RKP tahun 2010 Dan RPJMN 2010-2014
BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI
RAKERKESDA PROV KALTIM 5 MARET 2009
Pemanfaatan Riskesdas untuk Kebijakan & Perencanaan
INPUT KEBIJAKAN
PERENCANAAN
Prevalensi Gizi Balita (BB/U)
40
35
Prevalensi (%)
Target prevalensi Gizi Buruk+Kurang, 2015 (20%)
30
25
23.2
14,5 14,8
24.5
18.4
13
20
15
10
5
8,7
9,7
0
5,4
Susenas '03
Gizi buruk
Susenas'05
Riskesdas '07
Gizi Kurang
Abas
Gizi bur-kur Terbanyak (Nas: 18,4%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aceh Tenggara, NAD Rote Ndao, NTT Kepulauan Aru, Maluku Timor Tengah Selatan, NTT Simeulue, NAD Aceh Barat Daya, NAD Mamuju Utara, Sulbar Tapanuli Utara, Sumut Kupang, NTT Buru, Maluku 48.7 40.8 40.2 40.2 39.7 39.1 39.1 38.3 38.0 37.6
Gizi bur-kur Kaltim (Riskesdas)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pasir Kutai Barat Kutai Kartanegara Kutai Timur Berau Malinau Bulungan Nunukan Panajam Pasir Utara Balikpapan 28.2 17.1 22.0 14.6 13.6 19.6 31.7 26.5 14.3 13.7
Gizi bur-kur Kaltim (Riskesdas)
11 Samarinda 12 Tarakan 13 Bontang Kalimantan Timur (rata2)
22.6 17.5 15.9 19.3
Tempat Persalinan: Lima Provinsi
Cakupan Imunisasi
Jenis BCG Total (%) 86,9 Terburuk (%) 73,2 (Sulbar) Terbaik (%) 100 (Yogya) 98.8 (Bali)
Polio-3 DPT-3
HB-3 Campak
71,0 67,7
62,8 81,6
47,9 (Sulbar) 44,4 (Sulbar)
42,4 (Sulbar) 62,5 (Banten)
96,1 (Yogya) 89,8 (Yogya)
85,3 (Bali) 99,2 (Yogya)
Imun lengkap
Belum imunisasi
46,2
8,5
17,3 (Sulbar)
21,5 (Maluku)
73,9 (Bali)
0,0 (Yogya)
Prevalensi nasional 2,8%
Jatim DIY Bali Banten Jateng Jabar DKI Jkt Sulsel Kalsel Kepri Lampung Sumsel sumbar Kaltim Sulbar Riau Sulut Sultra Sumut Gorontalo Jambi Kalbar Kalteng NAD NTB Maluku Babel Bengkulu Malut Sulteng NTT Papua Papua Barat
Prevalensi Malaria
25 20
15
10
5 7.5 27.5 22.5 17.5
Prevalensi (%)
12.5
2.5
0
Peny. Malaria Terbanyak (Nas: 2,8%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kaimana, Papua Barat Sorong Selatan, Papua Barat Sumba Barat, NTT Yapen Waropen, Papua Sarmi, Papua Boven Digul, Papua Asmat, Papua Jayawijaya, Papua Biak Numfor, Papua Mappi, Papua 54.41 49.87 44.48 39.94 38.30 30.71 30.14 28.88 26.56 25.51
Penyakit ISPA terbanyak (Nas: 25,5%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kaimana, Papua Barat Manggarai Barat, NTT Lembata, NTT Manggarai, NTT Pegunungan Bintang, Papua Ngada, NTT Sorong Selatan, Papua Barat Sikka, NTT Raja Ampat, Papua Barat Puncak Jaya, Papua 63.80 63.74 62.02 61.09 59.45 58.55 56.48 55.81 55.76 54.65
Diabetes Mellitus
Sdh didiagnosis
(1.5%)
Blm terdiagnosis
(4.2%)
10.0
15.0
20.0
25.0
30.0
35.0
40.0 37.4 37.2 37.0 36.6
0.0
35.8 34.0 33.9 33.6 32.4 31.6 31.5 31.5 31.3 31.2 31.2
5.0
Hipertensi: Provinsi
30.3 30.2 29.9 29.8 29.4 29.3 29.1 29.0 28.8 28.4 28.1 27.6 26.3 25.1 24.1 22.0
31,7%
Jawa Timur Bangka Belitung Jawa Tengah Sulawesi Tengah DI Yogyakarta Riau Sulawesi Barat Kalimantan Tengah Nusa Tenggara Barat Sulawesi Tenggara Sumatera Selatan Gorontalo Kalimantan Timur Sumatera Barat Sulawesi Utara Kepulauan Riau NAD Jambi Kalimantan Barat Jawa Barat Maluku Bali Sulawesi Selatan DKI Jakarta Maluku Utara Nusa Tenggara Timur Banten Sumatera Utara Bengkulu Lampung Papua Papua Barat
20.1
Hipertensi
Tidak Hipertensi 68,3 % Tdk Terdiagnosis/Obat 76,1%
Hipertensi 31.7%
Terdiagnosis/Minum Obat 23,9%
NTT Malut Papua Brt Sulteng NTB Kalbar Sumbar Jabar Jateng DKI Jkt Kalsel Gorontalo Jatim Sultra Riau Sumsel INDONESIA Banten Kaltim Sulsel Sumut DIY Lampung Bali Kalteng Sulut Bengkulu N A D Sulbar Maluku Jambi Kepri Babel Papua
100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0%
Pemanfaatan Posyandu/Poskesdes
Memanfaatkan Tdk memanfaatkan
Pemanfaatan Askeskin
RAWAT INAP RAWAT JALAN
30.0 25.0 25.0 20.0 15.0 10.0 5.0 0.0 Kuintil 1 Kuintil 2 Kuintil 3 Kuintil 4 Kuintil 5 18.9 15.6 11.7 6.8
30.0 25.0 20.0 15.0 10.0 5.0 0.0 Kuintil 1 Kuintil 2 Kuintil 3 Kuintil 4 Kuintil 5
13.9 11.0 9.2 7.0 3.6
Proporsi (%)
90 80 70 60 50 40 30 20 10 0
Nasional = 57,7
Akses Air Bersih
Papua Riau Kepulauan Riau Sulawesi Barat Bengkulu Gorontalo Sumatera Barat Nusa Tenggara Timur Lampung NAD Sulawesi Tenggara Kalimantan Tengah Papua Barat Jambi Kalimantan Barat Bangka Belitung Jawa Barat Sulawesi Tengah Maluku Utara Kalimantan Selatan Sumatera Selatan Sulawesi Selatan Maluku Sumatera Utara DKI Jakarta Sulawesi Utara Banten Bali Kalimantan Timur Nusa Tenggara Barat Jawa Timur Jawa Tengah
No Sasaran s/d 2009
2004
2005 2006 2007 29,4 28,1 26,9
penca paian
Keterangan
AKB 1.
2.
per 1.000 LH
35 307 25,8
34
SDKI 2007
Kemungkinan tidak tercapai
AKI
per 100.000 LH Balita (%)
262
255
248
228 Kemungkinan
SDKI 2007
tercapai
Gizi Kurang 3.
4. UHH
24,7
23,6
21,9
18,4 Sudah
RISKESDAS 2007
tercapai tercapai
66,2 69,8 70,2 70,5
70,5 Kemungkinan
Proyeksi
2007
SASARAN RPJMN 2010-2014
1. Umur Harapan Hidup sebesar 72,0 (2014)
2. Angka Kematian Bayi (AKB) 24 per 1.000 kh (2014) 3. Angka Kematian Ibu 117,7 per 100.000 kh (2014)
4. Kekurangan gizi pada balita 15 % usul Dit Gizi
19
ARAH KEBIJAKAN RPJMN 2010-2014
1. Peningkatan upaya kesehatan masyarakat, termasuk perbaikan gizi, terutama pada ibu hamil, anak hingga usia 2 tahun, dan lanjut usia, serta penanggulangan gizi lebih, yang dilaksanakan melalui kerjasama lintas sektor. Peningkatan upaya kesehatan ini di dukung oleh penelitian dan pengembangan kesehatan serta penapisan teknologi kesehatan. 2. Peningkatan jumlah, jaringan dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, terutama pada daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan terluar, serta daerah dengan aksesibilitas relatif rendah.
20
ARAH KEBIJAKAN RPJMN 2010-2014
3. Pengendalian penyakit menular, terutama TB, Malaria, HIV/AIDS, DBD dan diare , dan penanggulangan penyakit tidak menular, terutama kardiovaskuler dan diabetes mellitus. 4. Peningkatan pembiayaan kesehatan yang diikuti oleh efisiensi penggunaan anggaran. 5. Pengembangan jaminan pelayanan kesehatan, khususnya untuk masyarakat miskin dan diikuti dengan pengembangan asuransi kesehatan wajib dan sukarela; dan pengembangan kemitraan dengan penyedia pelayanan masyarakat
dan swasta.
ARAH KEBIJAKAN RPJMN 2010-2014
6. Peningkatan mutu, jumlah, jenis, dan distribusi SDM Kesehatan yang merata untuk pemenuhan kebutuhan nasional serta persaingan global yang diselenggarakan melalui upaya perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan.
7. Peningkatan mutu, ketersediaan, keterjangkauan, terutama obat esensial dan penggunaan obat secara rasional, menghindari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan obat, yang didukung pengembangan peraturan perundangan, serta kemandirian di bidang obat dan peningkatan pemanfaatan bahan obat asli Indonesia. 8. Peningkatan pengawasan terhadap makanan, minuman, sediaan farmasi dan alat kesehatan.
ARAH KEBIJAKAN RPJMN 2010-2014
9. Perbaikan manajemen kesehatan melalui kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan, pengembangan hukum di bidang kesehatan, serta pengembangan sistem informasi kesehatan, termasuk surveillans.
10. Peningkatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dengan penekanan pada perilaku dan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat termasuk mendorong penciptaan lingkungan dan peraturan yang kondusif terhadap kesehatan, dan penguatan upaya kesehatan berbasis masyarakat dengan memperhatikan kemampuan dan karakteristik masyarakat melalui penggerakan masyarakat, pengorganisasian dalam pemberdayaan, advokasi, kemitraan dan peningkatan sumber daya pendukung.
FOKUS PRIORITAS
1. Peningkatan Kesehatan Ibu, Anak dan Lanjut Usia serta perbaikan Gizi masyarakat. 2. Pelayanan kesehatan bermutu, terjangkau dan merata bagi masyarakat miskin dan penduduk di daerah terpencil, tertinggal, dan daerah perbatasan serta pulau-pulau terdepan. 3. Pemenuhan, pengembangan, dan pendayagunaan SDM kesehatan 4. Pengendalian penyakit menular terutama HIV/AIDS, Tuberkulosis, Malaria, Demam Berdarah Dengue, dan Diare dan penanggulangan penyakit tidak menular terutama kardiovaskular dan diabetes mellitus, diikuti penyehatan lingkungan 5. Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
24
REVIEW ANGGARAN DEPKES MENURUT SUMBER PEMBIAYAAN TAHUN 2006-2009
68,19%
58,93% 56,60%
72,34%
23,31% 12,01% 11,65% 1,03% 2,14% 1,01% 17,91% 12,33% 6,47% 6,20% 0,93% 0,85% 4,24% 16,03% 15,00%
12,84%
2006
2007
2008
2009
Juta Rupiah
2006 RM MENGIKAT RM TDK MENGIKAT RMP PHLN PNBP 1,796.00 10,114.90 143.6 1,629.50 298.9
2007 2,252.00 12,788.10 189.1 1,212.80 2,312.40
2008 3,186.90 10,483.40 166.3 1,102.30 2,851.30
2009 4,497.90 10,923.60 163.2 819.2 2,895.50
PERBANDINGAN BEBAN KEGIATAN PRIORITAS 2008 DAN 2009 ( dalam Milyar Rp) No Kegiatan 1 Penyediaan Obat 2 Yankes Maskin di RS 2008 600 2,800 2009 900 4,584
3 Penig Sarana & Prasarana
4 Pengem UKBM Desa Siaga 5 Yankes Maskin di Pusk 6 Pening Yankes Dasar
1,800 200
266
104 2,640 146
7 KIA
8 Flu Burung 9 Pen Peny Menular 10 Gizi Buruk 11 Pemenuhan Nakes 12 PJK 13 Penanggulangan Krisis 14 Pemenuhan Dok Spesialis Total
800
500 1,000 600 700 70 9,070
500
100 750 582 400 176 200 200 11,549
Lanjutan …..
• Alokasi pagu Rupiah murni tidak mengikat tahun 2008 sebesar Rp. 10,483 Triliun, dan tahun 2009 sebesar Rp. 9,623 Triliun (di luar anggaran Fungsi Pendidikan) • Kesimpulan : Pada tahun 2009 terjadi penurunan anggaran, namun terdapat penambahan beban kegiatan prioritas yang sasarannya sudah ditetapkan dalam RKP.
Sasaran RKP 2010 (draft)
90% persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, 95% pelayanan antenatal, 90% cakupan KN2, 90% kunjungan bayi. 2. Meningkatnya ASI ekslusif menjadi 65%. 3. Balita yang mendapat kapsul vitamin A menjadi 80%, Ibu hamil mendapat tablet Fe 90%, Balita ditimbang 80%, pemberian MP ASI pada seluruh anak usia 6-24 bulan. 4. Balita yang menderita gizi buruk yang ditemukan ditangani sesuai standar. 5. Seluruh desa mencapai universal child immunization (UCI). 6. Seluruh desa yang terkena KLB ditangani. 8. Case Detection Rate TBC . 9. Seluruh ODHA mendapat ARV. 10. Target Case Fatality Rate Diare pada saat KLB < 1,2% 1.
11. Seluruh desa menjadi desa siaga aktif. 12. Terselenggaranya pelayanan kesehatan di 70.000 Poskesdes. 13. Seluruh daerah yang mengalami krisis kesehatan akibat bencana tertanggulangi secara cepat dan tepat 14. Tersedianya obat esensial generik, vaksin dan alkesdi sarana pelayanan kesehatan 15. Riset pada 58.000 desa siaga. 16. Pemetaan genomik dan pemeriksaan spesimen biomedik. 17. Pengembangan vaksin dan laboratorium BSL 3.
18. Seluruh masyarakat miskin mendapat pelayanan dasar dan rujukan. 19. Seluruh calon jemaah haji mendapatkan pemeriksaan kesehatan 20. Rasio distribusi dan pendayagunaaan serta pemberdayaan SDM kesehatan per 100.000 penduduk. 21. Jumlah SDM Kesehatan yang dididik dan dilatih. 22. Jumlah, jenis dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan tenaga kesehatan 23. Jumlah tenaga kesehatan yang didaya gunakan di Dacilgaltas 24. Terlaksananya pelayanan kesehatan di Dacil, Datas dan Kepulauan.
KEGIATAN PRIORITAS (draft)
1. Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak 2. Perencanaan dan Pengembangan SDM kesehatan. 3. Perbaikan gizi masyarakat. 4. Pengendalian penyakit menular terutama HIV/AIDS, Tuberkulosis, Malaria, Demam Berdarah Dengue, dan Diare dan Penanggulangan penyakit tidak menular. 5. Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin 6. Pemenuhan Instruksi Presiden.
KEGIATAN PRIORITAS (draft)
7. Pelayanan kesehatan di daerah terpencil, tertinggal, dan daerah perbatasan serta pulaupulau terluar. 8. Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 9. Penanganan Krisis Kesehatan akibat Bencana. 10.Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 11.Penyediaan Obat dan Vaksin 12.Pemenuhan Komitmen Global (Climate Changes, Alcohol, IHR)
PROGRAM DAN SASARAN 2010 (DRAFT)
1. PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. • Prosentase Sekolah Dasar yang mempromosikan kesehatan (20%) • Prosentase Puskesmas yang mempromosikan kesehatan (20%) • Prosentase Rumah Sakit yang mempromosikan kesehatan (20%) • Jumlah Forum Masyarakat untuk hidup sehat (10%) • Prosentase Posyandu Purnama Mandiri (10%)
2. LINGKUNGAN SEHAT • Cakupan keluarga menggunakan AB yang memenuhi syarat di perkotaan & pedesaan (61%) • Cakupan RT yang menggunakan jamban yang memenuhi syarat di perkotaan dan pedesaan (68,5%) • Rumah memenuhi syarat kesehatan (76%)
3. UPAYA KES MASYARAKAT • Cakupan pelayanan kesehatan dasar untuk masyarakat miskin (100%) • % Puskesmas prioritas di daerah perbatasan dan PPKTB yang menjadi Puskesmas Perawatan (90%) • % Puskesmas kinerja baik (20%) • % Puskesmas kondisi baik (50%) • % Poskesdes aktif (15%) • % Posyandu aktif (30%) • Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal Cakupan ( K4) (91%) • Ibu bersalin yang ditolong oleh nakes (Pn) (90 %) • Ibu hamil, berasalin dan nifas yang mendapat Penanganan Komplikasi Kebidanan (PK) (76%) • Ibu nifas yang mendapat pelayanan (Kf) (91%) • Ibu yang menjadi peserta KB Aktif (CPR) (71%)
• • • • • • • • • • •
Cakupan Kunjungan Neonatus (80%) Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani (65%) Cakupan kunjungan bayi (80%) Cakupan pelayanan anak balita (90%) Cakupan penjaringan siswa SD kelas 1 dan setingkat (85%) Cakupan Puskesmas yang melaksanakan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) (50% Kab/Kota) Jumlah Puskesmas yang melaksanakan Tatalaksana Kasus Kekerasan Terhadap Anak (KTA) 25 % (dari 1.000 Puskesmas) Pekerja yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan kerja (formal 50%) (informal 8%) Sarana pelayanan kesehatan yang telah memberikan pelayanan kesehatan kerja (30%) Tempat kerja yang dibina tentang kesehatan kerja (Formal50%, Informal 25 %Z) Terpeliharanya sarana dan prasarana pendukung kegiatan (100%)
4. UPAYA KES PERORANGAN
– Prosentase yang turut memberikan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat mIskin (100%). – RS Vertikal dan Daerah yang melaksanakan pelayanan prima (70%) Sesuai standar – RS yang terakreditasi (80%) – RS yang melaksanakan program Keselamatan Pasien (20%) – RS Pemerintah menyelenggarakan pelayanan rujukan bagi ODHA (50%) – RS Propinsi di Propinsi endemis EID (DBD,TB) dapat melakukan pelayanan wabah/KLB EID (DBD, TB) sesuai pedoman penatalaksanaan EID (DBD, TB) di RS (20%) – RS yang mengembangkan pelayanan Geriatri (20%) – RS kab/kota yang menerapkan SPM RS (20%) – RS yang melaksanakan INA DRGs di kelas III RS (70%)
– Jumlah RS yang mempunyai sarana dan prasarana sesuai standar pelayanan RS (TP) 330RS – jumlah RS kab/kota yang melaksanakan PONEK (80%) – Propinsi yang memiliki jejaring pelayanan darah aman (10%) – RS yang melaksanakan pelayanan gadar sesuai standar (40%) – RS Propinsi yang menjadi jejaring Early Warning Outbreak Recognition System (EWORS) dapat melaksanakan EWORS (20%) – Jumlah Dacilgaltas yang dilengkapi dengan RS bergerak (14RS) – Jumlah RS Pendidikan yang menyelenggarakan pelayanan dengan standar kelas dunia (20 RS) – Jumlah RS yang memberikan pelayanan keperawatan dan kebidanan sesuai standar (6 RS Vertikal& 18 RSUD) – RS Jiwa yang menerapkan pelayanan kesehatan jiwa sesuai standar (10%) – RS Umum Pusat/Daerah yang sudah menyelenggarakan pelayanan kesehatan jiwa & NAPZA (5%)
5. PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT
• • • • • • • • • • Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) (88%) Case Detection Rate (90%) Persentase ODHA yang mendapat ART (100%) Angka kematian pada saat KLB (CFR) <1 Angka Penemuan penderita baru (New Case Detection Rate)<5 Persentase desa yang mencapai UCI (100%) Non Polio AFP Rate Acute Flaccid Paralysis (AFP) per 100.000 anak usia kurang 15 thn > 2 Cakupan desa/ kelurahan yang mengalami KLB yang dilakukan (100%) Persentase Puskesmas yang melaksanakan pengendalian faktor risiko PTM (10%) Persentase orang dg faktor risiko yg ditemukan di wilayah kerja Puskesmas (10%) Persentase orang dengan Faktor Risiko PTM yang dapat dikendalikan di wilayah kerja Puskesmas (10%)
•
6.
• • • • •
PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
Bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI eksklusif (65%) Balita Gakin 6-24 Bulan Mendapat MP-ASI (100%) balita di timbang berat badannya (80%) Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan (100%) Puskesmas menyelengarakan Pemantauan Status Gizi (PSG) Kadarzi (100 %) Puskesmas melaksanakan SKD KLB- Gizi Buruk (100%) Ibu Hamil mendapat Fe 90 (90%) Balita 6-59 Bulan Dapat kapsul Vit. A (80%) juml;ah Posyandu yang mendapatkan bantuan operasional (80 %)
•
• • •
7. SUMBER DAYA KESEHATAN • Tersusunnya 132 dokumen kebijakan, perencanaan dan program PPSDM Kes jangka panjang, menengah dan jangka pendek .
• Jumlah murid/mahasiswa yang mengikuti pendidikan pada lembaga pendidikan tenaga kesehatan sebanyak 50.000 orang.
•
•
2.1.2 Tersusunnya 4 kurikulum pendidikan tenaga kesehatan yang dikembangkan 2.2.1 Tersedianya peserta tugas belajar tenaga dokter spesialis sebanyak 1.740 orang, D4 mitra dokter spesialis sebanyak 750 orang serta tenaga S1 Bidan Komunitas sebanyak 200 orang. Serta terselenggaranya praktek PPDS / Residen Senior di Rumah Sakit.
• • • Terselenggaranya pelatihan manajerial (kepemimpinan) 3.000 orang, prajabatan 4.000 orang, pelatihan manajemen kesehatan 7.000 orang. Terselenggaranya pelatihan Teknis (Kedokteran umum dan gigi, keperawatan, kebidanan, gizi, kesehatan lingkungan, keterapian medik, kefarmasian, kesehatan masyarakat, keterapian fisik, dan pengobat tradisional) sebanyak 10.000 orang Terselenggaranya pelatihan jabatan fungsional (dokter, dokter gigi, apoteker, perawat, bidan, administrasi kesehatan, epidemiolog, farmasi, pranata laboratorium, promkes, statitistik, arsiparis, pranata komputer, entomolog, sanitarian, dan lain-lain) sebanyak 30.000 orang. Terlaksananya sertifikasi tenaga kesehatan sebanyak 1.000 orang Terlaksananya tugas belajar 5.000 PNS serta tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 1000 orang Risbinakes sebesar 330 riset Terselenggaranya kegiatan praktek belajar lapangan bagi mahasiswa di 33 Poltekkes
• • • •
• •
3.1.1 tersusunya Norma Standar Pedoman perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan. (Nasional, 5 provinsi, 10 kabupaten/kota) serta 3..2.1 Tersedianya tenaga kesehatan di puskesmas minimal masing-masing 1 orang dokter, dokter gigi, perawat, bidan, kesehatan lingkungan dan gizi. Serta tersedianya bidan minimal 1 orang di setiap desa.
• Tersedianya tenaga kesehatan (dokter, dokter gigi, perawat, bidan, gizi dan kesehatan lingkungan) sebanyak 1194 orang di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK). • Terkirimnya 500 orang TKKI ke luar negeri
•
3.3.1 Tersusunnya 5 standar profesi tenaga kesehatan dan 9 regulasi tenaga kesehatan (TKKI dan TKKA)
• Terlaksananya sistem informasi manajemen PPSDM Kes. (SIM PPSDM, Sub sistem Rengun, Sub sistem Diknakes, Sub sistem pemberdayaan profesi dan tenaga kerja luar negeri, sub sistem diklat)
•
•
5.1.2 Tersusunya 43 paket dokumen administrasi umum, administrasi kepegawaian, keuangan dan perlengkapan , layanan hukum, penataan organisasi dan hubungan masyarakat serta layanan publik secara baik dan tepat waktu. 5.1.3 Peningkatan kwatitas dan kualitas sarana dan prasarana PPSDM Kesehatan sebanyak 43 unit kerja.
8. OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN - Ketersediaan Obat Esensial Generik di Sarana Pelayanan Kesehatan Dasar, (70%) - Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Makanan Minuman Memenuhi Syarat Mutu, Manfaat dan Keamanan, (90%) - Sarana Pelayanan Kesehatan yang Melaksanakan Penggunaan Obat yang Rasional (90%) - Peningkatan Produksi Bahan Baku Lokal; (5%)
9. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN PEMBANGUNAN KESEHATAN
– Tersusunnya kajian pembangunan kesehatan dan materi dalam rakorpim, rakorsus, RDP, rakormenko dan sidang kabinet Terlaksananya penyempurnaan perencanaan dan penganggaran kesehatan, dan tersusunnya laporan keuangan serta tersedianya paket produk hukum bidang kesehatan Terlaksananya monitoring dan evaluasi Jam kesmas Terselenggaranya kegiatan pengembangan sistem informasi kesehatan. Terselenggaranya kegiatan untuk meningkatkan mutu sarana, prasarana dan peralatan kesehatan. Tertanganinya krisis dan masalah kesehatan 100% 10 kab/kota melakukan P3IK Teregistrasi dr dan drg secara online.
–
– – – – – –
10. PROGRAM LITBANGKES • Jumlah Penelitian dan pengembangan IPTEK kesehatan (130) • Jumlah Policy Option (4) • Jumlah Kandidat Produk (1) • pelaksanaan riskesdas (1) • Jumlah pemanfaatan hasil riskesdas (200) • Jumlah SDM pengembanagn penelitian professor riset (4Or), doktor (35Or), master(253Or) • JumlahPengembanagan tehnisi master(5 Or), sarjana (26 Or) • Pengembangan lab utama 2 Unit, Lab 10 Unit, akreditasi lab 1 Un
ALOKASI DAK 2009
No Penerima DAK Yankesdas 2008/2009 RS Kab/Kota 2008/2009 RS 2008/2009
1
2 3 4 5 6 7 8 9
Provinsi Kalimanta Timur
Kab. Berau Kabupaten Bulungan Kab. Kutai Kertanegara Kab. Kutai Barat Kab. Kutai Timur Kab. Malinau Kab. Nunukan Kab. Pasir 2.101/9.228 1.976/2.078/10.533 12.223/9.069 12.471/10.355 11.609/9.137 9.529/8.149 2.000/1.711/-/1.333 1.827/-/4.000
-/3.811
10
11 12 13 14 15.
Kota Balikpapan
Kota Bontang Kota Samarinda Kota Tarakan Kab. Penajam Paser Utara Kab. Tana Tidung
1.736/7.482
1.731/1.778/1.683/-
1.756