Docstoc

Pengelolaan Potensi Pulau Terluar dalam Perspektif Keamanan Nasional dan Kesejahteraan Rakyat

Document Sample
Pengelolaan Potensi Pulau Terluar dalam Perspektif Keamanan Nasional dan Kesejahteraan Rakyat Powered By Docstoc
					dadang-solihin.blogspot.com   2
                         Nama                   : Dadang Solihin
                         Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961
                         Pekerjaan              : Direktur Evaluasi Kinerja
                                                  Pembangunan Daerah
                                                  Bappenas
                         Alamat Kantor          : Jl. Taman Suropati No. 2
                                                  Jakarta 10310
                         Telp/Fak Kantor        : (021) 392 6248
                         HP                     : 0812 932 2202
                         Email                  : dadangsol@yahoo.com


Websites         :
 Dadang-solihin.blogspot.com
 www.flickr.com/photos/dadangsolihin
 www.slideshare.net/dadangsolihin
 www.docstoc.com/profile/DadangSolihin
                         dadang-solihin.blogspot.com                          3
                       Agenda

1.   Perkenalan
2.   Pemaparan Korps Menwa Mahawarman
3.   Pengarahan dari Wantimpres
4.   Diskusi
5.   Penutupan
6.   Foto Bersama




                      dadang-solihin.blogspot.com   4
                            Perkenalan
NO          NAMA                  ASAL KESATUAN ALUMNI                         PEKERJAAN
1    Budiono              Yon I Institut Teknologi Bandung             Gatra
     Kartohadiprodjo
2    Hasan Fuad           Yon IV Kie C Universitas Islam Nusantara     KPPN Kota Dumai
3    Wawan Setiawan       Yon IV Kie B Universitas Islam Bandung       Konsultan Hukum
4    Engkun Kurnia        Yon IV Kie C Universitas Islam Nusantara     Konsultan
5    Ervin Muhamad        Yon IV Kie C Universitas Islam Nusantara     Konsultan
6    Tata Astayuda        Yon IV Kie B Universitas Islam Bandung       Dosen Unisba
7    Rony Sidarto         Yon IV Kie B Universitas Islam Bandung       Wiraswasta
8    Dadang Solihin       Yon III Universitas Katolik Parahyangan      Bappenas
9    Muliawan Margadana   Yon IV Kie A Universitas Kristen Maranatha   BHP Biliton Indonesia
10   Syamsul Bachri Day   Yon IV Kie B Universitas Islam Bandung       Dosen Unisba
11   D.J. Anderson. B     Yon IV Kie A Universitas Kristen Maranatha   Konsultan IT
12   Hayun Shobri         Yon IV Kie C Universitas Islam Nusantara     Pengacara
13   Lutfi Hendra         Non-Menwa                                    Cipta Karya Bengkalis


                                 dadang-solihin.blogspot.com                                   5
            Materi Pemaparan
1. LATAR BELAKANG
2. PERMASALAHAN POKOK
3. ANALISA PEMECAHAN MASALAH
    Kondisi Obyektif
    Akar Permasalahan, Implikasi dan Kecenderungan
4. KERANGKA KONSEPTUAL
5. KESIMPULAN
6. REKOMENDASI




                      dadang-solihin.blogspot.com     6
             LATAR BELAKANG
•   Wilayah Kabupaten Bengkalis yang terdiri atas pulau-pulau dan
    dikelilingi laut yang cukup luas memerlukan pengawasan secara
    kontinu, sehingga semua perubahan yang terjadi dapat diketahui
    dengan pasti.
•   Pulau Babi dan Beting Aceh adalah dua dari sekitar lima belas
    pulau yang berada di wilayah administratif Kabupaten Bengkalis.
•   Keberadaan pulau tersebut saat ini kurang dikenal, dikarenakan
    minimnya informasi tentang potensi alam di sana, juga masih
    terbatasnya sarana transportasi untuk mencapai kawasan tersebut.




                         dadang-solihin.blogspot.com                   7
     PERMASALAHAN POKOK
•   Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan pokok yang harus
    dipecahkan adalah:
    – “Bagaimana Pengelolaan Potensi Pulau Babi dan Pulau
      Beting Aceh dalam Perspektif Keamanan Nasional dan
      Kesejahteraan Rakyat ?”
•   Pengelolaan pulau dan karang terluar bukan hanya bertujuan untuk
    menunjukkan integritas wilayah saja, akan tetapi juga mempunyai
    prospek di bidang ekonomi, sosial, pariwisata dan budaya.




                         dadang-solihin.blogspot.com                   8
Pulau Babi

                Pulau
             Beting Aceh




                           Provinsi         Riau
                           Ibu kota         Bengkalis
                           Luas             11.481,77 km²
                           Penduduk         690.366 jiwa (2009)
                           Pembagian        Kecamatan 8,
                           administratif    Desa/kelurahan 83/20
                                dadang-solihin.blogspot.com
                           Dasar hukum UU No. 12 Tahun 1956        9
                           Bupati           Herlian Saleh
 ANALISA PEMECAHAN MASALAH
KONDISI OBYEKTIF
               •   Pulau Babi adalah pulau kosong tak
                   berpenghuni, ditengahnya ditumbuhi tumbuhan
                   tropis dan disekelilingnya terhampar pasir putih
                   yang indah dengan pantai yang landai.

               •   Beting Aceh adalah sebuah pulau mungil
                   berbentuk beting (onggokan pasir laut) yang
                   sudah ditumbuhi berbagai pohon cemara
                   pantai dan kelapa, bahkan pantainya menjorok
                   jauh melebihi pulau itu sendiri, sehingga saat
                   air laut surut, dari kejauhan para wisatawan
                   yang berada di pantainya tampak seperti
                   berjalan di tengah lautan.

                    dadang-solihin.blogspot.com                  10
                                                                    1/2
  ANALISA PEMECAHAN MASALAH
AKAR PERMASALAHAN, IMPLIKASI DAN KECENDERUNGAN
• Singapura telah mereklamasi delapan pulau kecilnya yaitu Pulau
  Seraya, Merbabu, Merlimau, Ayer, Chawan, Sakra, Pesek, Masemut
  Laut dan Pulau Meskol sehingga menjadi Pulau Jurong.
• Pengurugan pulau-pulau itu menggunakan pasir-pasir dari
  Indonesia sehingga menambah luas daratan Singapura.
• Pulau Jorong kini telah maju semakin dekat ke wilayahIndonesia.
  Menurut hukum laut internasional, batas laut diukur 12 mil dari titik
  terluar dari teritorial negara, sehingga perbatasan Indonesia -
  Singapura kini nyaris bersinggungan.
• Pulau-pulau kecil seperti Pulau Sebatik, Karimun, Bintan, dan Pulau
  Nipah telah rusak akibat kebijakan ekspor pasir untuk kegiatan
  reklamasi Singapura.

                         dadang-solihin.blogspot.com                 11
                                                              2/2
  ANALISA PEMECAHAN MASALAH
AKAR PERMASALAHAN, IMPLIKASI DAN KECENDERUNGAN
• Kesejahteraan WNI di pulau terluar sangat memprihatinkan.
• Mereka lebih mengetahui berbagai informasi mengenai Malaysia
  dan Singapura dibandingkan informasi mengenai Indonesia.
• Diperlukan TINDAKAN penataan dan pemberdayaan serta
  pemanfaatan pulau-pulau terluar termasuk Pulau Babi dan Beting
  Aceh sebagai kawasan wisata yang berdampak positif terhadap
  kehidupan ekonomi, budaya, politik, dan HANKAM di wilayah Kab.
  Bengkalis, khususnya dalam rangka penggalian sumber-sumber
  pendapatan asli daerah yang mendukung APBD bagi kesejahteraan
  rakyat.




                       dadang-solihin.blogspot.com            12
    KERANGKA KONSEPTUAL
•   Pengembangan aktivitas perekonomian seperti pusat
    pengembangan pesisir dan perikanan serta pariwisata di kawasan
    ini akan memacu pembangunan perekonomian, yaitu diperolehnya
    keuntungan dan manfaat oleh masyarakat daerah setempat.
•   Apabila potensi ekonomi ini digarap secara baik, maka segenap
    komponen masyarakat maupun aparat pemerintah akan disibukkan
    dengan kegiatan perekonomian.
•   Dengan penataan dan pengembangan wilayah disertai
    pembangunan sarana infrastruktur yang memadai, diharapkan
    aktivitas perekonomian termasuk kunjungan wisatawan baik dari
    kawasan sekitar (regional), nasional bahkan internasional akan
    meningkat, yang selanjutnya akan memunculkan multiplier effek di
    sektor lainnya.


                         dadang-solihin.blogspot.com               13
   Bentuk Aktivitas Perekonomian yang
          Dapat Dikembangkan
 Budidaya Perairan
  1. Rumput Laut
  2. Perikanan
  3. Terumbu karang
 Pariwisata
  1. Area Outbound
  2. Camping Ground
  3. Resort Area
  4. Wisata Bahari.
  5. Gantole Bermotor (Pesawat Trike)
 Sarana Ibadah
 Pertahanan Keamanan (POLRI, TNI-AD, TNI-AL)


                      dadang-solihin.blogspot.com   14
     Potensi Budidaya Perairan
•   Kondis laut yang belum tercemar
•   Dekat dengan pusat pemasaran
•   Cocok untuk budidaya ikan kerapu, rumput laut dan pengembangan
    terumbu karang




                        dadang-solihin.blogspot.com             15
           Potensi Obyek Wisata
•   Masih terbatasnya sarana hiburan dan pengisi liburan di wilayah Kab.
    Bengkalis, Kota Dumai, Kab. Rokan Hilir, Kab. Meranti, dan tidak menutup
    peluang menarik minat wisatawan regional dari Pekanbaru, Tanjungpinang
    dan Batam.
•   Potensi jumlah siswa maupun Mahasiswa pada lembaga-lembaga
    pendidikan negeri atau swasta yang berlokasi di Provinsi Riau Daratan
    maupun di Riau Kepulauan, yang memiliki program ekstrakurikuler pengisi
    liburan sekolah.
•   Mempunyai nilai keunggulan, karena berorientasi tidak semata-mata
    hiburan tetapi juga sarana pendidikan bagi generasi muda.
•   Adanya tenaga ekspatriat (tenaga kerja asing) di seputar Kab. Bengkalis
    dan sekitarnya yang membutuhkan sarana hiburan dan liburan.
•   Telah tersedia Jalur transportasi perairan, baik kapal-kapal tradisional
    maupun yang modern.


                            dadang-solihin.blogspot.com                    16
      Tantangan dan Hambatan
•   Ketersediaan listrik, dapat diatasi : sarana penerangan umum
    menggunakan listrik tenaga surya, sedangkan untuk fasilitas
    tertentu seperti hotel, restoran, cottage, mesjid, menggunakan
    Genset. Perlu juga diteliti kemungkinan penyediaan daya listrik
    dengan memanfaatkan tenaga angin
•   Ketersediaan air bersih, dapat diatasi dengan meneliti kemungkinan
    tersedianya kandungan air tawar bawah tanah.
•   Ketersediaan sumber daya manusia, dapat diatasi dengan
    menyelenggarakan pelatihan yang disesuaikan dengan rencana
    kegiatan wisata, paling tidak untuk program 5 (lima) tahun pertama.
•   Pembiayaan: beberapa investor mungkin kesulitan karena
    infrastruktur dan sarana belum tersedia.



                          dadang-solihin.blogspot.com                17
Event-event yang dapat dipasarkan untuk
          menarik wisatawan
•   Tradisi mandi shafar
•   Lomba perahu hias
•   Gelar seni tradisional
•   Lomba layang-layang
•   Lomba mancing di area jaring apung
•   Raimuna dan Lomba ketangkasan antar Gudep Pramuka
•   Pertandingan Voley Pantai
•   Pekan Perkemahan liburan sekolah
•   Penyelenggaraan diklat cinta bahari
•   Program Cinta Bahari Pelayaran bersama siswa SMA dengan
    Kapal TNI


                       dadang-solihin.blogspot.com            18
    Perkiraan Dampak Multiplier
•   Terciptanya permintaan (demand) terhadap hasil pertanian yang
    dikelola masyarakat.
•   Terciptanya permintaan terhadap hasil Industri kapal dan perahu
    tradisionil.
•   Terciptanya permintaan terhadap industri rumah tangga.
•   Menjadi salah satu pendukung program Kawasan Terpadu Mandiri
    (KTM)
•   Terciptanya lapangan kerja di sektor perdagangan maupun jasa.




                         dadang-solihin.blogspot.com                  19
 Langkah- Langkah Pengembangan

1. Baseline Study
    Diperlukan adanya kajian data dasar di Pulau Babi dan Beting
      Aceh.
    Hal tersebut diperlukan dalam rangka mendalami potensi riil
      untuk memperoleh data yang akurat pada saat penyusunan
      Detail Engineering Design (DED) selanjutnya.
    Korps Menwa Mahawarman Jawa Barat, dari berbagai disiplin
      ilmu siap untuk dikerahkan sesuai bidang pekerjaan yang
      dilaksanakan.
2. Penyusunan Feasibiliti Study
    Untuk melihat potensi yang paling memungkinkan dilakukan di
      kedua pulau
3. Pelaksanaan


                       dadang-solihin.blogspot.com              20
                         Analisa Pembiayaan                                                                    1/2
                      APBD Provinsi Riau dan Kabupaten kota

No     Prov/Kab/kota            2005           2006           2007            2008           2009           2010
 1    Provinsi Riau           2.439.895,65   3.188.585,30    4.187.692,06   4.358.508,00   4.006.117,00    4.124.904,01
 2    Kab. Bengkalis                 0,00            0,00    2.932.232,65   2.891.053,00   3.372.438,00    2.641.732,82
 3    Kab. Indragiri Hilir     480.649,32      749.056,62    1.024.215,67    875.333,00    1.019.841,00     954.103,19
 4    Kab. Indragiri Hulu      428.881,79      537.877,80     877.747,56     819.652,00    1.099.290,00     657.485,12
 5    Kab. Kampar              701.548,44            0,00    1.447.499,34   1.547.410,00   1.432.345,00    1.431.975,37
 6    Kab. Kuantan Singingi    374.595,27      565.112,24    1.236.391,41    789.849,00    1.087.332,00     846.159,95
 7    Kab. Pelalawan           486.902,92      567.254,42     859.478,84     973.081,00    1.062.506,00     928.385,17
 8    Kab. Rokan Hilir        1.042.578,01   1.121.378,02    1.981.119,33   1.669.991,00   1.896.532,00    1.628.115,99
 9    Kab. Rokan Hulu          410.197,75      546.776,46    1.008.526,51    878.491,00     929.882,00     1.065.692,89
 10   Kab. Siak                368.093,60    1.758.454,55    2.506.442,03   2.333.960,00   2.420.538,00    1.942.617,87
 11   Kota Dumai               630.930,06      523.925,62     981.853,81     711.301,00     826.645,00      700.534,08
 12   Kota Pekanbaru                  0,00     723.633,53    1.202.452,92   1.206.238,00   1.257.487,00    1.268.068,74
 13   Kab. Meranti                    0,00           0,00            0,00           0,00           0,00     369.140,93
      Total                   7.364.272,81 10.282.054,56    20.245.652,13 19.054.867,00 20.410.953,00     18.558.916,12
Sumber: Departemen Keuangan, 2010

                                             dadang-solihin.blogspot.com                                        21
             Analisa Pembiayaan                                                   2/2
          Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA)
No.       Kabupaten            2006            2007            2008          2009
 1 Provinsi Riau             799.489,37     1.034.213,00     388.218,00     324.589,94
 2 Kab. Bengkalis          1.922.238,30     1.673.549,00   1.752.615,00     586.843,79
 3 Kab. Indragiri Hilir      166.241,36        90.515,00     159.450,00      37.000,00
 4 Kab. Indragiri Hulu       137.157,58         5.629,00     247.485,00      16.483,85
 5 Kab. Kampar               959.599,22       529.522,00     200.698,00     110.815,66
 6 Kab. Kuantan Singingi     222.920,64       180.689,00     214.214,00           0,00
 7 Kab. Pelalawan            426.155,47       282.626,00     339.953,00     276.380,26
 8 Kab. Rokan Hilir                 0,00    1.235.822,00   1.100.000,00     535.000,00
 9 Kab. Rokan Hulu           314.088,17        65.959,00     103.816,00      98.000,00
10 Kab. Siak                 996.573,17       580.561,00   1.040.625,00     527.163,50
11 Kota Dumai                199.500,26       119.745,00     163.622,00      70.825,36
12 Kota Pekanbaru            182.166,21       128.706,00     141.269,00      27.979,64
13 Kab. Meranti                     0,00            0,00           0,00         356,18
   Total                   6.326.129,75     5.927.536,00   5.851.965,00   2.611.438,19
Sumber: Departemen Keuangan, 2010
                            dadang-solihin.blogspot.com                           22
                    KESIMPULAN
•   Pembangunan Pulau Babi dan Pulau Beting Aceh sangat strategis untuk
    dikembangkan khususnya untuk menandai kedaulatan NKRI
•   Pembiayaan untuk pembangunan di kedua pulau dimaksud masih sangat
    memungkinkan baik dari APBD Provinsi dan Kabupaten maupun dari
    Pusat.
•   Dalam era desentralisasi, Pemda harus di depan dan tanggap terhadap
    persoalan ini.
•   Daerah pariwisata biasanya berkembang karena investasi masyarakat.
    Pemda berkewajiban untuk melakukan promosi pariwisata.
•   Pembangunan pulau terluar dengan melibatkan daerah:
     – Akan menjadi model untuk pengembangan pulau pulau sejenis.
     – Dalam rangka mendukung effective occupation.
     – Dengan pemberdayaan masyarakat di perbatasan.
•   Sampaikan kepada Pemda Riau dan Menteri Perikanan dan Kelautan
    bahwa Korps Menwa Mahawarman sudah bertemu dengan Wantimpres.

                           dadang-solihin.blogspot.com                    23
                REKOMENDASI
•   Dalam jangka pendek memberikan peran kepada stakeholder s untuk
    berperan dalam pengukuhan NKRI dengan mengirim Korps Menwa
    Mahawarman untuk melakukan baseline study sekaligus
    penyusunan feasibility studi untuk pembangunan di pulau-pulau
    terluar termasuk Pulau Babi dan Pulau Beting Aceh.
•   Perlu pemberdayaan perekonomian pulau-pulau terluar dengan
    pebiayaan pusat dan Daerah.
•   Perlu adanya kebijakan jangka pendek supaya daerah
    mengalokasikan APBD untuk pembangunan pulau-pulau terluar.




                        dadang-solihin.blogspot.com              24
Terima Kasih




  dadang-solihin.blogspot.com   25
                          www.dadangsolihin.com                                             18




    Langkah- Langkah Pengembangan
    Langkah-                                                                                       Analisa Pembiayaan                                                                    1/2
                                                                                                APBD Provinsi Riau dan Kabupaten kota
1. Baseline Study
                                                                      No         Prov/Kab/kota            2005           2006           2007            2008           2009           2010
      Diperlukan adanya kajian data dasar di Pulau Babi dan Beting
                                                                       1        Provinsi Riau           2.439.895,65   3.188.585,30    4.187.692,06   4.358.508,00   4.006.117,00    4.124.904,01
      Aceh.
                                                                       2        Kab. Bengkalis                 0,00           0,00     2.932.232,65   2.891.053,00   3.372.438,00    2.641.732,82
      Hal tersebut diperlukan dalam rangka mendalami potensi riil      3        Kab. Indragiri Hilir     480.649,32     749.056,62     1.024.215,67    875.333,00    1.019.841,00     954.103,19
      untuk memperoleh data yang akurat pada saat penyusunan           4        K b Indragiri H l
                                                                                Kab. I d i i Hulu        428.881,79
                                                                                                         428 881 79     537.877,80
                                                                                                                        537 877 80      877.747,56
                                                                                                                                        877 747 56     819 652 00
                                                                                                                                                       819.652,00    1 099 290 00
                                                                                                                                                                     1.099.290,00     657 485 12
                                                                                                                                                                                      657.485,12
      Detail Engineering Design (DED) selanjutnya.                     5        Kab. Kampar              701.548,44           0,00     1.447.499,34   1.547.410,00   1.432.345,00    1.431.975,37
                                                                       6        Kab. Kuantan Singingi    374.595,27     565.112,24     1.236.391,41    789.849,00    1.087.332,00     846.159,95
      Korps Menwa Mahawarman Jawa Barat, dari berbagai disiplin
                                                                       7        Kab. Pelalawan           486.902,92     567.254,42      859.478,84     973.081,00    1.062.506,00     928.385,17
      ilmu siap untuk dikerahkan sesuai bidang pekerjaan yang
                                                                       8        Kab. Rokan Hilir        1.042.578,01   1.121.378,02    1.981.119,33   1.669.991,00   1.896.532,00    1.628.115,99
      dilaksanakan.                                                    9        Kab. Rokan Hulu          410.197,75     546.776,46     1.008.526,51    878.491,00     929.882,00     1.065.692,89
2. Penyusunan Feasibiliti Study                                        10       Kab. Siak                368.093,60    1.758.454,55    2.506.442,03   2.333.960,00   2.420.538,00    1.942.617,87

      Untuk melihat potensi yang paling memungkinkan dilakukan di      11       Kota Dumai               630 930 06
                                                                                                         630.930,06     523.925,62
                                                                                                                        523 925 62      981.853,81
                                                                                                                                        981 853 81     711 301 00
                                                                                                                                                       711.301,00     826 645 00
                                                                                                                                                                      826.645,00      700 534 08
                                                                                                                                                                                      700.534,08
                                                                       12       Kota Pekanbaru                 0,00     723.633,53     1.202.452,92   1.206.238,00   1.257.487,00    1.268.068,74
      kedua pulau
                                                                       13       Kab. Meranti                   0,00           0,00             0,00          0,00           0,00      369.140,93
3. Pelaksanaan                                                                  Total                   7.364.272,81 10.282.054,56    20.245.652,13 19.054.867,00 20.410.953,00     18.558.916,12
                                                                      Sumber: Departemen Keuangan, 2010

                         www.dadangsolihin.com                   19                                                     www.dadangsolihin.com                                             20
             Analisa Pembiayaan                                                  2/2
           Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA)
                                                                                                            KESIMPULAN
No.        Kabupaten           2006           2007            2008          2009        •   Pembangunan Pulau Babi dan Pulau Beting Aceh sangat strategis untuk
 1  Provinsi Riau            799.489,37
                             799 489 37    1 034 213 00
                                           1.034.213,00     388.218,00
                                                            388 218 00     324.589,94
                                                                           324 589 94       dikembangkan khususnya untuk menandai kedaulatan NKRI
 2  Kab. Bengkalis         1.922.238,30    1.673.549,00   1.752.615,00     586.843,79   •   Pembiayaan untuk pembangunan di kedua pulau dimaksud masih sangat
 3  Kab. Indragiri Hilir     166.241,36       90.515,00     159.450,00      37.000,00       memungkinkan baik dari APBD Provinsi dan Kabupaten maupun dari
 4  Kab. Indragiri Hulu
              g              137.157,58
                                     ,         5.629,00
                                                    ,       247.485,00
                                                                   ,              ,
                                                                            16.483,85       Pusat.
 5  Kab. Kampar              959.599,22      529.522,00     200.698,00     110.815,66   •   Dalam era desentralisasi, Pemda harus di depan dan tanggap terhadap
 6  Kab. Kuantan Singingi    222.920,64      180.689,00     214.214,00           0,00       persoalan ini.
 7  Kab. Pelalawan           426.155,47      282.626,00     339.953,00     276.380,26   •   Daerah pariwisata biasanya berkembang karena investasi masyarakat.
 8  Kab. Rokan Hilir                0,00   1.235.822,00   1.100.000,00     535.000,00       P d b k          jib   t k   l k k           i   i i t
                                                                                            Pemda berkewajiban untuk melakukan promosi pariwisata.
 9  Kab. Rokan Hulu          314.088,17       65.959,00     103.816,00      98.000,00   •   Pembangunan pulau terluar dengan melibatkan daerah:
10  Kab. Siak                996.573,17      580.561,00   1.040.625,00     527.163,50        – Akan menjadi model untuk pengembangan pulau pulau sejenis.
11  Kota Dumai               199 500 26
                             199.500,26      119 745 00
                                             119.745,00     163.622,00
                                                            163 622 00      70 825 36
                                                                            70.825,36
                                                                                             – Dalam rangka mendukung effective occupation.
12  Kota Pekanbaru           182.166,21      128.706,00     141.269,00      27.979,64
                                                                                             – Dengan pemberdayaan masyarakat di perbatasan.
13  Kab. Meranti                    0,00           0,00           0,00         356,18
    Total                  6.326.129,75    5.927.536,00   5.851.965,00   2.611.438,19   •   Sampaikan kepada Pemda Riau dan Menteri Perikanan dan Kelautan
Sumber: Departemen Keuangan, 2010
                                                                                            bahwa          Menwa Mahawarman sudah bertemu           Wantimpres.
                                                                                            bah a Korps Men a Maha arman s dah bertem dengan Wantimpres

                              www.dadangsolihin.com                              21                                 www.dadangsolihin.com                         22




                   REKOMENDASI
•     Dalam jangka pendek memberikan peran kepada stakeholder s untuk
      berperan dalam pengukuhan NKRI dengan mengirim Korps Menwa
      Mahawarman untuk melakukan baseline study sekaligus
      penyusunan feasibility studi untuk pembangunan di pulau-pulau
      terluar t
      t l            k P l Babi dan Pulau B ti A h
              termasuk Pulau B bi d P l      Beting Aceh.
•     Perlu pemberdayaan perekonomian pulau-pulau terluar dengan
                                                                                                             Terima Kasih
      pebiayaan pusat dan Daerah.
•     Perlu adanya kebijakan jangka pendek supaya daerah
      mengalokasikan APBD untuk pembangunan pulau-pulau terluar.




                              www.dadangsolihin.com                              23                                 www.dadangsolihin.com                         24
www.dadangsolihin.com   25

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: pulau, terluar
Stats:
views:822
posted:9/6/2010
language:Malay
pages:25
Description: Audiensi Korps Menwa Mahawarman dengan Wantimpres Jakarta, 6 September 2010