DESKRIPSI DIRI _Endang_
Document Sample


LAMPIRAN P.V
INSTRUMEN SERTIFIKASI DOSEN
Deskripsi Diri
1. IDENTITAS DOSEN
1. Nama Dosen yang Diusulkan : H. Endang Saeful Anwar, Lc., M.A.
2. NIP/NIK/NRP : 19750715200003 1 004
3. Perguruan Tinggi Pengusul : IAIN "SMH" Banten
4. Nomor Peserta : 102 1015 1 114 5782
5. Rumpun/Bidang Ilmu Yang Disertifikasi : Ulumul Quran
DIREKTORAT PENDIDIKAN TINGGI ISLAM
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
KEMENTERIAN AGAMA RI
2010
1
Lembar Deskripsi Diri
Pendahuluan
Lembar Deskripsi Diri merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalam proses Sertifikasi
Dosen Dalam Jabatan sebagai bagian tidak terpisahkan dari Portofolio Dosen. Lembar Deskripsi
Diri digunakan sebagai alat bagi dosen untuk menjelaskan keunggulan atau kebanggaan pribadi
seorang dosen atas prestasi dan/atau kontribusi yang telah dilakukan dalam menjalankan
karirnya sebagai dosen, khususnya terkait dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Lembar Deskripsi Diri Dosen berkenaan dengan prestasi dan kontribusi dosen dalam 4 (empat)
kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi social dan
kompetensi kepribadian. Berbagai aspek yang terkait dengan keempat kompetensi tersebut
dinyatakan dalam bentuk kegiatan pengajaran/pembelajaran,penelitian, pengabdian kepada
masyarakat, manajemen pendidikan, dan manajemen kemahasiswaan.
Dosen diminta membuat esai untuk setiap kegiatan. Esai itu bisa sangat berbeda dari satu
dosen dengan dosen yang lain. Kemudian, asesor akan diminta melakukan penilaian secara
objektif terhadap informasi dalam esai tersebut, menggunakan rubrik yang disediakan. Hasil
penilaian akan diverifikasi asesor. Oleh karena itu objektivitas dosen menilai diri sendiri sangat
menentukan dan dapat menjadi gambaran kejujuran professional dosen.
Rubrik atau Panduan Penilaian Lembar Deskripsi Diri dosen memberikan rambu-rambu penilaian
kualitas untuk setiap kegiatan yang dilakukan dosen berkenaan dengan kompetensi pedagogik
dan kompetensi profesional, serta untuk setiap aspek yang menggambarkan kinerja dosen dari
sisi kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Rambu-rambu penilaian dibuat dalam
bentuk “semantic differential” dengan satu (atau lebih) deskriptor untuk setiap kegiatan atau
aspek, dilengkapi dengan nilai interval dari setiap deskriptor. Deskriptor terdiri dari satu pasang
kata sifat yang saling berlawanan untuk mendeskripsikan sisi negatif atau positif dari sifat yang
diterapkan. Nilai interval terdiri dari 1-5 di mana 1 berarti nilai paling rendah dan 5 berarti nilai
paling tinggi.
2
Petunjuk Pengisian
Dalam perjalanan karir Saudara sebagai dosen, telah banyak hal Saudara lakukan dalam
melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Lembar Deskripsi Diri Dosen digunakan sebagai
alat bagi dosen untuk menjelaskan keunggulan atau kebanggaan pribadi seorang dosen atas
prestasi dan/atau kontribusi yang telah dilakukan dalam menjalankan karirnya sebagai dosen,
khususnya berkenaan dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Untuk setiap butir isian, deskripsikan diri Saudara secara tertulis sesuai dengan aspek yang
diminta. Contoh berikut memberi gambaran isian terhadap aspek prestasi kerja dalam beberapa
tahun terakhir.
Contoh Deskripsi:
Komponen : Pengembangan Kualitas Pembelajaran
Pernyataan Dosen :
Dari hasil evaluasi terhadap proses pembelajaran yang saya lakukan selama ini, saya mulai
menyadari bahwa mahasisa saya mengalami kesulitan dalam memahami substansi perkuliahan
yang saya berikan, ketika saya sajikan tanpa bantuan media visual. Saat itu saya belum
memahami teknologi media dan saya mulai mempelajarinya. Saya bersyukur bahwa fasilitas
kelas saat ini sudah jauh lebih baik, karena sebagian kelas sudah dilengkapi dengan komputer
dan projector LCD untuk memudahkan penyampaian materi kepada mahasiswa. Secara
bertahap saya mulai menerapkan pemakaian media visual dalam perkuliahan, sehingga saya
dapat member banyak ilustrasi dan melengkapi presentasi perkuliahan dengan animasi untuk
memperjelas konsep,bahan,materi,proses terkait dengan bidang ilmu yang saya ajarkan.
Ternyata kelas menjadi lebih bergairah dan hidup, serta mahasiswa lebih memahami materi
yang saya berikan. Implikasi dari suasana pembelajaran itu, tampak dari prestasi mahasiswa
yang meningkat jika dilihat dari sebaran nilai ujian dan membaiknya kualitas tugas mahasiswa.
Sekarang, semakin banyak dosen di Institut saya yang mengikuti pendekatan pembelajaran
seperti ini.
3
DESKRIPSI DIRI DOSEN
Deskripsikan dengan jelas apa saja yang telah Saudara lakukan yang dapat dianggap sebagai
prestasi dan/atau kontribusi bagi pelaksanaan dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi,
yang berkenaan dengan hal-hal berikut. Deskripsi ini perlu dilengkapi dengan contoh nyata
yang Saudara alami/lakukan dalam kehidupan profesional sebagai dosen.
A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran
A.1 Berikan contoh nyata semua usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran; dan jelaskan dampaknya!
Deskripsi :
Selama 10 tahun memberikan perkuliahan, saya semakin mengetahui kecendrungan dan
dinamika mahasiswa dalam belajar. Bagi saya, mengajar adalah profesi yang
menyenangkan dan memberikan kepuasan tersendiri. Ada dua manfaat yang bisa diambil,
pertama, secara pribadi menuntut saya untuk terus menambah wawasan khazanah
keilmuan, dan kedua bisa membaginya (sharing) dengan para mahasiswa. Oleh karena itu,
saya terus melakukan pengembangan kualitas pembelajaran dengan upaya-upaya kreatif
diantaranya; 1) Menyamakan persepsi terlebih dahulu antara saya dan mahasiswa. Dalam
pertemuan pertama, saya menyampaikan kepada mereka tentang pentingnya mata kuliah
yang mereka ambil terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang mereka miliki.
Sebagai contoh saya mengampu mata kuliah Ulumul al-Quran, saya jelaskan kepada
mereka bahwa Ulumul Quran adalah ilmu dasar dalam memahami al-Quran sebagai
pedoman utama muslim dalam berperilaku dan menjalani kehidupan ini. Saya sampaikan
juga ruang lingkup pembahasan ulumul Qur'an, sejarah, urgensi dan signifikansi ilmu
tersebut. 2) Mendorong mahasiswa untuk memiliki falsafah "belajar untuk ilmu", bukan
belajar untuk mengejar nilai tingi. Saya berusaha memotivasi mereka untuk bisa belajar
bukan didasarkan pada kewajiban kurikuler semata, tetapi lebih pada bahwa belajar adalah
proses pengembangan dan pembentukan karakter secara holistik. Paradigma berpikir anak
dan orang tua pada masyarakat saat ini berorientasi pada materi dan jaminan kerja.
Sehingga wajar, fakultas-fakultas ilmu terapan lebih ramai dibandingkan dengan fakultas
ilmu murni termasuk Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Saya ingin merubah cara berpikir
seperti ini, bahwa belajar itu adalah mencari ilmu dan mencari ilmu adalah ibadah. 3) Dari
sisi metodologi pembelajaran, saya berusaha untuk terus meningkatkan kompetensi yang
saya miliki dengan cara menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan
perkembangan zaman dan pola pikir mahasiswa. Pada awal-awal saat saya mengajar, saya
lebih banyak menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Awalnya saya menganggap
bahwa materi itu lebih penting dari metodologi. Setelah saya evaluasi dengan seksama,
didapatkan bahwa materi saja tidak cukup tetapi harus ditunjang oleh metodologi. Metode
ceramah yang saya gunakan lebih bersifat monoton, membosankan, mahasiswa tidak aktif,
informasi hanya satu arah, feed back relatif rendah, menggurui dan melelahkan, kurang
terkendali baik waktu maupun materi, tidak mengembangkan kreativitas mahasiswa dan
menjadikan mahasiswa hanya sebagai objek didik. Maka untuk itu, saya banyak
mempelajari strategi-strategi pembelajaran active learning baik melalui baca buku atau ikut
pelatihan-pelatihan dan workshop. Saya belajar beberapa strategi pembelajaran seperti
active debat, every one is a teacher, reading guide, jigsaw, synergetic teaching, the power
of two, snow balling dan lain-lain. Saya menganalisa strategi-strategi tersebut dan
menggunakannya sesuai dengan kondisi kelas. Setelah saya praktekan strategi itu, hasilnya
cukup signifikan dalam penumbuhan minat dan kesungguhan mahasiswa dalam belajar.
Mereka bisa lebih berinteraksi antar sesama, berani untuk berbicara dan bisa saling
menghargai. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup dan bergairah. Misalkan saat saya
gunakan strategi active debate, pertama saya lontarkan sebuah pernyataan yang
4
kontroversial yang berkaitan dengan materi perkuliahan, contohnya dalam materi Ulumul
Qur'an "bahwa ilmu asbabunuzul tidak memiliki manfaat yang besar dalam penafsiran al-
Qur'an". Langkah selanjutnya adalah membagi kelas ke dalam dua tim. Tim yang “pro” dan
“kontra”, setelah itu buat dua sampai empat sub sebanyak dalam masing-masing kelompok
debat. Siapkan kursi untuk juru bicara kubu sejumlah sub kelompok yang ada. Mahasiswa
yang lain duduk di belakang para juru bicara. Debat dimulai dengan argumen pembuka.
Setelah mendengarkan argumen pembuka, saya hentikan debat dan para juru bicara
kembali ke kelompok masing-masing untuk mempersiapkan argumen yang menolak
argumen pembuka dari kelompok lawan. Debat dilanjutkan dengan menampilkan juru
bicara baru. Pada saat yang tepat, saya akhiri debat dan mengintegrasikan kembali
kelompok-kelompok tadi ke dalam kelas dengan cara duduk berdampingan dengan
kelompok lawan. Di akhir pertemuan, saya sampaikan beberapa jawaban dari
permasalahan yang muncul dalam diskusi tersebut. Setelah saya amati, bahwa strategi
yang saya gunakan memancing mahasiswa untuk bisa berbicara dan menuntut mereka
berargumentasi dan tentunya ini menuntut mereka untuk terus membekali dirinya melalui
banyak membaca buku. Perkuliahan pun tidak monoton, menyenangkan, mahasiswa aktif,
informasi bisa didapatkan dari berbagai arah, feed back cukup tinggi, tidak menggurui dan
enjoy, dan bisa mengembangkan kreativitas mahasiswa. Namun demikian, tidak berarti
saya meninggalkan metode ceramah dan tanya jawab, karena dalam beberapa kondisi saya
yakin bahwa metode ceramah masih baik digunakan jika materi tidak banyak diperoleh
dalam bentuk tulisan dan dimaksudkan untuk membangkitkan motivasi.
Dalam pemanfaatan media tekhnologi pembelajaran, saya mencoba untuk
menggunakannya walaupun tidak setiap kali tatap muka, karena infocus yang tersedia di
fakultas hanya dua, sehingga dilakukan penjadwalan bagi yang ingin menggunakannya.
Inilah yang mendorong saya bertekad suatu saat nanti saya harus punya infocus. Dampak
yang bisa dirasakan mahasiswa dengan penggunaan infocus adalah mereka bisa lebih
mengerti dan fokus dengan materi yang saya sampaikan. Dan menuntut dosen sendiri
untuk mempersiapkan slide-slide yang sesuai dengan materi yang selanjutnya bisa
dikembangkan menjadi buku daras. Selain itu dalam rangka memanfaatkan tekhnologi agar
lebih efektif dan efisien, saya juga menugaskan mahasiswa untuk menyampaikan tugas-
tugas perkuliahan melalui email. Ini saya lakukan agar mahasiswa tidak gaptek dalam
menggunakan teknologi komunikasi.
Usaha kreatif lain yang saat ini sedang saya jalankan dalam rangka peningkatan kualitas
pembelajaran adalah melakukan pembimbingan intensif terhadap mahasiswa agar mampu
berbahasa Arab secara aktif karena setelah saya amati para mahasiswa masih lemah dalam
bahasa baik Arab atau Inggris. Padahal keduanya merupakan kunci dalam memperluas
ilmu pengetahuan terlebih pada materi-materi yang saya ampu yang menuntut
kemampuan berbahasa Arab. Penyampaian materi bimbingan ini lebih banyak
menggunakan strategi pembelajaran active learning, saya ajak mahasiswa belajar secara
interaktif agar tidak ada kesan sulit atau takut salah. Bimbingan ini diadakan sebanyak
empat kali dalam seminggu dengan dua pengajar, salah satunya adalah saya sendiri.
Dampak yang ditimbulkan dari suasana proses pembelajaran menjadi hidup dan dinamis,
partisipasi mahasiswa dalam proses perkuliahan meningkat, dan memiliki keberanian
mengungkapkan pikiran dan pendapat mereka dengan menggunakan bahasa Arab. Sampai
saat ini, pertemuan sudah mencapai enam belas kali dan setelah diadakan evaluasi,
hasilnya sungguh sangat menggembirakan. Mahasiswa yang mengikuti program ini lebih
mampu berbahasa Arab dibandingkan dengan mereka yang tidak mengikuti. Mereka sudah
mulai bisa membaca dan memahami buku atau kitab berbahasa Arab. Lebih jauh mereka
akhirnya terbiasa merujuk atau mengutip ke dalam buku atau kitab aslinya saat membuat
makalah.
5
A.2. Berikan contoh nyata kedisiplinan, keteladanan dan keterbukaan terhadap kritik
yang Saudara tunjukan dalam pelaksanaan pembelajaran.
Deskripsi :
Kedisiplinan yang saya tanamkan kepada para mahasiswa adalah menjalin komitmen
dengan mereka dalam mengikuti mata kuliah. Komitmen ini sebelumnya saya sampaikan
pada awal perkuliahan sebagai kontrak belajar. Yang pertama adalah kedisiplinan waktu
perkuliahan yaitu dengan menyepakati jadwal kuliah tepat pada waktunya dengan batas
toleransi 15 menit dari waktu yg ditentukan. Bagi mahasiswa yang datang terlambat, maka
baginya tidak diperkenankan untuk mengikuti perkuliahan. Hal itu juga berlaku bagi saya
selaku dosen sebagai bentuk keteladanan, bahkan keteladanan ini saya terapkan dengan
hadir di kelas 15 menit sebelum jadwal kuliah. Keteladanan menepati waktu juga saya jalin
dengan menepati tugas-tugas perkuliahan. Misalkan, dalam presentasi makalah, saat satu
kelompok merasa tidak siap untuk maju menyampaikan makalahnya pada waktu yang telah
disepakati, maka mereka tidak memiliki kesempatan untuk maju kembali yang berakibat
pada kosongnya nilai pemenuhan tugas terstruktur. Ini saya lakukan untuk melatih
kedisiplinan mahasiswa dalam menepati waktu. Yang kedua, saya menyadari bahwa belajar
tidak hanya sekedar pada transfer of knowledge, tetapi juga transfer of attitude (perilaku),
maka untuk itu saya tidak memperkenankan mahasiswa yang tidak bisa menjaga
perilakunya baik dalam berpakaian atau performance untuk mengikuti perkuliahan saya.
Misalkan mahasiswa harus berpakaian sopan, tidak memakai sandal atau kaos oblong,
rambut tidak boleh gondrong dan tidak mengaktifkan alat komunikasi selama belajar serta
menjaga kode etik kemahasiswaaan.
Dalam hal keteladanan, saya mencoba seoptimal mungkin memberikan keteladanan
kepada para mahasiswa baik dari performance atau perilaku karena saya yakin keteladanan
adalah setengah dari keberhasilan dalam tujuan pembelajaran. Peribahasa guru kencing
berdiri murid kencing berlari adalah sangat cocok untuk menggambarkan keteladanan
tersebut. Selain upaya yang saya sebutkan di atas, saya juga memberikan arahan kepada
para mahasiswa untuk gemar membaca sebagai gerbang mencari ilmu. Dalam beberapa
kesempatan saya ajak mereka untuk "betah berlama-lama" dalam perpustakaan. Selain
Ulumul Qur'an saya juga mengampu mata kuliah Membahas Kitab tafsir, maka saya
mengajak mereka ke laboratorium multimedia dan tafsir hadis untuk melakukan praktikum
dan mengenal program-program software tafsir dan hadis sebagai bentuk pembelajaran
kepada mereka agar lebih bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu pengetahuan. Bentuk
keteladanan yang saya tunjukan dalam mematuhi aturan yang telah disepakati misalkan
saya memberikan simulasi kepada mereka agar mengambil telepon selularnya masing-
masing dan saya juga mengambil hp saya dan bersama-sama mematikannya.
Dalam hal kritik, saya senantiasa membuka diri untuk dikritik. Kritik ini bisa disampaikan
langsung secara lisan ataupun tulisan. Secara lisan bisa disampaikan dalam waktu
perkuliahan di kelas atau di luar kelas. Selain dalam jam mengajar, saya juga membuka
waktu untuk mahasiswa agar bisa berkonsultasi sebagai dosen pembimbing akademik yang
didalamnya termasuk kritikan. Saya pernah mengalami kritik ini saat menyampaikan materi
dalam kelas. Saat itu, ada seorang mahasiwa yang melontarkan kritik bahwa saya terlalu
banyak menggunakan istilah-istilah Arab yang belum difahami oleh mahasiswa. Menyikapi
itu, saya langsung koreksi diri dan memilih kata-kata agar lebih mudah dicerna.
Keterbukaan ini terkadang menjadikan diri saya sebagai tempat curhat beberapa orang
mahasiswa saat mereka menghadapi permasalahan baik dalam belajar ataupun
problematika kehidupan yang mereka jalani. Dalam bentuk tulisan, kritik saya lakukan
pada tiap akhir semester dengan cara menyebarkan instrument evaluasi diri terhadap
kinerja dosen kepada para mahasiswa. Dalam instrument tersebut, item pertanyaan
6
difokuskan pada penampilan, kemampuan dan gaya saya dalam mengajar. Dari hasil
evaluasi ini, saya menjadi tahu titik-titik keunggulan dan kelemahan. Dalam hal yang
menunjukan keunggulan, saya mencoba terus untuk dan menjaga dan meningkatkannya
sedang dalam hal kelemahan saya memperbaikinya. Kritik ini saya fahami sebagai langkah
untuk memperbaiki diri saya dalam meningkatkan profesionalitas sebagai seorang dosen.
Tidak hanya dengan mahasiswa, saya juga membuka diri dengan teman-teman sejawat
baik sebagai dosen atau pun ketua jurusan.
B. Pengembangan Keilmuan/Keahlian
B.1. Sebutkan produk karya-karya ilmiah (buku,artikel,paten,dll) yang telah Saudara hasilkan
dan pihak yang mempublikasikannya. Bagaimana makna dan kegunaannya dalam
pengembangan keilmuan. Jelaskan bila karya tersebut memiliki nilai inovatif.
Deskripsi :
Tujuan dari pelaksanaan pengembangan tri dharma perguruan tinggi yang meliputi
pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk
menjadi seorang dosen yang mampu mengajar, meneliti dan mengabdikan dirinya pada
masyarakat. Dalam pelaksanaan pengembangan tri dharma perguruan tinggi bidang
penelitian sebagai pengembangan keilmuan/keahlian pokok, seorang dosen dituntut
mampu melakukan suatu riset (meneliti) dalam rangka pengembangan keilmuan tadi.
Oleh karena itu dimana ada pengumuman pendaftaran penelitian baik dari Lembaga
Penelitian IAIN SMH Banten atau lembaga lain, saya ikuti terlepas apakah proposal
tersebut diterima atau tidak.
Diantara karya ilmiah dalam bentuk buku atau artikel yang saya hasilkan adalah :
Penelitian/Buku/ Ketua/anggota Sumber
Tahun Judul
Artikel/Jurnal Tim Dana/Penerbit
Implementasi zakat di Penelitian DIPA Lemlit
2003 Anggota Tim
Kabupaten Serang IAIN
2004 Studi Kualitas hadis Penelitian Anggota Tim DIPA Lemlit
keutamaan Beribadah IAIN SMH
(Kajian terhadap Kitab Banten
Jami as-Shagir karya as-
Suyuthi)
2006 Metodologi Pentashihan Artikel Individu PKIK IAIN SMH
dan Pentadh'ifan hadis Banten
menurut Imam Malik bin
Anas
2006 Studi Grafis Mushaf Penelitian Ketua Tim DIPA Lemlit
Qurani cetakan al-Qur'an IAIN SMH
antara Haramain dan Banten
Indonesia
2007 Ishlah dalam perspektif Artikel Individu PKIK IAIN SMH
al-Qur'an Banten
2007 Metodologi Tafsir al- Penelitian Ketua DIPA Lemlit
Qur'an (Studi Analisis IAIN SMH
terhadap pendekatan Banten
hermeneutika)
2007 Hermeneutika dalam Jurnal Individu Jurnal al-Fath,
Perspektif Nasr Hamid Vol. 1 Nomor
Abu Zaid 02 (Juli-
7
Desember)
2007
2007 Perbedaan Tulisan Jurnal Individu Tela’ah, Jurnal
Mushaf al-Qur’an Penelitian
Cetakan Haramain dan Sosial dan
Indonesia Keagamaan
Vol. 02 No. 01,
2007 Lemlit
IAIN SMH
Banten
2008 Pemahaman Kontekstual Artikel Individu Diskusi Dosen,
atas hadis Nabi FUD IAIN SMH
Banten
2008 Strategi Mathla'ul Anwar Penelitian Ketua DIPA Lemlit
dalam pengembangan IAIN SMH
pendidikan Islam di Banten
Banten
2009 Metodologi Pentashihan Artikel Individu HMJ Tafsir
Mushaf al-Qur'an Hadis IAIN
2009 Tafsir dan Hadis Tarbawi Buku Individu FA UNMA
(Ayat dan Hadis Press
Pendidikan)/Buku
2009 Bahasa Al-Quran sebagai Artikel Individu Jurnal al-Fath,
Wahyu Vol. 3. No.01
(Januari-Juni
2009)
2009 Tafsir, Ta’wil dan Artikel Individu Diskusi Dosen,
Terjemah FUD IAIN SMH
(Menggugat Cara Banten
Pemaknaan terhadap al-
Qur’an)
2009 Bentuk Lahiri al-Qur'an Artikel Individu Diskusi Dosen
(Kajian atas Ayat dan FUD IAIN SMH
Surat al-Qur'an) Banten
2009 Dakwah dalam perspektif Artikel Individu Diskusi Dosen
al-Qur'an FUD IAIN SMH
Banten
2010 Hermeneutika sebagai Buku Individu FUD Press
Metodologi Penafsiran
Tulisan yang dihasilkan memiliki makna dan kegunaan yang besar sekali. Misalkan, buku
tentang hermeneutika yang diterbitkan oleh FUD Press dengan ISBN 978-979-17423-8-2
tahun 2009. Hermeneutika merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan pada
jurusan tafsir Hadis memberikan gambaran yang seimbang tentang pendekatan
hermeneutika digunakan pada al-Quran. Dalam buku tersebut, saya paparkan mengenai
tentang sejarah dan ruang lingkup hermeneutika, hermeneutika dalam perspektif barat,
pro kontra para ulama dan cendekiawan tentang hermeneutika saat digunakan sebagai
pendekatan terhadap al-Qur'an disertai dengan argumentasinya masing-masing.
Pembahasan mengenai hermeneutika dalam bentuk buku memang jarang didapatkan
mahasiswa, sehingga kehadiran buku tersebut dianggap oleh mahasiswa sangat
membantu dalam memahami makna hermeneutika. Bahkan ada dari mereka yang rela
memfotocopy karena stok buku sudah habis.
8
Kemudian, penelitian tentang studi kualitas hadis-hadis keutamaan beribadah (Kajian
terhadap Kitab Jami' ash-shagir) (Penelitian yang dibiayai DIPA Lemlit IAIN tahun 2004)
memberikan pemahaman kepada mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya
untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan sebuah hadis, terlebih bahwa Kitab Jami
ash-Shagir adalah salah satu kitab hadis standar yang diajarkan di pesantren atau di
majelis ta'lim. Masih banyak yang menganggap bahwa hadis tentang keutamaan
beribadah adalah sahih berasal dari Nabi, padahal setelah diadakan penelitian sanad dan
matan ternyata hadis tersebut dha'if atau bahkan ma'udhu' (palsu). Tentunya ini akan
berakibat pada keabsahan nilai ibadah yang selama ini mereka lakukan.
Penelitian selanjutnya yang menurut saya memiliki makna dan kegunaaan adalah
penelitian tentang studi grafis mushaf al-Quran antara cetakan haramain dan Indonesia
(dibiayai oleh DIPA Lemlit IAIN SMH Banten tahun (2006), memberikan penjelasan
mengenai pentingnya pentashihahan mushaf cetakan Indonesia terutama cetakan masa
lalu, karena setelah diteliti ditemukan beberapa perubahan huruf atau penghilangan titik
yang bisa berakibat fatal dalam pembacaan al-Quran atau bahkan pemahaman terhadap
al-Qur'an. Maka penelitian ini memiliki manfaat yang besar pada masyarakat agar bisa
memilih dan memilah mana ibadah yang bersumber dari Nabi dan yang bukan bersumber
dari Nabi.
Buku selanjutnya yang memberikan manfaat adalah buku tentang ayat-ayat dan hadis-
hadis tarbawi (pendidikan). Buku ini memberikan pemahaman kepada para mahasiswa
mengenai perspektif al-Qur'an dan al-Hadis. Saya paparkan di awal tentang klasifikasi
ayat-ayat dan hadis yang bertemakan pendidikan, tujuan pendidikan, motivasi dalam
pendidikan, kurikulum pendidikan, etika pendidik dan siswa, keteladanan dan kedudukan
orang yang berilmu.
B.2. Berikan contoh nyata konsistensi dan target kerja yang Saudara tunjukan dalam
pengembangan keilmuan/keahlian.
Deskripsi:
Konsistensi yang saya canangkan adalah senantiasa menjaga kebiasaan-kebiasaan baik
dan terus meningkatkannya. Sebagai seorang akademisi, saya terus menjaga nilai-nilai
keilmiahan. Dalam pembelajaran ke mahasiswa, saya tidak memberikan toleransi dalam
pembuatan makalah yang tidak disertai dengan catatan kaki atau sumber kutipan. Saya
akan memberikan nilai rendah bagi mahasiswa yang melakukan copy paste untuk
menghindari plagiarisme. Konsistensi ini juga saya tunjukan saat saya harus bisa
membagi tugas dan wewenang saya selaku dosen, ketua jurusan, bagian dari institusi
dan anggota masyarakat. Saya sangat termoivasi dengan falsafah sebaik-baik pekerjaan
adalah yang konsisten (ad-dawam) walaupun kecil atau sedikit. Maka saya memberikan
konsistensi ini dalam tugas saya mulai dari yang terkecil sekalipun. Contoh dalam hal
pembelajaran kepada mahasiswa, saya berupaya untuk menghubungi mereka saat tidak
bisa masuk perkuliahan dan berusaha menggantinya pada waktu yang lain.
Sedangkan target kerja dalam pengembangan keilmuan/keahlian adalah mencari dan
menggali ilmu pengetahuan tanpa henti. Misalkan saya punya target dalam satu tahun
harus bisa menghasilkan 3 (tiga) buah artikel terkait dengan disiplin ilmu dan 1 buah
buku. Target lain yaitu pada tahun ini saya menargetkan untuk bisa melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi secara linier sebagai cara untuk senantiasa
menambah wawasan dan keilmuan yang saya miliki tanpa harus meninggalkan profesi
sebagai seorang dosen. Konsekuensinya saya harus mencari perguruan tinggi yang dekat
9
dengan tempat tugas saya, sehingga saya bisa membagi waktu antara melanjutkan
kuliah dan mengajar.
Sebagai Ketua Jurusan, untuk memudahkan pencapaian target kerja saya membuat
matrix tahunan. Dalam matrix itu, tertulis pencanangan tugas dan kerja saya selama
menjadi ketua jurusan. Pada tahun ini misalkan, tertulis penyelesaian program akreditasi
prodi Tafsir Hadis. Maka sejak awal bulan Januari 2010, saya sudah mempersiapkan
berkas-berkas yang dibutuhkan dalam proses akreditasi program studi. Sehingga saat
assesor datang, mereka tinggal memeriksa dan mencocokan data yang tertulis dalam
borang dan evaluasi diri. Dan alhamdulillah pada bulan April tahun ini proses tersebut
sudah berjalan tanpa ada hambatan.
Pada tahun ini saya bersama fakultas memiliki target agar mahasiswa jurusan tafsir hadis
mengalami kenaikan secara kwantitas. Maka dalam hal ini, setiap ada momen untuk
mengenalkan profil jurusan maka akan saya lakukan. Misalkan saat saya menjadi Tim
Pemantau Independen Ujian Nasional, saya gunakan di akhir ujian mengumpulkan siswa
dan menjelaskan kepada mereka peluang dan tantangan jika masuk dalam jurusan tafsir
hadis.
C. Pengabdian kepada Masyarakat
C.1.Berikan contoh nyata penerapan ilmu/keahlian Saudara dalam kegiatan pengabdian
kepada masyarakat. Deskripsikan dampak perubahan dan dukungan masayarakat
terhadap kegiatan tersebut!
Deskripsi:
Sebagai bentuk pengabdian saya terhadap masyarakat, saya implementasikan dalam
kegiatan keagamaan bersama-sama dengan masyarakat. Pertama, saya lakukan lewat
lembaga formalnya yaitu LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) IAIN SMH Banten melalui
menjadi dosen pembimbing kukerta (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa. Sampai tahun ini saya
sudah tiga kali menjadi dosen pembimbing kuliah kerja nyata berlokasi di Desa Suka Bares
Kec. Kramat watu, Desa Baros Kec. Baros dan Desa Mander Kec. Bandung. Dalam
pembimbingan, saya selalu menekankan kepada mahasiswa agar bisa memberdayakan
potensi masyarakat secara mandiri, sehingga saat pelaksanaan kukerta selesai kegiatan
tetap berjalan. Dalam pelaksanaan kegiatan, saya memperlakukan masyarakat bukan
sebagai obyek tetapi sebagai subyek yang diharapkan ide-ide pengembangan desa bisa
muncul dari mereka sendiri. Hasil dari workshop dan pelatihan-pelatihan PAR saya
aplikasikan dalam kegiatan tersebut. Dan Alhamdulillah, masyarakat sangat mendukung
apa yang mereka sendiri usulkan tentang pengembangan desa baik secara keagamaan
atau pun infra struktur pedesaan. Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan-kegiatan
keagamaan seperti pengajian dan peringatan hari besar Islam. Mereka lebih termotivasi
untuk menyekolahkan anaknya dan mendidiknya sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
Silaturahmi ini juga tidak terhenti dengan habisnya masa pengabdian, tetapi tetap berlanjut
walaupun para mahasiswa sudah lulus dari perkuliahannya.
Kegiatan pengabdian yang lain, saya mengaktifkan diri saya dengan mengisi pengajian
malam Kamisan di Mesjid al-Muhajirin Komplek Puri Kartika Serang. Materi-materi yang
dibahas seputar penanaman aqidah, akhlaq (muamalah), tafsir, fiqh dan tarbiyah. Banyak
manfaat yang bisa diambil dalam pengajian, misalkan masyarakat menjadi lebih faham dan
mengerti dengan ibadah yang mereka jalankan sehingga tidak menjalankan ibadah dengan
falsafah "yang penting menggugurkan kewajiban". Begitu pun dengan perilaku
bermasyarakat, mereka lebih guyub dan bersatu sebagai manifestasi silaturahmi yang
disampaikan dalam pengajian.
10
Selain pengajian di komplek, saya juga menyampaikan materi dalam pengajian majlis ta'lim
di kampung saya sebulan dua kali. Materinya seputar muamalah, terutama muamalah
mereka sebagai seorang istri dan ibu. Dalam pengajian ini saya mencoba untuk
menggunakan strategi pembelajaran dengan memberi waktu yang lebih banyak untuk
ruang tanya jawab. Kebiasaan di pedesaan yang menghadiri pengajian adalah kaum ibu
usia 40 tahun ke atas. Melalui metode tersebut, akhirnya banyak juga para remaja dan ibu-
ibu muda mengikuti pengajian.
Selain itu, saya juga menyampaikan materi pengajian bulanan di Polda Banten setiap hari
Kamis. Materi yang saya sampaikan seputar pengembangan diri dalam Islam. Pesertanya
adalah para polisi dan pegawai yang bekerja di Polda. Lewat materi itu, para polisi menjadi
lebih faham akan tugasnya tanpa harus meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Pengajian yang pernah saya isi juga adalah pemberian materi di Balai Pemasyarakatan
(BAPAS) Kab. Serang. Bapas ini berfungsi membina mereka yang telah keluar dari lembaga
pemasyarakatan yang masih dalam status wajib lapor. Kepada mereka saya sampaikan
peluang-peluang untuk berbuat baik terhadap sesama dan kiat-kiat agar tidak terjerumus
ke dalam kejahatan yang mereka lakukan. Dampaknya, menurut laporan dari pegawai
BAPAS, mereka bisa menjalani kehidupannya dengan lebih baik tanpa harus kembali ke
balik jeruji besi.
Pengajian selanjutnya adalah pengajian di Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Serang,
pesertanya adalah para dokter, perawat dan pegawai rumah sakit. Kepada mereka saya
sampaikan materi-materi seputar kehidupan dan probelmatikanya dalam perspektif Islam.
Khutbah Jumah adalah pengabdian rutin yang saya lakukan setiap hari Jum'ah. Beberapa
DKM Mesjid mengundang saya untuk menjadi khatib. Untuk lebih teratur, saya membuat
agenda khusus Khutbah Jumat.
Aktif dalam organisasi kemasyarakatan adalah bentuk lain dari pengabdian. Selama ini saya
aktif di Mathla'ul Anwar wilayah Banten sebagai Ketua bid. Dakwah, dan di Majelis Fatwa
Mathla'ul Anwar sebagai sekretaris, juga di Forum Komunikasi Lembaga Dakwah Banten
sebagai sekretaris, di Majelis Ulama Indonesia Banten sebagai Komisi Fatwa. Alhamdulilah
dengan pengabdian dan falsafah "khairunnas anfa'uhum linnas" saya mencoba untuk terus
mengaktualisasikan pengembangan diri.
Kegiatan pengabdian masyarakat lainnya yang saya lakukan adalah sebagai tim pemantau
independen ujian nasional (UN) tingkat sekolah (type E) pada tahun 2006-2010. Beberapa
sekolah yang pernah saya lakukan pemantauan diantaranya SMA 1 Pabuaran, SMA 1 Kibin,
SMA Informatika Serang, MTs. Nurul Hidayah petir, SMP IT Al-Khairiyah Cikeusal.
Selain itu, pada perhelatan Musabaqah Tilawah Al-Quran (MTQ) tingkat Nasional XXII
tahun 2008 yang diselenggarakan di Banten pada tanggal 17-24 Juni 2008, saya ditunjuk
sebagai Wakil Ketua bidang Tafsir al-Quran.
Kemudian, pengabdian lainnya adalah mengisi ceramah pengantar buka puasa di Banten
TV pada tahun 2008 dan mengisi acara ceramah "Penyejuk hati" yang ditayangkan setelah
shalat Maghrib. Manfaat yang bisa diambil, saya bisa melakukan dakwah lewat televisi yang
disaksikan oleh banyak orang.
C.2.Berikan contoh nyata kemampuan berkomunikasi dan kerjasama yang Saudara
tunjukan dalam pengabdian kepada masyarakat.
Deskripsi:
Sepengetahuan saya selama ini, saya mampu bekerjasama dan berkomunikasi dengan
orang lain dengan cukup baik dan lancar, baik dengan teman sejawat, pimpinan, staff
administrasi, mahasiswa maupun dengan masyarakat. Dalam hal pengabdian kepada
masyarakat, komunikasi terus saya bangun seoptimal mungkin karena saya menyadari itu
bagian dari silaturahmi. Saat penyampaian materi pengajian, saya akan melihat kondisi
yang diajak berkomunikasi (audience). Saya bedakan cara penyajian di majlis taklim al-
11
Himmah yang mayoritas mustami'nya ibu-ibu dengan penyajian di kompleks yang
masyarakatnya lebih heterogen. Secara personal, saya juga memperhatikan cara
berkomunikasi sesuai dengan tingkat dan pola pikir audience.
Dalam bekerjasama saya selalu mengedepankan sikap saling percaya, saling menghargai
dan tenggang rasa, dan adanya rasa empati pada sesama anggota dalam suatu tim, saling
bahu membahu satu sama lain dan beranggapan semua anggota memiliki kompetensi
tugas dan tanggung jawab masing-masing. Bukti nyata dari itu semua adalah kepercayaan
masyarakat terhadap pribadi saya untuk duduk dalam kepengurusan organisasi/lembaga
seperti yang sudah saya sebutkan diatas.
D. Manajemen/Pengelolaan Institusi
D.1.Berikan contoh nyata kontribusi Saudara sebagai dosen, berupa pemikiran untuk
meningkatkan kualitas manajemen/pengelolaan institusi (Universitas, fakultas, jurusan,
laboratorium, manajemen system informasi akademik, dll) implementasi kegiatan, dan
bagaimana dukungan institusi terhadap kegiatan tersebut.
Deskripsi :
Sebagai seorang dosen, saya berusaha untuk melibatkan diri dalam setiap kegiatan baik
yang diadakan oleh institut, Fakultas, jurusan atau lembaga lain yang berada dibawah
naungan Institut. Misalnya saya mengikuti workshop Standar Operasional Pelaksanaan
Evaluasi yang diadakan oleh Pusat Penjaminan Mutu pendidikan IAIN. Dalam forum itu,
saya dan beberapa teman mengusulkan untuk memperkuat peran jurusan dan pembagian
tugas yang jelas antar berbagai lini yang ada dalam institut agar tidak terjadi overlapping
dalam penanganan wewenang. Sebagai bentuk dukungan institut, akhirnya terbitlah buku-
buku panduan Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) Pelayanan Akademik, SOP Evaluasi,
SOP Komprehensif, SOP Ujian Khusus yang diterbitkan oleh PPMP. Keterlibatan saya di
tingkat institut juga dibuktikan dengan berbagai kepanitiaan yang diemban, seperti masuk
dalam tim penyusun soal dan tim pewawancara penerimaan mahasiswa baru dari tahun
2006 sampai sekarang dan kepanitiaan wisuda.
Di tingkat Fakultas, keterlibatan saya sebagai ketua jurusan pada salah satu prodi di
fakultas yaitu tafsir hadis, memberikan peluang yang lebih untuk aktif dalam berbagai
kegiatan. Mulai dari kegiatan rutin seperti pelaksanaan UTS, UAS, seminar proposal,
munaqasyah dan bimbingan kemahasiswaan sampai pada kegiatan-kegiatan peningkatan
kualitas manajemen, saya banyak terlibat. Contoh pemikiran yang saya tawarkan kepada
fakultas dalam bidang penerimaan mahasiswa baru, bahwa pihak fakultas dan jurusan
harus jemput bola dalam rekrutmen calon mahasiswa. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah
adalah fakultas yang jumlah mahasiswanya paling sedikit dibandingkan dengan fakultas
yang lain. Jemput bola itu dengan cara melakukan talk show ke beberapa sekolah untuk
menjelaskan seputar program studi dan peluang-peluang saat lulus nanti. Paradigma
berpikir mayoritas masyarakat memang masih "work oriented", banyak dari orang tua yang
menginginkan anaknya bisa langsung bekerja pada saat lulus kuliah, oleh karena itu
mereka lebih cenderung mengarahkan anaknya pada jurusan-jurusan ilmu terapan.
Tentunya, pemikiran seperti ini harus diluruskan karena lulusan dari fakultas Ushuluddin
dan Dakwah tidak selamanya menganggur dan sebaliknya lulusan dari jurusan ilmu terapan
tidak selamanya langsung kerja. Semuanya berpulang pada kompetensi individu dan
pemanfaatan peluang yang dimiliki. Alhamdulillah, setelah diadakan talk show ke sekolah-
sekolah secara perlahan grafik kwantitas mahasiswa fakultas ushuluddin dan dakwah
semakin meningkat. Cara ini kemudian diikuti oleh institut yang telah berubah menjadi
12
Badan Layanan Umum (BLU) untuk terus melakukan rekrutmen calon mahasiswa baru
dengan membentuk tim sosialisasi IAIN SMH Banten. Saya juga terlibat didalamnya.
Di tingkat jurusan, hal yang spesifik saya lakukan adalah mengusulkan untuk membentuk
pusat kajian tafsir dan hadis (PKTH) sebagai pusat pengkajian yang berhubungan dengan
disiplin ilmu tafsir hadis. Diharapkan, dari PKTH ini bisa membuka ruang transformasi
pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu tafsir dan
hadis dan bisa membantu masyarakat dalam upaya memilah dan mengolah informasi serta
pendekatan yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis. Secara lebih khusus, dengan PKTH,
dosen dan mahasiswa terdorong untuk mampu menggali dan mengembangkan wawasan
dan pengetahuan yang terkait dengan ilmu tafsir dan hadis. Usulan ini diapresiasi oleh
pihak fakultas dan Institut dan akhirnya awal 2009 terbentuk PKTH IAIN SMH Banten dan
saya dipercaya sebagai ketua. Implementasi kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah
mengadakan seminar-seminar tentang tafsir dan hadis dengan mengundang beberapa
pakar. Misalkan pada tanggal 23 Februari 2010, PKTH mengadakan seminar nasional tafsir
tentang al-Qur'an antara tekstualitas dan realitas dengan pembicara DR. H. Mukhlis Hanafi
dan DR. Yusuf Rahman.
Pada masa saya di jurusan tafsir hadis, juga telah terbentuk Laboratorium multimedia tafsir
hadis yang memuat program-program dan software tafsir dan hadis seperti maktabah
syamilah, kutubuttis'ah, mausu'ah al-ahâdits sehingga mahasiswa dengan mudah bisa
melakukan praktikum-praktikum mata kuliah. Laboratorium di atas sangat membantu baik
mahasiswa atau dosen sebagai pendukung dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam
kegiatan proses belajar-mengajar seperti pembuatan makalah, melakukan takhrij hadis,
penelitian ilmu tafsir hadits dan lain-lain.
D.2.Berikan contoh nyata kendali diri, tanggungjawab, dan ketangguhan pada prinsip
yang Saudara tunjukan sebagai dosen dalam implementasi manajemen/pengelolaan
institusi.
Deskripsi:
Sebagai seorang dosen dan ketua jurusan saya dituntut untuk bisa mengendalikan diri saya
dan bersikap sabar menghadapinya. Dalam kelas, mahasiswa pada lima belas menit
terakhir perkuliahan terkadang suka ribut. Saya mencoba mengendalikannya dengan bijak
bahwa mereka yang masih ribut lebih baik di luar saja. Contoh nyata lain bentuk kendali
diri sebagai dosen adalah saat mahasiswa meminjam buku dan lambat dalam
mengembalikannya. Langkah yang saya lakukan memanggil mahasiswa tersebut dan
menanyakan alasan keterlambatannya, dan tentunya saya harus lebih berhati-hati lagi
dalam peminjaman buku.
Sebagai ketua jurusan Tafsir Hadis, saya lebih banyak berinteraksi dengan para
mahasiswa. Beberapa hal yang terkadang membuat saya agak kesal, saat mahasiswa
menyepelekan prosedur-prosedur administrasi. Misalkan dalam pengajuan Kartu Rencana
Studi, terkadang sebagian dari mereka lambat mengurus sehingga berimplikasi pada
lambatnya penjadwalan dan absensi. Namun demikian, saya tidak memarahi mahasiswa
tersebut tapi menasehatinya agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Hal lain misalkan, saat para dosen lambat dalam penyerahan nilai mata kuliah yang juga
berimplikasi pada lambatnya pengeluaran IP mahasiswa. Keterlambatan ini saya siasati
dengan mengusulkan ke fakultas agar melakukan "koreksi bersama", dengan mengundang
para dosen duduk bersama-sama melakukan penilaian hasil UAS dan mempersiapkan nilai-
nilai lainnya seperti UTS, absensi dan tugas. Sehingga dalam koreksi bersama itu, nilai
13
akhir bisa langsung diserahkan pada hari itu. Usulan ditanggapi, dan alhamdulilah dengan
koreksi bersama, nilai pun bisa segera di input menjadi Indeks Prestasi Semester.
Dalam hal tanggung jawab, sebagai dosen saya senantiasa memberikan yang terbaik
sesuai dengan tata aturan yang berlaku. Dalam pembelajaran saya akan berusaha untuk
memenuhi 14 kali tatap muka (selain UTS dan UAS), jika belum terpenuhi maka saya akan
meminta kepada para mahasiswa mencari waktu pengganti. Sebagai ketua jurusan, saya
tidak akan merasa tenang jika satu pekerjaan belum terselesaikan. Dalam hal pelayanan
kepada mahasiswa, saya memberikan sebuah kepastian layanan. Misalkan penjadwalan
munaqasyah akan keluar empat hari dari waktu pendaftaran. IP akan terbit dua hari dari
waktu pengajuan. Dengan begitu mereka bisa memperkirakan kapan mengajukan dan
kapan mengambil berkas terkait sehingga muncul kepastian dalam hal pelayanan prima.
Ketangguhan pada prinsip saya implementasikan dalam bentuk ketaatan terhadap aturan-
aturan yang berlaku. Contoh nyata dari ketangguhan saya pada prinsip, misalkan saya
memiliki prinsip bahwa nilai yang sudah masuk ke jurusan tidak dapat diganggu gugat. Ada
mahasiswa yang awalnya mendapatkan nilai D, kemudian melakukan pendekatan kepada
saya agar nilai tersebut bisa dirubah. Tetapi saya sudah menyampaikan dalam perkuliahan
bahwa perubahan nilai hanya bisa dilakukan dengan mengikuti semester pendek atau
mengulang kembali tahun yang akan datang. Akhirnya setelah mahasiswa tersebut
diberikan pengarahan, dia mau mengerti dan akan mengikuti perkuliahan tahun
selanjutnya.
Contoh lainnya adalah saat saya memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam
menyikapi aliran-aliran yang menyimpang. Dalam perkuliahan saya senantiasa
mengingatkan mereka agar tidak terjebak dan terjerumus dalam pemikiran-pemikiran yang
nyleneh yang saat ini sudah mulai memasuki dunia kampus. Kebebasan berpikir tidak harus
dimaknai dengan bersikap dan bertindak seenaknya tanpa disertai dengan argumentasi
yang ilmiah.
E. Peningkatan Kualitas Kegiatan Mahasiswa
E.1.Berikan contoh nyata peran Saudara sebagai dosen, berupa kegiatan maupun pemikiran
dalam meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa dan bagaimana dukungan institusi dalam
implementasinya.
Deskripsi :
Dalam kegiatan kemahasiswaan, saya senantiasa mendekatkan dan melibatkan diri saya
dengan para mahasiswa. Misalkan saat mahasiswa jurusan Tafsir Hadis yang terhimpun
dalam HMJ TH, meminta saya unuk mengisi acara dalam kegiatan Pelatihan Tafsir dan
Hadis (Pelita Hadis) sebagai narasumber. Salah satu materi yang saya sampaikan adalah
tekhnik atau cara pentashihan mushaf al-Qur'an. Para mahasiswa terlihat antusias
mengikuti materi dan menggugah analisa mereka bahwa masih terdapat kesalahan tulisan
dalam al-Quran terutama edisi lama seperti harakat yang hilang, penomoran ayat yang
loncat atau ada kerancuan antara beberapa huruf. Institusi pun banyak memberikan
dukungan terutama dalam hal pendanaan kegiatan dan pengadaaan bahan-bahan.
Dalam hal pemikiran, saya mengusulkan kepada para mahasiswa untuk memperbanyak
forum diskusi. Di kelas, mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk menggali ilmu
pengetahuan. Dalam forum diskusi mereka memiliki kebebasan berpikir dan mampu
bertukar pikiran dan pemahaman serta bisa mengekspresikan keilmuannya tanpa harus
terikat dengan sekat-sekat tertentu. Misalkan, dalam suatu forum diskusi semester II Tafsir
14
Hadis, saya diminta untuk menjadi pemandu dalam membaca kitab kuning tentang surat
Yasin.
Sebagai ketua jurusan, saya juga diminta untuk mengisi acara pengenalan jurusan dalam
setiap kegiatan Orientasi dan Pengenalan Kampus (OSPEK). Dalam kegiatan ini, saya
menjelaskan mengenai profil jurusan dan fakultas agar tumbuh minat dan kesungguhan
dalam belajar. Pemikiran yang saya tawarkan kepada mereka dalam kegiatan ini adalah
agar diadakan juga OSPEK khusus jurusan agar lebih mengenal lebih dalam mengenai
jurusannya masing-masing. Usulan ini direspon Fakultas dan BEM Fakultas yang kemudian
mereka mengadakannya setelah kegiatan Ospek Institut.
Saya juga berpikir, mahasiswa harus dibekali kemampuan untuk menulis dan
mengartikulasikan gagasan mereka dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu, saya
mengusulkan kepada BEMF untuk mengadakan training pers dan jurnalistik selama sebulan
penuh (4-27 April 2010). Saya ikut terlibat di dalamnya sebagai master trainer, yang
bertugas memandu dan mengarahkan mereka supaya tujuan dari kegiatan itu tercapai.
Saya juga ikut memberikan kontribusi dengan menghadirkan pemateri-pemateri yang
handal dalam bidangnya seperti wartawan dari Radar Banten, LKBN Antara Jakarta dan
Majalah Tempo. Kegiatan ini berjalan dengan baik yang diakhiri dengan kunjungan pers ke
dapur redaksi. Sebagai salah satu out put dari kegiatan ini adalah terbentuknya Lembaga
Pers Mahasiswa dan direkrutnya beberapa orang peserta menjadi kontributor LKBN Antara
dan Radar Banten. Mereka juga menjadi lebih mengerti dengan cara-cara mengaspirasikan
gagasan tanpa harus menunjukan otot karena mahasiswa adalah agen perubahan yang
akademis. Institusi pun sangat mendukung kegiatan ini dengan membiayai secara penuh
keberlangsungan kegiatan.
E.2.Berikan contoh nyata Interaksi, yang Saudara tunjukan dalam peningkatan kualitas
kegiatan mahasiswa dan manfaat kegiatan baik bagi mahasiswa Institusi Saudara
maupun pihak lain yang terlibat.
Deskripsi:
Seperti saya sebutkan diatas, bahwa saya adalah pribadi yang terus membuka diri
terutama bagi mahasiswa. Secara spontan saya mengangguk setuju terhadap kegiatan
yang mereka galang selama itu bersifat positif dengan memberikan arahan dan bimbingan
agar kegiatan bisa lebih berdaya guna dan memberikan manfaat bagi mahasiswa dan
institusi. Bentuk interaksi dengan mahasiswa saya implementasikan dengan menjadi
instruktur atau pembina dalam kegiatan itu. Misalkan dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Unit
Pengembangan Tilawah Al-Quran (UKM – UPTQ) IAIN SMH Banten, saya bertindak sebagai
pembina. Setiap ada permasalahan yang dihadapi, mereka senantiasa melakukan
konsultasi lebih dahulu dengan saya meminta arahan dan bimbingan. Interaksi intensif
semacam ini lambat laun menumbuhkan kesadaran berorganisasi yang baik. Kampus tidak
dimaknai hanya sebagai wadah untuk pengembangan nalar, tetapi juga sebagai lembaga
untuk menguatkan interaksi sosial. Pihak lain yang merasa terbantu dengan kegiatan UPTQ
ini adalah LPTQ Prop. Banten dan Pemprov Banten. LPTQ tidak akan kesulitan saat mencari
qari dan qariah handal saat pelaksanaan Musabaqah. Diharapkan UPTQ ini menjadi wadah
pembinaan civitas kampus yang mempunyai bakat tilawah al-Qur'an.
Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang saya ikuti memiliki manfaat baik bagi mahasiswa
atau pun institusi. Dalam kegiatan talk show pengenalan jurusan dan fakultas ke sekolah-
sekolah atau madrasah, saya melibatkan beberapa orang mahasiswa. Untuk mahasiswa
kegiatan ini mengajarkan kepada mereka agar lebih mencintai jurusannya dan mengetahui
bahwa agar lebih dikenal luas di masyarkat, mereka harus memiliki "daya jual" agar
masyarakat tertarik memakai mereka. Adapun dengan institusi tentunya kegiatan ini
15
memiliki dampak yang cukup signifikan. Orang-orang mungkin menganggap bahwa IAIN
karena sudah berstatus negeri, maka tidak membutuhkan promosi lagi. Tentunya ini adalah
anggapan yang salah, karena persaingan dunia pendidikan saat ini tidak melihat status
negeri atau swasta, tetapi adalah sejauh mana perguruan tinggi itu mampu menjual
kompetensi lulusan yang dimilikinya. Apalagi dengan jurusan atau fakultas yang sepi
peminat, maka harus dilakukan upaya-upaya pengenalan lebih dalam.
16
PERNYATAAN DOSEN
Saya dosen yang membuat diskripsi diri ini menyatakan bahwa semua yang saya diskripsikan adalah benar
aktifitas saya dan saya sanggup menerima sanksi apapun termasuk penghentian tunjangan dan
mengembalikan yang sudah diterima apabila pernyataan ini dikemudian hari terbukti tidak benar.
Serang, 26 Mei 2010
Dosen Yang Diusulkan
(H.Endang Saeful Anwar, Lc., M.A.)
Saya sudah memeriksa kebenaran deskripsi ini dan bisa menyetujui semua isinya.
Mengesahkan, Mengetahui,
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Ketua Jurusan Tafsir Hadis
Dakwah IAIN SMH Banten
(Prof. DR. H. Fauzul Iman, M.A.) (H.Endang Saeful Anwar, Lc., M.A.)
NIP. 19580324198703 1 003 NIP. 19750715200003 1 004
17
18
Related docs
Get documents about "