PERDAGANGAN LUAR NEGERI DAN TINGKAT KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL by arcbeetle6

VIEWS: 4,808 PAGES: 7

More Info
									      TUGAS MATA KULIAH EKONOMI MAKRO




                   Resume:
          PERDAGANGAN LUAR NEGERI
DAN TINGKAT KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL




                 Disusun Oleh:
              Rhama Listya Ashari
                NIM: 0810322011




           UNIVERSITAS BRAWIJAYA
         FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
                  MALANG
                     2008
                           PERDAGANGAN LUAR NEGERI
          DAN TINGKAT KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL




A. MENENENTUKAN              KESEIMBANGAN          DALAM         PEREKONOMIAN
  TERBUKA
  Sirkulasi Aliran Pendapatan
         Dalam perekonomian terbuka, sektor ekonomi dibedakan menjadi 4
  golongan:perusahaan, rumah tangga, pemerintah, dan luar negeri. Penggunaan faktor
  produksi oleh sektor perusahaan akan mewujudkan aliran pendapatan ke sektor rumah
  tangga , berupa gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan. Aliran pendapatan ini
  telah dikurangi oleh pajak keuntungan perusahaan, tetapi belum dikurangi oleh pajak
  pendapatan rumah tangga. Rumah tangga dalam perekonomian akan menggunakan
  pendapatan mereka untuk transaksi berikut:
     Membeli barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksi sektor perusahaan
     Membayar pajak kepada pemerintah
     Mengimpor, membeli barang yang diproduksi negara lain
     Menabung sisa pendapatan pada lembaga keuangan
         Dari aliran pengeluaran dari berbagai sektor ke atas sektor perusahaan, dapat
  disimpulkan bahwa dalam perkonomian terbuka komponen pengeluaran agregat ke
  atas pendapatan nasional adalah:
     Konsumsi rumah tangga atas arang dan jasa dalam negeri
     Investasi perusahaan
     Pengeluaran pemerintah (konsumsi dan investasi)
     Ekspor


  Penentu Ekspor
         Suatu negara dapat melakukan ekspor barang-barang yang dihasilkannya ke
  negara-negara lain apabila barang-barang tersebut diperlukan di negara lain dan
  mereka tidak dapat menghasilkan sendiri barang-barang terseut. Faktor terpenting
  adalah kemampuan dari negara tersebut untuk memproduksi barang yang dapat
  bersaing di pasar luar negeri.




                                                                                    2
  Penentu Impor
          Besarnya impor ditentukan oleh kemampuan barang-barang yang diproduksi
  di negara lain untuk bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan di negara
  tersebut. besarnya impor juga dipengaruhi oleh besarnya pendapatan nasional
  daripada kemampuan barang-barang luar negeri untuk bersaing dengan barang
  produksi dalam negeri.


B. PERDAGANGAN          LUAR     NEGERI,      KESTABILAN         EKONOMI        DAN
  PERTUMBUHAN EKONOMI
  Perdagangan Luar Negeri Dan Pengeluaran Agregat
          Dari pengamatan mengenai peranan ekspor dan impor di dalam menentukan
  keseimbangan perekonomian negara tersebut didapatkan hasil sebagai berikut:
   Setiap perbahan ekspor atau impor akan secara otomatis menyebabkan perubahan
    dalam pendapatan nasional dan tingkat kegiatan ekonomi negara
   Sampai mana perubahan ekspor atau impor akan mempengaruhi pendapatan
    nasional dan tingkat kegiatan ekonomi negara tergantung kepada luasnya proses
    multiplier yang ditimbulkan oleh perubahan ekspor atau impor tersebut


  Efek Negatif Ekspor Dan Impor
          Ketika impor melebihi ekspor secara terus menerus, negara akan mengalami
  berbagai masalah. Pertama negara kan kekurangan cadangan valuta asing karena
  impor yang melebihi ekspor mengharuskan negara lebih banyak membayar ke luar
  negeri. Lambat laun akan mengurangi cadangan valuta asing dan dapat menjadi
  pemicu pada naiknya kurs mata uang asing. Kecenderungan ini dapat menaikkan
  harga barang impor dan pada akhirnya akan menimbulkan kenaikan harga- harga
  dalam negeri. Ketidakstabilan ini dapat memicu kemunduran dalam investasi ke
  dalam negeri dan menyebabakan larinya modal ke luar negeri. Tingkat inflasi
  tergantung pada neraca pembayaran dan kemerosotan kurs valuta asing.


  Perdagangan Luar Negeri, Neraca Pe mbayaran Dan Penggunaan Tenaga Kerja
  Penuh
          Dalam analisis ekonomi makro, diyakini ekspor tidak dipengaruhi pendapatan
  nasional. Sedangkan impor ditentukan oleh pendapatan nasional. Artinya:



                                                                                  3
   Bila pendapatan nasional berubah maka impor akan berubah dengan sendirinya,
      yaitu makin tinggi pendapatan nasional makin tinggi impor yang akan dilakukan
   Apabila pendapatan nasional berubah belum tentu ekspor akan mengalami
      perubahan. Akan tetapi ekspor dapat mengalami perubahan walau tidak terdapat
      sesuatu perubahan dalam pendapatan nasional
          Sebagai akibat dari sifat ekspor dan impor yang berbeda tersebut,
  perekonomian tidak selalu dapat secara serentak mengatasi masalah pengangguran
  dan pada waktu yang sama neraca pembayarannya dalam keadaan seimbang.


  Perdagangan luar negeri dan pertumbuhan ekonomi
      Peranan perdagangan luar negeri secara ringkas adalah sebagai berikut:
      Memprtinggi efisiensi penggunaan faktor- faktor produksi
      Memperluas pasar produksi dalam negeri
      Mempertinggi produktivitas kegiatan ekonomi
          Prebisch, ekonom Amerika Latin, berpendapat syarat perdagangan negara-
  negara berkembang cenderung untuk menjadi buruk dalam jangka panjang. Dia juga
  berpendapat dalam jangka pendek harga- harga ekspor negara-negara berkembang
  mengalami naik turun yang sangat besar.


C. KEBIJAKAN          FISKAL    DAN     MONETER        DALAM       PEREKONOMIAN
  TERBUKA
          Di dalam perekonomian terbuka, tujuan kebijakan fiskal berarti bahwa usaha
  untuk mencapai tingkat kegiatan ekonomi yang tinggi tersebharus diikiuti oleh
  keadaan neraca pembayaran yang menguntungkan. Berdasarkan sifat dalam
  mempengaruhi perbelanjaan agregat, langkah- langkah yang dapat diambil pemerintah
  dibedakan menjadi dua golongan:
           Kebijakan menekan pengeluaran(expenditure dampening policy)
                  Kebijakan ini sesuai dijalankan pada saat perekonomian menghadapi
          masalah inflasi dan tingkat kegiatan ekonomi yang terlalu tinggi. Kebijakan
          ini dilaksanakan dengan mengambil satu atau gabungan langkah- langkah
          sebagai berikut:
                     Menaikkan pajak pendapatan
                     Menaikkan tingkat bunga



                                                                                      4
                   Mengurangi pengeluaran pemerintah


          Kebijakan memindahkan pengeluaran (expenditure switching policy)
                Ketika perekonomian sedang menghadapi masalah defisit dalam
         neraca pembayaran, dan pada waktu yang sama menghadapi masalh
         pengangguran yang tinggi, keijakan memindahkan pengeluaran merupakan
         tindakan paling sesuai. Kebijakan ini dibedakan menjadi dua golongan:
                   Memindahkan pengeluaran secara paksa. Bertujuan mengurangi
                    impor di satu pihak dan menambah pengeluaran ke barang buatan
                    dalam negeri. Langkah- langkahnya adalah sebagai berikut:
                              Mempertinggi pajak impor
                              Menentukan quota atas barang tertentu
                              Mengawasi penggunaan valuta asing yang dimiliki
                   Insentif untuk mengekspor. Langkah ini akan lebih efektif bila
                    usaha memindahkan secara paksa diikuti pula dengan kegiatan
                    meningkatkan ekspor. Langkah- langkahnya adalah:
                              Menciptakan perangsang untuk melakukan ekspor
                              Melakukan devaluasi


D. PENGHAMBAT IMPOR (IMPORT BARRIERS)
         Impor barriers adalah langkah- langkah pemerintah dalam perpajakan atau
  peraturan-peraturan impor yang mengurangi kebebasan perdagangan luar negeri.
  Dibedakan menjadi penghambat tarif dan penghamat ukan tarif. Penghambat tarif
  adalah usaha mengurangi impor dari luar negeri dengan mengenakan pajak atas
  barang-barang yang diimpor. Penghambat bukan tarif adalah peraturan-peraturan
  yang mengurangi kebebasan masuknya barang dari luar negeri.


  Penghambat Tarif
         Tarif dan quota adalah dua jenis penghambat impor yang lazim digunakan
  untuk mengurangi masuknya barang-barang yang berasal dari luar negeri. Tarif
  adalah pajak atas barang-barang yang diimpor. Quota adalah pembatasan atas jumlah
  barang yang boleh diimpor.




                                                                                 5
  Pengaruh Tarif Atas Impor
         Bagaimana tarif berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi dalam negeri dan
  perdagangan luar negeri dapat ditunjukkan dengan menunjukkan analisis permintaan
  dan penawaran. Tarif menambah pendapatan pemerintah tetapi mengurangi produksi-
  produksi dari perusahaan-perusahaan dalam negeri.


  Tujuan-Tujuan Kebijakan Menghambat Impor
     Mengatasi masalah deflasi dan pengangguran
     Menghapuskan defisit dalam neraca pembayaran
     Mensukseskan usaha mendiversifikasikan perekonomian
     Melindungi industri yang baru berkembang
     Melindungi industri dalam negeri yang kedudukannya terancam


E. PENGAWASAN PENGGUNAAN DEVISA (EXCHANGE CONTROL)
         Pengawasan penggunaan devisa adalah tindakan bank sentral yang mengatur
  penggunaan valuta asing untuk tujuan impor dan investasi ke luar negeri.


  Tujuan Pengawasan Penggunaan Devisa
         Tujuan terpenting dari pengawasan penggunaan devisa adalah untuk
  mempertahankan keseimbangan dalam neraca pembayaran. Pada dasarnya sistem ini
  vertujuan untuk merubah arah dari kecenderungan yang muncul apabila penggunaan
  devisa tidak diawasi.


  Cara melaksanakan pengawasan devisa
         Pengawasan ini dilaksanakan dengan sistem kurs berganda dan multiple
  exchange rate. Sitem kurs berganda disusun sedemikian rupa sehingga dapat
  merangsang meningkatnya ekspor,tetapi impor barang-varang mewah menjadi sangat
  terbatas. Sistem ini dapat menjaga agar barang-barang yang penting bagi masyarakat
  dan kegiatan ekonomi negara dapat diimpor dengan harga wajar.




                                                                                  6
F. DEVALUASI
         Devaluasi dipandang sebagai langkah terakhir yang perlu dijalankan dalam
  mengatasi masalah di sektor luar negeri. Ini disebabkan karena dapat menimbulkan
  beberapa efek buruk yang merugikan konsumen dan merugikan pihak-pihak yang
  berhutang ke luar negeri.


  Yang Diharapkan Dari Devaluasi
         Makin tinggi tingkat devaluasi yang dilakukan, makin baik daya saing negara
  itu terhadap negara lain. Dengan demikian devaluasi memungkinkan sesuatu negara
  menaikkan ekspornya dan mengurangi impornya.


  Syarat Kesuksesan Devaluasi
       Permintaan atas ekspor negara itu ersifat elastis
       Permintaan impor negara itu bersifat elastis
       Penawaran atas barang ekspor bersifat elastis
       Inflasi yang ada di dalam negeri dapat dikendalikan
       Negara- negara lain tidak mendevlasi mata uangnya




                                                                                  7

								
To top