Laporan KKL biologi '10 (pisces) by qusaery

VIEWS: 8,506 PAGES: 30

									        LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN ( KKL )
MENGETAHUI CARA PEMBUATAN PREPARAT BASAH DAN KERING
SERTA MENGAMATI, MENGKLASIFIKASI, DAN MENDESKRIPSIKAN
                   CIRI-CIRI PADA PISCES
      DI MUSEUM BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA
          DAN KEBUN BINATANG GEMBIRA LOKA
                    Yogyakarta, 8 Juni 2010




                          Disusun Oleh :
            Abdullah Khusairi            ( 083811001 )
            Aida Apriani                 ( 083811002 )
            Ahmad Maghfur’anh            ( 083811004 )
            Anik Sukaifah                ( 083811005 )
            Dien Rosiana Z               ( 083811007 )
            Edi Taufik Hidayat           ( 083811009 )




                      TADRIS BIOLOGI
                   FAKULTAS TARBIYAH
       INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
                          SEMARANG
                              2010


                                1
A. TUJUAN
       1. Mengetahui cara pembuatan preparat awetan kering dan awetan basah
       2. Mengklasifikasikan pada pisces yang telah diamati
       3. Mendiskripsikan ciri-ciri pada pisces
       4. Membandingkan spesies pisces antara di museum biologi dan gembira
          loka
B. LANDASAN TEORI
          Indonesia    merupakan     negara       kepulauan    yang   kaya     akan
  keanekaragaman flora dan faunanya. Namun karena perkembangan zaman
  yang semakin modern menyebabkan keanekaragaman makhluk hidup yang
  ada di indonesia terancam punah. Sehingga pembelajaran tentang makhluk
  hidup di indonesia dirasa kurang oleh sebagian orang karena kepunahan
  tersebut.
          Untuk itu diperlukan suatu media pembelajaran yang lengkap
  mengenai keanekaragaman makhluk hidup, salah satunya di museum biologi
  Universitas Gajah Mada dan kebun binatang “gembira loka” yogyakarta.
  Disini para mahasiswa sisuguhkan dengan wawasan tentang pembuatan
  preparat kering maupun basah hewan dan tumbuhan juga terdapat koleksi
  keanekaragaman makhluk hidup.
          Kelas pada hewan yang akan dibahas adalah kelas Pisces. Ikan
  merupakan salah satu class dari vertebrata yang hidup di daerah peraiaran,
  baik air tawar, payau maupun air asin. Bersifat poikloterm (suhu tubuh
  tergantung suhu lingkungan) dengan isang sebagai alat pernafasan. Terdapat
  squama yang berfungsi untuk melindungi diri dan sirip sebagai alat gerak.
  Korda masih dijumpai pada saat embrional, kemudian berangsur-angsur
  diganti dengan vertebra.
          Pisces   dapat     dikelompokkan    menjadi    dua    sub   kelas,   yaitu
  Chondrichtyes dan sub class Osteichtyes.
  1.    Sub Class Chondrichytes
              Disebut juga ikan bertulang rawan, karena skeletonnya tersusun
          dari tulang tulang rawan atau cartilago. Tidak mempunyai gelembung
          renang. Ada 3 ordo yang termasuk Chondrichytes,                  yaitu :
          a. Ordo Cladoselachii



                                     2
                       Pada rahangnya jelas kelihatan celah insang. Siripnya
                tumbuh khas pada tubuhnya sehingga menimbulkan tentang teori
                asal-usul                                                             gerak.
                b. Ordo Elasmobranchii
                       Karakteristik pada ordo ini adalah sisiknya placoid. Tipe
                ekor heterocercal. Mulut terletak di ventral. Alat kelamin jantan
                merupakan modifikasi dari sirip pelvic dinamakan clasper.
                Contohnya ikan Hiu dan ikan Pari.
                c. Ordo Holocephalii
                       Karakteristik pada ordo ini adalah rahang atas ikan ini tidak
                dapat bergerak karena berfungsi dengan cranium. Contoh ikan
                Chimaera
  2.    Sub Class Osteichtyes.
                Disebut juga ikan tulang sejati. Insang tertutup oleh operkulum.
          Selalu     ada    gelembung         renang    dan    tidak    terdapat   clasper.
          Ada 3 ordo yang termasuk Osteichtyes
                a. Ordo Crossopterygii
                b. Ordo Dipno
                       Disebut juga ikan paru, karena mempunyai dua cara
                bernafas dengan menggunakan insang dan kedua dengan
                menggunakan      paru-paru       yang       merupakan    modifikasi     dari
                gelembung       udara.    Contoh        :     Neoceratodus     (Australia)
                c. Ordo Actnopterygii
C. HASIL OBSERVASI
       Di Museum Biologi UGM
       1. Familia           : Muronidae
          Spesies           : Gymnothorax favagineus
          Ina               : Ikan sidat tutul
          Foto              :




                                          3
2. Familia   : Anguillidae
   Spesies   : Anguilla sp
   Ina       : Ikan Sidat
   Foto      :




3. Familia   : Scrombidae
   Spesies   : Euthynnus pelamis
   Ina       : Ikan Tongkol
   Foto      :




4. Familia   : Tricthiuridae
   Spesies   : Trychiurus savalor
   Ina       : Ikan Layur
   Foto      :




5. Familia   : Paralichthyidae
   Spesies   : Syacium papillosum
   Ina       : Dusky flounder




   Foto      : ---


                            4
6. Familia          : Scyliorhinidae
   Spesies          : Syliorhinus conicula
   Ina              : Ikan hiu anjing pasir
   Foto             :




7. Familia          : Notuptendie
   Spesies          : Notuptens
   Ina              : Ikan pisau
   Foto             :




Familia      : Bothidue
   Spesies          : Pseudorhombus arsius
   Ina              : Ikan mata kiri
   Foto             :




9. Familia          : Sphyrnidae
   Spesies          : Sphyna blonchii
   Ina              : Ikan hiu kepala martil
   Foto             :




                                   5
10. Familia   : Bagridae
   Spesies    : Marohes nigricess
   Loc        : Jateng
   Ina        : Ikan baung
   Foto       :




11. Familia   : Osphronemidae
   Spesies    : Osphronemus gouramy
   Tanggal    : 16-8-2009
   Ina        : Ikan Gurami
   Foto       :




12. Familia   : Serralmidae
   Spesies    : Serrasalmus sp
   Ina        : Ikan Piranha
   Tanggal    : 15-8-2009
   Foto       :




13. Familia   : Claridae
   Spesies    : Clarias batrachus


                             6
   Ina        : Ikan lele dumbo
   Foto       :




14. Familia   : Cyprinidae
   Spesies    : Tilapia mussambica
   Ina        : Ikan mujaher
   Foto       :




15. Familia   : Dasyatidae
   Spesies    : Dasyatis sp
   Ina        : Ikan Pari
   Foto       :




16. Familia   : Tetraodontidae
   Spesies    : Aoronthron reticularis
   Foto       :




                             7
17. Familia   : Synanceiidae
   Spesies    : Scynanccia horrida
   Indo       : Lepu tembaga
   Foto       :




18. Familia   : Zanchidae
   Spesies    : Zanclus canoscens
   Ina        : Ikan bendera
   Foto       :




19. Familia   : ---
   Spesies    : Datnioides mierolepis
   Ina        : Ikan iga
   Foto       :




21. Familia   : Ephippidao
   Spesies    : Platax pinnatus
   Ina        : Ikan Gebel Asli
   Foto       :




                            8
22. Falimia   : Tetradontidae
   Spesies    : Canthigastret valentini
   Foto       :




24. Familia   : Labridae
   Spesies    : Gomphosus varius
   Foto       :




25. Familia   : Chaetodontidae
   Spesies    : Scatophagus argus
   Ina        : Ikan scat tutul
   Foto       :




26. Familia   : Pomanentridao
   Spesies    : Amphipron dupercuda
   Ina        : Ikan badut




   Foto       :


                             9
27. Familia   : Soleidae
   Spesies    : Cynoclossus lingua
   Ina        : Ikan Lidah
   Foto       :




28. Familia   :-
   Spesies    : Toxotes chatoreus
   Ina        : Ikan sumpit
   Foto       :




29. Familia   : Lactaridae
   Spesies    : Lactarius lactarus
   Ina        : Ikan memreng
   Foto       :




30. Familia   : Sillaginidae
   Spesies    : Sillago sp
   Foto       :




                             10
31. Familia   :-
   Spesies    : Crophis brachyrus
   Ina        : Ikan sisil
   Foto       :




32. Familia   : Cyprinidae
   Spesies    : Hampala ampalong
   Ina        : Ikan tenggango
   Foto       :




33. Familia   : Clariidae
   Spesies    : Clarias olivaceus
   Ina        : Ikan lele




   Foto       :


34. Familia   : --
   Spesies    : Manopterus albus
   Ina        : Belut putih
   Foto       :




                             11
35. Familia   : Anguillidae
   Spesies    : Anguilla australis
   Ina        : Sidat air laut
   Foto       :




36. Familia   : --
   Spesies    : Muraenosox sp
   Ina        : Sidat air tawar
   Foto       :




37. Familia   : Ophiocephalidae
   Spesies    : Opiochephalus striatus
   Ina        : Ikan heruan
   Foto       :




38. Familia   :
   Spesies    : Epinephelus fuscoguttatus
   Ina        : Ikan kerapu
   Foto       :




                           12
Di Gembira Loka
1. Ordo       : Osteoglossiformes
   Familia    : Osteoglossidae
   Spesies    : Arapaima gigas
   Ina        : Arapaima
   Inggris    : Giant arapaima
   Foto       :




2. Ordo       : Siluformes
   Familia    : Pimelodidae
   Spesies    : Pseudoplatyoma fasciatum
   Ina        : Ikan macan
   Inggris    : Tiger catfish
   Foto       :




3. Spesies    : Barbus schwanenfeldi
   Ina        : Kapiat
   Inggris    : Tinfort barb
   Foto       :




4. Ordo       : Osteoglossiformes
   Familia    : Notopteridei


                           13
   Spesies   : Notopterus chitala
   Ina       : Ikan belida
   Inggris   : Feather back
   Foto      :




5. Familia   :-
   Spesies   : Hyposarcus pardalis
   Ina       : Ikan Sapu-sapu
   Foto      :




6. Spesies   : Carssius auratus
   Ina       : Ikan komet
   Inggris   : Gold fish
   Foto      :




7. Spesies   : Pangasius sutchi
   Ina       : Ikan patin
   Inggris   : Siamese shark
   Foto      :




                            14
8. Spesies   : Lamprologus leleupi
   Ina       : Ikan lemon
   Inggris   : Lemon cichild
   Foto      :




9. Ordo      : Cuprinioformes
   Familia   : Cyprinidae
   Spesies   : Balantiocheilos melanopterus
   Ina       : Bala-bala
   Inggris   : Bala shark
   Foto      :




10. Ordo     : Osteoglossiformes
   Familia   : Osteoglossidae
   Spesies   : Scleropages jardini
   Ina       : Arwana
   Inggris   : Northern spotted barramundi
   Foto      :




11. Ordo     : Cypriniformes
   Familia   : Characidae
   Spesies   : Cheirodon axelrodi


                            15
        Ina              : Kardinal tetra
        Inggris          : Cardinal tetra
        Foto             :




D. PEMBAHASAN
  1.   Cara Pembuatan Preparat Awetan Kering Dan Basah
        Preparat Awetan Kering
       a. Mengawetkan Serangga
       Cara:
          1.      Menyediakan alat yaitu jala penangkap
          2.      Menangkap serangga dengan hati-hati supaya tidal merusak
        serangga yang ditangkap
          3.      Serangga yang di dapat dimasukkan ke dalam botol pembunuh
        yang ditutup rapat dengan gabus atau skrup
          4.      Memasukkan KCN yang dibungkus dengan cellucotton atau
        serbuk geraji yang kering setebal 1 cm dan menaruhnya di dasar botol
        tadi dan menambahkan 1 sendok ten KCN atau CaCn2.
          5.      Memsukkan kertas sobek di atad cellucotton untuk menjaga
        supaya serangga yang di masukkan dalam botol tidak rusak.
       b. Mengawetkan Kupu-kupu
        Cara :
          1.      Menangkap kupu-kupu dengan jala penagkap
          2.      Melipatkan sayapnya menjadi 1 ke atas dengan hati-hati
          3.      Mempijit torax kupu-kupu sehingga mati
          4.      Memasukkan kupu-kupu ke dalam kertas papilot ( kertas halus
          yang dibentuk segi empat ) yang ujungnya di lipat.
          5.      Memasukkan kertas papilot dalam spanblok sehingga kupu-
          kupu dapat mati.
          6.      Apabila kupu-kupu belum mati, maka dapat menggunakan
          klorofom yang dipasang dalam spanblok.


                                     16
        7.      Menusuk badannya seca ra vertikal dengan cara carding atau
        staging
        8.      Menyamakan letak jarum dari pangkal sayap dan pinggir sayap
        sebagai patokan
      Pengawetan Preparat Basah
      a. Pengawetan Tumbuhan
      Cara :
      1. Menyiapkan jenis tumbuhan Bryophyt S
      2. Merebus tumbuhan dengan larutan induk ( 50 % asam asetat dan
          CuSo4 denagan perbandingkan 1 bagian induk dan 4 bagian air )
          melarutkan      spesimen    yang   sudah    diencerken    kemudian
          memanaskan sampai mendidih sehingga specimen berubah menjadi
          hijau kekuning-kuningan.
      3. Mendingnkan smpai garam tembaga menjadi warna hijau seperti
          semula.
      4. Mengawetkan spesimen baru dengan larutan etil alkohol 96%, 100
          cc aquades, 100 cc formalin 40%, dan 15 cc asam asetat 5%.
      5. Memasukkan spesimen           yang akan diawetkan dan larutan
          dituangkan ke dalam botol sampai terendam larutan pengawet.
      b. Pengawetan Biota Laut
             Cara :
      1. Membiarkan teripang agar mengembang dan mengeluarkan
          tentakel-tentakelnya di dalam ember yang diisi air laut
      2. Meneetesi larutan mentol atau larutan magnesium sulfat MgSo4
          sedikit demi sedikit dengan hati-hati, supaya teripang terbius dalam
          posisi mengembang.
      3. Mengawetkan binatang tersebut dalam larutan alkohol 70% supaya
          bahan kapurnya tidak larut
      4. Mengawetkan teripang tadi dengan volume air dan alkohol 1: 4
2.   Mendiskripsikan Spesies Pisces
      Di Museum Biologi Universitas Gadjah Mada
      1. Ikan sidat tutul (Gymnothorax favagineus)
                Ikan ini mempunyai tutul yang berwarna coklat di seluruh
          tubuhnya. Memiliki tipe squama etenoid. Dan memiliki tipe pinnae


                                 17
   caudalis diphycercal yang mana columna vertebralis lurus ke arah
   ujung cauda, pinna dari luar atau dari dalam terbagi simetris karena
   spina neuralis dan spina haemalis sama panjang. Tidak memiliki
   operculum.
2. Ikan sidat ( Anguilla sp)
       Memiliki tipe pinnae caudalis diphycercal yang mana columna
   vertebralis lurus ke arah ujung cauda, pinna dari luar atau dari
   dalam terbagi simetris karena spina neuralis dan spina haemalis
   sama panjang . Tidak miliki operculum.
3. Ikan Tongkol (Euthynnus pelamis)
       Memiliki tipe pinnae caudalis homocercal yang mana columna
   vertebralis agak membelok ke dorsal, tetapi spina neuralis
   mengecil, sedang spina haemalis memanjang dan membesar
   membentuk hypuralis, sehingga terbagi asimetri dari dalam dan
   simetri dari luar. Terdapat operculum.
4. Ikan Layur ( Trychiurus savalor )
       Memiliki tipe pinnae caudalis diphycercal yang mana columna
   vertebralis lurus ke arah ujung cauda, pinna dari luar atau dari
   dalam terbagi simetris karena spina neuralis dan spina haemalis
   sama panjang. Memiliki operculum dan kepalanya berbentuk
   moncong. Layur (Trichiurus lepturus) merupakan ikan laut yang
   mudah dikenal dari bentuknya yang panjang dan ramping. Ukuran
   tubuhnya dapat mencapai panjang 2m, dengan berat maksimum
   tercatat 5kg dan usia dapat mencapai 15 tahun. Kegemarannya
   pada siang hari berkeliaran di perairan dangkal dekat pantai yang
   kaya plankton krustasea. Pada waktu malam ikan ini mendekat ke
   dasar perairan.
5. Dusky Flounder (Syacium papillosum)
       Memiliki tipe pinnae caudalis diphycercal yang mana columna
   vertebralis lurus ke arah ujung cauda, pinna dari luar atau dari
   dalam terbagi simetris karena spina neuralis dan spina haemalis
   sama panjang. Letak matanya terletak di bawah depan dan bentuk
   kepalanya pipih gepeng. Memilki operculum.
6. Ikan Hiu Anjing Pasir (Syliorhinus conicula )


                          18
       Memiliki pinnae caudalis yang bertipe protocercal. Protocercal
   merupakan corda dorsalis lurus dan meluas pada ujung cauda,
   bagian dorsal dan ventral hampir terbagi sama. Tipe ini adalah tipe
   yang paling primitif. Letak mata terdapat di bagian bawah. Tidak
   memiliki operculum.
7. Ikan Pisau ( Notuptens)
       Memiliki tipe pinnae caudalis diphycercal yang mana columna
   vertebralis lurus ke arah ujung cauda, pinna dari luar atau dari
   dalam terbagi simetris karena spina neuralis dan spina haemalis
   sama panjang. Memiliki operculum.
8. Ikan Mata Kiri
       Memiliki pinnae caudalis yang bertipe protocercal. Protocercal
   merupakan corda dorsalis lurus dan meluas pada ujung cauda,
   bagian dorsal dan ventral hampir terbagi sama. Tipe ini adalah tipe
   yang paling primitif. Ikan ini memiliki keunikan karena dia
   memiliki mata yang teletak di sebelah kiri. Mempunyai gigi yang
   bergirigi atau tajam dan squama betipe cycloid. Memiliki
   operculum.
9. Ikan Hiu Kepala Martil
       Memiliki     pinnae    caudalis   yang   bertipe   heterocercal.
   Heterocercal merupakan columna vertebralis ke caudal agak
   membelok ke dorsal, sehingga cauda terbagi simetris, baik dari
   dalam maupun luar.
10. Ikan Baung
       Memiliki     pinnae    caudalis   yang   bertipe   heterocercal.
   Heterocercal merupakan columna vertebralis ke caudal agak
   membelok ke dorsal, sehingga cauda terbagi simetris, baik dari
   dalam maupun luar. Memiliki patil yang berguna untuk melindungi
   dirinya dari musuh. Memiliki operculum.
11. Ikan gurami
       Memiliki pinnae caudalis yang bertipe homocercal, namun
   pada ujung ekornya dia tidak membelah menjadi 2 namun
   membentuk kotak. Mempunyai operculum.
12. Ikan Piranha ( Serrasalmus sp)


                             19
       Memiliki tipe pinnae caudalis homocercal yang mana columna
   vertebralis agak membelok ke dorsal, tetapi spina neuralis
   mengecil, sedang spina haemalis memanjang dan membesar
   membentuk hypuralis, sehingga terbagi asimetri dari dalam dan
   simetri dari luar. Terdapat operculum. Mempunyai gigi yang tajam.
13. Ikan Lele Dumbo (Clarias batrachus)
       Memiliki pinnae caudalis yang bertipe protocercal. Protocercal
   merupakan corda dorsalis lurus dan meluas pada ujung cauda,
   bagian dorsal dan ventral hampir terbagi sama. Tidak memiliki
   operculum. Dan memiliki patil yang mempunyai fungsi untuk
   melindungi diri dari musuhnya. Ikan ini dapat dikonsumsi untu
   masyarakat dan dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
14. Ikan Mujaer ( Tilapia mussambica )
       Memiliki pinnae caudalis yang bertipe homocercal yang mana
   columna vertebralis agak membelok ke dorsal, tetapi spina neuralis
   mengecil, sedang spina haemalis memanjang dan membesar
   membentuk hypuralis, sehingga terbagi asimetri dari dalam dan
   simetri dari luar. , dan memiliki squama yang bertipe cycloid.
15. Ikan Pari ( Dasyatis sp )
       Ikan bertulang rawan yang mempunyai bentuk tubuh gepeng
   melebar dimana sepasang sirip dadanya melebar dan menyatu
   dengan sisi kiri-kanan kepalanya, sehingga tampak atas atau
   tampak bawahnya terlihat bundar atau oval. Ikan pari umumnya
   mempunyai       ekor    yang   sangat   berkembang    (memanjang)
   menyerupai cemeti. Pada beberapa spesies, ekor ikan pari
   dilengkapi duri penyengat sehingga disebut 'sting-rays', mata ikan
   pari umumnya terletak di kepala bagian samping. Posisi dan bentuk
   mulutnya adalah terminal (terminal mouth) dan umumnya bersifat
   predator. Ikan ini bernapas melalui celah insang yang berjumlah 5-
   6 pasang. Posisi celah insang adalah dekat mulut di bagian bawah
   (ventral). Ikan pari jantan dilengkapi sepasang alat kelamin yang
   disebut "clasper" letaknya di pangkal ekor. Ikan pari betina
   umumnya berbiak secara melahirkan anak (vivipar) dengan jumlah
   anak antara 5-6 ekor.


                           20
16. Aoronthron reticularis
       Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga
   pemijahannya tergolong mudah. Induk jantan mempunyai warna
   yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih
   panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di
   belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa
   sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk,
   warna yang kurang cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa
   sirip yang halus.
17. Lepu Tembaga (Scynanccia horrida)
       Lepu adalah sekelompok spesies ikan laut yang beracun yang
   tergabung dalam genus Pterois, Parapterois, Brachypterois, Ebosia
   atau Dendrochirus dari keluarga Scorpaenidae. Lepu merupakan
   spesies predator. Ketika berburu, mereka akan menyudutkan
   buruannya dengan sirip besarnya dan dengan refleks cepatnya
   mereka menekan buruannya sekaligus. Lepu dikenal karena
   durinya yang panjang dan memiliki warna merah, coklat, oranye,
   kuning, hitam atau putih berselang-seling. Kelompok ikan ini
   diklasifikasikan sebagai sebuah subfamili (Pteroinae) atau sebuah
   suku di bawah Scorpaeninae (Pteroini).
18. Ikan Bendera (Zanclus canoscens)
       Ikan kepe-kepe umumnya berukuran kecil, kebanyakan
   panjangnya 12 sampai 22 cm. Spesies terbesar, kepe-kepe bergaris
   dan kepe-kepe pelana, C. ephippium, tumbuh hingga 30 cm.
   Namanya merujuk pada tubuh yang berwarna terang dan berpola
   mencolok pada banyak spesies, dengan sentuhan warna hitam,
   putih, biru, merah, jingga, dan kuning. Namun beberapa spesies
   berwarna biasa saja. Banyak kepe-kepe yang 'bintik mata' di sisi
   tubuhnya serta pita gelap yang melewati mata mereka, mirip pola
   yang terlihat di sayap kupu-kupu. Tubuhnya yang bulat pipih
   mudah dikenali di melimpahnya kehidupan terumbu karang,
   sehingga orang mengira bahwa warna mencolok itu dimaksudkan
   untuk komunikasi antarspesies. Ikan kepe kepe sirip punggung



                             21
   tidak terbagi-bagi, sirip ekornya membulat atau nampak terpotong
   tapi tidak bercabang.
19. Ikan Iga Atau Tiger Fish ( Datnioides microlepis)
       Ikan jenis ini mempunyai ciri squama pada gurat sisi 105,
   terdapat 6 pita warna pada ikan muda maupun dewasa, tidak
   terdapat bintik hitam pada operculum.
20. Ikan Gebel Asli (Platax pinnatus)
       Platax pinnatus, juga dikenal sebagai batfish Dusky atau Red
   Batfish. Merupakan ikan dari barat Pasifik yang kadang-kadang
   disimpan di akuarium laut . Sebagai masih kecil itu berwarna
   coklat dengan oranye menguraikan stripe seluruh tubuhnya. Ikan
   ini tumbuh ke ukuran maksimum 45cm.
21. Ikan Sidat Tutul ( Scatophagus argus)
       Ikan ini dipelihara untuk penampilan mereka dan perilaku aneh,
   khususnya dalam struktur tubuh mirip dengan terkenal ikan diskus
   Berbeda dengan halus air tawar diskus cichlids , yang scats keras
   adalah ikan payau dan air laut yang mentolerir air tawar hanya
   ketika muda. Sebagai bayi mereka hidup di lingkungan air tawar,
   tetapi pada saat jatuh tempo mereka pindah ke lingkungan air asin.
   Karena mereka tidak hidup di beriklim air, mereka membutuhkan
   setidaknya sedikit kehangatan (21C sampai 28C). Sebagai seorang
   muda mereka tidak mungkin memerlukan akuarium besar tetapi
   mereka dapat tumbuh besar, begitu besar akuarium dengan air asin
   adalah jauh lebih suka untuk ikan ini. Jenis ini cukup damai jika
   diberikan ruang yang cukup. Tapi kadang-kadang mereka
   mengganggu spesies lainnya.
22. Ikan Badut ( Amphipron dupercuda)
       Ikan giru atau lebih dikenal dengan sebutan ikan badut adalah
   ikan dari anak suku Amphiprioninae dalam suku Pomacentridae.
   Ada dua puluh delapan spesies yang biasa dikenali, salah satunya
   adalah genus Premnas, sementara sisanya termasuk dalam genus
   Amphiprion. Mereka tersebar di lautan Pasifik, Laut Merah, lautan
   India, dan karang besar Australia.



                           22
       Di alam bebas mereka bersimbiosis dengan anemon laut.
   Anemon akan melindungi Ikan badut dari pemangsa dan Ikan
   badut akan membersihkan Anemon dengan memakan sisa - sisa
   makanan Anemon. Ikan badut berwarna kuning, jingga, kemerahan
   atau kehitaman. Spesies terbesar mencapai panjang 18 cm,
   sementara yang terkecil hanya 6 cm.
23. Ikan Lidah ( Cynoclossus lingua )
       Ikan ini hidup di air laut tetapi ada juga yang hidup di air tawar.
   Kedua mata terletak di samping kiri badan, tidak memiliki sirip
   dada, hanya terdapat sirip punggung yang menyatu dengan sirip
   belakang dan ekor. Jenis ikan ini mempunyai mulut sempit dan gigi
   pada sebelah badan yang tidak berwarna.
24. Ikan sumpit ( Toxotes chatoreus)
       Ikan pemanah atau ikan sumpit, habitat hidup di air tawar,
   terdapat operculum dan terdapat sirip pada dada, perut, dan
   ekornya. Untuk mendapatkan makanan ia menyemprotkan air pada
   hewan-hewan kecil, seperti laba-laba, capung, dan lalat yang
   bergantung pada ranting atau daun yang ada di atas permukaan air.
25. Ikan memreng (Lactarius lactaru)
       Kepala dan badan tertutup oleh spinula kecil; organ nasal
   membentuk dua selaput membran; badan coklat kehijauan dengan
   beberapa bintik-bintik kecil putih di bagian punggung, ke bagian
   perut menjadi putih dengan strip melengkung; dasar sirip dada dan
   bukaan insang dilingkari bergantian garis hitam dan putih;
   mencapai ukuran 48 cm. Indo-Pasifik
26. Ikan lele ( Clarias olivaceus )
       Ikan ini dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak
   bersisik, dengan sirip punggung dan siripanus yang juga panjang,
   yang terkadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak
   seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di bagian
   atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung
   moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels)
   yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga
   memiliki alat pernafasan tambahan berupa modifikasi dari busur


                            23
   insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam,
   pada sirip-sirip dadanya.
27. Ikan belut ( Monopterus albus )
       Belut (Monopterus albus) merupakan ikan darat dari keluarga
   Synbranchidae dan tergolong ordo Synbranchiodae, yaitu ikan
   yang tidak mempunyai sirip atau anggota lain untuk bergerak.
   Belut mempunyai ciri-ciri badan bulat panjang seperti ular tetapi
   tidak bersisik, dan kulitnya licin mengeluarkan lendir. Matanya
   kecil hampir tertutup oleh kulit. Giginya juga kecil runcing
   berbentuk kerucut dan bibir berupa lipatan kulit yang lebar di
   sekeliling mulutnya. Belut mempunyai sirip punggung, sirip dubur,
   dan sirip ekor yang sangat kecil, sehingga hampir tidak terlihat
   oleh mata.
28. Ikan sidat air tawar ( Muraenosox sp)
       Ikan sidat adalah jenis karnivora (pemakan ikan) yang memiliki
   sifat katadromos, yaitu awalnya berkembang biak di laut dan
   selanjutnya    mencari      perairan     umum     (air    tawar)   untuk
   membesarkan diri. Sifat itu membuat ikan sidat sulit beradaptasi
   dan mengubah pola makan di habitat baru kolam air tawar. Tingkat
   pertumbuhan
29. Ikan gabus atau haruan ( Opiochephalus striatus )
       Badan ikan ini memiliki ciri-ciri tubuh hampir bulat panjang ,
   makin kebelakang makin pipih dan ditutupi oleh sisik yang
   berwarna      hitam    dengan      sedikit     belang     pada     bagian
   punggungnya,sedangan          perutnya       bewarna     putih.    Secara
   morfologis, bagian depan (anterior) ikan ini berbentuk silindris dan
   pipih pada bagian belakangnya (posterior). Kepala gepeng dan
   bagian dorsal berbentuk cembung apabila tampak dari samping.
   Sirip punggung memanjang mulai dari arah belakang sirip dada
   sampai kearah ekor (hampir sejajar dengan anus). Terdapat 52-57
   sisik pada gurat sisi, ada 4-5 sisik antara gurat sisi dan pangkal jari-
   jari sirip punggung bagian depan. Ikan gabus memiliki bentuk ekor
   Diphycercal, mirip bentuk ekor ikan lele. Bentuk mulut yaitu baris-
   baris gigi dan tidak bertaring.


                            24
Di Gembira Loka
1. Arapaima ( Arapaima gigas )
       Memiliki pinnae caudalis yang bertipe homocercal. Arapaima
   merupakan ikan besar dan primitif dari lembah sungai Amazon.
   Arapaima adalah anggota terbesar dari famili Osteoglossidae atau
   ikan berlidah tulang dan merupakan ikan air tawar terbesar. Jenis
   strugeon dan beberapa catfish saja yang mampu menandingi
   ukurannya. Panjang dapat mencapai 2-3 m. Badannya panjang
   berkelok, sedangkan sirip punggung dan sirip belakangnya terletak
   jauh kebelakang. Sisik-sisik dibadan besar dan tebal, mulutnya
   tidak menonjol ke depan. Bagian depan badannya berwarna hijau
   perunggu tetapi dekat ekor tedapat bercak-bercak jingga dan hijau.
       Arapaima peka terhadap rangsangan termasuk rangsangan
   ultrasonik. Dalam sistem reproduksinya, arapaima pada masa
   berkembang biak ikan jantan dan betina mencari tempat berpasir,
   kemudian membuat sarang. Ikan jantan aka menjaga telur-telur
   tersebut. Arapaima gemar makan ikan sebangsa ikan lele.
   Habitatnya arapaima hidup di perairan gelap, dan dengan suhu 200 -
   300c.
2. Ikan Macan (Pseudoplatyoma fasciatum)
       Ikan ini mempunyai kepala yang panjang, yang rata di depan
   dan seperti paruh bebek. Disekitar mulut terdapat 3 pasang mata
   kail atau sungut yang panjang, tajam di depan dan keras. Panjang
   mencapai 70 cm, badan langsing, hanya di bagian sampng agak
   sedikit pipih. Warna coklat pudar dengan geretan membagi. Warna
   dasar tertutp oleh warna hitam atau coklat tua terbentuk sadel
   pelana membalut dan sedikit noda, yang mana kadang-kadang
   tersusu dalam garis. Pada siri-sirip juga terdapat noda-noda hitam.
   Habibat ikan ini adalah menyukai tempat yang banyak terdapat
   batu-batuan dan akar-akaran untuk tempat bersembunyi. Suhu air
   mencapai 20-260c.
3. Ikan Belida ( Notopterus chitala)
       Ikan ini terrmasuk ikan air tawar yang hidup di sungai, danau
   dan rawa-rawa. Belida juga termasuk sekelompok kecil ikan


                          25
   primitif. Bentuk badannya memanjang, pipih dan mempunyai sisik-
   sisik yang kecil dan halus. Sirip punggungnya kecil dan sisik perut
   tidak tumbuh dan tubuhnya hitam pudar dibagian punggung dan
   putih keperakan di bagian bawahnya. Dibagian tubuhnya terdapat
   semacam tanda elips berwarna hitam.
4. Ikan Sapu-sapu ( Hyposarcus pardalis )
       Badan ikan sapu-sapu memiliki ciri-ciri tubuh memanjang yang
   berwarna coklat gelap yang tertutupi oleh sisik yang sangat tebal,
   sehingga pada bagian kepala sangat keras berbentuk besar, luas,
   dan datar. Pada bagian perut dengan pelat bertulang besar, ditutupi
   dengan bintik-bintik putih besar yang tidak beraturan. Pada bagian
   mata yang berukuran kecil dan terletak dibagian permukaan atas
   kepala. Bagian mulutnya terletak di bawah kepala, mempunyai ciri
   khas sebagai mulut penghisap dan memiliki gigi yang tajam dan
   berduri. Perbedaan yang nyata untuk mengetahui antara ikan sapu-
   sapu jantan dan betina antara lain; pada ikan sapu-sapu jantan
   dewasa memiliki proyeksi dan depresi dibagian kepala sehingga
   memiliki tanduk, sedangkan pada ikan sapu-sapu betina memiliki
   ciri khas kepala yang bulat dan halus. Sirip adiposa mempunyai
   sebuah tulang belakang sedangkan sirip punggung duri memiliki
   jari-jari lunak yang berjumlah 7-9 dan sirip anal duri memiliki jari-
   jari lunak yang berjumlah 3-5. Sirip punggung dapat berdiri tegak
   pada saat ereksi.
5. Ikan Komet (Carssius auratus)
       Ikan Komet itu masih satu family dg ikan emas/koi yang
   membedakan itu ekornya lebih panjang dan bentuk badannya agak
   membulat tapi tak sebulat ikan mas koki. Ikan komet itu termasuk
   ikan mas (Carassius auratus) sama seperti ikan maskoki. Cuma
   bedanya ikan komet itu jenis yg berekor tunggal sedangkan
   maskoki itu ekornya ganda. Dari bentuk badan komet juga
   memanjang dan bisa bergerak cepat seperti komet sedangkan
   maskoki kebanyakan badannya membulat dan renangnya lambat.
6. Ikan Patin (Pangasius sutchi)



                          26
       Sebagai keluarga Pangasidae, ikan ini tidak membutuhkan
   perairan yang mengalir untuk “membongsorkan“ tubuhnya. Pada
   perairan yang tidak mengalir         dengan kandungan oksigen
   rendahpun sudah memenuhi syarat untuk membesarkan ikan ini.
   Ikan patin berbadan panjang untuk ukuran ikan tawar lokal, warna
   putih seperti perak, punggung berwarna kebiru-biruan. Kepala ikan
   patin relatif kecil, mulut terletak di ujung kepala agak di sebelah
   bawah (merupakan ciri khas golongan catfish). Pada sudut
   mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi
   sebagai peraba.
7. Ikan Lemon ( Lamprologus leleupi)
       Ikan kedua yang aku pelihara, yaitu ikan lemon. Mungkin
   dikatain begitu karena sekujur tubuhnya warnanya kuning kayak
   lemon,, Nama latinnya Neolamprologus leleupi,, lebih akrab
   disebut leleupi berasal dari danau Tangayika, Afrika. Di habitat
   aslinya, ikan ini hidup di pH tinggi, sekitar 7.8 sampai 9.0 dan suhu
   sekitar 25°C – 30°C.
8. Bala-Bala ( Balantiocheilos melanopterus )
       Jenis ikan yang tahan hidup, gigi tidak berada dirahangnya,
   namun terdapat ditenggorokkan. Karakteristik lainnya termasuk
   adanya sungut, Tubuhnya berbentuk         oval memanjang, bagian
   kepala meruncing warna keperak-perakkan mengkilap bagian atas
   nampak gelap sedangkan bagian perut nampak terang. Sirip
   punggung meruncing seperti tanduk, sirip ekor bertipe homocercal,
   sirip anal dan sirip perut meruncing. Ukuran tubuhnya dapat
   mencapai panjang 36 cm. Habitat ikan ini terdapat diperairan tawar
   yang beriklim sedang cukup terlindung oleh sinar matahari, ikan
   tersebar dari Indonesia sampai Cina hingga sumatera dari
   Kalimantan.
9. Ikan Arwana (Scleropages jardini)
       Ikan ini berasal dari Asia Tenggara dan Australia. Bentuk
   badannya memanjang dengan potongan melintang pipih. Punggung
   hampir lurus datar yaitu mulai dari moncongnya sampai sirip
   punggung, celah mulut lebar menghadap ke arah atas depan dan


                          27
            pada ujung dagunya terdapat sepasang sungut. Sirip punggung
            terletak jauh di belakang, berseberangan dengan sirip dubur dan
            mencapai delat pangkal sirip ekor pada umumnya bagian perut
            berwarna keperak-perakan dengan bagian belakang kehijau-
            hijauan. Lingkungan asli ikan ini adalah sungai yang dasarnya
            tidak berbatu dan berarus sedang atau lambat, juga dapat
            ditemukan di danau.
      10. Kardinal Tetra (Cheirodon axelrodi)
               Merupakan jenis ikan hias air tawar yang termasuk keluarga
            characin (famili Characidae, ordo Characi formes). Warnanya yang
            cerah membuat jenis ikan ini dapat terlihat pada perairan sungai
            pedalaman yang gelap dan hal ini merupakan salah satu sebab
            populernya jenis ikan ini sebagai ikan hias. Neon tetra memiliki
            warna yang cerah, terdapat garis horizontal berwama biru-hijau
            sepanjang kedua sisi ikan mulai dari hidung hingga bagian depan
            ekor dan warna kemerah-merahan sepanjang setengah bagian
            posterior bawah tubuh.
3.   Perbandingan Spesies Pisces di Museum Biologi dan di Gembira
     Loka




                                     28
E. KESIMPULAN
       Dari hasil observasi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa :
  1.   Cara pembuatan preparat ada dua macam yaitu preparat basah dan
       preparat kering
  2.   Di museum biologi terdapat bermacam macam spesies ikan
       diantaranya Ikan sidat tutul (Gymnothorax favagineus), Ikan Tongkol
       (Euthynnus pelamis), Ikan Layur ( Trychiurus savalor ), Ikan Hiu
       Anjing Pasir (Syliorhinus Conicula ), Ikan Pisau ( Notuptens), Ikan
       Lidah ( Cynoclossus lingua) dan lain-lain
  3.   Sedangkan di kebun binatang gembira loka terdapat macam spesies
       diantaranya Arapaima ( Arapaima gigas ), Ikan Belida( Notopterus
       chitala), Ikan Sapu-sapu ( Hyposarcus pardalis ), Ikan Komet
       (Carssius auratus), Ikan Lemon ( Lamprologus leleupi) dan lainnya.




                                 29
                           DAFTAR PUSTAKA




 Anonim, 2002. Laporan Tahunan. Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi
   Kalimantan Selatan.
 Adriani, M. 1995. Kualitas Air Rawa. Fakultas Perikanan Jurusan
 Budidaya Perairan Universitas Lambung Mangkurat.
 Chairuddin, Gt. 1977. Sungai Negara Hulu Sungai Selatan. Lembaga
   Penelitian Universitas lambung Mangkurat.
 __________. 1995. Beberapa Komoditas Penting Perairan Rawa. Fakultas
   Perikanan Universitas lambung Mangkurat.
 Mangalik, A. 1997. Pemijahan Ikan Gabus Skala Laboratorium. Fakultas
   Perikanan Universitas Lambung Mangkurat.




                                   30

								
To top