SKRIPSI EFEKTIVITAS KARYA WISATA

Document Sample
SKRIPSI EFEKTIVITAS KARYA WISATA Powered By Docstoc
					                                    BAB I

                              PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

          Keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen, yaitu : (1)

   keterampilan menyimak, (2) keterampilan berbicara, (3) keterampilan

   membaca, dan (4) keterampilan menulis (Nida dalam Tarigan, 1994:1).

   Keempat keterampilan tersebut merupakan suatu kesatuan, merupakan catur

   tunggal. Setiap keterampilan itu mempunyai hubungan yang erat dengan tiga

   keterampilan lainnnya.

          Keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang

   paling akhir dikuasai setelah kemampuan menyimak, berbicara dan membaca.

   Walaupun posisi menulis selalu terakhir tidak berarti menulis tidak penting,

   berarti, dan berperan. Kiranya tidak terlalu berlebihan bila dikatakan bahwa

   keterampilan menulis merupakan suatu ciri dari orang terpelajar atau bangsa

   terpelajar. Sehubungan dengan hal ini ada seorang penulis yang mengatakan

   bahwa “menulis dipergunkan oleh orang terpelajar untuk mencatat/ merekam,

   meyakinkan, melaporkan/ memberitahukan, dan mempengaruhi; dan maksud

   serta tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh orang – orang

   yang dapat menyusun pikirannya dan mengutarakannya dengan jelas,

   kejelasan ini tergantung pada pikiran, organisasi, pemakaian kata – kata, dan

   struktur kalimat.” (Morsey dalam Tarigan, 1994:4).

          Dalam pendapat Morsey di atas, selain kemampuan menulis sangat

   penting untuk dikuasai, ternyata kemampuan menulis tidak sederhana yang




                                                                              1
dibayangkan. Hal ini disebabkan kemampuan menulis menghendaki

penguasaan unsur kebahasaan dan unsur di luar bahasa itu sendiri yang akan

menjadi isi karangan. Baik unsur bahasa maupun unsur isi haruslah terjalin

sedemikian rupa sehingga menghasilkan karangan yang runtut dan terpadu.

          Bahasa sebagai media utama dalam kegiatan menulis merupakan unsur

yang sangat penting dikuasai oleh seorang penulis. Ia harus mampu menulis

kata – kata yang benar menurut kaidah bahasa tersebut, mampu menggunakan

kata - kata dengan tepat, menyusun kalimat yang efektif, dan menyusun

paragraf yang memenuhi syarat, sehingga makna yang terkandung dalam

tulisan    dapat   dipahami    pembacanya.          Alasan   itulah     mungkin    yang

menyebabkan        sulitnya   keterampilan     menulis       sehingga    untuk    dapat

menguasainya membutuhkan latihan yang banyak dan teratur. Sebagimana

yang dikatakan oleh Tarigan (1994:8) bahwa menulis menuntut pengalaman

waktu, kesempatan latihan, keterampilan – keterampilan khusus, dan

pengajaran langsung menjadi seorang penulis.

          Apabila kita menyikapi kenyataan di lapangan, kegiatan menulis atau

mengarang kurang mendapat perhatian siswa. Siswa terlihat tidak bergairah,

malas, cepat bosan, dan kurang minat. Hal itu terjadi mungkin karena siswa

menganggap mengarang tidak penting atau belum mengetahui peranan

mengarang bagi kelanjutan studi mereka.

          Walaupun    demikian,    tetap     saja     pelajaran   mengarang       dalam

pembelajaran menulis perlu diajarkan karena merupakan bagian dari

pengajaran bahasa Indonesia dan merupakan salah satu keterampilan




                                                                                      2
   berbahasa. Oleh karena itu, sebagai guru Bahasa dan Sastra Indonesia perlu

   lebih kreatif dan mencari solusi agar siswa gemar mengarang. Disamping kuat

   dalam penguasaan materi pelajaraan guru juga harus kaya pengalaman dengan

   beraneka teknik yang beragam agar suasana belajar menarik, menantang, dan

   menggairahkan sehingga menumbuhkan minat belajar siswa. Dengan minat

   belajar yang besar diharapkan proses pembelajaran berlangsung efisien dan

   efektif.

              Untuk meningkatkan daya kreatif siswa dalam menulis khususnya

   mengarang, penulis dalam penelitian ini akan menerapkan metoda karya

   wisata dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. Oleh karena itu,

   penulis tertarik dan berminat untuk menyusun            skripsi dengan judul

   “Efektivitas Metoda karya wisata Terhadap Kemampuan Menulis Karangan

   Deskripsi Siswa Kelas I SMP Negeri 1 Cileles Tahun Ajaran 2004 – 2005”.


B. Identifikasi Masalah

              Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mengidentifikasi adanya

   masalah – masalah sebagai berikut.

   1) Untuk memiliki kemampuan menulis diperlukan kemampuan kebahasaan,

       diantaranya : (a) perbendaharaan kata, (b) pembentukan kata, (c)

       penyusunan kalimat efektif, (d) penyusunan paragraf, dan (e) penuangan

       gagasan secara sistematis.

   2) Minat siswa terhadap pelajaran mengarang kurang.

   3) Teknik pembelajaran mengarang kurang bervariasi.

   4) Nilai mengarang kurang memuaskan.




                                                                               3
C. Pembatasan Masalah

          Mengingat keterbatasan waktu dan dana yang tersedia, agar penelitian

   lebih terarah dan tidak menyimpang maka penulis membatasi masalah

   penelitian ini pada pengaruh metoda karya wisata terhadap kemampuan

   menulis karangan deskripsi siswa kelas I SMP Negeri 1 Cileles tahun ajaran

   2005 – 2006.



D. Perumusan Masalah

          Berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan, ada

   beberapa masalah yang perlu penulis rumuskan sebagai berikut.

   1. Bagaimanakah gambaran hasil belajar siswa kelas I SMP Negeri 1 Cileles

      tahun ajaran 2004 – 2005 sebelum pelaksanaan keterampilan menulis

      karangan deskripsi dengan menggunakan metoda karya wisata.

   2. Bagaimanakah gambaran hasil belajar siswa kelas I SMP Negeri 1 Cileles

      tahun ajaran 2004 – 2005 sesudah pelaksanaan keterampilan menulis

      karangan deskripsi dengan menerapkan metoda karya wisata ?

   3. Bagaimanakah pengaruh metoda karya wisata terhadap kemampuan

      menulis karangan deskripsi siswa kelas I SMP Negeri 1 Cileles tahun

      ajaran 2004 – 2005 ?



D. Tujuan Penelitian

   Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.




                                                                            4
     2. Untuk mengetahui gambaran hasil belajar siswa kelas I SMP Negeri 1

        Cileles tahun ajaran 2004 – 2005 sebelum pelaksanaan keterampilan

        menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metoda karya wisata.

Efektivitas adalah nilai ketepat gunaan suatu benda atau usaha untuk mencapai
sasaran atau tujuan yang ingin dicapai.
Metoda karya wisata adalah teknik pengajaran keterampilan menulis karangan
dengan cara menyusun karangan bersama – sama. Setiap anggota memberikan
kontribusinya. Bahkan guru pun dapat ikut serta dalam kelompok itu.
Kemampuan menulis karangan deskripsi adalah kemampuan penulis memberikan
rincian dan detail tentang objek sebagai hasil penginderaan maupun perilaku jiwa
sehingga pembaca merasakan apa yang diungkapkan penulis.




BAB II
LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESA

A.      Landasan Teori
        1.      Keterampilan Menulis
                       Keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan
berbahasa yang paling akhir dikuasai setelah kemampuan menyimak, berbicara,
dan membaca. Dibandingkan dengan ketiga keterampilan berbahasa tersebut,
kemampuan menulis lebih sulit dikuasai. Hal ini disebabkan kemampuan menulis
menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan dan unsur diluar bahasa itu
sendiri yang akan menjadi isi karangan. Baik unsur bahasa maupun unsur isi
haruslah terjalin sedemikian rupa sehingga menghasilkan karangan yang runtut
dan padu.
                       Bahasa sebagai media utama dalam kegiatan menulis
merupakan unsur yang sangat penting dikuasai oleh seorang penulis. Ia harus
mampu menulis kata – kata yang benar menurut kaidah bahasa tersebut, mampu
menggunakan kata – kata dengan tepat, menyusun kalimat yang efektif, dan
menyusun faragraf yang memenuhi syarat, sehingga makna yang terkandung
dalam tulisannya dapat dipahami pembacaannya.
                       Sesulit apapun keterampilan menulis, tetap saja cukup
penting untuk dikuasai seorang dan bermanfaat untuk mengadakan komunikasi
secara tidak langsung (tidak tatap muka) apalagi dalam kehidupan modern ini
jelas bahwa keterampilan menulis sangat dibutuhkan. Seperti yang dikemukakan




                                                                               5
oleh Tarigan (1986:186) bahwa keterampilan menulis erat kaitannya dengan
kepemimpinan atau posisi seseorang. Semakin tinggi jabatan atau kedudukan
seseorang semakin tinggi tuntutan keterampilan menulis yang dituntut. Untuk itu
seorang penulis harus aktif kreatif menciptakan suatu tulisan yang mudah
ditangkap maknanya oleh pembaca.
                      Untuk memiliki keterampilan menulis yang baik tidak
diperoleh secara alamiah. Tarigan (1994:4) menjelaskan bahwa keterampilan
menulis tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan
praktik yang banyak dan teratur. Hal ini berarti keterampilan menulis baru dapat
dikuasai setelah melalui latihan dan praktik secara rutin dan sering.

              a.      Pengertian Menulis
                      Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya mengenai
pengertian menulis. Batasan yang dikemukakan para ahli bahasa itu kadang –
kadang berbeda. Begitu pula dengan pemberian istilah, ada yang menyebut istilah
menulis, ada juga yang menyebut istilah mengarang. Tapi apabila kita teliti,
keduanya memiliki makna dan tujuan yang sama. Mengarang merupakan bagian
dari menulis, keduanya saling melengkapi. Seperti yang dikemukakan oleh Sutari
( 1997:27 ) bahwa “menulis bukan sekedar menggambarkan huruf – huruf tetapi
ada pesan yang dibawakan oleh penulis melalui gambar huruf – huruf tersebut
yaitu karangan. Karangan sebagai ekspresi pikiran, gagasan, pendapat,
pengalaman, yang disusun secara sistematis dan logis”.
                      Ada beberapa pengeertian menulis yang dikemukakan
berikut ini.
Menulis dapat membuat huruf (angka dsb) dengan pena             (pensil, kapur
dab) yang melahirkan pikiran atau perasaan          (KBBI, 1986:1079 ).
Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang – lambang grafik yang
menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain
dapat membaca lambang – lambang grafik tersebut kalau mereka memahami
bahasa dan gambaran grafik itu         (Tarigan, 1994:21)
Menulis merupakan proses kreatif memindahkan gagasan kedalam lambang –
lambang tulisan (Semi, 1995:16)
Menulis adalah aktivitas produktif, aktivitas menghasilkan bahasa. Secara umum
menulis adalah aktivitas mengemukakan gagasan melalui media bahasa
(Nurigantoro, 1995:296)
Menulis adalah berkomunikasi mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kehendak
kepada orang lain secara tertulis ( Suriamiharja, 1996:2 )
Menulis adalah menempatkan simbol – simbol grafis yang menggambarkan suatu
bahasa yang dimengerti seseorang, kemudian dapat dibaca oleh orang lain yang
memahami bahasa tersebut beserta simbol – simbol grafisnya (Robert Lado dalam
Suriamiharja, 1996:2).
Mengarang adalah mengutarakan sesuatu dengan menggunakan bahasa secar
tertulis. Dengan mengutarakan itu dimaksudkan menyampaikan, memberitakan,
menceritakan, melukiskan, menerangkan, meyakinkan, menjelmakan, dan
sebagainya (Rusyana, 1986:15).




                                                                                   6
Mengarang adalah suatu proses menyusun, mencatat, dan mengkomunikasikan
makna dalam tataran ganda, bersifat interaktif dan diarahkan untuk mencapai
tujuan tertentu dengan menggunakan sistem tanda – tanda konvensional yang
dapat dibaca               (S. Takala dalam Sutari, 1997:28)
                             Dari beberapa pengertian para ahli tersebut, maka
penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian menulis atau mengarang adalah
mengekspresikan pikiran, ide, atau gagasan kedalam bahasa tulis sehingga
menjadi tulisan yang mudah dipahami pembaca, sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai penulisnya.

              b.    Manfaat Menulis
                            Kegiatan menulis memang kegiatan yang tidak
gampang atau sederhana karena melibatkan pengetahuan dan keterampilan
seseorang. Namun banyak keuntungan yang diperoleh dari kegiatan menulis.
Menurut Akhadiah (1996:4), ada delapan manfaat menulis yaitu sebagai berikut.
       a) Penulis dapat mengenali kemampuan dan potensi dirinya. Dengan

          menulis, penulis dapat mengetahui sampai di mana pengetahuannya

          tentang suatu topik. Untuk mengembangkan topik itu, penulis harus

          berpikir menggali pengetahuan dan pengalaman.

       b) Penulis dapat terlatih dalam mengembangkan berbagai gagasan.

          Dengan menulis, penulis terpaksa bernalar, menghubung – hubungkan,

          serta membanding – bandingkan fakta untuk mengembangkan berbagai

          gagsan.

       c) Penulis dapat lebih menyerap, mencari, serta menguasai informasi

          sehubungan dengan topik yang ditulis. Kegiatan menulis dapat

          memperluas wawasan penulisan secara teoritis mengenai fakta – fakta

          yang berhubungan.

       d) Penulis dapat terlatih dalam mengorganisasikan gagasan secara

          saistematis   serta   mengungkapkannya     secara   tersurat.   Dengan

          demikian, penulis dapat menjelaskan permasalahan yang semula masih

          sama.




                                                                                 7
e) Penulis akan dapat meninjau serta menilai gagasan sendiri secara lebih

    objektif.

f) Dengan menulis sesuatu di atas kertas, penulis akan lebih mudah

    memecahkan permasalahan, yaitu dengan menganalisisnya secara

    tersurat dalam konteks yang lebih kongkrit.

g) Dengan menulis, penulis terdorong untuk terus belajar secar aktif.

    Penulis menjadi penemu sekaligus pemecah masalah, bukan sekedar

    menjadi penyadap informasi dari orang lain.

h) Dengan kegiatan menulis yang terencanakan membiasakan penulis

    berpikir serta berbahasa secara tertib dan teratur.

          Berdasarkan pemaparan Akhadiah di atas, dapat disimpulkan

bahwa kegiatan menulis ternyata mempunyai manfaat yang sangat banyak,

sehingga dapat memotivasi           seseorang untuk terus aktif kreatif

menyampaikan pikiran, ide, dan gagasan secara tertulis.



c. Tujuan Menulis

          Setiap tulisan mengandung beberapa maksud dan tujuan. Yang

dimaksud dengan maksud atau tujuan penulis adalah responsi atau

jawaban yang diharapkan oleh penulis akan diperolehnya dari pembaca.

Tujuan itu bermacam – macam tergantung pada jenis karangan yang akan

ditulis yaitu :

a) Memberitahukan atau mengajar ;

b) Meyakinkan atau mendesak ;




                                                                       8
c) Menghibur atau menyenangkan ;

d) Mengutarakan/ mengekspresikan perasaan dan emosi yang berapi – api

   (Tarigan, 1994:23)

           Berdasarkan tujuan di atas, maka dapat dijelaskan lebih lanjut

bahwa :

a) Tulisan yang bertujuan memberitahukan atau             mengajar disebut

   wacana informatif (informative discourse);

a) Tulisan yang bertujuan meyakinkan atau mendesak disebut wacana

   persuasif (persuasive discourse);

b) Tulisan yang bertujuan menghibur, menyenangkan atau mengandung

   tujuan estetik disebut tulisan literer wacana kesusastraan (literary

   discourse);

c) Tulisan yang mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat dan

   berapi – api disebut wacana ekspresif (ekspresif discourse).

           Perlu diperhatikan di sini bahwa prakteknya jelas sekali terlihat

bahwa tujuan – tujuan yang disebutkan di atas sering bertumpang tindih,

dan setiap orang mungkin saja menambahkan tujuan – tujuan lain yang

belum tercakup dalam daftar di atas. Tetapi dalam kebanyakan tujuan

menulis, ada satu tujuan yang menonjol atau dominan; dan yang dominan

inilah yang memberi nama atas keseluruhan tujuan tersebut (D‟ Angelo,

1980:25)

           Pendapat lain tentang tujuan ini disampaikan oleh Hugo Hartig

sebagai berikut.




                                                                          9
a) Assignament purpose (tujuan penugasan).

   Tujuan penugasaan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama

   sekali. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan

   sendiri.

b) Altruistic purpuse ( tujuan altruistik ).

   Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan

   kedukaan pembaca, ingin menolong para pembaca memahami,

   menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup

   pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu.

c) Persuasive purpose ( tujuan persuasif ).

   Tulisan yang meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang

   diutarakan.

d) Iformational purpose ( tujuan informasional, tujuan penerangan )

   Tulisan    yang    bertujuan    memberi     informasi   atau   keterangan/

   penerangan kepada para pembacanya.

e) Self-expressive purpose ( tujuan pernyataan diri )

   Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang

   pengarang kepada para pembaca.

f) Creative purpose ( tujuan kreatif ).

   Tulisan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri. Tetapi

   “keinginan kreatif” disini melebihi pernyataan diri, dan melibatkan

   dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik, atau seni ideal, seni

   idaman.




                                                                          10
g) Problem – solving ( tujuan pemecahan masalah ).

   Dalam tulisan seperti ini penulis ingin memecahkan masalah yang

   dihadapi. Penulis ingin menjelaskan, menjernihkan serta menjelajahi

   serta meneliti secara cermat pikiran – pikiran dan gagasannya sendiri

   agar dapat di mengerti dan diterima oleh pembaca. (Tarigan, 1994:24).




d. Jenis – jenis karangan

         Berdasarkan bentuknya,       Sutari dalam Dasar – Dasar

Kemampuan Menulis ( 1997:186 ) membedakan tulisan atau karangan

menjadi lima jenis.

a) Deskripsi adalah suatu tulisan atau karangan yang bertujuan

   menggambarkan atau melukiskan pengalaman, pendengaran, perabaan,

   penciuman, dan perasaan situasi atau masalah.

b) Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan

   atau sejelas – jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa yang telah

   terjadi.

c) Eksposisi adalah salah satu bentuk tulisan      yang berusaha untuk

   menerangkan atau menguraikan suatu pokok pikiran yang dianggap

   perlu untuk disampaikan kepada pembaca.

d) Argumentasi adalah karangan yang memberikan alasan yang kuat dan

   meyakinkan, sehingga pembaca akan terpengaruh, yakin dan

   membenarkan pendapat atau gagasan penulis.




                                                                      11
e) Persuasi adalah bentuk karangan yang bertujuan untuk meyakinkan

   seseorang baik pembaca atau juga pendengar agar melakukan sesuatu

   yang dikehendaki penulis/ pembicara pada waktu ini atau pada waktu

   yang akan datang.

         Pendapat Semi dalam Dasar – Dasar Keterampilan Menulis

( 1995:60 ) berbeda dengan pendapat di atas. Ia tidak memasuki karangan

persuasi kedalamnya. Semi berpendapat bahwa berdasarkan tujuannya

tulisan terbagi menjadi empat jenis.

a) Narasi ialah tulisan yang tujuannya menceritakan kronologis peristiwa

   kehidupan manusia.

b) Eksposisi ialah tulisan yang bertujuan memberika informasi,

   menjelaskan, dan menjawab pertanyaan apa, mengapa, kapan dan

   bagaimana.

c) Deskripsi ialah tulisan yang tujuannya untuk memberikan rincian atau

   detail tentang objek sehingga dapat memberi pengaruh pada emosi dan

   menciptakan     imajinasai   pembaca     bagaikan   pembaca   melihat,

   mendengar, atau merasakan langsung apa yang disampaikan oleh

   penulis.

         Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan

bahwa semua jenis tulisan di atas, bila diklasifikasikan ke dalam ciri –

cirinya yang sama, maka dapat dibagi atas lima jenis, yaitu narasi,

eksposisi, deskripsi, argumentasi, dan persuasi.




                                                                      12
d.1. Karangan Deskripsi

         Karangan deskripsi merupakan karangan yang disajikan dengan

menekankan kepada rincian atau detail sehingga ia bagaikan fotokopi

objek yang digambarkan. Seperti yang dikemukakan oleh Keraf ( 1982:93

) bahwa dalam karangan deskripsi penulis memindahkan kesan – kesanya,

memindahkan hasil pengamatan dan perasaannya kepada para pembaca, ia

menyampaikan sifat dan semua perincian wujud yang dapat ditemukan

pada obyek tersebut.

         Sasaran yang ingin dicapai oleh seorang penulis deskripsi adalah

memungkinkan terciptanya daya khayal atau imajinasi pada para pembaca,

seolah – olah mereka melihat sendiri objek tadi secara keseluruhan seperti

yang dialami secara fisik oleh penulisnya.

d.1.1    Pengertian Karangan Deskripsi

         Kata deskripsi berasal dari bahasa latin describere yang berarti

menulis tentang atau membeberkan sesuatu hal. Selain itu, kata deskripsi

dapat diterjemahkan menjadi pemerian, yang berasal dari kata peri –

memerikan yang berarti „melukiskan sesuatu hal‟.

         Selanjutnya banyak ahli bahasa yang memberikan pengertian

karangan deskripsi sebagai berikut.


a) Deskripsi atau pemerian merupakan sebuah bentuk tulisan yang

   bertalian dengan usaha para penulis untuk memberikan perincian –

   perincian dari obyek yang sedang dibicarakan ( Keraf, 1982:93 ).




                                                                       13
b) Deskripsi adalah tulisan atau karangan yang mengajak para pembaca

   bersama – sama menikmati, merasakan, memahami dengan sebaik –

   baiknya beberapa obyek ( dasaran, maksud ) adegan, kegiatan,

   ( aktivitas ), orang ( pribadi oknum ), atau suasana hati ( mood ) yang

   telah dialami oleh penulis ( Tarigan, 1994:50 )

c) Deskripsi adalah tulisan yang tujuannya untuk memberikan rincian dan

   detail tentang obyek sehingga dapat memberi pengaruh pada emosi dan

   menciptakan    imajinasi    pambaca     bagaikan   pembaca    melihat,

   mendengar, atau merasakan langsung apa yang disampaikan penulis

   ( Semi, 1995:74 )

d) Deskripsi adalah suatu bentuk karangan yang hidup dan berpengaruh.

   Karangan deskripsi berhubungan dengan pengalaman panca indera,

   seperti penglihatan, penciuman, dan perasaan ( Parera dalam Ismayati,

   1997:20 )

e) Deskripsi adalah karangan yang melukiskan sesuatu. Melukiskan itu

   adalah menyatakan apa yang diindera dan dirasakan dalam wujud –

   wujud kalimat ( Rusyana, 1986:1.31 ).

f) Deskripsi adalah paparan tentang persepsi yang ditangkap oleh panca

   indera. Kita melihat, mendengar, mencium dan merasa melalui alat –

   alat indera kita, dan dengan kata – kata kita mencoba melukiskan apa –

   apa yang kita tangkap dengan panca indera itu agar dapat dihayati oleh

   orang lain ( J. Ch. Sujanto dalam Ismayati, 1997:21 ).




                                                                       14
g) Deskripsi adalah suatu tulisan atau           karangan yang bertujuan

   menggambarkan atau melukiskan pengalaman, pendengaran, perabaan,

   penciuman dan perasaan situasi atau masalah ( Sutari, 1997:186 ).

         Berdasarkan pendapat – pendapat di atas, penulis dapat

memberikan    batasan   karangan    deskripsi,     yaitu   karangan    yang

menggambarkan atau melukiskan objek secara rinci sebagai hasil

penginderaan maupun perilaku sehingga pembaca merasakan apa yang

diungkapkan penulis.



d.1.2    Ciri – Ciri Karangan Deskripsi

         Apabila kita mengamati penjelasan mengenai pengertian

karangan deskripsi, maka secara implisit kita telah menemukan beberapa

ciri karangan deskripsi. Pendapat Keraf ( 1982:93 ) berikut ini misalnya

“Deskripsi atau pemerian merupakan sebuah bentuk tulisan yang bertalian

dengan usaha para penulis untuk memberikan perincian – perincian dari

obyek yang sedang dibicarakan”. Dari batasan deskripsi tersenut kita

memperoleh keterangan bahwa karangan deskripsi berisi rincian – rincian

objek.

         Selanjutnya Rusyana ( 1986:63 ) mengemukakan bahwa

“Karangan lukisan disebut juga karangan deskripsi atau pemerian, yaitu

karangan yang melukiskan sesuatu. Melukiskan itu adalah menyatakan apa

yang diindera dan dirasakan dalam wujud – wujud kalimat – kalimat”.




                                                                        15
Dari pendapat tersebut dapat kita simpulkan bahwa karangan deskripsi

harus diperoleh melalui hasil penerapan panca indera dan perilaku jiwa.

         Tarigan pun dalam Menulis Sebagai Keterampilan Berbahasa

( 1994:50 ) menyebutkan bahwa pengarang deskripsi mengajak para

pembaca bersama –       sama menikmati, merasakan, memahami dengan

sebaik – baiknya objek, adegan, kegiatan, orang, dan suasana hati yang

telah dialami oleh pengarang.

         Pendapat Semi berikut mengungkapkan sifat deskripsi yang

dapat mempengaruhi emosi dan membentuk imajinasi pembaca “deskripsi

ialah tulisan yang tujuannya untuk memberikan rincian atau detail tentang

objek sehingga dapat memberi pengaruh pada emosi dan menciptakan

imajinasi pembaca” ( Semi, 1995:74 ).

         Berikut ini penulis menyimpulkan ciri – ciri karangan deskripsi

secara umum, yaitu :

a) Menggambarkan atau melukiskan objek;

b) Berisi rincian – rincian objek;

c) Menyangkut objek yang dapat diindera;

d) Bersifat mempengaruhi emosi dan membentuk imajinasi pembaca;



d.1.3    Pendekatan dalam Karangan Deskripsi

         Agar karangan sesuai dengan tujuan penulisnya, maka diperlukan

pendekatan. Pendekatan adalah cara penulis melihat sesuatu yang akan




                                                                          16
ditulisakannya. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan realistis,

impresionistis, dan pendekatan menurut sikap penulis.

a) Pendekatan Realistis

   Dalam pendekatan ini penulis dituntut melukiskan hal atau benda

   subyektif mungkin sesuai dengan keadaan nyata yang dilihatnya.

   Penulis harus bersikap seperti sebuah kamera yang mampu membuat

   detail – detail atau rincian – riacian secara orsinil, tidak dibuat – buat,

   dan harus dirasakan oleh pembaca sebagai sesuatu yang wajar (Keraf,

   1982:104 )



b) Pendekatan Impresionistis

   Impresionistis adalah pendekatan yang berusaha menggambarkan

   secara subyektif. Pendekatan ini dimaksudkan agar setiap penulis

   bebas memberi pandangan atau interpretasi terhadap bagian – bagian

   yang dilihat, dirasakan, atau dinikmatinya ( Keraf, 1982:104 ).

c) Pendekatan menurut Sikap Penulis

   Cara pendekatan yang terakhir yang dapat dipergunakan adalah

   bagaimana sikap penulis terhadap obyek yang dideskripsikan itu.

   Penulis dapat mengambil salah satu sikap berikut: masa bodoh,

   bersungguh – sungguh dan cermat, mengambil sikap seenaknya, atau

   mengambil sikap bersifat ironis.

         Semua sikap di atas bertalian erat dengan tujuan yang akan

dicapainya, serta sifat obyek dan orang yang mendengar atau membaca




                                                                           17
deskripsinya. Semua sifat tersebut harus ditetapkan sebelum pengarang

mulai menyusun karangannya ( Keraf, 1982:110 ).



d.1.4      Jenis – jenis Karangan Deskripsi

           Pada      umumnya,    penjenisan   karangan     deskripsi     dibuat

berdasarkan sudut pandang yang digunakan, yaitu segi tujuan, pendapat,

dan sifat. Pada bagian ini penulis akan menguraikan kembali penjelasan ini

beberapa     pakar    bahasa    mengenai   penjenisan    karangan      deskripsi

berdasarkan sudut pandang yang digunakannya. Selanjutnya dari sekian

banyak pendapat tersebut, penulis akan menentukan salah satu istilah jenis

karangan deskripsi yang dapat mewakili ketiga sudut pandang tersebut.

           Keraf dalam Eksposisi dan Deskrepsi ( 1982:94 ) menjelaskan

“berdasarkan tujuannya, sekurang – kurangnya harus dibedakan dua

macam deskripsi, yaitu deskripsi sugestif dan deskripsi teknis atau

deskripsi ekspositoris”. Dalam deskripsi sugestif, penulis berusaha untuk

menciptakan suatu penghayatan terhadap objek tersebut melalui imajinasi

pembaca. Sedangkan deskripsi ekspositoris atau deskripsi teknis hanya

bertujuan untuk memberikan identifikasi atau informasi secara teknis

mengenai objeknya, sehingga pembaca dapat mengenalnya bila bertemu

atau berhadapan dengan objek tadi.

           Pendapat lain tentang jenis deskripsi dikemukakan oleh Rusyana

dalam Modul UT Keterampilan Menulis ( 1986:1.31 ) bahwa karangan

lukisan dapat dibedakan atas lukisan faktual dan lukisan rekaan. Jenis




                                                                             18
lukisan faktual adalah lukisan yang menggambarkan kenyataan yang

buktinya dapat diperiksa dalam ruang dan waktu, yaitu apa yang

dilukiskan itu terdapat di suatu tempat pada suatu waktu dan pelukisannya

sesuai apa adanya. Lukisan faktual ini bersifat objektif. Sedangkan lukisan

yang berisi reka cipta yang ada dalam subjek penulis. Lukisan ini bersaipat

subjektif.

             Adapun penanaman jenis karangan deskripsi berdasarkan

sifatnya di atas sejalan dengan pendapat Sujanto sebagai berikut, deskripsi

sangat cocok untuk memberikan gambaran tentang suatu yang konkrit

seperti melukiskan pemandangan atau sesuatu yang diinderakan. Tetapi

juga untuk melukiskan sesuatu yang abstrak yang emosional, seperti

kesedihan, kekacaubalauan, dan sebagainya. Karena itulah bersifat objektif

dan impresif ( Sujanto dalam Ismayati, 1997:36 ).

             Tarigan dalam Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa

( 1994:52 ) membagi karangan deskripsi menjadi pemerian faktual

( factual description ) dan pemerian pribadi ( personal description ).

Dalam pemerian faktual, penulis berusaha menyajikan informasi secara

jelas dan objektif. Sedangkan dalam pemerian pribadi, penulis berusaha

membagikan pengalamannya kepada para pembaca agar dapat dinikmati

bersama – sama, dengan harapan menimbulkan responsi yang sama.

             Walaupum semua pakar bahasa menggunakan istilah yang

berbeda, namun menurut penulis semua penjenisan karangan deskripsi

tersebut memiliki masksud yang sama. Hal         ini, menunjukan adanya




                                                                        19
persamaan pendapat di antara mereka. Jika ada perbedaan hanyalah

sedikit, yaitu pada penggunaan sudut pandang dan istilah yang beragam.

          Berdasarkan pendapat Keraf, Rusyana, Sujanto, dan Taregan di

atas penulis menyimpulkan bahwa karangan deskripsi terbagi menjadi dua,

yaitu :

1) Karangan deskripsi sugesti/ improsionistik/ stimulatif/ rekaan/ pribadi

    dan

2) Karangan deskripsi ekspositoris / teknis./ objektif/ faktual/ bahasan

          berdasarkan uraian di atas, penulis akan mengambil istilah untuk

    mewakili semua jenis karangan deskripsi sebagai berikut.

1) Deskripsi faktual adalah jenis deskripsi yang menggambarkan suatu

    objek seperti keadaan objek yang sebenarnya atau berdasarkan

    kenyataan.

2) Deskripsi rekaan adalah jenis deskripsi yang menggambarkan suatu

    objek berdasarkan tanggapan, perasaan, atau khayal penulis.



d.1.5     Langkah – langkah Penyusunan Karangan Deskripsi

          Dalam menyusun sebuah karangan, dalam hal ini karangan

deskripsi baik itu deskripsi faktual maupun rekaan perlu diperhatikan

langkah – langkah yang akan dilakukan. Hal ini diperlukan agar karangan

yang akan dibuat dapat tersusun dengan baik dan sistematis juga sesuai

dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya.




                                                                           20
            Adapun langkah – langkah yang harus dilakukan dalam

   menyusun sebuah karangan deskripsi atau lukisan dikemukakan oleh

   Rusyana ( 1986:5.12 ) sebagai berikut :

   1) Menentukan objek yang akan dijadikan ide atau bahan;

   2) Pengamatan secara cermat, terinci dan sungguh – sungguh;

   3) Pengumpulan data, informasi, dan lain – lain yang menunjang objek

      pengamatan kita;

   4) Pengendapan dan pengolahan dalam pikiran, daya cipta;

   5) Ide atau gagasan yang sudah terolah dalam diri dan pikiran, penuh

      daya imajinasi yang diwujudkan dengan perantaraan bahasa karangan;

   6) Karangan lukisan hadir di hadapan kita sebagai pembaca.

            Selain langkah – langkah penyusunan karangan deskripsi di atas,

   ada pula yang diperlukan diperhatikan bila hendak menyusun sebuah

   karangan deskripsi. Pertama, kecermatan pengamatan dalam penelitian

   terhadap suatu objek. Penulis harus menyajikan perincian – perincian

   sedemikian rupa mengenai objek yang ditelitinya, sehingga akan tampak

   bahwa objek itu benar – benar hidup dan ada. Kedua, kesanggupan

   berbahasa dari seorang penulis, yaitu cara mengungkapkan masalah,

   memilih dan menyeleksi kata – kata dengan tepat dan penggunaannya,

   sehingga yang diungkapkannya terasa hidup dan menarik.



2. Teknik Pengajaran Menulis dengan Teknik Karyawisata

   a. Pengertian Teknik Pengajaran




                                                                        21
     Pengertian teknik sering dikacaukan dengan pengertian metode dan

pendekatan. Ketiga istilah tersebut kadang – kadang dianggap sama, maka

dalam bahasan ini akan diuraikan batasan mengenai ketiga istilah tersebut.

     Pendekatan pengajaran ( teaching approach ) adalah suatu rancangan

atau kebijaksanaan dalam memulai serta melaksanakan pengajaran suatu

bidang studi yang memberi arah dan corak kepada metode pangajarannya

dan didasarkan pada asumsi yang berkaitan. Metode berarti cara untuk

mencapai tujuan. Jadi, metode pengajaran dapat diartikan sebagai cara –

cara menyeluruh ( dari awal sampai akhir ) dalam mencapai tujuan –

tujuan pengajaran. Sedangkan teknik artinya cara, cara mengerjakan atau

melaksanakan sesuatu. Jadi, teknik pengajaran atau mengajar adalah cara

melaksanakan pengajaran atau mengajar di kelas pada waktu tatap muka

dalam rangka menyajikan dan memantapkan bahan pelajaran agar tercapai

tujuan khusus ( TIK atau TPK ) saat itu ( Sapani, 1997:26-33 ).

Berdasarkan ketiga pengertian tersebut di atas, jelaslah bahwa pengertian

teknik, metode dan pendekatan berbeda.

     Pada    dasarnya,   pendekatan    dan   metode    merupakan     suatu

penyampaian pelajaran secara teoretis. Karena itu, ada alat lain yang telah

langsung dilaksanakan oleh guru untuk mencapai tujuan pengajaran, yaitu

teknik pengajaran.

     Teknik bersipat implementasional ( pelaksanaan ) dan terjadinya

pada tahap pelaksanaan pengajaran ( penyajian dan pemantapan ). Kalau

kita perhatikan guru yang sedang mengajar di kelas, maka yang tampak




                                                                        22
pada kegiatan guru – murid itu adalah teknik mengajar. Jumlah teknik

sangat banyak untuk setiap pengajaran bidang studi dalam satu program,

misalnya teknik ceramah , diskusi, tanya jawab, dan sebagainya. Guru

bebas memilih teknik asal cocok dan dapat mencapai tujuan pengajaran

bahan yang sedang diajarkan.

     Teknik pengajaran banyak sekali ragamnya seperti dikatakan

Roestiyah NK (2001 : 2) “kita mengenal bermacam-macam teknik

penyajian dari yang tradisional, yang digunakan sejak dulu tetapi juga

yang modern yang digunakan baru akhir-akhir ini saja”             Lebih lanjut

Roestiyah dalam bukunya menyebutkan bahwa salah satu teknik

pengajaran itu adalah teknik karya wisata.

b. Teknik karyawisata

     Kadang-kadang dalam proses mengajar belajar siswa perlu diajak ke luar

sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. Hal itu bukan

sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalafn pelajarannya dengan

melihat kenya-taannya. Karena itu dikatakan teknik karya wisata, ialah cara

mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek

tertentu di luar sekolah untuk mempelajari/ menyelidiki sesuatu seperti meninjau

pabrik sepatu; suatu beng-kel mobil; toko serba ada; suatu peternakan atau

perkebunan; museum dan sebagainya.

     Teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut:

Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa da-pat memperoleh

pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya; dapat turut menghayati tugas




                                                                                 23
pekerjaan milik seseorang, serta dapat bertanya jawab mungkin dengan

jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya

dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Juga mereka bisa me-lihat,

mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya

dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia

bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.

Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif, maka pelaksanaannya

perlu memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut;

a. Masa persiapan guru perlu menetapkan:

    Perumusan tujuan instruksional yang jelas.

    Pertimbangkan pemilihan teknik itu.

    Keperluan menghubungi pemimpin obyek yang akan di-kunjungi,

       untuk merundingkan segala sesuatunya.

    Penyusunan perencanaan yang masak, membagi tugas-tugas dan

       raenyiapkan sarana.

    Pembagian siswa dalam kelompok, mengirim utusan. |

b. Masa pelaksanaan karya wisata:

    Pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petu-gas-

       petugas lainnya.

    Memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama.

    Mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi. pula tugas-tugas

       kelompok sesuai dengan tanggung jawabnya.

    Memberi petunjuk bila perlu.




                                                                     24
c. Masa kembali dari karya wisata:

    Mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil dari karya i itu.

    Menyusun laporan, atau paper atau kesimpulan yang diperoleh

    Tindak lanjut dari hasil kegiatan karya wisata seperti; membuat

       grafik, gambar, model-model, diagram, alat-alat lain dan

       sebagainya.

       Karena itulah teknik karya wisata dapat disimpulkan memiliki

keunggulan sebagai berikut:

a. Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang di-lakukan

   oleh para petugas pada obyek karya wisata itu, serta mengalami dan

   menghayati langsung apa pekerjaan mereka. Hal mana tidak mungkin

   diperoleh   di    sekolah;    sehingga   ke-sempatan   tersebut   dapat

   mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan mereka.

b. Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu

   maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung; yang akan

   memperdalam dan raemperluas pengalaman mereka.

c. Dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab, menemu-kan

   sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan

   yang dihadapi, sehingga mungkin mereka me-nemukan bukti

   kebenaran teorinya, atau mencobakan te-orinya ke dalam praktek.

d. Dengan obyek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-

   macam pengetahuan dan pengalaman yang terin-tegrasi, yang tidak

   terpisah-pisah dan terpadu.




                                                                       25
             Tetapi penggunaan teknik ini masih juga ada keterbatasan yang

      perlu diperhatikan atau diatasi agar pelaksanaan teknik ini dapat berhasil

      guna dan berdaya guna, ialah sebagai berikut:

      Karyawisata biasanya dilakukan di luar sekolah. Sehingga mungkin jarak

      tempat itu sangat jauh dari sekolah, maka perlu menggunakan transport,

      hal itu pasti memerlukan biaya yang besar. Juga pasti menggunakan waktu

      yang lebih panjang daripada jam sekolah, maka jangan sampai

      mengganggu kelancaran rencana pelajaran yang lain. Biaya yang tinggi

      kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari

      sekolah. Guru bila tempatnya jauh perlu memikirkan segi keamanan,

      kemampuan fisik siswa untuk menempuh jarak tersebut; perlu dijelaskan

      adanya aturan yang berlaku khusus di proyek          ataupun hal-hal yang

      berbahaya.



B. Anggapan Dasar dan Hipotesis

   1. Anggapan Dasar

      Anggapan dasar adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya

      dapat di terima oleh penyelidik (Winarno dalam Arikunto, 1997:60).

      Adapun anggapan dasar dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

      a) Keberhasilan menulis karangan deskripsi didukung oleh beberapa

         faktor, seperti teknik, materi, guru, dan proses belajar – mengajar.

      b) Teknik yang bervariasi merupakan salah satu cara meningkatkan

         kemampuan mengarang deskripsi.




                                                                                26
   c) Kemampuan menulis memerlukan latihan dan praktik yang banyak dan

      teratur.



2. Hipotesis

            Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan

   penelitian (Arikunto, 1997:67). Jadi, hipotesis itu diperlukan untuk

   menjelaskan kedudukan masalah yang akan dicarikan pemecahannya.

   Adapun hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut.

   d) Metoda karya wisata dapat meningkatkan kemampuan menulis

      karangan deskripsi siswa.

   e) Terdapat perbedaaan yang signifikan dalam hasil belajar siswa antara

      sebelum dan sesudah pelaksanaan keterampilan menulis karangan

      deskripsi dengan menerapkan metoda karya wisata.




                                                                       27
                                    BAB III

                          METODE PENELITIAN



A. Metode

             Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

  eksperimen. Wirasasmita ( 1988:20 ) membagi metode eksperimen menjadi

  dua, yaitu eksperimen sebenarnya ( true eksperimental research ) dan

  eksperimen semu ( quasi eksperimental research ). Sedangkan Campbell dan

  Stanley dalam Arikunto ( 1989:83 ) menyebut eksperimen sebenarnya dengan

  true pre experimental design. Campbell dan Stanley membagi pre

  eksperimental design menjadi tiga, yaitu ( 1 ) one shot case study, ( 2 ) pre –

  test dan post – test, dan ( 3 ) static group comparison.




                                                                              28
           Dalam penelitian ini penulis akan mengkaji pembelajaran menulis

karangan deskripsi dengan menggunakan metoda karya wisata. Untuk

mengetahui berhasil tidaknya metoda karya wisata terhadap pembelajaran

menulis karangan deskripsi. Penulis menggunakan desain prates – pascates

satu kelompok. Penulis menggunakan prates dan        pascates sebagai data

penelitian. Oleh karena itu metode eksperimen yang digunakan adalah metode

eksperimen semu atau quasi eksperimental.

           Desain prates – pascates ini menempuh tiga langkah, yakni : ( 1 )

memberikan tes awal untuk mengukur variabel terikat sebelum perlakuan

dilakukan ( prates ), ( 2 ) memberikan perlakuan eksperimen kepada para

subjek ( variabel X ), dan ( 3 ) memberikan tes lagi untuk mengukur variabel

terikat setelah perlakuan ( pascates ). Hasil prates dan pascates kelompok

tersebut, kemudian dibandingkan perbedaanya untuk membuktikan hipotesis

penelitian. Desainnya digambarkan sebagai berikut.

            Prates              Variabel bebas              Pascates

                                 ( perlakuan )

              Y1                       X                      Y2



           Dalam hal ini Sudjana ( 2001:43 ) mengemukakan pendapatnya

sebagai berikut.

   Praktek pendidikan dengan para siswa di kelas/ ruangan dalam situasi
   interaksi antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan,
   pengontrolan sulit dilakukan. Demikian pula perlakuan yang diberikan
   dalam eksperimen secara teratur, melakukan acak pengukuran variabel dan
   lain – lain tidak selalu dapat dilaksanakan. Situasi kelas sebagai tempat
   mengkondisi perlakuan memungkinkan pengontrolan yang demikian ketat




                                                                         29
      seperti yang dikehendaki dalam ekperimen sejati. Oleh sebab itu perlu
      dicari atau dilakukan disain eksperimen dengan pengontrolan yang sesuai
      dengan kondisi yang ada ( situasional ). Disain tersebut adalah disain
      eksperimen semu ( quasi eksperimental ).



B. Populasi dan Sampel

   1. Popolasi

                 Populasi    adalah keseluruhan subjek penelitian ( Arikunto,

      1998:115 ). Sedangkan menurut Sudjana ( 1996:6 ), populasi adalah

      sebagai berikut.

                 Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik dari

      hasil menghitung ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitas

      mengenai karakteritas tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap

      dan jelas yang ingin dipelajari sifat – sifatnya.

                 Sesuai dengan masalah yang teliti, maka yang menjadi populasi

      dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis karangan deskripsi siswa

      kelas I SMP Negeri 1 Cileles tahun ajaran 2004/ 2005. Penelitian ini

      dilakukan SMP Negeri 1 Cileles, karena berdasarkan pertimbangan

      kepraktisan dan kemudahan.

                 Berikut ini adalah tabel rincian populasi dalam penelitian ini.



                                      Tabel 1

                 Daftar Populasi Kelas I SMP Negeri 1 Cileles

                            Tahun Ajaran 2004/ 2005




                                                                                   30
                           Kelas             Jumlah Siswa
                           I–A
                           I–B
                           I–C
                           I–D                     38
                          Jumlah



  2. Sampel

                     Menurut Suharsimi, sampel adalah bagian atau wakil

     populasi yang diteliti ( 1998:117 ). Karena pada saat prates dan pascates

     tidak hadir dua orang siswa yang sama, maka penulis menentukan sampel

     dalam penelitian ini, yaitu kemampuan menulis karangan deskripsi siswa

     kelas    I - D yang terdiri atas 38 orang siswa. Penulis memilih kelas I - D

     sebagai sampel atas pertimbangan guru kelas bahwa kelas tersebut sudah

     menyelesaikan     materi   pelajaran   sehingga    penelitian   tidak   akan

     mengganggu proses belajar mengajar.

C. Teknik Pengumpulan Data

         Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah

  sebagai berikut.

  1. Studi Kepustakaan

     Teknik merupakan teknik pertama yang penulis lakukan untuk

     memperoleh bahan – bahan atau informasi yang berkenaan dengan teori –

     teori yang berhubungan dengan penelitian ini. Instrumen teknik ini, yaitu

     buku – buku dan literatur lainnya yang erat kaitannya dengan penelitian




                                                                              31
      yang dilakukan. Hal ini penting artinya karena merupakan dasar – dasar

      untuk melakukan penelitian.

   2. Tes

      Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang

      digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi,

      kemampuan atau bakat yang dimiliki          oleh individu atau kelompok

      ( Arikunto, 1998:139 ).

      Tes yang dilakukan terdiri atas :

      a) Pretes ialah jenis tes yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan

            awal siswa sebelum mengalami perlakuan atau proses belajar mengajar

            dalam suatu pokok bahasan yang akan dipelajari.

      b) Pascates ialah jenis evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui

            kemampuan siswa setelah       diberi perlakuan dalam pembelajaran

            menulis deskripsi melalui metoda karya wisata.

      1) Ujicoba

                 Penelitian ini dilaksanakan untuk mengujicobakan metoda karya

            wisata dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. Untuk

            pengumpulan datanya dilakukan sebanyak tiga kali. Yang pertama

            diadakan prates, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan materi dan

            latihan metoda karya wisata pada pembelajaran menulis karangan

            deskripsi. Sedangkan yang ketiga diadakan pascates.



D. Teknik Pengolahan Data




                                                                            32
       Keberhasilan suatu penelitian ditentukan oleh validitas dan data

ketepatan pengolahannya. Untuk itu, setelah data – data terkumpul, maka

selanjutnya penulis mengolah data tersebut.

       Adapun pengolahan data melalui langkah – langkah berikut.

1   Menganalisis data pelengkap berupa Uji realibilitas instrumen

       Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen

cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena

intrumen itu sudah baik, sehingga uji realibilitas dimaksudkan agar intrumen

penelitian dapat diandalkan atau dapat dipercaya (reliabel) .

       Uji reliabilitas yang digunakan adalah rumus Spearman-Brown atau

dikenal pula dengan sebutan teknik belah dua. Teknik belah dua yang

digunakan adalah ganjil-genap, yakni penulis mengelompokan skor butir

bernomor ganjil sebagai belahan pertama dan skor butir bernomor genap

sebagai belahan kedua. Langkah selanjutnya adalah mengkorelasikan skor

belahan pertama dengan skor belahan kedua, dan akan diperoleh harga rxy.

Dengan rumus

                                   N  XY   X  Y 
                             N  X                                     
                     rxy =
                                      2
                                           ( X ) 2 N  Y 2  ( Y ) 2


               X     = skor item ganjil
               Y     = skor item genap
               N     = jumlah responden
               rxy   = koefisien keseluruhan




                                                                              33
        Oleh karena indeks korelasi yang diperoleh baru menunjukan

hubungan antara dua belahan intrumen maka untuk memperoleh indeks

reliabilitas soal masih harus menggunakan rumus Spearman-Brown yaitu :


                                               2 xr1 / 21 / 2
                                      rxx =
                                              (1  r1 / 21 / 2 )



            Keterangan :

            rxx               = kofisien reliabilitas keseluruhan

            r   ½ ½   = rxy   = kofisien korelasi belah dua

Kemudian harga koofisien rxx tersebut ditafsirkan dengan kriteria :

    0,00  r  0,20           = korelasi sangat rendah

    0,20  r  0,40           = korelasi rendah

    0,40  r  0,70 = korelasi cukup

    0,70  r  0,90 = korelasi tinggi

    0,90  r          1,00 = korelasi sangat tinggi

        ( Ngalim Purwanto dalam Daryaman, 1994 : 33 )



          Untuk mengetahui signifikansi koefisien korelasi dibandingkan

    dengan tabel kririk r Product Momen. Kriteria pengujian; bila r hitung  r

    tabel pada taraf kepercayaan 95 % dengan dk = n, maka soal tes tersebut

    reliabel.

b   Mendeskripsikan data hasil tes menulis karangan deskripsi berupa skor tes

    awal dan tes akhir.




                                                                           34
    Menganilisis karangan deskripsi siswa dari segi bahasa karangan, isi

    karangan, dan teknik karangan.

2   Uji normalitas data hasil tes awal dan tes akhir.

       Adapun prosedur yang harus ditempuh sebagai berikut.

       a) Pengamatan x1, x2……..xn dijadikan bilangan baku z1, z2,…….zn

                                                      xi  x
           dengan menggunakan rumus zi =
                                                         s

             ( x dan s masing – masing merupakan rata – rata dan simpangan

             baku sampel ).


                     x=
                           xi
                            n

                                                  ( Sudjana, 1996:67 )


                     SD =
                                 ( xi  x)   2

                                         ( Sudjana, 1996:93 )
                            n 1
           Untuk tiap bilangan baku ini dapat menggunakan daftar distribusi

           normal baku, kemudian dihitung F ( zi ) = p (  zi  .

    b) Selanjutnya dihitung proporsi z1, z2 …….. zn yang lebih kecil atau

       sama dengan zi. Jika proporsi ini dinyatakan oleh S (zi), maka S (zi) =

                     z1 , z2 ..........zn yang  zi
                                     .
       banyaknya
                                      n

    c) Hitung selisih F (zi) – S (zi) kemudian tentukan harga mutlaknya.

    d) Ambil harga yang paling besar diantara harga – harga mutlak selisih

       tersebut.

       Bandingkan dengan nilai kritis L yang diambil dari daftar uji

       Lilliefors.




                                                                           35
       Populasi berdistribusi normal jika L hitung lebih kecil dari L tabel

                                                             ( Sudjana, 1996:466 )



3   Perhitungan koefisien korelasi

    Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan teknik karya

    wisata terhadap kemampuan menulis karangan deskripsi digunakan

    analisis statistik korelasi product memont dengan rumus sbb :

                             N  XY  ( X )(  Y )
          Rxy =
                     N  X 2  ( X )2  N  Y 2  ( Y ) 2 


       Setelah koefisiesn korelasi ( r ) di dapat selanjutnya dikonsultasikan

       dengan kriteria signifikasi sebagai berikut ( Riduan , 225)



                                Tabel Interpretasi nilai r

                  Interval Koefisien             Tingkat Hubungan
                    0,00 – 0,199                 Sangat Rendah
                    0,20 – 0,399                 Rendah
                    0,40 – 0,599                 Cukup
                     0,60- 0,799                 Kuat
                     0,80 – 1,00                 Sangat Kuat
              Sedangkan untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan

       variabel X terhadap Y ditentukan dengan rumus koefisien determinan

       sebagai berikut :




                                   KP = r2 x 100 %




                                                                                36
                 Dimana        KP      = Besarnya koefisien penentu

                               r       = Koefisien korelasi

                 Uji t merupakan langkah berikutnya guna menguji kembali

          hipotesa, Ketentuan tingkat kesalahan         (  )   = 0,05 dan tingkat

          kebebasan db = n - k dimana n = jumlah sampel dan k = jumlah

          variabel yakni 2 variabel.

   1. Uji signifikan atau uji t bertujuan untuk mengetahui perebedaan tes awal
      dan tes akhir.
      Rumus yang digunakan

                           r n2
              t hitung =
                            1 r2



          Kaidah pengujian : jika thitung  dari ttabel , maka signifikan
          Jika thitung  dari ttabel, maka tidak signifikan


          Setelah itu ditarik kesimpulan,          kesimpulan tersebut merupakan

          langkah akhir sebagai pembuktian dari hipotesis statistik. Yakni :

          Ha : r  0        terdapat   pengaruh penggunaan teknik karyawisata

                            terhadap kemampuan menulis karangan deskripsi siswa

          Ho: r = 0         tidak terdapat pengaruh penggunaan teknik karyawisata

                            terhadap kemampuan menulis karangan deskripsi



C. Instrumen Penelitian




                                                                               37
              Instrumen adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti

dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah diolah ( Arikunto,

1998:151 ).

              Instrumen yang digunkan penulis dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut.

1) Soal tes

              Soal tes awal ( prates ) dan tes akhir ( pascates ) sama, yang

   membedakan keduanya yaitu pada soal tes awal ( prates ) siswa menulis

   karangan sebelum diberi pengajaran mengarang deskripsi dengan

   menggunakan metoda karya wisata. Setelah itu siswa disuruh untuk

   mengarang sesuai dengan proses belajar – mengajar yang telah

   dilaksanakan.



D. Uji Coba Pembelajaran Menulis Karangan Deskripsi dengan
   Menggunakan Teknik Karyawisata


1. Perencanaan Pembelajaran

              Keberhasilan proses belajar mengajar, dan perencanaan hasil

   belajar siswa, selain ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru,

   sebagian besar juga ditentukan oleh perencanaan pembelajaran yang

   terkoordinir dengan baik sehingga memungkinkan terciptanya pelaksanaan

   pembelajaran yang baik dan tercapainya tujuan pembelajaran yang

   diinginkan.




                                                                         38
            Sebagi realisasi dari kegiatan ini penulis melakukan perencanan

   pembelajaran yang telah disusun sebagai berikut :

   a. perumusan tujuan pembelajaran;

   b. penentuan alat evaluasi;

   c. pemilihan bahan dan penentuan urutan bahan;

   d. penentuan waktu;

   e. penyusunan suatu pelajaran.

2. Perumusan Tujuan

            Tujuan pengajaran bahasa dan sastra pada kurikulum 2004 lebih

   memantapkan pendekatan komunikatif dan cara belajar siswa aktif, serta

   sangat   menekankan     pada   pembelajaran.    Pendekatan     komunikatif

   didasarkan pada pandangan bahwa bahasa adalah sarana komunikasi. Oleh

   karena itu, tujuan utama pengajaran bahasa adalah meningkatkan

   keterampilan bahasa bukan pada pengetahuan tentang bahasa.

3. Penentuan Alat Evaluasi

            Evaluasi adalah komponen pengukur drajat keberhasilan

   pencapaian tujuan dan keefektifan proses belajar mengajar. Untuk

   mengadakan evaluasi tentunya harus menggunakan alat evaluasi.

            Dalam penelitian ini, penulis merumuskan alat penilaian dengan

   menentukan jenis dan bentuk tes yang cocok untuk menguji TPK. Bentuk

   tes yang penulis pilih dan tentukan adalah tes menulis karangan deskripsi.

            Sedangkan jenis alat evaluasi adalah tes tulisan yang digunakan

   pada saat tes awal ( prates ). Perbedaan antara prates dan pascates ini,




                                                                           39
   terletak pada waktu dan fungsinya saja, sedangkan bentuk dan materinya

   sama. Prates diadakan sebelum pengajaran menulis dengan menggunakan

   metoda karya wisata, sedangkan pascates diadakan setelah siswa

   mengikuti pengajaran menulis dengan menggunakan metoda karya wisata.

   Maksud diadakannya prates dan pascates adalah untuk mengetahui

   perbedaan hasil yang dicapai siswa     sebelum dan sesudah pengajaran

   berlangsung dengan menggunakan penilaian yang dilakukan secara

   berkesinambungan. Diharapkan dengan menggunakan penelitian ini, lebih

   memberikan data yang mencerminkan keadaan siswa yang sebenarnya.

   Adapun rumusan alat evaluasi dapat dilihat dilampiran.



4. Pemilihan Bahan dan Penetuan Urutan Bahan

            Setelah tujuan dan alat evaluasi selesai dirumuskan, maka penulis

   selanjutnya memilih bahan ajar yang dipergunakan dalam kegiatan belajar

   mengajar. Adapun pemilihan bahan disesuaikan dengan tujun yang

   penulils buat dan selalu berpedoman pada kriteria – kriteria pemilihan

   bahan yang dikemukakan oleh Hidyat ( 1990:71 ):

   1) bagian – bagian yang sering digunakan ( frekuensi );

   2) bagian – bagian paling berguna;

   3) bagian – bagian yang paling mudah mengajarkannya;

   4) bagian – bagian yang berupa gabungan dari ketiganya.

            Bahan yang penulis pilih, diambil dari buku – buku paket

   pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP kelas I. Buku ini




                                                                          40
   menggunakan kurikulum yang berlaku, yaitu kurikulum 1994. Selain itu,

   penulis menggunakan buku lain yang menjelaskan dan mengemukakan

   teori tentang karangan deskripsi.

               Penulis   memilih   bahan ajar,   maka   langkah selanjutnya

   menentukan urutan bahan tersebut. Langkah ini penulis lakukan dengan

   tujuan agar bahan yang diajarkan kepada siswa dapat terorganisasi secara

   sistematis dan berkesinambungan, sehingga memudahkan siswa dalam

   memahaminya. Pengurutan bahan ini dilakukan dari yang sederhana

   menuju yang kompleks.

   Pengurutan bahan yang penulis lakukan adalah sebagai berikut:

   a) pengertian karangan deskripsi

   b) ciri – ciri karangan deskripsi

   c) jenis – jenis karangan deskripsi

   d) langkah – langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan

          karangan bersama – sama.

5. Penetuan Waktu

               Dalam penelitian ini mengalokasikan waktu selama 320 menit

   ( 8 x 40 menit). Waktu tersebut dibagi menjadi 4 kali pertemuan. Masing –

   masing pertemuan selama 2 jam pelajaran yaitu 80 menit. Adapun untuk

   lebih jelasnya dapat dilihat dalam urutan rangkaian pembelajaran di bawah

   ini.

   Pertemuan I ( 80 menit )




                                                                         41
1) Penulis memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan melaksanakan

   penelitian ( 5 menit ).

2) Pelaksanaan tes awal ( 45 menit )

3) Pengisian angket awal ( 5 menit )

4) Penyajian bahan teori karangan deskripsi ( 20 menit )

5) Penulis menutup pertemuan pertama ( 5 menit ).

Pertemuan II ( 80 menit )

1) Penulis membuka pertemuan kedua ( 5 menit )

2) Penulis menjelaskan cara mengarang deskripsi dengan mnenggunakan

   metoda karya wisata ( 15 menit ).

3) Pelaksanaan pelatihan pertama, yaitu menyusun karangan deskripsi

   dengan menggunakan metoda karya wisata, objek karangan adalah

   ruangan kelas …. ( 55 menit ).

4) Penulis menutup pertemuan kedua ( 5 menit )



Pertemuan III ( 80 menit )

1) Penulis membuka pertemuan ketiga ( 5 menit ).

2) Pelaksanaan pelatihan kedua, yaitu menyusun karangan deskripsi

   dengan menggunakan metoda karya wisata, objek karangan adalah

   tanaman sekolah ( 70 menit ).

3) Penulis menutup pertemuan ketiga ( 5 menit ).

Pertemuan IV ( 80 menit )

1) Penulis membuka pertemuan keempat ( 5 menit ).




                                                                42
      2) Pelaksanaan tes akhir ( 45‟ menit )

      3) Pengisian angket terakhir ( 25‟ menit )

      4) Penulis menutup pertemuan keempat sekaligus mengakhiri penelitian

         ( 5 menit )

   6. Penyusunan Satuan Pelajaran

               Persiapan lain yang penulis lakukan sebelum melaksanakan

      kegiatan belajar mengajar di kelas adalah menyusun satuan pelajaran.

      Satuan pelajaran merupakan bentuk perencanaan mengajar yang

      digunakan untuk beberapa pertemuan. Menurut Syaodih di dalam sebuah

      satuan pelajaran harus mengandung unsur – unsur sebagai berikut:

      1) tujuan – tujuan yang ingin dicapai;

      2) pokok materi yang akan disajikan;

      3) kegiatan – kegitan belajar mengajar yang akan dilaksanakan;

      4) media/ alat pembelajaran yang akan digunakan;

      5) sumber bahan yang akan dijadikan acuan/ rujukan;

      6) cara evaluasi yang akan ditempuh.

         ( Ibrahim dan Syaodiah, 1991:88 ).

               Dalam penelitian ini penulis hanya membuat satu satuan

         pelajaran mengingat penelitian ini menggunakan sampel kelas tunggal.

         Secara lengkap satuan pelajaran dapat dilihat dari lampiran.

E. Pelaksanaan Pembelajaran

               Tahap     pelaksanaan    pembelajaran     merupakan       realisasi

   perencanaan pembelajaran. Dalam kegiatan ini secara langsung terjadi




                                                                               43
interaksi antara siswa dengan guru di kelas. Penerapan pembelajaran

mengarang deskripsi dengan metoda karya wisata dilaksanakan pada tahap ini.

             Tahap – tahap pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan

pelaksanaan tes awal ( prates ), penyajian materi pembelajaran, pelaksanaan

tes akhir ( pascates ), pengisian format observasi, dan pengisian angket.

Sedangkan penelitian berlangsung dari tanggal 19, 26, 28, Mei, dan Juni 2003.

             Adapun mengenai rincian kegiatan pelaksanaan uji conba model

pembelajaran ini diuraikan sebagai berikut.

1. Pelaksanaan Tes Awal

             Tes awal dilaksanakan pada pertemuan pertama, tanggal 19 Mei

   2005. sebelum memulai pengajaran, penulis memberikan salam terlebih

   dahulu kepada siswa. Setelah itu memeriksa kehadiran siswa. Agar siswa

   tidak kaget, penulis menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya

   penelitian. Tak lupa juga penulis meminta bantuan, pengertian, dan

   kerjasamanya agar siswa mengikuti proses belajar mengajar dengan

   sungguh – sungguh sehinggga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan

   dengan lancar.

             Setelah kegiatan apersepsi selesai, penulis melanjutkan kegiatan

   tes awal ( prates ). Penulis memberikan prates berupa soal tes tertulis

   bentuk tes mengarang deskripsi. Kegiatan ini berlangsung selama 45

   menit.

             Setelah keadaan tenang dan perhatian siswa terpusat pada

   kegiatan penelitian ini, penulis membagikan lembar soal beserta lembaran




                                                                          44
   kertas untuk mengarang. Sebelum mulai mengarang, penulis terlebih

   dahulu memberikan petunjuk yang berkaitan dengan penulisan identitas,

   batas waktu kegiatan, dan ketertiban mengerjakan soal.

2. Penyajian Bahan

            Penyajian bahan di kelas I – D dilakukan untuk tiga kali

   pertemuan. Pada pertemuan pertama, penulis terlebih dahulu mengatur dan

   mengkondisikan kelas agar siswa memperhatikan dan bersungguh –

   sungguh menikuti proses belajar mengajar, kemudian guru memberikan

   informasi singkat kepada siswa tentang apa saja yang akan dilakukan

   selama pembelajaran berlangsung.

            Selanjutnya penulis memberikan materi tentang pengertian

   karangan deskripsi, ciri – ciri, dan jenis – jenis karangan deskripsi. Selama

   penulis menerangkan siswa hanya menyimak dan memperhatikan karena

   penulis telah membuat lembar peraga pada karton. Agar siswa lebih

   mengerti dan memahami bentuk karangan deskripsi, penulis memberikan

   contoh karangan deskripsi kepada siswa. Salah seorang siswa maju

   kedepan kelas untuk membacakan wacana tersebut. Setelah itu, penulis

   penulisan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai

   materi yang belum dipahami. Setelah dirasakan cukup dan siswa mengerti

   apa yang diterangkan, penulis kemudian menyimpulkan hasil pelajaran

   dan menginformasikan materi untuk pertemuan selanjutnya.

            Pada pertemuan kedua, penulis mengulang kembali beberapa

   materi pada pertemuan pertama secara sekilas. Kemudian penulis




                                                                             45
melanjutkan pada materi berikutnya, yaitu tentang pengertian dan

langkah – langkah metoda karya wisata. Setelah itu penulis memberikan

kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum

dipahami. Setelah dirasakan cukup dan dipahami oleh siswa, penulis

menyimpulkan materi yang telah diterangkan.

        Setelah itu agar siswa lebih mengerti diadakan latihan dengan

menggunakan metoda karya wisata. Penulis membagi siswa menjadi 9

kelompok, masing – masing berjumlah 4 – 5 orang siswa. Kemudian

seluruh siswa dimainta mengamati keadaan kelas mereka selam 5 menit.

Setiap kelompok membuat dua kalimat berdasarkan hasil pengamatan.

Kalimat – kalimat yang telah dibuat oleh setiap kelompok dituliskan di

papan tulis. Selanjutnya siswa bersama penulis memperbaiki kalimat –

kalimat yang salah. Kemudian urutan kalimat dan menambahkan kalimat

topik yang relevan. Setelah itu, kalimat topik dikembangkan berdasarkan

kalimat – kalimat yang telah disusun oleh siswa menjadi sebuah karangan

deskripsi keadaan kelas. Dari pelatihan ini menghasilkan satu karangan

deskripsi. Sebelum pertemuan kedua ditutup, penulis memberikan

kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum

dipahami, setelah dirasakan cukup penulis menyimpulkan materi dan

menginformasikan materi untuk pertemuan selanjutnya.

        Pada pertemuan ketiga, penulis mengadakan kembali latihan

mengarang deskripsi dengan menggunakan metoda karya wisata agar

siswa lebih paham dan mahir menggunakan teknik ini. Penulis memulai




                                                                    46
   kegiatan dengan membagi siswa menjadi 4 kelompok, masing – masing

   berjumlah 9 – 10 orang siswa. Penulis mengajak seluruh kelompok keluar

   kelas untuk mengamati keadaan taman sekolah selama 5 menit. Setiap

   anggota kelompok masing – masing membuat satu kalimat tentang

   keadaan taman. Setelah 5 menit mengamati taman sekolah, penulis

   mengajak seluruh kelompok kembali ke dalam kelas. Setiap kelompok

   mengumpulkan kalimat – kalimat yang telah dibuat oleh kelompoknya.

   Kalimat – kalimat tersebut diperbaiki seperlunya. Kemudian menyusun

   urutan kalimat dan menambahkan kalimat topik yang relevan. Setelah itu,

   kalimat topik dikembangkan berdasarkan kalimat – kalimat yang telah

   disusun oleh anggota kelompok menjadi sebuah karangan deskripsi taman

   sekolah. Hasil karangan deskripsi tersebut dibacakan oleh masing –

   masing kelompok kemudian diserahkan kepada penulis. Dari pelatihan ini

   dikembangkan 4 karangan deskripsi. Sebelum menutup pertemuan ketiga,

   penulis memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang

   materi yang belum dipahami. Setelah siswa memahami dan mengerti,

   penulis menyimpulkan materi.



3. Pelaksanaan Tes Terakhir

           Tes akhir ini dilaksanakan pada pertemuan keempat, tanggal 2

   Juni 2005. Tes akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang

   kemampuan yang dicapai siswa secara individual pada akhir pelajaran.

   Selain itu, untuk mengetahui keberhasilan pengajaran dan peningkatan




                                                                       47
      keterampilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Untuk tujuan itu

      penulis memberikan tes akhir ( pascates ) kepada siswa. Pascates

      dilaksanakan selam 45 menit. Soal yang diberikan dalam pascates sama

      dengan soal yang diberikan dalam prates. Perbedaanya terletak pada

      fungsinya saja.

                 Untuk mempermudah penilaian yang dilakukan, maka penulis

      membuat format penilaian. Format penilaian ini dapat dilihat pada tabel

      berikut.

                                   Tabel 2

                     Format Penilaian Karangan Deskripsi

                                                 Skala nilai
     Komponen karangan yang dinilai                            Bobot   Skor
                                             1   2 3 4 5
 A. Bahasa Karangan
 1. Keefektifan Kalimat                                         2
 2. Pilihan kata                                                1
 3. Ejaan                                                       1
 B. Isi Karangan
 1. Jenis karangan                                              3
 2. Hubungan isi – topik                                        3
 3. Pelukisan objek                                             3
 4. Kualitas isi                                                3
 C. Teknik Karangan
 1. Pengembangan paragraph                                       2
 2. Hubungan antar paragraph                                     2
                  Jumlah                                        20


      Keterangan :

A. Arti Skala Penilaian Secara Umum

   5 = Sangat baik

   4 = Baik

   3 = Cukup




                                                                          48
   2 = Kurang

   1 = Kurang sekali



B. Deskripsi Skala Penilaian Secara Khusus

1) Bahasa Karangan

   Keefektifan Kalimat

   5 = Kalimat yang dipakai memenuhi syarat – syarat kalimat efektif

   4 = Ada sedikit kalimat yang tidak efektif

   3 = Jumlah kalimat yang efektif sama banyaknya dengan kalimat yang tidak

        epektif .

   2 = Jumlah kalimat yang tidak efektif lebih banyak dibandingkan dengan

        jumlah kalimat efektif.

   1 = Bila terlalu banyak kesalahan dalam penggunaan kata dan gaya bahasa

        tidak menarik.

   Ejaan

   5 = Tidak terdapat kesalahan ejaan ( sempurna ).

   4 = Terdapat sedikit kesalahan ejaan yang tidak terlalu mencolok.

   3 = Terdapat kesalahan ejaan yang bersifat konstan.

   2 = Banyak terdapat kesalahan ejaan dan bersifat konstan.

   1= Banyak sekali kesalahan yang menunjukan ketidaktahuan/ ketidakpedulian.

2) Isi Karangan

   Jenis Karangan




                                                                          49
5 = Karangan betul – betul memenuhi segala syarat jenis karangan yang

     diminta, baik teknik, isi, maupun gaya bahasanya.

4 = Hanya ada sedikit kekurangcocokan yang tidak begitu berarti

3 = Walaupun agak banyak penyimpangan, secara keseluruhan karangan

     masih terasa sebagai jenis karangan yang diminta.

2 = Lebih banyak kesan bahwa karangan ini bukan dari jenis yang diminta.

1 = Sama sekali bukan jenis karangan yang diminta.

Hubungan isi dengan topik/ judul

5 = Seluruh isi karangan sesuai/ relevan dengan topik

4 = Isi karangan cukup sesuai dengan topik walaupun ada hal – hal yang tidak

   baik perlu dimasukan dalam karangan.

3 = Sebagian isi karangan tidak ada hubungannya dengan topik.

2 = Banyak sekali isi karangan tidak berhubungan dengan topik.

1 = Hampir semua isi karangan menyimpang dari topik.



Pelukisan Objek

5 = Objek yang digambarkan terperinci, jelas, dan sistematis.

4 = Objek yang digambarkan cukup terperinci.

3 = Objek yang digambarkan kurang terperinci tetapi jelas.

2 = Objek yang digambarkan kurang terperinci dan kurang jelas.

1 = Objek yang digambarkan tidak terperinci dan tidak jelas.



Kualitas isi




                                                                           50
  5 = Isi karangan betul – betul berbobot.

  4 = Isi karangan cukup bagus, meskipun kurang berbobot

  3 = Isi karangan cukup bagus, meskipun ada hal – hal yang kurang tepat.

  2 = Isi karangan dangkal dan tidak berbobot.

  1 = Isi karangan sangat dangkal.



3) Teknik Karangan

  Pengembangan Paragraf

  5 = Semua paragraf berkembang dengan harmonis dan enak dibaca.

  4 = Ada beberapa paragraf yang kurang dikembangkan.

  3 = Jumlah paragraf yang dikembangkan hampir sama dengan jumlah paragraf

     yang tidak dikembangkan.

  2 = Hampir semua paragraf yang tidak dikembangkan.

  1 = Selain tidak dikembangkan, paragraf tidak memenuhi syarat.

  Hubungan paragraf

  5 = Paragraf selanjutnya merupakan kelanjutan paragraf sebelumnya dengan

     kata penghubung yang tepat, sehingga karangan berkembang dengan

     harmonis dan enak dibaca.

  4 = Hubungan antar paragraf sudah baik, hanya terganggu oleh kata

       penghubung yang tidak diperlukan.

  3 = Ada beberapa yang tidak ada hubungannya dengan paragraf berikutnya.

  2 = Banyak paragraf yang tidak saling berhubungan.

  1 = Semua paragraf dalam karangan tidak saling berhubungan.




                                                                            51
C. Pemberian skor masing – masing komponen dilakukan dengan memberikan

   tanda ceklis (  ) pada kolom skala nilai yang dinggap cocok.



D. Nilai Akhir

   Standar nilai 10, berdasarkan standar nilai absolut dengan rumus perhitungan

   sebagai berikut.

                       skorX (2) = Nilai
                         bobot
                                     BAB IV

                         HASIL DAN PEMBAHASAN



A. Deskripsi Data

                 Setelah melaksanakan penelitian melalui kegiatan belajar

      mengajar menulis dengan metoda karya wisata di kelas yang menjadi

      objek penelitian maka diperoleh atas evaluasi kemampuan menulis

      karangan deskripsi yang meliputi prates dan pascates. Data tersebut dinilai

      berdasarkan kriteria penelitian yang terdapat pada bab 3.

                 Pengujian atau pemberian skor karangan siswa dilakukan oleh

      tiga penguji. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi kesubjektifan dalam

      pemberian nilai. Penguji tersebut harus memiliki kriteria sebagi berikut.

      1) Mengetahui dan paham atas kriteria penilaian karangan yang sudah

          ditetapkan.




                                                                                  52
2) Berpengalaman dan menganalisis dan menilai karangan dengan

   kualifikasi yang telah ditentukan, penulis mengambil tiga orang

   penguji untuk menilai karangan siswa, ketiga penguji tersebut sebagai

   berikut.

   a) ………………

   b) ………………

   c) ………………

          Uji realibilitas antar penimbang dapat digunakan untuk ujian –

   ujian atau penilaian yang dilakukan oleh seorang penguji bagi setiap

   testi. Uji ini disebut realibilitas ( Subino dalam Kurniasih, 2002:60).

   Sebagi tolak ukur tentang berapa besar koefesien realibilitas uji antar

   penimbang, dapat dilihat dalam tabel Guilford.

          Kurang dari 0, 20   = tidak ada korelasi

          0, 20 – 0, 40       = korelasi rendah

          0, 40 – 0, 60       = korelasi sedang

          0, 60 – 0, 80       = korelasi tinggi

          0, 80 – 0, 99       = korelasi tinggi sekali

               1              = sempurna

          Setelah memperoleh data dan telah diuji oleh tiga penguji, maka

   penulis melakukan uji realibilitas dan uji antar penimbang terhadap

   data    hasil prates dan pascates. Pengujian tersebut adalah sebagai

   berikut.




                                                                       53
                               Tabel 24
         Data Hasil Uji Antarpenimbang Hasil Nilai Tes Prates
 No.
Subjek   P1       P12      P2       P22      P3      P32    P     P2
 1       39      1521      33      1089      42     1764    114   12996
 2       70      4900      70      4900      67     4489    204   41616
 3       39      1521      38      1444      48     2304    125   15625
 4       42      1764      42      1764      42     1764    126   15876
 5       44      1936      41      1681      44     1936    129   16641
 6       36      1296      43      1849      45     2025    124   15376
 7       52      2704      48      2304      48     2304    148   21906
 8       38      1444      47      2209      46     2116    131   17161
 9       47      2209      47      2209      47     2209    141   19881
 10      49      2401      40      1600      40     1600    129   16641
 11      61      3721      57      3249      56     3136    174   30276
 12      36      1296      32      1024      33     1089    101   10201
 13      46      2116      41      1681      46     2116    133   17689
 14      36      1296      33      1089      35     1225    104   10816
 15      47      2202      41      1681      49     2401    137   18769
 16      49      2401      45      2025      51     2601    145   21025
 17      50      2500      52      2704      49     2401    151   22801
 18      33      1089      36      1296      41     1681    110   12100
 19      69      4761      64      4096      71     5041    204   41616
 20      38      1444      41      1681      43     1849    122   14884
 21      64      4096      60      3600      63     3969    187   34969
 22      61      3844      59      3481      62     3844    183   33489
 23      62      3721      53      2809      55     3025    169   28561
 24      59      3481      58      3364      56     3136    173   29929




                                                                    54
  25               32            1024               30          900      30       900      92      8464
  26               39            1521               41         1681      42      1764     122     14884
  27               36            3136               52         2704      58      3364     166     27556
  28               37            1369               36         1296      34      1156     107     11449
  29               53            2809               52         2704      50      2500     155     24025
  30               54            2916               57         2209      51      2601     152     23104
  31               43            1849               44         1936      48      2304     135     18225
  32               48            2304               42         1764      45      2025     135     18225
  33               65            4225               62         3844      62      3844     189     35721
  34               33            1089               34         1156      33      1089     100     10000
  35               39            1521               36         1296      39      1521     114     12996
  36               43            1849               40         1600      47      2209     130     16900
  37               52            2704               50         2500      51      2601     153     23409
  38               65            4225               64         4096      64      4096     193     37249
                                                                                         5407    803049
                  1826                             1751                 1833                       5410
                                92212                          84514             91999           268726
        3334276                             3066001                    3359889                  9760166
Diketahui :

X2               = 268726                  X            = 5410

(Xp)2            = 9760166                 N             = 38

(Xt)2            = 803049                  k             =3

Jawab :

 X 2           5410 2       29268100
              =              =            = 256737,72
  kN               38 x3           144

                       X 2         X 2
SS dt
  t       2
                  =              -
                         k             kN

                      803049 5410 
                                               2

                  =         -
                        3      114

                  = 267683 – 256737, 72

                  = 10945, 28

         2             X 2         X 2
SSpd p =                        -
                         N             kN




                                                                                                   55
                9760166
            =           - 256737, 72
                  38

            = 108, 75

                   ( X 2 
SStotx2t = X2 -         
                   kN 

            = 268726 – 256737, 72

            = 11988, 28

SSKKd2kk = X2t - dt2 - dp2

                = 11988, 28 – 10945, 28 – 108, 75 = 934, 25



                     Dengan prinsip ANAVA, maka data tersebut dapat dimasukan

   kedalam format ANAVA sebagai berikut.

                     Sumber variasi    SS            Dk       Variasi

                     Dari testi        10945, 28:    37       295, 82

                     Dari penguji      108, 75       2

                     Dari kekeliruan   934, 25       74       12, 63

                     Dengan demikian, realibilatas antar penguji yang dinyatakan

   dengan rumus :

           Vt  Vkk 
   r11 =
                Vt


       =
           295,82  12,36
                 295,82

           283 ,19
       =
           295 ,82




                                                                             56
         = 0, 96

                   dari perhitungan di atas, diperoleh nilai realibilitas antar penguji

         sebesar 0, 96. Bila dilihat dalam tabel Gulford koefisien realibilitasnya

         termasuk pada taraf tinggi sekali.




                                  Tabel 25
            Data Hasil Uji Antarpenimbang Hasil Nilai Tes Pascates
 No.
Subjek       P1         P12        P2         P22        P3        P32      P        P2
 1           61        3721        61         3721       60       3600      182     33124
 2           88        7744        85         7225       84       7056      257     66049
 3           67        4489        64         4096       63       3969      194     37636
 4           88        4624        63         3969       61       3721      192     36864
 5           70        4900        68         4624       70       4900      208     43264
 6           52        2704        52         2704       52       2704      156     24336
 7           77        5929        73         5329       74       5476      224     50176
 8           60        3600        61         3600       61       3721      181     32761
 9           73        5329        71         5041       70       4900      214     45796
 10          68        4624        64         4096       65       4225      197     38809
 11          67        4489        64         4096       64       4096      195     38025
 12          75        5625        73         5329       74       5476      222     49284
 13          83        6889        81         6561       83       6889      247     61009
 14          63        3969        58         3364       64       4096      185     34225
 15          73        5329        71         5041       69       4761      213     45369
 16          69        4761        68         4624       70       4900      207     42849
 17          61        3721        60         3600       59       3481      180     32400
 18          68        4624        63         3969       65       4225      196     38416
 19          80        6400        81         6561       77       5929      238     56644
 20          64        4096        61         3721       61       3721      186     35496
 21          83        6889        82         6724       83       6889      248     61504
 22          82        6724        75         5625       76       5776      233     54289




                                                                                    57
  23           86       7396        75       5625      82       6724     243      59049
  24           63       3969        60       3600      62       3844     185      34225
  25           53       2809        52       2704      50       2500     155      24025
  26           71       5041        70       4900      72       5184     213      45369
  27           70       4900        66       4356      69       4761     205      42025
  28           57       3249        55       3025      56       3136     168      28224
  29           79       6241        71       5041      71       5041     221      48841
  30           72       5184        71       5041      69       4761     212      44944
  31           42       1764        54       2916      55       3025     151      22801
  32           80       6400        77       5929      76       5776     233      54289
  33           73       5329        66       4356      68       4626     207      42849
  34           72       5184        75       5625      69       4761     216      46656
  35           72       5184        71       5041      68       4626     211      44521
  36           82       6724        80       6400      76       5776     238      56644
  37           69       4761        66       4356      64       4096     199      39601
  38           74       5476        70       4900      70       4900     214      45796
                                                                        7826    1637284
              2667                 2577               2582                         7826
                       190791               177435             178044            546270
        7112889                   6640929            6666724                   20420542
Diketahui

X2    = 546270         X        = 7826

(Xp)2= 20420542        N         = 38

(Xt)2 = 1637284        k         =3

Jawab :

 ( X ) 2   (7826 ) 2 61246272
          =          =         = 537248, 04
   kN         38 x8     114

              ( X ) 2 ( X ) 2
SStdt2 =             -
                k        kN

              1637284 (7826 ) 2
          =          -
                 3      114

          = 545761, 33 – 537248, 04

          = 8513, 29




                                                                                58
              ( Xp ) 2 ( X ) 2
SSpd2p =              -
                 N        kN

              20420542
         =             - 537248, 04
                 38

         = 537382, 68 – 537248, 04

         = 134, 64

                   ( X 2 
SStotx2t = X2 -         
                   kN 

             = 546270 – 537248, 04

             = 9021, 96

SSKKd2kk           = X2t - dt2 - dp2

                    = 9021, 96 – 8513, 29 – 134, 64 = 374,03

                    Dengan prinsip ANAVA, maka data tersebut dapat dimasukan ke

       dalam format ANAVA sebagai berikut.

       Sumber Variasi              SS     Dk          Variasi

       Dari testi                  8513, 29:   37     230, 09

       Dari penguji                134, 64     2

       Dari kekliruan              374, 03 :   74     5, 05

                    Dengan demikian, maka realibilitas antar penguji      yang

       dinyatakan dengan rumus :

       r11     =
                   Vt  Vkk
                       Vt

               =
                   230 ,09  5,05 
                       230 ,09




                                                                            59
                225 ,04
            =
                230 ,09

            = 0, 98

                 Dari perhitungan di atas, diperoleh nilai realibilitas antar penguji

      sebesar 0, 98. bila dilihat dalam tabel Guilford koefisien realibitasnya

      termasuk pada taraf tinggi sekali.



B. Deskripsi Data Hasil Tes Menulis Karangan Deskripsi

                 Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh data berupa

   skor tes awal dan tes akhir. Skor tersebut penulis sajikan dalam bentuk tabel

   sebagai berikut.



                                 Tabel : 26
           Deskripsi Data Hasil Tes Menulis Karangan Deskripsi
                                               Score
          No Subjek
                                   Tes Awal             Tes Akhir
              1                       38                    60
              2                       69                    86
              3                       42                    65
              4                       42                    64
              5                       43                    69
              6                       42                    52
              7                       49                    75
              8                       44                    60
              9                       47                    71
             10                       43                    66
             11                       58                    65
             12                       34                    74
             13                       44                    82
             14                       35                    62
             15                       46                    71
             16                       48                    69
             17                       50                    60
             18                       37                    65




                                                                                  60
            19                        68                        79
            20                        41                        62
            21                        62                        83
            22                        61                        78
            23                        56                        81
            24                        58                        62
            25                        31                        52
            26                        41                        71
            27                        55                        68
            28                        36                        56
            29                        52                        74
            30                        51                        71
            31                        45                        50
            32                        45                        78
            33                        63                        69
            34                        33                        72
            35                        38                        70
            36                        43                        79
            37                        51                        66
            38                        64                        71




1.    Deskripsi Hasil Karangan Tes Awal dan Tes Akhir

              Berdasarkan data skor tes awal diperoleh skor rendah 31 dan skor

     tertinggi 68, sedangkan data skor tes akhir diperoleh skor terendah 50 dan

     skor tertinggi 86. Adapun hasil analisis tes awal dan tes akhir tidak

     disajikan seluruhnya, tetapi hanya beberapa analisis dari hasil yang

     termasuk bagus, sedang, dan kurang.

2. Deskripsi Hasil Analisis Karangan Tes Awal

     1) Alphisa Pangersana ( K 2 )

        Judul Karangan : Keindahan Sekolahku

        Objek Karangan : Sekolah

        a) Bahasa Karangan




                                                                            61
(1) Keefektifan Kalimat

         Dalam karangan ini ada sedikit kalimat        yang tidak

   efektif. Kesalahan dalam kalimat terdapat pada paragraf

   keenam kalimat ketiga sebagai berikut.

         Jika tidak ada guru kelas ini sering ribut karena

   kebanyakan anak – anaknya nakal, terutama anak laki – laki.

         Bentukan kata anak – anaknya dalam kalimat diatas

   seharusnya tidak diulang, cukup dengan kata anaknya saja,

   sebab kata anak – anaknya secara implisit sudah menyatakan

   banyak atau intensitas kuantitatif ( = banyak anak ), sehinggga

   kata kebanyakan di depan kata anak – anaknya merupakan

   gejala hiperkorek. Susunan kalimat di atas seharusnya dirubah.

   Frase kelas ini dan sering ribut sebaiknya ditempatkan di

   awal kalimat di atas adalah      kelas ini   dan   sering ribut

   menduduki fungsi fredikat, sedangkan kata lainnya menduduki

   fungsi keterangan. Dengan demikian kalimat diatas seharusnya

   menjadi :

         Kelas ini sering ribut ketika tidak ada guru karena

   kebanyakan anaknya nakal, terutama laki – laki.

         Nilai yang diperoleh 4 x 2 ( bobot ) = 8

(2) Pilihan Kata

         Penggunaan pilihan kata dalam karangan ini sudah tepat.

   Arti kata dan bahasa sesuai serta gaya bahasa yang digunakan




                                                               62
   cukup menarik sehingga apa yang disampaikan penulis cukup

   tergambar dalam diri pembaca. Nilai yang diperoleh 4 x 1

   ( bobot ) = 8

(3) Ejaan

        Dalam karangan ini terdapat banyak kesalahan ejaan yang

   bersipat konstan. Kesalahan ejaan yang paling mencolok adalah

   penulisan kata yang menjadi yg. Misalnya pada pargraf ketiga

   kalimat kedua sebagai berikut.

        Saya termasuk kelas ID di samping kelas saya itu

   terdapat perpustakaan yg cukup besar.

        Pada kalimat di atas dapat kita lihat kesalahan penulisan

   kata yang. Selain itu pengarang lupa mencantumkan tanda baca

   ( - ) di antara penulisan kelas ID, dan menjadi tanda baca koma

   (,) sebelum kata di samping. Seharusnya kalimat di atas

   menjadi :

            Saya termasuk kelas I - D disamping kelas terdapat

   perpustakaan yang cukup besar.

        Selain kalimat di atas, kesalahan ejaan dalam penulisan

   kata yang terdapat pada paragraf ketiga kalimat pertama dan

   kalimat keempat sebagai berikut.

        Dibagian kedua terdapat ruang guru yg cukup besar

   yang berdekatan dengan ruang kesenian,(K.1 )….disebelahnya

   terdapat mushola yg tidak terlalu besar. ( K. 4 )




                                                               63
           Nilai yang diperoleh 2 x 1 ( bobot ) = 2. Jadi, skor total

      yang diperoleh K2 jika dilihat dari bahasa karangan ialah 8 + 4

      + 2 = 14.

b) Isi Karangan

   a. Jenis Karangan

                  Karangan ini termasuk karangan deskripsi,. Namun

      ada sedikit kekurangcocokan yang tidak begitu berarti. Hal ini

      disebabkan      pengarang     hanya    menggambarkan           objek

      karangannya secara umum. Pengarang kurang memperlihatkan

      detail atau rincian mengenai objeknya sehingga kurang

      tergambarkan. Nilai yang diperoleh 4 x 3 ( bobot ) = 12.

   b. Hubungan Isi dengan Topik/ Judul

                  Sebagian isi karangan tidak ada hubungannya dengan

      topik/ judul. Pada paragraf keenam pengarang menggambarkan

      keadaan kelasnya, padahal objek yang akan dideskripsikan

      dalam karangan ini adalah sekolah. Seharusnya pengarang

      konsisten menggambarkan karangan sekolahnya secara rinci.

      Kalau     pun   ingin    menggambarkan     kelasnya,     pengarang

      sebaiknya menggambarkan keadaan kelas yang lain juga agar

      keadaan      sekolah    tergambarkan   seluruhnya.     Nilai   yang

      diperoleh 3 x 3 ( bobot ) = 9.

   c. Pelukisan Objek




                                                                       64
               Objek yang digambarkan dalam karangan ini kurang

     terperinci tetapi jelas. Hal ini disebabkan isi karangan masih

     bersipat terlalu umum. Dikatakan terlalu umum karena belum

     sanggup menciptakan sugesti dan interpretasi dalam diri

     pembaca tentang ciri – ciri, sifat, atau hakikat dari objek yang

     dideskripsikan itu. Pengarang hanya menggambarkan secara

     umum keadaan sekolah. Pengarang kurang memperlihatkan

     secara rinci dan detail penggambaran keindahan sekolah.

  d. Kualitas Isi

               Kualitas isi sudah cukup bagus, walaupun ada sedikit

     hal yang tidak tepat dan penggambarannya pun dirasakan

     kurang karena hanya menggambarkan objek secara umum.

     Nilai yang diperoleh 3 x 3 ( bobot ) = 9

               Jadi, skor total yang diperoleh K 2 jika dilihat dari isi

     karangan ialah 12 + 9 + 9 + 9 = 39.

c) Teknik Karangan

  (1) Pengembangan Paragraf

               Ada beberapa paragraf – paragraf yang kurang

     dikembangkan. Dalam satu paragraf hanya ada dua kalimat.

     Seperti    pada    paragraf     pertama,     pengarang     kurang

     mengembangkan kalimat topiknya.            Seharusnya pengarang

     lebih kreatif mengembangkan kalimat topik dengan kalimat –

     kalimat penjelas sehingga di depan pembaca tergambar dengan




                                                                     65
             nyata apa yang dimaksud oleh pengarang. Nilai yang diperoleh

             4 x 2 ( bobot ) = 8.

          (2) Keefektipan Kalimat

                       Dalam karangan ini, kalimat yang efektif sama

             banyaknya dengan kalimat yang tidak efektif.          Hal ini

             disebabkan pengarang tidak menggunakan kata penghubung

             yang tepat antar paragraf. Misalnya pada paragraf keenam

             menggambarkan letak ruang olah raga sedangkan pada paragraf

             ketujuh    pengarang     langsung   menggambarkan     keadaan

             kelasnya. Nilai yang diperoleh 4 x 2 ( bobot ) = 8. Skor total

             yang diperoleh K 2 ialah 8 + 8 = 16.

                       Dengan demikian, jumlah analisis skor total yang

             diperoleh K 2 alah 14 + 39 + 16 = 69

3. Monica Putri ( K 21 )

   Judul Karangan : Keadaan Kelasku

   Objek Karangan : Kelas

   a) Bahasa Karangan

      (1) Kefektipan Kalimat

                 Dalam karangan ini, kalimat yang efektif sama banyaknya

          dengan kalimat yang tidak efektif. Misalnya pada paragraf pertama

          kalimat ketiga sebagi berikut :

                 Ruangan ini dihias oleh organigram yang lucu, hiasan

          bunga plastik dan lukisan hasil karya murid.




                                                                        66
       Dalam kalimat di atas kesalahan terdapat pada kata dihias.

Kata tersebut seharusnya diganti dengan kata dihiasi karena

ruangan ini adalah tempat yang menjadi sasaran dari pekerjaan

hias, sedangkan penggunaan kata dihias oleh akan bermakna

bahwa organigram yang lucu, hiasan bunga plastik, dan lukisan

hasil karya murid adalah yang melakukan pekerjaan menghiasi

ruangan ini. Dengan demikian, seharusnya kalimat ini menjadi :

       Ruangan ini dihiasi organigram yang lucu, hiasan bunga

plastik, dan lukisan karya murid.

       Selain kalimat di atas terdapat juga kesalahan pada paragraf

ketiga kalimat pertama sebagi berikut.

       Walaupun keadaan kelasku ribut, panas akan tetapi akan

tetap senang.

       Dalam kalimat di atas terdapat dua kata yang menyatakan

hubungan pertentangan, yaitu kata        walaupun dan tetapi. Agar

kalimat menjadi efektif dan tidak rancu seharusnya kata tetapi

dihilangkan saja. Kemudian diantara kata ribut dan panas harus

disisipkan kata penghubung dan, tanpa menggunakan tanda baca

(,) karena hanya dua pilihan. Susunan kalimat pun seharusnya

dirubah. Kata aku sebaiknya ditempatkan pada awal kalimat karena

menduduki subjek kemudian diikuti oleh frase tetap senang

sebagai predikatnya. Dengan demikian kalimat diatas menjadi :




                                                                 67
                Aku tetap senang walaupun keadaan kelasku ribut dan

       panas.

                Nilai yang diperoleh 3 x 2 ( bobot ) = 6

 (2)   Pilihan Kata

                Pilihan kata dalam karangan ini cukup tepat. Arti kata dan

       bahasa cukup sesuai tetapi gaya bahasa kurang menarik. Pengarang

       kurang mengolah gaya bahasanya sehingga penggambaran

       dirasakan kurang hidup dan kurang memiliki tenaga untuk

       menciptakan daya imajinasi pada diri pembaca. Nilai yang

       diperoleh 3 x 1 ( bobot ) = 3

   (3) Ejaan

                Dalam karangan ini terdapat sedikit kesalahan ejaan yang

       tidak terlalu mencolok, misalnya pada paragraf pertama kalimat

       ketiga sebagai berikut.

                Ruangan ini dihias oleh organigram yang lucu, hiasan

       bunga plastik dan lukisan hasil karya murid.

                Nilai yang diperoleh 4 x 1 ( bobot ) = 4. jadi skor total K 21

       jika dilihat dari bahasa karangan ialah 6 + 3 + 4 = 13.

b) Isi Karangan

   (1) Jenis Karangan

                Secara keseluruhan karangan masih terasa sebagai karangan

       deskripsi    walaupun     agak   banyak    penyimpangan.     Hal    ini

       disebabkan karena pengarang kurang bisa menggambarkan




                                                                           68
     objeknya secara terinci. Pengarang belum sanggup menciptakan

     segesti dan interpretasi dalam diri pembaca tentang gambaran

     objek tersebut. Nilai yang diperoleh 3 x 3 ( bobot ) = 9

  (2) Hubungan Isi dengan Topik/ Judul

             Isi karangan cukup sesuai dengan topik walaupun ada hal –

     hal yang tidak perlu dimasukan dalam karangan. Hal ini

     disebabkan karena pengarang terlalu menonjolkan rasa senangnya

     menjadi murid di kelas I – D, sedangkan keadaan kelasnya tidak

     digambarkan secar rinci. Nilai yang diperoleh 4 x 3 ( bobot ) = 12.

  (3) Pelukisan Objek

             Objek yang digambarkan kurang terperinci tetapi jelas.

     Pengarang belum sanggup menciptakan segesti dan interpretasi

     dalam diri tiap pembaca tentang ciri – ciri, atau hakekat dari objek

     yang dideskripsikan itu. Nilai yang diperoleh 3 x 3 ( bobot ) = 9.

  (4) Kualitas Isi

             Isi karangan cukup bagus, meskipun ada hal – hal yang

     kurang tepat. Objek karangan kurang digambarkan secara rinci.

     Gaya bahasa yang digunakan kurang menarik. Namun secara

     keseluruhan isi karangan kurang jelas. Nilai yang diperoleh 3 x 3

     ( bobot ) = 9.

             Jadi, skor total yang diperoleh K 21 jika dilihat dari isi

     karangan ialah 9 + 12 + 9 + = 39.

c) Teknik Karangan




                                                                          69
   (1) Pengembangan Paragraf

             Dalam karangan ini, hampir semua paragraf kurang

      dikembangkan. Misalnya pada paragraf pertama terdapat tiga

      kalimat topik. Dengan demikian tiga kalimat topik yang terdapat

      pada paragraf pertama harus dikembangkan kembali dengan

      kalimat – kalimat penjelas menjadi paragraf demi paragraf. Nilai

      yang diperoleh 2 x 2 ( bobot ) = 4.

   (2) Hubungan Paragraf

             Dalam karangan ini ada beberapa paragraf yang tidak ada

      hubungannya dengan paragraf berikutnya. Misalnya pada paragraf

      pertama, pengarang menggambarkan mengenai              keadaan kelas

      yang ribut, panas dan dilengkapi dengan berbagai hiasan,

      sedangkan pada paragraf selanjutnya pengarang menggambarkan

      sifat teman – temannya yang baik dan jahil. Kedua paragraf

      tersebut menjadi tidak padu dan tidak berhubungan. Nilai yang

      diperoleh 3 x 2 ( bobot ) = 6. Skor total K 21 jika dilihat dari teknik

      karangan ialah 4 + 6 = 10.

             Dengan      demikian, jumlah analisis skor total yang di

      peroleh K 21 ialah 13 + 39 + 10 = 62.

2) Pramesta Dwi Putra ( K 25 )

   Judul Karangan : Keadaan di Kelasku

   Objek Karangan : Kelas

   a) Bahasa Karangan




                                                                          70
(1) Kefektifan Kalimat

          Dalam karangan ini kalimat yang tidak efektif lebih

   banyak dibandingkan dengan kalimat yang efektif. Misalnya

   pada paragraf pertama kalimat pertama sebagai berikut.

          Di kelasku setiap tiada ada guru pasti saja Ribut

   ataupun sedang pergantian guru dan pada saat guru

   menerangkan pun ribut kecuali pd saat Pelajaran Geografi

   tida ada yang ribut didalam kelas sepi tida ada yang

   mengobrol pun ribut. Kalimat diatas tidak efektif dan rancu

   sehingga membingungkan pemabaca. Dengan demikian,

   seharusnya kalimat tersebut menjadi :

          Di kelasku setiap tidak ada guru, pergantian guru, dan

   pada saat guru menerangkan murid selalu ribut, kecuali pada

   pelajaran geografi keadaan di dalam kelas tidak ribut.

          Selain kalimat di atas terdapat juga kesalahan pada

   paragraf kedua kalimat pertama sebagai berikut.

          Dalam pelajaran Geografi jika ada yg mengobrol akan

   disuruh menerangkan tulisan yang ditulis pak guru dan jika

   ada yang menggambar disuruh membuat gambar itu lagi

   sepuluh sampai satu buku. Seharusnya kalimat ini menjadi :

          Ketika pelajaran geografi, jika ada yang mengobrol

   akan disuruh menerangkan tulisan yang telah ditulis oleh




                                                                71
   bapak guru, sedangkan yang menggambar akan disuruh

   membuat gambar itu lagi sepuluh buah atau satu buku.

            Nilai yang diperoleh 2 x 2 ( bobot ) = 4.

(2) Pilihan Kata

            Pilihan kata yang digunakan dalam karangan ini kurang

   tepat dan gaya bahasanya kurang menarik. Secara keseluruhan

   karangan ini sangat membingungkan. Selain tidak kohesi dan

   koherensi, kata – kata yang digunakannya pun sulit untuk

   dipahami. Misalnya pada paragraf pertama sebagai berikut.

            Dan dalam pelajaran – pelajaran yang gurunya tidak

   galak……

            Penggunaan kata dan dan kata dalam tidak tepat,

   seharusnya kata tersebut diganti oleh kata ketika. Selain itu,

   pengarang dalam isi karangannya sering menggunakan kata

   tida sebagai bentuk kata tidak. Penggunaan kata galak dalam

   kalimat di atas tidak tepat untuk menggambarkan perilakunya

   dari seorang guru karena kata galak biasanya digunakan untuk

   mengambarkan perilaku bintang. Dalam KUBI kata galak

   mengandung pengertian, yaitu buas dan suka melawan

   ( menyerang, menggigit, menanduk, dsb ); ganas; garang. Nilai

   yang diperoleh 2 x 1 ( bobot ) = 2

(3) Ejaan




                                                               72
                     Banyak sekali kesalahan ejaan yang mencerminkan

             ketidaktahuan atau ketidak pedulian, baik itu dalam penulisan

             kata, penempatan huruf kapital, dan penggunaan tanda baca

             titik (.) di setiap akhir paragraf. Sebagai contoh dapat kita lihat

             pada paragraf ketiga kalimat kesatu dan kedua berikut ini.

                     Dan dalam Pelajaran – Pelajaran yang gurunya tida

             galak pasti dikelas IE akan Ribut pd saat - saat tertentu dalam

             pelajaran ini akan diam seperti ulangan, gurunya sedang

             marah dan mengisi soal – soal yang serius. Itulah sedikit

             keadaan disekolahku.

                     Ejaan dalam kalimat di atas banyak yang salah.

             Seharusnya kalimat tersebut diperbaiki sebagai berikut.

                     Dalam pelajaran – pelajaran yang gurunya tidak galak

             murid kelas I – E akan ribut, sedangkan pada saat guru marah,

             ulangan dan mengerjakan tugas mereka akan diam. Itulah

             sedikit gambaran keadaan di sekolahku.

                     Nilai yang diperoleh 1 x 1 ( bobot ) = 1. jadi, skor total

             yang diperoleh K 25 dari bahasa karangan ialah 4 + 2 + 1 = 7.

2) Isi Karangan

      (1) Jenis Karangan

                  Karangan ini semua sekali bukan jenis karangan yang

         diminta, karena di dalamnya tidak menggambarkan objek secara

         rinci. Isi karangan lebih banyak menceritakan keadaan siswa ketika




                                                                             73
     pelajaran       berlangsung   sedangkan     keadaan   kelas       tidak

     menggambarkan secara rinci. Isi karangan disajikan dengan netral,

     tidak memancing emosi atau membentuk imajinasi pada diri

     pembaca. Nilai yang diperoleh 1 x 3 ( bobot ) = 3.

  (2) Hubungan Isi dengan Topik/ judul

             Banyak sekali isi karangan yang tidak berhubungan dengan

     topik/ judul. Pengarang dalam mengembangkan isi karangannya

     tidak sesuai secara keseluruhan. Terlihat sekali tidak ada kohesi

     dan koherensi pada setiap kalimat maupun paragraf. Nilai yang

     diperoleh 2 x 3 ( bobot ) = 6.

  (3) Pelukisan Objek

             Dalam karangan ini, objek yang digambarkan tidak

     terperinci dan tidak jelas. Pengarang tidak memperlihatkan secara

     terinci keadaan kelas. Pengarang lebih banyak menceritakan

     keadaan murid ketika berlangsung pelajaran – pelajaran tertentu.

     Nilai yang diperoleh 1 x 3 ( bobot ) = 3.

  (4) Kualitas Isi

             Kualitas isi karangan ini sangat dangkal dan tidak berbobot

     baik dari penulisan, isi, maupun pengembangannya. Isi karangan

     tidak sistematis, logis, dan tidak padu sehingga membingungkan

     pembaca. Nilai yang diperoleh 2 X 3 ( bobot ) = 6. Jadi, skor total

     yang diperoleh K 25 dari isi karangan ialah 3 + 6 + 3 + 6 = 18.

c) Teknik Karangan




                                                                         74
         (1) Pengembangan Paragraf

                        Dalam pengembangannya, karangan ini selain tidak

             dikembangkan juga paragrafnya tiak memenuhi syarat. Banyak

             sekali paragraf yang kurang baik jika dilihat dari isi, penulisan,

             maupun pengembangannya. Misalnya pada paragraf pertama hanya

             ada satu kalimat. Pengarang tidak mengembangkan kalimat

             tersebut dengan kalimat – kalimat penjelas. Nilai yang diperoleh 1

             x 2 ( bobot ) = 2.

         (2) Hubungan Paragraf

                        Dalam karangan ini banyak sekali paragraf yang tidak

             saling berhubungan. Yang sebagian besar karena tidak memenuhi

             syarat sebagai paragraf. Setiap paragraf tidak logis, sistematis, dan

             tidak padu sehingga membingungkan pembaca. Nilai yang

             diperoleh 2 x 2 ( bobot ) = 4. Jadi, skor totoal yang diperoleh K 25

             dari teknik karangan ialah 2 + 4 ( bobot ) = 6.

                        Dengan demikian, jumlah analisis skor total yang

             diperoleh K 25 ialah 7 + 18 + 6 = 31.



3. Deskripsi Hasil Analisis Karangan Tes Akhir

      1) Alphisa Pangersana ( K 2 )

         Judul Karangan : Keindahan Kelas Kami

         Objek Karangan : Kelas

         a) Bahasa Karangan




                                                                               75
   (1) Keefektifan Kalimat

                  Dalam karangan ini ada sedikit kalimat      yang tidak

   efektif. Misalnya pada paragraf kelima kalimat kedua dan ketiga

   berikut ini.

                  Di kusein depan digantung tanaman – tanaman hias

   yang indah. Tetapi tanaman – tanaman hias itu jarang dirawat

   sehingga tanamanya menjadi mati.

                  Seharusnya kedua kalimat tersebut disatukan karena

   mengandung hubungan pertentangan. Kemudian bentukan kata

   tanaman – tanaman               dalam kalimat di atas seharusnya tidak

   diulang, cukup dengan kata tanaman saja, sebab dengan kata

   tanaman secara implisit sudah menyatakan banyak atau intensitas

   kuantitatif ( = banyak tanaman ). Dengan demikian, kalimat di atas

   menjadi :

                  Di kusein depan digantung tanman hias yang indah,

   tetapi tanaman hias tersebut jarang dirawat sehingga menjadi

   mati.

                  Nilai yang dipeoleh 4 x 2 ( bobot ) = 8

(2) Pilihan Kata

                  Pilihan   kata     yang   digunakan   pengarang   dalam

   karangannya sudah tepat. Arti kata dan bahasa sesuai, serta gaya

   bahasa      cukup menarik. Pengarang mampu menggambarkan

   objeknya dengan rangkaian kata – kata yang penuh arti, sehingga




                                                                      76
      pemabaca dapat menerima seolah – olah mereka sendiri

      melihatnya. Nilai yang diperoleh 4 x 1 ( bobot ) = 4.

   (3) Ejaan

                  Terdapat kesalahan ejaan yang bersifat konstan dalam

      karangan ini pengarang sering menulis kata yang menjadi yg.

      Misalnya pada paragraf pertama sebagai berikut.

                  Kelas kami adalah kelas yang paling kecil diantara

      semua kelas yg ada di SMP Negeri 1 Cileles. Seharusnya kalimat

      ini menjadi.

                  Kelas    kami    adalah    kelas   yang     paling   kecil

      dibandingkan kelas lain yang ada di SMP Negeri 1 Cileles. Selain

      kalimat diatas, kesalahan penulis kata yang juga terdapat pada

      paragraf kedua kalimat keempat dan paragraf ketiga kalimat kedua

      sebagai berikut.

                  Di ujung terdapat meja guru yg sedikit kotor karena

      jarang dibersihkan … diatasnya juga terdapat dua buah lampu

      neon yang sudah lama.

                  Nilai yang diperoleh 3x 1 ( bobot ) = 3. Jadi, skor total

      yang diperoleh K 2 dari bahasa karangan ialah 8 + 4 + 3 = 15.

b) Isi Karangan

   (1) Jenis Karangan

                  Karangan yang dibuat pengarang betul–betul memenuhi

      segala syarat ke dalam jenis karangan deskripsi, baik teknik, isi,




                                                                         77
   maupun gaya bahasanya. Pengarang cukup pandai menggambarkan

   objeknya secara detail atau rinci sehingga tersampaikan kepada

   pembaca         apa yang digambarkan oleh pengarang. Nilai yang

   diperoleh 5 x 3 ( bobot ) = 15.

(2) Hubungan Isi dengan Topik/ Judul

               Seluruh karangan betul – betul sejalan dengan topik

   atau judul. Pengarang mengetahui benar bagaimana mengola isi

   karangan agar objek karangan tergambar dengan baik. Nilai yang

   diperoleh 5 x 3 ( bobot ) = 15.

(3) Pelukisan Objek

               Objek yang digambarkan dalam karangan ini terperinci,

   jelas, dan sistematis. Pengarang sangat pandai membuat rincian

   mengenai objek yang digambarkan, ditambah lagi dengan

   rangkaian dengan kata – kata yang mendukung penggambaran

   objek tersebut sehingga seolah – olah pembaca melihat langsung

   objek yang digambarkan oleh pengarang. Nilai yang diperoleh 5 x

   3 ( bobot ) = 15.

(4) Kualitas Isi

               Isi karangan ini sudah bagus meskipun kurang

   berbobot. Terlihat sekali pengarang sudah mampu membuat

   karangan deskripsi dengan baik dan mampu menggambarkan suatu

   objek dengan baik pula. Nilai yang diperoleh 4 x 3 ( bobot ) = 12.




                                                                  78
          Jadi, skor total yang diperoleh K 2 dari isi karangan ialah 15 + 15 +

          15 + 12 = 57.

   c) Teknik Karangan

      (1) Pengembangan Paragraf

                     Dalam pengembangannya, ada dua buah paragraf yang

          kurang dikembangkan, yaitu paragraf pertama dan paragraf kelima.

          Dalam paragraf pertama dan paragraf kelima terdapat dua kalimat

          topik. Seharusnya kedua kalimat topik tersebut dipisahkan

          kemudian dikembangkan secara rinci lagi dengan kalimat – kalimat

          penjelas. Dengan kalimat – kalimat penjelas, pembaca mendapat

          gambaran yang nyata apa yang dimaksud oleh pengarang. Nilai

          yang diperoeleh 3 x 2 ( bobot ) = 6.

      (2) Hubungan Paragraf

                     Hubungan antar paragraf sudah baik karena ditunjang

          oleh kata penghubung antar paragraf. Dengan demikian karangn ini

          menjadi lebih logis, padu, dan sistematis. Nilai yang diperoleh

          4 x 2 ( bobot ) = 8. Jadi, skor total yang diperoleh K 2 dari teknik

          karangan ialah 6 + 8 = 14.

                     Dengan demikian, juimlah analisis skor total yang

          diperoleh K 2 ialah 15 + 57 + 14 = 86.

2) Gita Fajar ( K 13 )

   Judul Karangan : Taman

   Objek Karangan : Taman




                                                                            79
a) Bahasa Karangan

  (1) Keefektipan Kalimat

                Dalam karangan ini, ada sedikit kalimat yang tidak

     efektif. Misalnya pada pargraf     kedua kalimat pertama sebagai

     berikut.

                Di taman ada banyak pohon, disana ada pohon jambu,

     paku ekor kuda, pohon cabe, pohon cabe rawit, dan ada pohon

     yang berbunga berwarna oranye.

                Pemakaian imbuhan ber – pada kata berbunga tidaklah

     tepat seharusnya prefiks ber – tersebut dihilangkan cukup

     menggunakan kata bunganya. Selain itu, dalam kalimat tersebut

     terdapat penghamburan kata, yaitu kata pohon cabe dan pohon

     cabe rawit. Cabe rawit termasuk kedalam jenis tumbuhan cabe,

     oleh karena cukup dengan pohon cabe saja. Dengan demikian,

     kalimat di atas menjadi :

                Di taman ada banyak pohon, di sana ada pohon jambu,

     paku ekor kuda, pohon cabe dan ada pohon yang bunganya

     berwarna oranye.

                Nilai yang diperoleh 4 x 2 ( bobot ) = 8.

  (2) Pilihan Kata

                Pilihan kata dalam karangan ini sudah tepat, arti kata

     dan bahasa sesuai, serta gaya bahasa cukup menarik. Terasa sekali

     pengarang cukup mampu mengolah kata – katanya dengan baik.




                                                                   80
   Penggambaran taman melalui pilihan katanya mampu membentuk

   imajinasi pada diri pembaca. Nilai yang diperoleh 4 x 1 ( bobot ) =

   4.

(3) Ejaan

              Dalam hal ejaan, karangan ini terdapat kesalahan ejaan

   yang bersifat konstan mencolok. Pengarang sering menulis kata

   yang disingkat menjadi yg. Begitu pula dengan penulisan kata

   penghubung dan disingkat menjadi &. Misalnya dapat kita lihat

   pada paragraf kelima kalimat kedua sebagai berikut.

              Suasananya tenang & nyaman, oleh sebab itu taman

   merupakan tempat yg didatangi oleh semua orang yang ingin

   merasakan suasana yang sejuk, walaupun agak sedikit kotor.

   Seharusnya kalimat tersebut menjadi….Suasananya tenang dan

   nyaman, oleh sebab itu taman merupakan tempat yang didatangi

   oleh semua orang yang ingin merasakan suasana yang sejuk,

   walaupun agak sedikit kotor.

              Selain itu, pada paragraf ketiga kalimat kedua dan

   paragraf keempat kalimat kedua pengarang lupa menuliskan huruf

   kapital di huruf awal dari kata pertama dalam sebuah kalimat.

              ada pula kaca yang cukup besar … seharusnya kalimat

   ini menjadi … Ada pula kaca yang cukup besar….

              Nilai yang diperoleh 3 x 1 ( bobot ) = 3. Jadi, skor total

   yang diperoleh K 13 dari bahasa karangan ialah 8 + 4 + 3 = 15.




                                                                     81
b) Isi Karangan

   (1) Jenis Karangan

                  Karangan ini termasuk karangan deskripsi, baik teknik

       isi, maupun gaya bahsanya. Pengarang cukup mahir dalam

       menggambarkan objek karangannya sehingga dapat membentuk

       imajinasi pada diri pembaca. Nilai yang diperoleh 5 x 3 ( bobot ) =

       15.

(2) Hubungan Isi dengan Topik/ Judul

                  Isi karangan cukup sesuai dengan topik walaupun ada

       hal – hal yang tidak perlu dimaksudkan dalam karangan. Misalnya

       pada paragraf keempat, ada beberapa kalimat yang tidak ada

       hubunganya dengan penggambaran objek karangan. Agar karangan

       sesuai dengan topik seharusnya kalimat tersebut diganti dengan

       kalimat – kalimat yang lebih menggambarkan objek secara rinci.

       Nilai yang diperoleh 4 x 3 ( bobot ) = 12.

   (3) Pelukisan Objek

                  Objek yang digambarkan dalam karangan ini cukup

       terperinci dan jelas. Ada sedikit kalimat yang tidak berhubungan

       dengan penggambaran keadaan taman sebagai objek karangan.

       Namun hal itu tidak terlalu mengganggu penggambaran objek.

       Nilai yang diperoleh 4 x 3 ( bobot ) = 12.

   (4) Kualitas Isi




                                                                       82
                Isi karangan ini sudah bagus, meskipun kurang bobot.

     Pengarang mampu menggambarkan taman dengan baik. Karangan

     ini dapat membentuk imajinasi pada diri pembaca. Nilai yang

     diperoleh 4 x 3 ( bobot ) = 12. Jadi, skor total yang diperoleh K 13

     dari isi karangan ialah 15 + 12 + 12 + 12 = 51.

c) Teknik Karangan

  (1) Pengembangan Paragraf

                Mengenai pengembangan paragraf, ada beberapa

     paragraf yang kurang dikembangkan. Misalnya pada paragraf

     pertama pengarang kurang mengembangkan secara rinci ukuran

     taman. Kemudiaan pada pargraf keempat, pengarang kurang

     mengembangkan keadaan taman yang cocok dipakai untuk belajar.

     Nilai yang diperoleh 4 x 2 ( bobot ) = 8.

  (2) Hubungan Paragraf

                Hubungan antar paragraf pada karangan ini sudah

     cukup baik, walaupun ada paragraf yang tidak menggunakan kata

     penghubung antar paragraf sehingga sedikit membingungkan

     pembaca. Misalnya pada paragraf keempat, isinya menggambarkan

     kegiatan anak – anak ketika berada ditaman. Karena tidak

     menggunakan kata penghubung yang tepat, paragraf tersebut

     menjadi tidak berhubungan dengan paragraf sebelumnya yang

     menggambarkan keadaan taman. Nilai yang diperoleh 4 x 2




                                                                      83
        ( bobot ) = 8. Jadi, skor yang diperoleh K 13 dari teknik karangan

        ialah 8 + 8 = 16.



3) Rian Hamdani( K 13 )

  Judul Karangan : Kelas I - D

  Objek Karangan : Kelas

  a) Bahasa Karangan

     (1) Keefektifan Kalimat

                   Dalam karangan ini, kalimat yang efektif sama

        banyaknya dengan kalimat yang tidak efektif. Misalnya pada

        paragraf pertama kalimat pertama, kedua, dan ketiga sebagai

        berikut.

                   Dikelas I d keadaannya tidak nyaman. Karena dikelas

        kami Hawanya yg panas. Dan juga sampah yang berserakan

        dimana – mana.

                   Susunan kalimat di atas tidak baik dan sangat

        membingungkan pembaca. Seharusnya ketiga kalimat tersebut

        disatukan menjadi satu kalimat topik. Dengan demikian kalimat di

        atas menjadi :

                   Dikelas I – D keadaannya tidak nyaman karena

        hawanya panas dan sampah berserakan dimana – mana.

                   Selain kalimat di atas, kesalahan juga terdapat pada

        paragraf pertama kalimat keempat sebagai berikut.




                                                                       84
              Kelas I d juga termasuk kelas ribut, dengan keadaan

   yang ribut kami jadi tidak bisa konsentrasi.

              Agar kalimat menjadi efektif, ada sebagian kata yang

   harus dihilangkan, yaitu dengan keadaan yang ribut. Kata – kata

   tersebut diganti dengan kata sehingga. Selain itu, penggunaan kata

   teribut tidak tepat karena makna kata teribut adalah menyatakan

   paling, sedangkan berdasarkan makna kalimat di atas ada kelas lain

   yang sama ributnya seperti kelas I – D. Oleh karena itu makna kata

   teribut diganti saja dengan kata ribut.

              Kelas I – D juga termasuk kelas yang ribut sehingga

   kami tidak bisa konsentrasi dalam belajarar.

              Nilai yang diperoleh 3 x 2 ( bobot ) = 6.

(2) Pilihan Kata

              Pilihan kata yang digunkan dalam karangan ini kurang

   tepat dan gaya bahasnya pun kurang menarik. Misalnya pada

   paragraf ketiga kalimat kelima sebagai berikut.

              Ada yang jago gambar yaitu …… penggunaan kata jago

   tidaklah tepat. Seharusnya diganti dengan kata pandai. Sehingga

   kalimat tersebut menjadi …….. ada yang pandai mengambar,

   yaitu……………

              Nilai yang diperoleh 2 x 1 ( bobot ) = 2.

(3) Ejaan




                                                                  85
                  Terdapat keasalahan ejaan yang bersipat konstan dalam

      karangan ini. Terlihat sekali pengarang kurang memperhatikan

      ejaan dalam karangannya. Kesalahan ejaan yang paling mencolok

      dalam karangan ini adalah penggunaan huruf kapital yang tidak

      tepat dan penulisan kata ulang. Masalnya pada paragraf ketiga

      kalimat pertama sebagai berikut.

                  Di kelas I d ini anak2nya Pada Rajin. Seharusnya

      kalimat tersebut menjadi … di kelas I – E ini anak – anaknya rajin.

                  Selain kalimat di atas kesalahan ejaan juga terdapat

      pada paragraf ketiga kalimat kedua dan ketiga sebagai berikut.

                  Selain rajin kelas I d Juga Punya Semangat Belajar

      yang tinggi. Anak2 yg berprestasi di kelas I d yaitu : 5 terbaik :

      Alphysa, Farisa, Nisa, Ria, & Fitri. Seharusnya kalimat ini

      menjadi :

                   Selain rajin kelas I – E ini mempunyai semangat

      belajar yang tinggi anak – anak yang berprestasi di kelas I - D

      yaitu : Alphysa, Farisa, Nisa, Ria, dan Fitri.

                  Nilai yang diperoleh 3 x 1 ( bobot ) = 3. Jadi, skor total

      yang diperoleh K 31 dari bahasa karangan ialah 6 + 2 + 3 = 11.


b) Isi Karangan


   (1) Jenis Karangan




                                                                         86
              Dilihat dari isi karangan, karangan ini masih terasa

   sebagai karangan deskripsi walaupun agak banyak penyimpanan.

   Hal ini disebabkan karena isi karangan banyak menyimpang dari

   topik/ judul, dapat dilihat pada paragraf kedua dan ketiga.

   Kemudian isi karangan disajikan dengan netral, tidak memancing

   emosi atau membentuk imajinasi pada diri pembaca. Nilai yang

   diperoleh 3 x 3 ( bobot ) = 9.




(2) Hubungan Isi dengan Topik/ Judul


              Banyak sekali isi karangan yang tidak berhubungan

   dengan topik, misalnya pada paragraf kedua dan ketiga. Hal ini

   disebabkan pengarang bingung untuk menggambarkan objek

   karangannya. Isi dengan topik tidak padu dan tidak logis. Nilai

   yang diperoleh 2 x 3 ( bobot ) = 6.


(3) Pelukisan Objek


              Objek yang digambarkan dalam karangan ini kurang

   terperinci dan kurang jelas. Isi karangan tidak menggambarkan

   objek secara lengkap dan rinci. Hal ini disebabkan pada paragraf

   pertama, pengarang sudah dapat        menggambarkan keadaan

   kelasnya, tetapi pada paragraf selanjutnya pengarang malah

   memberikan informasi mengenai nama – nama guru yang baik di




                                                                87
     kelasnya dan nama anak – anak yang berprestasi. Hal ini membuat

     penggambaran           objeknya   menjadi      kacau     dan      tidak

     berkesinambungan sehingga membingungkan pembaca. Nilai yang

     diperoleh 2 x 3 ( bobot ) = 6.


  (4) Kualitas Isi


                 Isi karangan dangkal dan tidak berbobot, karena tidak

     menggambarkan objek dengan rinci dan pengembangannya pun

     tidak logis sehingga membingungkan pembaca. Nilai yang

     diperoleh 2 x 3 ( bobot ) = 6. jadi, skor totoal yang diperoleh K 31

     dari isi karangan ialah 9 + 6 + 6 + 6 = 27.


c) Teknik Karangan


  (1) Pengembangan Paragraf


                 Dalam       pengembangannya,      jumlah   paragraf   yang

     dikembangkan hampir sama dengan jumlah paragraf yang tidak

     dikembangkan. Selain membingungkan pembaca, isi karangan

     belum sanggup menciptakan sugesti dan interpretasi dalam diri

     pembaca mengenai objek yang digambarkan. Nilai yang diperoleh

     3 x 2 ( bobot ) = 6.


  (2) Hubungan Paragraf




                                                                         88
                      Dalam karangan ini ada paragraf yang tidak saling

          berhubungan. Misalnya pada paragraf kedua dan ketiga. Kedua

          paragraf tersebut tidak berhubungan dengan paragraf pertama,

          sehinggga secara keseluruhan paragraf dalam karangan ini menjadi

          tidak logis, tidak sistematis, dan tidak padu. Nilai yang diperoleh

          3 x 2 ( bobot ) = 6. Jadi, skor total yang diperoleh K 31 dari teknik

          karangan ialah 6 + 6 = 12.


C. Analisis Data


1. Uji Normalitas Data Tes Awal dan Tes Akhir


              Untuk uji normalitas digunakan uji Lilliefors ( Sudjana,

   1996:466 ), dengan kriteria uji : suatu distribusi dikatakan normal apabila

   LO yang diperoleh dari data pengamatan lebih kecil dari pada Ltabel.


              Adapun langkah – langkah pengujiannya sebagi berikut :


   1) Pengamatan      x1, x2, ……..xn dijadikan bilangan baku z1, z2….zn

                                           xi  x
      dengan menggunakan rumus zi =
                                             s


      ( x dan s masing – masing merupakan rata – rata dan simpangan baku

      sampel ).



      X=
           x     i
                         SD =
                                  ( x  x)
                                       i
                                               2


             n                      n 1




                                                                            89
2) Untuk tiap bilangan baku ini dapat menggunakan daftar distribusi

   normal baku, kemudian dihitung F ( zi ) = (p  Z o )


3) Selanjutnya dihitung proporsi z1, z2 …….. zn yang lebih kecil atau

   sama dengan zi. Jika proporsi ini dinyatakan oleh S ( zi ), maka


                          zi , z2 ,......... zn yang  zi
                                          ...
   S ( zi ) = banyaknya
                                           n


4) Dihitung selisih F ( zI ) – S (zi ) kemudian ditentukan harga mutlaknya.


5) Ambil harga yang paling besar di antara harga – harga mutlak selisih

   tersebut. Bandingkan dengan nilai kritis L yang diambil dari daftar uji

   Lilliefors. Populasi berdistribusi normal jika Lhitung lebih kecil dari

   Ltabel.


               Sebuah populasi berdistribusi normal apabila penyebaran

   data antara siswa yang lainnya kurang dari rata – rata siswa yang

   melebihi rata – rata seimbang. Berikut ini adalah rincian dari

   normalitas Lilliefors tes awal dan tes akhir.




                           Tabel 27
               Uji Normalitas Lilliefors Tes Awal




                                                                         90
No   Xi   Xi - X   (Xi - X)2     Zi     F(Zi)    S(Zi )   F(Zi)-S(Zi)
 1   31   -16,5     272,25     -1,65   0,0495   0,0263      0,0232
 2   33   -14,5     210,25     -1,45   0,0735   0,0526      0,0209
 3   34   -13,5     182,25     -1,35   0,0885   0,0789      0,0096
 4   35   -12,5     156,25     -1,25   0,1056   0,1053      0,0003
 5   36   -11,5     132,25     -1,15   0,1251   0,1316      0,0065
 6   37   -10,5     110,25     -1,05   0,1469   0,1579      0,0110
 7   38    -9,5      90,25     -0,95   0,1711   11842       0,0131
 8   38    -9,5      90,25     -0,95   0,1711   0,2105      0,0394
 9   41    -6,5      42,25     -0,65   0,2578   0,2368      0,0210
10   41    -6,5      42,25     -0,65   0,2578   0,2632      0,0054
11   42    -5,5      30,25     -0,55   0,2912   0,2895      0,0017
12   42    -5,5      30,25     -0,55   0,2912   0,3158      0,0246
13   42    -5,5      30,25     -0,55   0,2912   0,3421      0,0509
14   43    -4,5      20,25     -0,45   0,3264   0,3684      0,0420
15   43    -4,5      20,25     -0,45   0,3264   0,3947      0,0683
16   43    -4,5      20,25     -0,45   0,3264   0,4211      0,0947
17   44    -3,5      12,25     -0,35   0,3632   0,4474      0,0842
18   44    -3,5      12,25     -0,35   0,3632   0,4737      0,1105
19   45    -2,5      6,25      -0,25   0,4013   0,5000      0,0987
20   45    -2,5      6,25      -0,25   0,4013   0,5263      0,1250
21   46    -1,5      2,25      -0,15   0,4404   0,5526      0,1122
22   47    -0,5      0,25      -0,05   0,4801   0,5789      0,0988
23   48     0,5      0,25       0,05   0,5199   0,6053      0,0854
24   49     1,5      2,25       0,15   0,5596   0,6316      0,0720
25   50     2,5      6,25       0,25   0,5987   0,6579      0,0592
26   51     3,5      12,25      0,35   0,6368   0,6842      0,0474
27   51     3,5      12,25      0,35   0,6368   0,7105      0,0737
28   52     4,5      20,25      0,45   0,6736   0,7368      0,0632
29   55     7,5      56,25      0,75   0,7734   0,7632      0,0102
30   56     8,5      72,25      0,85   0,8023   0,7895      0,0128
31   58    10,5     110,25      1,05   0,8531   0,8158      0,0373
32   58    10,5     110,25      1,05   0,8531   0,8421      0,0110
33   61    13,5     182,25      1,35   0,9115   0,8684      0,0431
34   62    14,5     210,25      1,45   0,9265   0,8947      0,0318
35   63    15,5     240,25      1,55   0,9394   0,9211      0,0183
36   64    16,5     272,25      1,65   0,9505   0,9474      0,0031
37   68    20,5     420,25      2,05   0,9798   0,9737      0,0061
38   69    21,5     462,25      2,15   0,9842   1,0000      0,0158




                                                                    91
           Dari tabel diatas, diperoleh nilai hitung Lhitung terbesar = 0, 1250. besar

nilai kritis Ltabel pada N = 38 dan taraf nyata a = 0, 05 sebesar 0, 1438 ( lihat Tabel

Nilai Kritis L untuk uji Lilliefors ). Karena Lhitung = 0, 1250 lebih kecil daripada

Ltabel = 0, 1438, maka distribusi data skor prates ( X ) adalah normal.




                                                                                    92
                        Tabel 28
            Uji Normalitas Lilliefors Tes Akhir

No   Xi   Xi - X   (Xi - X)2     Zi     F(Zi)      S(Zi )   F(Zi)-S(Zi)
 1   50   -18,63    347,08     -2,12   0,0174     0,0263      0,0089
 2   52   -16,63    276,56     -1,89   0,0294     0,0526      0,0232
 3   52   -16,63    276,56     -1,89   0,0294     0,0789      0,0495
 4   56   -12,63    159,52     -1,44   0,0749     0,1053      0,0304
 5   60    -8,63     74,48     -0,98   0,1635     0,1316      0,0319
 6   60    -8,63     74,48     -0,98   0,1635     0,1579      0,0056
 7   60    -8,63     74,48     -0,98   0,1635     0,1842      0,0207
 8   62    -6,63     43,96     -0,75   0,2266     0,2105      0,0161
 9   62    -6,63     43,96     -0,75   0,2266     0,2368      0,0102
10   62    -6,63     43,96     -0,75   0,2266     0,2632      0,0366
11   64    -4,63     21,44     -0,53   0,2981     0,2895      0,0086
12   65    -3,63     13,18     -0,41   0,3409     0,3158      0,0251
13   65    -3,63     13,18     -0,41   0,3409     0,3421      0,0012
14   65    -3,63     13,18     -0,41   0,3409     0,3684      0,0275
15   66    -2,63     6,92      -0,30   0,3821     0,3947      0,0126
16   66    -2,63     6,92      -0,30   0,3821     0,4211      0,0390
17   68    -0,63     0,40      -0,07   0,4721     0,4474      0,0247
18   69     0,37     0,14       0,04   0,5160     0,4737      0,0423
19   69     0,37     0,14       0,04   0,5160     0,5000      0,0160
20   69     0,37     0,14       0,04   0,5160     0,5263      0,0103
21   70     1,37     1,88       0,16   0,5636     0,5526      0,0110
22   71     2,37     5,62       0,27   0,6064     0,5789      0,0275
23   71     2,37     5,62       0,27   0,6064     0,6053      0,0011
24   71     2,37     5,62       0,27   0,6064     0,6316      0,0252
25   71     2,37     5,62       0,27   0,6064     0,6579      0,0515
26   71     2,37     5,62       0,27   0,6064     0,6842      0,0778
27   72     3,37     11,36      0,38   0,6480     0,7105      0,0625
28   74     5,37     28,84      0,61   0,7291     0,7368      0,0077
29   74     5,37     28,84      0,61   0,7291     0,7632      0,0341
30   75     6,37     40,58      0,72   0,7673     0,7895      0,0222
31   78     9,37     87,80      1,07   0,8577     0,8158      0,0419
32   78     9,37     87,80      1,07   0,8577     0,8421      0,0156
33   79    10,37    107,54      1,18   0,8810     0,8684      0,0126
34   79    10,37    107,54      1,18   0,8810     0,8947      0,0137
35   81    12,37    153,02      1,41   0,9207     0,9211      0,0004
36   82    13,37    178,76      1,52   0,9357     0,9474      0,0117
37   83    14,37    206,50      1,63   0,9484     0,9737      0,0253
38   86    17,37    301,72      1,98   0,9761     1,0000      0,0239




                                                                      93
              Dari tabel diatas, diperoleh nilai Lhitung terbesar = 1, 0778. besar

   nilai kritis Ltabel pada N = 38 dan taraf nyata a = 0, 005 sebesar 0, 1438 (

   lihat Tabel Nilai Kritis L untuk uji Lilliefors ). Karena Lhitung = 0, 0778

   lebih kecil dari pada Ltabel = 0,1438, maka distribusi data skor pascates

   ( X ) adalah normal.


2. Uji Signifikansi perbedaan Rata – Rata Pertambahan ( Gain ) Tes

   Awal dan Tes Akhir


              Untuk membandingkan hasil perubahan atau peningkatan

   kemampuan siswa antara sebelum dan sesudah penerapan metoda karya

   wisata, maka dilakukan uji signifikansi perbedaan rata – rata pertambahan

   tes awal dan tes akhir, yang akan diuraikan di bawah ini.




                                                                               94
                 Tabel 29
  Deskripsi Data Tes Awal dan Tes Akhir
 No.           Skor              Gain ( d )
Subjek   Tes Awal Tes Akhir   Y-X          d2
  1         38       60        22         484
  2         69       86        17         289
  3         42       65        23         529
  4         42       64        22         484
  5         43       69        26         676
  6         42       62        10         100
  7         49       75        26         676
  8         44       60        16         256
  9         47       71        24         576
  10        43       66        23         529
  11        58       65        7           49
  12        34       74        40        1600
  13        44       82        38        1444
  14        35       62        27         729
  15        46       71        25         625
  16        48       69        21         441
  17        50       60        10         100
  18        37       65        28         784
  19        68       79        11         121
  20        41       62        21         441
  21        62       83        21         441
  22        61       78        17         289
  23        56       81        25         625
  24        58       62        4           16
  25        31       52        21         441
  26        41       71        30         900
  27        55       68        13         169
  28        36       56        20         400
  29        52       74        22         484
  30        51       71        20         400
  31        45       50        5           25
  32        46       78        33        1089
  33        63       69        6           36
  34        33       72        39        1521
  35        38       70        32        1024
  36        43       79        36        1296
  37        51       66        15         225
  38        64       71        7           49
                             803       20363




                                                95
a. Md =
          d
           n


          803
      =
          38


      = 21, 1


                     Md
  t   =
                  d
            d  n
                               2
                 2



                      nn  1


                     21,1
      =
           20363 
                           21,12
                             38
                          38(38  1)


               21,1
      =
           20363  11,72
              1406


           21,1
      =
           14 ,47


          21,1
      =
          3,80


      = 5,55




                                       96
   b. dk = n – 1


          = 38 – 1


          = 37


   c. Menentukan ttabel


                    Dengan taraf signifikansi (a ) = 5 % pada taraf kepercayaan

      95 % = ttabel = t (1- a ) (db) = t (0,95) (37) diperoleh ttabel =1, 70.


                    Dengan demikian, thitung  ttabel yaitu 5, 55  1, 70. Maka

      terdapat perbedaan yang signifikan antara skor tes awal dan tes akhir.

      Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perubahan atau

      peningkatan dalam hasil belajar siswa setelah menggunakan metoda karya

      wisata.




F. Pembuktian Hipotesis


                  Hipotesis pertama yang penulis ajukan adalah metoda karya

   wisata dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa,

   terbukti pembuktian tersebut dapat dilihat dari perbedaan skor siswa antara

   hasil prates dan pascates ( gain ). Selain itu, pembuktian tersebut diperoleh

   berdasarkan hasil analisis angket.




                                                                                97
                Hipotesis kedua yang menyatakan terdapat perbedaan yang

   signifikan dalam hasil belajar siswa antara sebeum dan sesudah pelaksanaan

   keterampilan menulis karangan deskripsi dengan dengan menerapkan metoda

   karya wisata, terbukti pembuktian tersebut berdasarkan kriteria pengujian jika

   thitung  ttabel. Maka Ho ditolak. Dari perhitungan diketahui thitung = 5, 55 dan

   ttabel = 1, 70 untuk taraf signifikasi 0, 05 ( taraf kepercayaan 95 % ) dengan dk

   = 37


                Berdasarkan kriteria di atas, disimpulkan thitung ( 5, 55 )  ttabel

   (1, 70 ), artinya HO ditolak. Dengan kata lain, pembelajaran menulis karangan

   deskripsi dengan menggunakan metoda karya wisata secara signifikan,

   sehingga hipotesis kedua yang digunkan penulis yaitu “ terdapat perbedaan

   yang signifikan dalam hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah

   pelaksanaan keterampilan menulis karangan deskripsi dengan menerapkan

   metoda karya wisata” dapat diterima secara signifikan.


G. Pembahasan Hasil Penelitian


                Siswa secara keseluruhan sudah mampu membuat karangan

   deskripsi yang mengandung ciri – ciri deskripsi didalamnya. Namun ada

   beberapa siswa yang masih kurang dari segi kebahasaan. Walupun demikian,

   keefektifan metoda karya wisata tampak dari nilai rata – rata yang diperoleh

   siswa kelas 1 – D SMP Negeri 1 Cileles pada saat tes menulis awal dan tes

   menulis akhir. Skor rata – rata yang diperoleh siswa pada tes awal ( prates )

   sebesar 47, 5 sedangkan pada tes akhir ( pascates ) sebesar 68, 63.




                                                                                 98
             Peningkatan nilai kemampuan siswa dalam menulis karangan

deskripsi dapat dilihat berdasarkan kriteria. Diantaranya yaitu, kriteria

penggunaan     bahasa,   penggunaan      deskripsi,   pelukisan    objek,   dan

pengembangan paragraf pada saat tes awal, latihan, dan pelaksanaan tes akhir.

Dalam pelaksanaan tes awal, kemampuan siswa dari penggunaan bahasa

masih kurang. Siswa kurang mampu menyusun sebuah kalimat efektif, pilihan

kata yang digunakan kurang tepat, dan banyak terdapat kesalahan ejaan.

Demikian halnya dengan penggunaan deskripsi, siswa tidak memperhatikan

syarat – syarat apa saja dalam sebuah karangan deskripsi. Sehingga banyak isi

karangan siswa berisi informasi mengenai keadaan suatu objek secara netral

tanpa berusaha memancing imajinasi pembacanya. Dari segi pelukisan objek,

siswa kurang menggambarkan objek karangannya secara rinci atau detail.

Gambaran mengenai objek hanya disajikan secara umum. Dari segi

pengembangan paragraf, siswa masih terlihat bingung untuk mengembangkan

kalimat topik dengan kalimat – kalimat penjelas. Hal ini terbukti dalam

karangan siswa masih ada dalam satu paragraf terdapat lebih dari satu kalimat.


             Dalam pelatihan, diperoleh data dari segi penggunaan bahasa

mulai ada peningkatan. Kalimat – kalimat yang digunakan sudah cukup

efektif. Dari segi ejaan sudah jarang terlihat adanya kesalahan dan pilihan kata

yang digunakn cukup tepat menggambarkan objek karangannya. Dilihat dari

segi penggunaan deskripsi, siswa sudah mulai mengetahui syarat – syarat apa

saja yang harus dipenuhi oleh sebuah karangan deskripsi. Dari segi pelukisan

objek, siswa sudah dapat mengambarkan objek karangannya dengan rinci




                                                                             99
Selain itu, pengembangan paragraf pun mulai terlihat cukup bagus, teratur,

dan berkesinambungan.


              Dalam pelaksanaan tes akhir, tampak dari segi penggunaan

bahasa ada peningkatan walaupun ada beberapa karangan siswa yang masih

terdapat kesalahan – kesalahan karena kurang hati – hati. Dilihat dari segi ini,

kalimat – kalimat yang digunakan cukup epektif, pilihan kata cukup tepat

sehingga mendukung penggambaran sebuah objek karangan, namun dari segi

ejaan terdapat kesalahan. Dari segi penggunaan deskripsi. Siswa sudah dapat

mengarang dengan lebih memperhatikan syarat – syarat dalam suatu karangan

deskripsi. Selain itu, dalam pelukisan objek siswa sudah mampu

menggambarkan      suatu   secara   rinci   dan   sistematis   sehingga   dalam

pengembangan paragrafnya cukup lengkap. Dengan menggunakan teknik ini,

siswa dalam mengelusrkan ide – idenya terlihat lebih mudah, padu, dan

sistematis.


              Berdasarkan hal tesebut, penulis menganggap bahwa pelaksanaan

uji coba penggunaan metoda karya wisata dalam mengajarkan keterampilan

menulis karangan bersama dalam mengajarkan keterampilan menulis karangan

deskripsi pada siswa kelas I SMP Negeri 1 Cileles berhasil dengan baik dan

uji coba ini dapat dijadikan alternatif dalam mengajarkan ketermpilan menulis

karangan deskripsi pada siswa SMP.




                                                                            100
                                      BAB V

                           SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

          Berdasarkan kajian      teoritis, hasil pengolahan data, dan pengujian

  hipotesis dalam penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai

  berikut.

          Dari hasil penelitian data berupa hasil kemampuan menulis karangan

  deskripsi dengan menggunakan teknik karangan              bersama diperoleh data

  berupa skor rata – rata pada prates sebesar 47, 5 dan pascates sebesar 68, 63

  hasil perhitungan uji signifikan diperoleh harga thitung ( 5, 55 )  ttabel ( 1, 70 )

  pada taraf kepercayaan 95 %. Ini berarti bahwa hipotesis yang berbunyi “

  metoda karya wisata dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan

  deskripsi siswa dan terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar antara

  sebelum dan sesudah pelaksanaan keterampilan menulis karangan deskripsi

  dengan menerapkan metoda karya wisata “ keduannya dapat diterima.

          Dari perhitungan skor rata – rata menulis karangan deskripsi dengan

  menggunakan metoda karya wisata adalah 68, 63 dan yang tidak

  menggunakan metoda karya wisata adalah 47, 5 . Hasil tersebut menunjukan

  bahwa bahwa metoda karya wisata dapat meningkatkan kemampuan siswa

  dalam menulis karangan deskripsi.

          Dari hasil pengisian angket diketahui bahwa metoda karya wisata

  dapat mendorong aktivitas siswa dalam menulis karangan deskripsi. Dengan

  teknik ini siswa merasa terbantu untuk menuangkan dan mengarahkan




                                                                                  101
  gagasan. Ketika mengarang. Hal ini terbukti dari jawaban angket sebesar 78,

  95 %. Selai itu 100 % siswa menjadi lebih tahu dan mengerti mengenai

  langkah – langkah penyusunan karangan deskripsi dan 86, 84 % siswa

  menjadi lebih mudah dalam melukiskan objek secara rinci. 76, 32 % siswa

  berpendapat bahwa metoda karya wisata untuk mengarang karangan deskripsi.

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metoda karya wisata dapat

  membantu menuangkan, mengarahkan, dan mendorong aktivitas siswa dalam

  pembelajaran menulis karangan deskripsi.



B. Saran

           Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang harus

  dimiliki oleh siswa. Dengan menulis, seseorang dapat mengungkapkan pikiran

  dan gagasannya untuk mencapai maksud dan tujuan. Cara yang paling tepat

  agar siswa terampil menulis, yaitu dengan latihan atau praktik yang terus

  menerus. Berkaitan dengan hal tersebut, penulis sarankan kepada para guru

  untuk memberikan latihan yang cukup        dan terus menerus agar siswa lebih

  mahir dan mempunyai kemampuan menulis dengan baik.

           Selain itu, untuk menghindari kejenuhan, para guru harus selalu

  menanamkan motivasi dan gairah dalam menulis         kepada siswa. Salah satu

  cara yang ditempuh, yaitu para guru senantiasa memberikan teknik

  pembelajaran menulis yang bervariasi. Dengan demikian, dapat menimbulkan

  gairah dan semangat belajar serta menghilangkan anggapan kepada siswa

  bahwa pelajaran menulis membosankan. Hal ini akan sangat membantu dalam




                                                                           102
pencapaian kemampuan menulis, disamping pemberian teori menulis yang

harus diperlukan sebagai penunjang terhadap kemampuan menulis.

       Khususnya dalam pembelajaran menulis, penulis menyarankan kepada

pengajar agar memanfaatkan metoda karya wisata untuk menumbuhkan minat

siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis. Hal ini terlihat dari hasil

pengisian angket, umumnya siswa merasa terdorong untuk dapat terampil

menulis.




                                                                   103
                              DAFTAR PUSTAKA

Akhadiah, S. (1996). Menulis. Jakarta : Depdikbud.

Arikunto, S. (1997). Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Depdikbud. (1994). Kurikulum SLTP 1994 GBPP Bahasa dan Sastera Indonesia.
         Jakarta Depdikbud

Hidayat, K. (1999). Perencanaan Pengajaran Bahasa Indonesia. Bandung
          Trimitra Mandiri

Hidayat, K . dan Iim Rahmina. (1991). Perencanaan Pengajaran Bahasa
          Indonesia. Bandung : Binacipta

Hidayat, K. Jahir Burhan, dan Undang Misdan. (1990). Strategi Belajar Mengajar
          Bahasa Indonesia. Bandung : Binacipta.

Ibrahim, R. dan Nana Syaodiah S. (1991). Perencanaan Pengajaran. Jakarta :
           Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Keraf, G. (1982). Eksposisi dan Deskripsi. Flores : Nusa Indah.

Keraf, G. (1980). Komposisi. Flores : Nusa Indah.

Nurgianto. B. (1995). Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.
           Yogyakarta : BPEE

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1986). KBBI. Jakarta Balai
          Pustaka.

Roestiyah. N.K. (1998). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Ribeka Cipta.

Rusyana, Y. (1986). Keterampilan Menulis. Modul 1 s.d 6 Universitas Terbuka.
          Jakarta : Karunika.

Sapani, S. Yeti Mulyati, dan Nunny Sulistianty Idris. (1997). Teori Pembelajaran
           Bahasa. Jakarta : Depdikbud

Semi, M.A (1995). Dasar – Dasar Keterampilan Menulis. Bandung : Mugantara.

Subana, H.M (2001). Dasar – Dasar Penelitian Ilmiah. Bandung CV. Pustaka
          Setia.

Sudjana, N. dan Ibrahim. (2001). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung:
          Sinar Baru Algesindo.




                                                                             104
Sudjana, M.A. (1996). Metode Statistika. Bandung : Tarsito.

Suhendar, M.E. Pien Supinah, dan Yoce Aliah. (1997). Pembinaan dan
          Pengembangan Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdikbud.

Suriamiharja, A.(1996). Petunjuk Praktis Menulis. Bandung : Jakarta :
          Depdikbud.

Sutari, I. (1997). Dasar – Dasar Kemampuan Menulis. Bandung : FPBS IKIP
             Bandung.

Tarigan, D. (1981). Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan
           Pengembangannya. Bandung : Angkasa.

Tarigan, D. dan H. G. Tarigan. (1986). Teknik Pengajaran Keterampilan
           Berbahasa. Bandung : Angkasa.

Tarigan, H. G. (1994). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
           Bandung: Angkasa

Wirasasmita, S. (1988). Lembar Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung :
          Lembaga Penelitian IKIP.




                                                                          105
                   PROGRAM SATUAN PELAJARAN

       MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

                    Sekolah/ Kelas         : SMP Negeri 1 Cileles

                    Semester               : II

                    Tema                   : Lingkungan Sekolah

                    Subtema                : Menulis Karangan Deskripsi

                    Alokasi Waktu          : 8 x 40 menit



I. Tujuan Pembelajaran

   A. Tujuan Pembelajaran Umum

                 Siswa mampu mengungkapkan peristiwa, gagasan, pendapat

      tentang berbagai hal dalam berbagai bentuk dengan memperhatikan

      penggunaan tanda baca, ejaan, pilihan kata, keefektifan kalimat, dan

      kepaduan paragraf.

   B. Tujuan Pembelajaran Khusus

       Setelah mengikuti kegiatan belajar, siswa dapat…

      1. Menjelaskan pengertian pengertian deskripsi dengan benar;

      2. Menyebutkan ciri – ciri karangan deskripsi dengan benar;

      3. Menjelaskan jenis – jenis deskripsi dengan benar;

      4. Membuat karangan deskripsi dengan baik.

II. Materi Pembelajaran

   A. Pengertian Karangan Deskripsi

      Berikut ini adalah pengertian karangan deskripsi menurut para ahli




                                                                           106
   1. Deskripsi atau pemerian merupakan suatu bentuk tulisan menurut ahli.

   2. Deskripsi ialah tulisan yang tujuannya untuk memberikan rincian atau

       detail tentang objek sehingga dapat memberi pengaruh pada emosi dan

       menciptakan    imajinasi     pembaca   bagaikan   pembaca     melihat,

       mendengar, atau merasakan langsung apa yang disampaikan penulis

       ( Atar Semi, 1995:74 ).

B. Ciri – Ciri Karangan Deskripsi

   1. Mengambarkan atau melukiskan objek.

   2. Berisi rincian – rincian objek.

   3. Menyangkut objek yang dapat diindera atau dirasakan

   4. Bersifat mempengaruhi emosi dan membentuk imajinasi pembaca.

C. Jenis – jenis Karangan Deskripsi

   1. Deskripsi faktual adalah jenis deskripsi yang menggambarkan suatu

       objek seperti keadaan objek yang sebenarnya atau berdasarkan

       kenyataan.

       Deskaripsi rekaan adalah jenis deskripsi yang menggambarkan suatu

       objek berdasarkan tanggapan, perasaan, atau khayal penulis.

D. Pengertian Teknik Karangan

   Metoda karya wisata adalah suatu model pengajaran mengarang dengan

   cara menyusun karangan bersama.

E. Langkah – langkah Metoda karya wisata

   1. Melakukan pengamatan secara cermat terhadap objek karangan

   2. Siswa menuliskan sebuah kalimat mengenai hasil penngamatannya




                                                                         107
      3. Guru bersama siswa memperbaiki kalimat – kalimat yang salah

      4. Menyusun urutan kalimat dan menentukan kalimat topiknya.

      5. Menyusun kalimat – kalimat           tesebut menjadi sebuah kalimat

          karangan.



III. Kegiatan Belajar Mengajar

      A. Pendekatan : Komunikatif, intergatif, CBSA, dan keterampilan proses.

      B. Teknik : ceramah, tanya jawab, penugasan, dan metoda karya wisata.

      C. Langkah – langkah kegiatan belajar mengajar

                                                                       Tugas
 No    Pertemuan      Materi              Uraian               Waktu
                                                                       I    K
 1.   1,2,3,4                  A. Awal                          5‟
                               1. Memberi salam
                               2. Memberi kehadiran
                               3. Mengatur dan mengondisi
                                 kelas
                               4. Menanyakan materi yang
                                 akan diajarkan
                               5. Menjajaki materi yang
                                 pernah diajarkan




                               B. Inti                          45‟    
 2.   1                        1. Siswa melaksanakan tes
                                   awal, yaitu menulis
                                   karangan deskripsi dengan
                                   tema lingkungan sekolah.




                                                                           108
        2. Siswa mengisi angket         5‟    
           awal yang telah
           dipersiapkan.
        3. Siswa meyimak                15‟
           penjelasan dari guru
           mengenai pengertian
           karangan deskripsi, ciri –
           ciri, dan jenis – jenis
           karangan deskripsi
        4. Salah seorang siswa          5‟
           diminta membacakan
           sebuah wacana deskripsi,
           sedangkan siswa lainnya
           menyimak.
3   2   1. Siswa menyimak               15‟
           pengertian metoda karya
           wisata dan cara
           mengarang deskripsi
           dengan menggunakan
           metoda karya wisata.
        2. Guru membagi siswa           3‟
           menjadi 9 kelompok,
           masing – masing
           berjumlah 4 – 5 orang.
        3. Seluruh kelompok             5‟        
           mengamati kelas mereka
        4. Setiap kelompok membuat      10‟       
           dua kalimat tentang
           keadaan kelas mereka.
           Kalimat – kalimat yang
           dibuat oleh setiap




                                                  109
           kelompok dituliskan di
           papan tulis.
        5. Siswa bersama guru            35‟
           memperbaiki kalimat –
           kalimat yang salah.
           Kemudian menyusun
           urutan kalimat dan
           menambahkan kalimat
           topik yang relevan.
           Setelah itu, kalimat topik
           dikembangkan
           berdasarkan kalimat –
           kalimat yang telah disusun
           oleh siswa menjadi sebuah
           karangan deskripsi
           keadaan kelas.
        6. Satu orang siswa              2‟
           membacakan karangan
           deskripsi tersebut di depan
           kelas.


4   3   1. Guru membagi siswa            5‟
           menjadi 4 kelompok,
           masing – masing
           berjumlah 9-10 orang
           siswa.                                  
        2. Kelompok tersebut             5‟
           mengamati taman sekolah
        3. Setiap anggota kelompok             
           masing – masing membuat
           satu kalimat tentang




                                                   110
   keadaaan taman .
4. Setiap kelompok              45‟       
   berdiskusi memperbaiki
   kalimat – kalimat yang
   salah. Kemudian urutan
   kalimat dan menambahkan
   kalimat topik yang
   relevan. Setelah itu,
   kalimat topik
   dikembangkan
   berdasarkan kalimat –
   kalimat yang telah disusun
   oleh anggota
   kelompoknya menjadi
   sebuah karangan deskripsi
   taman sekolah.               5‟        
5. Setiap kelompok
   membacakan hasil
   karangan deskripsi
   tersebut.                    10‟
6. Guru dan siswa
   menanggapi dan
   memperbaiki kesalahan
   hasil pekerjaan masing –
   masing hasil kelompok
   tersebut.
7. Setiap kelompok
   menyerahkan hasil
   karangan deskripsi kepada
   guru.                        45‟   
1. Siswa melaksanakan tes




                                          111
                                akhir, yaitu menulis
                                karangan deskripsi dengan
                                tema lingkungan sekolah.        25‟
                             2. Siswa mengisi angket                  
                                akhir yang telah
                                dipersiapkan.


                             C. Akhir                           3‟
                             1. Guru dan siswa
                                menyimpulkan hasil
                                pembelajaran.                   2‟
                             2. Menginformasikan materi
                                pada pertemuan
                                selanjutnya.




IV. Alat/ Sarna dan Sumber Pembelajaran

   A. Alat Pembelajaan

      1. Lembar peraga yang berisi materi karangan deskripsi.

      2. Wacana deskripsi berjudul “ Prapat “

   B. Sumber Pembelajaran

      1. Buku Paket Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia, untuk kelas I

      2. Eksposisi dan Deskripsi, karangan Gorys Keraf.

      3. Dasar – dasar Keterampilan Menulis, karangan Atar Semi.




                                                                           112
V. Penilaian


   A. Prosedur       : tes awal ( prates ) dan tes akhir ( pascates )


   B. Jenis          : tes tertulis


   C. Bentuk         : tes mengarang


   D. alat Evaluasi : tes mengarang, berupa menulis karangan deskripsi dengan

               tema Lingkungan Sekolah.




                                                                         113
                                 LEMBAR TES



                      Mata Pelajaran        : Bahasa dan Sastra Indonesia

                      Sekolah/ Kelas        : SMP/ I

                      Semester              : II

                      Waktu                 : 45 menit



Buatlah sebuah karangan deskripsi dengan ketentuan sebagai berikut ini !

1. Tema Lingkungan Sekolah.

2. Objek yang akan dideskripsikan yang terdapat di lingkungan sekolah.

3. Panjang karangan minimal 3 paragraf.

4. Aspek yang dinilai :

   a. bahasa karangan;

   b. isi karangan; dan

   c. teknik karangan.




                                                                            114
                         Daftar Sampel
   Kelas I – D SMP Negeri 1 Cileles Tahun Pelajaran 2004 – 2005
No                        Nama Siswa                           L/ P
 1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38




                                                                  115

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3059
posted:8/25/2010
language:Indonesian
pages:115