C
INDOSURYA Morning Call 07-Sep-10
World Equity Index ∆% Currencies ∆% Commodities ∆%
JCI 3,164.28 0.00 USD 8,989.00 -0.26 Crude Oil (US$/barel) 74.18 -0.93
DJIA 10,447.93 0.00 EUR 11,587.28 0.20 Gold (US$/Troy Oz) 1,251.50 0.42
S&P 500 1,104.51 0.00 GBP 13,897.91 -0.02 Natural Gas 3.90 3.17
Nasdaq 2,233.75 0.00 AUD 8,229.89 0.25 Silver (US$/Troy Oz) 19.64 1.45
FTSE 100 5,439.19 0.20 CAD 8,642.87 0.99 Tins (US$/Metric Ton 21,450.00 -0.46
Nikkei 225 9,301.32 2.05 JPY/100 10,651.12 -0.30 Nickel (US$/Metric Ton) 21,875.00 1.96
Hang Seng 21,355.77 1.83 SGD 6,687.76 -0.04
KOSPI 1,792.42 0.70
JCI Sectoral Index
Close ∆% Close ∆% Close ∆%
Agri 1,797.21 1.44 Property 169.97 0.59 LQ-45 607.20 1.55
Mining 2,334.19 1.90 Infrastructure 770.08 0.57 JII 495.20 1.55
Basic-Ind 368.48 0.25 Finance 408.20 1.57 MBX 933.40 1.61
Misc-Ind 925.15 4.84 Trade 345.33 3.55 DBX 415.91 2.23
Consumer 1,085.76 1.05 Manufacture 798.08 1.99
Total Transaksi Bursa ∆% Transaksi Asing ∆% Reksa Dana NAB/Unit 7D ∆% 30D ∆%
Market Cap (Rp. Tr) 2,699.46 1.70 Beli Vol. (M. Shares) 576.38 51.97 Indosurya Balanced Fund 1,288.79 0.81 -0.35
Volume (M. Shares) 2,967.29 -22.14 Value (Rp. B) 1,799.55 69.89 Indosurya Equity Fund 1,268.74 1.20 0.11
Value (Rp. B) 4,036.86 14.45 Jual Vol. (M. Shares) 208.46 -32.82
Value (Rp. B) 712.85 -20.10
Indosurya Global Analysis
Suplai gandum dunia masih cukup, tidak perlu panik
Suplai gandum dunia akan mampu mencukupi kebutuhan sehingga tidak perlu panik. Pasar global memiliki cadangan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan gandum. Rusia mulai menahan ekspor
gandumnya mulai 15 Agustus 2010. Rencananya, penahanan ekspor itu akan dilakukan hingga akhir tahun ini. Tapi, pada awal bulan September ini, PM Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa
penahanan ekspor gandum tersebut akan dilanjutkan hingga panenan gandum tahun depan. Harga kontrak gandum untuk pengiriman November naik 0,8% pada pada perdagangan kemarin. Naiknya
harga gandum ini tidak akan menjadi status krisis global.
Bursa global kian bergerak positif
Optimisme pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dunia kian tinggi. Hal ini terlihat dari pergerakan saham-saham di bursa global yang mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut juga mendongkrak
MSCI World Index ke level tertinggi dalam sebulan terakhir. MSCI World Index merupakan gabungan bursa saham dari 24 negara maju. Pada penutupan sebelumnya, indeks bursa global mengalami
kenaikan 0,4%. Sedangkan, bursa AS tidak beroperasi karena Labor Day Holiday. Pelaku pasar harus mengetahui kalau saat ini ekonomi AS bergerak ke arah pemulihan. Sejumlah sentimen positif
berpengaruh banyak terhadap pergerakan indeks. Di Inggris, data tingkat produksi pabrik tumbuh mencapai rekor pada Q3-2010. Selain itu, IMF mengatakan, negara-negara yang tergabung dalam
kelompok G20 optimistis bahwa saat ini perekonomian global sudah masuk pada masa pemulihan.
Harga emas diperkirakan akan mengalami kenaikan
Diperkirakan harga rata-rata emas tahun depan naik sebesar 12%. Tahun depan, harga emas diestimasi akan mencapai US$ 1.400/troy onz. Sedangkan untuk 2012, harga rata-rata emas akan
mencapai US$ 1.600/troy onz. Harga emas akan melonjak 10x berturut-turut pada tahun ini seiring dengan kecemasan mengenai dampak program stimulus ekonomi yang diluncurkan Pemerintah AS
serta adanya peningkatan permintaan dari China. Pasar emas bereaksi secara ekstrem dan positif atas utang Pemerintah di masa lalu. Selain itu, semakin bertambahnya investor China juga kian
memperkuat pasar emas. Tingginya permintaan emas dari China akan dirasakan oleh pasar global.
Indosurya Market Analysis
Permintaan semen bisa turun, terhalang lebaran
Kebutuhan semen diperkirakan akan terhalang libur Lebaran. Di bulan September, permintaan semen bisa turun sekitar 5% - 10%. Hal ini disebabkan truk pengangkut barang produksi tidak boleh
melintas jalan raya seminggu sebelum dan sesudah Lebaran. Meski begitu, hal ini tak akan mempengaruhi permintaan semen total di Q3-2010. Permintaan semen diprediksi akan kembali meningkat Q4-
2010, mencapai 5%. Peningkatan ini biasanya didongkrak oleh proyek properti yang ingin memperbaiki kinerja perusahaan di akhir tahun. Diperkirakan permintaan semen tahun ini akan tembus 40,7 juta
ton, naik 6% dibanding dengan penjualan semen 2009 sebanyak 38,4 juta ton. Sejak Januari hingga saat ini harga semen tak bergerak banyak, sekitar Rp 900.000/ton. Para produsen enggan
meningkatkan harga jual akibat persaingan yang ketat.
Kenaikan GWM Primer dirasakan akan mengurangi ekspansi kredit
Beleid baru BI yang menaikkan GWM Primer perbankan dari 5% menjadi 8% membuat biaya dana perbankan bertambah. Sejumlah bank mulai berhitung berapa tambahan dana yang harus mereka
setor ke BI. Kenaikan GWM Primer justru dirasa kontraproduktif karena mengurangi ekspansi kredit perbankan. Sebab, semakin tinggi GWM, semakin banyak dana bank yang tertahan di BI. Oleh karena
itu, biaya yang harus dikeluarkan perbankan menjadi lebih tinggi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan bank untuk menutup biaya kenaikan GWM tersebut. Misalnya, bank yang memiliki margin cukup
besar bisa mengurangi keuntungannya untuk menutup kenaikan GWM tersebut. Tapi, bank yang marginnya tipis, mau tidak mau biaya dananya bakal naik dan akhirnya dibebankan ke bunga kredit.
Cara lain untuk menambal beban kenaikan GWM ini dengan meningkatkan pendapatan nonbunga.
Pertumbuhan ekonomi Q3-2010 diharapkan lebih baik dibanding Q1 & Q2 - 2010
Pemerintah harapkan pertumbuhan Q3-2010 bisa lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan pada Q1 dan Q2. Pertumbuhan ekonomi pada Q3 ini akan didorong oleh belanja Pemerintah. Belanja
Pemerintah yang selama ini memberikan pertumbuhan negatif diharapkan pada September ini mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif. Selain dipicu belanja Pemerintah, pengeluaran masyarakat
yang tinggi karena bulan puasa turut mendorong pertumbuhan pada Q3 ini. Sedangkan untuk ekspor, walaupun ada tren agak melambat pada Juli dan Agustus, tetapi diharapkan masih bisa positif pada
Q3. Kita melihat ekspor, walau melambat pada Juli dan kemungkinan Agustus juga, tapi tetap positif. Dengan demikian, diperkirakan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun bisa melebihi target dalam
APBN-P 2010 sebesar 5,9%. Pertumbuhan ekonomi pada Q3 ini ditopang dari faktor investasi, ekspor, dan belanja. Walaupun impor sempat tinggi pada bulan Juli ini, tetapi masih positif karena barang
yang masuk ke Indonesia merupakan barang modal.
Daily Our View Stock Action
Code Open High Low Close S1 S2 S3 Pivot R1 R2 R3 ∆%
WIKA 600 620 590 610 590 575 560 605 620 635 650 1.67
SGRO 2,700 2,775 2,700 2,750 2,688 2,656 2,613 2,731 2,763 2,806 2,838 1.85
INDF 4,575 4,850 4,575 4,850 4,575 4,438 4,300 4,713 4,850 4,988 5,125 6.59
LSIP 9,350 9,650 9,350 9,600 9,325 9,188 9,025 9,488 9,625 9,788 9,925 2.67
ADRO 1,850 1,950 1,850 1,920 1,835 1,793 1,735 1,893 1,935 1,993 2,035 4.35
UNTR 19,000 19,400 19,000 19,350 18,975 18,788 18,575 19,188 19,375 19,588 19,775 2.11
UNVR 16,300 16,450 16,200 16,450 16,250 16,100 16,000 16,350 16,500 16,600 16,750 1.23
PGAS 3,800 3,900 3,750 3,850 3,750 3,675 3,600 3,825 3,900 3,975 4,050 1.32
ASII 50,200 52,450 50,200 52,400 50,175 49,063 47,925 51,313 52,425 53,563 54,675 4.80
BJBR 1,350 1,380 1,350 1,360 1,340 1,330 1,310 1,360 1,370 1,390 1,400 1.49
Reza Priyambada
Investment Marissa Rahmatwati
& manajerinvestasi@indosurya.net / indosurya_securities@yahoo.com
Research
Division PT Asjaya Indosurya Securities does not give any warranty in relation to the accuracy, completeness and reliability of this report as it only expresses his/her personal views. This report is prepared for internal use and the clients of PT Asjaya
T 021-57905068 Indosurya Securities only. PT Asjaya Indosurya Securities does not responsible for any transaction with regard to any recommendation mentioned in this report. The final desicion in in your hands. Please learned of risk & return first before making
F 021-57905069 an investment.
Your Investment Partner 1
INDOSURYA Morning Call
KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH INDONESIA
KURVA YIELD OBLIGASI KORPORASI INDONESIA
MORNING GOVERNMENT & CORPORATE BOND REVIEW
Sumber: www.ibpa.co.id
Harga Benchmark Obligasi Pemerintah Harga Obligasi Korporasi Teraktif
Seri Kupon (%) Harga ∆% Seri Harga Rating Maturity Kupon (%)
FR0027 9.50 107.60 0.09 Bank Panin II C 2007 103.30 idAA- 19-Jun-14 11.00
FR0031 11.00 118.80 -0.38 Bank BTN XIII B 2009 106.20 idAA- 29-May-13 12.00
FR0040 11.00 118.67 -0.07 Astra S. Finance IX F 2008 100.03 idAA- 06-Sep-11 10.30
FR0052 10.50 111.68 0.05 Sarana Multigirya F III B 2010 100.20 AA(idn) 08-Jul-13 9.75
FR0050 10.50 109.33 -0.67 Eximbank I B 2010 100.20 idAAA 08-Jul-13 8.85
Indosurya Bond & Sukuk Market Analysis
MEDC kembali umumkan hasil pemeringkatan kembali obligasinya
PT Medco Energy International Tbk (MEDC) mengumumkan hasil pemeringkatan kembali obligasi II MEDC 2009 seri A dan seri B yang masing-masing akan jatuh tempo pada 17 Juni 2012 dan 17 Juni
2014 dari Pefindo. Lembaga pemeringkat tersebut memberikan rating idAA- (Double A Minus, Negative Outlook ). Sebelumnya, pada 22 Desember 2009, Pefindo juga telah menetapkan rating atas
obligasi MEDC II 2009 Seri A senilai Rp 513,5 miliar dan Seri B senilai Rp 986,5 miliar di posisi AA-.
Pemerintah berencana menerbitkan SBN dan SBSN kembali
Pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) 7x lagi hingga November 2010 untuk meraih dana sebesar Rp23,17 triliun dari pasar domestik. Agenda penerbitan surat berharga itu sejalan
dengan asumsi defisit anggaran yang lebih rendah dari tahun sebelumnya sehingga target penerbitan pada 2010 dikurangi dari semula Rp 178 triliun menjadi Rp 162,37 triliun. Angka penerbitan yang
sekarang sudah mencapai Rp 139,2 triliun (85,72%) sehingga kurangnya Rp 23,17 triliun akan diterbitkan sampai November. Sisa pemenuhan pembiayaan ini, bisa diselesaikan lebih awal karena hanya
dilakukan 2x namun karena melihat faktor benchmarking maka Pemerintah akan mengeluarkannya sebanyak 6x di mana setiap bulannya 2x. Sementara 1x penerbitan lainnya untuk surat berharga
syariah negara (SBSN/ sukuk) yang akan dilakukan pada September ini.
Obligasi Astra Sedaya Finance IX 2008 telah jatuh tempo
Obligasi Astra Sedaya Finance IX Tahun 2008 dengan nilai emisi sebesar Rp 68 miliar telah jatuh tempo pada 6 September 2010. Terhitung mulai hari ini, obligasi tersebut tidak tercatat dan tidak dapat
diperdagangkan lagi melalui BEI atau dilaporkan perdagangannya melalui sarana yang disediakan oleh BEI. Pelunasan pokok obligasi atau pembayaran bunga obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku
Agen Pembayaran atas nama emiten yang diatur dalam perjanjian agen pembayaran kepada pemegang obligasi melalui pemegang rekening sesuai jadwal.
Your Investment Partner 2
INDOSURYA Morning Call
Head Office :
Grha Surya
Komp. Taman Perkantoran Kuningan
Jl. Setiabudi Selatan I Kav. 9. Jakarta 12920. Indonesia
Telp : 021 – 5790 5068
Fax : 021 – 5790 4859
Website: www.indosurya.net
Branch Office :
Jakarta Branch : Medan Branch :
Grha Kencana Lt. 2 West Plaza Lt. 5
Jl. Perjuangan No. 88 Kebon Jeruk. Jl. Diponegoro No. 16 Medan 20152
Jakarta Barat Telp : 061 – 455 8545
Telp : 021 – 5365 0385 Fax : 061 – 457 5548
Fax : 021 – 5366 0695
Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok J No. 5 Surabaya Branch :
Jl. Letjend. Suprapto. Jakarta Pusat 10640 Indosurya Tower Lt. 2
Telp : 021 - 4288 3322 Jl. Basuki Rahmat 75. Surabaya
Fax : 021 - 4288 0268 Telp : 031 – 535 3333
Padang Branch : Solo Branch :
Jl. Belakang Olo No. 35A, Padang Jl. Slamet Riyadi No. 401
Telp : 0751 – 841 845 Surakarta 57139
Fax : 0751 – 841 894 Telp : 0271 – 711 958
Fax : 0271 - 737 477
Palembang Branch :
Jl. Letkol. Iskandar No. 762. Palembang
Telp : 0711 – 373 666
Fax : 0711 - 367 149
kkkkkkkkkkk Your Investment Partner 3