Docstoc

ISLAMIC STUDY

Document Sample
ISLAMIC STUDY Powered By Docstoc
					 KLASIFIKASI METODOLOGI STUDI ISLAM
                   SECARA
      NORMATIF DAN HISTORISITAS


                   Makalah
        Disusun Guna Melengkapi Tugas
      Mata Kuliah : Metodologi Studi Islam
    Dosen Pengampu : Syamsul Ma’arif, M. Ag




                 Disusun Oleh :
ABDULLAH KHUSAIRI                 083811001
SOFI ASFIHANI                     083811026
NURDIAN DWI INAYAH                083811038


           FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
                 SEMARANG
                     2010



                       1
                KLASIFIKASI METODOLOGI STUDI ISLAM
                                     SECARA
                       NORMATIF DAN HISTORISITAS


I.    PENDAHULUAN
             Dalam rangka mewujudkan kecintaan dan keyakinan manusia terhadap
      Islam yang tidak hanya bersifat normatif dan bukan pula karena emosional
      semata-mata karena didukung oleh argumentasi yang bersifat rasional, cultural,
      dan actual, maka studi terhadap misi ajaran Islam secara komprehensif dinilai
      sangat urgen. Studi Islam juga dapat membuktikan kepada umat manusia
      bahwa Islam baik secara normatif maupun secara kultural dan rasional adalah
      ajaran yang dapat membawa manusia kepada kehidupan yang lebih baik, tanpa
      harus mengganggu keyakinan agama Islam. Selain itu, studi Islam juga dapat
      menumbuhkan sikap objektif dan akan menghilangkan citra negatif dari
      sebagian masyarakat terhadap ajaran Islam.
             Mata Kuliah Metodologi Studi Islam (MSI) merupakan mata kuliah
      untuk program studi S-1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.
      Dalam perkuliahan matakuliah ini mahasiswa akan diarahkan pada cara
      memahami Islam, baik Islam sebagai agama, budaya dan ilmu. Islam sebagai
      agama menjadi pandangan hidup, sedangkan sebagai budaya Islam jadi gejala
      sosial yang muncul sebagai jawaban kritis masyarakat. Selain itu, Islam sebagai
      ilmu sangat menarik untuk dikaji dengan berbagai pendekatan, metode dan
      kajian ilmiyah lainnya.


II.   PERMASALAHAN
             Ada berbagai metodologi dalam mengkaji islam seperti pendekatan
      normative, antropologis, sosiologis, fisiologis, histories, kebudayaan, dna
      psikologi. Pada kesempatan ini pemakalah akan membahas tentang :
        A.    Bagaimana Pendekatan Secara Normatif ?
        B.    Bagaimana Pendekatan Secara Historisitas ?




                                         2
            C.    Bagaimana Hubungan Antara Pendekatan Normatif Dan Historisitas
        Dalam Metodologi Pemahaman Islam ?
            D.    Apa Contoh Fenomena Yang Terjadi Dalam Masyarakat ?


III.   PEMBAHASAN
       A. Pendekatan Secara Normatif
                  Secara normatif berarti sesuai dengan apa yang telah ditentukan
             (norma). Berarti mengacu pada sumber dasar Islam yaitu Al Quran dan
             Hadits. Islam normatif adalah agama Islam yang tercermin dari sumber
             ajaran utamanya dan pembahasannya berangkat dari teks yang sudah
             tertulis, tekstual, atau skiptualis. 1
                  Normatifitas adalah karekteristik konsep Islam yang utama dan sumber
             dari karakteristik lainnya. Karakteristik ini merupakan karakter yang
             pertama. Islam adalah Rabbani, yaitu buatan Allah SWT bukan buatan
             manusia dan keuniversalannya itu merupakan corak pokok perbuatan ilahi.
             Dalam bidang kerohanian (agama) Islam mengakui adanya pluralisme yang
             tidak akan berubah, sehingga tidak mungkin di lawan dan diingkari. Selain
             itu islam juga mengakui adanya universalisme, yaitu menyeluruh berbuat
             baik kepada umat manusia.
                  Hal ini sesuai apa yang telah diungkapkan oleh M. Quraisy Shihab
             bahwa menggali ajaran agama, meninggalkan fanatisme buta, serta
             berpihak dalam kenyataan, maka jalan akan dirumuskan. Bukankah agama
             monotheisme dengan Tuhan Yang Maha Esa pada hakekatnya juga
             menganut paham Universalisme. 2
                  Pendekatan teologis normatif dalam memahamai agama secara harfiah
             dapat diartikan sebagai upaya memahami agama dengan menggunakan
             kerangka ilmu ketuhanan yang bertolak dari suatu keyakinan bahawa wujud




        1
            Amin Abdullah. Study Islam. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2004). hlm. 6
        2
            Sayyid Qutb. Karakteristik Konsep Islam. (Bandung : Pustaka. 1968). hlm. 52




                                                  3
      empirik dari suatu keagamaan dianggap sebagai yang paling benar
      dibandingkan dengan yang lain. 3
            Pemahaman fanatik seperti inilah yang menyebabkan perpecahan
      dalam tubuh umat islam. Karena masing-masing kelompok atau golongan
      mengklaim kelompok atau golongannyalah yang paling benar dan
      kelompok lain yang tidak sefaham dianggap sesat, kafir, murtad, dan
      seterusnya. Dalam keadaan demikian maka terjadilah proses mengkafirkan
      dan saling menyalahkan.
            Adanya pendekatan secara normatif akan membuka pemahaman orang
      bahwa sikap fanatik terhadap golongan akan menjadi penyebab perpecahan
      umat, selain itu juga akan menjadikan masyarakat sadar akan perbedaan
      yang terjadi. Karena perbedaan adalah Rahmat bagi umat dan masyarakat
      mampu menerima perbedaan yang terjadi antar golongan. Sehingga tercipta
      masyarakat beragama yang dapat hidup sejahtera.
B. Pendekatan Secara Historisitas
            Sejarah atau historis adalah suatu ilmu yang didalamnya dibahas
      berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, obyek,
      latar belakang, dan pelaku dari peristiwa tersebut. Menurut ilmu ini segala
      peristiwa dapat dilacak dengan melihat kapan peristiwa itu terjadi, dimana,
      apa sebabnya, dan siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut.4
            Melalui pendekatan sejarah seseorang akan diajak menukik dari alam
      idealis ke alam yang bersifat empiris dan mendunia. Dari keadaan ini
      seseorang akan melihat adanya kesenjangan atau keselarasan antara yang
      terdapat dalam alam idealis dengan yang ada di alam empiris dan historis.
            Pendekatan kesejahteraan ini amat dibutuhkan dalam memahami
      agama. Begitu juga dengan islam karena agama itu sendiri turun dalam
      situasi    yang    kongkret      bahkan      berkaitan     dengan      kondisi   sosial
      kemasyarakatan.


 3
     Abudin Nata. Metodologi Studi Islam. (Jakarta : Rajawali Pers. 2000). hlm. 28
 4
     Taufik Abdullah. Sejarah dan Masyarakat. (Jakarta : Pustaka Firdaus. 1987). hlm. 105




                                            4
                    Sejarah hanya sebagai metode analisis atas dasar pemikiran bahwa
               sejarah dapat meyajikan gambaran tentang unsur-unsur yang mendukung
               timbulnya suatu lembaga. Pendekatan sejarah bertujuan untuk menentukan
               inti karakter agama dengan meneliti sumber klasik sebelum dicampuri yang
               lain. Dalam menggunakan data historis maka akan dapat menyajikan secara
               detail dari situasi sejarah tentang sebab akibat dari suatu persoalan agama.5
                    Melalui pendekatan sejarah ini, seseorang diajak untuk memasuki
               keadaan yang sebenarnya berkenaan dengan penerapan suatu peristiwa.
               Disini seseorang tidak akan memahami agama keluar dari konsep
               historisnya, karena pemahaman demikian itu akan menyesatkan orang yang
               memahaminya. Misalnya seseorang yang ingin memahami Al-Qur’an
               secara benar maka ia harus mempelajari sejarah turunnya Al-Qur’an atau
               kejadian-kejadian yang mengiringi turunnya Al-Qur’an.
                    Dengan pendekatan historis ini masyarakat diharapkan mampu
               memahami nilai sejarah adanya agama Islam. Sehingga terbentuk manusia
               yang sadar akan historisitas keberadaan islam dan mampu memahami nilai-
               nilai yang terkandung didalamnya.
      C. Hubungan            pendektan     normative     dan    historisitas   dalam     metologi
               pemahaman islam
                    Dalam metodologi terhadap pemahaman agama islam, kedua
               pendekatan tersebut (normative dan historisitas) saling berkaitan satu sama
               lain. Normatifitas islam ternyata terkungkung oleh historisitas para
               pemeluknya. Dalam arti bahwa pemahaman mereka tidak bisa terlepas
               sama sekali dari pengaruh situasi kondisi yang melingkarinya. Pergumulan
               social politik, social ekonomi, tingkat pendidikan, kepentingan stabilitas
               pertahanan, kepentingan kelompok, organisasi, dan sebagainya bahkan
               Sangat mewarnai corak pemahaman terhadap normatifitas Islam.




          5
              Atang Abdul Hakim. Metodologi Studi Islam. (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. 2000).
hlm. 64



                                                   5
              Secara normatif pemahaman Islam bersumber dari sumber utamanya
         yaitu Al-Qur’an dan Hadits dan secara historisitas pemahaman tentang
         Islam berhubungan dengan waktu dan realitas yang ada.
      D. Contoh Fenomena Dalam Masyarakat
              Contoh fenomena yang telah terjadi dalam masyarakat kita adalah
         peringatan tujuh hari, empat puluh ari, dan seratus hari dari kematian
         seseorang. Secara normatif amalan dari perbuatan ini tidak ada dalia yang
         jelas di dalam Al-Qur’an dan Hadits Namun jika kita melihat dari kacamata
         historisitas maka kita akan menemukan bahwa fenomena tersebut telah
         menjadi tradisi yang terjadi di masyarakat sejak zaman kerajaan hindu-
         budha di Indonesia.
              Kalangan Muhammadiyah tidak menganjurkan para pengikutnya
         untuk melaksanakan amalan ini karena dianggap tidak ada dalia yang jelas
         di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Namun golongan NU melaksanakan
         peringatan tersebut karena mereka tidak meninggalkan tradisi yang telah
         terjadi dalam masyarakat karena hal tersebut dianggap sebagai salah satu
         bentuk ibadah.
              Dari contoh fenomena peringatan tujuh hari, empat puluh hari, dan
         seratus hari dari kematian secara metodologi kita akan menemukan
         perbedaan-perbedaan tiap golongan atau kelompok dalam memahami suatu
         perkara. Disini kita akan melihat ajaran Islam sangat luas dan perbedaan
         tersebut merupakan hal yang wajar, sehingga mampu melihat fenomena-
         fenomena yang terjadi dengan kacamata Metodologi Studi Islam.


IV.   KESIMPULAN
            Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
      A. Pendekatan Secara Normatif
              Secara normatif berarti sesuai dengan apa yang telah ditentukan
       (norma). Berarti mengacu pada sumber dasar islam yaitu al quran dan hadits.
       Islam normative adala agama islam yang tercermin dari sumber ajaran




                                        6
      utamanya dan pembahasannya berangkat dari teks yang sudah tertulis,
      tekstual, atau skiptualis.
              Adanya pendekatan secara normatif akan membuka pemahaman orang
      bahwa sikap fanatik terhadap golongan akan menjadi penyebab perpecahan
      umat, selain itu juga akan menjadikan masyarakat sadar akan perbedaan yang
      terjadi. Karena perbedaan adalah rahmat bagi umat dan masyarakat mampu
      menerima perbedaan yang terjadi antar golongan. Sehingga tercipta
      masyarakat beragama yang dapat hidup sejahtera.
     B. Pendekatan Secara Historisitas
              Pendekatan kesejahteraan ini amat dibutuhkan dalam memahami
      agama. Begitu juga dengan islam karena agama itu sendiri turun dalam situasi
      yang kongkret bahkan berkaitan dengan kondisi sosial kemasyarakatan.
     C. Hubungan Pendekatan Normative Dan Historisitas Dalam Metologi
       Pemahaman Islam
              Secara normatif pemahaman Islam bersumber dari sumber utamanya
      yaitu al-qur’an dan hadits dan secara historisitas pemahaman tentang Islam
      berhubungan dengan waktu dan realitas yang ada.
     D. Contoh Fenomena Dalam Masyarakat
              Contoh fenomena yang telah terjadi dalam masyarakat kita adalah
        peringatan tujuh hari, empat puluh ari, dan seratus hari dari kematian
        seseorang. Secara normatif amalan dari perbuatan ini tidak ada dalia yang
        jelas di dalam Al-Qur’an dan Hadits Namun jika kita melihat dari kacamata
        historisitas maka kita akan menemukan bahwa fenomena tersebut telah
        menjadi tradisi yang terjadi di masyarakat sejak zaman kerajaan hindu-
        budha di Indonesia.


V.   PENUTUP
            Demikian makalah ini kami buat. Kami yakin bahwa makalah ini masih
     jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami mohon saran dan kritik yang
     membangun demi kesempurnaan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat
     bermanfaat bagi kita semua. Amien.



                                          7
                        DAFTAR PUSTAKA




 Abdullah, Taufik. Sejarah dan Masyarakat. Jakarta : Pustaka Firdaus.
   1987.
 Abdul Hakim, Atang. Metodologi Studi Islam. Bandung : PT. Remaja
   Rosdakarya. 2000.
 Abdullah, Amin. Study Islam. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2004.
 Qutb, Sayyid. Karakteristik Konsep Islam. Bandung : Pustaka. 1968.
 Abudin Nata. Metodologi Studi Islam. Jakarta : Rajawali Pers. 2000.




                                 8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:544
posted:9/6/2010
language:Indonesian
pages:8