Docstoc

artikel kesehatan penjasorkes

Document Sample
artikel kesehatan penjasorkes Powered By Docstoc
					MAKALAH PENJASORKES




             Oleh:
      Ardhiansyah Baskara
          XII IPA 4/ 6




DINAS PENDIDIKAN KOTA MALANG
    SMA NEGERI 1 MALANG
         AGUSTUS 2010
   SOAL
1. Cari pengertian sehat, kesehatan, sakit dan penyakit. Masing-masing 4 (3 dari sumber dan
   satu dari pendapat sendiri) !
2. Sebutkan aspek-aspek yang mendukung terwujudnya kondisi yang sehat!
3. Sebutkan macam-macam jenis penyakit, 5 contoh. Masing-masing contoh disertai
   bagaimana terjadinya, cara pencegahan dan cara mengobati!
4. Sebutkan aktivitas atau kegiatan-kegiatan pola hidup sehat!


   JAWABAN
1. A. SEHAT
         Menurut WHO (World Health Organization) tahun 1947

             Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara
             fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau
             kelemahan.Definisi WHO tentang sehat mempunyui karakteristik berikut yang
             dapat meningkatkan konsep sehat yang positif (Edelman dan Mandle. 1994):
             1. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.
             2. Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal.
             3. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

           Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

             Sehat adalah keadaan baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dari rasa
             sakit); waras.

           Menurut Istilah Keperawatan

        a. Menurut Pender (1982), Sehat adalah perwujudan individu yang diperoleh melalui
           kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain (Aktualisasi). Perilaku yang sesuai
           dengan tujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesesuaian diperlukan
           untuk mempertahankan stabilitas dan integritas struktural.
        b. Menurut Paune (1983), Sehat adalah fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan
           diri (self care Resources) yang menjamin tindakan untuk perawatan diri ( self care
           Actions) secara adekual.
           Self care Resources : mencangkup pengetahuan, keterampilan dan sikap.
           Self care Actions : Perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk
           memperoleh, mempertahankan dan menigkatkan fungsi psikologi dan spiritual.

           Menurut Pribadi Saya

            Sehat adalah keadaan yang diwujudkan dengan adanya jiwa dan raga yang tidak
            sakit, serta rohani dan mental yang bersih dan normal.

   B. KESEHATAN

           Menurut UU No.23/1992 pasal 1 tentang Kesehatan

            Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang
            memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini
           maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-
           unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian
           integral kesehatan.

          Menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960 Bab I Pasal 2

           Penyakit ialah yang meliputi kesehatan badan, rohani (mental) dan sosial, dan
           bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.

          Menurut Sumber (http://www.afand.cybermq.com/post/detail/2456/pengertian-
           sehat)

           Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau
           tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ
           tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

          Menurut Pribadi Saya

           Kesehatan adalah keadaan yang memperlihatkan secara menyeluruh keadaan
           seseorang dalam keadaan yang benar-benar baik. Kesehatan dapat berupa
           kesehatan jasmani, rohani dan pikiran (mental).

C. SAKIT

          Menurut Istilah Keperawatan

           a. Menurut Pemons (1972), Sakit adalah gangguan dalam fungsi normal individu
              sebagai tatalitas termasuk keadaan organisme sebagai siste biologis dan
              penyesuaian sosialnya.
           b. Menurut Bauman (1965), Seseoang menggunakan 3 kriteria untuk menentukan
              apakah mereka sakit :

                Adanya gejala : Naiknya temperatur, nyeri.
                Persepsi tentang bagaimana mereka merasakan : baik, buruk, sakit.
                Kemampuan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari : bekerja , sekolah.

          Menurut Wikipedia

           Sakit adalah persepsi seseorang bila merasa kesehatannya terganggu

          Menurut sumber (http://pakidem.blogspot.com/2009/05/pengertian-sehat.html)

           Definisi sakit: seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun
           (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas
           kerja/kegiatannya terganggu.

          Menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik,
           yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh
           gangguan terhadap sistem tubuh manusia.
          Menurut Pribadi Saya
           Sakit adalah keadaan yang memperlihatkan berkurangnya fungsionalitas tubuh
           karena adanya gangguan kesehatan.

   D. PENYAKIT

          Menurut sumber (http://indonetasia.wordpress.com/2009/05/14/definisi-sehat-
           sakit/)

           Penyakit adalah istilah medis yang digambarkan sebagai gangguan dalam fungsi
           tubuh yang menghasilkan berkurangya kapasitas.

          Menurut Wikipedia

           Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan
           ketidak nyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang dipengaruhinya.

          Menurut Sumber (http://lukas21.wordpress.com/pengertian-penyakit/)

           Penyakit adalah keadaan tidak normal pada badan atau minda yang menyebabkan
           ketidakselesaan, disfungsi, atau tekanan/stres kepada orang yang terbabit atau
           berhubung rapat dengannya.

          Menurut Pribadi Saya

           Penyakit adalah sesuatu yang menyebabkan keadaan tubuh berubah atau menurun
           kenormalannya, sehingga menyebabkan berkurangnya fungsionalitas organ-organ
           tubuh yang terjangkiti.

2. Aspek-aspek yang mendukung terwujudnya kondisi yang sehat:

   Kesehatan memerlukan diet yang seimbang, tidur yang cukup, latihan
   secukupnya, dan memiliki jiwa yang sehat. Orang sehat memiliki sifat-
   sifat sebagai berikut:

    1. Berbadan yang kuat, memiliki kemampuan untuk dengan mudah
       menangani tekanan dari kehidupan sehari-hari tanpa mengalami
       stres, dan mampu untuk melakukan segala sesuatu yang
       dibutuhkan.
    2. Memiliki rasa optimis dengan sikap yang positif, kebersediaan
       untuk bertanggungjawab atas tindakan yang telah dilakukan,
       bersikap ketat terhadap diri sendiri namun lembut terhadap orang lain.
    3. Kemampuan untuk menangani berbagai keadaan yang bersifat darurat dan mampu
       untuk beradaptasi terhadap adanya perubahan.
    4. Kemampuan untuk bertahan terhadap cuaca dingin yang normal dan penyakit menular.
    5. Memiliki berat badan yang normal dan bentuk tubuh yang sebanding terhadap semua
       bagian dari tubuh ketika berada pada posisi berdiri yang layak.
    6. Mata bersinar, cekatan dalam bertindak, dan tanpa adanya iritasi
    7. Memiliki rambut yang bercahaya dengan sedikit atau tanpa adanya ketombe.
    8. Memiliki gigi yang bersih tanpa adanya gigi berlobang atau yang terasa sakit, dan
       dengan gusi yang sehat.
    9. Kondisi otot dan kulit yang elastis, bila berjalan dengan langkah yang gesit.
    10. Memiliki kemampuan untuk beristirahat dan tidur dengan baik.

3. Contoh-contoh penyakit

   a. Demam Berdarah Dengue (DBD)
       Definisi
         Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit
         demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang
         mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe
         virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda
         sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe
         (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia
         oleh nyamuk Aedes aegypti.
       Cara Penularan


                                          Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan
                                          nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus,
                                          sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya
                                          serangan penyakit DBD akan mungkin ada
                                          penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan
                                          wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.



          Pencegahan

            Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah.

            Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau
            mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-
            kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk
            mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap
            seminggu sekali, dan membuang hal - hal yang dapat mengakibatkan sarang
            nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.

            Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari
            penyakit demam berdarah, sebagai berikut:

             1. Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga,
                dan istirahat yang cukup;
             2. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal
                dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah yang dapat
                menampung air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi
                sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meski pun dalam hal mengubur
                barang-barang bekas tidak baik, karena dapat menyebabkan polusi tanah.
                Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaur-ulang;
             3. Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan
                bubuk abate akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk
                memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk;
         4. Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita
            mengalami demam atau panas tinggi

       Pengobatan
        Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien
        disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan.
        Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin
        diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan.
        Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Pengobatan
        alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok,
        namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik.

b. Tetanus
     Definisi
       Tetanus yang juga dikenal dengan lockjaw, merupakan penyakit yang disebakan
       oleh tetanospasmin, yaitu sejenis neurotoksin yang diproduksi oleh Clostridium
       tetani yang menginfeksi sistem urat saraf dan otot sehingga saraf dan otot menjadi
       kaku (rigid). Kitasato merupakan orang pertama yang berhasil mengisolasi
       organisme dari korban manusia yang terkena tetanus dan juga melaporkan bahwa
       toksinnya dapat dinetralisasi dengan antibodi yang spesifik. Kata tetanus diambil
       dari bahasa Yunani yaitu tetanos dari teinein yang berarti menegang. Penyakit ini
       adalah penyakit infeksi di saat spasme otot tonik dan hiperrefleksia menyebabkan
       trismus (lockjaw), spasme otot umum, melengkungnya punggung (opistotonus),
       spasme glotal, kejang, dan paralisis pernapasan.

       Cara Terjadinya
        Tetanus disebabkan neurotoksin (tetanospasmin) dari bakteri Gram positif anaerob,
        Clostridium tetani, dengan mula-mula 1 hingga 2 minggu setelah inokulasi bentuk
        spora ke dalam darah tubuh yang mengalami cedera (periode inkubasi). Penyakit ini
        merupakan 1 dari 4 penyakit penting yang manifestasi klinis utamanya adalah hasil
        dari pengaruh kekuatan eksotoksin (tetanus, gas ganggren, dipteri, botulisme).
        Tempat masuknya kuman penyakit ini bisa berupa luka yang dalam yang
        berhubungan dengan kerusakan jaringan lokal, tertanamnya benda asing atau
        sepsis dengan kontaminasi tanah, lecet yang dangkal dan kecil atau luka geser yang
        terkontaminasi tanah, trauma pada jari tangan atau jari kaki yang berhubungan
        dengan patah tulang jari dan luka pada pembedahan.
        Pada keadaan anaerobik, spora bakteri ini akan bergerminasi menjadi sel vegetatif.
        Selanjutnya, toksin akan diproduksi dan menyebar ke seluruh bagian tubuh melalui
        peredaran darah dan sistem limpa. Toksin tersebut akan beraktivitas pada tempat-
        tempat tertentu seperti pusat sistem saraf termasuk otak. Gejala klonis yang
        ditimbulakan dari toksin tersebut adalah dengan memblok pelepasan dari
        neurotransmiter sehingga terjadi kontraksi otot yang tidak terkontrol. Akibat dari
        tetanus adalah rigid paralysis (kehilangan kemampuan untuk bergerak) pada
        voluntary muscles (otot yang geraknya dapat dikontrol), sering disebut lockjaw
        karena biasanya pertama kali muncul pada otot rahang dan wajah. Kematian
        biasanya disebabkan oleh kegagalan pernafasan dan rasio kematian sangatlah
        tinggi.
        Pencegahan
         Mencegah tetanus melalui vaksinasi adalah jauh lebih baik daripada mengobatinya.
         Pada anak-anak, vaksin tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (difteri,
         pertusis, tetanus). Bagi yang sudah dewasa sebaiknya menerima booster.
         Pada seseorang yang memiliki luka, jika:

1. Telah menerima booster tetanus dalam waktu 5 tahun terakhir, tidak perlu menjalani
   vaksinasi lebih lanjut
2. Belum pernah menerima booster dalam waktu 5 tahun terakhir, segera diberikan vaksinasi
3. Belum pernah menjalani vaksinasi atau vaksinasinya tidak lengkap, diberikan suntikan
   immunoglobulin tetanus dan suntikan pertama dari vaksinasi 3 bulanan.

          Setiap luka (terutama luka tusukan yang dalam) harus dibersihkan secara seksama
          karena kotoran dan jaringan mati akan mempermudah pertumbuhan bakteri
          Clostridium tetani.

        Pengobatan
         Untuk menetralisir racun, diberikan immunoglobulin tetanus. Antibiotik tetrasiklin
         dan penisilin diberikan untuk mencegah pembentukan racun lebih lanjut, supaya
         raccun yang ada mati.
         Obat lainnya bisa diberikan untuk menenangkan penderita, mengendalikan kejang
         dan mengendurkan otot-otot. Penderita biasanya dirawat di rumah sakit dan
         ditempatkan dalam ruangan yang tenang. Untuk infeksi menengah sampai berat,
         mungkin perlu dipasang ventilator untuk membantu pernafasan.
         Makanan diberikan melalui infus atau selang nasogastrik. Untuk membuang
         kotoran, dipasang kateter. Penderita sebaiknya berbaring bergantian miring ke kiri
         atau ke kanan dan dipaksa untuk batuk guna mencegah terjadinya pneumonia.
         Untuk mengurangi nyeri diberikan kodein. Obat lainnya bisa diberikan untuk
         mengendalikan tekanan darah dan denyut jantung. Setelah sembuh, harus
         diberikan vaksinasi lengkap karena infeksi tetanus tidak memberikan kekebalan
         terhadap infeksi berikutnya.

 c. Cacar Air
      Definisi
        Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan
        oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen.

        Cara Terjadinya
         Waktu terekspos sampai kena penyakit dalam tempo 2 sampai 3 pekan. hal ini bisa
         ditandai dengan badan yang terasa panas.
         Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa
         lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang
         lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari
         kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali
         ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota
         gerak dan wajah.
         Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding
         tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk
         tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk
         keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit
        yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga
        beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
        Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk
        lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi
        bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi
        akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa
        atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.

       Pencegahan
        Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini
        dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai
        kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh.

       Pengobatan
        Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak
        menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami
        panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan
        "Asiklovir" berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa,
        yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5%
        yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari.
        Larutan "PK" sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga
        digunakan.
        Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas
        luka yang ditimbulkan dengan banyak mengkonsumsi air mineral untuk menetralisir
        ginjal setelah mengkonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang
        langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur.
        Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah
        buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra
        saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih
        lanjut.

d. Campak
     Definisi
      Penyakit Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang
      sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan
      selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena
      infeksi virus campak golongan Paramyxovirus.

       Cara Terjadinya
        Campak, rubeola, atau measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular
        atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kurang lebih 4 hari pertama sejak
        munculnya ruam. Campak disebabkan oleh paramiksovirus ( virus campak).
        Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan
        penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum
        gejala muncul.
        Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa: - Panas
        badan - nyeri tenggorokan - hidung meler ( Coryza ) - batuk ( Cough ) - Bercak Koplik
        - nyeri otot - mata merah ( conjuctivitis ).
        2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik).
        Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya
        gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar)
        maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di
        wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam
        waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan
        ruam di wajah mulai memudar.
        Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu
        tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita
        mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.
        Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa
        hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke
        tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

       Pencegahan
        Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin
        biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman
        (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan
        atas.
        Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam
        bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan
        pada usia 4-6 tahun.
        selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan
        makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.

       Pengobatan
        Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring.
        Untuk menurunkan demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Jika terjadi
        infeksi bakteri, diberikan antibiotik.

e. AIDS
    Definisi
       Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency
       Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom)
       yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus
       HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV,
       dan lain-lain).
       Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu
       virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus
       ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena
       tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju
       perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

       Cara Terjadinya
        AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah retrovirus yang
        biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+
        (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik. HIV merusak sel T CD4+ secara langsung
        dan tidak langsung, padahal sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh
        dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya
        menyusut hingga kurang dari 200 per mikroliter (µL) darah, maka kekebalan di
        tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut
        HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV
        awal, dan akhirnya AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di
        dalam darah serta adanya infeksi tertentu.
Tanpa terapi antiretrovirus, rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi
AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup setelah
mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Namun demikian, laju perkembangan
penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi, yaitu dari dua minggu sampai 20
tahun. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya ialah kekuatan tubuh
untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang
terinfeksi. Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada
orang yang lebih muda, sehingga lebih berisiko mengalami perkembangan penyakit
yang pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi
lainnya seperti tuberkulosis, juga dapat mempercepat perkembangan penyakit ini.
Warisan genetik orang yang terinfeksi juga memainkan peran penting. Sejumlah
orang kebal secara alami terhadap beberapa varian HIV. HIV memiliki beberapa
variasi genetik dan berbagai bentuk yang berbeda, yang akan menyebabkan laju
perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda pula. Terapi antiretrovirus yang
sangat aktif akan dapat memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS,
serta rata-rata waktu kemampuan penderita bertahan hidup.

Penularan seksual

Penularan (transmisi) HIV secara seksual terjadi ketika ada kontak antara sekresi
cairan vagina atau cairan preseminal seseorang dengan rektum, alat kelamin, atau
membran mukosa mulut pasangannya. Hubungan seksual reseptif tanpa pelindung
lebih berisiko daripada hubungan seksual insertif tanpa pelindung, dan risiko
hubungan seks anal lebih besar daripada risiko hubungan seks biasa dan seks oral.
Seks oral tidak berarti tak berisiko karena HIV dapat masuk melalui seks oral reseptif
maupun insertif. Kekerasan seksual secara umum meningkatkan risiko penularan HIV
karena pelindung umumnya tidak digunakan dan sering terjadi trauma fisik terhadap
rongga vagina yang memudahkan transmisi HIV.

Penyakit menular seksual meningkatkan risiko penularan HIV karena dapat
menyebabkan gangguan pertahanan jaringan epitel normal akibat adanya borok alat
kelamin, dan juga karena adanya penumpukan sel yang terinfeksi HIV (limfosit dan
makrofaga) pada semen dan sekresi vaginal. Penelitian epidemiologis dari Afrika
Sub-Sahara, Eropa, dan Amerika Utara menunjukkan bahwa terdapat sekitar empat
kali lebih besar risiko terinfeksi AIDS akibat adanya borok alat kelamin seperti yang
disebabkan oleh sifilis dan/atau chancroid. Resiko tersebut juga meningkat secara
nyata, walaupun lebih kecil, oleh adanya penyakit menular seksual seperti kencing
nanah, infeksi chlamydia, dan trikomoniasis yang menyebabkan pengumpulan lokal
limfosit dan makrofaga.

Transmisi HIV bergantung pada tingkat kemudahan penularan dari pengidap dan
kerentanan pasangan seksual yang belum terinfeksi. Kemudahan penularan
bervariasi pada berbagai tahap penyakit ini dan tidak konstan antarorang. Beban
virus plasma yang tidak dapat dideteksi tidak selalu berarti bahwa beban virus kecil
pada air mani atau sekresi alat kelamin. Setiap 10 kali penambahan jumlah RNA HIV
plasma darah sebanding dengan 81% peningkatan laju transmisi HIV.[36][37] Wanita
lebih rentan terhadap infeksi HIV-1 karena perubahan hormon, ekologi serta fisiologi
mikroba vaginal, dan kerentanan yang lebih besar terhadap penyakit seksual. Orang
yang terinfeksi dengan HIV masih dapat terinfeksi jenis virus lain yang lebih
mematikan.
    Kontaminasi patogen melalui darah

    Jalur penularan ini terutama berhubungan dengan pengguna obat suntik, penderita
    hemofilia, dan resipien transfusi darah dan produk darah. Berbagi dan menggunakan
    kembali jarum suntik (syringe) yang mengandung darah yang terkontaminasi oleh
    organisme biologis penyebab penyakit (patogen), tidak hanya merupakan risiko
    utama atas infeksi HIV, tetapi juga hepatitis B dan hepatitis C. Berbagi penggunaan
    jarum suntik merupakan penyebab sepertiga dari semua infeksi baru HIV dan 50%
    infeksi hepatitis C di Amerika Utara, Republik Rakyat Cina, dan Eropa Timur. Resiko
    terinfeksi dengan HIV dari satu tusukan dengan jarum yang digunakan orang yang
    terinfeksi HIV diduga sekitar 1 banding 150. Post-exposure prophylaxis dengan obat
    anti-HIV dapat lebih jauh mengurangi risiko itu. Pekerja fasilitas kesehatan (perawat,
    pekerja laboratorium, dokter, dan lain-lain) juga dikhawatirkan walaupun lebih
    jarang. Jalur penularan ini dapat juga terjadi pada orang yang memberi dan
    menerima rajah dan tindik tubuh. Kewaspadaan universal sering kali tidak dipatuhi
    baik di Afrika Sub Sahara maupun Asia karena sedikitnya sumber daya dan pelatihan
    yang tidak mencukupi. WHO memperkirakan 2,5% dari semua infeksi HIV di Afrika
    Sub Sahara ditransmisikan melalui suntikan pada fasilitas kesehatan yang tidak
    aman. Oleh sebab itu, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, didukung oleh
    opini medis umum dalam masalah ini, mendorong negara-negara di dunia
    menerapkan kewaspadaan universal untuk mencegah penularan HIV melalui fasilitas
    kesehatan.

    Resiko penularan HIV pada penerima transfusi darah sangat kecil di negara maju. Di
    negara maju, pemilihan donor bertambah baik dan pengamatan HIV dilakukan.
    Namun demikian, menurut WHO, mayoritas populasi dunia tidak memiliki akses
    terhadap darah yang aman dan "antara 5% dan 10% infeksi HIV dunia terjadi melalui
    transfusi darah yang terinfeksi".

    Penularan masa perinatal

    Transmisi HIV dari ibu ke anak dapat terjadi melalui rahim (in utero) selama masa
    perinatal, yaitu minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat persalinan. Bila tidak
    ditangani, tingkat penularan dari ibu ke anak selama kehamilan dan persalinan
    adalah sebesar 25%. Namun demikian, jika sang ibu memiliki akses terhadap terapi
    antiretrovirus dan melahirkan dengan cara bedah caesar, tingkat penularannya
    hanya sebesar 1%.Sejumlah faktor dapat memengaruhi risiko infeksi, terutama
    beban virus pada ibu saat persalinan (semakin tinggi beban virus, semakin tinggi
    risikonya). Menyusui meningkatkan risiko penularan sebesar 4%.


   Pencegahan
    Tiga jalur utama (rute) masuknya virus HIV ke dalam tubuh ialah melalui hubungan
    seksual, persentuhan (paparan) dengan cairan atau jaringan tubuh yang terinfeksi,
    serta dari ibu ke janin atau bayi selama periode sekitar kelahiran (periode
    perinatal). Walaupun HIV dapat ditemukan pada air liur, air mata dan urin orang
    yang terinfeksi, namun tidak terdapat catatan kasus infeksi dikarenakan cairan-
    cairan tersebut, dengan demikian risiko infeksinya secara umum dapat diabaikan.

    Hubungan seksual
Mayoritas infeksi HIV berasal dari hubungan seksual tanpa pelindung antarindividu
yang salah satunya terkena HIV. Hubungan heteroseksual adalah modus utama
infeksi HIV di dunia. Selama hubungan seksual, hanya kondom pria atau kondom
wanita yang dapat mengurangi kemungkinan terinfeksi HIV dan penyakit seksual
lainnya serta kemungkinan hamil. Bukti terbaik saat ini menunjukan bahwa
penggunaan kondom yang lazim mengurangi risiko penularan HIV sampai kira-kira
80% dalam jangka panjang, walaupun manfaat ini lebih besar jika kondom digunakan
dengan benar dalam setiap kesempatan. Kondom laki-laki berbahan lateks, jika
digunakan dengan benar tanpa pelumas berbahan dasar minyak, adalah satu-
satunya teknologi yang paling efektif saat ini untuk mengurangi transmisi HIV secara
seksual dan penyakit menular seksual lainnya. Pihak produsen kondom
menganjurkan bahwa pelumas berbahan minyak seperti vaselin, mentega, dan
lemak babi tidak digunakan dengan kondom lateks karena bahan-bahan tersebut
dapat melarutkan lateks dan membuat kondom berlubang. Jika diperlukan, pihak
produsen menyarankan menggunakan pelumas berbahan dasar air. Pelumas
berbahan dasar minyak digunakan dengan kondom poliuretan.

Kondom wanita adalah alternatif selain kondom laki-laki dan terbuat dari poliuretan,
yang memungkinkannya untuk digunakan dengan pelumas berbahan dasar minyak.
Kondom wanita lebih besar daripada kondom laki-laki dan memiliki sebuah ujung
terbuka keras berbentuk cincin, dan didesain untuk dimasukkan ke dalam vagina.
Kondom wanita memiliki cincin bagian dalam yang membuat kondom tetap di dalam
vagina — untuk memasukkan kondom wanita, cincin ini harus ditekan. Kendalanya
ialah bahwa kini kondom wanita masih jarang tersedia dan harganya tidak
terjangkau untuk sejumlah besar wanita. Penelitian awal menunjukkan bahwa
dengan tersedianya kondom wanita, hubungan seksual dengan pelindung secara
keseluruhan meningkat relatif terhadap hubungan seksual tanpa pelindung sehingga
kondom wanita merupakan strategi pencegahan HIV yang penting.

Penelitian terhadap pasangan yang salah satunya terinfeksi menunjukkan bahwa
dengan penggunaan kondom yang konsisten, laju infeksi HIV terhadap pasangan
yang belum terinfeksi adalah di bawah 1% per tahun. Strategi pencegahan telah
dikenal dengan baik di negara-negara maju. Namun, penelitian atas perilaku dan
epidemiologis di Eropa dan Amerika Utara menunjukkan keberadaan kelompok
minoritas anak muda yang tetap melakukan kegiatan berisiko tinggi meskipun telah
mengetahui tentang HIV/AIDS, sehingga mengabaikan risiko yang mereka hadapi
atas infeksi HIV. Namun demikian, transmisi HIV antarpengguna narkoba telah
menurun, dan transmisi HIV oleh transfusi darah menjadi cukup langka di negara-
negara maju.

Pada bulan Desember tahun 2006, penelitian yang menggunakan uji acak terkendali
mengkonfirmasi bahwa sunat laki-laki menurunkan risiko infeksi HIV pada pria
heteroseksual Afrika sampai sekitar 50%. Diharapkan pendekatan ini akan digalakkan
di banyak negara yang terinfeksi HIV paling parah, walaupun penerapannya akan
berhadapan dengan sejumlah isu sehubungan masalah kepraktisan, budaya, dan
perilaku masyarakat. Beberapa ahli mengkhawatirkan bahwa persepsi kurangnya
kerentanan HIV pada laki-laki bersunat, dapat meningkatkan perilaku seksual
berisiko sehingga mengurangi dampak dari usaha pencegahan ini.
    Pemerintah Amerika Serikat dan berbagai organisasi kesehatan menganjurkan
    Pendekatan ABC untuk menurunkan risiko terkena HIV melalui hubungan seksual.
    Adapun rumusannya dalam bahasa Indonesia:

    Kontaminasi cairan tubuh terinfeksi

    Pekerja kedokteran yang mengikuti kewaspadaan universal, seperti mengenakan
    sarung tangan lateks ketika menyuntik dan selalu mencuci tangan, dapat membantu
    mencegah infeksi HIV.

    Semua organisasi pencegahan AIDS menyarankan pengguna narkoba untuk tidak
    berbagi jarum dan bahan lainnya yang diperlukan untuk mempersiapkan dan
    mengambil narkoba (termasuk alat suntik, kapas bola, sendok, air pengencer obat,
    sedotan, dan lain-lain). Orang perlu menggunakan jarum yang baru dan disterilisasi
    untuk tiap suntikan. Informasi tentang membersihkan jarum menggunakan pemutih
    disediakan oleh fasilitas kesehatan dan program penukaran jarum. Di sejumlah
    negara maju, jarum bersih terdapat gratis di sejumlah kota, di penukaran jarum atau
    tempat penyuntikan yang aman. Banyak negara telah melegalkan kepemilikan jarum
    dan mengijinkan pembelian perlengkapan penyuntikan dari apotek tanpa perlu
    resep dokter.

    Penularan dari ibu ke anak

    Penelitian menunjukkan bahwa obat antiretrovirus, bedah caesar, dan pemberian
    makanan formula mengurangi peluang penularan HIV dari ibu ke anak (mother-to-
    child transmission, MTCT). Jika pemberian makanan pengganti dapat diterima, dapat
    dikerjakan dengan mudah, terjangkau, berkelanjutan, dan aman, ibu yang terinfeksi
    HIV disarankan tidak menyusui anak mereka. Namun demikian, jika hal-hal tersebut
    tidak dapat terpenuhi, pemberian ASI eksklusif disarankan dilakukan selama bulan-
    bulan pertama dan selanjutnya dihentikan sesegera mungkin. Pada tahun 2005,
    sekitar 700.000 anak di bawah umur 15 tahun terkena HIV, terutama melalui
    penularan ibu ke anak; 630.000 infeksi di antaranya terjadi di Afrika. Dari semua
    anak yang diduga kini hidup dengan HIV, 2 juta anak (hampir 90%) tinggal di Afrika
    Sub Sahara.

   Pengobatan
    Sampai saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk HIV atau AIDS. Metode satu-
    satunya yang diketahui untuk pencegahan didasarkan pada penghindaran kontak
    dengan virus atau, jika gagal, perawatan antiretrovirus secara langsung setelah
    kontak dengan virus secara signifikan, disebut post-exposure prophylaxis (PEP). PEP
    memiliki jadwal empat minggu takaran yang menuntut banyak waktu. PEP juga
    memiliki efek samping yang tidak menyenangkan seperti diare, tidak enak badan,
    mual, dan lelah.

    Terapi antivirus

    Penanganan infeksi HIV terkini adalah terapi antiretrovirus yang sangat aktif (highly
    active antiretroviral therapy, disingkat HAART). Terapi ini telah sangat bermanfaat
    bagi orang-orang yang terinfeksi HIV sejak tahun 1996, yaitu setelah ditemukannya
    HAART yang menggunakan protease inhibitor. Pilihan terbaik HAART saat ini, berupa
    kombinasi dari setidaknya tiga obat (disebut "koktail) yang terdiri dari paling sedikit
dua macam (atau "kelas") bahan antiretrovirus. Kombinasi yang umum digunakan
adalah nucleoside analogue reverse transcriptase inhibitor (atau NRTI) dengan
protease inhibitor, atau dengan non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor
(NNRTI). Karena penyakit HIV lebih cepat perkembangannya pada anak-anak
daripada pada orang dewasa, maka rekomendasi perawatannya pun lebih agresif
untuk anak-anak daripada untuk orang dewasa. Di negara-negara berkembang yang
menyediakan perawatan HAART, seorang dokter akan mempertimbangkan kuantitas
beban virus, kecepatan berkurangnya CD4, serta kesiapan mental pasien, saat
memilih waktu memulai perawatan awal.

Perawatan HAART memungkinkan stabilnya gejala dan viremia (banyaknya jumlah
virus dalam darah) pada pasien, tetapi ia tidak menyembuhkannya dari HIV ataupun
menghilangkan gejalanya. HIV-1 dalam tingkat yang tinggi sering resisten terhadap
HAART dan gejalanya kembali setelah perawatan dihentikan. Lagi pula, dibutuhkan
waktu lebih dari seumur hidup seseorang untuk membersihkan infeksi HIV dengan
menggunakan HAART. Meskipun demikian, banyak pengidap HIV mengalami
perbaikan yang hebat pada kesehatan umum dan kualitas hidup mereka, sehingga
terjadi adanya penurunan drastis atas tingkat kesakitan (morbiditas) dan tingkat
kematian (mortalitas) karena HIV. Tanpa perawatan HAART, berubahnya infeksi HIV
menjadi AIDS terjadi dengan kecepatan rata-rata (median) antara sembilan sampai
sepuluh tahun, dan selanjutnya waktu bertahan setelah terjangkit AIDS hanyalah 9.2
bulan. Penerapan HAART dianggap meningkatkan waktu bertahan pasien selama 4
sampai 12 tahun. Bagi beberapa pasien lainnya, yang jumlahnya mungkin lebih dari
lima puluh persen, perawatan HAART memberikan hasil jauh dari optimal. Hal ini
karena adanya efek samping/dampak pengobatan tidak bisa ditolerir, terapi
antiretrovirus sebelumnya yang tidak efektif, dan infeksi HIV tertentu yang resisten
obat. Ketidaktaatan dan ketidakteraturan dalam menerapkan terapi antiretrovirus
adalah alasan utama mengapa kebanyakan individu gagal memperoleh manfaat dari
penerapan HAART. Terdapat bermacam-macam alasan atas sikap tidak taat dan
tidak teratur untuk penerapan HAART tersebut. Isyu-isyu psikososial yang utama
ialah kurangnya akses atas fasilitas kesehatan, kurangnya dukungan sosial, penyakit
kejiwaan, serta penyalahgunaan obat. Perawatan HAART juga kompleks, karena
adanya beragam kombinasi jumlah pil, frekuensi dosis, pembatasan makan, dan lain-
lain yang harus dijalankan secara rutin . Berbagai efek samping yang juga
menimbulkan keengganan untuk teratur dalam penerapan HAART, antara lain
lipodistrofi, dislipidaemia, penolakan insulin, peningkatan risiko sistem
kardiovaskular, dan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan.

Obat anti-retrovirus berharga mahal, dan mayoritas individu terinfeksi di dunia
tidaklah memiliki akses terhadap pengobatan dan perawatan untuk HIV dan AIDS
tersebut.

Penanganan eksperimental dan saran

Telah terdapat pendapat bahwa hanya vaksin lah yang sesuai untuk menahan
epidemik global (pandemik) karena biaya vaksin lebih murah dari biaya pengobatan
lainnya, sehingga negara-negara berkembang mampu mengadakannya dan pasien
tidak membutuhkan perawatan harian. Namun setelah lebih dari 20 tahun
penelitian, HIV-1 tetap merupakan target yang sulit bagi vaksin.
        Beragam penelitian untuk meningkatkan perawatan termasuk usaha mengurangi
        efek samping obat, penyederhanaan kombinasi obat-obatan untuk memudahkan
        pemakaian, dan penentuan urutan kombinasi pengobatan terbaik untuk menghadapi
        adanya resistensi obat. Beberapa penelitian menunjukan bahwa langkah-langkah
        pencegahan infeksi oportunistik dapat menjadi bermanfaat ketika menangani pasien
        dengan infeksi HIV atau AIDS. Vaksinasi atas hepatitis A dan B disarankan untuk
        pasien yang belum terinfeksi virus ini dan dalam berisiko terinfeksi. Pasien yang
        mengalami penekanan daya tahan tubuh yang besar juga disarankan mendapatkan
        terapi pencegahan (propilaktik) untuk pneumonia pneumosistis, demikian juga
        pasien toksoplasmosis dan kriptokokus meningitis yang akan banyak pula
        mendapatkan manfaat dari terapi propilaktik tersebut.

        Pengobatan alternatif

        Berbagai bentuk pengobatan alternatif digunakan untuk menangani gejala atau
        mengubah arah perkembangan penyakit. Akupunktur telah digunakan untuk
        mengatasi beberapa gejala, misalnya kelainan syaraf tepi (peripheral neuropathy)
        seperti kaki kram, kesemutan atau nyeri; namun tidak menyembuhkan infeksi HIV.
        Tes-tes uji acak klinis terhadap efek obat-obatan jamu menunjukkan bahwa tidak
        terdapat bukti bahwa tanaman-tanaman obat tersebut memiliki dampak pada
        perkembangan penyakit ini, tetapi malah kemungkinan memberi beragam efek
        samping negatif yang serius.

        Beberapa data memperlihatkan bahwa suplemen multivitamin dan mineral
        kemungkinan mengurangi perkembangan penyakit HIV pada orang dewasa,
        meskipun tidak ada bukti yang menyakinkan bahwa tingkat kematian (mortalitas)
        akan berkurang pada orang-orang yang memiliki status nutrisi yang baik. Suplemen
        vitamin A pada anak-anak kemungkinan juga memiliki beberapa manfaat. Pemakaian
        selenium dengan dosis rutin harian dapat menurunkan beban tekanan virus HIV
        melalui terjadinya peningkatan pada jumlah CD4. Selenium dapat digunakan sebagai
        terapi pendamping terhadap berbagai penanganan antivirus yang standar, tetapi
        tidak dapat digunakan sendiri untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas.

        Penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa terapi pengobatan alteratif memiliki
        hanya sedikit efek terhadap mortalitas dan morbiditas penyakit ini, namun dapat
        meningkatkan kualitas hidup individu yang mengidap AIDS. Manfaat-manfaat
        psikologis dari beragam terapi alternatif tersebut sesungguhnya adalah manfaat
        paling penting dari pemakaiannya.

        Namun oleh penelitian yang mengungkapkan adanya simtoma hipotiroksinemia
        pada penderita AIDS yang terjangkit virus HIV-1, beberapa pakar menyarankan terapi
        dengan asupan hormon tiroksin. Hormon tiroksin dikenal dapat meningkatkan laju
        metabolisme basal sel eukariota dan memperbaiki gradien pH pada mitokondria.

4. Tips/Cara Menjaga Tubuh Tetap Sehat Dengan Pola Hidup Sehat
   Dalam menjalani hidup sehari-hari kita sebaiknya selalu mengedepankan kesehatan tubuh
   dan jiwa kita karena sehat itu nikmat dan juga ada pepatah yang mengatakan bahwa
   seseorang tidak akan menghargai kesehatannya sendiri di saat ia masih sehat. Begitu
   pentingnya kesehatan sehingga ada orang yang rela membayar milyaran rupiah untuk
   kesehatan dirinya di saat dia sakit.
Tip berikut ini adalah contoh kegiatan yang dapat kita jalani dalam keseharian kita di
dunia. Kegiatan atau aktivitas tersebut masuk ke dalam penerapan pola hidup sehat,yaitu:

1. Menghindar / Berhenti Dari Kebiasaan Bodoh Yang Menjijikkan

Kegiatan bodoh yang bagi sebagian orang disangka / dianggap sebagai kegiatan yang keren,
macho dan gaul adalah seperti merokok, minum minuman keras, menggunakan obat-
obatan terlarang / narkotika / zat additif lainnya yang menyebabkan kecanduan.
Bayangkan saja jika sudah terkena salah satu aktifitas bodoh di atas maka seseorang bisa
mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang candu tersebut, untuk biaya berobat di
masa depan, membuang banyak waktu untuk membeli dan mengkonsumsi barang-barang
haram tersebut.Menggunakan barang menjijikkan tersebut tentu saja menambah dosa kita
berlipat ganda karena dampak / efeknya tidak hanya kita saja yang merasakan, namun juga
orang lain seperti orang tua, teman, keluarga, pacar, dan lain sebagainya.

2. Jangan Melakukan Hubungan Seks Bebas Di Luar Nikah

Seks memang enak bagi sebagaian orang. Namun alangkah terhormat dan terpujinya
apabila hubungan sex tersebut dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan dengan doa
restu dari banyak orang. Kebanyakan ngeseks memang disepelekan bagi pasangan yang
sudah terbiasa melakukannya ataupun bagi orang yang mudah terangsang tanpa iman
yang kuat.

 Dampak akibat dari pergaulan bebas melakukan seks pranikah yaitu misalnya seperti :
a. hamil di luar nikah dan si laki-laki lari dari tanggungjawab.
b. terkena penyakit menular seperti AIDS yang tak ada obatnya.
c. dosa besar kepada Tuhan
d. dikucilkan dari pergaulan dan masyarakat
e. digrebek polisi / satpol pp / hansip
f. dibunuh pacar sendiri, diperkosa, dsb.
g. ketagihan akan orgasme dan berkembang ke tahap yang membahayakan.
h. awal dari kegiatan bodoh nomor 1 di atas.
i. susah mendapat jodoh ketika mau serius nikah.
j. berbohong pada orang tua, keluarga, kerabat, teman, dsb.
k. dan masih banyak lagi akibat buruknya.

Tujuan dari seks untuk mendapatkan klimaks / orgasme banyak didewakan oleh banyak
orang yang tersesat dan mereka akan mencari korban lain untuk diajak dan diseret ke
dalam lembah hitam tersebut. Jika berhubungan dengan lawan jenis maupun sesama jenis
tanpa ikatan pernikahan sebaiknya jangan melihat sisi enaknya saja kalau ngesex, tapi lihat
sisi negatifnya yang sangat banyak. Anda akan jijik melakukannya.

3. Makan Makanan Yang Sehat Dan Sesuai Aturan

 Makanan enak belum tentu sehat. Banyak makanan serta minuman yang berbahaya dan
tidak sehat apabila dikonsumsi. Contohnya seperti penggunaan boraks dan formalin
sebagai pengawet makanan dan minuman yang seharusnya digonakan untuk
mengawetkan mayat / jenazah / bangkai.

 Kalau jajan jangan sembarangan. Belilah makanan dan minuman di tempat yang dapat
terjamin kebersihan / higienitas makanan minuman tersebut. Hati-hati dan selalu waspada
terhada apa pun yang akan kita masukkan ke dalam mulut kita karena bisa saja minuman
atau makanan yang kita beli dan siap disantap tersebut telah dicampur dengan zat beracun
yang berbahaya seperti arsenik, obat tidur, racun seangga, racun tikus, pengewet bukan
untuk makanan dan minuman, dan lain sebagainya. Lihat pula kebersihan tempat serta
pengolahan dan pemilihan bahan baku makanan / minuman.

 Jangan mudah tergoda dengan iklan di tv, radio, surat kabar, majalah, sales, dan lain
sebagainya. Terkadang produsen pun berbohong demi mendapatkan keuntungan yang
besar dan bekerjasama dengan oknum pemerintah agar tutup mulut.

 Makan makanan dan minuman yang bergizi yang disesuaikan dengan kondisi tubuh,
aktivitas serta usia kita. Makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang
adalah kebiasaan yang baik. Jangan pernah lupa dengan empat sehat lima sempurna yang
sering kita dengar dari dulu kala. Makan dengan asupan gizi seimbang karena apa yang kita
makan akan merepresentasikan diri kita di masa yang akan datang.

4. Menjaga Kebersihan Diri Sendiri Dan Lingkungan Sekitar Kita

Kebersihan diri sendiri perlu diperhatikan dan dijaga dengan baik karena terkait /
berkaitan erat dengan penampilan kita di masyarakat umum. kerapihan dan kebersihan
badan seperti rambut, kuku, wajah, mata, telinga, kulit, mulut, gigi, tangan, kaki, dll dapat
memberi efek pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hindari bertukar peralatan
mandi, bersolek, kesehatan, pakaian pribadi dengan orang lain karena mungkin dapat
menularkan penyakit yang berbahaya.

 Bayangkan saja kalau ada orang sakit gigi akut bisa menyebabkan dia tidak masuk kantor
berhari-hari karena rasa sakitnya yang tidak tertahankan. Orang yang memiliki penampilan
serta gaya yang jorok akan dijauhi dari pergaulan sehari-hari dan akan sulit mendapat
teman, pacar, jodoh, pekerjaan, kepercayaan dan lain-lain.

 Jaga kebersihan lingkungan dari sampah dan gangguan penyakit lingkungan karena
lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Sampah yang menimbun dan
membusuk mampu mengeluarkan bau yang tidak sedap / enak, pemandangan yang kumuh
/ kotor, bunyi lalat yang beterbangan, suara sumpah-serapah orang yang berada
disekitarnya, dan lain sebagainya.

Sampah juga bisa menjadi sarang penyebar penyakit seperti tikus yang menyebarkan
penyekit leptospirosis melalui kencing tikus serta tipes / tipus. Nyamuk juga bisa
menyebarkan bibit plasmodium yang dapat berkibat melaria dan demam berdarah pada
seseorang. lalat yang menebar bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit pencernaan
seperti beri-beri, mencret, diare, dan sebagainya.Polusi seperti limbah sampah dan wc
rumah tangga, limbah pabrik, polusi suara, dan polusi lainnya perlu diselesaikan dengan
sigap dan terkoordinir dengan baik antar anggota masyarakat di suatu lingkungan agar
menghasilkan hasil lingungan bersih dan nyaman yang baik

5. Berolahraga Dan memeriksakan Kesehatan Ke Dokter Secara Berkala

Berolah raga secara teratur dapat memacu jantung, pernafasan dan peredaran darah
menjadi lebih baik. Biasakan berolah raga setiap hari dengan kegiatan yang ringan seperti
berjalan kaki, senam, fitnes, joging, bersepeda, atau melakukan olah raga penuh seperti
main badminton, sepak bola, lari maraton, tenis, bola basket, dan lain sebagainya.Selain
olah raga ada lagi yang tidak kalah pentingnya dengan olahraga yaitu periksa kesehatan
berkala secara teratur ke dokter. Guna pemeriksaan kesehatan terprogram adalah agar
penyakit atau kelainan yang timbul dapat terdeteksi dengan lebih cepat sehingga
pengobatan pun tidak akan memakan banyak biaya, waktu dan tenaga.

6. Hindari Stress Yang Menyebalkan Dengan Cara Yang Sehat Dan Halal

Untuk menghindari stress diperlukan strategi untuk masing-masing individu. Carilah cara
yang terbaik untuk menghilangkan stress dengan cara anda sendiri yang mudah, dapat
dilakukan di mana-mana, murah meriah, sehat, halal, dan enak dilakukan. Contoh aktivitas
penghilangan stres adalah seperti mendengarkan musik yang menurut pribadi enak
didengar dan ngilangin beban pikiran yang ada, main video game, main musik musik, olah
raga, ngobrol ama temen sobat karib, curhat, maen kartu non judi, pacaran sehat, makan,
melakukan hubungan suami isteri / intim dengan pasangan yang sah, nongkrong di wc,
jalan-jalan ke mall, nyanyi, main mainan anak kecil, berkebun, mancing, teriak di tempat
sepi, tidur / bobo, dan lain sebagainya.Intinya dalam hidup anda adalah nyantai aja dengan
semua problema yang ada. Buat apa susah (stres), susah itu tak ada gunanya. Emosi anda
jangan sampai menjadi jahat dan menguasai diri anda, karna emosi yang tidak terkendali
dan terkadang menjadi dendam, sakit hati, dan lain sebagainya yang terlihat bodoh bagi
orang lain. Ada masalah / problem yang bisa bikin anda depresi cuek aja lah, kayak nggak
ada kerjaan laen saja.Tidur yang cukup, dekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa sesuai
agama dan kepercayaan masing-masing asal tidak jahat, serta melaksanakan program pola
hidup sehat dapat mencegah stres maupun depresi yang apabila sudah parah dan kronis
bisa menjadi gangguan jiwa dan penyakit jiwa yang membuat anda perasa tertekan dan
malu pada orang banyak. Konsultasikan dengan psikolog jika anda memiliki masalah
kejiwaan atau orang lain yang anda percaya jika anda malu. Buka hati anda untuk
menerima kritik, masukan dan saran dari orang lain dan rubah gaya hidup anda jika
diperlukan demi kesehatan jiwa / batin anda.

				
DOCUMENT INFO
Stats:
views:473
posted:8/23/2010
language:Indonesian
pages:18
Description: check this out to help you solve your homework
ardhiansyah baskara ardhiansyah baskara student http://ad3-javu.blogspot.com
About