisi dada dan perut tidak lagi
          menyentuh lantai , kedua tangan tetap berada di belakang kepala. c) Badan diturunkan
          kembalid) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin.

2. Latihan Kelenturan (Flexibility)

        Kelenturan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerak dalam ruang gerak
secara maksimum tanpa hambatan yang berarti.

        Terdapat (2) dua teknik gerakan latihan kelenturan, yaitu kelenturan dinamis dan
kelenturan statis.

a.  Latihan kelentuiran dinamis
       Latihan keleturan dinamis adalah berbagai pola pergerakan mengayun dan berputar
sederhana yang bertujuan untuk mengembangkan kebebasan dan kehalusan gerakan. Contoh
gerakan dalam latihan kelenturan dinamis : memutar lengan , mengayun kaki, memutar leher, dan
memutar pinggang. Latihan-latihan tersebut benar-benar untuk mengembangkan kesantaian,
memperlancar sirkulasi darah, dan menyajikan latihan seperti pemanasan yang ringan. ke sikap
awal.

1) Latihan kelenturan leher secara dinamis

        a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot leher.

        b) Cara melakukan : (1) Miringkan kepala kesamping kiri dan kanan, sentuhkan telinga kiri
          ke bahu kiri dan telingan kanan ke bahu kanan lakukan gerakan sebanyak 2x8 hitungan
          (2) Gerakkan kepala menunduk ke depan, dagu menyentuh dada, dan gerakkan ke
          belakang hingga menengadah lakukan sebanyak 2x8 hitungan (3) Tengokkan kepala ke
          kanan dan ke kiri lakukan sebanyak 2x8 hitungan (4) Putar kepala ke samping kirir dan
          kanan. Satu putaran 4 hitungan lakukan gerakan sebanyak 2x8 hitungan
                                               35
2) Latihan kelenturan sendi bahu secara dinamis

        a) Tujuan : melatih persendian dan otot bahu serta meluaskan gerakan bahu

        b) Cara melakukan : (1) Mula-mula berdirir tegak, kedua kaki dibuka selebar bahu, dan
          kedua tangan disamping badan (2) Kemudian rentangkan kedua tangan lurus
          kesamping, lalu putarlah kedua lengan tersebut dari mulai putaran perlahan-lahan
          kemudian cepat dan putaran dari kecil kemudian membesar (3) Gerakan ini dilakukan
          mulai dari gerakan memutar lengan kearah kanan sebanyak 8 hitungan, kemudian
          dilanjutkandengan gerakan memutar lengan kea rah kiri sebanyak 8 hitungan

3) Latihan kelenturan batang tubuh secara dinamis

        a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot batang tubuh

        b) Cara melakukan : (1) Letakkan tangan di pinggang, lalu bengkokkan badan kesamping
          kiri dan kanan sebanyak 8 hitungan (2) Tangan di atas kepala, telapak tangan rapat,
          lengan lurus, bengkokkan badan ke samping kiri dan sebanyak 2x8 hitungan (3) Letakkan
          tangan di pinggang dan putar ke kiri dan kanan 2x8 hitungan (4) Tangan di atas kepala,
          telapak tangan rapat, lenganlurus, putar ke kiri dan kanan 2x8 hitungan

4) Latihan kelenturan sendi pinggul

        a) Tujuan : melenturkan sendi dan otot pinggul

        b) Cara melakukan : (1) Mula-mula berdiri tegak, kedua kaki dirapatkan dan kedua tangan
          lurus di atas kepala (2) Kemudian ayunkan kedua lengan ke bawah dengan cara
          membungkukkan pinggul, lalu dilanjutkan menggerakkan kedua tangan ke atas kepala
          (3) Gerakan ini dilakukan secara bergantian dari atas ke bawah dan sebaliknya 5x8
          hitungan.

5) Latihan kelenturan sendi lutut

        a) Tujuan : mengutakan persendian lutut

        b) Cara melakukan : (1) Mula-mula berdiri tegak, kemudian letakkan salah satu kaki
          berada di depan dan kaki yang lain di belakang di mana lutut kaki depan ditekuk (2)
          Kedua telapak tangan menapak / bertumpu di lantai, sejajar dengan kaki depan (3)
          Kemudian renggut-renggutkan pinggul ke bawah berulang-ulang dengan menggunakan
          pergantian posisis kaki (4) Gerakan ini dilakukan ke depan dan belakang (2x8 hitungan

b. Latihan kelenturan statis
        Latihan keleturan statis adalah bertahan dalam posisi yang dilakukan dalam jangka waktu
tertentu

1) Latihan kelenturan sendi lutut secara statis

        a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot sendi lutut

        b) Cara melakukan : (1) Berdiri tegak, letakkan salah satu kaki di depan lalu bengkokan kaki
          ke belakang lurus, tangan menyentuh lantai, tahan 8 hitungan (2) Balik badan, kaki yang
          tadinya lurus gentian ditekuk, tahan 8 hitungan

2) Latihan kelenturan otot punggung dan paha secara statis

        a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot punggung dan paha

        b) Cara melakukan : (1) Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus, bungkukkan badan hingga
          tangan menyentuh lantai tahan 8 hitungan (2) Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus,
          bungkukkan badan tangan memegang pergelangan kaki, cium lutut, tahan 8 hitungan

3) Latihan kelenturan otot punggung secara statis.

        a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot punggung

        b) Cara melakukan : (1) Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus, bungkukkanb badan hingga
          tangan menyentuh lantai, tahan 8 hitungan. (2) Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus,
          bungkukkan badan tangan memegang pergelangan kaki, cium lutut, tahan 8 hitungan.

4) Latihan kayang

        a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot punggung
                                                36
        b) Cara melakukan Tidur telentang, kaki terbuka dan lutut ditekuk, telapak kaki menapak
          di lantai, kedua telapak tangan berada di sisi telinga, siku mengarah ke atas. (2) Angkat
          badan dengan cara menolakkan kedua tangan hingga lurus dan kedua kaki juga
          diluruskan bersamaan. Pertahankan posisi kayang selama 8 hitungan.

3. Latihan Keseimbangan (Balance)

       Keseimbangan adalah mempertahankan tubuh dari suatu tekanan atau beban dari badan
dalam keadaan diam atau sedang bergerak. Latihan keseimbangan ini dapat dilakukan dengan
jalan mengurangi atau memperkecil bidang tumpuan. Latihan keseimbangan adalah latihan /
bentuk sikap badan dalam keadaan seimbang baik pada sikap berdiri, duduk, maupun jongkok.

a. Latihan keseimbangan mengangkat salah satu kaki dari sikap kayang.

        1) Tujuan : melatih kekuatan otot-otot tungkai, punggung, dan lengan, serta menjaga
          keseimbangan.

        2) Cara melakukan : a) Tidur telentang, kaki terbuka dan lutut ditekuk, telapak kaki
          menapak di lantai, kedua telapak tangan berada di sisi telinga, siku mengarah ke atas. b)
          Angkat badan dengan cara menolakkan kedua lengan hingga lurus dan kedua kaki juga
          diluruskan bersamaan (posisi kayang). c) Angkat salah satu kaki lurus ke atas,
          pertahankan posisi selama 8 hitungan. d) Lakukan dengan kaki tumpua yang berbeda.

b.Latihan keseimbangan dengan sikap kapal terbang.

        1) Tujuan : melatih kekuatan otot-otot tungkai dan menjaga keseimbangan

        2) Cara melakukan : a) Berdiri tegak, kedua kaki rapat dan kedua tangan di samping badan.
          b) Rentangkan kedua lengan, badan dibungkukkan ke depan. c) Angkat salah satu kaki
          perlahan-lahan lurus ke belakang, hingga badan dan kaki membentuk satu garis
          horizontal, sedangkan kepala tetap menengadah (sikap kapal terbang) d) Setelah
          seimbang, nagkat tumit kaki tumpu dan pertahankan posisi ini selama 8 hitungan. e)
          Lakukan dengan kaki tumpu yang berbeda.

c. Latihan keseimbangan dari sikap berdiri kemudian jongkok.

        1) Tujuan : melatih kekuatan otot-otot tungkai dan menjaga keseimbangan.

        2) Cara melakukan : a) Berdiri tegak, kedua kaki rapat, dan kedua tangan di pinggang. b)
          Angkat salah satu kaki perlahan-lahan lurus ke depan hingga membentuk sudut 90 menit
          dengan kaki yang lain. c) Perlahan-lahan bengkokkan lutut kaki tumpu hingga jongkok
          dan tahan sebentar. d) Berdiri lagi dengan posisi salah satu kaki tetap lurus ke depan. e)
          Lakukan dengan tumpuan kaki yang berbeda.

d. Latihan keseimbangan dari sikap duduk.

        1) Tujuan : melatih kekuatan otot-otot tungkai dan menjaga keseimbangan.

        2) Cara melakukan : a) Duduk terlunjur dan kedua kaki rapat lurus ke depan. b) Dari sikap
          duduk, angkat kedua kaki bersamaan ke atas sehingga membentuk huruf V, pertahankan
          posisi selama 8 hitungan.

e. Latihan keseimbangan dari berdiri dengan satu kaki dan kaki yang lain disilangkan di lutut.

        1) Tujuan : melatih kekuatan otot-otot tungkai dan menjaga keseimbangan.

        2) Cara melakukan : a) Gerakan 1, angkat dan tekuklah kaki kanan ke dalam, pertahankan
          selama mungkin. b) Gerakan 2, tekuklah kaki kanan ke luar, pertahankan selama
          mungkin. c) Lakukan berulang ulang dengan kaki bergantian.

        Tugas :

            1. Jelaskan defenisi kebugaran jasmani !

            2. Tuliskan peranan kebugaran jasmani dalam kehidupan sehari-hari !

            3. Jelaskan defenisi jasmani !

            4. Tuliskan peranan kebugaran jasmani dalam meningkatkan kecerdasan otak !

            5. Buat makalah mengenai ” TES KEBUGARAN JASMANI ” !

                                                 37
                                                                                     SENAM


                                          BAB VI
                                     SENAM LANTAI


A. Senam atau Bersenam

 Senam merupakan aktivitas jasmani yang efektif untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan
 perkembangan anak.Gerakan-gerakan senam sangat sesuai untuk mengisi program pendidikan
 jasmani.Gerakannya merangsang perkembangan komponen kebugaran jasmani seperti
 kekuatan dan daya tahan otot dari seluruh bagian tubuh. Di samping itu, senam juga berpotensi
 mengembangkan keterampilan gerak dasar, sebagai landasan penting bagi penguasan
 keterampilan teknik suatu cabang olah raga.

 Pengertian senam begitu luas cakupannya yang meliputi berbagai karakteristik geraknya.

 1. Calesthenik

    Calesthenik berasal dari kata Yunani yaitu kolos yang berarti indah dan stenos yang artinya
    kekuatan.Dengan demikian, calesthenik bisa diartikan sebagai kegiatan memperindah tubuh
    melalui latihan kekuatan. Maksudnya adalah latihan tubuh(baik memakai alat maupun tanpa
    alat untuk meningkatkan keindahan tubuh.Dalam bahasa Inggris calesthenic diartikan
    sebagai latihan bebas (free exercise).

 2. Tumbling

    Tumbling adalah gerakan yang cepat dan ekspresif dan merupakan gerak yang pada
    umumnya dirangkaikan pada suatu garis lurus.Adapun cirinya adalah adanya unsur
    melompat, melyang bebas di udara, dan dilakukan dengan cepat .Contohnya:klip,hand
    spring, salto.

 3. Akrobatik

    Akrobatik bisa diartikan sebagai keterampilan yang pada umunnya menonjolkan fleksibilitas
    gerak dan balancing(keseimbangan)dengan gerakan yang agak lambat.Contoh gerakannya
    chestroll,walkover,beckover

 Dengan demikian,senam adalah latihan tubuh yang dipilih dan diciptakan dengan
 berencana,disusun secara sistematis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi
 secara harmonis.Pribadi yang harmonis adalah meningkatkan kesegaran
 jasmani,mengembangkan keterampilan, dan menanamkan nilai-nilai mental spiritual.Senam
 merupakan cabang olahraga yang diterjemahkan dari kata asing gymnastiek (bahasa Belanda)
 atau gymnastic(bahasa Inggris).

 Perkembangan pertama adalah senam pembentukan di sekolah-sekolah pada jaman penjajahan
 Belanda.ini terbukti dengan peninggalan sekolah-sekolah zaman dahulu umumnya mempunyai
 bangsal senam dengan alat perkakas yang lengkap.Sistem senam Swedia masuk ke Indonesia
 oleh F.H.A Classen seorang Belanda, sedangkan system senam Austria oleh J.H. Dobbenge.

B. Manfaat Senam

 Manfaat senam sebagai berikut.

 1.Dapat memberikan rangsangan yang diperlukan bagi pertumbuhan badan

 2.Mengembangkan cara bersikap dan bergerak dengan sewajarnya

 3.Memperbaiki dan mencegah pengaruh buruk di sekolah,misalnya duduk di bangku terlalu
   lama.

 4.Memperbaiki perasaan kebangsaan (dalam perlombaan antar bangsa-bangsa)

 5.Memupuk keberanian dan kepercayaan diri sendiri.

 6.Memupuk rasa tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri dan masyarakat.

                                             38
 7.Memupuk kesanggupan untuk atau bekerja sama, misalnya dalam melakukan latihan-latihan
   harus saling membantu

c. Senam Pembentukan

 Senam pembentukan menggunakan pembagian secara sistematik.Berikut ini system senam
 Austria.

 1. Normalisasi
    Normalisasi ini terdiri dari latihan-latihan:

        a. Pelemasan.                            c. Penguatan

        b. Latihan penguluran                     d. Pelepasan

 2. Pembentukan
    Pembentukan dapat dibedakan menjadi (2) macam, yaitu:

        a . Pembentukan gerak

    b. Pembentukan sikap
 3. Prestasi
    Latihan prestasi dapat diberikan dalam bentuk:

        a. Perlombaan

           Dapat berbentuk perlombaan maupun beregu

        b. Latihan keseimbangan
           Di samping mempunyai nilai pembentukan juga mempunyai nilai besar terhadap
           prestasi,bahkan sampai tingkat seni gerak, misalnya berjalan di atas kawat.

 4. Seni gerak
      Senam dalam sirkus merupakan seni gerak, karena selain prestasi ketangkasan juga
      terdapat keindahan gerak.



                                               Pengertian Senam Lantai

 Senam lantai pada umumnya disebut floor exercise, tetapi ada juga yang menamakan
 “tumbling”.Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan di matras.

 Unsur-unsur gerakan senam lantai

   1. Mengguling
   2. Melompat
   3. Meloncat
   4. Berputar di udara
   5. Menumpu dengan tangan dan kaki untuk mempertahankan sikap seimbang atau pada saat
      meloncat ke depan atau ke belakang
   Bentu –bentuk latihannya juga merupakan gerakan dasar dari senam perkakas(alat).

   Pada dasarnya bentuk-bentuk latihan pagi putra dan putri adalah sama, hanya pada putri
   banyak dimasukkan unsur-unsur gerakan balet. Dalam belajar atau berlatih senam, seseorang
   tidak bisa langsung belajar atau berlatih gerakan-gerakan yang mempunyai tingkat kesulitan
   yang tinggi.Latihan diawali dari dasar atau tinkat yang mudah, baru kemudian meningkat
   kearah gerakan yang sukar (tingkat kesulitan tinggi).

   1. Macam-Macam Nomor yang Dipertandingkan
      Macam-macam nomer yang dipertandingkan dalam senam

         a. Untuk putra

           1) Senam lantai (floor exercise).             4) Palang tunggal (horizontal bars).

           2) Kuda lompat (vaulting horse).               5) Palang sejajar (parallel bars).

           3) Kuda pelana (pammeld horse).               6) Gelang-gelang (rings atau still ring).

         b. Untuk putri

                                                    39
     1) Senam lantai (floor exercise).            3) Palang bertingkat (uneren bars).

     2) Kuda lompat (vaulting horse).                 4) Balok titihan (balance beam).

2. Jenis-Jenis Latihan Senam Lantai

   a. Guling atau rool

     1) Guling depan tungkai bengkok.                 3) Guling belakang tungkai bengkok.

     2) Guling depan tungkai lurus.                   4) Guling belakang tungkai lurus.

   b. Keseimbangan

     1) Berdiri atas kepala.

     2) Berdiri atas kepala diteruskan guling dada.

     3) Berdiri atas tangan.

3. Teknik Lenting Tumpuan Tangan (Hand Spring Overslag)

   Gerakan lenting tangan sebagai berikut:

   a. Sikap permulaan dan tumpuan berdiri tegak, pandangan ke depan, sikap mengambil
       awalan.
   b. Lari beberapa langkah, salah satu kaki diayunkan ke depan lurus, tangan ayunkan ke
       atas lurus
   c. Melangkah, condongkan badan ke depan, ayunkan tangan ke bawah, tangan
       menumpu pada matras, pandangan ke arah depan bawah.
   d. Ayunkan kaki belakang ke belakang atas, disertai kaki depan menolak, dan
       merapatkan kaki di atas
   e. Pada sikap membusur, kedua kaki mendarat rapat di matras. Pada saat bersamaan,
       dorongkan pinggul ke depan untuk memindahkan berat badan tangan lurus ke
       belakang dan kepala pasif hingga berdiri.
   Bagi pemula, melakukan gerakan lenting tumpuan tangan bukanlah suatu hal yang
   mudah.Latihan perlu dilakukan secara bertahap sebagai berikut.

   Tahap-Tahap Latihan Bagi Pemula

   a. Latihan melecutkan kaki yang dilanjutkan dengan sikap kayang.
      Bentuk ini dilakukan dari sikap tidur telentang dan kedua tangan memegang
      pergelangan teman yang membantu.

   b. Latihan melecutkan kedua kaki dilanjutkan dengan sikap berdiri. Cara melakukan
      bentuk ini sama seperti di atas, hanya bedanya kedua tangan berpegangan dengan
      yang membantu
   c. Latihan melecutkan kedua kaki dilanjutukan dengan sikap berdiri.
      Cara ini tanpa bantuan teman.

   d. Melakukan lenting tumpuan tangan dari sikap hand stand, dilanjutkan dengan sikap
      kayang dan dilanjutkan lagi dengan sikap berdiri. Latihan ini memerlukan bantuan
      teman secara berkelompok, setiap kelompok terdiri dari 3 orang.
      Setelah menguasai tahap-tahap di atas, cobalah dengan gerakan lecutan. Caranya,
      lakukan hand stand kemudian mendarat dengan kedua kaki pada matras dan langsung
      berdiri. Dalam hal ini tidak perlu bantuan teman.

4. Lenting Tengkuk (Neck Spring)

   Caranya sebagai berikut.

    a. Latihan permulaan dengan sikap awal berbaring telentang.
    b. Dilanjutkan denga gerakan mengguling ke belakang, tungkai lurus, kaki dekat kepala,
        lengan bengkok, tangan menumpu di samping kepala, dan ibu jari dekat telingga
    c. Gerakan berikutnya mengguling ke depan disertai dengan lecutan tungkai ke atas
        depan, tangan membantu menolak, badan melayang dan membusur, kepala pasif.
    d. Mendarat denga kaki rapat, dorong panggul ke depan, badan membusur lengan lurus
        ke atas, kemudian merapat.
5. Lenting Kepala (Head Spring)


                                             40
   a.    Membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
        Punggung tegak lurus, tungkai rapat dan lurus, jari-jari kaki pada lantai.

   b. Mengguling ke belakang disertai dengan lecutan serentak, tangan menolak sekuat-
      kuatnya, kepala pasif, badan melayang dan membusur.

   c. Mendarat dengan kaki rapat, badan membusur dan lengan ke atas.

6. Meroda (Ratslag)

   a. Pengertian meroda atau ratslag

        Meroda atau gerakan baling-baling dilakukan ke samping untuk empat hitungan,
        tangan dan kaki berputar seperti baling-baling.

        Meroda merupakan salah satu unsure gerakan senam lantai (floor exercise), dimana
        terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan
        tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang.

   b. Cara melakukan latihan
      1) Lakukan latihan hand stand dengan baik dan sempurna.
      2) Setelah Latihan hand stand, pindahkan berat badan ke kaki kanan bila meroda ke
           kanan atau kaki kiri bila meroda ke kiri.
      3) Berurutan kaki kiri atau kanan menumpu kembali gerakan hand stand dan
           seterusnya.
   c. Gerakan meroda atau ratslag
      Dimulai dengan berdiri, kedua tangan direntangkan ke atas, telapak tangan
      menghadap ke atas depan, kepala tegak, kedua kaki dirapatkan. Tendangkan kaki lurus
      ke samping dan gerakanlah ke arah matras atau lantai, lengkungkan pinggul dan lutut
      kiri sambil letakkan tangan kiri pada matras yang diikuti tangan kanan.Angkatlah kaki
      kanan ke atas dengan hentakkan kaki kiri pada matras untuk bisa membuat sikap
      kangkang di atas kepala. Kembalikan dengan mendaratkan kaki kanan, kemudian kaki
      kiri dan sebaliknya hentakkan tangan anda agar bisa kembali tegak.

   d. Cara memberikan pertolongan
      1) Hand stand di tembok, kemudian kaki kiri dibuka lurus, selanjutnya jatuhkan ke
          samping badan dengan menekan tangan kanan. Kaki tetap dibuka hingga
          mendarat dilantai, diikuti dengan bantuan guru dan teman yang lain dengan cara
          mengangkat badan ke sebelah kanan dan menjaga pinggang.
      2) Setelah dapat melakukan sendiri, latihan dilakukan dengan menempatkan
          rintangan di antara kaki dan tangan.
   e. Hal yang harus diperhatikan
      1) Saat melakukan meroda, kedua tangan dibuka lebar sama dengan lebar kaki.
      2) Jalannya kaki dan tangan berurutan secara teratur ke arah samping kanan.


7. Rangkaian Senam Lantai

   a. Untuk putra

        Rangkaian harus merupakan suatu keseluruhan gerak yang harmonis,ritmik, dan
        mengandung unsur-unsur:

      1) Keseimbangan             3) Kekuatan           5) Lentingan
      2) Sikap bertahan            4) Lompatan           6) Salto
   b. Untuk putri
      Latihan dengan nilai-nilai teknik harus dengan tingkat kesukaran, bentuk tubuh,
      perasaan jiwa pesenam. Rangkain harus original, menyatakan keindahan, keluwesan,
      dan dinamika pesenam.



        Tugas :

                  1. Membuat malakah mengenai senam lantai dan lengkap dengan
                     keterangan gambarnya !.

                  2. Membuat makalah mengenai macam-macam senam lantai lengkap
                     dengan keterangan gambar !.

                                          41
                                                                                   SENAM


                                            BAB VII
                                       SENAM IRAMA


Senam irama atau disebut juga senam ritmik adalah gerakan senam yang dilakukan dengan irama
musik, atau latihan bebas yang dilakukan secara berirama. Senam ritmik dapat dilakukan dengan
menggunakan alat ataupun tanpa alat Alat yang sering digunakan adalah ganda, simpai, tongkat,
bola, pita dan topi.

Unsur-unsur yang diperlukan dalam senam irama adalah :

bola adalah salah satu contoh alat yang sering digunakan pada Senam Irama

1. Kelentukan

2. Keseimbangan

3. Keluwesan

4. Fleksibilitas

5. Kontinuitas

6. Ketepatan dengan irama


kita perlu menguasai teknik gerakan pada senam irama agar mencapai gerakan yang serasi dan
bermanfaat bagi jasmani dan rohani. Hal ini sesuai dengan tujuan senam yaitu membentuk
keindahan tubuh, kebugaran dan kekuatan Ada tiga hal yang harus ditekankan pada senam irama,
yaitu :

a. Ketepatan musik/irama

b. Kelentukan (fleksibilitas)

c. Kontinuitas gerakan

Gerakan Dasar Irama

1. Gerakan Langkah Kaki

a. Gerakan biasa

caranya

1. berdiri dengan sikap tegak

2. langkah kaki kiri dan kedua lengan di samping badan

3. melangkahkan kai kanan dan jatuhkan pada tumit

4. dilanjutkan melangkah dengan kaki kiri secara bergantian


b. Langkah Biasa




                                               42
Caranya:

1. berdiri dengan sikap tegak

2. langkahkan kaki kanan di depan kaki kanan ke depan

3. langkahkan kaki kiri di depan kaki kanan dilanjutkan kedua kaki rapat


c. Langkah Keseimbangan

Caranya:

1. berdiri dengan sikap tegak

2. hitungan 1, malangkahkan kaki kiri kedepan

3. hitung 2, kaki kanan menyusul melangkah ke depan

4. sebelum kaki kanan (tumit masih terangkat) kaki mundur diikuti kaki kanan mundur rapat.



2. Gerakan Ayunan Lengan

a. Ayunan Satu Lengan

1. Ayunan satu lengan depan belakang

Caranya:

a. Tahap Persiapan

- berdiri tegak melangkah ke kiri

- kedua lengan lurus ke depan

- pandangan ke depan


b. Tahap Gerakan

- ayunkan tangan satu per satu ke belakang dan ke depan

- saat mengayun diikuti kedua lutut mengeper

- gerakan dilakukan 6 x 4 dihitung dengan irama 4/4 ketukan


c. Akhir Gerakan

- berdiri tegak, langkah kiri

- kedua lengan lurus ke depan

- pandangan ke depan.


2. Ayunan Satu Lengan dari Depan ke Samping

Caranya:

a. Tahap Persiapan


                                                43
- berdiri tegak, langkah ke kiri

- kedua lengan lurus ke depan

- pandangan ke depan


b. Tahapan Gerakan

- ayunkan lengan satu per satu

- saat mengayunkan diikuti kedua lutut mengeper

- gerakan dilakukan 6 x 4 dihitung dengan irama 4/4 ketukan


c. Akhir Gerakan

- berdiri tegak

- kedua lengan lurus ke depan

- pandangan ke depan.


3. Ayunkan Satu Lengan ke Samping Bersamaan memindahkan Berat Badan

Caranya:

a. Tahap Persiapan

- berdiri tagak kedua kaki dibuka, kedua lengan terlentang

- pandangan kedepan


b. Tahap Gerakan

- mengayun lengan kanan dan kiri ke arah kiri dan kanan

- saat mengayun diikuti kedua lutut mengeper dan berat badan dipindahkan kekanan dan kiri

- gerakan di lakuakan 6 x 4 hitungan dengan irama 4/4 ketukan


c. Akhir Gerakan

- berdiri tegak

- kedua lengan terlentang

- pandangan ke depan. c. Akhir Gerakan

- berdiri tegak, langkah kiri

- kedua lengan lurus ke depan

- pandangan ke depan.




                                                44
                                                                                    RENANG


                                          BAB VIII
                                          RENANG



Sejarah

       Lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemui di "gua perenang"
berdekatan Sura di Mesir barat daya. Rujukan-rujukan bertulis wujud sejak dari 2000 SM. Pada
tahun 1538, Nicolas Wynman, profesor bahasa anak Jerman, menulis buku pertama tentang
renang. Renang pertandingan di Eropah bermula pada sekitar tahun 1800, kebanyakannya
menggunakan gaya dada. Gaya rangkak depan, ketika itu dipanggil gaya trudgen, diperkenalkan
pada tahun 1873 oleh John Arthur Trudgen selepas menirunya daripada orang-orang asli
Amerika.

        Renang merupakan salah satu acara dalam Sukan Olimpik Musim Panas 1896 di
Athens. Pada tahun 1900, gaya kuak lentang dimasukkan ke dalam sukan Olimpik sebagai suatu
acara. Pada tahun 1902, gaya trudgen diperbaik oleh Richard Cavill, menggunakan tendang
keribas. Persatuan renang dunia yang pertama, Federation Internationale de Natation, dibentuk
pada tahun 1908. Gaya kupu-kupu yang pada mula-mulanya merupakan salah satu kelainan gaya
dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.

Teknik

         Rencana utama: Keupayaan berenang

        Tubuh manusia terdiri sebahagian besarnya daripada air dan oleh itu, ia mempunyai
ketumpatan yang amat serupa dengan air. Lebih kurang 70% daripada tubuh manusia ialah air.
Ketika paru-paru diisi dengan udara, ketumpatan tubuh manusia adalah sedikit kurang daripada
ketumpatan air di sekelilingnya. Air akan mengenakan daya keapungan pada tubuh manusia dan
oleh itu, mengekalkan keapungan hanya memerlukan sedikit dorongan ke bawah, dengan
pergerakan melintang hanya memerlukan sedikit dorongan ke arah yang bertentangan dengan
pergerakan yang dikehendaki. Pendorongan ini dilaksanakan dengan menggunakan tangan dan
lengan sebagai dayung, dan dengan menendang kaki untuk menolak air dari tubuh (walaupun
tendangan hanya menghasilkan agak sedikit pergerakan pada keseluruhannya). Oleh sebab air
masin (misalnya, air lautan) adalah lebih tumpat berbanding dengan air tawar (misalnya,
kebanyakan kolam renang), tidak banyak usaha diperlukan untuk mengapung di dalam air masin,
berbanding dengan air tawar.

        Sebilangan gaya renang telah diperkembangkan, berdasarkan pelaksanaan sesetengah
atau kesemua prinsip yang berikut:

       Torso dan kaki harus dikekalkan dalam kedudukan yang selari dengan permukaan air. Kaki
yang jatuh atau torso yang condong meningkatkan seretan secara ketara. Tangan harus
didepangkan ke hadapan kepala dengan sebanyak yang mungkin supaya dapat memanjangkan
panjang purata garis air dan dengan itu, mempercepatkan pergerakan dengan ketara.

        Penyelidikan terkini menunjukkan bahawa daya tangan yang dikenakan pada air
sebenarnya dijanakan oleh putaran pinggul, dan bukannya oleh otot lengan. Otot yang menarik
lengan di dalam air dipasang seinci dari hujung lengan atas. Dengan lengan sebanyak 21"
panjangnya, nisbah tuil ialah 1:20. Ini bermaksud bahawa tarikan otot bahu sebanyak 100 paun
hanya menghasilkan 5 paun dayanya di bahagian tangan semasa ia menolak air. Sebaliknya, tork
yang dijanakan oleh otot pinggul yang lebih besar dan lebih kuat mengayunkan tangan di dalam air
seolah-olah pemain golf atau pemukul bola mengayunkan kayu golf atau kayu pemukul dengan
suatu pusingan yang cepat pada pinggulnya. Perenang-perenang elit yang berupaya mencapai
suatu tambahan yang sederhana pada pencepatan pinggul mereka akan dapat menambahkan
puncak daya tangan sebanyak sekali ganda.


                                              45
         Masa yang dihabiskan pada sisi harus dipanjangkan supaya bahu tidak memecahkan garis
air dan mengakibatkan ombak haluan. Ini mengurangkan keratan rentas depan, mengurangkan
lagi seretan, serta juga menaikkan nisbah antara panjang and lebar garis air tubuh. Pembaikan
yang serupakan boleh dimungkinkan dengan menyebariskan arah kepala, tangan, kaki, dan lengan
yang paling sempit ke dalam air. Torso adalah paling penting, berbanding dengan bahagian tubuh
yang lain. Pergerakan tangan, lengan, dan kaki dari belakang ke hadapan harus dikekalkan di udara
dengan seberapa lama yang mungkin semasa kuak pemulihan. Ketika di dalam air, pergerakan-
pergerakan tersebut harus dijajarkan dengan seberapa hidrodinamik yang mungkin kerana
anggota yang dikembalikan harus bergerak sekurang-kurangnya dua kali lebih laju berbanding
dengan perenang dan di dalam air, akan menjanakan lapan kali seretan (yang meningkat dengan
kuasa tiga lajunya), berbanding dengan luas depan torso. Memutarkan bahu juga menambahkan
kuasa tarikan dengan menggunakan otot abdomen untuk membantu menarik lengan di dalam air.

         "Tangkap" air yang asas tidak sebegitu penting berbanding dengan perkara-perkara di
atas. Kebanyakan perenang hanya menangkap air dengan tangan yang rata atau jari-jari yang
didepangkan sedikit dan kemudian ditarik dengan lancar pada sepanjang badan. Semua teknik
yang tersebut tidak memerlukan kekuatan tambahan. Dengan latihan kekuatan, tangan dan kaki
masing-masing boleh dijulurkan dan dilunjurkan lagi ke dalam air untuk menghasilkan lebih banyak
dorongan. Untuk mereka yang baru belajar renang, kekuatan yang dinaikkan hanya menghasilkan
pembaikan yang kecil jika strategi-strategi di atas (mengurangkan seretan dan memanjangkan
garis air) tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna.

         Animasi rangka dan dinamik bendalir pengkiraan membenarkan simulasi perenang. Ini
membenarkan daya-daya pada sendi dan otot dikira, dan jika simulasi berbilang digunakan,
berbagai-bagai gaya atau individu boleh dibandingkan. Melalui grafik komputer atau tangkapan
pergerakan, simulasi boleh dibandingkan dengan perenang sebenar. Sedangkan ini
menghapuskan banyak keraguan, tekaan masih diperlukan untuk mencipta gaya-gaya yang baru.
Merumuskan sebuah buku panduan untuk perenang masih merupakan suatu cabaran kepada para
jurulatih renang, dan rasa air masih diperlukan untuk menutup gelung kawalan supaya gaya-gaya
renang tidak kemudian menyimpang.

Renang pertandingan

       Temasya sukan renang di Universiti Negeri Ohio.

        Tujuan renang pertandingan adalah untuk berenang dengan paling cepat bagi sesuatu
jarak yang diberikan. Renang pertandingan menjadi popular pada abad ke-19 dan kini terdiri
daripada 34 buah acara, iaitu 17 buah acara bagi setiap jantina. Renang juga merupakan acara
yang popular dalam Sukan Olimpik Musim Panas, dengan setiap jantina ahli olahraga masing-
masing bertanding dalam 13 buah acara yang diiktirfaf. Acara-acara Sukan Olimpik diadakan di
dalam kolam yang 50 meter panjangnya. Badan pentadbiran antarabangsa renang pertandingan
ialah FINA (Fédération Internationale de Natation), iaitu Persekutuan Renang Antarabangsa.

         Keempat-empat gaya pertandingan dalam Sukan Olimpik ialah gaya kuak kupu-kupu,
gaya kuak lentang, gaya kuak dada, dan gaya bebas (gaya rangkap depan). Gaya-gaya itu boleh
direnang secara perseorangan atau bersama-sama dalam lumba rampai. Urutan lumba rampai
ialah: 1) gaya rama-rama, 2) gaya lentang, 3) gaya dada, dan 4) gaya bebas. Terdapat dua jenis
lumba berganti-ganti: lumba rampai dan gaya bebas. Urutan lumba rampai ialah: 1) gaya kuak
lentang, 2) gaya kuak dada, 3) gaya kuak kupu-kupu, dan 4) gaya bebas. Setiap empat perenang
dalam renang lumba berganti-ganti berenang pada jarak yang tertentu, bergantung kepada jarak
keseluruhan lumba berganti-ganti. Ketiga-tiga jarak lumba berganti-ganti ialah 200 meter atau
ela, 400 meter atau ela, dan 800 meter atau ela (yang terakhir ini hanya direnang dengan
menggunakan gaya bebas). Untuk kolam 50 meter, setiap perenang dalam lumba berganti-ganti
berenang dari hujung ke hujung kolam renang bagi lumba 200 meter, dua jarak hujung ke hujung
kolam renang bagi lumba 400 meter, dan empat jarak bagi lumba 800 meter. Bagi kolam 25 meter
atau ela, setiap perenang dalam lumba berganti-ganti berenang dua jarak bagi lumba 200 meter,
empat jarak bagi lumba 400 meter, dan lapan jarak bagi lumba 800 meter. Banyak kolam
pertandingan yang bersaiz penuh di Amerika Syarikat adalah 50 meter panjangnya dan 25 ela
lebarnya. Ini membenarkan kedua-dua lumba jarak pendek (kolam 25 m atau 25 ela) dan lumba
jarak panjang (kolam 50 m) diadakan.




                                               46
Terdapat beberapa jenis pengadil:

      pemula yang memulakan perlumbaan;
      para pengadil pemusingan yang memastikan bahawa pemusingan perenang adalah
       menetapi peraturan
      para pengadil renang yang memeriksa gaya renang peserta,
      para penjaga waktu yang menentukan masa yang diambil oleh para peserta; dan
      ketua pengadil (bahasa Inggeris: umpire) yang memastikan bahawa segala aspek
       perlumbaan dikendalikan dengan lancar.

Jika seseorang pegawai menangkap sesiapa antara peserta-peserta yang melanggar peraturan
gaya renang, peserta itu akan disingkirkan dan renangnya dianggap tidak sah.

Komuniti-komuniti Amerika Syarikat dan United Kingdom menaja liga-liga renang pertandingan
yang terdiri daripada pasukan-pasukan renang kanak-kanak dan remaja. Liga-liga ini sebahagian
besarnya menepati peraturan-peraturan renang yang diiktiraf dan berenang dengan gaya piawai,
tetapi pada jarak yang lebih pendek, sebagai acara-acara dalam temasya sukan renang. Liga-liga
itu yang biasanya bergiat pada bulan-bulan yang lebih panas tidak dikaitkan secara langsung
dengan sebarang pertubuhan renang negara atau dunia. Bagaimanapun, perenang-perenang yang
memulakan pengalaman renang pertandingan mereka dalam pasukan-pasukan renang tempatan
tersebut kekadangnya akan menyertai pasukan peringkat negara.

       Lihat juga Senarai perenang

Renang rekreasi

Dua buah dok renang.

       Tujuan renang yang paling umum adalah sebagai rekreasi. Renang rekreasi dianggap oleh
banyak orang sebagai cara melegakan diri serta senaman penuh badan yang baik. Banyak gaya
renang adalah sesuai untuk renang rekreasi; kebanyakan perenang rekreasi lebih menyukai gaya
yang mengekalkan kepala mereka di atas permukaan air, dengan pemulihan lengan di bawah air.
Gaya dada, gaya sisi, dan 'gaya anjing mengayuh' merupakan gaya yang paling biasa digunakan
dalam renang rekreasi, tetapi pemulihan lengan di luar air dalam gaya bebas atau gaya rama-rama
membekalkan kelebihan yang diberikan oleh perbezaan rintangan antara udara dengan air.

         Gaya rama-rama yang terdiri daripada pemulihan di luar air, dengan simetri pergerakan
badan yang sama rata, adalah paling sesuai untuk renang di dalam air yang bergelora.
Umpamanya, dalam suatu contoh renang ketahanan yang mencipta rekod, Vicki Keith
menyeberangi Tasik Ontario yang bergelora dengan menggunakan gaya rama-rama. Kebanyakan
renang rekreasi diadakan di dalam kolam-kolam renang yang tenang airnya. Oleh itu, gaya bebas
yang tidak begitu berkesan di dalam air bergelora adalah sesuai. Selain daripada kolam renang,
tempat-tempat untuk renang rekreasi termasuk pantai, tasik, lubang renang, sungai, anak sungai
kecil, dan kekadangnya terusan.

Renang sebagai pekerjaan

       Sebilangan pekerjaan memerlukan pekerjanya berupaya berenang. Umpamanya,
juruselam abalone dan mutiara berenang dan menyelam untuk mencari rezeki, sebagaimana
dengan pelembing ikan.

        Renang digunakan untuk menyelamatkan perenang-perenang lain yang cemas. Terdapat
sebilangan gaya renang yang khusus bagi tujuan penyelamatan (sila lihat Senarai gaya renang).
Teknik-teknik itu dibelajar oleh para anggota penyelamat dan pengawal pinggir laut. Latihan
teknik-teknik itu juga telah berkembang menjadi pertandingan-pertandingan seperti menyelamat
nyawa buih ombak.

       Renang telah dipergunakan dalam bidang biologi laut untuk mencerap tumbuh-
tumbuhan dan haiwan-haiwan di dalam habitat semula jadi. Bidang-bidang sains yang lain juga
menggunakan renang, umpamanya Konrad Lorenz berenang bersama-sama angsa sebagai
sebahagian kajiannya tentang tingkah laku haiwan.



                                              47
        Renang juga dipergunakan untuk tujuan ketenteraan. Renang ketenteraan biasanya
dilaksanakan oleh para anggota tentera khas seperti Tentera Laut SEAL. Ia dipergunakan untuk
mendekati sesuatu tempat, mengumpulkan maklumat perisikan, melakukan sabotaj dan
pertempuran, serta untuk meninggalkan sesuatu tempat. Ia juga merangkumi pemasukan ke
dalam laut dari udara atau peninggalan kapal selam di bawah air melalui hac atau tiub torpedo.

Renang juga telah menjadi sebuah sukan profesional. Syarikat-syarikat seperti Syarikat Speedo
dan Tyr Sports, Inc. menaja perenang-perenang dengan cara yang sama dengan Nike menaja
pemain-pemain bola keranjang. Hadiah-hadiah wang tunai juga diberikan untuk memecah rekod
dalam banyak pertandingan utama.

Renang untuk bersenam

        Renang ialah sejenis senaman yang cemerlang. Oleh sebab ketumpatan tubuh manusia
adalah lebih kurang sama dengan ketumpatan air, tubuh disangga oleh air dan oleh itu, tekanan
pada sendi dan tulang dikurangkan. Justeru renang sering dipergunakan sebagai senaman untuk
pemulihan selepas kecederaan atau untuk mereka yang mengalami kehilangan upaya.

       Renang rintangan merupakan sejenis senaman renang yang bertujuan untuk latihan. Ia
mengekalkan perenang dalam kedudukan yang tetap untuk analisis kuak atau untuk membolehkan
renang dilakukan dalam ruang yang terbatas atas alasan olahraga atau terapi. Renang rintangan
boleh dilakukan baik dengan menentang arus (sering diistilahkan sebagai mesin renang )
mahupun dengan mengekalkan perenang dalam keadaan pegun melalui ikatan-ikatan kenyal.

       Renang ialah sejenis senaman aerobik kerana tempoh senaman ini yang panjang
memerlukan bekalan oksigen yang tetap kepada otot, kecuali semasa pecutan singkat yang otot
berfungsi secara anaerob. Sebagaimana dengan kebanyakan senaman aerobik, renang dipercayai
mengurangkan kesan tekanan yang buruk.

Risiko Renang

        Sebuah papan tanda yang memberikan amaran kepada para pengembara berjalan kaki di
denai yang menuju ke Pantai Hanakapiai.

    Renang umumnya dianggap sebagai suatu kegiatan kesihatan yang berisiko rendah,
berbanding dengan banyak sukan yang lain. Bagaimanapun, terdapat sebilangan risiko kesihatan
renang yang termasuk:

      Mati lemas dan penyedutan air yang diakibatkan oleh:
          o Keadaan-keadaan air yang buruk yang melanda perenang atau mengakibatkan
               penyedutan air.
          o Keapungan negatif ketika tersangkut kepada sebuah objek yang berat,
               umpamanya kapal yang sedang tenggelam.
          o Penolakan orang-orang lain di bawah air, baik secara sengaja mahupun tidak.
          o Keletihan atau ketaksedaran.
          o Ketakupayaan, akibat pitam air cetek, serangan sakit jantung, sinkope sinus
               karotid atau angin ahmar.

      Kesan buruk perendaman:
          o Mati lemas sekunder yang diakibatkan oleh sedutan air masin mencipta buih-buih
              di dalam paru-paru yang menyekat pernafasan.
          o Sindrom Pernafasan Air, SWAS.
          o Kejutan terma selepas terjun ke dalam air yang mengakibatkan denyutan jantung
              berhenti.
          o Eksostosis yang merupakan pertumbuhan saluran telinga yang tidak normal,
              akibat mencepuk-cepuk air ke dalam saluran telinga secara kerap dan pada jangka
              panjang (dikenali sebagai telinga perenang).

      Pendedahan kepada kimia:
          o Disinfektan klorin menaikkan pH air dan jika tidak dibetulkan, akan mengakibatkan
             kerengsaan mata dan/atau kulit. [1]
          o Penyedutan gas klorin pada jumlah yang kecil dari permukaan air semasa
             berenang buat jangka panjang boleh mengakibatkan kesan yang buruk pada paru-
             paru, khususnya bagi mereka yang menghidap asma. Masalah ini boleh diatasi
                                             48
           dengan menggunakan kolam yang mempunyai pengudaraan yang lebih baik,
           khususnya kolam luar.
       o   Klorin juga mengakibatkan kesan kosmetik yang negatif selepas pendedahan yang
           lama dan berulang. Ia menghijaukan rambut perang muda dan menghapuskan
           segala warna daripada rambut perang supaya menjadi keputih-putihan. Klorin juga
           merosakkan struktur rambut dan menjadikannya "berkeriting halus".

   Jangkitan:
        o Air merupakan persekitaran yang cemerlang untuk banyak bakteria, parasit, kulat,
            dan virus yang menjejaskan manusia, bergantung kepada mutunya.
        o Jangkitan kulit yang berasal daripada bilik-bilik renang dan mandi boleh
            mengakibatkan kutu air. Cara yang paling mudah untuk mengelakkannya adalah
            dengan mengering ruang antara jari-jari kaki selepas berenang.
        o Sesetengah parasit mikroskopi seperti Cryptosporidium tahan klorin dan
            mengakibatkan penyakit cirit-birit apabila para perenang menelan air kolam.
        o Jangkitan telinga, otitis media, (otitis eksterna).

   Perbuatan perenang sendiri:
       o Kecederaan, akibat berenang berketerlaluan, boleh berlaku. Umpamanya:
                para peserta pertandingan gaya rama-rama boleh menghidap sakit
                  belakang, termasuk fraktur vertebra (walaupun jarang) serta sakit bahu,
                  akibat latihan bertahun-tahun;
                para perenang gaya dada boleh menghidap sakit lutut serta sakit pinggul;
                  dan
                para perenang gaya bebas dan gaya rentang boleh menghidap sakit bahu,
                  sejenis tendonitis yang biasanya dirujuk sebagai bahu perenang.
       o Hiperventilasi dalam percubaan untuk melanjutkan masa di bawah air akan
           mengurangkan karbon dioksida darah yang mengakibatkan penahanan dorongan
           untuk bernafas serta kehilangan kesedaran pada akhir junaman. Untuk
           mekanismenya, sila lihat pitam air cetek.

   Kesan buruk yang diakibatkan oleh air dan cuaca:
       o Arus, termasuk arus pasang surut dan arus sungai, boleh mengakibatkan
           keletihan, serta memindahkan perenang dari keadaan selamat, atau menarik
           perenang ke dalam air.
       o Angin menerukkan ombak dan mengakibatkan perenang tidak mengikut haluan
           kerana ditiup angin.
       o Hipotermia yang diakibatkan oleh air sejuk boleh dengan cepatnya mengakibatkan
           keletihan serta ketaksedaran.
       o Selaran matahari boleh diterukkan oleh pantulan di dalam air serta kekurangan
           pakaian yang dipakai semasa berenang. Pendedahan jangka panjang kepada
           cahaya matahari boleh menaikkan risiko barah kulit.

   Barang-barang di dalam air:
        o Kerosakan baling-baling merupakan punca kemalangan yang utama, baik kerana
           berlanggar dengan kapal mahupun kerana tersangkut ketika memanjat ke dalam
           kapal.
        o Pelanggaran dengan perenang yang lain, dinding kolam, batu, atau kapal.
        o Terjun ke dalam objek tenggelam, atau ke dasar, seringnya di dalam air yang
           keruh.
        o Tersangkut pada objek tenggelam, khususnya dahan atau kapal yang ranap.
        o Memijak pada benda yang tajam seperti kaca pecah.

   Hidupan akua yang berbahaya:
       o Sengatan: ampai-ampai dan sesetengah karang
       o Tembusan: landak laut, kupang zebra (Dreissena Polymorpha), ikan pari
       o Gigitan: yu serta ikan-ikan yang lain, ular, udang kara, atau ketam
       o Kejutan elektrik: ikan pari elektrik, belut elektrik.

   Aspek undang-undang
       o undang-undang yang berkait dengan perkara-perkara di atas atau dengan
           kesopanan (umpamanya renang telanjang)
       o pelanggaran hak pemilikan.




                                          49
Latihan renang

       Alat-alat bantu renang seperti papan stirofom boleh membantu kanak-kanak belajar
berenang.

       Kanak-kanak sering diberikan latihan renang yang formal untuk mengembangkan teknik
dan keyakinan renang mereka. Secara amnya, mereka tidak berenang secara berasingan sehingga
mencapai umur empat tahun. [1]

       Di Sweden, Denmark, dan Finland, kurikulum untuk gred lima menyatakan bahawa
semua kanak-kanak harus belajar berenang serta bagaimana menangani kecemasan di dalam air.
Seringnya, mereka dikehendaki mencapai keupayaan untuk berenang 200 meter (220 ela) —
dengan sekurang-kurangnya 50 meter (55 ela) secara berbaring — selepas jatuh ke dalam air yang
dalam, dengan kepala mereka di dalam air. Walaupun lebih kurang 95 peratus daripada kanak-
kanak sekolah Sweden tahu bagaimana berenang, mati cemas masih merupakan punca kematian
yang ketiga paling umum antara kanak-kanak. [2]

       Di kedua-dua Belanda dan Belgium, latihan renang semasa bersekolah (schoolzwemmen,
renang sekolah) disokong oleh kerajaan. Kebanyakan sekolah memberikan latihan renang.
Terdapat tradisi lama latihan renang di Belanda, dengan istilah gaya dada dalam bahasa Belanda
membawa pengertian harfiah, "gaya sekolah" (schoolslag ).

       Di banyak tempat, latihan renang diberikan oleh kolam renang tempatan yang
dikendalikan oleh kedua-dua pihak berkuasa tempatan serta syarikat kegiatan senggang swasta.
Banyak sekolah juga memasukkan latihan renang ke dalam kurikulum pendidikan jasmani
mereka yang diberikan, baik di dalam kolam sekolah sendiri mahupun di kolam renang awam yang
terdekat.

        Di United Kingdom, "Skim Tambahan" memerlukan kanak-kanak sekolah yang masih
tidak berupaya berenang ketika mencapai umur 11 tahun diberikan latihan harian intensif. Mereka
yang tidak berupaya berenang 25 meter sebagaimana yang dikehendaki oleh piawai Kurikulum
Negara Great Britain ketika menamatkan sekolah rendah akan diberikan latihan setengah jam
setiap hari selama dua minggu pada penggal sekolah. [3]

Di Kanada, terdapat seruan untuk memasuki renang ke dalam kurikulum sekolah kerajaan. [4]

Pakaian

        Pakaian renang

Lelaki berenang telanjang di dalam sebuah tangki suci di India.

      Kesopanan menyebabkan perkembangan pakaian renang (dan pada Zaman Victoria,
mesin mandi).

         Pakaian renang lelaki berbentuk seluar renang, seluar dalam pertandingan, atau seluar
pendek terpotong yang diperbuat daripada apa-apa saja yang ada. Bahagian badan atas hampir
selalu tidak ditutup. Bagaimanapun pada awal abad ke-20, Amerika Syarikat mengharamkan
perenang-perenang lelaki yang tidak berbaju.

        Pakaian renang wanita umumnya berbentuk pakaian terus gaya tradisional atau
pertandingan (umpamanya racerback ) atau bikini. Lagi satu pilihan ialah Tankini, pakaian yang
lebih konservatif berbanding dengan bikini tetapi masih bukannya pakaian terus.

       Bodyskin merupakan pakaian renang penuh badan wanita yang khusus untuk renang
pertandingan dan direka semata-mata untuk mengurangkan seretan kulit (sila lihat pakaian
renang pertandingan).




                                                50
                                                                        AKTIVITAS LUAR KELAS


                                                BAB IX
                                      AKTIVITAS LUAR KELAS


   AKTIVITAS LUAR KELAS

   A. Bentuk-bentuk Penjelajahan

            Penjelahan adalah suatu perjalahan kaki yang diikuti dengan permainan atau petualangan.
   Bila perjalanan itu menempuh jarak lebih jauh lagi, mungkin ditambah dengan alat transportasi
   lain, seperti : sepeda, perahu atau menumpang kendaraan. Penrjalanan ini disebut pengembaraan.

                Bentuk-bentuk penjelajahan sebagai berikut :

   1. Penejelajahan masayarakat

           Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan perjalanan kaki sambil megenal masyarakat di
   sepanjang perjalanan. Jarak perjalanan yang di tempuh 6-8 km untuk siswa usia 16-20 tahun,
   dalam bentuk regu-regu kecil (8 orang).

   2. Pengembaraan
           Untuk usia 14-16 tahun dapat melakukan perjalanan pengembaraan menurut arah yang di
   tentukan sepanjang 10 km dan memulai perjalanan. Perjalanan dilakukan sendiri berdua. Lama
   perjalanan 24 jam, termasuk menginap dalam tenda atau gubuk yang didirikan sendiri.
           Untuk usia 17-20 tahun dapat melakukan penjelajahan pengembaraan yang di tempung
   sehari semalam (36 jam) sejauh 15 km perjalanan di lakukan sendiri atau berdua, dengan berjalan
   kaki atau perahu layar, atau perahu yang di kayuhkan sendiri atau dengan naik kuda atau
   bersepeda, keluar kota, atau tempat tinggalnya, seperti : ke desa lain, ke hutan, ke pulau dan
   sebagainya.

3. Penjelajahan mempertahanlan hidup
            Kegiatan ini dalam bahasa Inggris disebut “sirvival hike” yaitu suatu latihan yang sengaja
    dibuat berat

   Pendidikan Luar Kelas

   Merupakan pendidikan yang dilakukan di luar ruang kelas atau di luar gedung sekolah, atau berada
   di alam bebas, seperti: bermain di lingkungan sekitar sekolah, di taman, di perkampungan
   nelayan/daerah pesisir, perkampungan petani/persawahan, berkemah, petualangan, sehingga
   diperoleh pengetahuan dan nilai-nilai yang berkaitan dengan aktivitas alam bebas


   Kompetensi yang Diperoleh Melalui Pendidikan Luar Kelas

       1. Siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan dan alam sekitar
       2. Siswa mengetahui pentingnya keterampilan hidup dan pengalaman hidup di lingkungan
           dan alam sekitar
       3. Siswa memiliki apresiasi terhadap lingkungan dan alam sekitar




   Proses belajar pada kegiatan luar kelas pada dasarnya adalah dengan memberikan kesempatan
   seluas-luasnya untuk memperoleh pengalaman langsung dalam rangka penguasaan terhadap:

                                                   51
    1. Konsep bunyi dan pengetahuan yang berkaitan dengan manusia dan sumber-sumber alam
    2. Kecakapan hidup yang menghasilkan kesehatan, sejahtera, kreatif dan refreshing way of
        living
    3. Sikap positif yang merefleksikan harmoni manusia dan alam


dengan demikian kegiatan luar kelas memberikan elemen-elemen yang penting bagi masyarakat
yang sehat, produktif dan abadi


Tujuan Umum Pendidikan Luar Kelas

Tujuan pendidikan yang secara umum ingin dicapai melalui aktivitas di luar ruang kelas atau di luar
lingkungan sekolah adalah:


    1. Membuat setiap individu memiliki kesempatan unik untuk mengembangkan kreativitas
        dan inisiatif personal
    2. Menyediakan latar (setting) yang berarti bagi pembentukan sikap
    3. Mengembangkan kesadaran, apresiasi dan pemahaman terhadap lingkungan alam dan
        bagaimana manusia memiliki relasi dengan hal tersebut
    4. Membantu mewujudkan potensi setiap individu agar jiwa, raga dan spiritnya dapat
        berkembang optimal
    5. Memberikan ‘konteks’ dalam proses pengenalan berkehidupan sosial dengan memberikan
        kesempatan bagi anak-anak untuk merasakan secara langsung
    6. Memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan dan ketertarikan terhadap kegiatan-
        kegiatan luar kelas
    7. Menumbuhkan pemahaman untuk secara bijak menggunakan dan melindungi lingkungan
        alam
    8. Mengenalkan berbagai kegiatan di luar kelas yang dapat membuat pembelajaran lebih
        kreatif
    9. Memberikan kesempatan yang unik untuk perubahan perilaku melalui penataan latar
        pada kegiatan luar kelas
    10. Memberikan kontribusi untuk membantu mengembangkan hubungan guru-murid yang
        lebih baik melalui berbagai pengalaman di alam bebas
    11. Memberikan kesempatan untuk belajar dari pengalaman langsung melalui implementasi
        bebas kurikulum sekolah diberbagai area
    12. Memanfaatkan sumber-sumber yang berasal dari lingkungan dan komunitas sekitar untuk
        pendidikan




Konsep Utama dalam Pendidikan Luar Kelas


Melalui sudut pandang kependidikan, aktivitas pendidikan yang dilakukan di luar lingkungan
sekolah atau di luar lingkungan formal persekolahan, setidaknya memuat 3 konsep utama, yaitu
konsep proses belajar, aktivitas luar kelas dan lingkungan.

                                                 52
   1. Konsep Proses Belajar


   Belajar melalui aktivitas luar kelas adalah proses belajar interdisipliner melalui satu seri
   aktivitas yang dirancang untuk dilakukan di luar kelas. Pendekatan ini secara sadar
   mengeksploitir potensi latar alamiah untuk memberi kontribusi terhadap perkembangan fisik
   dan mental. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap hubungan timbal balik dengan alam,
   program dapat mengubah sikap dan perilaku terhadap alam.


   2. Konsep Aktivitas Luar Kelas


   Pendekatan ini menggunakan kehidupan di luar ruangan dan kegiatan berkemah, yang
   memberikan banyak kesempatan bagi siswa untuk memperoleh dan menguasai berbagai
   bentuk keterampilan dasar, sikap dan apresiasi terhadap berbagai hal yang terdapat di alam
   dan kehidupan sosial. Bentuk-bentuk kegiatan luar kelas dapat berupa: berkemah, mendaki
   gunung, menjelajah, memancing, memasak, mempelajari alam, tinggal di pedesaan, primitive
   living, kerajinan tangan dan lain sebagainya.


   3. Konsep Lingkungan


   Konsep lingkungan merujuk pada eksplorasi ekologi sebagai andalan mahluk hidup yang saling
   tergantung antara yang satu dengan yang lain. Tujuan utama program ini adalah untuk
   menjelaskan fungsi kita dalam alam semesta dan menunjukkan bagaimana menjaga kualitas
   lingkungan alam untuk kepentingan sekarang dan masa yang akan datang.


Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Luar Kelas


       Pendidikan luar kelas pada dasarnya merupakan pendidikan lintas bidang studi, karena di
dalam kegiatannya meliputi seni, ilmu alam, pendidikan jasmani dan home economic. Dapat
dilakukan di mana saja, lapangan terbuka, hutan, tepi danau, cagar alam, kebun, museum,
camping ground, atau kebun binatang. Pendidikan luar kelas merupakan salah satu dimensi dalam
pendidikan jasmani, di mana melalui program kegiatan ini diharapkan konsep diri siswa dapat
dibentuk. Pengalaman semacam memanjat, merangkak, bergelantungan, dan berayun di alam
bebas, yang merupakan bagian dari progam petualangan akan mampu meningkatkan rasa percaya
diri siswa. Pengalaman semacam ini dapat memenuhi kebutuhan psikis anak akan ‘rasa berhasil
mengatasi rintangan’. Secara khusus, manfaat pendidikan luar kelas dalam membentuk
kepribadian siswa menurut Bucher adalah sebagai berikut:


   1. Siswa belajar untuk hidup secara demokratis bersama anak-anak lain dan orang dewasa
   2. Siswa dapat belajar lebih banyak mengenai lingkungan fisik dan pentingnya kekayaan alam
   3. Kontribusi dan apresiasi terhadap aktivitas di luar ruang akan memperkaya dan
       meningkatkan kualitas hidup
   4. Kualitas hidup yang dimaksud akan membentuk mereka menjadi warga negara yang baik.
       Kualitas yang akan berkembang seperti: memiliki rasa tanggung jawab, memiliki jiwa
       kepemimpinan, mampu bekerja sama, dan jujur
   5. Mereka akan memberikan apresiasi yang lebih baik terhadap pentingnya kesehatan dan
       kebugaran

                                                   53
    6. Kecintaan untuk bertualang, yang biasanya sangat digemari oleh anak-anak dan remaja,
         akan tersalurkan melalui kegiatan luar kelas
    7. Siswa dirangsang untuk belajar tentang segala sesuatu yang terdapat di alam dan melihat
         serta dapat mengkaitkannya dengan materi pelajaran di kelas
    8. Siswa belajar untuk mengandalkan kemampuannya sendiri dalam mempraktekkan aturan-
         aturan hidup yang sehat
    9. Siswa juga belajar beberapa aturan dasar keselamatan (basics rules of safety)


         Pada tabel berikut ini akan disajikan contoh partisipasi siswa dalam berbagai bentuk
kegiatan luar kelas berdasarkan usia mereka.


Partisipasi dalam kegiatan luar kelas

              Bermain di                                        Keliling dengan
  Usia                         Berenang        Sightseeing                             Jalan Santai
              alam bebas                                        berkendaraan

< 4 tahun          2%              9%              17%                 25%                20%

5-7 tahun          9%              16%             27%                 35%                25%

 8 tahun          12%              23%             35%                 48%                25%




                                                 54
                                                                                    NARKOBA


                                             BAB X
                             PENYALAHGUNAAN NARKOBA


         Hubungan narkoba dengan generasi muda dewasa ini amat erat. Artinya amat banyak
kasus kecanduan dan pengedaran narkoba yang di dalamnya terlibat generasi muda, khususnya
remaja sekolah dan luar sekolah (putus sekolah). Menurut perhitungan pada pakar dan pers ada
sekitar 4 juta orang yang terlibat narkoba. Bahkan narkoba sudah memasuki sekolah-sekolah. Jenis
narkoba yang sering ditemukan adalah pil nipan dan daun ganja.

         Berkembangnya jumlah pecandu ditentukan oleh dua faktor, yaitu (1)Faktor dari dalam
diri meliputi : minat, rasa ingin tau, lemahnya rasa ketuhanan, ketidakstabilan emosi. (2)Faktor
dari luar diri meliputi : gangguan psiko-sosial keluarga, lemahnya hukum terhadap pengedar dan
pengguna narkoba, lemahnya sistem sekolah termasuk bimbingan konseling , lemahnya
pendidikan agama.

        Di setiap sekolah sudah saatnya guru-guru memiliki pengetahuan dan konseling dengan 2
kegiatan yakni, kosultasi dan konseling. Kegiatan konsultasi adalah memberikan berbagai
informasi kepada oran tua siswa tentang segala aspek yang berhubungan dengan kegiatan belajar,
pergaulan, kedisiplinan dan kerapihan siswa. Guru dan orang tua berdiskusi dan akhirnya
menghasilkan berbagai solusi bantuan terhadap siswa. Sdangkan kegiatan konseling ditekankan
kepada upaya membantu siswa agar mereka mandiri, kreatif dan produktif, serta mampu
memecahkan masalah mereka sendiri.

        Akan tetapi sering guru-guru mata pelajaran kurang berminat berperan sebagai
pembimbing. Mereka kebanyakan lebih suka melaksanakan pengajaran. Sedangakan urusan
pribadi siswa diserahkan kepada guru bimbingan dan konseling(BK), dengan alasan bahwa guru BK
memang spesial dididik untuk membantu pribadi siswa yang mengalami berbagai masalah seperti
kesulitan belajar, motivasi belajar, penyesuaian diri dan sebagainya.

Mendiskripsikan Penyalahgunaan Narkoba.

        Penyalahgunaan narkoba adalah suatu pemakaian non medical atau ilegal barang haram
yang dinamakan narkotik dan obat-obatan adiktif yang dapat merusak kesehatan dan kehidupan
produktif manusia pemakainya. Berbagai jenis narkoba yang mungkin disalahgunakan adalah
tembakau, alkohol, obat-obat terlarang dan zat yang dapat memberikan keracunan, misalnya yang
diisap dari asapnya. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan ketergantungan zat narkoba,
jika dihentikan maka si pemakai akan sakaw.

        Penyalahgunaan atau kebergantungan narkoba perlu melakukan berbagai pendekatan.
Terutama bidang psikiatri, psikologi, dan konseling. Jika terjadi kebergantungan narkoba maka
bidang yang paling bertanggung jawab adalah psikiatri, karena akan terjadi gangguan mental dan
perilaku yang disebabkan zat narkoba mengganggu sinyal penghantar syaraf yang disebut system
neurotransmitter didalam susunan syaraf sentral (otak). Gangguan neurotransmitter ini akan
mengganggu (1) fungsi kogitif (daya pikir dan memori), (2) fungsi afektif (perasaan dan mood), (3)
psikomotorik (perilaku gerak), (4) komplikasi medik terhadap fisik seperti kelainan paru-paru,
lever, jantung, ginjal, pancreas dan gangguan fisik lainnya.

       Dadang hawari menjelaskan bahwa selain mengganggu jiwa, zat narkoba juga merusak
organ fisik seperti lever, otak, paru, janin, pankreas, pencernaan, otot, endokrin dan libido. Zat
tersebut juga mengganggu nutrisi, metabolisme tubuh, dan menimbulkan inveksi virus. Jika putus
dari narkoba si pemakai akan mengalami sakaw. Pada peristiwa ini timbul gejala seperti air mata
berlebihan (lakrimasi), cairan hidung berlebihan (rhinorea), puril mata melebar, keringat
berlebihan, mual, muntah, diare, bulu kuduk beriri, menguap, tekanan darah naik, jantung
berdebar, insomnia, agresif.




                                               55
Jenis-jenis Narkoba.

      Adapun jenis-jenis narkoba anatara lain :

1. Marijuana

Adalah nama khusus untuk Hemp, suatu tanaman tinggi mencapai 2 meter, bentuk daun mirip
daun singkong, daun warna hijau dan tumbuh terbaik didaerah pegunungan. Zat kimia addictive
utama didalam marijuana adalah tetra hydrocannabinol yang dapat dideteksi melalui air kencing.
Para pecandu narkoba menghisap marijuana dengan rokok atau pipa. Jika putus dari zat
marijuana, maka si pemakai akan sakaw dengan gejala macam-macam seperti mata berair, hidung
berselesma, badan jadi nyeri. Pemakaian yang semakin banyak zat marijuana akan menyebabkan
kehilangan memori, kemampuan belajar, dan motivasi.Marijuana juga dapat menyebabkan
distorsi persepsi (penyimpangan persepsi dari kenyataan), kehilangan koordinasi, detak jantung
meningkat timbul rasa cemas yang terus menerus. Sebagai akibat medical dapat menyebabkan
kerusakan paru, batuk kronis, bronchitis.

2. Cocaine.

Cocaine sering dihirup melalui hidung, akan tetapi juga diisap dengan rokok atau jika disuntikkan
akan berdampak penyakit HIV/AIDS. Akibat cocaine terhadap fisik pemakai adalah terhambatnya
saluran darah, pupil mata membesar, panas badan meningkat, denyut jantung meningkat, darah
tinggi, perasaan gelisah, nyeri, cemas. Menghisap crack cocaine bersama rokok akan menimbulkan
paranoia(sejenis penyakit jiwa yang meyebabkan timbul ilusi yang salah tentang sesuatu dan
akhirnya bisa bersifat agresif akibat delusi yang dialaminya). Cocaine dapat menyebabkan
kematian karena pernafasannya tersendat lalu otak kekurangan oksigen.

3. Methamphetamine.

Adalah sejenis obat yang kuat yang menyebabkan orang kecanduan yang dapat merangsang saraf
sentral. Dapat dikonsumsi melalui mulut, dihirup, daya serangnya ke otak si pemakai.

4. Heroin.

Kebanyakan pemakai heroin menyuntikkan zat tersebut ke dalam tubuhnya. Si pemakai
merasakan gelora kesenangan diiringi panas badan, mulut kering, perasaan yang berat dan mental
jadi kelam berawan menuju depresi di dalam system saraf sentral. Jika dihentikan maka si pemakai
akan sakaw, gelisah, sakit pada otot dan tulang, insomnia, muntaber. Untuk menghilangkan
kecanduan harus ada kerja sama antara pecandu dengan pembimbing/dokter. Biasannya hal ini
dilakukan oleh konselor spesialis narkoba dengan menggunakan muti-methods/konseling terpadu.
Metode dokter dengan memberi opiates sedikit demi sedikit dalam jangka panjang untuk
pngobatan kecanduan heroin dimaksudkan agar pasien tidak melakukan injeksi yang sangat
membahayakan dirinya karena over dosis dan bahaya penyakit HIV dan hepatitis C.

5. Club Drugs.

a.    Ecstasy.

Dapat menyebabkan depresi, cemas dalam tidur, kecemasan, paranoia. Ciri fisik : ketegangan otot,
mual, pingsan, tekanan darah tinggi. Menyebabkan kerusakan otak karena sel otak rusak diserang
oleh obat tersebut yang menimbulkan si pasien agresif, mood, kegiatan seks meningkat, tidur
terus, sensitif kena penyakit.

b.    Rohypnol.

Obat ini amat beresiko terhadap kesehatan manusia pemakai, seperti liver, ginjal, tekanan darah,
kerusakan pada otak.



c.    Gammahydroxybutyrate.

Akibat over dosis adalah kehilangan kesadaran, serangan jantung.



                                                  56
d.     Ketamine.

Gejala yang dipakai adalah menimbulkan efek halusinasi dan mimpi yang diinginkan. Jika over
dosis berakibat kehilangan memory, mengigau, kehilangan koordinasi.




Perhatian orang tua dan guru sangat diperlukan oleh anak remaja.

1. Menghargai Eksistensi Remaja.

    Salah satu latar belakang ialah memahami eksistensi pelajar dan bagaimana keadaan/peranan
bimbingan dan konseling.

2. Eksistensi Siswa.

a. Di keluarga

        Orang tua dapat mengadakan diskusi tentang masalah yang di hadapi anak-anak. Dialog
antara orang tua - anak memberikan penghargaan/eksistensi anak dikeluarga karena dalam hal ini
keterbukaan orang tua menjadi kunci kesuksesan dialog.

b. Di sekolah

     Kepribadian guru yang ramah serta membuka diri untuk berdialog dengan pelajar akan
membuka peluang bagi pelajar untuk menyatakan tentang kesulitan/masalahnya sendiri.

c. Di masyarakat

        Para tokoh masyarakat hendaknya menyadari bahwa para pelajar memerlukan
keterbukaan dan penghargaan terhadap mereka. Bimbingan terhadap kelompok remaja,
tersedianya sarana bagi pengembangan bakat remaja diperlukan saat ini.

2. Keadaan Keluarga dan Sekolah.

Keluarga yang telah memenuhi kebutuhan materi bagi anggotanya tetapi kurang memenuhi
kebutuhan psikologis seperti perhatian, kasih sayang akan menyebabkan anak-anak merasa jenuh
dan merasa kehilangan orang tempat mengadukan perasaan seperti kecewa, stres.

3. Peran Guru Sebagai Pembimbing

     Semua guru harus berperan sebagai pembimbing. Untuk mencapai tujuan tersebut
seharusnya guru-guru bidang studi dilatih ilmu ketrampilan BK.

Upaya Pemulihan Pecandu

6. Metode-metode pemulihan pecandu.

        Upaya pemulihan pecandu narkoba secara medis dan psikologis di negara kita kebanyakan
berpedoman pada cara yang dilakukan Amerika, yakni pemulihan total pasien dengan pendekatan
obat, rehabilitasi psikologis, sosial, intelektual, spiritual, fisik.

7. Metode konseling terpadu.

        Adalah upaya memberikan bantuan kepada klien kecanduan narkoba dengan
menggunakan beragam pendekatan konseling dan memberdayakan klien terhadap lingkungan
sosial agar klien segera menjadi anggota masyarakat yang normal, bermoral.

a. Konseling individu

b. Bimbingan kelompok

c. Konseling keluarga

d. Pendidikan dan Pelatihan
                                             57
e. Kunjungan

f. Partisipasi sosial

8. Aplikasi konseling terpadu

     a. Studi kasus

     b. Program konseling terpadu

Dapat disimpulkan bahwa :

9. Komunikasi orang tua dan guru terhadap siswa mempengaruhi pertahanan diri pada setiap
    siswa dari bahaya narkoba yang selalu mengancam.
10. Penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan kejiwaan.

Saran

11. Siswa perlu mengadakan pertahanan diri dari bahaya narkoba yang selalu mengancam.
12. Agar siswa yang terlibat dalam narkoba harus selalu jujur dan giat belajar, agar ada yang
    membantu supaya siswa yang terkena narkoba jangan lagi bergaul dengan preman/pecandu.




        Akibat/Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Penyalahgunaan Narkoba Pada
                           Kehidupan & Kesehatan Manusia

        Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif / psikotropika dapat menyebabkan efek dan
dampak negatif bagi pemakainya. Danmpak yang negatif itu sudah pasti merugikan dan sangat
buruk efeknya bagi kesehatan mental dan fisik.

      Meskipun demikian terkadang beberapa jenis obat masih dipakai dalam dunia kedokteran,
namun hanya diberikan bagi pasien-pasien tertentu, bukan untuk dikonsumsi secara umum dan
bebas oleh masyarakat. Oleh karena itu obat dan narkotik yang disalahgunakan dapat
menimbulkan berbagai akibat yang beraneka ragam.

A. Dampak Tidak Langsung Narkoba Yang Disalahgunakan

1. Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu
   jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun.
2. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain itu biasanya tukang candu
   narkoba akan bersikap anti sosial.
3. Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
4. Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi
   alias DO / drop out.
5. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar
   berbohong dan melakukan tindak kriminal.
6. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan
   yang dilarang oleh ajaran agamanya.
7. Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin.

        Biasanya setelah seorang pecandu sembuh dan sudah sadar dari mimpi-mimpinya maka ia
baru akan menyesali semua perbuatannya yang bodoh dan banyak waktu serta kesempatan yang
hilang tanpa disadarinya. Terlebih jika sadarnya ketika berada di penjara. Segala caci-maki dan
kutukan akan dilontarkan kepada benda haram tersebut, namun semua telah terlambat dan
berakhir tanpa bisa berbuat apa-apa.

B. Dampak Langsung Narkoba Bagi Jasmani / Tubuh Manusia

1.    Gangguan pada jantung
2.    Gangguan pada hemoprosik
3.    Gangguan pada traktur urinarius
4.    Gangguan pada otak
5.    Gangguan pada tulang
6.    Gangguan pada pembuluh darah
                                              58
7.    Gangguan pada endorin
8.    Gangguan pada kulit
9.    Gangguan pada sistem syaraf
10.   Gangguan pada paru-paru
11.   Gangguan pada sistem pencernaan
12.   Dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll.
13.   Dan banyak dampak lainnya yang merugikan badan manusia.

C. Dampak Langsung Narkoba Bagi Kejiwaan / Mental Manusia

1.                       Menyebabkan depresi mental.
2.                       Menyebabkan gangguan jiwa berat / psikotik.
3.                       Menyebabkan bunuh diri
4.                       Menyebabkan melakukan tindak kejehatan, kekerasan dan pengrusakan.

       Efek depresi bisa ditimbulkan akibat kecaman keluarga, teman dan masyarakat atau
kegagalan dalam mencoba berhenti memakai narkoba. Namun orang normal yang depresi dapat
menjadi pemakai narkoba karena mereka berpikir bahwa narkoba dapat mengatasi dan
melupakan masalah dirinya, akan tetapi semua itu tidak benar.



          Tugas :

              1. Membuat makalah tentang Undang-undang yang membahas tetang Narkoba !
              2. Membuat makalah mengenai pandangan agama terhadap Narkoba !




                                                  59
2010




   Modul Pendidikan Jasmani dan
   Kesehatan Olahraga

   Kelas X (Semua Jurusan)




   SMK Negeri 4 Informatika Komputer Kota
   Tanjungbalai




   Jadikan Olahraga Menjadi Salah Satu
   Bagian Dari Hidup Agar Hidup Dapat Lebih
   Dinikmati Dengan Kesehatan Jasmani Yang
   Baik.




                                                  By :

                       Erick Hariyanto Hutabarat, S.Pd

                         NIP. 19840512 200904 1 004




                  60

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:25478
posted:9/8/2010
language:Indonesian
pages:60
Description: Modul Penjaskes SMK kelas X