Docstoc

DESKRIPSI DIRI _Endang_

Document Sample
DESKRIPSI DIRI _Endang_ Powered By Docstoc
					                                                                       LAMPIRAN P.V




                        INSTRUMEN SERTIFIKASI DOSEN

                                   Deskripsi Diri




                                1. IDENTITAS DOSEN




1. Nama Dosen yang Diusulkan               :   H. Endang Saeful Anwar, Lc., M.A.
2. NIP/NIK/NRP                             :   19750715200003 1 004
3. Perguruan Tinggi Pengusul               :   IAIN "SMH" Banten
4. Nomor Peserta                           :   102 1015 1 114 5782
5. Rumpun/Bidang Ilmu Yang Disertifikasi   :   Ulumul Quran




                    DIREKTORAT PENDIDIKAN TINGGI ISLAM
                   DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
                          KEMENTERIAN AGAMA RI
                                   2010


                                           1
                                     Lembar Deskripsi Diri

Pendahuluan

Lembar Deskripsi Diri merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalam proses Sertifikasi
Dosen Dalam Jabatan sebagai bagian tidak terpisahkan dari Portofolio Dosen. Lembar Deskripsi
Diri digunakan sebagai alat bagi dosen untuk menjelaskan keunggulan atau kebanggaan pribadi
seorang dosen atas prestasi dan/atau kontribusi yang telah dilakukan dalam menjalankan
karirnya sebagai dosen, khususnya terkait dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Lembar Deskripsi Diri Dosen berkenaan dengan prestasi dan kontribusi dosen dalam 4 (empat)
kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi social dan
kompetensi kepribadian. Berbagai aspek yang terkait dengan keempat kompetensi tersebut
dinyatakan dalam bentuk kegiatan pengajaran/pembelajaran,penelitian, pengabdian kepada
masyarakat, manajemen pendidikan, dan manajemen kemahasiswaan.

Dosen diminta membuat esai untuk setiap kegiatan. Esai itu bisa sangat berbeda dari satu
dosen dengan dosen yang lain. Kemudian, asesor akan diminta melakukan penilaian secara
objektif terhadap informasi dalam esai tersebut, menggunakan rubrik yang disediakan. Hasil
penilaian akan diverifikasi asesor. Oleh karena itu objektivitas dosen menilai diri sendiri sangat
menentukan dan dapat menjadi gambaran kejujuran professional dosen.

Rubrik atau Panduan Penilaian Lembar Deskripsi Diri dosen memberikan rambu-rambu penilaian
kualitas untuk setiap kegiatan yang dilakukan dosen berkenaan dengan kompetensi pedagogik
dan kompetensi profesional, serta untuk setiap aspek yang menggambarkan kinerja dosen dari
sisi kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Rambu-rambu penilaian dibuat dalam
bentuk “semantic differential” dengan satu (atau lebih) deskriptor untuk setiap kegiatan atau
aspek, dilengkapi dengan nilai interval dari setiap deskriptor. Deskriptor terdiri dari satu pasang
kata sifat yang saling berlawanan untuk mendeskripsikan sisi negatif atau positif dari sifat yang
diterapkan. Nilai interval terdiri dari 1-5 di mana 1 berarti nilai paling rendah dan 5 berarti nilai
paling tinggi.




                                                 2
Petunjuk Pengisian

Dalam perjalanan karir Saudara sebagai dosen, telah banyak hal Saudara lakukan dalam
melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Lembar Deskripsi Diri Dosen digunakan sebagai
alat bagi dosen untuk menjelaskan keunggulan atau kebanggaan pribadi seorang dosen atas
prestasi dan/atau kontribusi yang telah dilakukan dalam menjalankan karirnya sebagai dosen,
khususnya berkenaan dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Untuk setiap butir isian, deskripsikan diri Saudara secara tertulis sesuai dengan aspek yang
diminta. Contoh berikut memberi gambaran isian terhadap aspek prestasi kerja dalam beberapa
tahun terakhir.


Contoh Deskripsi:

Komponen               : Pengembangan Kualitas Pembelajaran

Pernyataan Dosen       :

Dari hasil evaluasi terhadap proses pembelajaran yang saya lakukan selama ini, saya mulai
menyadari bahwa mahasisa saya mengalami kesulitan dalam memahami substansi perkuliahan
yang saya berikan, ketika saya sajikan tanpa bantuan media visual. Saat itu saya belum
memahami teknologi media dan saya mulai mempelajarinya. Saya bersyukur bahwa fasilitas
kelas saat ini sudah jauh lebih baik, karena sebagian kelas sudah dilengkapi dengan komputer
dan projector LCD untuk memudahkan penyampaian materi kepada mahasiswa. Secara
bertahap saya mulai menerapkan pemakaian media visual dalam perkuliahan, sehingga saya
dapat member banyak ilustrasi dan melengkapi presentasi perkuliahan dengan animasi untuk
memperjelas konsep,bahan,materi,proses terkait dengan bidang ilmu yang saya ajarkan.
Ternyata kelas menjadi lebih bergairah dan hidup, serta mahasiswa lebih memahami materi
yang saya berikan. Implikasi dari suasana pembelajaran itu, tampak dari prestasi mahasiswa
yang meningkat jika dilihat dari sebaran nilai ujian dan membaiknya kualitas tugas mahasiswa.
Sekarang, semakin banyak dosen di Institut saya yang mengikuti pendekatan pembelajaran
seperti ini.




                                             3
                                 DESKRIPSI DIRI DOSEN

Deskripsikan dengan jelas apa saja yang telah Saudara lakukan yang dapat dianggap sebagai
prestasi dan/atau kontribusi bagi pelaksanaan dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi,
yang berkenaan dengan hal-hal berikut. Deskripsi ini perlu dilengkapi dengan contoh nyata
yang Saudara alami/lakukan dalam kehidupan profesional sebagai dosen.

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran

A.1 Berikan contoh nyata semua usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk
    meningkatkan kualitas pembelajaran; dan jelaskan dampaknya!

    Deskripsi :
    Selama 10 tahun memberikan perkuliahan, saya semakin mengetahui kecendrungan dan
    dinamika mahasiswa dalam belajar. Bagi saya, mengajar adalah profesi yang
    menyenangkan dan memberikan kepuasan tersendiri. Ada dua manfaat yang bisa diambil,
    pertama, secara pribadi menuntut saya untuk terus menambah wawasan khazanah
    keilmuan, dan kedua bisa membaginya (sharing) dengan para mahasiswa. Oleh karena itu,
    saya terus melakukan pengembangan kualitas pembelajaran dengan upaya-upaya kreatif
    diantaranya; 1) Menyamakan persepsi terlebih dahulu antara saya dan mahasiswa. Dalam
    pertemuan pertama, saya menyampaikan kepada mereka tentang pentingnya mata kuliah
    yang mereka ambil terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang mereka miliki.
    Sebagai contoh saya mengampu mata kuliah Ulumul al-Quran, saya jelaskan kepada
    mereka bahwa Ulumul Quran adalah ilmu dasar dalam memahami al-Quran sebagai
    pedoman utama muslim dalam berperilaku dan menjalani kehidupan ini. Saya sampaikan
    juga ruang lingkup pembahasan ulumul Qur'an, sejarah, urgensi dan signifikansi ilmu
    tersebut. 2) Mendorong mahasiswa untuk memiliki falsafah "belajar untuk ilmu", bukan
    belajar untuk mengejar nilai tingi. Saya berusaha memotivasi mereka untuk bisa belajar
    bukan didasarkan pada kewajiban kurikuler semata, tetapi lebih pada bahwa belajar adalah
    proses pengembangan dan pembentukan karakter secara holistik. Paradigma berpikir anak
    dan orang tua pada masyarakat saat ini berorientasi pada materi dan jaminan kerja.
    Sehingga wajar, fakultas-fakultas ilmu terapan lebih ramai dibandingkan dengan fakultas
    ilmu murni termasuk Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Saya ingin merubah cara berpikir
    seperti ini, bahwa belajar itu adalah mencari ilmu dan mencari ilmu adalah ibadah. 3) Dari
    sisi metodologi pembelajaran, saya berusaha untuk terus meningkatkan kompetensi yang
    saya miliki dengan cara menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan
    perkembangan zaman dan pola pikir mahasiswa. Pada awal-awal saat saya mengajar, saya
    lebih banyak menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Awalnya saya menganggap
    bahwa materi itu lebih penting dari metodologi. Setelah saya evaluasi dengan seksama,
    didapatkan bahwa materi saja tidak cukup tetapi harus ditunjang oleh metodologi. Metode
    ceramah yang saya gunakan lebih bersifat monoton, membosankan, mahasiswa tidak aktif,
    informasi hanya satu arah, feed back relatif rendah, menggurui dan melelahkan, kurang
    terkendali baik waktu maupun materi, tidak mengembangkan kreativitas mahasiswa dan
    menjadikan mahasiswa hanya sebagai objek didik. Maka untuk itu, saya banyak
    mempelajari strategi-strategi pembelajaran active learning baik melalui baca buku atau ikut
    pelatihan-pelatihan dan workshop. Saya belajar beberapa strategi pembelajaran seperti
    active debat, every one is a teacher, reading guide, jigsaw, synergetic teaching, the power
    of two, snow balling dan lain-lain. Saya menganalisa strategi-strategi tersebut dan
    menggunakannya sesuai dengan kondisi kelas. Setelah saya praktekan strategi itu, hasilnya
    cukup signifikan dalam penumbuhan minat dan kesungguhan mahasiswa dalam belajar.
    Mereka bisa lebih berinteraksi antar sesama, berani untuk berbicara dan bisa saling
    menghargai. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup dan bergairah. Misalkan saat saya
    gunakan strategi active debate, pertama saya lontarkan sebuah pernyataan yang

                                              4
kontroversial yang berkaitan dengan materi perkuliahan, contohnya dalam materi Ulumul
Qur'an "bahwa ilmu asbabunuzul tidak memiliki manfaat yang besar dalam penafsiran al-
Qur'an". Langkah selanjutnya adalah membagi kelas ke dalam dua tim. Tim yang “pro” dan
“kontra”, setelah itu buat dua sampai empat sub sebanyak dalam masing-masing kelompok
debat. Siapkan kursi untuk juru bicara kubu sejumlah sub kelompok yang ada. Mahasiswa
yang lain duduk di belakang para juru bicara. Debat dimulai dengan argumen pembuka.
Setelah mendengarkan argumen pembuka, saya hentikan debat dan para juru bicara
kembali ke kelompok masing-masing untuk mempersiapkan argumen yang menolak
argumen pembuka dari kelompok lawan. Debat dilanjutkan dengan menampilkan juru
bicara baru. Pada saat yang tepat, saya akhiri debat dan mengintegrasikan kembali
kelompok-kelompok tadi ke dalam kelas dengan cara duduk berdampingan dengan
kelompok lawan. Di akhir pertemuan, saya sampaikan beberapa jawaban dari
permasalahan yang muncul dalam diskusi tersebut. Setelah saya amati, bahwa strategi
yang saya gunakan memancing mahasiswa untuk bisa berbicara dan menuntut mereka
berargumentasi dan tentunya ini menuntut mereka untuk terus membekali dirinya melalui
banyak membaca buku. Perkuliahan pun tidak monoton, menyenangkan, mahasiswa aktif,
informasi bisa didapatkan dari berbagai arah, feed back cukup tinggi, tidak menggurui dan
enjoy, dan bisa mengembangkan kreativitas mahasiswa. Namun demikian, tidak berarti
saya meninggalkan metode ceramah dan tanya jawab, karena dalam beberapa kondisi saya
yakin bahwa metode ceramah masih baik digunakan jika materi tidak banyak diperoleh
dalam bentuk tulisan dan dimaksudkan untuk membangkitkan motivasi.

Dalam pemanfaatan media tekhnologi pembelajaran, saya mencoba untuk
menggunakannya walaupun tidak setiap kali tatap muka, karena infocus yang tersedia di
fakultas hanya dua, sehingga dilakukan penjadwalan bagi yang ingin menggunakannya.
Inilah yang mendorong saya bertekad suatu saat nanti saya harus punya infocus. Dampak
yang bisa dirasakan mahasiswa dengan penggunaan infocus adalah mereka bisa lebih
mengerti dan fokus dengan materi yang saya sampaikan. Dan menuntut dosen sendiri
untuk mempersiapkan slide-slide yang sesuai dengan materi yang selanjutnya bisa
dikembangkan menjadi buku daras. Selain itu dalam rangka memanfaatkan tekhnologi agar
lebih efektif dan efisien, saya juga menugaskan mahasiswa untuk menyampaikan tugas-
tugas perkuliahan melalui email. Ini saya lakukan agar mahasiswa tidak gaptek dalam
menggunakan teknologi komunikasi.

Usaha kreatif lain yang saat ini sedang saya jalankan dalam rangka peningkatan kualitas
pembelajaran adalah melakukan pembimbingan intensif terhadap mahasiswa agar mampu
berbahasa Arab secara aktif karena setelah saya amati para mahasiswa masih lemah dalam
bahasa baik Arab atau Inggris. Padahal keduanya merupakan kunci dalam memperluas
ilmu pengetahuan terlebih pada materi-materi yang saya ampu yang menuntut
kemampuan berbahasa Arab. Penyampaian materi bimbingan ini lebih banyak
menggunakan strategi pembelajaran active learning, saya ajak mahasiswa belajar secara
interaktif agar tidak ada kesan sulit atau takut salah. Bimbingan ini diadakan sebanyak
empat kali dalam seminggu dengan dua pengajar, salah satunya adalah saya sendiri.
Dampak yang ditimbulkan dari suasana proses pembelajaran menjadi hidup dan dinamis,
partisipasi mahasiswa dalam proses perkuliahan meningkat, dan memiliki keberanian
mengungkapkan pikiran dan pendapat mereka dengan menggunakan bahasa Arab. Sampai
saat ini, pertemuan sudah mencapai enam belas kali dan setelah diadakan evaluasi,
hasilnya sungguh sangat menggembirakan. Mahasiswa yang mengikuti program ini lebih
mampu berbahasa Arab dibandingkan dengan mereka yang tidak mengikuti. Mereka sudah
mulai bisa membaca dan memahami buku atau kitab berbahasa Arab. Lebih jauh mereka
akhirnya terbiasa merujuk atau mengutip ke dalam buku atau kitab aslinya saat membuat
makalah.



                                         5
A.2. Berikan contoh nyata kedisiplinan, keteladanan dan keterbukaan terhadap kritik
    yang Saudara tunjukan dalam pelaksanaan pembelajaran.

   Deskripsi :
   Kedisiplinan yang saya tanamkan kepada para mahasiswa adalah menjalin komitmen
   dengan mereka dalam mengikuti mata kuliah. Komitmen ini sebelumnya saya sampaikan
   pada awal perkuliahan sebagai kontrak belajar. Yang pertama adalah kedisiplinan waktu
   perkuliahan yaitu dengan menyepakati jadwal kuliah tepat pada waktunya dengan batas
   toleransi 15 menit dari waktu yg ditentukan. Bagi mahasiswa yang datang terlambat, maka
   baginya tidak diperkenankan untuk mengikuti perkuliahan. Hal itu juga berlaku bagi saya
   selaku dosen sebagai bentuk keteladanan, bahkan keteladanan ini saya terapkan dengan
   hadir di kelas 15 menit sebelum jadwal kuliah. Keteladanan menepati waktu juga saya jalin
   dengan menepati tugas-tugas perkuliahan. Misalkan, dalam presentasi makalah, saat satu
   kelompok merasa tidak siap untuk maju menyampaikan makalahnya pada waktu yang telah
   disepakati, maka mereka tidak memiliki kesempatan untuk maju kembali yang berakibat
   pada kosongnya nilai pemenuhan tugas terstruktur. Ini saya lakukan untuk melatih
   kedisiplinan mahasiswa dalam menepati waktu. Yang kedua, saya menyadari bahwa belajar
   tidak hanya sekedar pada transfer of knowledge, tetapi juga transfer of attitude (perilaku),
   maka untuk itu saya tidak memperkenankan mahasiswa yang tidak bisa menjaga
   perilakunya baik dalam berpakaian atau performance untuk mengikuti perkuliahan saya.
   Misalkan mahasiswa harus berpakaian sopan, tidak memakai sandal atau kaos oblong,
   rambut tidak boleh gondrong dan tidak mengaktifkan alat komunikasi selama belajar serta
   menjaga kode etik kemahasiswaaan.

   Dalam hal keteladanan, saya mencoba seoptimal mungkin memberikan keteladanan
   kepada para mahasiswa baik dari performance atau perilaku karena saya yakin keteladanan
   adalah setengah dari keberhasilan dalam tujuan pembelajaran. Peribahasa guru kencing
   berdiri murid kencing berlari adalah sangat cocok untuk menggambarkan keteladanan
   tersebut. Selain upaya yang saya sebutkan di atas, saya juga memberikan arahan kepada
   para mahasiswa untuk gemar membaca sebagai gerbang mencari ilmu. Dalam beberapa
   kesempatan saya ajak mereka untuk "betah berlama-lama" dalam perpustakaan. Selain
   Ulumul Qur'an saya juga mengampu mata kuliah Membahas Kitab tafsir, maka saya
   mengajak mereka ke laboratorium multimedia dan tafsir hadis untuk melakukan praktikum
   dan mengenal program-program software tafsir dan hadis sebagai bentuk pembelajaran
   kepada mereka agar lebih bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu pengetahuan. Bentuk
   keteladanan yang saya tunjukan dalam mematuhi aturan yang telah disepakati misalkan
   saya memberikan simulasi kepada mereka agar mengambil telepon selularnya masing-
   masing dan saya juga mengambil hp saya dan bersama-sama mematikannya.

   Dalam hal kritik, saya senantiasa membuka diri untuk dikritik. Kritik ini bisa disampaikan
   langsung secara lisan ataupun tulisan. Secara lisan bisa disampaikan dalam waktu
   perkuliahan di kelas atau di luar kelas. Selain dalam jam mengajar, saya juga membuka
   waktu untuk mahasiswa agar bisa berkonsultasi sebagai dosen pembimbing akademik yang
   didalamnya termasuk kritikan. Saya pernah mengalami kritik ini saat menyampaikan materi
   dalam kelas. Saat itu, ada seorang mahasiwa yang melontarkan kritik bahwa saya terlalu
   banyak menggunakan istilah-istilah Arab yang belum difahami oleh mahasiswa. Menyikapi
   itu, saya langsung koreksi diri dan memilih kata-kata agar lebih mudah dicerna.
   Keterbukaan ini terkadang menjadikan diri saya sebagai tempat curhat beberapa orang
   mahasiswa saat mereka menghadapi permasalahan baik dalam belajar ataupun
   problematika kehidupan yang mereka jalani. Dalam bentuk tulisan, kritik saya lakukan
   pada tiap akhir semester dengan cara menyebarkan instrument evaluasi diri terhadap
   kinerja dosen kepada para mahasiswa. Dalam instrument tersebut, item pertanyaan

                                              6
    difokuskan pada penampilan, kemampuan dan gaya saya dalam mengajar. Dari hasil
    evaluasi ini, saya menjadi tahu titik-titik keunggulan dan kelemahan. Dalam hal yang
    menunjukan keunggulan, saya mencoba terus untuk dan menjaga dan meningkatkannya
    sedang dalam hal kelemahan saya memperbaikinya. Kritik ini saya fahami sebagai langkah
    untuk memperbaiki diri saya dalam meningkatkan profesionalitas sebagai seorang dosen.
    Tidak hanya dengan mahasiswa, saya juga membuka diri dengan teman-teman sejawat
    baik sebagai dosen atau pun ketua jurusan.


B. Pengembangan Keilmuan/Keahlian

B.1. Sebutkan produk karya-karya ilmiah (buku,artikel,paten,dll) yang telah Saudara hasilkan
    dan pihak yang mempublikasikannya. Bagaimana makna dan kegunaannya dalam
    pengembangan keilmuan. Jelaskan bila karya tersebut memiliki nilai inovatif.

     Deskripsi :
     Tujuan dari pelaksanaan pengembangan tri dharma perguruan tinggi yang meliputi
     pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk
     menjadi seorang dosen yang mampu mengajar, meneliti dan mengabdikan dirinya pada
     masyarakat. Dalam pelaksanaan pengembangan tri dharma perguruan tinggi bidang
     penelitian sebagai pengembangan keilmuan/keahlian pokok, seorang dosen dituntut
     mampu melakukan suatu riset (meneliti) dalam rangka pengembangan keilmuan tadi.
     Oleh karena itu dimana ada pengumuman pendaftaran penelitian baik dari Lembaga
     Penelitian IAIN SMH Banten atau lembaga lain, saya ikuti terlepas apakah proposal
     tersebut diterima atau tidak.

     Diantara karya ilmiah dalam bentuk buku atau artikel yang saya hasilkan adalah :
                                          Penelitian/Buku/ Ketua/anggota           Sumber
       Tahun               Judul
                                            Artikel/Jurnal          Tim         Dana/Penerbit
                Implementasi zakat di     Penelitian                           DIPA Lemlit
        2003                                                  Anggota Tim
                Kabupaten Serang                                               IAIN
        2004    Studi Kualitas hadis      Penelitian          Anggota Tim      DIPA Lemlit
                keutamaan Beribadah                                            IAIN SMH
                (Kajian terhadap Kitab                                         Banten
                Jami as-Shagir karya as-
                Suyuthi)
        2006    Metodologi Pentashihan    Artikel             Individu         PKIK IAIN SMH
                dan Pentadh'ifan hadis                                         Banten
                menurut Imam Malik bin
                Anas
        2006    Studi Grafis Mushaf       Penelitian          Ketua Tim        DIPA Lemlit
                Qurani cetakan al-Qur'an                                       IAIN SMH
                antara Haramain dan                                            Banten
                Indonesia
        2007    Ishlah dalam perspektif   Artikel             Individu         PKIK IAIN SMH
                al-Qur'an                                                      Banten
        2007    Metodologi Tafsir al-     Penelitian          Ketua            DIPA Lemlit
                Qur'an (Studi Analisis                                         IAIN SMH
                terhadap pendekatan                                            Banten
                hermeneutika)
        2007    Hermeneutika dalam        Jurnal              Individu         Jurnal al-Fath,
                Perspektif Nasr Hamid                                          Vol. 1 Nomor
                Abu Zaid                                                       02 (Juli-

                                             7
                                                                      Desember)
                                                                      2007
  2007    Perbedaan Tulisan          Jurnal           Individu        Tela’ah, Jurnal
          Mushaf al-Qur’an                                            Penelitian
          Cetakan Haramain dan                                        Sosial dan
          Indonesia                                                   Keagamaan
                                                                      Vol. 02 No. 01,
                                                                      2007 Lemlit
                                                                      IAIN SMH
                                                                      Banten
  2008    Pemahaman Kontekstual      Artikel          Individu        Diskusi Dosen,
          atas hadis Nabi                                             FUD IAIN SMH
                                                                      Banten
  2008    Strategi Mathla'ul Anwar   Penelitian       Ketua           DIPA Lemlit
          dalam pengembangan                                          IAIN SMH
          pendidikan Islam di                                         Banten
          Banten
  2009    Metodologi Pentashihan     Artikel          Individu        HMJ Tafsir
          Mushaf al-Qur'an                                            Hadis IAIN
  2009    Tafsir dan Hadis Tarbawi   Buku             Individu        FA UNMA
          (Ayat dan Hadis                                             Press
          Pendidikan)/Buku
  2009    Bahasa Al-Quran sebagai    Artikel          Individu        Jurnal al-Fath,
          Wahyu                                                       Vol. 3. No.01
                                                                      (Januari-Juni
                                                                      2009)

  2009    Tafsir, Ta’wil dan         Artikel          Individu        Diskusi Dosen,
          Terjemah                                                    FUD IAIN SMH
          (Menggugat Cara                                             Banten
          Pemaknaan terhadap al-
          Qur’an)
  2009    Bentuk Lahiri al-Qur'an    Artikel          Individu        Diskusi Dosen
          (Kajian atas Ayat dan                                       FUD IAIN SMH
          Surat al-Qur'an)                                            Banten
  2009    Dakwah dalam perspektif    Artikel          Individu        Diskusi Dosen
          al-Qur'an                                                   FUD IAIN SMH
                                                                      Banten
  2010    Hermeneutika sebagai       Buku             Individu        FUD Press
          Metodologi Penafsiran

Tulisan yang dihasilkan memiliki makna dan kegunaan yang besar sekali. Misalkan, buku
tentang hermeneutika yang diterbitkan oleh FUD Press dengan ISBN 978-979-17423-8-2
tahun 2009. Hermeneutika merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan pada
jurusan tafsir Hadis memberikan gambaran yang seimbang tentang pendekatan
hermeneutika digunakan pada al-Quran. Dalam buku tersebut, saya paparkan mengenai
tentang sejarah dan ruang lingkup hermeneutika, hermeneutika dalam perspektif barat,
pro kontra para ulama dan cendekiawan tentang hermeneutika saat digunakan sebagai
pendekatan terhadap al-Qur'an disertai dengan argumentasinya masing-masing.
Pembahasan mengenai hermeneutika dalam bentuk buku memang jarang didapatkan
mahasiswa, sehingga kehadiran buku tersebut dianggap oleh mahasiswa sangat
membantu dalam memahami makna hermeneutika. Bahkan ada dari mereka yang rela
memfotocopy karena stok buku sudah habis.

                                       8
    Kemudian, penelitian tentang studi kualitas hadis-hadis keutamaan beribadah (Kajian
    terhadap Kitab Jami' ash-shagir) (Penelitian yang dibiayai DIPA Lemlit IAIN tahun 2004)
    memberikan pemahaman kepada mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya
    untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan sebuah hadis, terlebih bahwa Kitab Jami
    ash-Shagir adalah salah satu kitab hadis standar yang diajarkan di pesantren atau di
    majelis ta'lim. Masih banyak yang menganggap bahwa hadis tentang keutamaan
    beribadah adalah sahih berasal dari Nabi, padahal setelah diadakan penelitian sanad dan
    matan ternyata hadis tersebut dha'if atau bahkan ma'udhu' (palsu). Tentunya ini akan
    berakibat pada keabsahan nilai ibadah yang selama ini mereka lakukan.

    Penelitian selanjutnya yang menurut saya memiliki makna dan kegunaaan adalah
    penelitian tentang studi grafis mushaf al-Quran antara cetakan haramain dan Indonesia
    (dibiayai oleh DIPA Lemlit IAIN SMH Banten tahun (2006), memberikan penjelasan
    mengenai pentingnya pentashihahan mushaf cetakan Indonesia terutama cetakan masa
    lalu, karena setelah diteliti ditemukan beberapa perubahan huruf atau penghilangan titik
    yang bisa berakibat fatal dalam pembacaan al-Quran atau bahkan pemahaman terhadap
    al-Qur'an. Maka penelitian ini memiliki manfaat yang besar pada masyarakat agar bisa
    memilih dan memilah mana ibadah yang bersumber dari Nabi dan yang bukan bersumber
    dari Nabi.

    Buku selanjutnya yang memberikan manfaat adalah buku tentang ayat-ayat dan hadis-
    hadis tarbawi (pendidikan). Buku ini memberikan pemahaman kepada para mahasiswa
    mengenai perspektif al-Qur'an dan al-Hadis. Saya paparkan di awal tentang klasifikasi
    ayat-ayat dan hadis yang bertemakan pendidikan, tujuan pendidikan, motivasi dalam
    pendidikan, kurikulum pendidikan, etika pendidik dan siswa, keteladanan dan kedudukan
    orang yang berilmu.

B.2. Berikan contoh nyata konsistensi dan target kerja yang Saudara tunjukan dalam
      pengembangan keilmuan/keahlian.

     Deskripsi:
     Konsistensi yang saya canangkan adalah senantiasa menjaga kebiasaan-kebiasaan baik
     dan terus meningkatkannya. Sebagai seorang akademisi, saya terus menjaga nilai-nilai
     keilmiahan. Dalam pembelajaran ke mahasiswa, saya tidak memberikan toleransi dalam
     pembuatan makalah yang tidak disertai dengan catatan kaki atau sumber kutipan. Saya
     akan memberikan nilai rendah bagi mahasiswa yang melakukan copy paste untuk
     menghindari plagiarisme. Konsistensi ini juga saya tunjukan saat saya harus bisa
     membagi tugas dan wewenang saya selaku dosen, ketua jurusan, bagian dari institusi
     dan anggota masyarakat. Saya sangat termoivasi dengan falsafah sebaik-baik pekerjaan
     adalah yang konsisten (ad-dawam) walaupun kecil atau sedikit. Maka saya memberikan
     konsistensi ini dalam tugas saya mulai dari yang terkecil sekalipun. Contoh dalam hal
     pembelajaran kepada mahasiswa, saya berupaya untuk menghubungi mereka saat tidak
     bisa masuk perkuliahan dan berusaha menggantinya pada waktu yang lain.

     Sedangkan target kerja dalam pengembangan keilmuan/keahlian adalah mencari dan
     menggali ilmu pengetahuan tanpa henti. Misalkan saya punya target dalam satu tahun
     harus bisa menghasilkan 3 (tiga) buah artikel terkait dengan disiplin ilmu dan 1 buah
     buku. Target lain yaitu pada tahun ini saya menargetkan untuk bisa melanjutkan
     pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi secara linier sebagai cara untuk senantiasa
     menambah wawasan dan keilmuan yang saya miliki tanpa harus meninggalkan profesi
     sebagai seorang dosen. Konsekuensinya saya harus mencari perguruan tinggi yang dekat



                                            9
     dengan tempat tugas saya, sehingga saya bisa membagi waktu antara melanjutkan
     kuliah dan mengajar.

     Sebagai Ketua Jurusan, untuk memudahkan pencapaian target kerja saya membuat
     matrix tahunan. Dalam matrix itu, tertulis pencanangan tugas dan kerja saya selama
     menjadi ketua jurusan. Pada tahun ini misalkan, tertulis penyelesaian program akreditasi
     prodi Tafsir Hadis. Maka sejak awal bulan Januari 2010, saya sudah mempersiapkan
     berkas-berkas yang dibutuhkan dalam proses akreditasi program studi. Sehingga saat
     assesor datang, mereka tinggal memeriksa dan mencocokan data yang tertulis dalam
     borang dan evaluasi diri. Dan alhamdulillah pada bulan April tahun ini proses tersebut
     sudah berjalan tanpa ada hambatan.
     Pada tahun ini saya bersama fakultas memiliki target agar mahasiswa jurusan tafsir hadis
     mengalami kenaikan secara kwantitas. Maka dalam hal ini, setiap ada momen untuk
     mengenalkan profil jurusan maka akan saya lakukan. Misalkan saat saya menjadi Tim
     Pemantau Independen Ujian Nasional, saya gunakan di akhir ujian mengumpulkan siswa
     dan menjelaskan kepada mereka peluang dan tantangan jika masuk dalam jurusan tafsir
     hadis.

C. Pengabdian kepada Masyarakat

C.1.Berikan contoh nyata penerapan ilmu/keahlian Saudara dalam kegiatan pengabdian
    kepada masyarakat. Deskripsikan dampak perubahan dan dukungan masayarakat
    terhadap kegiatan tersebut!

   Deskripsi:
   Sebagai bentuk pengabdian saya terhadap masyarakat, saya implementasikan dalam
   kegiatan keagamaan bersama-sama dengan masyarakat. Pertama, saya lakukan lewat
   lembaga formalnya yaitu LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) IAIN SMH Banten melalui
   menjadi dosen pembimbing kukerta (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa. Sampai tahun ini saya
   sudah tiga kali menjadi dosen pembimbing kuliah kerja nyata berlokasi di Desa Suka Bares
   Kec. Kramat watu, Desa Baros Kec. Baros dan Desa Mander Kec. Bandung. Dalam
   pembimbingan, saya selalu menekankan kepada mahasiswa agar bisa memberdayakan
   potensi masyarakat secara mandiri, sehingga saat pelaksanaan kukerta selesai kegiatan
   tetap berjalan. Dalam pelaksanaan kegiatan, saya memperlakukan masyarakat bukan
   sebagai obyek tetapi sebagai subyek yang diharapkan ide-ide pengembangan desa bisa
   muncul dari mereka sendiri. Hasil dari workshop dan pelatihan-pelatihan PAR saya
   aplikasikan dalam kegiatan tersebut. Dan Alhamdulillah, masyarakat sangat mendukung
   apa yang mereka sendiri usulkan tentang pengembangan desa baik secara keagamaan
   atau pun infra struktur pedesaan. Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan-kegiatan
   keagamaan seperti pengajian dan peringatan hari besar Islam. Mereka lebih termotivasi
   untuk menyekolahkan anaknya dan mendidiknya sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
   Silaturahmi ini juga tidak terhenti dengan habisnya masa pengabdian, tetapi tetap berlanjut
   walaupun para mahasiswa sudah lulus dari perkuliahannya.

   Kegiatan pengabdian yang lain, saya mengaktifkan diri saya dengan mengisi pengajian
   malam Kamisan di Mesjid al-Muhajirin Komplek Puri Kartika Serang. Materi-materi yang
   dibahas seputar penanaman aqidah, akhlaq (muamalah), tafsir, fiqh dan tarbiyah. Banyak
   manfaat yang bisa diambil dalam pengajian, misalkan masyarakat menjadi lebih faham dan
   mengerti dengan ibadah yang mereka jalankan sehingga tidak menjalankan ibadah dengan
   falsafah "yang penting menggugurkan kewajiban". Begitu pun dengan perilaku
   bermasyarakat, mereka lebih guyub dan bersatu sebagai manifestasi silaturahmi yang
   disampaikan dalam pengajian.


                                             10
   Selain pengajian di komplek, saya juga menyampaikan materi dalam pengajian majlis ta'lim
   di kampung saya sebulan dua kali. Materinya seputar muamalah, terutama muamalah
   mereka sebagai seorang istri dan ibu. Dalam pengajian ini saya mencoba untuk
   menggunakan strategi pembelajaran dengan memberi waktu yang lebih banyak untuk
   ruang tanya jawab. Kebiasaan di pedesaan yang menghadiri pengajian adalah kaum ibu
   usia 40 tahun ke atas. Melalui metode tersebut, akhirnya banyak juga para remaja dan ibu-
   ibu muda mengikuti pengajian.
   Selain itu, saya juga menyampaikan materi pengajian bulanan di Polda Banten setiap hari
   Kamis. Materi yang saya sampaikan seputar pengembangan diri dalam Islam. Pesertanya
   adalah para polisi dan pegawai yang bekerja di Polda. Lewat materi itu, para polisi menjadi
   lebih faham akan tugasnya tanpa harus meninggalkan nilai-nilai keislaman.
   Pengajian yang pernah saya isi juga adalah pemberian materi di Balai Pemasyarakatan
   (BAPAS) Kab. Serang. Bapas ini berfungsi membina mereka yang telah keluar dari lembaga
   pemasyarakatan yang masih dalam status wajib lapor. Kepada mereka saya sampaikan
   peluang-peluang untuk berbuat baik terhadap sesama dan kiat-kiat agar tidak terjerumus
   ke dalam kejahatan yang mereka lakukan. Dampaknya, menurut laporan dari pegawai
   BAPAS, mereka bisa menjalani kehidupannya dengan lebih baik tanpa harus kembali ke
   balik jeruji besi.
   Pengajian selanjutnya adalah pengajian di Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Serang,
   pesertanya adalah para dokter, perawat dan pegawai rumah sakit. Kepada mereka saya
   sampaikan materi-materi seputar kehidupan dan probelmatikanya dalam perspektif Islam.
   Khutbah Jumah adalah pengabdian rutin yang saya lakukan setiap hari Jum'ah. Beberapa
   DKM Mesjid mengundang saya untuk menjadi khatib. Untuk lebih teratur, saya membuat
   agenda khusus Khutbah Jumat.

   Aktif dalam organisasi kemasyarakatan adalah bentuk lain dari pengabdian. Selama ini saya
   aktif di Mathla'ul Anwar wilayah Banten sebagai Ketua bid. Dakwah, dan di Majelis Fatwa
   Mathla'ul Anwar sebagai sekretaris, juga di Forum Komunikasi Lembaga Dakwah Banten
   sebagai sekretaris, di Majelis Ulama Indonesia Banten sebagai Komisi Fatwa. Alhamdulilah
   dengan pengabdian dan falsafah "khairunnas anfa'uhum linnas" saya mencoba untuk terus
   mengaktualisasikan pengembangan diri.
   Kegiatan pengabdian masyarakat lainnya yang saya lakukan adalah sebagai tim pemantau
   independen ujian nasional (UN) tingkat sekolah (type E) pada tahun 2006-2010. Beberapa
   sekolah yang pernah saya lakukan pemantauan diantaranya SMA 1 Pabuaran, SMA 1 Kibin,
   SMA Informatika Serang, MTs. Nurul Hidayah petir, SMP IT Al-Khairiyah Cikeusal.
   Selain itu, pada perhelatan Musabaqah Tilawah Al-Quran (MTQ) tingkat Nasional XXII
   tahun 2008 yang diselenggarakan di Banten pada tanggal 17-24 Juni 2008, saya ditunjuk
   sebagai Wakil Ketua bidang Tafsir al-Quran.
   Kemudian, pengabdian lainnya adalah mengisi ceramah pengantar buka puasa di Banten
   TV pada tahun 2008 dan mengisi acara ceramah "Penyejuk hati" yang ditayangkan setelah
   shalat Maghrib. Manfaat yang bisa diambil, saya bisa melakukan dakwah lewat televisi yang
   disaksikan oleh banyak orang.

C.2.Berikan contoh nyata kemampuan berkomunikasi dan kerjasama yang Saudara
    tunjukan dalam pengabdian kepada masyarakat.

   Deskripsi:
   Sepengetahuan saya selama ini, saya mampu bekerjasama dan berkomunikasi dengan
   orang lain dengan cukup baik dan lancar, baik dengan teman sejawat, pimpinan, staff
   administrasi, mahasiswa maupun dengan masyarakat. Dalam hal pengabdian kepada
   masyarakat, komunikasi terus saya bangun seoptimal mungkin karena saya menyadari itu
   bagian dari silaturahmi. Saat penyampaian materi pengajian, saya akan melihat kondisi
   yang diajak berkomunikasi (audience). Saya bedakan cara penyajian di majlis taklim al-

                                             11
    Himmah yang mayoritas mustami'nya ibu-ibu dengan penyajian di kompleks yang
    masyarakatnya lebih heterogen. Secara personal, saya juga memperhatikan cara
    berkomunikasi sesuai dengan tingkat dan pola pikir audience.

    Dalam bekerjasama saya selalu mengedepankan sikap saling percaya, saling menghargai
    dan tenggang rasa, dan adanya rasa empati pada sesama anggota dalam suatu tim, saling
    bahu membahu satu sama lain dan beranggapan semua anggota memiliki kompetensi
    tugas dan tanggung jawab masing-masing. Bukti nyata dari itu semua adalah kepercayaan
    masyarakat terhadap pribadi saya untuk duduk dalam kepengurusan organisasi/lembaga
    seperti yang sudah saya sebutkan diatas.


D. Manajemen/Pengelolaan Institusi

D.1.Berikan contoh nyata kontribusi Saudara sebagai dosen, berupa pemikiran untuk
    meningkatkan kualitas manajemen/pengelolaan institusi (Universitas, fakultas, jurusan,
    laboratorium, manajemen system informasi akademik, dll) implementasi kegiatan, dan
    bagaimana dukungan institusi terhadap kegiatan tersebut.

    Deskripsi :
    Sebagai seorang dosen, saya berusaha untuk melibatkan diri dalam setiap kegiatan baik
    yang diadakan oleh institut, Fakultas, jurusan atau lembaga lain yang berada dibawah
    naungan Institut. Misalnya saya mengikuti workshop Standar Operasional Pelaksanaan
    Evaluasi yang diadakan oleh Pusat Penjaminan Mutu pendidikan IAIN. Dalam forum itu,
    saya dan beberapa teman mengusulkan untuk memperkuat peran jurusan dan pembagian
    tugas yang jelas antar berbagai lini yang ada dalam institut agar tidak terjadi overlapping
    dalam penanganan wewenang. Sebagai bentuk dukungan institut, akhirnya terbitlah buku-
    buku panduan Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) Pelayanan Akademik, SOP Evaluasi,
    SOP Komprehensif, SOP Ujian Khusus yang diterbitkan oleh PPMP. Keterlibatan saya di
    tingkat institut juga dibuktikan dengan berbagai kepanitiaan yang diemban, seperti masuk
    dalam tim penyusun soal dan tim pewawancara penerimaan mahasiswa baru dari tahun
    2006 sampai sekarang dan kepanitiaan wisuda.

    Di tingkat Fakultas, keterlibatan saya sebagai ketua jurusan pada salah satu prodi di
    fakultas yaitu tafsir hadis, memberikan peluang yang lebih untuk aktif dalam berbagai
    kegiatan. Mulai dari kegiatan rutin seperti pelaksanaan UTS, UAS, seminar proposal,
    munaqasyah dan bimbingan kemahasiswaan sampai pada kegiatan-kegiatan peningkatan
    kualitas manajemen, saya banyak terlibat. Contoh pemikiran yang saya tawarkan kepada
    fakultas dalam bidang penerimaan mahasiswa baru, bahwa pihak fakultas dan jurusan
    harus jemput bola dalam rekrutmen calon mahasiswa. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah
    adalah fakultas yang jumlah mahasiswanya paling sedikit dibandingkan dengan fakultas
    yang lain. Jemput bola itu dengan cara melakukan talk show ke beberapa sekolah untuk
    menjelaskan seputar program studi dan peluang-peluang saat lulus nanti. Paradigma
    berpikir mayoritas masyarakat memang masih "work oriented", banyak dari orang tua yang
    menginginkan anaknya bisa langsung bekerja pada saat lulus kuliah, oleh karena itu
    mereka lebih cenderung mengarahkan anaknya pada jurusan-jurusan ilmu terapan.
    Tentunya, pemikiran seperti ini harus diluruskan karena lulusan dari fakultas Ushuluddin
    dan Dakwah tidak selamanya menganggur dan sebaliknya lulusan dari jurusan ilmu terapan
    tidak selamanya langsung kerja. Semuanya berpulang pada kompetensi individu dan
    pemanfaatan peluang yang dimiliki. Alhamdulillah, setelah diadakan talk show ke sekolah-
    sekolah secara perlahan grafik kwantitas mahasiswa fakultas ushuluddin dan dakwah
    semakin meningkat. Cara ini kemudian diikuti oleh institut yang telah berubah menjadi


                                              12
   Badan Layanan Umum (BLU) untuk terus melakukan rekrutmen calon mahasiswa baru
   dengan membentuk tim sosialisasi IAIN SMH Banten. Saya juga terlibat didalamnya.

   Di tingkat jurusan, hal yang spesifik saya lakukan adalah mengusulkan untuk membentuk
   pusat kajian tafsir dan hadis (PKTH) sebagai pusat pengkajian yang berhubungan dengan
   disiplin ilmu tafsir hadis. Diharapkan, dari PKTH ini bisa membuka ruang transformasi
   pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu tafsir dan
   hadis dan bisa membantu masyarakat dalam upaya memilah dan mengolah informasi serta
   pendekatan yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis. Secara lebih khusus, dengan PKTH,
   dosen dan mahasiswa terdorong untuk mampu menggali dan mengembangkan wawasan
   dan pengetahuan yang terkait dengan ilmu tafsir dan hadis. Usulan ini diapresiasi oleh
   pihak fakultas dan Institut dan akhirnya awal 2009 terbentuk PKTH IAIN SMH Banten dan
   saya dipercaya sebagai ketua. Implementasi kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah
   mengadakan seminar-seminar tentang tafsir dan hadis dengan mengundang beberapa
   pakar. Misalkan pada tanggal 23 Februari 2010, PKTH mengadakan seminar nasional tafsir
   tentang al-Qur'an antara tekstualitas dan realitas dengan pembicara DR. H. Mukhlis Hanafi
   dan DR. Yusuf Rahman.

   Pada masa saya di jurusan tafsir hadis, juga telah terbentuk Laboratorium multimedia tafsir
   hadis yang memuat program-program dan software tafsir dan hadis seperti maktabah
   syamilah, kutubuttis'ah, mausu'ah al-ahâdits sehingga mahasiswa dengan mudah bisa
   melakukan praktikum-praktikum mata kuliah. Laboratorium di atas sangat membantu baik
   mahasiswa atau dosen sebagai pendukung dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam
   kegiatan proses belajar-mengajar seperti pembuatan makalah, melakukan takhrij hadis,
   penelitian ilmu tafsir hadits dan lain-lain.

D.2.Berikan contoh nyata kendali diri, tanggungjawab, dan ketangguhan pada prinsip
    yang Saudara tunjukan sebagai dosen dalam implementasi manajemen/pengelolaan
    institusi.

   Deskripsi:
   Sebagai seorang dosen dan ketua jurusan saya dituntut untuk bisa mengendalikan diri saya
   dan bersikap sabar menghadapinya. Dalam kelas, mahasiswa pada lima belas menit
   terakhir perkuliahan terkadang suka ribut. Saya mencoba mengendalikannya dengan bijak
   bahwa mereka yang masih ribut lebih baik di luar saja. Contoh nyata lain bentuk kendali
   diri sebagai dosen adalah saat mahasiswa meminjam buku dan lambat dalam
   mengembalikannya. Langkah yang saya lakukan memanggil mahasiswa tersebut dan
   menanyakan alasan keterlambatannya, dan tentunya saya harus lebih berhati-hati lagi
   dalam peminjaman buku.

   Sebagai ketua jurusan Tafsir Hadis, saya lebih banyak berinteraksi dengan para
   mahasiswa. Beberapa hal yang terkadang membuat saya agak kesal, saat mahasiswa
   menyepelekan prosedur-prosedur administrasi. Misalkan dalam pengajuan Kartu Rencana
   Studi, terkadang sebagian dari mereka lambat mengurus sehingga berimplikasi pada
   lambatnya penjadwalan dan absensi. Namun demikian, saya tidak memarahi mahasiswa
   tersebut tapi menasehatinya agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

   Hal lain misalkan, saat para dosen lambat dalam penyerahan nilai mata kuliah yang juga
   berimplikasi pada lambatnya pengeluaran IP mahasiswa. Keterlambatan ini saya siasati
   dengan mengusulkan ke fakultas agar melakukan "koreksi bersama", dengan mengundang
   para dosen duduk bersama-sama melakukan penilaian hasil UAS dan mempersiapkan nilai-
   nilai lainnya seperti UTS, absensi dan tugas. Sehingga dalam koreksi bersama itu, nilai



                                             13
    akhir bisa langsung diserahkan pada hari itu. Usulan ditanggapi, dan alhamdulilah dengan
    koreksi bersama, nilai pun bisa segera di input menjadi Indeks Prestasi Semester.

    Dalam hal tanggung jawab, sebagai dosen saya senantiasa memberikan yang terbaik
    sesuai dengan tata aturan yang berlaku. Dalam pembelajaran saya akan berusaha untuk
    memenuhi 14 kali tatap muka (selain UTS dan UAS), jika belum terpenuhi maka saya akan
    meminta kepada para mahasiswa mencari waktu pengganti. Sebagai ketua jurusan, saya
    tidak akan merasa tenang jika satu pekerjaan belum terselesaikan. Dalam hal pelayanan
    kepada mahasiswa, saya memberikan sebuah kepastian layanan. Misalkan penjadwalan
    munaqasyah akan keluar empat hari dari waktu pendaftaran. IP akan terbit dua hari dari
    waktu pengajuan. Dengan begitu mereka bisa memperkirakan kapan mengajukan dan
    kapan mengambil berkas terkait sehingga muncul kepastian dalam hal pelayanan prima.

    Ketangguhan pada prinsip saya implementasikan dalam bentuk ketaatan terhadap aturan-
    aturan yang berlaku. Contoh nyata dari ketangguhan saya pada prinsip, misalkan saya
    memiliki prinsip bahwa nilai yang sudah masuk ke jurusan tidak dapat diganggu gugat. Ada
    mahasiswa yang awalnya mendapatkan nilai D, kemudian melakukan pendekatan kepada
    saya agar nilai tersebut bisa dirubah. Tetapi saya sudah menyampaikan dalam perkuliahan
    bahwa perubahan nilai hanya bisa dilakukan dengan mengikuti semester pendek atau
    mengulang kembali tahun yang akan datang. Akhirnya setelah mahasiswa tersebut
    diberikan pengarahan, dia mau mengerti dan akan mengikuti perkuliahan tahun
    selanjutnya.

    Contoh lainnya adalah saat saya memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam
    menyikapi aliran-aliran yang menyimpang. Dalam perkuliahan saya senantiasa
    mengingatkan mereka agar tidak terjebak dan terjerumus dalam pemikiran-pemikiran yang
    nyleneh yang saat ini sudah mulai memasuki dunia kampus. Kebebasan berpikir tidak harus
    dimaknai dengan bersikap dan bertindak seenaknya tanpa disertai dengan argumentasi
    yang ilmiah.


E. Peningkatan Kualitas Kegiatan Mahasiswa


E.1.Berikan contoh nyata peran Saudara sebagai dosen, berupa kegiatan maupun pemikiran
    dalam meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa dan bagaimana dukungan institusi dalam
    implementasinya.

    Deskripsi :
    Dalam kegiatan kemahasiswaan, saya senantiasa mendekatkan dan melibatkan diri saya
    dengan para mahasiswa. Misalkan saat mahasiswa jurusan Tafsir Hadis yang terhimpun
    dalam HMJ TH, meminta saya unuk mengisi acara dalam kegiatan Pelatihan Tafsir dan
    Hadis (Pelita Hadis) sebagai narasumber. Salah satu materi yang saya sampaikan adalah
    tekhnik atau cara pentashihan mushaf al-Qur'an. Para mahasiswa terlihat antusias
    mengikuti materi dan menggugah analisa mereka bahwa masih terdapat kesalahan tulisan
    dalam al-Quran terutama edisi lama seperti harakat yang hilang, penomoran ayat yang
    loncat atau ada kerancuan antara beberapa huruf. Institusi pun banyak memberikan
    dukungan terutama dalam hal pendanaan kegiatan dan pengadaaan bahan-bahan.

    Dalam hal pemikiran, saya mengusulkan kepada para mahasiswa untuk memperbanyak
    forum diskusi. Di kelas, mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk menggali ilmu
    pengetahuan. Dalam forum diskusi mereka memiliki kebebasan berpikir dan mampu
    bertukar pikiran dan pemahaman serta bisa mengekspresikan keilmuannya tanpa harus
    terikat dengan sekat-sekat tertentu. Misalkan, dalam suatu forum diskusi semester II Tafsir

                                              14
   Hadis, saya diminta untuk menjadi pemandu dalam membaca kitab kuning tentang surat
   Yasin.

   Sebagai ketua jurusan, saya juga diminta untuk mengisi acara pengenalan jurusan dalam
   setiap kegiatan Orientasi dan Pengenalan Kampus (OSPEK). Dalam kegiatan ini, saya
   menjelaskan mengenai profil jurusan dan fakultas agar tumbuh minat dan kesungguhan
   dalam belajar. Pemikiran yang saya tawarkan kepada mereka dalam kegiatan ini adalah
   agar diadakan juga OSPEK khusus jurusan agar lebih mengenal lebih dalam mengenai
   jurusannya masing-masing. Usulan ini direspon Fakultas dan BEM Fakultas yang kemudian
   mereka mengadakannya setelah kegiatan Ospek Institut.

   Saya juga berpikir, mahasiswa harus dibekali kemampuan untuk menulis dan
   mengartikulasikan gagasan mereka dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu, saya
   mengusulkan kepada BEMF untuk mengadakan training pers dan jurnalistik selama sebulan
   penuh (4-27 April 2010). Saya ikut terlibat di dalamnya sebagai master trainer, yang
   bertugas memandu dan mengarahkan mereka supaya tujuan dari kegiatan itu tercapai.
   Saya juga ikut memberikan kontribusi dengan menghadirkan pemateri-pemateri yang
   handal dalam bidangnya seperti wartawan dari Radar Banten, LKBN Antara Jakarta dan
   Majalah Tempo. Kegiatan ini berjalan dengan baik yang diakhiri dengan kunjungan pers ke
   dapur redaksi. Sebagai salah satu out put dari kegiatan ini adalah terbentuknya Lembaga
   Pers Mahasiswa dan direkrutnya beberapa orang peserta menjadi kontributor LKBN Antara
   dan Radar Banten. Mereka juga menjadi lebih mengerti dengan cara-cara mengaspirasikan
   gagasan tanpa harus menunjukan otot karena mahasiswa adalah agen perubahan yang
   akademis. Institusi pun sangat mendukung kegiatan ini dengan membiayai secara penuh
   keberlangsungan kegiatan.

E.2.Berikan contoh nyata Interaksi, yang Saudara tunjukan dalam peningkatan kualitas
    kegiatan mahasiswa dan manfaat kegiatan baik bagi mahasiswa Institusi Saudara
    maupun pihak lain yang terlibat.

   Deskripsi:
   Seperti saya sebutkan diatas, bahwa saya adalah pribadi yang terus membuka diri
   terutama bagi mahasiswa. Secara spontan saya mengangguk setuju terhadap kegiatan
   yang mereka galang selama itu bersifat positif dengan memberikan arahan dan bimbingan
   agar kegiatan bisa lebih berdaya guna dan memberikan manfaat bagi mahasiswa dan
   institusi. Bentuk interaksi dengan mahasiswa saya implementasikan dengan menjadi
   instruktur atau pembina dalam kegiatan itu. Misalkan dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Unit
   Pengembangan Tilawah Al-Quran (UKM – UPTQ) IAIN SMH Banten, saya bertindak sebagai
   pembina. Setiap ada permasalahan yang dihadapi, mereka senantiasa melakukan
   konsultasi lebih dahulu dengan saya meminta arahan dan bimbingan. Interaksi intensif
   semacam ini lambat laun menumbuhkan kesadaran berorganisasi yang baik. Kampus tidak
   dimaknai hanya sebagai wadah untuk pengembangan nalar, tetapi juga sebagai lembaga
   untuk menguatkan interaksi sosial. Pihak lain yang merasa terbantu dengan kegiatan UPTQ
   ini adalah LPTQ Prop. Banten dan Pemprov Banten. LPTQ tidak akan kesulitan saat mencari
   qari dan qariah handal saat pelaksanaan Musabaqah. Diharapkan UPTQ ini menjadi wadah
   pembinaan civitas kampus yang mempunyai bakat tilawah al-Qur'an.

   Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang saya ikuti memiliki manfaat baik bagi mahasiswa
   atau pun institusi. Dalam kegiatan talk show pengenalan jurusan dan fakultas ke sekolah-
   sekolah atau madrasah, saya melibatkan beberapa orang mahasiswa. Untuk mahasiswa
   kegiatan ini mengajarkan kepada mereka agar lebih mencintai jurusannya dan mengetahui
   bahwa agar lebih dikenal luas di masyarkat, mereka harus memiliki "daya jual" agar
   masyarakat tertarik memakai mereka. Adapun dengan institusi tentunya kegiatan ini

                                           15
memiliki dampak yang cukup signifikan. Orang-orang mungkin menganggap bahwa IAIN
karena sudah berstatus negeri, maka tidak membutuhkan promosi lagi. Tentunya ini adalah
anggapan yang salah, karena persaingan dunia pendidikan saat ini tidak melihat status
negeri atau swasta, tetapi adalah sejauh mana perguruan tinggi itu mampu menjual
kompetensi lulusan yang dimilikinya. Apalagi dengan jurusan atau fakultas yang sepi
peminat, maka harus dilakukan upaya-upaya pengenalan lebih dalam.




                                        16
                                        PERNYATAAN DOSEN

Saya dosen yang membuat diskripsi diri ini menyatakan bahwa semua yang saya diskripsikan adalah benar

aktifitas saya dan saya sanggup menerima sanksi apapun termasuk penghentian tunjangan dan

mengembalikan yang sudah diterima apabila pernyataan ini dikemudian hari terbukti tidak benar.



                                                               Serang, 26 Mei 2010

                                                               Dosen Yang Diusulkan




                                                               (H.Endang Saeful Anwar, Lc., M.A.)



Saya sudah memeriksa kebenaran deskripsi ini dan bisa menyetujui semua isinya.




Mengesahkan,                                                   Mengetahui,
Dekan Fakultas Ushuluddin dan                                  Ketua Jurusan Tafsir Hadis
Dakwah IAIN SMH Banten




(Prof. DR. H. Fauzul Iman, M.A.)                               (H.Endang Saeful Anwar, Lc., M.A.)
NIP. 19580324198703 1 003                                      NIP. 19750715200003 1 004




                                                    17
18

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:6316
posted:8/21/2010
language:Indonesian
pages:18