Docstoc

Makalah Pidato

Document Sample
Makalah Pidato Powered By Docstoc
					          MAKALAH
        Bahasa Indonesia


PERCAYA DIRI DALAM BERPIDATO




           Disusun Oleh :
                                Kata Pengantar

       Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-
Nyalah saya dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Percaya Diri dalam
Berpidato” sebagai tugas syarat kelulusan ini dapat selesai dengan tepat waktu.
       Selanjutnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Novarita, S.Pd, selaku
guru mata pelajaran bahasa Indonesia, serta kepada teman-teman semua yang telah
membantu saya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
       Semoga makalah ini bermanfaat bagi masyarakat terutama para pelajar yang
ingin mengetahui tentang seluk-beluk berpidato. Saya merasa makalah ini masih belum
sempurna sehingga saya akan menerima segala kritik dan saran dari Anda demi
perbaikan makalah ini selanjutnya.



                                                          Sidoarjo, Mei 2009


                                                              Penyusun
                                           I
                               PENDAHULUAN



1.1. Batasan Pengertian Istilah
    Orator            : Orang yang menyamaikan pidato
    Audiens           : Pendengar pidato
    Topik             : Tema
    Intonasi          : Lagu kalimat
    Artikulasi        : Kejelasan pengucap suatu kata
    Ekstemporan       : Metode pidato dengan mengembangkan kerangka karangan
    Improvisasi       : Metode ptidato sert-merta atau spontanitas
    Kondisi           : Keadaan
    Analisis          : Meneliti
    Gestur            : Gerakan tangan untuk menekankan suatu maksud
    Variasi           : Macam
    Diksi             : Pilihan kata
    Karakteristik     : Ciri khas


1.2. Arti Pentingnya Judul
              Dalam tugas membuat makalah ini, saya mengambil judul “Percaya Diri
    dalam Berpidato” karena dalam makalah ini akan membahas tentang seluk-beluk
    berpidato, cara berpidato yang baik dan meningkatkan rasa percaya diri dalam
    membawakan pidato. Ulasan-ulasan yang akan disampaikan dalam makalh ini
    semoga dapat membantu teman-teman yang ingin membawakan pidato, dan dapat
    menjadi bahan bandingan untuk teman-teman.


1.3. Sudut Pandang Pendekatan (Metodologi)

              Pidato adalah kemampuan berbahasa lisan di depan umum, dengan
    mempunyai tujuan tertentu dan dilakukan pada waktu tertentu. Tidak semua orang
    dapat melakukan pidato dengan baik dalam waktu singkat. Dalam menyampaikan
pidato harus memperhatikan hal-hal yang sangat penting dan menyangkut pidato
tersebut secara langsung, misalnya seorang orator (pembawa pidato) harus
mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan sebelum berpidato, misalnya menyiapkan
naskah pidato yang baik, mempersiapkan diri dan mental, cara menyampaikan
pidato yang baik dan benar, gerak-gerik tubuh, ekspresi wajah, dan memupuk rasa
percaya diri agar dapat menyampaikan pidato dengan sebaik-baiknya.

       Bagaimana mempersiapkan hal-hal yang penting sebelum menyampaikan
pidato dengan baik dan benar? Kita akan membahasnya dan memberikan
contohnya dalam makalah ini.
                                        II
                            PERMASALAHAN



2.1. Latar belakang Permasalahan

           Ketika akan membawakan sebuah pidato, kadang kita merasa kurang
    percaya diri karena tidak terbiasa melakukannya. Rasa kurang percaya diri dapat
    juga timbul karena takut salah berbicara saat di depan pendengar (audiens), grogi
    berbicara, dilihat banyak orang, dan takut kalau saat berpidato tidak didengarkan
    atau direspon oleh pendengar (audiens). Tapi hal itu semua dapat kita atasi dengan
    menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan pidato tersebut dengan sebaik-baiknya.
    Jika semua persiapan pidato sudah kita siapkan dengan baik, maka rasa percaya
    diri saat menyampaikan pidato akan timbul dan mengalir, sehingga kita dapat
    membawakan pidato dengan baik, benar, dan sempurna.


2.2. Tujuan

           Tujuan pembuatan makalah ini sebagai informasi kepada pembaca tentang
    cara berpidato yang baik dan benar, serta memupuk rasa percaya diri dalam
    membawakan pidato, yaitu dengan mempersiapkan diri dan hal-hal yang akan
    disampaikan dalam berpidato dengan persiapan yang baik dapat membuat kita
    lebih percaya diri dalam menyampaikan pidato.


2.3. Batasan dan Perumusan Masalah

    1. Apa yang dimaksud dengan pidato dan apa tujuan berpidato?
    2. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membawakan pidato?
    3. Apa yang membuat pidato terasa membosankan?
    4. Bagaimana cara memupuk rasa percaya diri dalam membawakan pidato?
2.4. Faktor Pendukung
   Rasa tidak percaya diri dapat diatasi dengan beberapa cara :
   1. Mempersiapkan pidato yang akan kita sampaikan dengan sebaik-baiknya. Hal-
      hal yang perlu diperhatikan :
         Tema pidato
         Gaya bahasa
         Penampilan
         Memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyampaikan pidato
            tersebut

   2. Memupuk rasa percaya diri, dengan meyakinkan dalam hati sikap optimis, kita
      dapat melakukannya. Di samping itu kita juga harus memperhatikan
      penampilan diri. Beberapa pendapat mengatakan bahwa, rasa percaya diri
      tumbuh karena penampilan.


2.5. Faktor Penghambat

   Selama ini rasa tidak percaya diri dalam berpidato disebabkan oleh beberapa hal :
   1. Takut tidak direspon oleh pendengar.
   2. Takut salah berbicara saat berpidato.
   3. Merasa penampilannya kurang menarik.
                                       III
                                  PEMBAHASAN



3.1. Pengertian

           Pidato adalah keterampilan berbahasa lisan yang disampaikan pada saat
    tertentu dan memiliki tujuan tertentu, misalnya pidato untuk hari Kartini
    disampaikan tentu saat merayakan hari Kartini dan tujuannya menyampaikan hal-
    hal tentang hari Kartini. Pidato bersifat formal atau resmi dan merupakan
    komunikasi satu arah karena tidak memungkinkan adanya Tanya jawab.

           Menurut sifat isinya, ada pidato pembukaan, pidato laporan, pidato
    pengarhan, dan pidato peresmian atau sambutan. Pada umumnya, pidato
    pembukaan singkat sekali dan disampaikan oleh pemandu acara. Pidato laporan
    juga singkat dan hanya melaporkan hal-hal yang penting, tidak menggunakan
    basa-basi.   Pidato   pengarhan   bermaksud   mengarahkan    suatu   pertemuan,
    pengarahan suatu keputusan atau penyusunan suatu program. Pidato peresmian
    biasanya dilakukan oleh pejabat atau seseorang yang ditokohkan dan berpengaruh.


    Tujuan atau maksud berpidato

           Suatu pidato tentu memiliki tujuan atau maksud yang akan disampaikan,
    tujuan pidato antara lain :

    1. Menyampaikan informasi, pidato merupakan bentuk komunikasi dengan pihak
       lain, sehingga dapat juga menjadi media penyampaian informasi kepada
       masyarakat secara langsung.

    2. Menghibur, tujuan pidato ini bermaksud untuk menghibur pendengar, tentu
       dengan batasan-batasan dan tidak melupakan kesan pidato yang formal.

    3. Mempengaruhi, tujuan pidato ini biasanya mempengaruhi atau mengajak
       masyarakat untuk melakukan sesuatu seperti yang diinginkan oleh pembawa
       pidato. Misalnya pidato mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan
       lingkungan.
    Metode menyampaikan pidato

    Dalam menyampaikan pidato kita mengenal 4 metode penyampaian pidato :

    1. Membaca. Metode penyampaian ini dengan cara membaca teks pidato yang
       sudah dipersiapkan sebelumnya.

    2. Menghafal. Metode pnyampaian ini dengan menghafal teks yang sudah dibuat
       sebelumnya

    3. Mengembangkan kerangka karangan (ekstemporan). Dalam metode ini
       pembawa pidato hanya membuat kerangka karangannya saja, baru ketika
       tampil di depan dia mengambangkan kerangka karangan tersebut.

    4. Pidato serta merta (Improvisasi). Metode ini pembawa pidato tidak
       mempersiapkan dulu naskah pidato yang akan disampaikannya karena tanpa
       mendapat pemberitahuan sebelumnya. Metode pidato ini umumnya dapat
       dilakukan dengan baik oleh orang yang sering membawakan pidato atau sering
       berpidato di tempat umum.


    Cara penyampaian pidato
    Yang termasuk dalam cara penyampaian pidato ialah :
    1. Logika berpikir dan bahasa yang digunakan
    2. Lafal, intonasi, jeda, dan kelancaran
    3. Ekspresi
    4. Gerak anggota badan yang lain.


3.2. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berpidato

           Sebelum berpidato sebaiknya kita menyiapkan hal-hal yang berkaitan
    dengan kelangsungan pidato yang akan kita sampaikan antara lain :

    1. Naskah / Teks Pidato
       Agar pidato lebih terarah, kita dapat menyusun naskahnya terlebih dahulu.
       Ada beberapa peristiwa saat akan berpidato dan menulis teks pidato, yakni
       sabagai berikut :
a. Menentukan topik dan tujuan pidato
   Pokok atau topik dan tujuan pembicara dalam suatu pidato merupakan
   dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pokok atau topik pembicaraan
   merupakan persoalan yang dikemukakan, sedangkan tujuan pembicaraan
   berhubungan dengan tanggapan yang diharapkan dari para pendengar
   berkenaan dengan persoalan yang dikemukakan itu.

b. Menganalisis pendengar dan situasi
   Menganalisis situasi dan pendengar terlebih dahulu perlu dilakukan agar
   pembicaraan dapat mencapai tujuannya. Misalnya, menganalisis dahulu
   maksud pengunjung mendengarkan uraian, susunan acara, tempat
   pembicaraan berlangsung, usia, pekerjaan, serta pendidikan pendengar.

c. Mengumpulkan bahan
   Bahan-bahan yang dikumpulkan harus berhubungan dengan persoalan
   atau topik yang akan dibahas. Lebih lengkap bahan yang diperoleh akan
   memperlancar pembicaraan dalam menyusun suatu naskah.

d. Membuat kerangka uraian
   Kerangka uraian yang dibuat itu sebaiknya terperinci dan tersusun baik.
   Dengan demikian, akan memudahkan kita dalam menyusun naskah
   pidato.


   Contoh kerangka isi pidato
   Topik / tema : Meningkatkan kegemaran pembaca
   Tujuan           : Meningkatkan minat baca para pelajar

   1. Pendahuluan
       a. Salam pembuka
       b. Sapaan untuk pendengar (audiens)
   2. Isi
       a. Pendahuluan
             1) Derasnya informasi di sekitar kita
             2) Akibat yang timbul jika tidak suka membaca
       b. Isi
                 1) cara-cara menumbuhkan minat baca
                 2) Pentingnya atau manfaat membaca
            c. Penutup
                 1) Simpulan
                 2) Harapan-harapan untuk para siswa
        3. Salam penutup


        Secara umum, teks pidato terdiri atas tiga bagian, antara lain :
        a. Pendahuluan
            1) Salam pembuka
            2) Sapaan untuk pendengar (audiens)
        b. Isi
            1) Pendahuluan
            2) Isi
            3) Penutup (biasanya berisi simpulan, harapan-harapan, atau ajakan)
        c. Salam penutup

    e. Mengembangkan kerangka uraian

                 Naskah pidato disusun berdasarkan kerangka yang telah dibuat
        sebelumnya. Pergunakanlah kata-kata yang tepat, penggunaan kalimat
        yang efektif, pemakaian istilah dan gaya bahasa yang dikehendaki
        sehingga dapat memperjelas uraian. Oleh karena itu, gaya bahasa
        (retorika) dan pilihan kata (diksi) dalam kalimat-kalimat pidato perlu
        diperhatikan.


2. Melatih Intonasi, Artikulasi, dan Volume Suara untuk Berpidato dengan
   Percaya Diri.

        Agar penyampaian isi pidato menarik, tidak monoton, dan tampak
   berenergi, seorang pembawa pidato perlu melakukan persiapan. Persiapan
   yang utama menyangkut intonasi, artikulasi, dan volume suara saat berpidato.
   Seorang pembawa pidato perlu berlatih masalah intonasi, artikulasi, dan
   volume suaranya agar terdengar jelas.
 a. Intonasi adalah lagu kalimat, sedangkan tempo adalah cepat-lambatnya
     kalimat itu diucapkan. Sementara itu, anada menggambarkan tinggi
     rendahnya pengucapan kata atau suku kata, sedangkan jeda adalah
     penghentian pada satuan-satuan gagasan dalam suatu kalimat. Lagu
     kalimat menggambarkan naik-turunnya kalimat itu dilafalkan. Intonasi
     yang tepat dalam mengucapkan kalimat akan menarik perhatian
     pendengar (audiens) dan sekaligus pendengar dapat terbantu untuk
     menulusuri nama bagian yang penting (gagasan utama) dan mana bagian
     yang kurang penting (gagasan pendukung).

     Intonasi kalimat perlu divariasikan untuk menunjukkan bagian yang
     penting atau kurang penting. Suatu saat, digunakan intonasi menaik
     untuk gagasan utama, dan pada saat yang lain digunakan intonasi
     menurun untuk gagasan pendukung. Kedua cara itu dapat divariasikan,
     saling mengganti agar tidak membosankan. Banyak-banyaklah berlatih
     dan minta dikoreksi oranglain.

 b. Artikulasi adalah pengucapan huruf atau kata dengan jelas, tidak
     mendengung. Pengertian lain, artikulasi itu jelas “a”,”i”,”u”,”e”,”o” nya.

 c. Volume suara
     Volume suara dalam berpidato harus seimbang, tidak terlalu keras, tidak
     juga terlalu pelan. Kita dapat menyesuaikan dengan pendengarnya, dan
     juga tempatnya. Volume suara tidak perlu terlalu keras seperti ngotot,
     atau   terlalu   pelan,   sekiranya   para   pendengar   (audiens)   dapat
     mendengarkan suara kita.

     Di sela-sela pergantian topik pidato, dapat juga disisipkan kata atau
kalimat sapaan. Penggunaan sapaan bermanfaat untuk mengajak pendengar
(audiens) untuk tetap memperhatikan pidato. Sapaan yang digunakan harus
sopan dan pengucapannya dengan intonasi yang bertekanan serta artikulasi
dan volume yang bertekanan.

Contoh kalimat sapaan :
o Bapak dan Ibu guru yang saya hormati
o Teman-teman yang saya cintai
   o Hadirin yang berbahagia
   o Dll


3. Aspek-aspek yang Perlu Diperhatikan Saat Menyampaikan Pidato

   1. Intonasi
      Intonasi yang bervariasi asalkan tepat dan benar, penekanan kata untuk
      penjiwaan dan menggunakan kata sapaan yang sesuai.

   2. Artikulasi kata / kalimat harus jelas terdengar, karena jika dalam
      mengucapkan     kata     /   kalimat    kurang   jelas    dapat   menimbulkan
      kesalahpahaman antarpendengar (audiens).

   3. Volume suara harus terdengar baik. Volume suara dapat disesuaikan
      dengan situasi dan kondisi pendengarnya, sebaiknya jangan terlalu keras
      dan jangan pula terlalu pelan. Sekiranya para pendengar (audiens) dapat
      mendengarkan suara kita dengan baik dan jelas.

   4. Posisi berdiri sebaiknya tidak kaku, agar terkesan lebih alami dan rileks,
      dan juga apa yang akan kita sampaikan lebih lancar dan tidak terbata-bata.

   5. Pandangan    mata      tertuju   ke    audiens   (tidak   menunduk).   Dalam
      membawakan pidato usahakan pandangan mata kita tertuju kepada
      audiens. Karena pandangan mata tersebut merupakan kontak komunikasi
      bahasa tubuh dengan pendengar (audiens).

      Tips :

      Kalau anda merasa kurang percaya diri jika memandang pendengar
      (audiens), anda dapat tetap menujukan pandangan kepada pendengar tetapi
      pandangilah 10 cm di atas kepala pendengar, jadi seolah-olah kita melihat
      pendengar.

   6. Ekspresi wajah berubah-ubah sesuai dengan isi pidato. Ekspresi dapat
      menunjukkan karakter serta keinginan pembawa pidato terhadap
      pendengarnya. Ekspresi wajah harus sesuai dengan isi pidato, misalnya
      pidato kemerdekaan ekspresi wajah sebaiknya menunjukkan perasaan
      semangat dan berani.
   7. Kita dapat menggunakan gerak tangan (gestur) untuk menekankan
      maksud.

   8. Kalimat runtut dan pilihan kata menarik, ini agar pendengar mengerti
      dengan jelas dan membuat pidato terlihat lebih baik.

   9. Dalam membawakan pidato harus bersemangat, agar pendengar juga
      merasa bersemangat, tetapi rasa semangat itu dalam batasan yang
      sewajarnya saja, jangan terlalu berlebihan, agar pendengar lebih terkesan.

   10. Percaya diri

      Dalam membawakan pidato kita harus percaya diri, karena modal dari
      keberhasilan dalam melakukan sesuatu itu salah satunya adalah percaya
      diri.

4. Memperhatikan Penampilan Saat Akan Berpidato

        Untuk menarik perhatian pendengar (audiens) kita harus memperhatikan
   penampilan juga di samping isi pidato yang baik. Sebelum membawakan
   pidato perhatikan dulu penampilan kita. Dalam membawakan pidato umumnya
   penampilan harus rapi, model busana atau pakaian yang sesuai dengan situasi
   dan kondisinya. Orang yang berpenampilan bersih dan rapi akan lebih enak
   dipandang.

        Dalam membawakan pidato jangan terlalu kaku, usahakan selalu
   tersenyum di sela-sela penyampaian topik. Jangan lupa dalam mengucapkan
   salam untuk pendengar (audiens) berilah senyuman agar terlihat ramah. Tetapi
   jangan terlalu berlebihan senyumnya karena “satu senyuman dapat
   menghilangkan 1000 kerisauan”.

5. Bahasa yang Digunakan Dalam Menyampaikan Pidato

   Bahasa adalah alat komunikasi yang paling penting, begitu juga dalam
   menyampaikan pidato, bahasa yang kita gunakan harus sesuai dengan para
   pendengarnya, misalnya jika kita diharuskan menyampaikan pidato di depan
   para pemuka, pemimpin, seperti kepala desa, kepala sekolah, dewan juri, dan
   seterusnya, sebaiknya kita menggunakan bahasa baku dan formal. Sedangkan
   jika kita membawakan pidato di depan teman-teman sebaya kita, kita dapat
   menggunakan bahasa sehari-hari yang lebih santai agar terkesan lebih
   komunikatif dan lebih dimengerti oleh pendengar (audiens).

6. Media Menyampaikan Pidato

   Pidato dapat dibawakan langsung dengan menatap pendengarnya secara
   langsung. Tetapi ada pula yang berpidato melalui media elektronik, misalnya
   di radio atau di televisi.
   Pidato yang tidak langsung kita lihat biasanya saat melihat televisi. Contohnya
   saat mendengarkan pidato Bapak Presiden RI pada tanggal 17 Agustus, dan
   seterusnya.


   Contoh pidato yang disiarkan melalui radio :

                 Pidato Memperkenalkan Acara Afterschool Saturday

         Selamat sore kawula remaja sekalian. Apa kabar?

         Pada kesempatan ini, saya akan memperkenalkan acara Afterschool
   Saturday yang selama ini sebenarnya telah digelar di sekolah-sekolah di
   jakarta.

         Ini merupakan acara unggulan yang sedang diminati para remaja,
   khususnya bagi kamu yang masih duduk di bangku sekolah menengah. So,
   acara yang digelar “radio KISS 105.0 FM” ini pastinya pernah kamu dengar
   setiap Sabtu pukul 14.00-16.00 WIB, dipandu oleh keempat pelajar yang
   secara bergantian bertindak sebagai host, seperti Olien dan Poppy (SMAN 1
   Medan), Manda (SMA Harapan), dan Franz (SMAN 4 Medan).

         Nah, para pelajar inilah yang akan memandu kita untuk ikutan terjun ke
   dalam suasana meriah di Afterschool Saturday. Selain bercerita tentang anak
   sekolahan, acara ini juga membahas lebih dalam akan persoalan yang muncul
   di sekolah dan juga berbagai kegiatan lainnya, seperti pengalaman semasa
   ujian, kantin idaman di sekolah, serta cerita-cerita hangat lainnya. Pastinya
   acara yang diarsiteki Program Director Claudia Hennie itu akan membawa
   kita ke dalam suasana yang ceria untuk menyambut akhir pekan.
        Acara yang berdurasi dua jam ini juga akan mengundang seorang tamu
anak sekolahan yang akan bertindak sebagai DJ alias disc jockey. Seterusnya,
bagi kamu yang punya kelompok band di sekolah juga dapat tampil secara live
karena siaran ini memang tempatnya buat kamu yang pengen unjuk gigi. Tidak
ketinggalan acara request seputar lagu hits yang pengen kamu dengar. Ada
lagu Indonesia dan juga lagu-lagu barat yang tentunya lagi ngetop.
Selanjutnya, ada school game yang bisa kita lakukan melalui telepon dan
terakhir mungkin ini adalah acara yang bakal kamu tunggu setiap Sabtu, yakni
kunjungan langsung para kru Afterschool Saturday untuk siaran langsung pada
acara yang kamu adakan di sekolah. Gimana, asyik kan? Dan jangan ngaku
anak gaul kalau sampai ngelewatin acara spesial ini.

        Kemeriahan acara ini tentu tidak terlepas dari action yang ditunjukkan
para host Afterschool Saturday, yakni keempat pelajar SMA yang telah
melakukan siaran selama kurang lebih satu tahun yang lalu. Nah, mereka ini
mungkin adalah sebagian dari para pelajar yang paling beruntung saat ini.
Selain bisa melaksanakan tugasnya sebagai pelajar, mereka juga telah mampu
menghasilkan uang untuk membantu biaya sekolah mereka. Salut deh!

        Tapi tahu nggak gimana cara mereka bisa masuk menjadi host di
Afterschool Saturday? Tentunya tidak semudah dugaan kita. Keempat pelajar
tersebut terlebih dahulu harus bersaing dengan ratusan pelajar lainnya untuk
bisa masuk ke dalam kategori dan hal itu harus mereka lakukan Desember
tahun lalu.

        Hasilnya, sebanyak tujuh orang dinyatakan lulus dan harus mengikuti
training. Nah dalam tahap pelatihan tersebutlah keempat pelajar yang sekarang
kita kenal tersebut lulus dan siap bertugas untuk menemani kamu sepanjang
hari.

        Nah kawula muda sekalian, selamat mengenal lebih dekat dengan host
kita ini, yang selanjutnya akan menemani kalian mengikuti acara Afterschool
Saturday kita pada hari ini!

Sambutlah mereka! Terima kasih!

                                   Sumber : waspada.co.id. dengan pengubahan
7. Hal-hal yang Harus Dihindari Selama Berpidato

   Selama menyampaikan pidato ada beberapa hal yang harus kita hindari agar
   dapat menyampaikan pidato dengan baik, dan menarik perhatian pendengar
   (audiens). Mungkin tidak semua hal di bawah ini dapat kita lakukan dengan
   baik, tetapi dengan berusaha sebaik-baiknya kita pasti bisa mencobanya.
   Beberapa hal yang harus kita hindari saat membawakan pidato di depan
   umum, agar pidato yang kita tampilkan dapat semaksimal mungkin dimengerti
   oleh pendengar (audiens) sehingga dapat menarik perhatian mereka, yaitu :

   1. Jangan menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti oleh pendengar
       (audiens).

       Agar pendengar (audiens) mengerti betul apa yang kita sampaikan dalam
       pidato yang kita bawakan, hindari menggunakan kata-kata sulit yang
       artinya kurang dimengerti oleh pendengar (audiens) agar tidak
       menimbulkan salah paham di antara pendengar pidato. Dalam pemilihan
       kata-kata kita harus menganalisis para pendengarnya. Kata-kata yang kita
       pakai   harus     disesuaikan   juga   dengan   tingkat   pendidikan   para
       pendengarnya (audiens).

       Kita tentu tidak akan membacakan pidato di depan para petani dengan
       menggunakan kata-kata yang digunakan untuk berpidato di depan Bapak
       Presiden. Jadi pemilihan kata-kata sangat perlu agar isi pidato dapat
       tersampaikan dengan baik dan hindari menggunakan kata-kata yang
       artinya sulit dimengerti oleh pendengar. Jika memang penggunaan kata
       tersebut perlu dilakukan, maka berilah keterangan arti kata-kata tersebut
       setelah mengucapkan kata tersebut.

   2. Jangan menggunakan kata-kata yang kurang sopan.

       Dalam menyampaikan pidato jangan menggunakan kata-kata yang kurang
       sopan didengar, karena itu akan mempengaruhi minat pendengar (audiens)
       dalam mendengarkan pidato yang tengah kita sampaikan. Gunakanlah
       kata-kata yang baik dan menarik, serta gunakan Bahasa Indonesia dengan
       baik dan benar.
   Misalnya dalam penggalan contoh pidato ini :

   “Demikianlah saudara-saudara, jangan sampai kita meniru tindakan
   mereka. Mereka adalah orang-orang yang bodoh dan tidak waras.”


   Kita dapat memperbaiki penggalan pidato di atas menjadi :

   “Demikianlah saudara-saudara, janganlah kita meniru perbuatan mereka,
   tindakan yang berbau krminal dan melanggar hukum negara Indonesia.”

3. Jangan membuat isi pidato menjadi tidak jelas

   Dalam hal ini maksudnya, jangan membuat isi pidato tidak jelas denga
   membawakan pidato panjang lebar tetapi isinya tidak jelas, sehingga
   membuat para pendengar (audiens) merasa bosan ketika mendengarkan
   pidato. Usahakan pidato yang kita bawakan temanya menarik bagi
   pendengar (audiens). Jangan membawakan pidato terlalu panjang, tetapi
   isi maksud dari pidato tersebut tidak jelas. Maka pendengar (audiens)
   tidak akan mengerti maksud dari pidato yang kita bawakan. Selain itu juga
   dapat menimbulkan rasa bosan.

4. Pergunakan waktu sebaik mungkin, jangan terlalu lama menyampaikan
   pidato

   Rasa bosan yang timbul saat mendengarkan pidato, sebagian besar
   disebabkan karena lamanya seorang pembawa pidato menyampaikan
   pidatonya. Di samping waktu yang terlalu lama, topiknya juga kurang
   menarik, sehingga pendengar (audiens) merasa bosan dengan pidato yang
   dibawakan dan akhirnya tidak merespon apa yang kita sampaikan.

   Sesuaikan waktu pidato dengan situasi dan kondisinya. Jika dirasa pidato
   tersebut sudah mengungkapkan semua maksud dan tujuan dari pidato kita,
   maka cukupkanlah jangan terlalu panjang lebar, tetapi membuat isinya
   menjadi tidak jelas, lebih baik menggunakan kalimat yang efektif.
    Tips :

    Jika berpidato di depan para remaja, jangan terlalu menghabiskan waktu,
    gunakan bahasa yang lebih santai, seperti bahas mereka sehari-hari agar
    lebih komutatif.

5. Jangan memakai pakaian yang kurang rapi

    Pidato bersifat formal dan resmi, jadi masalah penampilan juga sangat
    penting dan harus benar-benar diperhatikan karakteristik seseorang dapat
    dilihat dari cara dia berpakaian. Dalam berpidato pakaian yang kita pakai
    harus sesuai dengan situasi dan kondisi. Berpakainlah yang rapi sehingga
    ada nilai tambah bagi pendengar (audiens) untuk mendengarkan pidato
    yang kita bawakan.

6. Jangan menunjukkan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan

    Dalam berpidato, ekspresi wajah juga menjadi penilaian oleh pendengar
    (audiens). Oleh karena itu dalam membawakan pidato tunjukkan ekspresi
    wajah yang ramah dan jangan lupa sesekali memberikan senyuman pada
    pendengar (audiens) agar pendengar (audiens) merasa tertarik untuk
    mendengarkan pidato yang kita sampaikan.

7. Jangan terlalu banyak bergerak saat membawakan pidato

    Ketika membawakan pidato atau berpidato jangan terlalu banyak
    bergerak. Usahakan tetap tenang, kita dapat melakukan gerakan tangan
    (gestur) untuk memberikan penekanan pada sesuatu yang kita maksudkan.

8. Jangan berbicara terlalu cepat saat berpidato

    Saat membacakan pidato, jangan terlalu cepat temponya. Karena kalau
    bicaranya terlalu cepat, pendengar (audiens) akan merasa bingung dan
    tidak mengerti dengan apa yang kita bicarakan. Dalam membacakan
    pidato, intonasinya dapay divariasikan agar pendengar (audiens) lebih
    tertarik untuk mendengarkan pidato yang kita sampaikan. Berpidato
    jangan terlalu lama tetapi jangan terlalu cepat juga. Sesuaikan waktu
    dengan situasi dan kondisinya. Jika dirasa maksud dan tujuan dari pidato
            yang kita sampaikan sudah kita ungkapkan, maka akhirilah pidato tersebut
            dengan baik dan jangan lupa memberi salam penutup.



   Berpidato memang terasa sulit kalau kita baru pertama kali melakukannya.
Tetapi dengan terus belajar dan mencoba kita akan dapat menguasainya. Bagi
beberapa orang pidato dapat dilakukan dengan serta=merta atau spontanitas tanpa
ada persiapan terlebih dahulu. Tentu itu bagi orang yang sudah sering berpidato di
depan umum.

   Dari penggambaran sebelumnya rasa grogi pasti muncul saat kita akan
berpidato. Jika rasa grogi tersebut tidak dapat kita kendalikan dapat membuat kita
terbata-bata saat menyampaikan pidato.

   Dalam menyampaikan pidato kita juga harus memperhatikan penampilan.
Karena faktor penampilan dapat mempengaruhi minat pendengar (audiens) untuk
mendengarkan pidato yang kita sampaikan.

   Jangan melakukan tindakan-tindakan yang sopan atau berlebihan saat
menyampaikan pidato di depan umum. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami
agar pendengar (audiens) dapat mengerti apa yang kita sampaikan dalam pidato
tersebut.

   Bahasa yang kita gunakan dalam pidato harus sesuai dengan pendengar
(audiens)nya, karena faktor bahasa juga mempengaruhi pendengar (audiens)
mengerti dengan benar tujuan dari pidato yang kita bawakan.

   Ekspresi wajah dalam berpidato juga harus kita sesuaikan. Karena ekspresi
wajah merupakan nilai tambah utuk menjadi seorang orator yang baik dan
menambah minat pendengar (audiens) untuk mendengarkan pidato yang kita
sampaikan.

   Rasa percaya diri dalam berpidato harus kita pupuk sebaik-bainya sebelum
menyampaikan pidato di depan umum. Rasa percaya diri yang optimal dapat
membuat kita lebih lancar dalam menyampaikan pidato. Ada kalanya rasa grogi
lebih dulu muncul sebelum kita dapat memaksimalkan rasa percaya diri yang ada
dalam diri kita.
   Rasa percaya diri dapat kita pupuk dengan baik, yakinkan dalam diri kita bahwa
kita mampu dan bisa melakukannya. Di samping itu, kita juga harus sering latihan
berpidato. Kita dapat melakukan latihan sendiri di rumah deangan cara berpidato di
depan cermin, agar kita dapat mengoreksi kekurangan yang ada pada diri kita selam
menyampaikan pidato.

   Sebelum berpidato siapkan dengan baik semua hal yang berkaitan dengan
pidato, seperti naskah / teks pidato, penampilan, dan mental. Jika semua itu dapat
kita penuhi, kemungkinan rasa percaya diri dalam diri kita akan muncul, tetapi rasa
percaya diri yang terlalu berlebihan juga tidak baik dalam menyampaikan pidato.

   Dalam berpidato kita juga harus dapat menguasai perhatian pendengar (audiens)
dengan apa yang kita katakan. Oleh karena itu pilihan kata atau diksi merupakan
salah satu faktor untuk menarik minat pendengar (audiens) agar mendengarkan
pidato yang kita sampaikan.
Contoh pidato :

   Selamat siang Bapak Kepala Desa beserta stafnya yang kami hormati serta para
anggota kelompok nelayan yang kami banggakan

Assalmualaikum Wr. Wb.

   Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat kemurahannya kita dapat bertemu di tempat ini kembali.

   Pada siang yang cerah ini, perkenalkan nama saya Drs. H. Gendut Sudarto. Saat
ini, saya bekerja sebagai asisten sekretaris wilayah II Provinsi daerah Istimewa
Yogayakarta, yang menangani masalah sumber daya kelautan. Pada kesempatan
hari, saya akan menyampaikan beberapa hal yang berhubungan dengan kelautan.

   Seperti kita ketahui bersama, potensi kelautan kita saat ini dapat dikatakan
melimpah, khususnya potensi perikanan di Pantai Pendansimo dan Pantai baron.
Namun, di balik kesuksesan itu, ada masalah yang dihadapi oleh para nelayan, yaitu
masalah sarana dan peralatan. Dalam waktu dekat ini, pemerintah akan memberikan
sumbangan dalam bentuk bantuan kapal latih tangkap ikan kepada kelompok
nelayan untuk digunakan menangkap ikan, yaitu dalam bentuk kapal besar.

   Sejalan dengan itu, pmerintah menghendaki adanya kesiapan nelayan untuk
mempersiapkan diri karena menurut saya, Bapak-bapak perlu mengembangkan diri
dengan mengubaj orientasi penangkapan dan mengganti kapal serta peralatan
tangkapnya dengan kapasitas yang lebih besar. Melalui program pengembangan dan
pemberdayaan potensi perikanan dan kelautan, kami telah melakukan studi
pengembangan dermaga pendaratan kapal, peningkatan manajemen pengelolaan
hasil tangkapan laut, dan juga pemberdayaan nelayan. Kesimpulannya, para nelayan
masih perlu dibekali dengan kemampuan memanfaatkan hasil potensi laut agar
memperoleh hasil optimal.

   Dengan     bantuan kapal tersebut, pemerintah mengharapkan Bapak-bapak
nelayan akan memiliki kemampuan lebih baik dalam menangkap ikan sehingga
kesejahteraan Bapak-bapak meningkat.
   Demikianlah beberapa hal yang dapat saya samapaikan kepada Bapak-bapak,
saya ucapkan terima kasih dan memohon maaf apabila ada kata-kata saya yang tidak
berkenan di hati Bapak-bapak.

Wasalamualaikum Wr. Wb.
                                         IV
                                     Penutup



4.1. Simpulan
    Dari uraian-uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu :
    1. Pidato adalah ketrampilan berbahasa lisan yang memiliki tujuan tertentu dan
       disampaikan pada waktu tertentu.

       Tujuan atau maksud pidato :
        Menyampaikan informasi.
        Menghibur.
        Mempengaruhi / mengajak.

       Metode menyampaikan pidato :
        Membaca teks / naskah.
        Menghafal.
        Mengembangkan kerangka karangan (ekstemporan).
        Serta-merta (improvisasi).
       Cara penyampaian pidato
        Logika berpikir dan bahasa yang digunakan .
        Lafal, intonasi, jeda, dan kelancaran.
        Ekspresi wajah.
        Gerak anggaota badan yang lain.

    2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan disiapkan sebelum berpidato :
       1. Naskah / teks pidato :
           a. Menentukan topik dan tujuan pidato
           b. Menganalisis pendengar dan situasi.
           c. Mengumpulkan bahan.
           d. Membuat kerangka uraian
           e. Mengembangkan kerangka uraian..
       2. Melatih intonasi, artikulasi dan volume suara.
       3. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam berpidato :
          1. Intonasi.
          2. Artikulasi.
          3. Volume suara.
          4. Posisi berdiri.
          5. Pandangan mata tertuju ke audiens.
          6. Ekspresi wajah.
          7. Gerak tangan (gestur).
          8. Kalimat runut dan pilihan kata yang baik (diksi).
          9. Percaya diri.

      4. Memperhatikan penampilan.

      5. Bahasa yang digunakan harus sesuai dengan pendengarnya.

      6. Media penyampaian pidato :
          1. Secara langsung, berhadapan dengan para pendengar (audiens).
          2. Secara tidak langsung, didengarkan melalui siaran radio atau televisi.

      7. Hal-hal yang harus dihindari selama berpidato
          1. Jangan menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti oleh pendengar.
          2. Jangan menggunakan kata-kata yang kurang sopan.
          3. Jangan membuat isi pidato menjadi tidak jelas.
          4. Pergunakan waktu sebaik mungkin.
          5. Jangan memakai pakaian yang kurang rapi.
          6. Jangan menunjukkan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan.
          7. Jangan terlalu benyak bergerak saat membawakan pidato
          8. Jangan berbicara terlalu cepat.


4.2. Saran
             Dalam menyampaikan pidato sebaiknya kita mempersiapkan semua hal
     yang berkaitan dengan pidato dengan sebaik-baiknya. Pupuklah rasa percaya diri
     Anda ketika akan menyampaikan pidato. Usahakan semaksimal mungkin Anda
     dapat menguasai situasi dan kondisi para pendengar (audiens). Dengan begitu
     Anda dapat dikatakan sebagai pembawa pidato (orator) yang baik
                            DAFTAR PUSTAKA


Erwan Juhara, dkk. 2005. Cendekia Berbahasa . Jakarta : PT. Setia Purna Invers.

Suyono. 2007. Cerdas Berpikir Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta : ganeca Exact.

Tika Hartikah, dkk. 2007. Membina Kompetensi Berbahasa dan Bersastra Indonesia.
     Jakarta : Ganeca Exact.

Tim Cendika. 2005. Kreatif Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Jakarta : Ganeca
     Exact.

www.google.com.
                                            DAFTAR ISI

       Halaman Cover ...................................................................................... i
       Kata Pengantar ......................................................................................      ii
       Daftar Isi ................................................................................................ iii
BAB I Pendahuluan
       1. Batasan Pengertian Istilah ...............................................................              1
       2. Arti Pentingnya Judul ...................................................................... 1
       3. Sudut Pandang Pendekatan (Metodologi) ........................................ 1
BAB II Permasalahan
       1. Latar Belakang Permasalahan .......................................................... 2
       2. Tujuan ............................................................................................... 2
       3. Batasan dan Perumusan Masalah ..................................................... 2
       4. Faktor Pendukung ............................................................................. 3
       5. Faktor Penghambat ........................................................................... 3
BAB III Pembahasan
       1. Pengertian dan Tujuan Pidato ........................................................... 5
       2. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berpidato ....................... 6
       3. Aspek-aspek yang Perlu Diperhatikan Saat Menyampaikan Pidato ... 10
       4. Memperhatikan Penampilan Saat Akan Berpidato ........................... 11
       5. Bahasa yang Digunakan Dalam Menyampaikan Pidato ................... 11
       6. Media Menyampaikan Pidato ........................................................... 12
       7. Hal-hal yang Harus Dihindari Selama Berpidato ............................. 14
       8. Kiat-kiat Meningkatkan Percaya Diri Dalam Berpidato .................... 19
       9. Contoh Naskah atau Teks Pidato ........................................................ 24
BAB IV Penutup
       1. Simpulan ............................................................................................ 26
       2. Saran ................................................................................................... 27
       Daftar Pustaka ......................................................................................... 28

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:23492
posted:8/30/2010
language:Indonesian
pages:26