kusen pintu n jdela

Document Sample
kusen pintu n jdela Powered By Docstoc
					                                            BAB I
                                   PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
   Kosen, Pintu Dan Jendela Spayol
       Suatu bangunan atau gedung yang terdiri dari sekat – sekat atau tembok, baik
tembok luar maupun tembok dalam, perlu diberi lubang – lubang untuk
memungkinkan orang keluar masuk bangunan, atau memasukkan cahaya atau
ventilasi. Sebagian lubang ini harus bias ditutup dan dibuka, satu dan lain untuk
alasan keamanan dan kesehatan.
Besarnya lubang pintu / jendela tergantung dari fungsinya ukuran – ukuran yang
umum adalah
              Pintu satu daun : lebar kosong           : 65 – 70 – 80 – 90 – 100 cm
                                 Tinggi kosong : 190 – 200 – 210 – 225 – 250 cm
              Pintu dua daun : lebar kosong        : 120 – 130 – 140 – 150 – 250 cm
                                 (garasi)
                                 Tinggi kosong : 200 – 210 – 220 – 225 – 250 cm
                                 (garasi)
       Untuk menutupi lubang – lubang tersebut pintu dan jendela atau kaca mati.
Pintu dan jendela ini merupakan penutup yang sesungguhnya, sedangkan kosen
merupakan penghubung antara pintu / jendela dengan tembok dinding.


B. Kosen
        Sesuai kebutuhan dan kondisi kita mengenal 2 macam kosen :
       1. kosen gundul
       2. Kosen kombinasi
Ukuran kayu kusen : penampang kosen yang umumnya dipakai
(5 x 15) – (6 x 11) – (6 x 12) – (6 x 15) – (7 x 11) – (8 x 12) – (8 x 15) cm (garasi)
Kosen terdiri dari :
              Dua atau lebih tiang
              Ambang atas
              Ambang tengah




                                              1
C. Bagian – bagian dari kosen
         Angker : dibuat dari besi, untuk memasang kosen pada tembok atau kolom
beton praktis. Jika kosen dipasang pada kolom utama dari beton, maka tidak
dipergunakan angker – angker karena kosen dipasang dengan cara diselipkan dan
digeser antara kolom – kolom tersebut. Sebagai pengganti angker dipakai sekrup
fisher
Umpak : untuk landasan tiang kosen pintu sebagai kaki dan agar air tidak meresap
masuk ke sel – sel kayu yang dapat menyebabkan lapuk. Dibuat dari beton tumbuk
1pc : 2 pasir : 4 kr
Besi duk : untuk mengkakukan mengkosen kepada umpuk. Penampang tidak boleh
bulat tapi harus bujur sangkar untuk menjaga agar kosen tidak memuntir


     Pintu
 Berdasarkan daun pintu, pintu di bagi menjadi :
    A. Pintu kelam : terdiri dari beberapa papan yang dihubungkan melebar yang
         diperkuat dengan memakai kelam. Pintu semacam ini hanya dipakai untuk
         kamar – kamar tidak penting atau bersifat sementara. Tebal papan 2 – 2 cm,
         lebar 10 – 15 cm.
    B. Pintu kaca : kaca dipasang setelah bingkai – bingkai daun pintu selesai distel.
         Kaca dipasang ditengah – tengah daun pintu. Tebalnya kaca bergantung dari
         luasnya bidang kaca seperti :
               Luas ≤ 0.30 x 0.30 m² → tebal kaca 2 mm
               Luas ≤ 0.50 x 0.50 m²→ tebal kaca 3 mm
               Luas ≥ 0.60 x 0.60 m²→ tebal kaca 4 – 5 mm
    C. Pintu sorong : keuntungan memakai pintu ini adalah ketika membuka atau
         menutupnya tidak memakan tempat. Namun kejelekannya adalah tidak dapat
         ditutup rapat – rapat. Pintu sorong terdapat dua macam jenis yaitu
               Dengan satu lintasan
               Dengan dua lintasan




                                            2
                                       BAB II
                                  PEMBAHASAN


A. Kosen Pintu dan Jendela spayol
       Kosen pintu dan jendela spayol merupakan konstruksi yang dapat bergerak,
bergeraknya pintu atau jendela dipengaruhi oleh perletakan/penempatan, efisiensi
ruang dan fungsinya. Dalam merencanakan pintu dan jendela, ada 4 (empat) hal yang
harus dipertimbangkan, yaitu :
1. Matahari
Kosen Pintu dan jendela spayol merupakan sumber pengurangan dan penambahan
panas, sehingga jendela dapat diletakkan di sisi sebelah timur dan/atau barat


2. Penerangan
Untuk menghasilkan penerangan alami sebuah ruangan, dengan menempatkan jendela
dekat sudut ruangan maka dinding didekatnya disinari cahaya akan memantulkan ke
dalam ruangan.


3. Pemandangan
Jendela sebaiknya ditempatkan untuk memberi bingkai pada pemandangan.
Ketinggian ambang atas jendela sebaiknya tidak memotong pemandangan orang yang
duduk ataupun berdiri di dalam ruangan, juga jangan sampai kerangka jendela
membagi dua atau lebih suatu pemandangan.


4. Penampilan
Jendela akan dapat mempengaruhi penampilan ekterior rumah/bangunan.


B. Persyaratan
       Syarat Kosen pintu dan jendela spayol pada sebuah bangunan meliputi :
1. Bekerja dengan aman
2. Tahan cuaca, untuk mendapatkan ketahanan terhadap cuaca maka harus dipilih dari
bahan yang baik, tidak mudah lapuk, tidak mudah mengalami kembang/susut (muai,
melengkung)
3. Tidak ada celah/ cahaya yang tidak dikehendaki masuk, cuaca (suhu,udara) masuk
ke dalam ruangan.


                                           3
4. Kuat
5. Minimal ada 1(satu) buah jendela dalam sebuah ruangan.


C. Fungsi
          Fungsi pintu dan jendela Spayol dalam sebuah bangunan
1. Fungsi pintu
Dalam kegiatan/komunikasi antar ruang maka pintu sangat dibutuhkan, demikian juga
sarana lintas antara bagian dalam dan bagian luar bangunan.
2. Fungsi jendela Spayol
a. Penerangan alami ruangan
b. Pengatur suhu ruangan, sirkulasi angin
c. Melihat pemandangan/situasi luar bangunan


D. Jenis Kosen Pintu dan Jendela Spayol
          Kosen Pintu dan jendela spayol biasanya dikelompokkan sesuai dengan
bagaimana bukaannya, hal ini juga sangat erat hubungannya dengan jenis perangkat
alat penggantung dan pengunci yang akan dipakai untuk melekatkan daun
pintu/jendela pada rangkanya.


1. Jenis Pintu
          Dilihat dari cara membukanya daun pintu, pintu dibedakan
menjadi:
a. Pintu sorong (slide a door) yang membukanya didorong horisontal ke kiri/kanan
atau vertikal ke sisi atas, daun-daun pintu ini ditempatkan pada belakang rangka atau
pada alat/rel, bagian jendela dapat dibuka penuh.
 Pintu Khusus
    Pintu khusus terbagi menjadi beberapa macam sesuai dengan cara bergeraknya,
penggunaan bahan dan ukuran – ukurannya yang menyimpangnya dari yang biasa
yaitu :
Pintu geser / jungkir (over the top door)
                Pintu digeser keatas dan akhirnya sejajar dengan langit ( plafond )
                Keseimbangan diperoleh dengan pemasangan per – per yang di tarik
                 dari kedua sisi pintu



                                             4
       Gerakan pintu ialah menjungkir dan menggeser
Sponning → pada ambang atas kosen dan pada tiang – tiang dibentuk dengan
memasang pintu besi strip atau besi L
Pintu sorong vertical dan sejajar langit – langit ( overhead door )
   Pintu digeser dengan perantara roda – roda dan engsel – engsel lewat rel di kanan
   – kiri
              Gerakan membuka didepat karena gaya tarik per / pegas dapat distel
               kekuatannya
              Untuk menutup kembali dipasang tali atau tongkat kait
              Ruangan diatas pintu min 40 cm dan dikanan – kiri min 15 cm
Keuntungan terhadap pintu sorong lewat sudut
              Tidak memakan tempat
              Tidak menutupi dinding samping
              Dalam keadaan terbuka tidak mengganggu
Kerugian
              Konstruksi mahal
              Jika terjadi kerusakan, harus diperbaiki oleh tukang – tukang khusus


2. Lingkup Pekerjaan
       Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya
untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan
sempurna.
       Pekerjaan ini meliputi pembuatan kosen, daun pintu dan daun jendela seperti
yang dinyatakan/ditunjukan dalam gambar.
      Kusen Pintu dan Jendela
      Daun pintu panel
      Daun jendela kaca
      Daun pintu kaca
      Dll




                                            5
3. Syarat – Syarat Pelaksanaan
       Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti
gambar-gambar yang ada kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang), termasuk
mempelajari bentuk, pola, penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail
sesuai dengan gambar detail dari perencana. Seluruh pekerjaan kusen dan daun
pintu/ jendela harus dikerjakan diworkshop, penyimpanan kusen, pintu/ jendela di
workshop atau ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/ tempat dengan
sirkulasi yang baik, tidak terkena suaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan
kelembaban.


      Harus diperhatikan semua sambungan siku/sudut untuk rangka kayu dan
penguat   lain   yang    diperlukan    hingga     terjamin   kekuatannya    dengan
memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh
ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. Semua kayu tampak harus diserut
rata, halus, lurus dan siku-siku satu sama lain sisi-sisinya, dan di lapangan sudah
dalam keadaan siap untuk penyetelan/pemasangan.


4. Menggambar Rencana Kusen Dan Daun Pintu/Jendela Spayol Lengkung




                                        6
                                      BAB III
                                     PENUTUP




A. Kesimpulan
        Suatu bangunan atau gedung yang terdiri dari sekat – sekat atau tembok, baik
tembok luar maupun tembok dalam, perlu diberi lubang – lubang untuk
memungkinkan orang keluar masuk bangunan, atau memasukkan cahaya atau
ventilasi.


B. Saran
        Kami sadar makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itulah saran

dan kritik yang bersifat membangun masih sangat kami harapkan guna penulisan

makalah kami selanjutnya agar menjadi lebih baik.




                                          7
                    DAFTAR PUSTAKA




www.google.com
www.wikipedia.com




                          8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:912
posted:8/21/2010
language:Indonesian
pages:8