IMPLEMENTASI JARINGAN KOMUNIKASI LAYER 1 PADA PERGURUAN TINGGI RAHARJA
Ir. Untung Rahardja Henderi, S. Kom
ABSTRAKSI
LAN atau Local Area Network adalah jaringan infrastruktur yang vital digunakan sebagai backbone komunikasi sebuah organisasi. Sebagian besar instalasi LAN tidak memahami betul kinerja sebenarnya dari LAN tersebut. Kajian jurnal ini mengambil studi kasus pada Perguruan Tinggi Raharja dan akan membahas khususnya jaringan komunikasi pada Layer 1 atau physical layer dengan memperhatikan unsur efisiensi dan kinerja.
PENDAHULUAN DAN LATAR BELAKANG
Jaringan komunikasi di Perguruan Tinggi Raharja (PT Raharja) telah ada sejak awal sepuluh tahun berdirinya sebagai lembaga kursus komputer hingga menjadi Perguruan Tinggi di Tangerang. Tantangannya adalah bagaimana menerapkan implementasi jaringan komunikasi yang benar dan efisien di Perguruan Tinggi Raharja, terutama pada Layer 1 atau physical layer. Pengertian Layer 1 adalah lapisan dasar jaringan komunikasi pada OSI (Open Systems Interconnection) network reference model. Artinya, dalam mengoptimalkan jaringan komunikasi, seorang network spesialis harus bisa memperhatikan dan mengkaji lapisan 1 hingga lapisan 7 dari OSI model. Tapi Kajia n jurnal ini hanya dibatasi pada Lapisan 1 OSI Model. Terlampir adalah gambar OSI Model.
Physical Layer atau lapisan 1 dari OSI Model bertanggung jawab atas menghubungkan, mempertahankan, dan memutuskan hubungan fisik antar kedua alat komunikasi. Lapisan 1 mengirim data dalam bentuk bit 0 dan bit 1, dan tidak ada fungsi pengenalan data pada lapisan ini. Lapisan 1 memperhatikan unsur electrical dan mechanical pada transmisi data. Lapisan 1 yang menentukan media apa yang digunakan sebagai alat penghubung dan bagaimana pemasangannya atau instalasinya secara fisi . k Diantaranya media komunikasi yang tersedia saat ini adalah Not Twisted Pair (NTP), Unshielded Twisted Pair (UTP), Shielded Twisted Pair (STP), Coaxial Cable, Fiber-Optic Cable dan sebagainya. Yang paling banyak digunakan dan juga digunakan oleh PT Raharja adalah media UTP. Media UTP memilik beberapa category seperti digambarkan pada tabel berikut ini. Di Perguruan Tinggi Raharja telah sejak lama menggunakan kombinasi antara Cat 5 UTP dan Cat 5e UTP. Cat 5 UTP memiliki kecanggihan dan kecepatan komunikasi 100Mbps, yaitu sepuluh kali lipat dibandingkan Cat 4 UTP. Karena peralatan pendukung yang tersedia di PT Raharja untuk lapisan 2 dan lapisan 3 memiliki minimum transmisi 10 Mbps dan maximum transmisi 100 Mbps, untuk itu terlihat nyata bahwa kita tidak perlu ada perombakan total media ini. Support 100 Mbps, bahkan dapat maximal 200 Mbps duplex mode, sudah cukup untuk keperluan jaringan komunikasi di Perguruan Tinggi Raharja untuk paling sedikit 5 tahun mendatang. Namun apa permasalahannya? PERMASALAHAN Setelah diinventariskan, masalah yang sering terjadi adalah sebagai berikut: 1. Sering terjadinya putus sambung jaringan sehingga aktifitas yang sedang berjalan pada saat itu terputus, yang biasanya harus dilakukan booting ulang atau download ulang aktivitas yang sedang di jalankan.
2. Sering terjadinya LAN yang sebelumnya jalan menjadi tidak jalan dan menuntut penanganan puskom yang biasanya memerlukan penanganan beberapa hari. 3. Telah terjadi bottleneck pada saat Raharja mulai mengarah ke Web-based Information System yang kita sebut dengan Cyber-Raharja. 4. Telah terjadi hambatan komunikasi yang tidak konsisten dari berbagai bagian. Selain harus memperhatikan lapisan 2 dan lapisan 3 dari jaringan yang biasanya menjadi tanggung jawab bagian puskom, juga perlu diperhatikan lapisan 1 dari jaringan yang biasanya menjadi tanggung jawab bagian operasi. Lapisan 2 dan lapisan 3 telah dibahas pada jurnal sebelumnya dan jurnal ini akan melihat apa saja yang harus diperhatikan untuk lapisan 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Problem utama yang terjadi pada lapisan 1 atau physical layer adalah terjadinya degradasi signal. Ada 2 bentuk degradasi yaitu atenuasi dan crosstalk. Atenuasi adalah pengurangan kekuatan signal yang ditempuh oleh data terutama kalau jarak yang ditempuh cukup jauh. Crosstalk adalah gangguan signal yang terjadi pada data yang dibawa oleh media kabel oleh lingkungannya. Lingkungan ini bisa saja gangguan cuaca, gelombang electromagnet, dan sesama jaringan kabel yang ada disekitarnya. Pada saat alat yang kita miliki memiliki kecepatan 10 Mbps, gangguan ini tidak begitu terasa. Tetapi pada saat alat yang kita miliki memiliki kecepatan hingga duplex 200 Mbps, mulai terjadi banyak gangguan. Paket yang dikirim melalui jaringan sering kali salah atau hilang, dan benturan (collision) terus menerus terjadi. Dengan tidak serius memperhatikan hal ini, masalah makin memuncak pada saat jaringan tumbuh menjadi lebih besar, dan bisa terjadi lumpuh jaringan. Hal hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut: 1 Kabel yang dililit (twisted) tidak boleh dibuka lilitannya sampai panjangnya lebih dari 13mm. Kabel biasa dibuka lilitannya pada saat ingin dipasang connector yang dalam hal ini konektor rj45 untuk jaringan komputer dan rj11 untuk jaringan
telepon. 2 Kabel tidak boleh ditekuk lebih dari 90 derajat 3 Antara kabel tidak boleh diikat jadi satu terlalu ketat 4 Kabel tidak boleh terjepit. Ternyata hal seperti ini sering terjadi di Perguruan Tinggi Raharja, seperti yang digambarkan dibawah ini. Problem lainnya yang tidak kalah pentingnya, dan lebih menyangkut pada efisiensi biaya adalah penggunaan dan pemanfaatan kabel itu sendiri. Diasumsikan bahwa topology perangkat komputer yang ada di Perguruan Tinggi Raharja sudah dioptimalkan, bagaimana dengan topology yang sama kita bisa menghemat media kabel UTP ini. Untuk ini mari kita lihat gambar pertama dibawah ini: Diusulkan gambar baru Penghematan?? Untuk ini mari kita lihat gambar kedua dibawah ini: Diusulkan gambar baru Penghematan?? KESIMPULAN Dengan memperhatikan theory dan metode yang disajikan pada kajian ini, diyakinkan akan adanya unjuk kinerja yang lebih baik pada jaringan komunikasi Perguruan Tinggi Raharja, sekaligus menghemat secara substantial dari pengefisiensi pemakaian media kabel yang diusulkan. Diharapkan kajian ilmiah ini
dapat menambah pengertian jaringan pada umumnya, dan instalasi jaringan di PT Raharja pada khususnya, sehingga konsolidasi jaringan komunikasi dapat dijalankan dengan cara bertahap hingga menghasilkan infrastruktur jaringan yang kokoh dan dapat dihandalkan.
PUSTAKA KATA PT Raharja singkatan dari Perguruan Tinggi Raharja LAN singkatan dari Local Area Network UTP ( Unshielded Twisted Pair) Jalinan Kabel yang tidak dilindungi oleh kertas timah, hanya ditutupi semacam jaket, kabel ini merupakan kabel yang diberi warna sesuai kodenya. Biasanya digunakan untuk transfer data dan suara pada telpon dan komputer jaringan Topology Pengaturan antar hubungan atau konfigurasi dari node-node di suatu network. Konfigurasi ini dapat berupa point-to-point network. DAFTAR PUSTAKA 1. OSI Layer 2. Jack Febrian & Farida Andayani, Kamus Komputer dan Istilah teknologi Informasi, 2002, Informatika Bandung.