Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Standar Penilaian Usaha - Bapepam by prasetyosampurno

VIEWS: 5,482 PAGES: 66

									Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal
Willy D. Kusnanto

1,2. Umum
• • • • • • Kewajiban menggunakan standar Bapepam Jika tidak diatur  SPI/standar penilaian lainnya yang berlaku internasional  kutipan standar wajib dimuat/dilampirkan dalam LPU Bukan merupakan pedoman penilaian properti Mengacu pada penilaian properti  penilai properti terdaftar di Bapepam dan wajib melampirkan laporannya Penggunaan laporan keuangan  Akuntan terdaftar di Bapepam, tanggal penilaian = tanggal laporan keuangan Revisi Laporan Penilaian Usaha/penilaian ulang
– – – – menerbitkan kembali LPU tanggal & nomor berbeda alasan & penjelasan diterbitkannya revisi Fakta-fakta & perubahan material wajib diungkapkan

• •

Masa berlaku = 6 bulan Penggantian Penilai Usaha:
– Dapat dilakukan apabila Penilai Usaha pendahulu:
• telah menerbitkan LPU/telah menerima penugasan untuk melaksanakan penilaian namun belum menyelesaikan LPU; mengundurkan diri; penugasannya dihentikan. 2

2. Umum
• Penggantian Penilai Usaha:
– – – – – Obyek penilaian yang sama. Melakukan komunikasi sebelum menerima penugasan. Persetujuan tertulis untuk meminta keterangan. Meminta keterangan kepada Penilai Usaha pendahulu mengenai masalahmasalah yang menurut keyakinan Penilai Usaha pengganti akan membantu dalam memutuskan penerimaan/penolakan penugasan. Penilai Usaha pendahulu wajib memberikan jawaban dengan segera & lengkap atas pertanyaan dari Penilai Usaha pengganti. Penilai Usaha pengganti hanya dapat menerima suatu penugasan apabila komunikasi sebagaimana dimaksud dalam butir diatas telah dievaluasi. Wajib menjaga kerahasiaan informasi yang telah diperoleh satu sama lain kecuali atas permintaan Bapepam dan LK. Penilai Usaha pengganti wajib merencanakan dan melaksanakan penilaian ulang sesuai dengan prosedur penilaian & tidak bertanggung jawab atas pekerjaan Penilai Usaha pendahulu & tidak menerbitkan suatu laporan yang mencerminkan pembagian tanggung jawab.

–
– –

•

Dengan beban Pihak yang memberikan penugasan penilaian, apabila diperlukan, Bapepam dan LK dapat meminta opini kedua (second opinion) terhadap obyek penilaian yang sama dan/atau review terhadap hasil penilaian yang telah diterbitkan.
3

3. Kewajiban Penilai Usaha
• Mempertimbangkan kompetensi  tingkat pengetahuan dan keahlian yang memadai dalam teori maupun penerapannya untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menganalisa data, mempertimbangkan & menerapkan pendekatan & metode penilaian yang sesuai, serta menggunakan pertimbangan profesional untuk mengembangkan perkiraan nilai. Tim penugasan profesional penilaian  memiliki kualifikasi, kompetensi & keahlian sesuai dengan spesialisasi industri. Melakukan analisis mengenai sifat, fakta-fakta & rencana transaksi untuk mengklarifikasi kebutuhan atas pendapat kewajaran serta melakukan diskusi dengan klien guna memperoleh kesepahaman atas penugasan. Mempertimbangkan:
– – – – entitas dan industrinya; obyek yang dinilai; tanggal penilaian; ruang lingkup dari penugasan penilaian,
• tujuan dari penugasan penilaian • asumsi-asumsi dan kondisi pembatasan yang digunakan dalam penugasan penilaian; • standar nilai dan premis nilai yang digunakan.

• • •

– kontrak (surat perjanjian kerja) penugasan penilaian; – ketentuan perundang-undangan terkait dengan obyek yang dinilai.
4

3. Kewajiban Penilai Usaha
• Memahami sifat & mempertimbangkan:
– – – –

risiko

jasa

penilaian,

ekspektasi

klien,

&

syarat penugasan yang diajukan oleh klien; identitas klien; sifat dari obyek yang dinilai, karakteristik pengendalian & tingkat marketabilitasnya; prosedur yang wajib dipenuhi serta sejauh mana prosedur tersebut dibatasi oleh klien; – keadaan lain di luar kendali Penilai Usaha atau klien (jika ada).

• • •

Objektif dalam memberikan setiap jasa profesional, bersikap tidak memihak, kejujuran intelektual, tidak memiliki kepentingan dan benturan kepentingan. Memenuhi persyaratan independensi Membuat kesepahaman tertulis yang memuat.
– – – – – – standar nilai yang akan digunakan; sifat dan tujuan dari penugasan penilaian; tanggung jawab klien; tanggung jawab Penilai Usaha; asumsi-asumsi yang dapat digunakan dan kondisi-kondisi pembatas; dan jenis dan penggunaan laporan yang akan diterbitkan.
5

3. Kewajiban Penilai Usaha
• LPU memuat uraian yang jelas & tepat mengenai
– – – – – lingkup penugasan, maksud & tujuan penggunaan, penjelasan asumsi-asumsi, skenario hipotesis, persyaratan pembatasan yang secara langsung mempengaruhi penilaian.

•

Asumsi & pembatasan tidak boleh:
– mengakibatkan penggunaan LPU menjadi terbatas, – mengurangi substansi nilai; – mengurangi tanggung jawab.

• •

Mengidentifikasi sifat penugasan secara tepat untuk menentukan ruang lingkup penilaian yang memadai untuk menghasilkan opini & hasil penilaian. Pengungkapan pembatasan:
– ruang lingkup penugasan penilaian/data yang tersedia untuk dianalisis, yang diketahui atau patut diketahui dalam LPU – ruang lingkup penugasan penilaian dan data untuk dianalisa, baik yang diperoleh dari dalam maupun dari luar pihak klien pada saat melakukan penilaian sampai dengan diterbitkannya LPU.
6

3. Kewajiban Penilai Usaha
• • Dilarang menerima penugasan penilaian  terdapat pembatasan ruang lingkup penugasan sehingga dapat mengakibatkan hasil penilaian tidak dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan tujuan penilaian. Ruang lingkup penugasan paling kurang meliputi:
– – – – sejauh mana objek penilaian perlu diidentifikasi; sejauh mana objek penilaian perlu diinspeksi; jenis dan sejauh mana data perlu diteliti; dan jenis & sejauh mana analisa perlu dilakukan untuk memperoleh opini dan hasil penilaian.

•

Penggunaan opini atau hasil pekerjaan/pernyataan tenaga ahli lain dalam melakukan penugasan penilaian:
– mengungkapkan asumsi dan kondisi pembatasan termasuk tingkat tanggung jawab dan asumsi Penilai Usaha atas hasil pekerjaan tenaga ahli lain tersebut; – memuat opini/hasil pekerjaan/pernyataan tenaga ahli lain tersebut dalam LPU; – melampirkan laporan hasil kerja tenaga ahli lain tersebut dalam LPU.

•

Seluruh data dan/atau informasi yang digunakan dalam penugasan penilaian wajib diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya dan Penilai Usaha wajib mengungkapkan asal dari sumber dimaksud dan waktu perolehannya.
7

4. Penugasan penilaian 5. Pendekatan, metode & prosedur penilaian
• Penugasan penilaian
– menganalisis kepentingan dari obyek; – mempertimbangkan & menggunakan pendekatan & metode penilaian yg tepat – membuat & memelihara dokumentasi yang diperlukan.

• Pendekatan, metode & prosedur penilaian
– menggunakan satu/lebih metode dari 2/lebih pendekatan penilaian untuk memperoleh hasil penilaian yang akurat & objektif; – memilih & menerapkan pendekatan, metode & prosedur penilaian yang sesuai dengan tujuan penilaian, definisi nilai yang dicari & karakteristik penilaian; – mengungkapkan dengan jelas dalam penugasan dan LPU – memperhatikan persyaratan & pengungkapan yang ditetapkan.
8

6. Penyesuaian dalam penilaian
• • Mempertimbangkan penyesuaian-penyesuaian terhadap pos-pos laporan keuangan untuk menghasilkan indikasi nilai. Penilaian terhadap suatu kepentingan yang bersifat pengendali dengan menggunakan pendekatan pendapatan (income approach), maka:
– nilai dari aktiva dan kewajiban non-operasional; atau – kelebihan atau kekurangan dari aktiva operasional,

•

•

wajib dikeluarkan dari perhitungan atas nilai aktiva operasional, dan wajib ditambahkan pada atau dihapuskan dari nilai entitas operasional. Penilaian terhadap suatu kepentingan yang bersifat bukan pengendali dengan menggunakan pendekatan pendapatan (income approach), maka nilai dari aktiva dan kewajiban non-operasional, kelebihan/kekurangan dari aktiva operasional wajib digunakan dalam menyesuaikan nilai dari entitas. Analisa dan/atau penyesuaian atas laporan keuangan dalam penugasan penilaian dilakukan minimal 5 (lima) tahun buku yang meliputi:
– Money value (nilai nominal atau besaran nilai uang); – Common size statement percentage dari penjualan dalam laporan laba rugi & persentase dari total aktiva dalam neraca; dan – rasio-rasio keuangan.
9

6. Penyesuaian dalam penilaian
• Analisa untuk:
– memahami hubungan antara laporan laba rugi dengan neraca, termasuk tren historis, serta menilai risiko yang terkait dengan operasi usaha & prospek kinerja usaha di masa depan; – membandingkan risiko & parameter lainnya dengan usaha sejenis; dan – melakukan estimasi terhadap kemampuan ekonomis dan prospek usaha.

•

•

Bersikap hati-hati dalam membuat penyesuaian terhadap laporan keuangan historis dan didukung dengan akses yang cukup untuk menjamin validitas laporan keuangan. Memperhatikan hal-hal antara lain:
– memisahkan pos-pos non-recurring atau terdapat pos-pos di dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan nilai yang wajar; – memisahkan pos-pos diluar operasi normal perusahaan dikeluarkan terlebih dahulu sebelum melakukan perhitungan penilaian. – menyesuaikan pengaruh unsur kendali (controlling adjustment) dalam hal dilakukan penilaian atas saham pengendali dengan memisahkan pos-pos dalam laporan keuangan dari transaksi yang bersifat memiliki kepentingan kendali (controlling interest), seperti transaksi dengan pihak-pihak terafiliasi yang memiliki kendali, antara lain berupa kompensasi manajemen yang berlebihan, struktur permodalan, biaya dan beban yang berlebihan, gaji pengurus yang terlalu tinggi; 10 – menyesuaikan pos-pos lainnya yang tidak wajar.

6. Penyesuaian dalam penilaian
• Memperhatikan dampak penyesuaian terhadap pos-pos yang terkait. • Dalam menggunakan pendekatan aktiva (asset-based approach), laporan keuangan tersebut wajib disesuaikan untuk mencerminkan nilai pasar wajar pada tanggal penilaian. • Dalam menggunakan perbandingan perusahaan dengan perusahaan lain maka tiap pos dalam laporan keuangan wajib dievaluasi dan jika terdapat perbedaan kebijakan akuntansi, maka wajib dilakukan penyesuaian untuk mengurangi perbedaan tersebut ke dalam kebijakan akuntansi yang digunakan oleh perusahaan yang dinilai. • Mengungkapkan & menjelaskan dalam LPU atas setiap penyesuaian terhadap laporan keuangan yang 11 telah dilakukan.

7,8,9,11,12. Kesimpulan Nilai
• Menaksir kehandalan hasil penilaian dari penggunaan beberapa pendekatan & metode penilaian yang berbeda dengan menggunakan data/informasi yang diperoleh; • Menghubungkan & merekonsiliasi hasil penilaian yang didapatkan dari penggunaan beberapa pendekatan & metode penilaian; • Menentukan bahwa kesimpulan nilai akhir mencerminkan:
– hasil penilaian dari satu pendekatan & metode penilaian; atau – kombinasi atas hasil penilaian lebih dari satu pendekatan & metode penilaian.

• Menyimpulkan nilai akhir yg diperoleh dengan mempertimbangkan pendekatan metode & prosedur yang relevan; data atau informasi yang tersedia & relevan; dan diskon atau premium yang tepat. • Hasil penilaian usaha wajib dinyatakan dalam satu nilai (single amount) sesuai dengan mata uang pada laporan yang digunakan di dalam laporan keuangan objek penilaian.
12

7,8,9,11,12. Kesimpulan Nilai
• Jika tidak memungkinkan untuk menyajikan hasil penilaian dalam satu nilai uang tertentu, maka:
– Mengungkapkan penjelasan & alasan yang cukup mengenai ketidakpastian rencana pembiayaan (cost of capital dan tingkat diskonto) dalam rencana transaksi pembelian; ketidakpastian nilai tukar mata uang; ketidakpastian risiko pasar; atau faktor-faktor lain.

• Batas atas dan batas bawah pada kisaran tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima perseratus) dari nilai rata-rata kisaran tersebut. • Menyajikan kesimpulan nilai akhir secara tertulis sesuai dengan format sebagaimana diatur dalam peraturan ini. • Mengungkapkan secara jelas prosedur penyesuaian dan rekonsiliasi yang dilakukan untuk mencapai kesimpulan nilai akhir, termasuk:
– alasan-alasan penerapan metode penilaian yang digunakan; – pertimbangan dalam melakukan penyesuaian; dan – rekonsiliasi terhadap indikasi nilai yang dihasilkan masing-masing metode.
13

10. Kejadian penting setelah tanggal penilaian
• Diungkapkan baik yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan tanggal LPU; • Tidak dapat digunakan untuk memutakhirkan hasil penilaian; • Jika kejadian-kejadian penting setelah tanggal penilaian tersebut mengandung informasi yang material bagi pengguna LPU, wajib mengungkapkan sifat dan dampaknya dalam LPU; dan • Pengungkapan kejadian-kejadian penting tersebut wajib secara jelas mengindikasikan bahwa data atau informasi terkait tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi penentuan nilai pada saat tanggal penilaian.
14

13. Asumsi dan Pembatasan
• • • • • • • • • • • Bertujuan untuk tidak mengurangi unsur tanggung jawab  menghasilkan LPU yang bersifat non-disclaimer opinion. Penelaahan atas dokumen-dokumen terkait dalam proses penilaian. Informasi publik, data statistik & industri  dipercaya keakuratan datanya. Melakukan penyesuaian terhadap proyeksi  menilai kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Bertanggung jawab  teknik penilaiannya & kewajaran proyeksi keuangan. LPU terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Bertanggung jawab terhadap LPU & kesimpulan nilai akhir. Mengungkapkan prosedur tambahan  menentukan dampak yang mungkin timbul  ketentuan perundang-undangan yang berlaku termasuk aturan peralihan yang telah dikeluarkan namun belum dinyatakan efektif berlaku pada saat tanggal penilaian. Mengungkapkan prosedur tambahan  menentukan dampak yang mungkin timbul  ketentuan perundang-undangan yang berlaku termasuk aturan peralihan yang telah dikeluarkan namun belum dinyatakan efektif berlaku pada saat tanggal penilaian. Mengungkapkan status hukum objek penilaian. Menggunakan asumsi teknis dalam proses penilaian, antara lain:
– – Risk free rate  sumber data wajib diungkapkan; Risk free rate disesuaikan dengan mata uang pelaporan; Transaksi  Rupiah  SUN  diatas 10 (sepuluh) tahun; Acuan risk free rate 10 (sepuluh) tahun Risk premium  Diskon atau premium marketabilitas; dan Diskon atau premium pengendalian. 15

14. Definisi dan Istilah
• Arus Kas Bersih = jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional yaitu arus kas yang tersedia bagi penyedia kapital (utang dan ekuitas) yang telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini (current operation) dan untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan. Arus Kas Kotor = laba bersih setelah pajak, ditambah transaksi non-cash, seperti depresiasi dan amortisasi. Asumsi merupakan sesuatu yang dianggap akan terjadi, termasuk faktafakta, syarat, atau keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi objek penilaian, atau pendekatan terhadap Penilaian yang, berdasarkan kesepakatan, perlu diverifikasi oleh seorang Penilai Usaha sebagai bagian dari proses Penilaian. Asumsi khusus adalah suatu asumsi yang: – memerlukan penilaian pada fakta-fakta yang berbeda secara material dengan fakta-fakta yang ada pada periode penilaian; – diperkirakan tidak dapat dipenuhi oleh calon pembeli karena kondisi pasar yang ada. Biaya reproduksi baru (new reproduction cost) = perkiraaan biaya pembuatan kembali barang sejenis pada saat sekarang.
16

• •

•

•

14. Definisi dan Istilah
• • Biaya penggantian baru (new replacement cost) = perkiraaan nilai dari suatu barang dengan berdasarkan harga pembelian barang yang setara atau paling mendekati setara dengan barang yang dinilai, pada saat sekarang Business Interest = kepentingan atau kepemilikan dalam perusahaan (business interest) yang diantaranya meliputi penyertaan dalam perusahaan, surat berharga, aktiva keuangan (financial assets) lainnya dan aktiva tak berwujud (intangible assets). Dasar Penilaian = suatu penjelasan atau pendefinisian, mengenai jenis nilai yang sedang diteliti berdasarkan kriteria tertentu. Diskon atas tidak adanya pengendalian = suatu jumlah atau perseratus tertentu yang dikurangkan dari nilai suatu ekuitas pada suatu perusahaan sebagai pencerminan tidak adanya sebagian atau seluruh pengendalian. Diskon Likuiditas Marketabilitas = suatu jumlah atau perseratus tertentu yang dikurangkan dari nilai suatu ekuitas sebagai pencerminan kurangnya likuiditas sebagai akibat keterbatasan ekuitas tersebut untuk ditukarkan secara cepat menjadi uang tunai. Diskon Minoritas = diskon atas ketidakadaan atau kurangnya kemampuan pengendalian akibat kepemilikan minoritas. Faktor Kapitalisasi = semua jenis rasio yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi Nilai.
17

•

•
•

•
•

14. Definisi dan Istilah
• Going concern =
– Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau dalam konstruksi; – Suatu premis dalam Penilaian, dimana Penilai Usaha menganggap suatu entitas akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.

• • • •

Goodwill = aktiva tidak berwujud yang dihasilkan karena adanya nama, reputasi, lokasi, patronage, produk dan faktor baik lainnya yang dapat menghasilkan manfaat ekonomi di masa depan. Holding/Investment Company = suatu perusahaan yang kegiatan usaha utamanya melakukan penyertaan dan penghasilan utamanya berasal dari penyertaan yang dimilikinya tersebut. Operating Holding Company = suatu perusahaan yang penghasilan utamanya berasal dari penyertaan dan kegiatan operasional lainnya. Kapitalisasi =
– pengkonversian arus kas bersih atau penghasilan bersih lain, baik yang aktual maupun perkiraan, selama periode tertentu menjadi nilai aset yang ekuivalen, pada suatu tanggal tertentu; atau – pengakuan suatu pengeluaran (expenditures) sebagai kapital.

•

Kendali mayoritas merupakan tingkat kendali yang dimiliki dari suatu kepemilikan saham mayoritas.
18

14. Definisi dan Istilah
• • • Laporan Penilaian Usaha = laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Usaha untuk menyajikan informasi tentang proses dan hasil penilaian. Metode penilaian = suatu cara spesifik atau rangkaian cara untuk melakukan penilaian. Metode diskonto pendapatan ekonomi mendatang (multi period of income discounting method) = metode yang mendiskonto serangkaian pendapatan ekonomi yang akan dihasilkan oleh atau suatu imbal balik terhadap objek penilaian yang akan diterima oleh investor, umumnya dalam bentuk arus kas dengan suatu tingkat diskonto yang mencerminkan biaya kapital yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan ekonomi tersebut. Metode kapitalisasi pendapatan (capitalization of income method) = metode yang mendasarkan pada satu angka pendapatan yang dianggap mewakili kemampuan di masa mendatang dari suatu perusahaan atau business interest yang dinilai dibagi dengan suatu tingkat kapitalisasi atau dikali dengan faktor kapitalisasi menjadi suatu indikasi nilai dari perusahaan atau business interest. Modal kerja bersih = selisih lebih aktiva lancar terhadap kewajiban lancar. Modal yang diinvestasikan (Invested Capital) = jumlah utang jangka panjang dan ekuitas pada suatu entitas.
19

•

• •

14. Definisi dan Istilah
• • • • Nilai = perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan pembeli terhadap suatu barang atau jasa dan dalam penilaian usaha merupakan jumlah manfaat ekonomi yang paling layak akan diperoleh dari suatu perusahaan atau Business Interest yang menjadi objek penilaian, pada tanggal penilaian. Nilai Aset bersih = total aset dikurangi total kewajiban. Nilai Buku Disesuaikan = nilai buku yang dihasilkan setelah dilakukan penyesuaian terhadap nilai dari satu atau lebih aktiva atau kewajiban. Nilai Buku =
– biaya perolehan aset yang dikapitalisasi dikurangi akumulasi depresiasi, deplesi, atau amortisasi sebagaimana yang terlihat dalam pembukuan. – selisih antara total aset (setelah dikurangi depresiasi, deplesi, dan amortisasi) dengan total kewajiban dari suatu entitas sebagaimana terlihat dalam neraca.

• •

Premis Nilai = asumsi yang berhubungan dg suatu kondisi transaksi yg dapat digunakan terhadap objek penilaian seperti going concern atau likuidasi. Nilai Pasar Wajar (NPW-Fair Market Value) = penilaian usaha memiliki pengertian  Nilai Pasar, = perkiraan jumlah uang tunai atau yang bersifat ekuivalen yang dapat diperoleh dari suatu transaksi jual beli perusahan/ saham/kepentingan dalam perusahaan antara yang berminat membeli (willing buyer) & yang berminat menjual (willing seller) atas dasar suka sama suka & keduanya memiliki kapasitas untuk melakukan suatu transaksi, bertindak tanpa ada keterpaksaan & masing2 memiliki fakta & informasi yg relevan. 20

14. Definisi dan Istilah
• • Pendekatan penilaian = suatu cara untuk memperkirakan nilai dengan menggunakan salah satu atau lebih metode penilaian. Pendekatan Aktiva (Asset Based Approach) = suatu cara dalam mengestimasi nilai dari objek penilaian yang ditentukan berdasarkan laporan keuangan historis objek penilaian yang telah diaudit, dimana seluruh aktiva dan kewajiban disesuaikan menjadi nilai pasar wajar atau nilai pasar. Penyesuaian kembali nilai tersebut wajib sesuai dengan premis nilai yang digunakan dalam penilaian usaha apakah going concern ataukah likuidasi. Pendekatan Pasar/Market Based Approach = suatu cara untuk memperkirakan nilai suatu usaha, kepemilikan, atau Efek, dengan cara membandingkan objek penilaian dengan usaha, kepemilikan, atau Efek yang sebanding, yg telah terjual di pasar/yang telah pernah memiliki harga jual. Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach) = suatu cara untuk memperkirakan nilai suatu usaha, kepemilikan, atau efek, dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan ekonomi yang diantisipasi akan dihasilkan oleh objek penilaian dimasa depan. Pengendalian = kekuasaan atau kemampuan untuk mengarahkan dan mengatur manajemen atau kebijakan usaha. Penilaian Usaha = kegiatan atau proses untuk menghasilkan suatu opini atau perkiraan atas nilai suatu usaha, entitas atau kepentingan dalam entitas, 21 termasuk penilaian terhadap aktiva tak berwujud.

•

•

•
•

14. Definisi dan Istilah
• Premi Pengendalian = suatu jumlah atau perseratus tertentu yang ditambahkan terhadap nilai saham atau kepemilikan pengendali yang mencerminkan kendali atas suatu entitas. • Tanggal Laporan = tanggal ditandatanganinya LPU. • Tanggal Penilaian = tanggal pada saat nilai, penilaian atau perhitungan manfaat ekonomi akan dinyatakan. • Tenaga Ahli Lain = orang-orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang tertentu di luar ruang lingkup kegiatan penilaian dan tidak bekerja pada KJPP. • Tingkat Diskonto = suatu tingkat pengembalian hasil untuk mengkonversikan nilai nominal di masa depan ke nilai sekarang. • Tingkat Kapitalisasi = jumlah pembagi yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi Nilai. • Tingkat pengembalian (rate of return) = jumlah laba (rugi) dan/atau perubahan nilai yang direalisasikan/diharapkan dari suatu investasi, yang dinyatakan dalam nilai perseratusnya terhadap nilai investasi.

22

15. Pendekatan Aktiva
• Memiliki keahlian bidang properti & usaha
– Tidak memiliki keahlian properti  berdasarkan Penilai Properti.

•

Indikasi nilai:
– nilai suatu perusahaan, – nilai dari modal yang diinvestasikan (invested capital), atau nilai dari struktur permodalan (capital structure), – nilai bersih perusahaan (ekuitas).

• • • • •

Menilai kepemilikan yang memiliki kendali (majority interest) Nilai kepemilikan minoritas  DLOC Tidak mudah dijual belikan  DLOM Penugasan nilai mayoritas  mengungkapkan nilai mayoritas & minoritas Metode dalam pendekatan aktiva
– Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) / Net Asset Valuation Method (NAVM), Adjusted Net Asset Method (ANAM), Adjusted Book Value Method (ABVM) dan Assets Accumulation Method (AAM); – Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (KKP) / Excess Earning Method (EEM)

•

Indikasi nilai ekuitas = nilai sisa bersih aktiva (net asset value),  Nilai aktiva + aktiva tak berwujud - nilai kewajiban  dasar nilai yang disesuaikan (appraised value).
23

15. Pendekatan Aktiva
• Penilaian aktiva tak berwujud  identifikasi aktiva tak berwujud
– PAB  dinilai secara individual – KKP  secara kolektif/big pot theory of goodwill going concern value

• Konsep KKP
– pendapatan yang dihasilkan = kontribusi produktif dari aktiva yang dimiliki baik berwujud maupun tak berwujud – Setiap kelebihan imbal balik (excess return atau earning) diatas imbal balik wajar (normal return) untuk aktiva berwujud, merupakan hasil atau kontribusi dari aktiva tak berwujud secara kolektif dan dianggap sebagai imbal balik untuk aktiva tak berwujud kolektif tersebut. – Penilaian secara kolektif aktiva tak berwujud diperoleh dengan mengkonversi (mengkapitalisasi) kelebihan pendapatan atau imbal balik tersebut, dengan tingkat kapitalisasi yang relevan dan yang diperhitungkan untuk aktiva tak berwujud.

• Penggunaan KKP  menilai ekuitas bersifat operasi (operating company) dengan tingkat pertumbuhan pendapatan & laba yang relatif stabil.
24

15. Pendekatan Aktiva
• Penggunaan PAB
– Nilai perusahaan sangat bergantung pada (sangat ditentukan oleh) nilai aktiva tetap (a heavy based on fixed assets company), seperti perusahaan real estate; – ekuitas dari perusahaan induk (holding company); – perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mantap, pendapatan yang berfluktuasi atau dipertanyakan kemampuannya untuk melanjutkan operasi yang bersifat going concern, seperti perusahaan yang baru berdiri (start up company) dan perusahaan yang berada dalam kesulitan (trouble companies); – perusahaan yang diragukan kelangsungan hidupnya seperti perusahaan yang baru berdiri atau perusahaan yang berada dalam kesulitan finansial; – Memiliki dan atau menguasai aktiva berwujud secara signifikan; – nilai tambah diberikan tenaga kerja terhadap barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan relatif kecil; dan – Aktiva tak berwujud tidak begitu besar. 25

16. Penyesuaian Aktiva Bersih
• Wajiib dilakukan penyesuaian aktiva lancar:
– – – – kas dan setara kas  nilai yang ada dalam neraca (face value); piutang  diyakini dapat ditagih; Penyertaan/sekuiritas yang diperdagangkan  Nilai Pasar Wajar Persediaan  nilai pasar (setelah dikurangi biaya-biaya yang berkaitan dengan persediaan) atau FIFO. – Hutang/kewajiban  nilai buku, kecuali terdapat faktor-2 lain yang mempengaruhi – Surat utang yang ada pasarnya  nilai pasar.

• •

Aktiva tetap berwujud (fixed tangible assets)  sesuai dengan metode yang berlaku dalam penilaian properti sesuai dengan premis nilai yang ditetapkan. Penilaian aktiva tak berwujud:
– Identifikasi aktiva tak berwujud & menentukan aktiva tak berwujud mana yang memenuhi syarat untuk dilakukan penilaian. – penilaian aktiva tak berwujud dilakukan:
• dengan metode yang mempertimbangkan manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh aktiva tak berwujud tersebut; atau • atas dasar harga pasar dari aktiva tak berwujud; atau • atas dasar biaya yang wajib dikeluarkan untuk menciptakan kembali (cost of recreation) saat ini dengan memperhatikan sisa umur manfaat (remaining useful life). 26

16. Penyesuaian Aktiva Bersih
• Menilai setiap komponen aktiva tak berwujud, dimana:
– dapat diidentifikasi & dijelaskan secara khusus; – dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pemiliknya yang dapat diukur; – memiliki potensi untuk menghasilkan aktiva lain yang terkait dan/atau mampu menciptakan nilai tambah terhadap aktiva lain tersebut; – merupakan subyek hak kepemilikan (right of private ownership) yang dpt dialihkan secara hukum (legally transferable); – dapat diakui & dilindungi keberadaannya secara hukum dengan adanya bukti nyata dari keberadaan aktiva tak berwujud; dan – memiliki jangka waktu manfaat ekonomis.

• Mengungkapkan identifikasi aktiva tak berwujud & metode penilaian yang dipilih dalam menilai aktiva tersebut. 27

17. Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
• Konsep
– pendapatan suatu perusahaan merupakan hasil dari produktivitas aktiva yang dimiliki baik berwujud maupun tak berwujud. – Setiap kelebihan pengembalian yang diperoleh diatas pengembalian normal (normal return) atas aktiva berwujud, dianggap sebagai pengembalian dari aktiva tak berwujud secara kolektif.

•

Laporan laba rugi yang digunakan
– – – – periode operasi tahun terakhir; 12 (dua belas) bulan terakhir; rata-rata tertimbang dari sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun terakhir proyeksi tahun berikutnya  kemampuan nyata perusahaan yg dpt dipertahankan dimasa depan – penyesuaian laporan laba rugi sesuai dengan prinsip dan prosedur penyesuaian, untuk memperoleh laba operasi normal dari perusahaan yang dinilai.

•

•

Penilaian kembali aktiva berwujud dan kewajiban wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada metode PAB. Perhitungan:
– – – – nilai aktiva berwujud bersih (NABB)/net tangible asset value (NTAV); tingkat balikan wajar (normal rate of return) NABB jumlah balikan wajar untuk NABB Dasar laporan keuangan yang telah dinilai kembali atau disesuaikan.

28

17. Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
• Penentuan tingkat balikan wajar untuk NABB
– sesuai dengan risiko yang melekat dengan NABB – mencerminkan tingkat balikan rata-rata tertimbang antara biaya ekuitas dan biaya utang sesuai dengan kapasitas NABB dalam memperoleh pinjaman (borrowing capacity).

•

•

• • •

Pendapatan ekonomi/laba normal yang akan dikurangi dengan balikan wajar atas NABB mencerminkan pendapatan ekonomi yang diperkirakan akan dapat dipertahankan dimasa datang  balikan atas aktiva berwujud = pendapatan ekonomi normal - balikan atas NABB Konversi kelebihan pendapat menjadi nilai aktiva tak berwujud secara keseluruhan (going concern value), dilakukan dengan menggunakan tingkat kapitalisasi sesuai dengan risiko yang melekat atas aktiva tak berwujud dengan memperhatikan sifat usaha; manajemen; posisi pasar perusahaan; reputasi perusahaan; konsistensi dari pendapatan ekonomi yang dihasilkan; dan konsistensi basis pelanggan perusahaan. Nilai ekuitas (common stocks) secara keseluruhan = nilai aktiva tak berwujud (going concern value) + NABB Pengungkapan penetapan tingkat balikan untuk NABB & tingkat kapitalisasi untuk aktiva tak berwujud Mengacu pada penilaian properti  mengungkapkan resume singkat 29 (highlight)

18. Pendekatan Pasar
• Pendekatan Pasar (Market Approach)
– Metode Perusahaan Terbuka sebagai Pembanding (guideline publicly traded company method), – Metode Transaksi Sebelumnya (Prior Transactions Method), – Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akusisi (guideline merged and acquired company method).

• • •

Perusahaan pembanding  telah memiliki harga pasar/harga jual  6 bulan Data harga pasar yang digunakan  transaksi yang bersifat arms-length No willing seller dan no willing buyer
– penjualan yang dilakukan antara perusahaan dalam satu grup, – penjualan dalam under common control transaction – penjualan yang terjadi dalam kondisi likuidasi.

•

Metode Perusahaan Tercatat di Bursa perlu memperhatikan:
– Menghasilkan indikasi nilai minoritas. – Perusahaan terbuka yang tercatat di bursa dan sahamnya ditransaksikan secara aktif selama 90 hari kerja terakhir. – Perusahaan pembanding wajib tercatat di bursa lokal. – Jika tidak ada perusahaan pembanding yang sahamnya tercatat di bursa lokal  sahamnya tercatat di bursa regional.

•

Jika tak ada pembanding di bursa lokal dan regional  bursa global.

30

18. Pendekatan Pasar
• • Jika tak ada pembanding di bursa lokal, regional dan global  dapat digunakan jika pembanding bersifat wajar (arms-length transaction). Perusahaan pembanding  memberikan penjelasan & bukti
– Industri, kegiatan usaha, jenis produk dan risiko adalah sejenis; – Karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earnings) dan modal (capital structure) yang sebanding; – Kinerja keuangan historis selama 3 (tiga) tahun terakhir yang sebanding. – Ukuran perusahaan (total assets) yang sebanding; dan – Pangsa pasar (market share) yang sebanding.

• • •

Menggunakan 5 perusahaan pembanding  memenuhi seluruh kriteria Menggunakan 8 perusahaan pembanding  3 (tiga) dari lima kriteria Melakukan penyesuaian terhadap laporan keuangan perusahaan pembanding
– pos-pos non-recurring, extraordinary, window dressing & dampaknya terhadap perpajakan; – Kebijakan akuntansi perusahaan pembanding dengan perusahaan yang dinilai
• a) menyamakan metode penyusutan, umur ekonomis aset • b) menyamakan perbedaan kebijakan akuntansi untuk persediaan, seperti dari LIFO ke FIFO

– pos-pos non operating & transaksi yang tidak wajar dengan pihak terafiliasi (unusual transaction with related parties).
31

19. Merger Akuisisi
• • Metode Perusahaan Merger dan Akusisi  indikasi nilai mayoritas Syarat Transaksi merger/akusisi dpt digunakan sebagai transaksi pembanding
– Perusahaan Terbuka (listed company):
• • • • Wajib tercatat di bursa yang sama/regional dengan perusahaan yang dinilai Mempunyai bidang usaha yang sama Kapitalisasi Pasar, struktur permodalan setara Transaksi Arms-length & bukan transaksi antara pihak yang terafiliasi/dalam satu pengendalian.

– Perusahaan Tertutup:
• Transaksi Arms-length & bukan transaksi antara pihak yang terafiliasi/dalam satu pengendalian. • Objek penilaian adalah perusahaan tertutup  20% < DLOM mayoritas < 40% • Objek penilaian adalah perusahaan tertutup  30% < DLOM minoritas < 50%

•

Penerapan discount/premium for controlling
– Sampai sejauh mana pemegang saham minoritas dari perusahaan tertutup dirugikan dibandingkan dengan pemegang saham minoritas publik; – Hal-hal yang dapat dilakukan oleh pemegang saham kendali terhadap perusahaan untuk membuat saham kendali yang dimilikinya lebih menarik.

• •

Objek penilaian adalah perusahaan tertutup  25% < DLOC < 50% Penggunaan 5 perusahaan pembanding merger atau akuisisi.
32

19. Merger Akuisisi
• Pembanding 3 perusahaan tidak boleh digunakan sebagai metode penilaian utama/memperoleh bobot material • Memperhatikan hal berikut:
– Konsistensi penggunana rasio penilaian pada objek penilaian disertai alasan & penjelasan pemilihan & penerapan rasio penilaian – Penggunaan rasio-rasio ekuitas (Equity Multiple) wajib memperhatikan

– Market value of invested capital=MVIC)

• Price to earnings ratio (Rasio P/E)  depresiasi tidak signifikan • Price to net cash flow (P/NCF) • Price to book value (P/BV)  nilai buku aset perusahaan pembanding telah dinilai kedalam nilai pasar • MVIC adalah jumlah dari nilai pasar ekuitas dan hutang. • indikasi nilai ekuitas = nilai pasar dari kapital yang diinvestasikan - hutang atau saham preferen. • • • • • MVIC /GCF  Depresiasi besar MVIC /Sales  mempunyai karakteristik usaha yang sama; MVIC/EBITDA MVIC/EBIT MVIC/BVIC
33

– Rasio-rasio terkait investasi yang lazim digunakan antara lain:

• Validasi perusahaan pembanding  4 (empat) bulan

19. Merger Akuisisi
• Periode pengukuran dari variabel keuangan = antara objek penilaian dengan perusahaan pembanding.
– – – – 12 (dua belas) bulan terakhir, tahun terakhir, rata-rata atau rata-rata tertimbang dari 3 – 5 proyeksi dari tahun-tahun mendatang.

• • • • •

Menggunakan laporan keuangan terakhir yang diaudit  6 (enam) bulan Laporan keuangan perusahaan pembanding  diaudit. Pemilihan angka pengali wajib didukung dengan data yang memadai berdasarkan analisis atas perbandingan fundamental keuangan perusahaan yang dinilai dengan perusahaan pembanding. 20% < DLOC < 35% Perbedaan antara nilai perusahaan yang didapatkan dengan menggunakan pendekatan pasar dibandingkan dengan menggunakan pendekatan lainnya tidak lebih besar dari 20% (dua puluh perseratus) atau wajib dilakukan perhitungan kembali untuk masing-masing pendekatan.

34

20. Pendekatan Pendapatan
• • • Memperkirakan nilai dengan mengantisipasi dan mengkuantifikasi kemampuan perusahaan atau penyertaan dalam perusahaan dalam menghasilkan balikan (return) kepada pemilik yang akan diterima dimasa datang & menjumlahkannya menjadi indikasi nilai perusahaan atau penyertaan tersebut. Biaya Kapital = fungsi dari keputusan pembelanjaan  biaya utang, biaya ekuitas dan leverage. Aplikasi Pendekatan Pendapatan
– metode diskonto pendapatan ekonomi mendatang (discounted cash flow method) – metode kapitalisasi pendapatan (capitalization of income method).

• •
•

•

Proyeksi wajib disiapkan manajemen perusahaan Penilai dapat mempersiapkan proyeksi  Penilai Usaha wajib bertanggungjawab atas business plan yang disusunnya Mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa asumsi yang digunakan dalam penyusunan business plan based valuation tersebut adalah relevan, beralasan dan dapat dipertanggungjawabkan.  wajib diungkapkan dalam LPU Manfaat atau pendapatan ekonomi yang wajib digunakan sebagai numerator
– Arus Kas Bersih (AKB) untuk perusahaan (net or free cash flow for the firm) – AKB untuk ekuitas (net or free cash flow for the equity) .
35

20. Pendekatan Pendapatan
• Penentuan Biaya Kapital
– Biaya utang baik jangka pendek & jangka panjang  tingkat bunga dari lembaga keuangan formal. – Saham preferen  dividen yang dibayarkan perusahaan apabila mencerminkan tingkat dividen pasar. – Saham preferen  berbeda dengan pasar  perusahaan terbuka sepadan yang membayarkan dividen.

• • •

Perhitungan Biaya ekuitas
– Capital asset pricing model (CAPM); – Discounted Cash Flow (DCF) model.

Mengungkapkan hasil penghitungan dari masing-masing metode dalam LPU Perhitungan biaya ekuitas melalui CAPM
– Tingkat balikan bebas risiko/Risk-free rate  bunga bebas risiko dari instrumen investasi jangka menengah yang dikeluarkan pemerintah – Beta  data yang dipublikasikan  rata-rata industri sektor = objek penilaian atau rata-rata beberapa perusahaan pembanding yang sepadan.

•

Dalam hal menggunakan metode diskonto
– Penelaahan/penyesuaian atas asumsi yang digunakan dalam menyusun proyeksi – Penelaahan/penyesuaian terhadap keakurasian perhitungan dari proyeksi – Penelaahan/penyesuaian terhadap kebijakan akuntansi yang digunakan dalam 36 menyusun proyeksi

20. Pendekatan Pendapatan
• Metode diskonto
– – – – Perusahaan yang beroperasi & menghasilkan arus kas operasional positif Perusahaan manufaktur; Perusahaan dagang Distributor barang dan jasa.

• 2 (dua) periode proyeksi dalam AKB
– Periode waktu yang telah ditetapkan/khusus (fixed or specific time period – Acuan Penentuan periode waktu tetap
• umur teknis faktor produksi utama • periode waktu perencanaan usaha yang dianggap belum stabil

– Penentuan periode waktu kekal (perpetuity period) dimulai dari satu tahun setelah periode tetap sampai dengan seterusnya.

• Penerapan Metode diskonto dengan model ekuitas/equity model
– arus kas yang didiskonto  arus kas yang tersedia untuk pemilik ekuitas – tingkat diskonto wajib tingkat balikan atau biaya atas ekuitas.

37

20. Pendekatan Pendapatan
• Penerapan Metode diskonto dengan model kapital
– arus kas yang didiskonto  arus kas yang tersedia untuk semua penyedia kapital; – tingkat diskonto  biaya kapital rata-rata tertimbang yang digunakan untuk menghasilkan arus kas tersebut; dan – Nilai ekuitas = nilai perusahaan/nilai kapital yang ditanam - nilai pasar wajar dari modal senior - interest bearing long term debt.

•

Mengungkapkan dalam LPU
– alasan atau landasan mengapa dilakukan proyeksi tengah tahunan yang telah disesuaikan – prosedur yang telah dilakukan sehubungan dengan penerapan metode-metode penilaian usaha berdasarkan pendekatan pendapatan; – hal-hal tentang penugasan & kerangka dasar penilaian (premises of valuation); – proses penilaian secara jelas dan sistematis; – analisis dan pemahaman atas informasi historis dan prospektif objek penilaian serta berbagai hal yang mempengaruhi nilai objek penilaian usaha; dan – asumsi-asumsi yang mendukung, kondisi yang membatasi dan pendapat serta kesimpulan Penilai Usaha.

38

21. Tingkat Diskonto
• • Tingkat Diskonto digunakan untuk mengkonversi pendapatan ekonomi yang akan diterima dimasa datang menjadi nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi tersebut. Dalam menetapkan tingkat diskonto yang digunakan, Penilai Usaha wajib mempertimbangkan:
– biaya ekuitas
• tingkat imbal hasil yang diharapkan investor sebagai kompensasi terkait dengan penempatan dananya pada suatu investasi yang berisiko • perkiraan inflasi. • imbal hasil dari investasi yang sebanding (comparable investments); • biaya utang yang digolongkan sebagai bagian dari struktur modal; dan • risiko spesifik industri dan kondisi perusahaan.

•

Prosedur dalam memperkirakan tingkat diskonto
– mengidentifikasi sumber pembiayaan yang digunakan ; – menetapkan unsur utang  unsur struktur modal
• utang kepada pemegang saham yang tidak berbunga • utang jangka pendek berbunga  modal kerja yang permanen.

• •

Penentuan biaya utang  data tingkat bunga pasar dari rata-rata bank yang melaksanakan fungsi pembiayaan untuk dunia usaha  jika tak sesuai market  penyesuaian 39 Biaya ekuitas saham preferen = dividen preferen yang dibayarkan.

21. Tingkat Diskonto
• Menghitung struktur kapital/tingkat leverage perusahaan
– Kepemilikan minoritas  struktur modal berdasarkan nilai buku; – Kepemilikan mayoritas  struktur kapital berdasarkan nilai pasar perusahaanperusahaan yang sebanding dalam industri & sub sektor yang sama – Memperkirakan nilai investasi  struktur kapital yang direncanakan & pengungkapan alasan rencana struktur kapital yang ditargetkan

• •

Biaya ekuitas saham dihitung dengan CAPM atau DCF model. Metode CAPM
– risk free rate  tingkat bunga bebas risiko dari instrumen investasi yang mempunyai jangka waktu jatuh tempo paling kurang 10 (sepuluh) tahun, yang dikeluarkan pemerintah; – Beta/risiko sistematis  data yang dipublikasikan yaitu beta dari rata-rata industri sektor yang sama dengan objek penilaian atau rata-rata dari beberapa perusahaan pembanding; – premi risiko ekuitas, yang didasarkan pada data yang dipublikasikan; dan – risiko spesifik yang melekat dengan objek penilaian.

• • •

Dpt menggunakan biaya ekuitas perusahaan pembanding yg memiliki nilai pasar ekuitas. Menghitung secara proporsional berdasarkan bobot setiap jenis struktur modal yang digunakan & biaya dari setiap jenis struktur modal tersebut. Pengungkapan alasan, asumsi & proses perhitungan tingkat diskonto dlm LPU
40

22. Proyeksi
• • • Proyeksi = estimasi aliran pendapatan ekonomis objek penilaian Proyeksi wajib digunakan dalam pendekatan pendapatan Kewajiban Penilai Usaha terkait dengan proyeksi:
– analisa laporan keuangan  3 tahun  objek penilaian & perusahaan pembanding – melakukan penyesuaian atas proyeksi.

• •

Penyesuaian  kertas kerja  hasil penyesuaian diungkapkan LPU Prosedur penyesuaian
– Menganalisa & menyajikan kembali data keuangan dari objek penilaian secara konsisten & menggunakan mata uang fungsional yang sejenis; – menyesuaikan nilai yang dilaporkan menjadi nilai yang wajar; – menyesuaikan pendapatan & beban ke tingkat wajar yang menggambarkan hasil yang berkelanjutan; – Memisahkan serta menyesuaikan seluruh aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban non-operasi; dan – dalam hal penilaian mayoritas maka wajib dilakukan penyesuaian untuk pendapatan, biaya yang tidak lazim.

•

Penyesuaian atas proyeksi Laporan Keuangan meliputi
– Neraca; – Laporan Laba Rugi – Laporan Arus Kas.

41

22. Proyeksi
• Setelah Penyesuaian, penyajian kembali Proyeksi
– Dividen berdasarkan prediksi dividend pay out ratio; – Arus kas – EBITDA.

• • • • • • • •

Tingkat diskonto  disesuaikan dg pendapatan ekonomis objek penilaian. Pertumbuhan objek penilaian sesuai dengan tingkat pendapatan ekonomis yang dihasilkan wajib diproyeksikan. Periode proyeksi  5 tahun / sesuai dengan umur fasilitas produksi utama. Proyeksi struktur kapital wajib dilakukan secara konsisten. Tingkat diskonto & tingkat kapitalisasi yang sesuai wajib didefinisikan. Penggunaan asumsi-asumsi tidak dapat meyimpang dari standar/premis penilaian yang terdapat pada surat perjanjian kerja penugasan penilaian. Proyeksi menggunakan tren historis  tidak dapat dilakukan Pengungkapan dalam LPU
– definisi proyeksi aliran pendapatan secara ekonomis – tingkat diskonto yang sesuai dengan definisi tersebut wajib digunakan dalam analisa.

• •

Proyeksi  konsisten dengan kepentingan usaha objek penilaian. Bertanggungjawab atas proyeksi yang telah disesuaikannya.

42

23. Penilaian Aktiva Tak Berwujud
• Karakteristik penilaian atas aktiva tak berwujud yg dapat dinilai
– Diidentifikasi dan dijelaskan secara khusus; – Menghasilkan sejumlah manfaat ekonomi yang dapat diukur berupa nilai tambah ekonomi atau pengurangan biaya; – Memiliki kemampuan untuk meningkatkan fungsi aktiva lainnya yang terkait dengan aktiva tak berwujud tersebut/mampu memberikan nilai tambah terhadap aktiva secara keseluruhan; – Menjadi subyek hak kepemilikan/penguasaan yg dpt dialihkan secara hukum; – Dapat diakui & dilindungi keberadaannya secara hukum; – Terdapat bukti nyata dari keberadaan aktiva tak berwujud seperti lisensi; – Dibuat dalam jangka waktu tertentu/dihasilkan dari suatu kejadian tertentu – Mempunyai umur ekonomis yang dapat diakhiri pada waktu tertentu.

•

Pendekatan penilaian aktiva tak berwujud
– Pendekatan Biaya; – Pendekatan Pasar (market approach atau comparable transaction) – Pendekatan Pendapatan.

•

Pendekatan Biaya  menilai aktiva tak berwujud dalam kondisi yang tidak lebih dari satu tahun dan atau memiliki fungsi yang sama, dapat ditukarkan atau disubstitusi dengan aktiva tak berwujud lainnya.
43

23. Penilaian Aktiva Tak Berwujud
• Ketentuan penggunaan Pendekatan Biaya:
– Dasar Pendekatan
• Biaya menciptakan kembali, mengukur manfaat ekonomi yang akan diperoleh (future benefits) dari kepemilikan ATB dengan menjumlahkan biaya-biaya yang wajib dikeluarkan, untuk mengganti kemampuan memberikan manfaat dari ATB tersebut dimasa mendatang. • Biaya penggantian (cost of replacement). • menciptakan atau menyediakan kembali dikurangi amortisasi

– Mengidentifikasi biaya untuk menciptakan & mengembangkan aktiva tak berwujud
• • • • • biaya bahan; biaya tenaga kerja; biaya tidak langsung (overhead); keuntungan normal pengembang; dan insentif investasi dalam aktiva berbentuk aktiva tak berwujud.

– Biaya yg telah diidentifikasi berdasarkan waktu dikeluarkan, dikonversi menjadi nilai/ biaya saat ini dengan menggunakan consumer price index (trended historical cost), atau dengan memperhitungkan biaya oportunitas dalam investasi yang sebanding. – Perkirakan masa manfaat/sisa umur manfaat dari ATB yang dinilai untuk menetapkan nilai keusangan atau penyusutan dari aktiva tak berwujud tersebut. – Appraisal depreciation = nilai keusangan dari ATB disebabkan oleh perkembangan teknologi, umur paten, berkurangnya kemampuan ATB untuk menghasilkan keuntungan lebih. Appraisal depreciation ≠ accounting depreciation. – Nilai wajar ATB yang dihasilkan dari pendekatan biaya adalah jumlah biaya yang wajib dikeluarkan saat ini (current cost), dikurangi perkiraan penyusutan. 44

23. Penilaian Aktiva Tak Berwujud
• Ketentuan penggunaan pendekatan pasar:
– Menganalisa ATB sejenis yang pernah dijual kemudian membandingkan transaksi ini dengan ATB yang dinilai. – Melakukan analisis kesepadanan & kesebandingan antara ATB yang dinilai dengan ATB yang dijadikan pedoman
• • • • • Jenis dan atau bentuk kepemilikan atas aktiva tak berwujud; Bentuk pembelanjaan (financing) atau pembayaran dari transaksi yang terjadi; Jangka waktu penggunaan (masa manfaat) dari aktiva tak berwujud; Karakteristik ekonomi dari aktiva tak berwujud; dan Karakteristik penggunaan dan keusangan dari aktiva tak berwujud.

– Dapat menggunakan metode data pasar langsung (direct market data) ataupun penggunaan rasio penilaian atau faktor pengali harga (price multiple).
• Numerator  harga jual dari aktiva tak berwujud pedoman • Denominator  pilihan dari income variable dari perusahaan dimana ATB pedoman tersebut digunakan.

– Rekonsiliasi dan kesimpulan nilai perlu dilakukan bila digunakan berbagai multiple sebagai faktor pengali.
45

23. Penilaian Aktiva Tak Berwujud
• Ketentuan penggunaan pendekatan pendapatan:
– Penerapan metode diskonto atau kapitalisasi (metode konversi manfaat ekonomi) – Nilai ATB = jumlah nilai kini (present value) dari manfaat (pendapatan) ekonomi yg dihasilkan oleh ATB yang bersangkutan; – Manfaat ekonomi yang dihasilkan ATB dimasa depan didiskon pada tingkat diskonto/dikapitalisasi pada tingkat kapitalisasi yang relevan. – Metode ini dapat digunakan untuk ATB terkait dengan pemasaran, pelanggan, kontrak, goodwill atau aktiva tak berwujud yang manfaat ekonominya dapai dikwantifikasi dengan mudah. – Manfaat ekonomi yang digunakan dapat berbentuk laba atau arus kas. Komponen manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh ATB adalah baik karena penggunaan maupun karena kepemilikan (royalty fee), dan dapat dikelompokkan kedalam:
• perolehan atau peningkatan pendapatan yang terkait dengan ATB tersebut (increment profit atau cashflow); • penurunan biaya karena penggunaan aktiva tak berwujud tersebut (decrement cost) • penurunan biaya investasi karena penggunaan aktiva tak berwujud tersebut.

– Pendekatan pendapatan dapat diaplikasikan untuk penilaian ATB sebagai unsur dari perusahaan yang berjalan, penilaian ATB secara individual sebagai bagian dari perusahaan yg berjalan dan untuk penilaian ATB sebagai individual economic unit.

46

24. Laporan Penilai Usaha
•

• • •

Laporan Penilaian & Ringkasan Laporan Penilaian  bentuk, isi & pengungkapan LPU Surat Pengantar Daftar Isi Pendahuluan
– – – – – – – – – – – – – – Identitas klien  nama, bidang usaha, alamat, nomor telepon, faksimili, email Tujuan penilaian & penggunaan LPU Pengguna LPU yang dituju & tidak membatasi pihak penggunanya Identitas & uraian mengenai objek penilaian usaha; Tingkat kepemilikan & sifat pengendalian pada objek penilaian usaha Tingkat kemampuan objek penilaian usaha untuk dapat segera ditukarkan dengan uang Tanggal Penilaian & Tanggal LPU Premis Nilai & Standar Nilai yang digunakan; Asumsi  tidak mengurangi substansi nilai, kondisi yg membatasi & tanggung jawab Pembatasan lingkup pekerjaan & data yg digunakan untuk analisa sesuai dg fakta Uraian mengenai Tenaga Ahli dan hasil pekerjaan Tenaga Ahli lain Pengungkapan mengenai kejadian penting setelah tanggal penilaian; Uraian mengenai ketentuan perundang-undangan terkait dg penugasan penilaian Tambahan informasi yang diperlukan agar pengguna laporan dapat memahami 47 pekerjaan penilaian yang telah dilakukan diluar hal-hal tersebut di atas.

24. Laporan Penilai Usaha
• Sumber Informasi  Mengidentifikasi & mengungkapkan sumber informasi yang relevan
– Hasil pelaksanaan inspeksi; – Hasil pemeriksaan atas dokumen-dokumen hukum yang terkait, pendaftaran, kontrak atau bukti berwujud lainnya atas penilaian ATB – Informasi mengenai nama, posisi, dan jabatan pihak-pihak yang telah diwawancara & hubungannya dengan objek penilaian – Informasi keuangan – Informasi perpajakan – Data industri – Data pasar – Data ekonomi – Informasi empiris lainnya – Dokumen & sumber informasi yg disediakan oleh atau yg terkait dg entitas.

• Penyesuaian terhadap data laporan keuangan  Pertimbangan yang mendasari setiap normalisasi/penyesuaian pengendalian terhadap informasi keuangan.
48

24. Laporan Penilai Usaha
• Informasi mengenai Objek & informasi non keuangan yang relevan
– – – – – – – – – – – – – – Sifat, latar belakang dan riwayat perusahaan; Fasilitas produksi, jika ada; Struktur organisasi; Manajemen, termasuk direktur dan komisaris dan karyawan kunci; Jenis-jenis ekuitas dan hak yang melekat; Produk dan atau jasa yang dihasilkan; Latar belakang ekonomi; Pasar geografis; Pasar industri; Pemasok dan pelanggan kunci; Persaingan; Risiko usaha; Strategi & rencana masa depan yang dibuat oleh Manajemen 49 Peraturan perundang-undangan terkait.

24. Laporan Penilai Usaha
• Analisa Laporan Keuangan & Informasi Keuangan Lainnya
– – – – – – – – – Laporan keuangan historis (tahunan, interim, rasio-rasio utama & stastistik); Informasi keuangan prospektif (anggaran, perkiraan, proyeksi); Perbandingan ringkasan laporan keuangan untuk periode yang relevan; Perbandingan laporan keuangan common size untuk periode yang sesuai; Perbandingan informasi keuangan industri common size untuk periode yang relevan; Informasi perpajakan untuk periode tahun yang sesuai; Informasi kompensasi bagi pemilik termasuk bonus/manfaat & pengeluaran pribadi; Informasi mengenai asuransi karyawan kunci (jika ada) Analisa dan pembahasan manajemen mengenai:
• Keuntungan dan kerugian atas kontrak; • Kontinjensi atau aktiva dan kewajiban diluar neraca; • Informasi mengenai penjualan perusahaan pada periode sebelumnya perbandingan kinerja saat ini dengan kinerja historis • Perbandingan kinerja dengan tren industri & norma.

•

Pendekatan & metode penilaian yang dipertimbangkan untuk digunakan  wajib menyatakan bahwa telah mempertimbangkan pendekatan penilaian yang ada dan mengidentifikasikan metode penilaian dlm setiap pendekatan penilaian tersebut.
50

24. Laporan Penilai Usaha
• • Pendekatan dan Metode Penilaian yang Digunakan
– – Menjelaskan & mengungkapkan pertimbangan  menggunakan pendekatan & metode penilaian Mengungkapkan hal-hal terkait masing-masing metode & pendekatan yang digunakan.

Penyesuaian dalam Penilaian
– – – Mengungkapkan penyesuaian yang dipertimbangkan & digunakan, seperti DLOC, DLOM; Menguraikan pertimbangan digunakannya penyesuaian & faktor yang dipertimbangkan Menguraikan nilai sebelum penyesuaian yang digunakan.

• •

Aktiva dan kewajiban non operasi serta kelebihan atau kekurangan aktiva operasi (excess or deficient)  mengidentifikasikan setiap aktiva dan kewajiban non operasi & kelebihan / kekurangan (hasil) dari aktiva operasi yang terkait & pengaruhnya terhadap penilaian. Rekonsilisasi Estimasi Nilai & Kesimpulan Nilai
–
–

Menyajikan rekonsiliasi dari berbagai estimasi nilai yang diperoleh dari pendekatan dan metode yang digunakan serta mengungkapkan pertimbangan rekonsiliasi yang mendasari kesimpulan nilai. Mengungkapkan pernyataan bahwa:
• • • • • • • • • • Penugasan Penilaian telah dilakukan, termasuk objek penilaian & tanggal penilaian; Analis-analisa telah dilakukan semata-mata untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam LPU & estimasi nilai yang dihasilkan tidak dapat digunakan untuk tujuan lain Penugasan penilaian telah dilaksanakan sesuai dengan SPI, standar penilaian yang berlaku secara internasional dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal; Bahwa perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian telah disajikan sebagai kesimpulan nilai; Lingkup pekerjaan & data yang tersedia untuk analisa telah dijelaskan, termasuk setiap pembatasan; Uraian mengenai kesimpulan nilai, baik berupa nilai tunggal maupun kisaran (range); Kesimpulan nilai terikat dengan asumsi & kondisi pembatas dan pernyataan Penilai Usaha; LPU telah ditandatangani atas nama Penilai Usaha; Tanggal Laporan Penilaian Usaha telah diungkapkan 51 Penilai Usaha tidak memiliki kewajiban untuk memutakhirkan laporan atau kesimpulan nilai dalam hal terdapat informasi yang diperoleh atau diketahui Penilai Usaha setelah tanggal Laporan Penilaian Usaha.

24. Laporan Penilai Usaha
• Pernyataan (Representasi) Penilai Usaha dalam LPU wajib memuat pernyataan yang mengungkapkan ringkasan faktor yg dijadikan pedoman dlm penugasan
– analisa, opini, dan kesimpulan nilai yang termasuk dalam LPU terikat dengan asumsi dan kondisi pembatas yang diungkapkan – data ekonomi & industri yang termasuk dalam LPU diperoleh dari berbagai sumber tertulis atau elektronik yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan. – Bahwa Penugasan Penilaian telah dilaksanakan sesuai dengan SPI, standar penilaian lain yang berlaku secara internasional (wajib dilampirkan dalam pelaporan) dan peraturan di bidang Pasar Modal yang berlaku; – Dasar kompensasi Penilai Usaha; dan – Jika mendasarkan pada satu atau lebih hasil kerja Tenaga Ahli Lain dalam pelaksanaan penugasan penilaian, maka wajib mengungkapkan dalam LPU termasuk tingkat pertanggungjawabannya.

• Kualifikasi Penilai Usaha  mencantumkan informasi mengenai kualifikasi dan keahlian Penilai Usaha. • Lampiran  LPU wajib memuat setiap lampiran yang diperlukan dalam melakukan analisa & mendukung hasil penilaian
52

25. Fairness Opinion
• Suatu pernyataan bahwa suatu transaksi itu wajar atau tidak wajar
– Nilai dari objek yang ditransaksikan; – dampak keuangan dari suatu rencana aksi korporasi – pertimbangan bisnis yg memadai dlm rencana aksi korporasi

• •

Diberikan atas transaksi scr keseluruhan & bukan atas salah satu unsur transaksi. Prosedur Pendapat Kewajaran
– – – – analisis transaksi; analisis kualitatif & kuantitatif yang terkait dengan rencana transaksi; analisis atas kewajaran nilai transaksi analisis atas faktor-faktor lain yang relevan

•

Analisis transaksi
– Identifikasi pihak-pihak & hubungan antara pihak-pihak yang terkait dalam transaksi, – Perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi – Penilaian atas risiko & manfaat yang mungkin timbul dari pelaksanaan transaksi serta syarat terkait.

•

Analisis kualitatif
– – – – – Riwayat perusahaan (sejarah dan sifat kegiatan usaha); Analisis industri dan lingkungannya; Analisis operasi dan prospek perusahaan; Alasan transaksi Keuntungan dan kerugian dari transaksi yang bersifat kualitatif.

53

25. Fairness Opinion
• Analisis kuantitatif
– Penilaian atas potensi pendapatan, aktiva, kewajiban & kondisi keuangan
• • • • Penilaian kinerja historis; Penilaian atas proyeksi; Analisis rasio; dan Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma setelah transaksi; dan

– Penilaian atas nilai tambah dari transaksi  analisis inkremental (incremental analysis).

• •

Kewajaran nilai transaksi  meyakini bahwa harga yg direncanakan dlm transaksi berada dlm kisaran nilai pasar/nilai yg menguntungkan bagi pemegang saham minoritas. Penggunaan Penilai Properti/tenaga ahli lain
– kompetensi, keahlian & kualifikasi sesuai dengan industri dan transaksi terkait; – menjelaskan batasan tanggung jawab dengan ketentuan bahwa Pendapat Kewajaran yang diberikan merupakan tanggung jawab Penilai Usaha yang melakukan penilaian atas kewajaran transaksi dan tanggung jawab tersebut tidak dapat dialihkan – telah memperoleh persetujuan dari pemberi tugas atas penggunaan hasil penilaian

•

Pemberian pendapat wajar  transaksi tersebut akan meningkatkan shareholders interest/kepentingan pemegang saham (publik) yang ditinjau dari aspek keuangan, berdasarkan hasil analisis dan bukti-bukti relevan yang diperoleh.
54

25. Fairness Opinion
• Laporan Pendapat Kewajaran wajib memuat informasi sekurang-kurangnya sebagai berikut:
– Nomor & Tanggal laporan; – Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran; – Ringkasan transaksi termasuk keterangan mengenai transaksi Benturan Kepentingan yang dinyatakan oleh pihak manajemen; – Uraian mengenai penugasan; – Pernyataan Independensi; – Penjelasan dari data & informasi yang digunakan, faktor yang dipertimbangkan & prosedur yang digunakan dalam melakukan tugas penilaian; – Penjelasan tentang ruang lingkup, asumsi dan batasan tugas penilaian; dan 55

25. Fairness Opinion
– Pengungkapan hasil analisis yang meliputi:
• Uraian Rencana Transaksi
– keterangan para pihak dan hubungan antar pihak terkait dengan transaksi – perjanjian dan persyaratan-persyaratan terkait dengan transaksi – kemungkinan risiko dan peluang

• Analisis Kualitatif & Analisis Kuantitatif;
– Analisis Kualitatif » Riwayat perusahaan (sejarah dan sifat kegiatan usaha) » Analisis Industri & Lingkungannya » Analisis Operasi dan Prospek perusahaan; » Alasan transaksi » Manfaat dan kerugian dari transaksi yang bersifat kualitatif – (2) Analisis Kuantitatif » Penilaian atas potensi pendapatan, aktiva, kewajiban & kondisi keuangan entitas  penilaian kinerja historis; Penilaian atas proyeksi; Analisis rasio; dan Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma setelah transaksi. » Penilaian atas nilai tambah dari transaksi  analisis inkremental (incremental analysis). » Pengungkapan alasan  Bilamana analisis diatas tidak dilakukan seluruhnya

• • • • •

Analisis Kewajaran Nilai Transaksi; Kesimpulan atau Pernyataan Tentang Kewajaran Transaksi; Kondisi Yang Membatasi Penggunaan Pendapat Kewajaran; Tanda Tangan Penilai Usaha Lampiran.

56

26. LPU Saham
• Laporan penilaian saham Selain yang diatur pada bagian umum, format Laporan penilaian saham wajib mengungkapkan sekurang–kurangnya meliputi: • Tinjauan umum yang meliputi:
– – – – – – – – – – Latar belakang; Tujuan; objek penilaian; Premis penilaian; Standar penilaian yang digunakan; Standar nilai; Pendekatan dan metodologi; Tanggal penilaian; Sumber data dan informasi; dan Asumsi dan pembatasan.

57

26. LPU Saham
• Tinjauan ekonomi makro yang meliputi:
– Kondisi ekonomi makro yang mencakup:
• • • • Tingkat pertumbuhan ekonomi; Tingkat inflasi; Tingkat suku bunga; dan Pertumbuhan nilai tukar mata uang asing yang berkaitan dengan objek penilaian.

– 2) Proyeksi ekonomi. – 3) Tinjauan industri objek penilaian. – 4) Analisa industri yang mencakup:
• • • • • • • • • Karakteristik; Perkembangan harga; Siklus hidup barang atau jasa; Tingkat produksi; Permintaan pasar; Tingkat pertumbuhan industri; Kondisi persaingan usaha; Peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan Prospek usaha.
58

– Analisa risiko & SWOT industri.

26. LPU Saham
• Riwayat dan prospek usaha Entitas yang meliputi:
– Keterangan tentang Entitas yang mencakup:
• Kegiatan usaha; struktur permodalan; susunan pemegang saham; pengurusan & pengawasan; ikhtisar data keuangan penting & analisis dan pembahasan manajemen untuk 5 tahun terakhir; termasuk pangsa pasar (market share).

– 2) Prospek usaha yang meliputi:
• Ringkasan business plan yang dibuat oleh pihak manajemen setelah dilakukan penyesuaian
– SDM yang mendukung tercapainya prospek usaha, mencakup kesiapan SDM, tenaga ahli – Rencana Capital Expenditure, dengan penjelasan tentang tujuan dari Capital Expenditure, sumber dana, tingkat bunga dan mata uang yang menjadi denominasi. – Rencana strategis yang akan dilakukan dalam jangka waktu 2 tahun kedepan yang telah direview » aspek struktur permodalan (capital structure); » aspek pengembangan produk; » aspek kapasitas produksi; dan » aspek pangsa pasar yang ingin dikuasai beserta tahun-tahun pencapaian.

• Normalisasi Proyeksi paling kurang 2 tahun berturut-turut dan asumsi.

– Penilaian saham yang meliputi:
• Tinjauan teori; • Alasan pemilihan metode; dan • Aplikasi metode.

– Hasil penilaian yang meliputi:
• • • • • Penjelasan setiap Metode Rekonsiliasi nilai, termasuk pertimbangan besaran pembobotan; Analisa sensitivitas, termasuk besaran perseratus dan variabel yang digunakan; Kesimpulan Tempat, nama jelas dan tanda tangan Penilai Usaha, serta tanggal pelaporan.

59

27. Laporan Studi Kelayakan
• • Laporan yang menyajikan perhitungan & analisis biaya manfaat dari suatu usaha/proyek Laporan Studi Kelayakan Usaha terdiri dari:
– Unsur Pokok Laporan Studi Kelayakan yang meliputi:
• Keterangan dan informasi usaha atau proyek yang akan dinilai kelayakannya, paling kurang meliputi:
– – – – – – – – – – – – – – – – Pendahuluan; Profil perusahaan atau proyek; Kinerja keuangan (jika ada); Produk dan Jasa; Teknologi yang digunakan; Pasar yang dituju (Intended market environment); Pesaing dan persaingan; Informasi Industri; Pola Bisnis (business model); Strategi Pemasaran dan Penjualan; Kebutuhan Produksi atau Operasi (Production or Operating Requirements); Kebutuhan Manajemen dan Personil; Intellectual Property; Peraturan terkait; Aspek Lingkungan; dan Faktor Risiko Utama (Critical Risk Factors).
Proyeksi Neraca; Proyeksi Laporan Laba Rugi; dan Proyeksi Arus Kas.

•

Proyeksi Keuangan dan asumsinya yang meliputi:
– – –

• • • •

Analisis Titik-Impas (Break-Even Analysis); Persyaratan Modal dan Strategi; Hasil dan Rekomendasi; dan Kesimpulan.

– –

Penilai Usaha dalam menyusun laporan studi kelayakan wajib memberikan informasi yang sesuai dengan jenis industri. 60 Executive Summary.

27. Laporan Studi Kelayakan
• Unsur pokok Laporan Studi Kelayakan
– – – – – – – Pernyataan Independensi Penilai Usaha Suatu usaha yang disebutkan dalam LFS telah dihitung dan dianalisis kelayakannya Penilai Usaha bertanggungjawab pada pernyataan pendapat atas LFS Keyakinan bahwa studi kelayakan yang dilaksanakan memberikan dasar memadai untuk memberikan pendapat suatu pendapat mengenai kelayakan usaha Tanda tangan, nama Penilai Usaha, nomor STTD Tanggal Laporan Studi Kelayakan. Kegunaan & manfaat produk; Komponen utama atau bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan produk, sumber, & ketersediaan komponen Rencana pengembangan produk atau perluasan produk; dan Rencana pengujian produk untuk memastikan kualitas produk dalam hal produk baru. Informasi teknis tentang produk; dan Riset yang telah dan sedang dilakukan untuk pengembangan produk. Pengguna akhir dan pelanggan dari target pasar; Bagaimana perusahaan dpt memberikan keuntungan & manfaat kepada pengguna akhir Seberapa besar permintaan aktual yang dapat diukur dibandingkan dengan yang diproyeksikan; Faktor-faktor psychographic 61 Faktor demografis, seperti tingkat pendapatan, kisaran usia, tingkat pendidikan, etnis.

•

Keterangan dan informasi atas Produk paling kurang meliputi:
– – – –

•

Keterangan dan informasi atas Teknologi paling kurang meliputi:
– –

•

Keterangan dan informasi atas target pasar yang dituju (Intended Market Environment)
– – – – –

•

27. Laporan Studi Kelayakan
Keterangan dan informasi atas kompetisi
– – – – – Pesaing langsung maupun tidak langsung Pangsa pasar, sumber daya, spesialisasi produk & pasar, strategi, kekuatan dan kelemahan dari pesaing utama yang dimiliki oleh perusahaan yang dinilai kelayakan usahanya Seluruh faktor hambatan untuk memasuki industri atau pasar (barriers to entry) Kesulitan yang akan dimiliki oleh pesaing untuk meniru produk perusahaan Dampak bagi pesaing jika produk yang dimiliki perusahaan diluncurkan serta strategi responsif dari perusahaan. Industri dimana perusahaan beroperasi termasuk ukuran, tingkat pertumbuhan, & outlook Faktor dan tren permintaan dan penawaran Faktor utama yang mempengaruhi pasar antara lain inovasi, perubahan budaya, & peraturan. Bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan, terus menerus atau musiman Keterangan secara rinci mengenai model bisnis untuk mendukung proyeksi keuangan. Strategi pemasaran dan penjualan; Kerjasama strategis yang dimiliki, meliputi hak dan kewajiban masing-masing pihak Strategi distribusi Strategi penetapan harga Metode pembayaran yang diharapkan. Bagaimana perusahaan akan memproduksi, & mendistribusikan produk unt penetapan biaya prod. Lokasi, umur mesin, kondisi mesin, kapasitas terpasang dan kapasitas produksi; 62 Kepemilikan pabrik dan mesin termasuk kebutuhan biaya renovasi; dan Peralatan yang dibutuhkan dan biayanya.

•

Keterangan dan informasi atas Industri
– – –

•
•

Keterangan dan informasi atas model bisnis (business model)
– – – – – – –

Keterangan dan informasi atas strategi pemasaran dan penjualan paling kurang meliputi:

•

Keterangan dan informasi atas persyaratan produksi atau operasional :
– – – –

27. Laporan Studi Kelayakan
• • Keterangan dan informasi atas manajemen dan sumber daya
– Struktur organisasi, kompetensi dan standar renumerasi yang diusulkan – Jumlah SDM yang dibutuhkan saat ini, dalam satu tahun & dalam jangka panjang.

Keterangan dan informasi atas Intellectual Property
– ringkasan atas hak paten, hak cipta dan merek dagang yang dihasilkan dan sedang dalam proses – penjelasan nama pihak pemberi lisensi atau paten, apabila operasi perusahaan berdasarkan kontrak lisensi atau kontrak paten, serta tanggal berakhirnya atau diperbaharuinya kontrak tersebut.

•

Keterangan dan informasi atas isu Peraturan dan atau Lingkungan
– – – – penjelasan aspek non ekonomi yang dapat mempengaruhi prospek perusahaan masalah lingkungan terkait pada properti, rencana penanggulangannya dan biayanya Faktor lingkungan seperti rencana pengolahan limbah peraturan atau kebijakan lain  adanya usulan perubahan kebijakan yang diusulkan oleh industri terkait, kondisi atau lingkungan baik yang stabil maupun tidak stabil.

•

Keterangan dan informasi atas risiko utama perusahaan (critical risk factors)
– risiko penting yang dihadapi perusahaan, seperti karakteristik internal, keunikan produk, investasi, proyeksi ekonomi, dan perubahan regulasi – penanggulangan yang dilakukan atas risiko tersebut.

•

Keterangan dan informasi atas proyeksi neraca
– Asumsi yang digunakan; sumber pendanaan dan penggunaannya; dan Proyeksi arus 63 modal masuk (inflows of capital) selama tiga tahun.

27. Laporan Studi Kelayakan
• Keterangan dan informasi atas proyeksi laba rugi paling kurang meliputi:
– Asumsi yang digunakan untuk masing-masing akun; – Proyeksi laba rugi bulanan dan tiga bulananan untuk tahun pertama; dan – Proyeksi laba rugi tahunan untuk tahun kedua dan ketiga.

•

Keterangan dan informasi atas arus kas paling kurang meliputi:
– Asumsi yang digunakan untuk masing-masing akun; – Proyeksi arus kas bulanan dan tiga bulananan untuk tahun pertama; dan – Proyeksi arus kas tahunan untuk tahun kedua dan ketiga.

• •

Keterangan dan informasi atas analisis titik-impas paling kurang meliputi:
– Asumsi yang digunakan; dan – Penyajian hasil perhitungan atas waktu dihasilkannya keuntungan oleh perusahaan.

Keterangan dan informasi atas persyaratan modal dan strategi
– – – – – jumlah dana yang dibutuhkan dan bilamana perusahaan membutuhkan dana tersebut; sumber pendanaan; rasio utang terhadap modal (debt to equity) yang akan terjadi; saat investor akan mendapatkan keuntungan dari bisnis atau usaha; dan Imbal hasil investasi (Return On Investment ) yang diharapkan dari bisnis atau usaha.

•

Rekomendasi atas kelayakan dari bisnis atau proyek wajib disajikan secara independen, ringkas, dan jelas.
64

27. Laporan Studi Kelayakan
• Keterangan dan informasi atas rekomendasi tentang kelayakan usaha/proyek
– Kelayakan Pasar  Kondisi Pasar, seperti, pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, potensi nilai pasar; Pesaing usaha; dan Strategi pemasaran. – Kelayakan Teknis  Kapasitas; Ketersediaan dan kualitas sumber daya, termasuk bahan baku mentah, pekerja dan ahli profesional; dan Proses produksi. – Kelayakan pola bisnis (business model viability)  Keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis; Kemampuan pesaing untuk meniru produk; dan Kemampuan untuk menciptakan nilai – Kelayakan model manajemen yang didasari dari sistem manajemen yang disusun oleh pihak yang dinilai (management model viability)
• Ketersediaan tenaga kerja; Manajemen kekayaan intelektual (intellectual Property); Manajemen risiko; Kapasitas dan kemampuan manajemen; dan Kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.

– Kelayakan keuangan
• Biaya pendirian (Start up costs); Modal kerja; Sumber pembiayaan; Biaya operasional; Biaya bahan baku mentah; Titik impas (break even analysis); Analisis Profitabilitas (Overall Profitability); dan Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on investment).

– Kesimpulan hasil studi mengenai layak atau tidaknya bisnis yang ditawarkan.

•
• •

Executive Summary  ringkasan seluruh informasi penting dari studi kelayakan usaha. Penyajian Executive Summary dapat disajikan secara terpisah namun merupakan satu kesatuan dari dokumen Laporan Studi Kelayakan. 65 Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Usaha wajib disajikan secara terpisah.

28. Penutup
• Dengan tidak mengurangi ketentuan pidana di bidang Pasar Modal, Bapepam dan LK dapat mengenakan sanksi terhadap setiap pelanggaran ketentuan peraturan ini, termasuk Pihak yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tersebut.

66


								
To top