Budaya Perpustakaan

Document Sample
Budaya Perpustakaan Powered By Docstoc
					Eko Setyowardani, MPd *)

Membangun Budaya Perpustakaan
     Pendidikan memerlukan dukungan dan penunjang di antaranya dengan adanya
perpustakaan. Tentunya perpustakaan bukan hanya sekedar ruang tempat menitipkan hasil
pemikiran orang dalam bentuk buku-buku, diktat-diktat yang tertata rapi, perpustakaan akan
menjadi tempat yang bisu dan mati bila mana di dalamnya tidak dimasuki manusia yang
membawa spirit dari ruh kreatifitas yang selalu mengalir. Kita harus sadar bahwa peradaban
suatu bangsa ditentukan oleh percintaan manusia dengan ilmu yang berserak pada buku.




     Membangun budaya
       perpustakaan bisa
menjadi alternatif bangsa
     melahirkan generasi
 muda mempunyai daya
  saing berupa wawasan
 keilmuan dan teknologi.
            [FOTO: ISTIMEWA]




                               P
                                       ERPUSTAKAAN merupakan ruang              Budaya perpustakaan ini dimaksudkan bukan
                                       yang dinamis, dengan karya-karya yang    hanya sebatas kebiasaan orang suka keperpus-
                                       membangun peradaban kemanusiaan.         takaan. Tapi juga meliputi hal-hal yang sangat
                                       Suasana di dalamnya ada napas kehi-      positif, meliputi antara lain, kerja keras, sikap
                               dupan dari tumbuhnya sulur-sulur pengetahuan     disiplin, kejujuran, penghargaan terhadap kerja/
                               yang menghentak semangat supaya menjadi          karya orang lain, optimistis, kemandirian, ke-
                               manusia yang maju.                               sungguh- sungguhan, tanggung jawab, law en-
                                  Imam Ali Khoemeni menyatakan semoga ada       forcement, ketaatan terhadap peraturan dan
                               suatu masa senjata-senjata berubah menjadi       semacamnya.
                               pena. Sebab senjata hanya akan membunuh ma-          Ada sebuah penelitian di Prancis, budak-
                               nusia dan pena-pena akan menghidupkan ke-        budak Aljazair setiap pengetahuan mereka
                               manusiaan. Pena-pena mengawetkan pemikiran       bertambah dalam kemampuan baca tulis. Wajah
                               berguna menjadi hal yang dapat diwariskan. Da-   mereka difoto dan diteliti ternyata, wajah meraka
                               lam hal ini bukan hanya sekedar mengawetkan      nampak lebih indah dari waktu ke waktu.
                               peradaban rasional, sekaligus juga mengawetkan   Kesimpulannya dapat diketahui bahwa ada
                               kebudayaan ruhani yang pantas diwariskan dari    korelasi antara pengetahuan dan keindahan, ter-
                               generasi ke generasi.                            nyata semakin pengetahuan mereka bertambah
                                  Menurut pandangan Qodri Azizi (2003) bu-      semakin indah wajah mereka. Dengan pengeta-
                               daya Hollywood lebih meracuni masyarakat         huan rasa percaya diri mereka menjadi lebih
                               dunia ketiga dari pada budaya perpustakaan.      beralasan dan sifatnya lebih permanen.

66   Gemari Edisi 106/Tahun X/Nopember 2009
    Kemajuan peradaban dan kebudayaan bang-           jilidnya Ensiklopedia Britanica,
sa-bangsa tidak lepas dari hasanah kepustakaan        saat ini dapat diakses tanpa harus
yang menjadi sumber kekuatan rohani. Sebuah           berjuang dengan mengangkat                Sebuah buku punya
pepatah Inggris mengatakan “A book is like gar-       buku-buku tebal, teknologi kom-         banyak sekali kemung-
den carried in the pocket”. Buku diibaratkan          puter memberi percepatan
seperti taman di dalam kantong. Buku memang           manusia meraih kepandaiannya.          kinan diantaranya buku
bagaikan pohon yang sarat buah-buahnya, yang
tidak henti-hentinya untuk dipetik dan diguna-
                                                      Bahan-bahan koleksi perpusta-
                                                      kaan dunia modern di antaranya
                                                                                               dapat menolong kita
kan. Buku bagi peradaban manusia adalah               (1) buku teks, buku referensi. (2)      dalam kebutuhan jiwa.
anugrah yang hebat dengan membaca manusia
dapat melakukan petualangan memahami
                                                      terbitan berkala (majalah, jurnal).
                                                      (3) koleksi audio visual (4) micro-     Dengan diketemukan-
makna. Membaca dan menulis bagi manusia               film, pitakaset/piringan hitam,            nya buku menurut
adalah perjalanan penemuan seperti kehidupan          video, tv, computer dalam koleksi
itu sendiri.                                          file, sehingga mudah diakses.               Milburga (1992)
    Sebuah buku punya banyak sekali kemung-
kinan diantaranya buku dapat menolong kita
                                                           Perpustakaan mengajak ma-
                                                      nusia untuk bersikap terbuka.
                                                                                                informasi-informasi
dalam kebutuhan jiwa. Dengan diketemukannya           Setiap penemuan dan setiap pe-          yang lalu lalang dapat
buku menurut Milburga (1992) informasi-
informasi yang lalu lalang dapat berjalan lancar,
                                                      mikiran menjadi milik bersama.
                                                      Ini tentunya sesuai dengan fi-
                                                                                               berjalan lancar, antar
antar manusia antar tempat, antar kurun waktu         losofi para pencari ilmu, bahwa         manusia antar tempat,
sejarah, antar bangsa. Buku buah pikiran yang         orang kalau hanya bertukar buah
berguna bagi manusia, tidak tersapu oleh waktu,       apel masih masing-masing hanya             antar kurun waktu
dilestarikan untuk dipelajari lagi, diperkembang-     akan dapat satu apel, tapi kalau         sejarah, antar bangsa.
kan lagi, lalu disempurnakan lagi, demikian           orang saling bertukar ilmu, ten-
seterusnya tiada hentinya. Buku juga merupakan        tunya masing-masing akan ber-
ilham yang membentuk jalannya sejarah bahkan          tambah pengetahuannya, baik itu pengetahuan
mengarahkan jalannya sejarah.                         pokoknya maupun sampingannya.
                                                           Ketiga : membimbing untuk melangkah ke
Khazanah Perpustakaan                                 masa depan. Dapat dibayangkan beratnya para
    Pertama: sebagai mata rantai yang meng-           siswa/mahasiswa bila tidak ada pelayanan pus-
hubungkan sejarah, yaitu harta karun batin yang       taka, ataupun masyarakat secara umum. Bila-
berupa karya sastra, buah penemuan (filsafat,         mana kebutuhan kita akan wawasan dan penge-
teknologi), peristiwa-peristiwa besar sejarah dapat   tahuan harus mengeluarkan budget yang ma-
dipelajari dan dihayati sampai saat ini. Kemudian     hal. Perpustakaan merupakan vasilitas bersama,
apabila Pemikiran Ibnu Sina seorang pakar             yang diharapkan dapat mengembangkan dan
kedokteran tidak dilestarikan dan dirawat di          membimbing potensi diri manusia sehingga
perpustakaan, kita tentunya mempertanyakan            tidak menjadi sia-sia.
nasib dunia kedokteran. Pendeknya lewat bacaan             Membangun budaya perpustakaan sebagai
dalam perpustakaan ilmu pengetahuan, dapat            alternatif supaya kita sebagai bangsa punya daya
berkembang karena orang yang membaca akan             saing, dan mempunyai taring yang berupa
kembali mempertanyakan, mendialogkan, dari            wawasan keilmuan dan teknologi. Kita harus
proses dialektika dari buku-buku yang dibaca          mewujudkan “knowledge is power” kita juga harus
akan muncul pemahaman dan pengetahuan baru.           merombak sikap mental dan membangun
    Kedua: Perpustakaan memberi akar bagi ke-         idealisme, di antaranya adalah dengan berani
hidupan saat ini dalam arti, sebagaimana kita         mengelola dan mengasah potensi diri, berani
ketahui kebutuhan manusia modern saat ini             mengatasi kelemahan, selalu berusaha mela-
adalah tuntutan atas kebutuhan informasi. Saat        kukan yang terbaik, serta membuat sesuatu yang
ini kita masuk dalam ruang simulacra, di mana         berharga.
informasi yang datang kepada kita datang begitu            Rasulullah SAW, mengatakan bahwa orang
cepat, sehingga kita sulit membedakan antara          yang paling cerdas adalah orang yang selalu
nyata dan maya. Tanpa informasi ataupun               mengingat mati. Dalam hal ini berarti kehidupan
ketinggalan informasi dapat menyebabkan               kita ada batas, dan kita ditantang untuk mening-
manusia terpencil dan perasaan terasing. Di           katkan mutu hidup kita, dari waktu-kewaktu.
sinilah perpustakaan memainkan peranan besar.         Kita makhluk manusia diberikan sarananya
    Dari beberapa pandangan perpustakaan              yaitu senantiasa belajar. Dan perpustakaan
sebagai sumber informasi saat ini tidak hanya         menjadi salah satu media bagi peningkatan nilai
diperoleh secara verbal dari buku-buku saja. Tapi     manusia kita.
informasi dapat juga diperoleh melalui audio               *) Penulis adalah praktisi pendidikan SMAN
visual. Kita tentunya tahu tebal dan berjilid-        2 Tanjungpinang/HNUR

                                                                              Gemari Edisi 106/Tahun X/Nopember 2009    67