Sejarah Keperawatan Nasional dan Internasional

					                             KATA PENGANTAR

       Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini
dengan tepat pada waktunya.Banyak rintangan dan hambatan yang kelompok hadapi
dalam penyusunan makalah ini. Namun berkat bantuan dan dukungan dari teman-
teman serta bimbingan dari dosen pembimbing, sehingga kami bisa menyelesaikan
makalah ini.
       Dengan adanya makalah ini di harapkan dapat membantu dalam proses
pembelajaran dan dapat menambah pengetahuan para pembaca. Penulis juga tidak
lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan
bantuan, dorongan dan doa.
       Seperti pepatah mengatakan “Tiada gading yang tak retak” begitu pula dalam
penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman demi penyempurnaan makalah ini.




                                                                  Penyusun




                                                                  Kelompok 2

                                                                                 1
                                      BAB I
                               PENDAHULUAN
A. Latar belakang Masalah

        Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan professional yang
merupakan bagian integral dari layanan kesehatan yang berdasarkan pada ilmu dan
etika keperawatan. Keperawatan sebagai bagian intergral dari pelayanan kesehatan,
ikut menentukan menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Tenaga keperawatan
secara keseluruhan jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada, dimana
keperawatan memberikan konstribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan
sebagai satu kesatuan yang relatif, berkelanjutan, koordinatif dan advokatif.
Keperawatan sebagai suatu profesi menekankan kepada bentuk pelayanan
professional yang sesuai dengan standart dengan memperhatikan kaidah etik dan
moral sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan
baik lanjut.

B. Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui bagaimana sejarah keperawatan internasional,

2. Mengetahui bagaimana sejarah keperawatan nasional, dan

3. Mengetahui bagaimana hubungan dari sejarah keperawatan yang ada dengan
   keperawatan saat ini.

C. Metode Penulisan

        Sistematika penulisan makalah ini terdiri dari 3 bab utama. Bab I berisi
tentang latar belakang dari penulisan makalah ini, tujuan di adakannya penulisan, dan
metode penulisan makalah ini. Bab II merupakan bagian yang berisi penjelasan
tentang tinjauan pustaka, yang membahas materi/pokok bahasan makalah ini,yakni,
Sejarah Keperawatan Internasional dan Nasional. Bab III merupakan bagian terakhir
yang berisi kesimpulan dan saran.

                                                                                   2
                                    BAB II
                            TINJAUAN PUSTAKA



A. Sejarah Keperawatan Internasional
      Keperawatan sebagai suatu pekerjaan sudah ada sejak manusia ada di bumi
ini, keperawatan terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban teknologi dan
kebudayaan. Konsep keperawatan dari abad ke abad terus berkembang, berikut
adalah perkembangan keperawatan di dunia.


1. Sejak zaman manusia itu diciptakan (manusia itu ada)/Zaman Purba
      Di mana pada dasarnya manusia diciptakan telah memiliki naluri untuk
merawat diri sendiri sebagaimana tercermin pada seorang ibu. Naluri yang
sederhana adalah memelihara kesehatan dalam hal ini adalah menyusui anaknva
sehingga harapan pada awal perkembangan keperawatan, perawat harus
memiliki naluri keibuan (mother instinct) kemudian bergeser ke zaman purba di
mana pada zaman ini orang masih      percaya pada sesuatu tentang adanya
kekuatan mistis yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, kepercayaan
ini dikenal dengan nama animisme, di mana seseorang yang sakit dapat
disebabkan karena kekuatan alam atau pengaruh kekuatan gaib sehingga timbul
keyakinan bahwa jiwa yang jahat akan dapat menimbulkan kesakitan dan
jiwa yang sehat dapat menimbulkan kesehatan atau kesejahteraan. Pada saat itu
peran perawat sebagai ibu yang merawat keluarganya yang sakit dengan
memberikan perawatan fisik serta mengobati penyakit dengan menghilangkan
pengaruh jahat. Kemudian dilanjutkan dengan kepercayaan pada dewa -dewa
di mana pada masa itu penyakit dianggap disebabkan karena kemarahan dewa
sehingga kuil-kuil didirikan sebagai tempat pemujaan dan orang yang sakit
meminta kesembuhan di kuil tersebut dengan bantuan priest physician. Setelah
itu perkembangan keperawatan terus berubah dengan adanya diakones dan philantrop
yang merupakan suatu kelompok wanita tua dan janda yang membantu pendeta
                                                                              3
dalam merawat orang sakit serta kelompok kasih sayang yang anggotanya
menjauhkan diri dari keramaian dunia dan hidupnya ditujukan pada
perawatan orang yang sakit sehingga akhirnya berkembanglah rumah-rumah
perawatan dan akhirnya mulailah awal perkembangan ilmu keperawatan.


2. Zaman keagamaan
       Perkembangan keperawatan ini mulai bergeser ke arah spiritual di mana
seseorang yang sakit dapat disebabkan karena adanya dosa atau kutukan Tuhan.
Pusat perawatan adalah tempat-tempat ibadah, sehingga pada waktu itu
pemimpin agama dapat disebut sebagai. tabib yang mengobati pasien karena
ada anggapan yang mampu mengobati adalah pemimpin agama sedangkan pada
waktu itu perawat dianggap sebagai budak yang hanya membantu dan bekerja atas
perintah pemimpin agama.


3. Zaman masehi
       Keperawatan dimulai pada saat perkembangan agama Nasrani, di mana
pada saat itu banyak membentuk diakones (deaconesses), suatu organisasi wanita
yang bertujuan mengunjungi orang sakit sedangkan orang laki-laki di berikan tugas
dalam membrikan perawatan untuk mengubur bagi orang yang meninggal, sehingga
pada saat itu berdirilah rumah sakit di Roma seperti Monastic Hospital. Pada saat itu
rumah sakit di gunakan sebagai tempat merawat orang sakit,orang cacat,miskin dan
yatim piatu. Pada saat itu pula di daratan benua Asia, khususnya di Timur Tengah,
perkembangan keperawatan mulai maju seiring dengan perkembangan agama Islam.
Keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama islam di ikuti
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti ilmu pasti, kimia,
kesehatan dan obat-obatan. Sebagaimana dalam AlQuran di tuliskan pentingnya
menjaga kebersihan diri, makanan, lingkungan dan lain-lain. Perkembangan tersebut
melahirkan tokoh Islam dalam keperawatan yang di kenal dengan nama Rufaidah.




                                                                                   4
4. Zaman permulaan abad 21
       Pada permulaan abad ini perkembangan keperawatan berubah, tidak lagi
dikaitkan dengan faktor keagamaan akan tetapi berubah kepada faktor kekuasaan,
mengingat pada masa itu adalah masa perang dan terjadi eksplorasi alam
sehingga pesatlah perkembangan pengetahuan. Pada masa itu tempat ibadah yang
dahulu digunakan untuk merawat sakit tidak lagi digunakan.


5. Zaman sebelum perang dunia kedua
       Pada masa perang dunia kedua ini timbal prinsip rasa cinta sesama manusia di
mana saling membantu sesama manusia yang membutuhkan. Pada masa sebelum
perang dunia kedua ini tokoh keperawatan Florence Nightingale (1820-1910)
menyadari adanya pentingnya suatu sekolah untuk mendidik para peraw at,
Fl orence    Nighti ngal e     m em pun yai     pandangan       bahwa      dal am
mengembangkan keperawatan perlu dipersiapkan pendidikan bagi perawat,
ketentuan jam kerja perawat dan mempertimbangkan pendapat perawat. Usaha
Florence adalah dengan menetapkan struktur dasar di pendidikan perawat
diantaranya mendirikan sekolah perawat mnetapkan tujuan pendidikan perawat serta
menetapkan pengetahuan yang harus di miliki para calon perawat. Florence dalam
merintis profesi keperawatan diawali dengan membantu para korban akibat perang
krim (1854 - 1856) antara Roma dan Turki yang dirawat di sebuah barak rumah
sakit (scutori) yang akhirnya mendirikan sebuah rumah sakit dengan nama rumah
sakit Thomas di London dan juga mendirikan sekolah perawatan dengan nama
Nightingale Nursing School.


6. Masa selama perang dunia kedua
       Selama masa selama perang ini timbal tekanan bagi dunia pengetahuan
dalam penerapan teknologi akibat penderitaan yang panjang sehingga perlu
meningkatkan diri dalam tindakan perawat mengingat penyakit dan korban perang
yang beraneka ragam.


                                                                                 5
7. Masa pascaperang dunia dua
       Masa ini masih berdampak bagi masyarakat seperti adanya penderitaan yang
panjang akibat perang dunia kedua, dan tuntutan perawat untuk meningkatkan
masyarakat sejahtera semakin pesat. Sebagai contoh di Amerika, perkembangan
keperawatan pada masa itu diawali adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya
kesehatan, pertambahan penduduk yang relatif tinggi sehingga menimbulkan masalah
baru dalam pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi yang mempengaruhi pola
tingkah laku individu, adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
kedokteran dengan diawali adanya penemuan-penemuan obat-obatan atau cara-cara
untuk memberikan penyembuhan bagi pasien, upaya-upaya dalam tindakan pelayanan
kesehatan seperti pelayanan kuratif, preventif dan promotif dan juga terdapat
kebijakan Negara tentang peraturan sekolah perawat. Pada masa itu perekembangan
perawat di mulai adanya sifat pekerjaan yang semula bersifat individu bergeser ke
arah pekerjaan yang bersifat tim. Pada tahun 1948 perawat di akui sebagai profesi
sehingga pada saat itu pula terjadi perhatian dalam pemberian penghargaan pada
perawat atas tangung jawabnya dalam tugas.


8. Periode tahun 1950
       Pada masa itu keperawatan sudah mulai menunjukkan perkembangan
khususnya penataan pada sistem pendidikan. Hal tersebut terbukti di negara
Amerika sudah dimulai pendidikan setingkat master dan doktoral. Kemudian
penerapan    proses     keperawatan   sudah    mulai   dikembangkan       dengan
memberikan pengertian bahwa perawatan adalah suatu proses, yang dimulai
dari pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.




B. Sejarah Perkembangan Keperawatan di Indonesia
       Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia telah banyak dipengaruhi
oleh kolonial penjajah diantaranya Jepang, Belanda dan Inggris. Dalam
perkembangannya di Indonesia dibagi menjadi dua masa diantaranya:

                                                                                 6
       Pertama, masa sebelum kemerdekaan, pada masa itu negara Indonesia
masih dalam penjajahan Belanda. Perawat berasal dari Indonesia disebut
sebagai verpleger dengan dibantu oleh zieken oppaser sebagai penjaga orang
sakit, perawat tersebut pertama kali bekerja di rumah sakit Binnen Hospital
yang terletak di Jakarta pada tahun 1799 yang ditugaskan untuk memelihara
kesehatan staf dan tentara Belanda, sehingga akhirnya pada masa Belanda
terbentuklah dinas kesehatan tentara dan dinas kesehatan rakyat. Mengingat tujuan
pendirian rumah sakit hanya untuk kepentingan Beland a, maka tidak diikuti
perkembangan dalam keperawatan. Kemudian pada masa penjajahan Inggris yaitu
Rafless, mereka memperhatikan kesehatan rakyat dengan moto kesehatan adalah
milik manusia dan pada saat itu pula telah diadakan berbagai usaha dalam
memelihara kesehatan diantaranya usaha pengadaan pencacaran secara
umum, membenahi          cara   perawatan     pasien dangan gangguan jiwa dan
memperhatikan kesehatan pada para tawanan.
       Beberapa rumah sakit dibangun khususnya di Jakarta yaitu pada tahun 1819,
didirikan rumah sakit Stadsverband, kemudian pada tahun 1919 rumah sakit
tersebut pindah ke Salemba dan sekarang dikenal dengan nama RSCM (Rumah
Sakit Cipto Mangunkusumo), kemudian diikuti rumah sakit milik swasta. Pada tahun
1942-1945 terjadi kekalahan tentara sekutu dan kedatangan tentara Jepang.
Perkembangan keperawatan mengalami kemunduran.
       Kedua, masa setelah kemerdekaan, pada tahun 1949 telah banyak rumah
sakit yang didirikan serta balai pengobatan dan dalam rangka memenuhi kebutuhan
tenaga kesehatan pada tahun 1952 didirikan sekolah perawat, kemudian pada
tahun 1962 telah dibuka pendidikan keperawatan setara dengan diploma. Pada
tahun 1985 untuk pertama kalinya dibuka pendidikan keperawatan setingkat
dengan sarjana yang dilaksanakan di Universitas Indonesia dengan nama
Program Studi Ilmu Keperawatan dan akhirnya dengan berkembangnya Ilmu
Keperawatan, maka menjadi sebuah Fakultas Ilmu keperawatan dan beberapa
tahun kemudian diikuti berdirinya pendidikan keperawatan setingkat S1 di berbagai
univeisitas di Indonesia seperti di Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan lain-lain.
                                                                                   7
C. Dampak Sejarah Terhadap Profil Perawat Indonesia
       Sejarah adalah setiap peristiwa atau kejadian di masa lampau yang
menyenangkan maupun memilukan. Sejarah bukan sebatas cerita untuk generasi
mendatang yang ditulis sekadar untuk dihafalkan. Setiap manusia memiliki sejarah
masing-masing, baik yang bersifat individual, komunal, maupun nasional. Sama
halnya dengan sejarah perjuangan bangsa. Kemerdekaan yang diraih bukan hanya
melibatkan tentara, tetapi juga seluruh elemen bangsa. Mulai dari pemimpin sampai
rakyat jelata, orang tua sampai anak-anak. Semuanya bahu-membahu berjuang
dengan semangat patriotisme.

       Sejarah akan mewarnai masa depan. Apa yang terjadi di masa sekarang
dipengaruhi oleh sejarah pada masa sebelumnya. Kesuksesan yang diraih seseorang
dalam hidupnya merupakan hasil atau buah dari keuletan dan perjuangannya di masa
lalu. Contohnya adalah negara Jepang. Negara tersebut menjadi salah satu negara
yang pesat perekonomiannya. Keberhasilan ini salah satunya dipengaruhi oleh
semangat bangsa ini untuk terus maju dan meningkatkan produktivitasnya. Teori
yang sama berlaku pula di negara kita. Keterpurukan yang dialami bangsa Indonesia
di hampir segala bidang disebabkan oleh perilaku korup yang telah mendarah daging
di negara ini sejak dulu.

       Sistem hegemoni yang diterapkan oleh bangsa Eropa selama menjajah
Indonesia telah memberi dampak yang sangat besar pada seluruh lini kehidupan,
termasuk profesi perawat. Posisi Indonesia sebagai negara yang terjajah (subaltern)
menyebabkan kita selalu berada pada kondisi yang tertekan, lemah, dan tidak
berdaya. Kita cenderung menuruti apa saja yang menjadi keinginan penjajah. Situasi
ini terus berlanjut dalam kurun waktu yang lama sehingga terbentuk suatu formasi
kultural. Kultur di dalamnya mencakup pola perilaku, pola pikir, dan pola bertindak.
Formasi kultural ini terus terpelihara dari generasi ke generasi sehingga menjadi
sesuatu yang superorganic. Sejarah keperawatan di Indonesia pun tidak lepas dari
pengaruh penjajahan. Kali ini, penulis mencoba menganalisis mengapa masyarakat
menganggap perawat sebagai pembantu profesi kesehatan lain—dalam hal ini profesi
                                                                                  8
dokter. Ini ada kaitannya dengan konsep hegemoni. Seperti dijelaskan di awal,
perawat awalnya direkrut dari Boemi Putera yang tidak lain adalah kaum terjajah,
sedangkan dokter didatangkan dari negara Belanda—sebab pada saat itu di Indonesia
belum ada sekolah kedokteran. Sesuai dengan konsep hegemoni, posisi perawat di
sini adalah sebagai subaltern yang terus-menerus berada dalam cengkeraman
kekuasaan dokter Belanda (penjajah). Kondisi ini menyebabkan perawat berada pada
posisi yang termarjinalkan. Keadaan ini berlangsung selama berabad-abad sampai
akhirnya terbentuk formasi kultural pada tubuh perawat.

       Posisi perawat sebagai subaltern yang tunduk dan patuh mengikuti apa
keinginan penjajah lama-kelamaan menjadi bagian dari karakter pribadi perawat.
Akibatnya, muncul stigma di masyarakat yang menyebut perawat sebagai
pembantu dokter. Karena stigma tersebut, peran dan posisi perawat di masyarakat
semakin termarjinalkan. Kondisi semacam ini telah membentuk karakter dalam diri
perawat yang pada akhirnya berpengaruh pada profesi keperawatan secara umum.
Perawat menjadi sosok tenaga kesehatan yang tidak mempunyai kejelasan
wewenang atau ruang lingkup. Orientasi tugas perawat dalam hal ini bukan untuk
membantu klien mencapai derajat kesehatan yang optimal, melainkan membantu
pekerjaan dokter. Perawat tidak diakui sebagai suatu profesi, melainkan pekerjaan di
bidang kesehatan yang aktivitasnya bukan didasarkan atas ilmu, tetapi atas
perintah/instruksi dokter—sebuah rutinitas belaka. Pada akhirnya, timbul sikap ma-
nut perawat terhadap dokter.

       Dampak lain yang tidak kalah penting adalah berkembangnya perilaku
profesional yang keliru dari diri perawat. Ada sebagian perawat yang
menjalankan praktik pengobatan yang sebenarn ya merupakan kewenangan
dokter. Realitas seperti ini sering kita temui di masyarakat. Uniknya,
sebutan untuk perawat pun bera gam. Perawat laki-laki biasa disebut
mantri, sedangkan perawat perempuan disebut suster. Ketimpangan ini
terjadi karena perawat sering kali diposisikan sebagai pembantu dokter.
Akibatnya, perawat terbiasa bekerja layaknya seorang dokter, padahal

                                                                                  9
lingkup kewenangan kedua profesi ini berbeda.

        Tidak menutup kemungkinan, fenomena seperti ini masih terus
berlangsung hingga kini. Hal ini tentunya akan menghambat upaya
pengembangan keperawatan menjadi profesi kesehatan yang profesional. Seperti
kita ketahui, kultur yang sudah terinternalisasi akan sulit untuk diubah.
Dibutuhkan persamaan persepsi dan cita-cita antar-perawat serta kemauan
profesi lain untuk menerima dan mengakui perawat sebagai sebuah profesi
kesehatan yang profesional. Tentunya kita berharap pengakuan ini bukan
sekedar wacana, tetapi harus terealisasikan dalam kehidupan profesional.

        Paradigma yang kemudian terbentuk karena kondisi ini adalah
pandangan bahwa perawat merupakan bagian dari dokter. Dengan
demikian, dokter berhak "mengendalikan" aktivitas perawat terhadap klien.
Perawat menjadi perpanjangan tangan dokter dan berada pada posisi submisif.
Kondisi seperti ini sering kali temui dalam pelayanan kesehatan di rumah
sakit. Salah satu penyebabnya adalah masih belum berfungsinya sistem
kolaborasi antara dokter dan perawat dengan benar.

        Jika kita cermati lebih jauh, hal yang berlaku justru sebalik nya.
Dokter seharusnya merupakan bagian dari perawatan klien. Seperti kita
ketahui, perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling sering dan paling
lama berinteraksi dengan klien. Asuhan keperawatan yang diberikan pun
sepanjang rentang sehat-sakit. Dengan demikian, perawat adalah pihak yang
paling mengetahui perkembangan kondisi kesehatan klien secara menyeluruh
dan bertanggung jawab atas klien. Sudah selayaknya jika profesi kese hatan
lain meminta "izin" terlebih dahulu kepada perawat se belum berinteraksi
dengan klien. Hal yang sama juga berlaku untuk keputusan memulangkan klien.
Klien    baru   boleh   pulang    setelah   perawat     menyatakan     kondisinya
memungkinkan. Walaupun program terapi sudah dianggap selesai, program
perawatan masih terus berlanjut karena lingkup keperawatan bukan hanya
pada saat klien sakit, tetapi juga setelah kondisi klien sehat.
                                                                               10
                                   BAB III
                                  PENUTUP



A. Kesimpulan
       Keperawatan merupakan sebuah ilmu dan profesi yang memberikan
pelayanan kesehatan guna untuk meningkatkan kesehatan bagi masyarakat.
Keperawatan ternyata sudah ada sejak manusia itu ada dan hingga saat ini Profesi
keperawatan berkembang dengan pesat. Sejarah perkembangan keperawatan di
Indonesia tidak hanya berlangsung di tatanan praktik, dalam hal ini
layanan keperawatan, tetapi juga di dunia pendidikan keperawatan. Tidak asing
lagi, pendidikan keperawatan memberi pengaruh yang besar terhadap
kualitas   layanan    keperawatan.     Karenanya,     perawat    harus    terus
meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan keperawatan
yang berkelanjutan.


B. Saran
       Dari kesimpulan yang ada maka kita sebagai perawat atau calon perawat
harus terus meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan
keperawatan yang berkelanjutan, sehingga kita tidak mengalami ketertinggalan
dari keperawatan internasional.




                                                                              11
                              DAFTAR PUSTAKA


Hidayat A. Aziz Alimul. (2007). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan Eds 2.
Salemba Medika: Jakarta


Asmadi.(2008).Konsep Dasar Keperawatan.Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta


Anonim2009.sejarah        perkembangan       keperawatan       di     dunia,dalam
http://perawattegal.wordpress.com di akses selasa 24 agustus 2010 pukul 10:15am




                                                                                  12

				
DOCUMENT INFO
Tags:
Stats:
views:17371
posted:9/6/2010
language:Indonesian
pages:12
Description: Makalah yang di buat untuk mengisi Tugas yg di berikan... semoga juga dapat membantu teman2 yg lain