Karakteristik Fisik dan Lingkungan

Document Sample
Karakteristik Fisik dan Lingkungan Powered By Docstoc
					Karakteristik Fisik dan Lingkungan



Pada bagian ini akan dibahas secara jelas kondisi lingkungan studi beserta permasalahan yang ada di
lingkungan studi objek penelitian. Permasalahan yang akan di bahas di album ini merata di wilayah Jalan
Dr. Setiabudi. Wilayah studi penulis dibatasi oleh lampu merah pertigaan dan persatuan antara Jalan
Sukajadi dan Jalan Dr. Setiabudi itu sendiri.

Jalan Dr. Setiabudi merupakan salah satu jalan akses ke Lembang. Jalan Dr. Setiabudi diapit oleh
Pertokoan yang cukup ramai. Pertokoan ini beragam, mulai dari toka serba ada, sampai warung makan.
Pada kondisi biasa, ruas Jalan Dr. Setiabudi ini ramai dilaluli oleh banyak kendaraan bermotor.
Kendaraan beroda empat dan beroda dua mendominasi ruas Jalan Dr. Setiabudi. Lalu-lintas di Jalan Dr.
Setiabudi boleh dibilang bukanlah lalu-lintas yang lancar. Ketidaklancaran ini disebabkan oleh berbagai
faktor diantaranya adalah dari faktor sang pengemudi kendaraan pribadi dan juga dari faktor pengemudi
kendaraan umum.

Kawasan pertokoan di sekitar Jalan Dr. Setiabudi sendiri merupakan kawasn pertokoan yang cukup luas.
Kawasan pertokoan tersebut memiliki tempat parker yang cukup luas. Namun cukup disayangkan,
fasilitas parkir yang disediakan tidak memadai sehingga masih cukup banyak kendaraan yang parkir tidak
pada tempatnya. Tentu saja hal ini mengganggu juga lalu-lintas yang ada di Jalan Dr. Setiabudi.

Selain fasilitas perkir yang tidak memadai, di sekitar Jalan Dr. Setiabudi tidak memadai juganya tempat
sampah. Hal ini dapat terlihat dari jarang terlihatnya pembuangan sampah sementara di sepanjang
trotoar pejalan kaki. Lalu juga dapat dilihat dari banyaknya sampah di jalur hijau memenuhi tempat
tanaman-tanaman penghias jalan. Belum lagi terlihat sampah yang terlihat pada saluran air yang dapat
menyumbat saluran air yang akan menghambat sistem drainase.

Di sekitar Jalan Dr. Setibudi terlihat juga banyak reklame-reklame. Reklame yang ada ada di Jalan Dr.
Setiabudi berbentuk macam-macam. Namun sangat disayangkan, beberapa rekalme komersial tidak
memperhatikan ketertiban dan kebersihan dalam memamasang reklamenya. Salah satu unsur signage
ini memang sering kita temui di sekitar jalan Dr. Setiabudi. Signage ini menjadi masalah ketika
pemasanganya tidak mengindahkan perarturan dan tidak pada tempatnya. Seperti reklame kampanye
berupa poster calon legislatifnya yang seenaknya saja ditempel pada fasilitas hijau jalan pedestrian. Hal
ini tentu saja membuat ketidaknyamanan dalam hal kebersihan dan kerapihan.

Di sekitar kawasan Jalan Dr. Setiabudi yang padat akan kawasan pertokoan, masih ada rumah tinggal
pribadi. Hal ini tentunya dirasa janggal, melihat hampir seluruhnya kawasan sekitar Jalan Dr. Setiabudi
dipenuhi oleh pertokoan yang padat. Tentu saja ini merupakan masalah tentang tata masa bangunan.
Kawasan sekitar Jalan Dr. Setiabudi tidak layak untuk tempat hunian pribadi. Hal tersebut disebabkan
oleh ramainya kegiatan ekonomi yang berjalan sehingga tidak ideal untuk kawasan rumah hunian
pribadi yang membutuhkan kedamaian.
Suatu kawasan publik, pastinya mempunyai sarana public. Sarana publik ini digunakan bersama-sama
oleh masyarakat. Namun, sangat disayangkan sarana publik di kawasan Sekitar Jalan Dr. Setiabudi
kurang terawat. Hal ini dapat kita lihat dari salah satu contoh yaitu kerusakan jalan aspal berupa lubang
besar yang dalam. Tentu saja lubang tersebut sangat mengganggu dan dapat membahayakan pengguna
jalan yang melintas.

Sarana public juga menyangkut masalah pejalan kaki. Pedestrian, merupakan hal yang membahas itu
semua. Dapat dilihat di kawasan sekitar Jalan Dr. Setiabudi memang memiliki fasilitas pedestrian, namun
terlihat jelas bahwa ada persmasalahan dengan fasilitas public yang satu ini. Trotoar tempat para
pejalan kaki berjalan memang cukup luas tetapi sayangnya trotoar ini tertutup oleh pot-pot penghias
jalan raksasa. Ukuran pot-pot ini sangat besar sehingga memenuhi trotoar yang mengakibatkan tidak
bisa dipakainya trotoar oleh pejalan kaki. Belum lagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memakai rusa
trotoar seenaknya. Oleh karena masalah tersebut, tak heran jika terdapat banyak pejalan kaki yang
menggunakan jalan aspal untuk berjalan. Tak luput dari perhatian penulis, zebra cross yang sudah usang.
Hal ini dapat terlihat jelas ketika berada di traffic light. Selain itu, tidak ada lagi selain zebra cross, yang
hanya satu-satunya, sarana penyebrangan lainya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:459
posted:8/20/2010
language:Indonesian
pages:2
Description: Sebuah analisis dari Karakteristik Fisik lingkungan