VIEWS: 7,409 PAGES: 19

• pg 1
```									             HIPOTESIS PENELITIAN

18/08/2010        Materi-VII-www.sanaky.com   1
LANGKAH-LANGKAH                     TEORI-TEORI
MERUMUSKAN
HIPOTESIS
HIPOTESIS

PENGUMPULAN
DATA
DEDUKSI

ANALISIS
INDUKSI
INTERPRETASI

KESIMPULAN

GENERALISASI
18/08/2010             Materi-VII-www.sanaky.com    2
HIPOTESIS
PHILOSOPHY

GRAND THEORY

MIDDLE THEORY

THEORY
OPERATIONAL
DEFINITION
CONCEPT

PROPOSITION    HYPOTHESES              VARIABLE INDICATOR

18/08/2010       Materi-VII-www.sanaky.com             3
ASUMSI
HIPOTESIS

 DINYATAKAN SECARA EKSPLISIT
–   SITUASI
 ANGGAPAN - ANGGAPAN TENTANG
BENTUK DEKLARATIF
DIAKUAINYA BENAR DAN ANTAR
KECENDERUNGAN HUBUNGANTAK AKAN
DIUJI KEBENARANNYA OLEH PENELITI
VARIABLE PREDICTOR DGN VARIABLE
CRITERIA
 DIPERLUKAN SEBAGAI        PEMBATAS
KONDISI – NOL [Ho] DENGAN LINGKUP
 HIPOTESISBERKAITAN DAN
PERMASALAHAN PENELITIAN
HIPOTESIS ALTERNATIF [Ha]
16

18/08/2010           Materi-VII-www.sanaky.com        4
PERUMUSAN HIPOTESIS NIHIL DAN ALTERNATIF
PERUMUSAN HIPOTESIS

 MEMPERTIMBANGKAN ASUMSI, DISTRIBUSI SKOR,
PERMASALAHAN                             HIPOTESIS
PENGUKURAN DATA, JUMLAH SAMPEL, DSB
PENELITIAN                             KONSEPTUAL
 MENENTUKAN TEKNIK UJI STATISTIK YANG TEPAT
KERANGKA                                 HIPOTESIS
SEKALIGUS ATURAN KEPUTUSANNYA
TEORITIK                              OPERASIONAL
 MENGANALISIS DATA DENGAN PERHITUNGAN STATISTIK
HIPOTESIS
YGAN SESUAI
STATISTIK
 MENARIK KESIMPULAN STATISTIK DAN KONSEPTUALISASI
NYA SESUAI PERMASALAHAN PENELITIAN YANG AKAN
DIJAWAB
Ho   Ha

18/08/2010         Materi-VII-www.sanaky.com             5
HIPOTESIS
NIHIL ATAU HIPOTESIS NOL [Ho]
VS ALTERNATIF ATAU HIPOTESIS
 SECARA UMUM        KERJA
JENIS-JENISSEMENTARA THD [Ha]
JAWABAN                   MASALAH PENELITIAN YG
 BESARAN, PERBEDAAN, ASOSIATIF
PERUMUSAN
SECARA TEORITISDIANGGAP PALING MUNGKIN ATAU
DIREKSIONAL VS NON-DEREKSIONAL
HIPOTESIS
PALING TINGGI TINGKAT KEBENARANNYA
 MAYOR VS MINOR
 SECARA TEKNIS  KONSEPTUAL VS OPERASIONAL
 VERBAL VS STATISTIK
PERNYATAAN MENGENAI KEADAAN POPULASI YG AKAN
DIUJI KEBENARANNYA MELALUI DATA YG DIPEROLEH DARI

SAMPEL PENELITIAN DINYATAKAN SEBAGAI    HUBUNGAN
ANTARA VARIABEL
 SECARA STATISTIK
SYARAT-         DINYATAKAN DLM KALIMAT DEKLARATIF
AKAN DIUJI MELALUI ATAU KALIMAT PERNYATAAN
SYARAT           STATISTIK SAMPEL
 DI DLM HIPOTESIS MENYATAKAN BESARAN, PERBEDAAN
PERUMUSAN
HIPOTESIS         ATAU HUBUNGAN ANTAR UBAHAN
TERKANDUNG SUATU “RAMALAN” – KETEPATAN RAMALAN
 PERTANYAAN SINGKAT, KETEPATAN
TERGANTUNG PENGUASAAN PENELITI ATASJELAS, TIDAK
MENGUNDANG PENAFSIRAN GANDA
LANDASAN TEORI DAN GENERALISASI YANG TELAH
 DAPAT DIUJI KEBENARANNYA KETIKA
DIPEROLEH DARI SUMBER - SUMBER ACUAN SECARA
MELAKUKAN TELAAH EMPIRIK [TESTABLE]
PUSTAKA.
18/08/2010          Materi-VII-www.sanaky.com       6
APAKAH SETIAP PENELITIAN MEMILIKI HIPOTESIS ?
 MENGARAHKAN FOKUS
 PENELITIAN [Ho]
HIPOTESIS NOL
 PENELITIAN DESKRIFTIF : HUBUNGAN ATAU
 MENGARAHKAN PROSES
MENYAJIKAN
BERTUJUAN PENGUMPULAN DATA DI PENELITIAN
HIPOTESIS    KORELASI VARIABEL-VARIABEL
MANFAAT
 MENGENAI [Ha]
GAMBARAN LAPANGAN GEJALA
NIHIL ATAU
HIPOTESIS KERJA
PERUMUSAN
HIPOTESIS NOL
“ TIDAK
YANG DITELITI
HIPOTESIS[Ho]
MENYATAKAN TDK SISTEMATIKA
ATAU KORELASI VARIABEL - VARIABEL
MEMERLUKAN HIPOTESIS”
DAN HIPOTESIS   ANALISIS DATA
PENELITIAN
ALTERNATIF   MERUPAKAN ALAT
ATAU HIPOTESIS  MENGEMBANGKAN TEORI
UJI STATISTIK
 KERJA [Ha]    MENERIMA Ha YG :
PENELITIAN EKSPLORASI BERARTI MENOLAK Ho
KEILMUAN
RUMUSAN HIPOTESISI DPT DINYATAKAN
MEMPEROLEH
BERTUJUAN MENGARAHKAN PENELITIAN
 DLM Ha ATAU Ho
JUGA BERSIFAT
DATA DASAR SELANJUTNYAPENELITI CENDERUNG
MERUMUSKAN HIPOTEISIS Ha
DESKRIPTIF, “TIDAK
MEMERLUKAN HIPOTESIS”
18/08/2010            Materi-VII-www.sanaky.com    7
 ADA PERBEDAAN DLM MOTIVASI MELANJUTKAN STUDI
 ADA HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI SISWA
 PENGHASILAN BURUH HARIAN DI
ANTARA GURU YANG MEMPUNYAI LATAR BELAKANG
DENGAN PEMBAWAAN DALAM PERGAULAN BAIK
DAERAH “TERTENTU” TDK KURANG DARI
PENDIDIKAN SARJANA DAN SARMUD
DIMENSI VERTIKAL MAUPUN HORIZONTAL
RP. 3.000 PERHARI
 TIDAK ADA PERBEDAAN RERATA LAMA STUDI DI PASCA
 TDK ADA KORELASI ANTARA BESARNYA INCOME PER
SARJANA ANTARA MAHASISWA DARI
 KONSUMSI        LISTRIK          PROGRAM
MASYARAKAT
CAPITA SUATU NEGARA DGN TINGKAT PATRIOTISME
STUDI YANG BERBEDA
PEDESAAN SETIAP BULANNYA TDK LEBIH
RAKYATNYA.
 MAHASISWA YANG BERIKATANKELUARGA
DINAS MEMILIKI MINAT
DARI INTERNAL DIDUGA MEMPUNYAI PERANAN
 MOTIVASI100 KWH PERUNIT
HIPOTESIS
HIPOTESIS      YANG LEBIH TINGGI UTK DITEMPATKAN DI LUAR JAWA
YG LEBIH DOMINAN MAHASISWA PERGURUAN
DIBANDINGKAN DGN MAHASISWA YANG TDK BERIKATAN
BESARAN
TENTANG
HIPOTESIS
PERBEDAAN        EKSTERNAL
[MAGNITUDE]
KORELASIONAL
VETERAN YANG BERHAK MENDAPAT
 ADA PERBEDAAN ANTARA ANAK LAKI-LAKI DAN ANAK
 TERDAPAT HUBUNGAN LINEAIR ANTARA PRESTASI
KERINGANAN ATAU PEMBEBASAN SPP
PEREMPUAN USIA MTP DLM HAL SIKAP MENGHADAPAI
ASOSIATIF          BELAJAR DGN DORONGAN ORANG TUA, MOTIVASI
 PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR THD MURID
LAWAN JENIS, SEDANG DI KALANGAN ANAK USIA SLTA
BERPRESTASI DAN BIMBINGAN GURU ANTARA
PERBEDAAN SIKAP TERSEBUT AKAN SEMAKIN KECIL
KELOMPOK EKSPERIMEN DAN
 PENGARUH LANGSUNG ANTARA PENDIDIKAN ORANG
 ADA KELOMPOK PEMBANDING BERKISAR ANTARA
PERBEDAAN TINGKAT KORELASI
TUA TERHADAP KERJAAN ANAKNYA TIDAK BERARTI
BESARNYA PENGHSILAN DGN KEBIASAAN REKREASI
ANTARA 1-1,5 JIKA PENGALAMAN BEKERJA
[NON-SIGNIFIKAN] SD
DI TINJAU DARI BERBAGAI JENJANG PENDIDIKAN
 DENGAN
DIKENDALIKANTINGKAT INFLASI        SEPERTI
 DENGAN TINGKAT MOTIVASI YANG SAMA,KARYAWAN YG
SEKARANG,      LAJU     PERTUMBUHAN
 INTENSITAS KETERLIBATAN SISWA DALAM PROSES
BELUM MENGIKUTI TRAINING AKAN MAMPU
BELAJAR MENGAJAR AKAN BERPENGARUH POSETIF
MENCAPAI PRODUKTIVITAS YANG SAMA DGN
MENCAPAI 6 SUDAH MENGIKUTI TRAINING
KARYAWAN YANG -8%
BANGAN SIKAP DAN PENINGKATAN KETERAMPILAN
18/08/2010           Materi-VII-www.sanaky.com              8
LANGKAH- PENGUJIN HIPOTESIS
 MEMFOKUSKAN PERMASALAHAN
 IDENTIFIKASI DATA YG RELEVAN
 INDIKATOR PESAN PENELITIAN
HIPOTESISI
DAERAH                           DAERAH
PENOLAKAN                    PENOLAKAN [H]
 PEDOMAN PENYIMPULAN
[H] DAERAH           ½α
 STIMULASI PENELITIAN SELANJUTNYA
ATAU PENOLAKAN HIPOTESIS
½α           PENERIMAAN [H]

UJIA DUA ARAH
 HIPOTESIS DINYATAKAN DGN [Ho]
 MERUPAKAN SUATU PERNYATAAN
SEDANGKAN      ALATERNATIFNYA
DAERAH
MACAM                      DAERAH
DINYATAKAN DENGAN [Ha]
YANG JELAS[H]         DAN TIDAK
SINGKATPENOLAKAN
PENERIMAAN
PILIHAN                     MEMPUNYAI BANYAK INTERPRETASI
α
 PASANGAN ANTARA [Ho] DAN [ Ha]
KARAKTERISTIK           MENYATAKAN HUBUNGAN ANTAR
MERUPAKAN LAWAN – MENENTUKAN
PERUMUSAN              DUA UJI SATU ARAH 1 DAN
DAERAH VARIABEL ATAU LEBIH
PENERIMAAN
PENOLAKAN PENOLAKAN HIPOTESIS
DAERAH                 DAPAT DIUJI SECARA LANGSUNG
DIKENAL DGN DAERAH KRITIS UJI
DAERAH
PENOLAKAN                 [VARIABELNYA
HIPOTESIS DAERAH DAPAT
PENERIMAAN
SECARA
PENOLAKAN
OPERASIONAL :
DIGAMBARKAN SBG DIOBSERVASI]
[H]

UJI SATU ARAH 2
18/08/2010            Materi-VII-www.sanaky.com         9
TERIMA KASIH

18/08/2010    Materi-VII-www.sanaky.com   10
KONSEP:
ISTILAH DAN DEFINISI YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGGAMBARKAN
YANG MENJADI PUSAT PERHATIAN ILMU SOSIAL [MASRI&EFFENDI,
1989].
   ADA DUA JENIS KONSEP :
PERTAMA, KONSEP-KONSEP YANG JELAS HUBUNGANNYA
DENGAN FAKTA ATAU REALITAS YANG
MEWAKILI;
KEDUA,    KONSEP-KONSEP YANG LEBIH ABSTRAK ATAU
LEBIH KABUR HUBUNGANNYA DENGAN FAKTA
ATAU REALITAS.
CONTOH:
FUNGSI LATENT; FUNGSI MANIFEST, DEBIROKRATISASI,
KEKERABATAN, MORTALITAS, FERTILITAS, PARTISIPASI
POLITIK DAN SEBAGAINYA.

   PERANAN :
ANTARA DUNIA TEORI DENGAN DUNIA OBSERVASI, ANTARA
ABSTRAKSI DAN REALITAS.
18/08/2010           Materi-VII-www.sanaky.com         11
   DALAM BENTUK YANG LEBIH UMUM ADA BEBERAPA
REALITAS SOSIAL POLITIK:

   MISALNYA, KITA KENAL KONSEP KARL D. JACKSON, YANG
BARU YANG IA SEBUT DENGAN DENGAN KONSEP
“BUREAUCRATIC POLITY” YANG BERAKAR PADA BUDAYA.
DEMIKIAN JUGA KONSEP HAROLD CROUCH TENTANG
SISTEM POLITIK PADA WAKTU ITU (ORBA) LEBIH
POLITY YANG MODEREN.DEMIKIAN JUGA KONSEP
RICHARD     ROBINSON     TENTANG     “BUREACRATIC
CAPITALISM”. DEMIKIAN JUGA KONSEP GEERTZ TENTANG
“RELIGIOUSNESS” DAN “RELIGIOUS-MINDEDNESS” DALAM
DAN JUGA TENTANG POLITIK ALIRAN YANG KINI CAIR

18/08/2010           Materi-VII-www.sanaky.com      12
KONSEP RELIGIUSITAS GLOCK DAN STARK
    KETERLIBATAN RITUAL (RITUAL INVOLVEMENT), YAITU
TINGKATAN SEJAUHMANA SESEORANG MENGERJAKAN
KEWAJIBAN RITUAL DI DALAM AGAMA MEREKA.
    KETERLIBATAN IDEOLOGIS (IDEOLOGICAL INVOLVEMENT),
YAITU TINGKATAN SEJAUHMANA SESEORANG MENERIMA
AGAMANYA.
    KETERLIBATAN       INTELEKTUAL     (INTELECTUAL
INVOLVEMENT), YANG MENGGAMBARKAN SEBERAPA JAUH
SESEORANG MENGETAHUI TENTANG AJARAN AGAMANYA.
    KETERLIBATAN       PENGALAMAN      (EXPERIENTIAL
SESEORANG     PERNAH   MENGALAMI    PENGALAMAN
SPEKTAKULAR YANG MERUPAKAN KEAJAIBAN YANG
DATANGNYA DARI TUHAN.
    KETERLIBATAN SECARA KONSEKUEN (CONSEQUENTIAL
INVOLVEMENT),  YAITU TINGKATAN   SEJAUHMANA
PERILAKU SESEORANG KONSEKUEN DENGAN AJARAN
AGAMANYA.
18/08/2010            Materi-VII-www.sanaky.com     13
Proposisi:
Hubungan logis antara dua konsep disebut proposisi. Proposisi biasanya
disajikan dalam bentuk kalimat pernyataan yang menunjukkan hubungan
antar dua konsep.
    Beberapa contoh proposisi: proposisi Harris dan Todaro (1969) yang
banyak digunakan dalam studi mobilitas penduduk berbunyai:
”proses migrasi ditentukan oleh perbedaan upah”. Proposisi Jaccard
dan Davidson menyatakan “niat menggunakan kontrasepsi modern

    Dalam penelitian sosial dikenal dua tipe proposisi, yaitu aksioma atau
postulat, dan teorem. Aksioma atau postulat adalah proposisi yang
kebenarannya tidak perlu dipertanyakan lagi, sehingga tidak perlu
lagi diuji. Misalnya, “perilaku manusia adalah fungsi
kepentingannya”; “perilaku manusia selalu terikat pada norma
sosial” dst. Sedangkan teorem adalah proposisi yang diredukdi dari
aksioma.

18/08/2010                   Materi-VII-www.sanaky.com                   14
Contoh-contoh proposisi yang lebih
umum:
      Apabila modernisasi teknologi dan pertumbuhan
ekonomi berlangsung terus, maka ketimpangan
pendapatan dan kekayaan pada awalnya meningkat
tajam, kemudian menurun tajam, dan selanjutnya
tercapai keseimbangan yang relatif stabil (Berger, 1986)

      Apabila struktur pengawasan dan pengadilan sangat
lemah, maka korupsi akan terus berkembangan secara
kolektif dan semakin sistemik.

18/08/2010               Materi-VII-www.sanaky.com           15
HIPOTESIS
   PERNYATAAN      DUGAAN   (CONJECTURAL)    TENTANG
HUBUNGAN ANTARA DUA VARIABEL ATAU LEBIH. HIPOTESIS
SELALU MENGAMBIL BENTUK KALIMAT PERNYATAAN
(DECLARATIVE), DAN MENGHUBUNG KAN SECARA UMUM
MAUPUN KASUS–VARIABEL YANG SATU DENGAN YANG LAIN.

   ADA DUA KRETERIA UNTUK HIPOTESIS DAN PERNYATAAN
HIPOTESIS YANG BAIK:
1. HIPOTESIS ADALAH PERNYATAAN TENTANG RELASI
ANTARA VARIABEL-VARIABEL.

2. HIPOTESIS MENGANDUNG IMPLIKASI-IMPLIKASI
YANG JELAS UNTUK PENGUJIAN HUBUNGAN-
HUBUNGAN YANG DINYATAKAN ITU.

17
18/08/2010             Materi-VII-www.sanaky.com    16
HIPOTESIS
       HIPOTESA PADA DASARNYA MERUPAKAN JAWABAN
SEMENTARA ATAS RESEARCH QUESTION YANG TELAH
DIRUMUSKAN.
       TIDAK SEMUA RESEARCH QUESTION MEMBUTUHKAN
HIPOTESA.
       HIPOTESA HANYA RELEVAN UNTUK MENJAWAB
PERTANYAAN “WHY” DAN DALAM BEBERAPA HAL
PERTANYAAN TENTANG “HOW”, TETAPI TIDAK RELEVAN
UNTUK PERTANYAAN “WHAT”. HIPOTESA HANYA
RELEVAN KETIKA PENELITIAN ITU SEDANG MENGUJI
TEORI [VERIFIKASI.
   PENELITIAN KUANTITATIF     HIPOTESIS ITU MERUPAKAN
PERTANYAAN ATAU PERNYATAAN YANG TERDIRI DARI DUA
VARIABEL ATAU LEBIH YANG UNTUK DIUJI.
   DALAM     PENELITIAN KUALITATIF HIPOTESA ITU LEBIH
BERFUNGSI SEBAGAI PETUNJUK JALAN. HIPOTESIS MENJADI
ARAH YANG HARUS DITEMPUH DALAM PENGUMPULAN,
PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA.
8
18/08/2010                   Materi-VII-www.sanaky.com            17
FUNGSI HIPOTESA ANTARA LAIN
 MEMBERI TUJUAN YANG TEGAS BAGI
PENELITIAN.
 MEMBANTU DALAM MENENTUKAN ARAH,
DALAM PEMBATASAN RUANG LINGKUP
PENELITIAN DENGAN MEMILIH FAKTA-