Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Perspektif Anggaran Berbasis Kinerja

Description

Seminar Capacity Building FGNI Pemda Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Kutai Barat; Hotel Inna Bali-Denpasar, 21 Maret 2009

Reviews
Shared by: Dadang Solihin
Categories
Tags
Stats
views:
1319
rating:
6(1)
reviews:
0
posted:
3/21/2009
language:
English
pages:
0
BAPPENAS Drs H Dadang Solihin MA Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah‐Bappenas Seminar Capacity Building FGNI Pemda Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Kutai Barat Hotel Inna Bali-Denpasar, 21 Maret 2009 www.dadangsolihin.com 2 Materi • • • • • • Tujuan dan Permasalahan Pembangunan Daerah d l h b h Perencanaan Pembangunan Daerah Kegagalan Perencanaan Kegagalan Perencanaan Perwakilan Rakyat Anggaran Berbasis Kinerja dan Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana  Pembangunan Daerah Penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, dan Renja SKPD www.dadangsolihin.com 3 Apa Tujuan Pembangunan? p j g (Todaro: the three objectives of development) 1. Peningkatan standar hidup (l l f l k d h d (levels of living) setiap orang, baik  ) b k pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan  kesehatan, pendidikan, dll. Penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa  percaya diri (self‐esteem) setiap orang. Peningkatan kebebasan (f d /d P i k t k b b (freedom/democracy) setiap orang. ) ti antar daerah  antar sub daerah  antar sub daerah How? 1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan d k b 2. 3. 3 antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan). y y g 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah. 5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar  bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang  (berkelanjutan). www.dadangsolihin.com 5 www.dadangsolihin.com 6 Pembangunan Daerah (1) Pembangunan Daerah (1) Pembangunan daerah pada hakekatnya adalah upaya terencana untuk  b d h d h k k d l h k meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah sehingga tercipta suatu  kemampuan yang andal dan profesional dalam: • memberikan pelayanan kepada masyarakat,  • mengelola sumber daya ekonomi daerah. Pembangunan Daerah (2) Pembangunan Daerah (2) Pembangunan daerah juga merupakan upaya untuk memberdayakan  b d h k k b d k masyarakat di seluruh daerah sehingga:  • tercipta suatu lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk  e c p a sua u g u ga ya g e u g a asya a a u u menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram,  • memperluas pilihan yang dapat dilakukan masyarakat bagi  peningkatan harkat, martabat, dan harga diri.  i k t h k t t b t d h di i www.dadangsolihin.com 7 www.dadangsolihin.com 8 Pembangunan Daerah (3) Pembangunan Daerah (3) • Pembangunan daerah dilaksanakan melalui penguatan otonomi daerah  b d hdl k k l l d h dan pengelolaan sumber daya yang mengarah pada terwujudnya tata  kepemerintahan yang baik (good governance).  Pelaksanaan pembangunan daerah yang baik hanya dapat dilakukan  apabila terjadi keseimbangan peran dari tiga pilar, yaitu: pemerintah,  dunia usaha swasta, dan masyarakat. dunia usaha swasta dan masyarakat • Pembangunan Daerah (4) Pembangunan Daerah (4) Pemerintahan (l h (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) memainkan peran yang  l f k k f d d k f) k menjalankan dan menciptakan lingkungan politik dan hukum yang  kondusif bagi unsur‐unsur lain.  Peran dunia usaha swasta adalah mewujudkan penciptaan lapangan kerja  dan pendapatan.  Masyarakat b M k t berperan dalam penciptaan interaksi sosial, ekonomi dan  d l i t i t ki i l k id politik.  • • • www.dadangsolihin.com 9 www.dadangsolihin.com 10 Pergeseran Paradigma:  From Government to Governance G tt G Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang  , , y y g bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb. Tenaga Kerja Kontrol Kontrol Dunia Usaha  Swasta Pemerintah Masyarakat Government Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik, publik Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara mengijinkannya. iji k Governance Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama pemerintah, pemerintah civil society dan dunia usaha sebagai tiga aktor utama. Nilai Pertumbuhan Pasar Redistibusi Melalui Pelayanan Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good. G d 11 www.dadangsolihin.com 12 www.dadangsolihin.com Pelaku Pembangunan: Stakeholders STATE Executive Judiciary d Legislature Public service Military Police Troika CITIZENS Community-based organizations C it b d i ti Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media organized into: BUSINESS Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange www.dadangsolihin.com 13 www.dadangsolihin.com 14 Troika: Pola Hubungan a Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia  Usaha Swasta, d Usaha Swasta,  an Masyarakat Usaha Swasta, dan Masyarakat Perumusan Visi Daerah Perumusan Visi Daerah Stakeholders Masyarakat, Masyarakat Bangsa, dan Negara Masyarakat y Pemerintah VISI PEMDA Good Governance Dunia Usaha www.dadangsolihin.com 15 www.dadangsolihin.com 16 Perumusan Visi Daerah Perumusan Visi Daerah Stakeholders Ternyata  Pemerintah Masih Diperlukan Pemerintah Masih Diperlukan PEMDA www.dadangsolihin.com 17 www.dadangsolihin.com 18 Permasalahan Pembangunan Daerah (1) Permasalahan Pembangunan Daerah (1) 1. Pembangunan Ekonomi  b k Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan Menurunnya fungsi intermediasi perbankan untuk mengembangkan  Menurunnya fungsi intermediasi perbankan untuk mengembangkan sektor riil  Pola persebaran investasi untuk PMA dan PMDN secara nasional  belum merata dan menunjukkan ketimpangan yang cukup tinggi  b l d j kk k i k i i antarwilayah 2. Pembangunan Sosial  g Menurunnya kemampuan pemerintah dalam pelayanan‐pelayanan  sosial dasar (pendidikan, kesehatan dan gizi). Permasalahan Pembangunan Daerah (2) Permasalahan Pembangunan Daerah (2) 3. Pembangunan Prasarana Wilayah  b l h Terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi antar dan intra  wilayah.  y Menurunnya kapasitas pemerintah daerah dalam pengaturan dan  pengelolaan infrastruktur.  Menurunnya kapasitas dan ketersediaan sumberdaya tenaga listrik.  k i d k di b d li ik Meningkatnya masalah kelangkaan air bersih dan air minum.  Menurunnya kapasitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan  Menurunnya kapasitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur. www.dadangsolihin.com 19 www.dadangsolihin.com 20 Permasalahan Pembangunan Daerah (3) Permasalahan Pembangunan Daerah (3) 4. Pembangunan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup  b b d l d k d Menurunnya kualitas permukiman (kemacetan, kawasan kumuh,  p pencemaran lingkungan (air, udara, suara, sampah).  g g ( , , , p ) Berkurangnya ruang publik dan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah  perkotaan.  Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan permukiman  lih f il h i d k if j di l h ki secara signifikan. 5. Permasalahan Pembangunan Daerah (4) Permasalahan Pembangunan Daerah (4) Pembangunan SDA dan LH (lanjutan) b d (l ) Meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi perkotaan.  Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan  Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang dan fokus hanya pada Perencanaan.  Penurunan luas kawasan Hutan Tropis dan kawasan resapan air, serta  meningkatnya DAS kritis.  i k Sk i i Kejadian bencana alam gempa, banjir dan longsor yang frekuensinya  meningkat dan dampaknya semakin meluas, terutama pada kawasan  g p y , p yang berfungsi lindung. www.dadangsolihin.com 21 www.dadangsolihin.com 22 Permasalahan Pembangunan Daerah (5) Permasalahan Pembangunan Daerah (5) 6. Permasalahan Khusus  l h h Lemahnya daya saing investasi Pembangunan daerah tertinggal belum ditangani secara terpadu antar  Pembangunan daerah tertinggal belum ditangani secara terpadu antar sektor dan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha Pemekaran daerah yang belum mampu menyejahterakan masyarakat Rendahnya proses pembangunan dan penguatan stabilitas keamanan di  daerah perbatasan negara. www.dadangsolihin.com 23 Definisi Perencanaan Definisi Perencanaan Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan‐pilihan. Menentukan : Menemukan (mengungkapkan dan meyakinkan). Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan Tepat : Dikaitkan dengan tindakan Pilihan‐pilihan : 1. Pemilihan tujuan dan kriteria 2. Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan  pemilihan alternatif yang memungkinkan pemilihan alternatif yang memungkinkan 3. Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tujuan akhir yang dikehendaki. Sasaran‐sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang  mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).  Jangka waktu mencapai sasaran‐sasaran tersebut. Masalah‐masalah yang dihadapi. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya. kebijakan‐kebijakan untuk melaksanakannya. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. www.dadangsolihin.com 25 www.dadangsolihin.com 26 Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan • • • • Sebagai penuntun arah Minimalisasi ketidakpastian Minimalisasi inefisiensi sumberdaya Penetapan standar dan pengawasan kualitas www.dadangsolihin.com 27 Kegagalan Perencanaan (1) Kegagalan Perencanaan (1) 1. Penyusunan perencanaan tidak  tepat, mungkin karena: informasinya kurang lengkap,  metodologinya belum dikuasai,  metodologinya belum dikuasai perencanaannya tidak realistis  sehingga tidak mungkin pernah  bisa terlaksana 2. Kegagalan Perencanaan (2) Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti  se a us ya. seharusnya.  kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan  pelaksanaannya.  aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten,  masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak  mendukungnya. mendukungnya pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbanganpertimbangan t k i perencanaan di b ik teknis diabaikan. ti b www.dadangsolihin.com 29 www.dadangsolihin.com 30 Kegagalan Perencanaan (3) Kegagalan Perencanaan (3) 3. Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak  g p g y g y sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat  mengatasi masalah mendasar negara berkembang.  Misalnya, orientasi semata‐ mata pada pertumbuhan  yang menyebabkan makin  b bk ki melebarnya kesenjangan.  Dengan demikian, yang  g y g keliru bukan semata‐mata  perencanaannya, tetapi  falsafah atau konsep di balik  falsafah atau konsep di balik perencanaan itu. 4. Kegagalan Perencanaan (4) Kegagalan Perencanaan (4) Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan  manusia sampai yang paling kecil sekalipun.  Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan  Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan  kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.  Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan  permintaan karena pemerintah mengatur semuanya.  Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem  Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system). www.dadangsolihin.com 31 www.dadangsolihin.com 32 Sistem Perencanaan yang Berhasil Sistem Perencanaan yang Berhasil • • • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme  pasa da pe a se a asya a a pasar dan peran serta masyarakat.  Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan  sasaran‐sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun  ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha  k i d l k t d l h k td h swasta. • Perencanaan yang Ideal Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari  Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.  Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu  tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan  h ih b l j hi j i d k j terus‐menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi  kemunduran.  Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak  dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari  berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan. berbagai aspek dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive  system). Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting). • • • www.dadangsolihin.com 33 www.dadangsolihin.com 34 Wadah Perwakilan Rakyat Wadah Perwakilan Rakyat Perwakilan Rakyat Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Kepala Daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat DPRD sebagai organisasi politik Negara yang berpihak dan berjuang untuk kepentingan rakyat Berbagai partai politik yang seharusnya menjadi organisasi politik sipil tertinggi dari rakyat LSM dan berbagai bentuk asosiasi yang menjadi wadah fungsional atas p j perjuangan kepentingan tertentu g p g Berbagai organisasi kemasyarakatan yang dibentuk mulai dari tingkat dusun sampai tingkat nasional www.dadangsolihin.com Mana yang paling dekat dengan  M li d k d rakyat dan secara nyata sering  memperjuangkan kepentingan  y rakyat?  Organisasi mana yang terkait  langsung memperjuangkan  kepentingan rakyat?  Lembaga dan organisasi mana  yang mempunyai sumberdaya  pembangunan yang dapat  didayagunakan untuk secara  nyata dan cepat memenuhi  kebutuhan hidup rakyat?  Organisasi mana yang mempunyai  Organisasi mana yang mempunyai dasar pijakan kuat dan konkrit di  lingkungan rakyat? 36 Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan Pemda Kebijakan dan  Program  Pembangunan g Bentuk Kebijakan dan Program Pembangunan DPRD Parpol LSM Produk‐produk  Fungsi DPRD Program partai  dan janji  kampanye p y Kebijakan dan  program khusus  LSM Ormas Agenda lobi dan  tekanan politik Kelompok M Kelompok  Kelompok Median Mereka adalah para pemain politik di tingkat 'meso' atau tengah yang  k d l h l kd k ' ' h cerdas dalam melihat peluang untuk melakukan perubahan.  Sosial Kesejahteraan sosial  bagi seluruh warga Arena Pembangunan Ekonomi Lingkungan Pertumbuhan dan  pemerataan Lingkungan yang sehat  dan lestari Kelembagaan Pembuatan keputusan  partisipatif Motif gerakan dan sasaran mereka seringkali sangat ditentukan pada  o ge a a da sasa a e e a se g a sa ga d e u a pada pemenuhan insentif yang mereka harapkan; bisa insentif politik atau  ekonomi.  Mereka dapat bergerak seperti 'bola liar' karena mampu masuk dalam  M k d tb k ti 'b l li ' k kd l berbagai kalangan dengan mudah.  Mereka juga bisa menjadi 'penunggang bebas' atau free rider terhadap  j g j p gg g f p berbagai organisasi dan program yang sesuai dengan minat dan  kepentingan mereka.  Pada umumnya, mereka muncul dari  kelas menengah di lingkungan Pada umumnya mereka muncul dari 'kelas menengah' di lingkungan  ekonomi atau pun lingkungan intelektual. Pemda KDH, Sekda, SKPD  DPRD Lembaga Intermediary Parpol Pimpinan Partai,  Biro‐biro dalam  Bi bi d l Partai LSM Ormas Berbagai bentuk  dan jenis Ormas d j i O Pimpinan, Komisi,  Fraksi, Kaukus F ki K k Berbagai bentuk  dan jenis LSM d j i LSM Kelompok median pendukung pemilu dan political entrepreneur Warga Negara dan Kepentingan‐kepentingannya Gender Laki Perempuan Ekonomi Kaya Miskin Domisili Tetap Tidak Tetap www.dadangsolihin.com Keamanan Mapan Rentan Organisasi Kelompok Individual  37 www.dadangsolihin.com 38 Sumber: ADEKSI, KAS, GTZ, ProLH (2005) Pendukung Pemilu endukung P endukung  Pada umumnya mereka mendapatkan akses  d k d k k pemanfaatan fasilitas publik dan sumberdaya  pembangunan secara lebih baik dibandingkan dengan  masyarakat kebanyakan.  Karena posisi yang berada di lapisan tengah, mereka  dapat diakses baik oleh para penguasa formal  dapat diakses baik oleh para penguasa formal maupun masyarakat luas, sebab keduanya punya  ketergantungan terhadap kelompok median ini. 1. Fungsi DPRD menurut UU Fungsi DPRD menurut UU Legislasi: kewenangan pembuatan Peraturan Daerah (Perda), yaitu  menginisiasi lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan juga  membahas dan menyetujui/menolak Raperda yang diusulkan oleh  e se u eksekutif. Anggaran: kewenangan menyetujui atau menolak dan menetapkan  RAPBD menjadi APBD, melalui proses pembahasan Arah Kebijakan  Umum, pembahasan rancangan APBD yang diajukan oleh kepala daerah,  U b h APBD di j k l hk l d h dan menerapkan Perda tentang APBD. g g p g Pengawasan: kewenangan dewan untuk melakukan pengawasan  terhadap pelaksanaan perda dan peraturan lainnya, pengawasan  pelaksanaan APBD, mengawasi kebijakan dan kinerja pemerintah daerah  dalam  pelaksanaan pembangunan daerah, dan kerjasama internasional  dalam pelaksanaan pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah. Sumber: UU 32/2004 2. 3. www.dadangsolihin.com 39 www.dadangsolihin.com 40 Peran dan Fungsi DPRD (1966‐1998) Peran dan Fungsi DPRD (1966‐ Peran dan Fungsi DPRD (1966 • DPRD hanya menyetujui konsep eksekutif karena  kapasitas dan  DPRD h t j ik k k tif k k it d kewenangannya terbatas untuk menganalisis kebijakan yang diprakarsai  eksekutif.  Anggota dewan saat itu tidak memiliki kekuatan dan keahlian untuk  melakukan analisa secara independen atau untuk meminta masukan dari  masyarakat.  masyarakat. Hal ini semakin memperlemah fungsi perwakilan DPRD dan kemampuan  mereka dalam memastikan bahwa program, pelayanan, dan anggaran  pemerintah daerah telah mencerminkan prioritas konstituen.  i t hd ht l h i k i it k tit Pemilihan umum direkayasa secara seksama untuk memilih anggota  DPRD yang loyal pada rezim.  • • Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini) Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini) DPRD saat ini lebih cerdas dan kompeten dibandingkan di masa lalu.  DPRD t i i l bih d d k t dib di k di l l Anggota DPRD secara aktif terlibat dalam penyusunan peraturan daerah ,  tidak hanya menyetujui draf yang dipersiapkan oleh pemerintah, dan  memainkan peran penting dalam proses penganggaran daerah.  Pemerintah daerah berkonsultasi dengan DPRD mengenai keputusan‐ keputusan kebijakan yang penting dan DPRD secara aktif mengambil  keputusan kebijakan yang penting dan DPRD secara aktif mengambil bagian dalam perencanaan untuk pengembangan ekonomi dan  masyarakat di daerahnya.  Melalui pemilihan umum yang jujur dan adil, anggota DPRD kini lebih  representatif dibandingkan di masa lalu, di mana masyarakat memiliki  harapan yang tinggi terhadap lembaga ini.  • • • • • www.dadangsolihin.com 41 www.dadangsolihin.com 42 Tantangan bagi DPRD yang Efektif (1)  Tantangan bagi DPRD yang Efektif (1) • Seperti di banyak tempat lain di dunia, para politisi seringkali terlihat  S ti di b kt t l i di d i liti i i k li t lih t sebagai orang‐orang yang mengutamakan kepentingan diri sendiri dan  mereka tidak terjangkau, terpisah dari realita kemiskinan dan  kesengsaraan lain yang masih mewarnai kehidupan sehari‐hari di  Indonesia.  Banyak anggota DPRD merasa mempunyai hak istimewa dan merasa  Banyak anggota DPRD merasa mempunyai hak istimewa dan merasa bahwa sebagai wakil terpilih yang berbicara dan bertindak atas nama  masyarakat, mereka berhak menuntut perlakuan khusus dan kemudian  menjauhkan diri dari masyarakat biasa.  menjauhkan diri dari masyarakat biasa • Tantangan bagi DPRD yang Efektif (2)  Tantangan bagi DPRD yang Efektif (2) Tuduhan korupsi dan penyalahgunaan sumber daya publik yang terus  T d h k id l h b d blik t menghiasi catatan DPRD di daerah juga akan dapat mengikis kepercayaan  publik.  Menurut data  Indonesian Corruption Watch pada Juni 2006, lebih dari  1.000 anggota DPRD di seluruh Indonesia sedang dalam penyelidikan  karena tuduhan yang berkaitan dengan korupsi. karena tuduhan yang berkaitan dengan korupsi. DPRD banyak yang kurang efektif. Kebanyakan DPRD hanya menyetujui  satu atau dua PERDA dalam setahun walaupun merencanakan untuk  membuat lebih banyak lagi. Anggaran daerah sering pula tertunda karena  b t l bih b kl i A d h i l t t d k keterlambatan DPRD untuk menyetujuinya.  • • • www.dadangsolihin.com 43 www.dadangsolihin.com 44 Mengapa Hal Ini Terjadi? Mengapa Hal Ini Terjadi? • Sistem partai yang terpusat membuat anggota DPR/D menjadi lebih  Si t t i t t b t t DPR/D j di l bih berpihak kepada partai sebagai sumber legitimasi daripada berpihak pada  pemilih dan masyarakat.  Partai politik melihat anggotanya sebagai sumber pengumpulan dana  untuk pemilihan umum berikut, sehingga kebanyakan anggota DPRD  memang secara teratur harus memberikan sebagian gaji mereka kepada  memang secara teratur harus memberikan sebagian gaji mereka kepada partai.  Bagi banyak anggota DPRD, para pemilih hanya perlu dimintai pendapat  lima tahun sekali, sebagai bagian dari kampanye pemilihan kembali. li t h k li b i b i d i k ilih k b li “Hubungan Konstituensi” berarti memelihara kelompok kepentingan  tertentu yang mendukung para anggota DPRD untuk dipilih, dan  seringkali melibatkan uang. • Kemauan untuk Mereformasi Kemauan untuk Mereformasi Anggota DPRD yang progresif dan berpikiran reformis semakin sadar  A t DPRD if d b iki f i ki d bahwa kebutuhan untuk mendengarkan masyarakat tidak hanya terjadi  selama kampanye saja tetapi dalam praktek sehari‐hari.  Anggota DPRD semakin tanggap dan inovatif serta memahami  permasalahan yang muncul akibat  ketidakpercayaan  rakyat pada para  politisi.   politisi. DPRD telah melakukan reformasi di beberapa bidang yang  memungkinkan partisipasi masyarakat serta meningkatkan transparansi.  • • • • • www.dadangsolihin.com 45 www.dadangsolihin.com 46 Best Practices (1) Best Practices (1) Peraturan Daerah tentang Transparansi dan Partisipasi P t D ht t T i d P ti i i • Beberapa Pemda telah mengesahkan Perda yang transparan dan  memberikan kesempatan masyarakat untuk dimintai pendapatnya dalam  proses pembuatan keputusan. Penggunaan Masa Reses yang Bermakna P M R B k • Setiap tahun, DPRD memiliki dua kali masa reses, untuk melakukan  konsultasi dengan para konsituennya.  • Beberapa DPRD telah menggunakan reses ini dengan sangat baik,  misalnya dengan mengikuti Musrenbang di daerah masing‐masing. Best Practices (2) Best Practices (2) Keterlibatan Publik dalam Penyusunan Peraturan Daerah K t lib t P blik d l P P t D h • DPRD dan pemerintah daerah membuka pintunya untuk masukan dari  kelompok‐kelompok masyarakat sipil.  • Dalam beberapa kasus, hal ini telah dilembagakan melalui kebijakan lokal  untuk melibatkan organisasi masyarakat sipil dalam proses penyusunan  peraturan daerah.  peraturan daerah • Dengan memperbolehkan masyarakat terlibat aktif dalam proses  pembuatan peraturan daerah, perangkat hukum menjadi lebih mantap  dan mudah dilaksanakan. www.dadangsolihin.com 47 www.dadangsolihin.com 48 Best Practices (3) Best Practices (3) Dengar Pendapat Publik D P d t P blik • Sudah semakin lazim bagi DPRD untuk berkonsultasi dengan masyarakat  melalui dengar pendapat publik.  • Beberapa DPRD telah memanfaatkan fasilitator dan mekanisme  konsultatif yang lebih interaktif dibandingkan dengan komunikasi satu  arah tradisional dan sosialisasi dari atas ke bawah.  arah tradisional dan sosialisasi dari atas ke bawah • Ruang sidang paripurna DPRD dipersiapkan sedemikian rupa guna  meningkatkan komunikasi diantara para peserta, dan pertemuan ini pun  difasilitasi oleh fasilitator yang terlatih. Best Practices (4) Best Practices (4) Transparansi Anggaran T iA • Banyak DPRD kini telah membuka pintu bagi masyarakat untuk  mengakses dokumen anggaran, bahkan telah menyebarkannya kepada  publik dalam bentuk poster.  • Beberapa DPRD telah melakukan dialog interaktif melalui program radio  untuk membicarakan anggaran daerah.  untuk membicarakan anggaran daerah Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Penganggaran • Di beberapa daerah delegasi yang mewakili masyarakat dari forum  Musrenbang dapat mengikuti pertemuan persiapan DPRD untuk  Kebijakan Umum Anggaran dalam rangka penyusunan APBD.  Kebijakan Umum Anggaran dalam rangka penyusunan APBD www.dadangsolihin.com 49 www.dadangsolihin.com 50 Orientasi Dasar Politik DPRD Orientasi Dasar Politik DPRD 1. Agenda politik yang sangat nyata dan  langsung memenuhi kebutuhan warga. Penanggulangan kemiskinan; Peningkatan aksesibilitas dan  kualitas pendidikan dan kesehatan; k lit didik d k h t Pemberantasan korupsi dan  reformasi birokrasi. Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 2. Argumentasi politik yang dibangun adalah sangat  mendasar dan tidak klise. mendasar dan tidak klise. Dengan membawa dukungan politik nyata dari  warga, anggota DPRD akan dapat memperkuat  pijakan mereka dalam proses politik yang  ij k k d l li ik berlangsung dalam berbagai sidang DPRD.  Dengan informasi dan pengetahuan yang langsung  g p g y g g g diperoleh dari warga masyarakat, para anggota DPRD  akan mampu membawakan semua kepentingan  warga ke dalam proses pembuatan Peraturan  warga ke dalam proses pembuatan Peraturan Daerah, penentuan APBD dan pengawasan politik. www.dadangsolihin.com 51 www.dadangsolihin.com 52 Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 3. Pemikiran yang selalu mencari upaya  perbaikan. perbaikan Anggota DPRD akan selalu dituntut  untuk berpikir positif dan konstruktif dalam melaksanakan tugas dan  fungsinya.  Sering tanpa disadari kebiasaan ini  Sering tanpa disadari kebiasaan ini justru meningkatkan kapasitas modal  politik yang memang dibutuhkan oleh  anggota DPRD dan struktur politik  anggota DPRD dan struktur politik pendukungnya. Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 4. Membangun dan memperkokoh sistem  umpanbalik yang cepat dan efektif. umpanbalik yang cepat dan efektif Para anggota DPRD dan partai politiknya  dapat selalu melakukan up‐date terhadap  informasi dan program kerjanya.  Partai politik yang diwakili oleh anggota  DPRD tersebut juga secara terus menerus  DPRD tersebut juga secara terus menerus mengevaluasi diri apakah mereka  mempunyai akar yang kuat di tingkat akar  rumput atau justru berkembang menjadi  rumput atau justru berkembang menjadi partai politik yang mengambang. www.dadangsolihin.com 53 www.dadangsolihin.com 54 Siklus Representasi Wakil Rakyat Siklus Representasi Wakil Rakyat Siklus Representasi Wakil Rakyat Mandat politik yang bersifat sementara mengandung arti bahwa rakyat  M d t litik b if t t d ti b h k t hanya memberikan sebagian hak‐haknya untuk diwakili oleh anggota DPRD yang terpilih dalam proses pengambilan keputusan.  Rakyat masih dapat menggunakan haknya secara langsung untuk  mempengaruhi proses pengambilan keputusan.  Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka yang  Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka yang memilihnya, maka kekuasaan perwakilan itu dapat dicabut oleh para  pemilih melalui mekanisme Pemilu lima tahun yang akan datang.  Dalam jeda waktu di antara dua pemilihan umum, apabila seorang wakil  rakyat tidak dapat mewakili kepentingan para pemilihnya, maka secara  p politik yang bersangkutan akan mengalami delegitimasi di mata publik. y g g g g p Hubungan dengan Pemilih Hubungan dengan media dan kelompok kepentingan Sumber daya (anggaran, staf, riset dan informasi) RAKYAT PEMILU Representasi Rakyat (keterwakilan) DPRD Fungsi Legislasi MEMBUAT KEPUTUSAN POLITIK Fungsi Anggaran Fungsi Pengawasan Perlindungan hak‐ hak Individu dan  masyarakat www.dadangsolihin.com 55 Peningkatan Kesejahteraan  Individu dan Masyarakat Sumber: NDI, LGSP www.dadangsolihin.com 56 Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (1) Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (1) Dalam pelaksanaan mandat rakyat, dewan selayaknya dapat  D l l k d t k t d l k d t menghasilkan keputusan politik/ kebijakan publik yang berdampak positif  melalui instrumen fungsi‐fungsi DPRD, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan  pengawasan.  Semua pelaksanaan fungsi tersebut merupakan inti dari politik  perwakilan.  perwakilan. DPRD sebagai representasi rakyat menjalankan amanah keterwakilan,  yang mengharuskan seorang wakil rakyat bersikap dan bertindak sesuai  dengan kehendak rakyat, yang diartikulasikan melalui peran kelompok‐ d k h d k k di ik l ik l l i k l k kelompok dalam masyarakat maupun individu‐invidu warga negara. Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (2) Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (2) Secara substansial S bt i l perlindungan hak  peningkatan kesejahteraan dalam berbagai aspek peningkatan kesejahteraan dalam berbagai aspek Secara prosedural mengikuti prosedur hukum yang benar melibatkan masyarakat di dalam prosesnya Komunikasi dan hubungan dengan konstituen, media serikat, Ormas,  LSM, perguruan tinggi, d l i l i LSM i i dan lain‐lain. Sistem pendukung (supporting system) memadai antara lain mencakup  gg , , anggaran, staf, riset dan informasi. www.dadangsolihin.com 57 www.dadangsolihin.com 58 Pengertian Indikator Kinerja Pengertian Indikator Kinerja Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan  Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan  pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati  pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan KEGUNAAN dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex‐ ante), pelaksanaan (on‐going), maupun setelahnya (ex‐post) ) l k ( ) l h ( ) petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau  sasaran www.dadangsolihin.com 59 www.dadangsolihin.com 60 Pengertian Kinerja Pengertian Kinerja Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu  kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran,  tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3)  tujuan misi dan visi organisasi (LAN 1999:3) Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan  stratejik yang ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta  kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane  dan Johnson, 1995) Perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu  Perilaku berkarya penampilan atau hasil karya Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional,  sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada  banyak faktor (Bates dan Holton 1995).  Fungsi Indikator Kinerja Fungsi Indikator Kinerja • Memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu  kegiatan dilaksanakan • Menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders g p g , , j • Membangun dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja  program pembangunan www.dadangsolihin.com 61 www.dadangsolihin.com 62 Kedudukan Indikator Kinerja edudu a d ato e ja Perencanaan Pelaksanaan Indikator Kinerja Kualitatif Kuantitatif Pemantauan dan Evaluasi Meto ode Peny yusunan n Logic Model Theory DAMPAK Hasil pembangunan yang  diperoleh dari  pencapaian  outcome Manfaat yang diperoleh dalam  j g jangka menengah untuk  g beneficieries tertentu sebagai  hasil dari output Apa yang ingin  diubah OUTCOME Apa yang ingin  p y g g dicapai Apa yang dihasilkan  (barang) atau  dilayani (jasa) OUTPUT Produk/barang/jasa akhir yang  dihasilkan Proses/kegiatan   menggunakan input   menghasilkan output yang  diinginkan Sumberdaya yang memberikan  kontribusi dalam  menghasilkan output www.dadangsolihin.com KEGIATAN Metode Pelaksanaan Apa yang  dikerjakan Apa yang  digunakan dalam  bekerja 64 Sasaran dan Tujuan www.dadangsolihin.com 63 INPUT Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information, National Treasury, Republic of South Africa, May 2007 Indikator Kinerja INPUT Indikator Kinerja INPUT • Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM,  Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk  melaksanakan kegiatan. Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi  D i j di ib i b d d di li i k h l k i sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan  rencana stratejik yang  ditetapkan • Indikator Kinerja OUTPUT d ato e ja OU U Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan  apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik  dan terukur.  Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan  instansi. Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan – – – – • – – – – 65 • • Contoh: • Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi Jumlah permohonan yang diselesaikan  Jumlah pelatihan / peserta pelatihan J l h l tih / t l tih Jumlah jam latihan dalam sebulan Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli Jumlah komputer yang dibeli Jumlah gedung /jembatan yg dibangun meter panjang jalanyang dibangun/rehab www.dadangsolihin.com 66 Contoh: • • • • Jumlah dana yang dibutuhkan Tenaga yang terlibat Peralatan yang digunakan Peralatan yang digunakan Jumlah bahan yang digunakan Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan www.dadangsolihin.com Indikator Kinerja OUTCOME Indikator Kinerja OUTCOME • P Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan  k i dik H il i k li d pengukuran indikator Keluaran.  Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output.  • Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum  tentu secara outcome kegiatan telah tercapai.  • Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih  tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak.  • Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah  hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang  dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan  kegunaan yang besar bagi masyarakat. Menentukan Indikator Outcome (1) ( ) 1. Indikator outcome mencerminkan indikator output  terpenting OUTCOME Indikator outcome : I dik t t 1. Indikator output 1a 2. Indikator output 2b, 2c 3. Indikator output 3b 3 Indikator output 3b 4. Indikator output 4a OUTPUT 1 Indikator 1a Indikator 1b Indikator 1b Indikator 1c OUTPUT 2 Indikator 2a Indikator 2b Indikator 2b Indikator 2c OUTPUT 3 Indikator 3a Indikator 3b Indikator 3b Indikator 3c OUTPUT 4 Indikator 4a Indikator 4b Indikator 4b Indikator 4c www.dadangsolihin.com 67 www.dadangsolihin.com 68 Menentukan Indikator Outcome (2) ( ) 2. Indikator outcome merupakan composite index dari  indikator output i dik – Indeks gabungan (composite indexes) diperoleh dengan  membobot output b b t t t OUTCOME  OUTCOME Indikator : (I = (∑Pt / ∑Pt‐1) x 100) Menentukan Indikator Outcome (3) ( ) 3. Indikator outcome merupakan hasil Survei – Indikator output harus mendukung pencapaian  outcome,  dk h d k meskipun tidak terkait langsung dalam penyusunan  indikator outcome indikator outcome OUTCOME (mis : IHSG, IPM, APK) OUTPUT 1 OUTPUT 1 Indikator : (Pta) OUTPUT 2 Indikator : dk (Ptb) OUTPUT 3 Indikator : (Ptc) OUTPUT 1 OUTPUT 1 Indikator output OUTPUT 2 OUTPUT 2 Indikator output OUTPUT 3 OUTPUT 3 Indikator output www.dadangsolihin.com 69 www.dadangsolihin.com 70 Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome • • Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan – Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan  – tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer) tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer) – kemenangan tim dlm setiap pertandingan Peningkatan langsung  hal‐hal  yg positif – kenaikan prestasi kelulusan siswa – peningkatan daya tahan bangunan peningkatan daya tahan bangunan – Penambahan daya tampung siswa Penurunan langsung hal‐hal yang negatif l h lh l if – Penurunan Tingkat Kemacetan – Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas g gg www.dadangsolihin.com 71 Indikator Kinerja IMPACT j Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat  yang diperoleh dari hasil kegiatan. Seperti halnya indikator manfaat,  d l hd h lk h l dk f indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu  menengah dan panjang. Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran  mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro  pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional dan  nasional. Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang – % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat – Peningkatan cadangan pangan  – Peningkatan PDRB sektor tertentu Peningkatan PDRB sektor tertentu • Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang – Penurunan Tingkat kemiskinan  – Penurunan Tingkat Kematian www.dadangsolihin.com 72 • Contoh: • • Persyaratan Indikator Kinerja: Persyaratan Indikator Kinerja: SMART • SPESIFIC‐jelas, tidak mengundang multi interpretasi • MEASUREABLE‐dapat diukur (“What gets measured gets EASUREABLE‐dapat diukur ( What gets measured gets  managed”) Sumber Pembuktian  (Means of Verification) • How should the information be collected, eg. sample survey • What source is most appropriate? What source is most appropriate? • Who should do it? • When and How often should the information be collected,  analyzed & reported • What formats are required to record the data being  collected? • ATTAINABLE dapat dicapai (reasonable cost using and TTAINABLE‐dapat dicapai (reasonable cost using and  appropriate collection method) • RELEVANT ( f (information needs of the people who will use the  d f h l h ll h data) • TIMELY‐tepat waktu (collected and reported at the right time  to influence many manage decision) www.dadangsolihin.com 73 www.dadangsolihin.com 74 Langkah‐ Langkah‐Langkah  Menyusun Indikator Kinerja 1. 2. 2 Susun dan tetapkan rencana strategis: visi, misi, tujuan,sasaran dan cara  mencapai tujuan/sasaran (kebijakan, program dan kegiatan) Identifikasi data/informasi yang dapat dikembangkan menjadi indikator  Id ifik i d /i f i d dik b k j di i dik kinerja.  – Dalam hal ini data hendaknya relevan, akurat,lengkap dan kemapuan  y , , g p p pengetahuan tentang bidang yang akan dibahas akan banyak  menolong untuk menyusun dan menetapkan indikator kinerja yang  tepat dan relevan. tepat dan relevan 3. Pilih dan tetapkan indikator kinerja yang paling relevan dan berpengaruh  besar terhadap keberhasilan pelaksanaan  kebijaksanaan/program/kegiatan.  k b k / /k Anggaran Berbasis Kinerja A B b i Ki j www.dadangsolihin.com 75 www.dadangsolihin.com 76 Apa itu ABK? Apa itu ABK? Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Based  Budgeting) adalah penyusunan anggaran yang  didasarkan atas perencanaan kinerja.  did k ki j ABK terdiri dari program dan kegiatan yang akan  dilaksanakan serta indikator kinerja yang ingin dicapai  dilaksanakan serta indikator kinerja yang ingin dicapai oleh suatu entitas anggaran (budget entity).  Landasan Hukum TAP MPR XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas KKN; UU 28/1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN; Inpres 7/1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Good Governance: discipline, sustainable, transparent, efficient, accountable t t ffi i t t bl UU 17/2003 tentang Keuangan Negara; g g g UU 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara; UU 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pemb Nasional; UU 1 /2004 tentang P 15/2004 Pemeriksaan P ik Pengelolaan d T l l dan Tanggung J Jawab b Keuangan Negara; PP 20/2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah; PP 21/2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran K/L www.dadangsolihin.com 77 www.dadangsolihin.com 78 Pengertian ABK Pengertian ABK ABK adalah penyusunan anggaran dengan memperhatikan  ABK d l h d h ik keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang  p p p diharapkan termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan  keluaran tersebut. ( (Pasal 7 ayat (1) PP 21/2004) y ( ) / ) Dalam ABK diperlukan indikator kinerja, standar biaya, dan  Dalam ABK diperlukan indikator kinerja standar biaya dan evaluasi kinerja dari setiap program dan jenis kegiatan. (Pasal 7 ayat (2) PP 21/2004) (Pasal 7 ayat (2) PP 21/2004) Tujuan ABK Tujuan ABK Dengan penyusunan ABK diharapkan rencana dan program program  Dengan penyusunan ABK diharapkan rencana dan program‐program pembangunan yang disusun dapat mengarah kepada: – terwujudnya sasaran yang telah ditetapkan,  – dicapainya hasil yang optimal dari setiap investasi yang dilakukan  guna meningkatkan kualitas pelayanan publik,  – tercapainya efisiensi serta peningkatan produktivitas di dalam tercapainya efisiensi serta peningkatan produktivitas di dalam  pengelolaan sumberdaya dan peningkatan kualitas produk serta  jasa untuk mewujudkan kesinambungan pembangunan dan  kemandirian nasional.  k di i i l – mendukung alokasi anggaran terhadap prioritas program dan  g y g kegiatan yang akan dilaksanakan.  www.dadangsolihin.com 79 www.dadangsolihin.com 80 Reformasi Sistem Penganggaran Reformasi Sistem Penganggaran PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU Reformasi Sistem Penganggaran Reformasi Sistem Penganggaran Paradigma Lama Paradigma Lama Paradigma Baru Paradigma Baru Visi: Melaksanakan rencana pembangunan lima tahunan berdasarkan GBHN Misi: Penyelenggaraan pemerintahan umum dan pembangunan Penganggaran berdasarkan pendekatan menurut pengeluaran rutin d pengeluaran ti dan l pembangunan Visi: Melaksanakan program kerja presiden terpilih Misi: Pelaksanaan kerangka regulasi serta kerangka investasi dan pelayanan publik yang di tuangkan dalam RKP Anggaran disusun b d A di berdasarkan k RKP dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan negara 81 www.dadangsolihin.com 82 Penganggaran g gg Berbasis: 1. Pengeluaran Rutin 2. Pengeluaran 2 P l Pembangunan Penganggaran g gg dengan Pendekatan: 1. Anggaran Terpadu 2. 2 KPJM 3. Anggaran Kinerja www.dadangsolihin.com Penerapan ABK Penerapan ABK Mengubah Fokus Pengukuran M b hF k P k bergeser Besarnya Jumlah Alokasi Sumber Daya FLEKSIBILITAS Latar Belakang: 3 Tuntutan Latar Belakang: 3 Tuntutan 1. azas keseimbangan (checks and balances) dalam penganggaran 2. penerapan tata kepemerintahan yang baik (good governance) 3 Komitmen dalam 3. menggunakan sumber daya yang terbatas. Hasil yang dicapai dari penggunaan sumber daya Melahirkan sejumlah produk hukum yang melandasi perubahan menuju era reformasi yang mengedepankan: disiplin, kesinambungan, transparan, effisien, dan akuntabel. www.dadangsolihin.com 83 www.dadangsolihin.com 84 Pendekatan Sistem Penganggaran Pendekatan Sistem Penganggaran Anggaran negara mempunyai fungsi otorisasi, perencanaan,      f pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi  u gs a o as d a sa a a aga su be daya ya g a g a dapa Fungsi alokasi dilaksanakan agar sumber daya yang langka dapat  dialokasikan secara efisien dan efektif sesuai skala prioritas guna  mencapai tujuan negara; Pendekatan tradisional (line item budget) menempatkan klasifikasi      P d k t t di i l (li it b d t) tk kl ifik i ekonomi (jenis‐belanja) sebagai instrument utama pengalokasian      anggaran; Penerapan prinsip “Good Governance” menuntut penggeseran      pendekatan tradisional ke ABK yang didukung dengan pendekatan  Penganggaran Terpadu dan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah.        Penganggaran Terpadu dan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah. Manfaat Penerapan ABK (1) Manfaat Penerapan ABK (1) Transparansi p Meningkatkan transparansi dengan menekankan kejelasan hubungan antara  penggunaan anggaran dengan kinerja pemerintah sehingga dapat digunakan untuk  meningkatkan efisiensi dalam pengalokasian anggaran dan pelaksanaannya. meningkatkan efisiensi dalam pengalokasian anggaran dan pelaksanaannya Melalui penuangan kebijakan pemerintah ke dalam program‐program, pemerintah  dapat menunjukkan komitmennya kepada rakyat secara jelas dan mudah  dipahami.  dipahami Penganggaran dan pencatatan akuntansi dapat dilakukan menurut program  sehingga  pemisahan data biaya dan penerimaan per program memperjelas untuk  pengambilan keputusan, di samping memberikan gambaran yang jelas pula  bil k di i b ik b j l l mengenai keluaran  dan hasil yang diharapkan; Dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang lebih mendasarkan pada  pengelompokan menurut jenis belanja, penganggaran yang disusun berdasarkan  program jelas lebih relevan dan mudah diakses oleh para politisi dan publik.  www.dadangsolihin.com 85 www.dadangsolihin.com 86 Manfaat Penerapan ABK (2) Manfaat Penerapan ABK (2) Pola Penganggaran  g gg Mengubah pola penganggaran dari semula terfokus pada bagaimana      mendapatkan anggaran & membelanjakannya menjadi bagaimana     membiayai  kegiatan berdasarkan program dengan tujuan tertentu sesuai prioritas (money  kegiatan berdasarkan program dengan tujuan tertentu sesuai prioritas (money follow function). Prosesnya dimulai dengan menentukan keluaran dan hasil yang diharapkan sesuai  tujuan dan sasaran program, kemudian baru ditetapkan inputnya yang digunakan  tujuan dan sasaran program kemudian baru ditetapkan inputnya yang digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran dimaksud. Hal ini tidak berarti bahwa pendekatan tradisional ditinggalkan,  akan tetapi tetap  digunakan dalam rangka pencatatan dan pengendalian, hanya saja pengelolaannya  di k d l k d d li h j l l diserahkan kepada  K/L. Tujuan yang luas & strategis ditetapkan oleh pembuat kebijakan, disusul dengan  penyusunan program, kegiatan dan sub kegiatan untuk mencapai tujuan dimaksud. Pengukuran kinerja juga bisa disusun guna mengukur efektifitas dari     kegiatan  pencapaian tujuan yang diinginkan.  www.dadangsolihin.com 87 Manfaat Penerapan ABK (3) Manfaat Penerapan ABK (3) Penentuan Prioritas Penentuan Prioritas Pendekatan ABK memberikan peluang kepada Lembaga Penentu/pembuat  Kebijakan seperti Kabinet dan DPR untuk dapat menentukan prioritas  secara lebih rasional. Hal ini dimungkinkan karena anggaran program pemerintah tidak sekedar  menggambarkan pengelompok an menurut  organisasi dan jenis belanja,  b k l k t i id j i b l j akan tetapi lebih dari itu di dalam program secara jelas tercermin hasil  yang diinginkan untuk dicapai. Pendekatan ABK membawa kejelasan atas fokus kebijakan pemerintah,  bagaimana kegiatan administrasi pendukung menunjang tujuan dan  target, serta bagaimana anggaran dibagi diantara berbagai prioritas.   b i dib i di b b i i i www.dadangsolihin.com 88 Manfaat Penerapan ABK (4) Manfaat Penerapan ABK (4) Efisiensi Birokrasi  Penerapan ABK berpotensi besar meningkatkan efisiensi birokrasi. ABK  mencerminkan harapan bahwa birokrasi terselenggara dalam performa  yang prima yang mendorong terfokuskannya pencapaian hasil.  i d t f k k i h il Hal ini terjadi karena dengan adanya lembaga yang bertanggung‐ jawab  p y y g j p atas penyediaan layanan barang dan jasa publik sementara K/L lebih  difokuskan pada tanggungjawab pengaturan regulasinya, maka kejelasan  pengaturan kewenangan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan oleh  birokrasi. Penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra  P RPJPD RPJMD R t SKPD, RKPD, dan Renja SKPD  SKPD, RKPD, dan Renja SKPD www.dadangsolihin.com 89 www.dadangsolihin.com 90 Dokumen Perencanaan NASIONAL Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Renstra Kementerian / Lembaga (R t KL) L b (Renstra j Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Penetapan UU (Ps. 13 Ayat 1) Per Pres (Ps. (Ps 19 Ayat 1) Peraturan Pimpinan KL Pi i (Ps. 19 Ayat 2) Per Pres (Ps. 26 Ayat 1) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 21 Ayat 1) DAERAH Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) (RPJP D h) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-Daerah) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah P k tD h (Renstra SKPD) Rencana Kerja Pemerintah j Daerah (RKPD) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Penetapan Perda (Ps. 13 Ayat 2) Peraturan KDH (Ps. (Ps 19 Ayat 3) Peraturan Pimpinan SKPD Pi i (Ps. 19 Ayat 4) Peraturan KDH (Ps. 26 Ayat 2) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3) 91 www.dadangsolihin.com 92 Penyusunan RPJPD dan RPJMD www.dadangsolihin.com Tata Cara Penyusunan RPJPD Rancangan Visi & Misi Saran, tanggapan, Rekomendasi stakeholders Rumusan hasil kesepakatan & komitmen Sistematika Penulisan RPJP Daerah Sistematika Penulisan R Sistematika Penulisan RPJP RPJP Bab I Bab II Pendahuluan Kondisi, Analisis dan Prediksi Kondisi  Umum Daerah Visi, Misi, dan Arah Pembangunan Daerah Penutup Prediksi Kondisi Umum Daerah Geomorfologi & lingkungan - Ekonomi & SDA - Rancangan Akhir RPJPD Rancangan RPJP Merumuskan gambaran awal Visi - Misi - Arah Pembangunan - - Visi - Demografi - Prasarana dan sarana - dll. Sosialisasi, Konsultasi Publik, Publik dan jaring asmara - Misi Musrenbang Jangka Panjang Daerah - Arah Pembangunan ▪ Arahan Umum ▪ Fungsi & peran sub wilayah/ kawasan Penetapan Perda ttg RPJPD Peraturan Daerah ttg RPJP Daerah Bab III Bab IV Bab IV Rancangan Arah Pembangunan Rencana tata ruang www.dadangsolihin.com 93 www.dadangsolihin.com 94 Langkah Penyusunan RPJMD (1) Indikator Bappeda menyusun Rancangan Awal RPJMD a) b) c) d) ) Visi,Misi Kepala Daerah Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah g Visi, Misi, Program Kepala Daerah Terpilih (2) (3) Outline RPJMD berdasarkan PP 8/2008 1. 2. 3. 3 4. 5. 6. 7. 8. 8 9. 10. 10 Pendahuluan d h l Gambaran Umum Kondisi Daerah Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah serta Kerangka Pendanaan Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah serta Kerangka Pendanaan Analisis Isu‐isu Strategis; Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategi dan Arah Kebijakan Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah Indikasi Rencana Program P i i I dik i R P Prioritas yang Disertai Kebutuhan Pendanaan Di iK b h P d Penetapan Indikator Kinerja Daerah Pedoman Transisi dan Kaidah Pelaksanaan Pedoman Transisi dan Kaidah Pelaksanaan SKPD Menyusun Renstra SKPD Program SKPD (4) e) Program SKPD Bappeda menyelenggarakan pp y gg MUSRENBANG RPJMD Bappeda menyusun Rancangan Akhir RPJMD a) ) b) c) d) e) ) Visi, Misi Kepala Daerah p Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD g (5) Penetapan RPJMD ( ) (7) (6) Digunakan sebagai pedoman penyusunan Rancangan RKPD www.dadangsolihin.com 95 www.dadangsolihin.com 96 Checklist: RPJMD yang Berkualitas  Checklist: RPJMD yang Berkualitas 1. 2. 3. 3 4. 5. 6. 7. 8. 8 9. 10. 10 11. 12. Adanya Keterkaitan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya d k d k Profil Daerah dan Prediksi ke Depan Visi Pembangunan Daerah Jangka Menengah Visi Pembangunan Daerah Jangka Menengah Misi Pembangunan Daerah Jangka Menengah Isu Strategis Daerah Rumusan Tujuan Rumusan Strategi Rumusan Kebijakan R K bij k Rumusan Program Pembangunan Daerah Rumusan Arah Kebijakan Keuangan Daerah Rumusan Arah Kebijakan Keuangan Daerah Keterkaitan antar Elemen Dokumen RPJMD Kemudahan RPJMD dalam Mendukung Terlaksanannya Rencana www.dadangsolihin.com 97 Penyusunan Renstra SKPD RKPD Penyusunan Renstra SKPD, RKPD,  dan Renja SKPD dan Renja SKPD www.dadangsolihin.com 98 Tahapan Penyusunan Tahapan Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Rencana Pembangunan Daerah Rencana Pembangunan Daerah (Pasal 4 ayat 1) Dokumen Perencanaan RPJPD RPJMD RKPD Rencana Pembangunan Daerah disusun dengan tahapan (Pasal 4 ayat 2) g g p ( y ) Penyusunan Rancangan Awal Penyusunan Renstra SKPD RPJPD RPJMD RKPD Pelaksanaan Musrenbang Perumusan Rancangan Akhir Penetapan Rencana www.dadangsolihin.com www.dadangsolihin.com 99 99 www.dadangsolihin.com 100 Apa Itu Renstra SKPD (1) ( ) • Renstra SKPD merupakan satu dokumen rencana resmi daerah yang  dipersyaratkan untuk mengarahkan pelayanan SKPD khususnya dan  pembangunan daerah pada umumnya dalam jangka waktu 5 tahun ke  b d h d d l j k k 5 h k depan masa pimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih.  Kualitas penyusunan Renstra SKPD akan sangat ditentukan oleh p y g kemampuan SKPD untuk menerjemahkan, mengoperasionalkan, dan  mengimplementasikan Visi, Misi dan Agenda KDH, tujuan, strategi,  kebijakan, dan capaian program RPJMD ke dalam penyusunan Renstra  kebijakan, dan capaian program RPJMD ke dalam penyusunan Renstra SKPD sesuai TUPOKSI SKPD.  • Apa Itu Renstra SKPD (2) ( ) Renstra SKPD menjawab 3 pertanyaan dasar;  1) Ke mana pelayanan SKPD akan diarahkan pengembangannya dan apa  yang hendak dicapai dalam lima tahun mendatang;  2) Bagaimana mencapainya;  3) Langkah langkah strategis apa yang perlu dilakukan agar tujuan Langkah‐langkah strategis apa yang perlu dilakukan agar tujuan  tercapai. Untuk mendapatkan dukungan yang optimal bagi implementasinya, proses  penyusunan dokumen Renstra SKPD perlu membangun komitmen dan  kesepakatan dari semua stakeholder (termasuk Forum Multistakeholder  p j p y g SKPD) untuk mencapai tujuan Renstra SKPD melalui proses yang  transparan, demokratis, dan akuntabel dengan memadukan pendekatan  teknokratis, demokratis, partisipatif, dan politis. • • www.dadangsolihin.com 101 www.dadangsolihin.com 102 Outline Renstra SKPD Pendahuluan; Gambaran pelayanan SKPD; Gambaran pelayanan SKPD; Isu‐isu strategis  berdasarkan tugas pokok dan fungsi; Visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan; rencana  Visi misi tujuan dan sasaran strategi dan kebijakan; rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan  pendanaan indikatif; dan 5. Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan  sasaran RPJMD. Pasal 40 (4) PP 8/2008 www.dadangsolihin.com 103 Penyusunan Renstra SKPD y Pasal 27 ayat 3 1. 2. 3. 4. 4 Masukan Rancangan Renstra SKPD Rancangan Renstra-SKPD oleh SKPD Memuat visi, misi, tujuan, g, j ,p g strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya Mengacu kepada RPJMD dan bersifat indikatif Pasal 25 ayat 2 dan 4 Renstra SKPD ditetapkan dalam Keputusan Kepala SKPD K K l Pasal 26 www.dadangsolihin.com 104 Renstra SKPD dalam  Penyusunan RPJMD (1) Visi, Misi, Program Kepala Daerah Terpilih (2) (3) Renstra SKPD Checklist: Renstra SKPD yang Berkualitas Checklist: Renstra SKPD yang Berkualitas  (1) 1. Ada review yang cukup menyeluruh tentang kinerja pelayanan SKPD  dalam periode lalu (1‐3 tahun lalu) untuk mengidentifikasi faktor internal  dan eksternal yang telah berpengaruh pada kinerja pelayanan SKPD. d k l l hb h d ki j l SKPD Ada kejelasan rumusan status dan kedudukan kinerja pencapaian  p y pelayanan SKPD masa kini dalam penyelenggaraan berbagai urusan wajib  p y gg g j atau pilihan SKPD sesuai TUPOKSI SKPD. Ada kajian perspektif masa depan SKPD; mengantisipasi perubahan‐ perubahan, kecenderungan perkembangan internal dan eksternal yang  perubahan kecenderungan perkembangan internal dan eksternal yang diperkirakan akan mempengaruhi kinerja pelayanan SKPD dan  merumuskan apa yang perlu dilakukan agar pelayanan SKPD kepada  masyarakat lebih efisien dan efektif. k t l bih fi i d f ktif Bappeda menyusun Rancangan Awal RPJMD a) b) c) d) ) Visi,Misi Kepala Daerah Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah g SKPD Menyusun Renstra SKPD Program SKPD 2. (4) Bappeda menyelenggarakan pp y gg MUSRENBANG RPJMD e) Program SKPD 3. Bappeda menyusun Rancangan Akhir RPJMD a) ) b) c) d) e) ) Visi, Misi Kepala Daerah p Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD g (5) Penetapan RPJMD ( ) (7) (6) Digunakan sebagai pedoman penyusunan Rancangan RKPD www.dadangsolihin.com 105 www.dadangsolihin.com 106 Checklist: Renstra SKPD yang Berkualitas Checklist: Renstra SKPD yang Berkualitas  (2) 4. Ada rumusan isu dan permasalahan strategis pembangunan pelayanan  SKPD dan identifikasi langkah‐langkah strategis untuk memperbaiki  pelayanan SKPD kepada masyarakat. l SKPD k d k Ada kesesuaian dan konsistensi antara visi, misi, dan agenda KDH terpilih,  tujuan, strategi, kebijakan, dan capaian program RPJMD dengan usaha  j g j p p g g mengoptimalkan kekuatan dan mengatasi kelemahan internal organisasi  dan pelayanan SKPD; mengoptimalkan peluang dan mengatasi tantangan  eksternal pengembangan pelayanan SKPD. eksternal pengembangan pelayanan SKPD. Ada penerjemahan yang baik dan sistematis dari visi, misi, dan agenda  KDH terpilih dan RPJMD ke dalam perumusan visi, misi, tujuan (SMART),  strategi, dan kebijakan pembangunan pelayanan SKPD sesuai TUPOKSI  t t i d k bij k b l SKPD i TUPOKSI SKPD Checklist: Renstra SKPD yang Berkualitas Checklist: Renstra SKPD yang Berkualitas  (3) Ada rumusan yang baik dan sistematis tujuan (berasaskan pada prinsip  SMART), strategi, kebijakan, dan prioritas program pembangunan  pelayanan SKPD. l SKPD 8. Ada kesesuaian antara hasil rumusan isu strategis dalam pengelolaan  keuangan daerah dengan rumusan tujuan, strategi, dan arah kebijakan  g g j g j keuangan dan pembiayaan SKPD. 9. Ada kesesuaian antara rumusan program pembangunan daerah dengan  kendala fiskal SKPD. kendala fiskal SKPD 10. Ada keterkaitan yang erat dan kontribusi program pembangunan daerah  terhadap pemecahan isu dan permasalahan strategis pelayanan SKPD dan  pembangunan daerah secara keseluruhan. 11. Ada proses perencanaan yang demokratis dan partisipatif dalam  keseluruhan proses pengambilan keputusan penyusunan Renstra SKPD keseluruhan proses pengambilan keputusan penyusunan Renstra SKPD www.dadangsolihin.com 108 7. 5. 6. www.dadangsolihin.com 107 Step by Step Penyusunan Step by Step Penyusunan Renstra SKPD 1. 2. 3. 4. 5. 6. Persiapan Penyusunan Rancangan Awal RPJM Daerah Penyusunan Rancangan Awal Renstra SKPD Pelaksanaan Musrenbang Daerah Jangka Menengah Penyusunan Rancangan Akhir RPJM Daerah/ Renstra SKPD Penetapan Peraturan Daerah tentang RPJMD Penyusunan RKPD www.dadangsolihin.com 109 www.dadangsolihin.com 110 Apa Itu RKPD? • RKPD atau Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan satu dokumen  rencana resmi daerah yang dipersyaratkan bagi mengarahkan  pembangunan daerah dalam jangka waktu satu tahun ke depan.  b d hd l j k k h k d RKPD mempunyai fungsi penting dalam sistem perencanaan daerah,  karena RKPD menerjemahkan perencanaan strategis jangka menengah  j p g j g g (RPJMD dan Renstra SKPD) ke dalam rencana, program, dan penganggaran  tahunan.  RKPD menjembatani sinkronisasi harmonisasi rencana tahunan dengan  RKPD menjembatani sinkronisasi harmonisasi rencana tahunan dengan rencana strategis; mengoperasionalkan rencana strategis ke dalam  langkah‐langkah tahunan yang lebih konkrit dan terukur untuk  memastikan tercapainya rencana strategis jangka menengah. tik t i t t i j k h 1. 2. 3. 4. 5. 5 Outline RKPD Outline RKPD Pendahuluan;  Evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu; Rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka  pendanaan; Prioritas dan sasaran pembangunan;  Rencana program dan kegiatan prioritas daerah. R d k i t i it d h Pasal 40 (3) PP 8/2008 Pasal 40 (3) PP 8/2008 • • www.dadangsolihin.com 111 www.dadangsolihin.com 112 (8) Langkah Penyusunan RKPD Bappeda menyusun Rancangan Awal RKPD (9) (10) SKPD Menyusun Renja SKPD Program SKPD MUSRENBANG Desa/Kelurahan/Kecamatan (11.a) Rancangan Akhir RKPD (11.b) MUSRENBANG Kab/Kota a. a Sinkronisasi Program SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP (12) MUSRENBANG Prov Sbg g Wakil Pemerintah Pusat a. Harmonisasi Dekon dan TP Mei April Maret Checklist: RKPD yang Berkualitas (1) 1. Ada review yang cukup menyeluruh tentang kinerja pembangunan  daerah dalam periode lalu (1‐3 tahun lalu) untuk mengidentifikasi faktor  internal dan eksternal yang telah berpengaruh pada kinerja pelayanan  i ld k l l hb h d ki j l SKPD. Ada kejelasan rumusan status dan kedudukan kinerja pembangunan  j j p g daerah masa kini dalam penyelenggaraan berbagai fungsi, urusan wajib,  atau urusan pilihan. Ada kajian perspektif masa depan daerah; mengantisipasi perubahan‐ Ada kajian perspektif masa depan daerah; mengantisipasi perubahan perubahan, kecenderungan perkembangan internal dan eksternal yang  diperkirakan akan mempengaruhi kinerja pembangunan daerah dan  merumuskan apa yang perlu dil k k k l dilakukan agar kinerja daerah dalam  ki j d hd l pembangunan dapat ditingkatkan, lebih efisien, dan efektif.  a) Prioritas Pembangunan Daerah b) Kebijakan Umum c) Kerangka Ekonomi Daerah Pagu Indikatif d) Program SKPD 2. a) b) c) d) Prioritas Pembangunan Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD (15) Penetapan RKPD (14) 3. 3 (13) Bappenas menyelenggarakan (4) MUSRENBANGNAS a. Sinkronisasi Program KL/SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP www.dadangsolihin.com 113 April Sebagai pedoman penyusunan Rancangan APBD www.dadangsolihin.com 114 Checklist: RKPD yang Berkualitas (2) 4. Ada rumusan isu dan permasalahan strategis pembangunan daerah dan  identifikasi langkah‐langkah strategis untuk memperbaiki kinerja  pembangunan daerah. b d h Ada konsistensi dan hubungan yang jelas antara RKPD dengan visi, misi,  dan agenda KDH terpilih, tujuan, strategi, kebijakan, dan capaian program  g p j g j p p g RPJMD, RKP, dan Pedoman Penyusunan APBD yang diterbitkan oleh  MENDAGRI. Ada penerjemahan yang baik dan sistematis dari visi, misi, dan agenda  Ada penerjemahan yang baik dan sistematis dari visi misi dan agenda KDH terpilih dan RPJMD ke dalam perumusan tujuan (SMART), strategi,  dan kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan daerah. Penyusunan Program dan Kegiatan berbasis kinerja dan mengakomodasikan STÁNDAR PELAYANAN MINIMAL.  8. Checklist: RKPD yang Berkualitas (3) Ada kesesuaian antara hasil rumusan isu strategis dalam pengelolaan  keuangan daerah dan kendala fiskal daerah dengan rumusan tujuan,  strategi, dan arah kebijakan keuangan dan pembiayaan RKPD i d h k bij k k d bi RKPD Ada proses perencanaan yang demokratis dan partisipatif dalam  p p g p p y keseluruhan proses pengambilan keputusan penyusunan RKPD dan  kesesuaian antara RKPD dengan hasil‐hasil kesepakatan Musrenbang dan  Forum Multi Stakeholder SKPD. 5. 9. 6. 6 7. www.dadangsolihin.com 115 www.dadangsolihin.com 116 Step by Step Penyusunan Step by Step Penyusunan RKPD 1. 2. 3. 4. 5. 6. Persiapan Penyusunan Rancangan Awal RKPD Penyusunan Rancangan Awal Renja SKPD Pelaksanaan Musrenbang Tahunan Daerah Penyusunan Rancangan Akhir RKPD/Renja SKPD Penetapan RKPD dan Renja SKPD Penyusunan Renja SKPD www.dadangsolihin.com 117 www.dadangsolihin.com 118 Apa Itu Renja SKPD? Apa Itu Renja SKPD? • Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah merupakan satu dokumen  Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah merupakan satu dokumen rencana resmi daerah yang dipersyaratkan bagi mengarahkan program dan  kegiatan pelayanan SKPD khususnya dan pembangunan tahunan daerah  pada umumnya. pada umumnya Renja SKPD adalah perencanaan pada unit organisasi terendah dan terkecil  di pemerintah daerah yang memberikan masukan utama dan mendasar  bagi perencanaan di peringkat yang lebih atas seperti RKPD, Renstra SKPD,  RPJMD dan bahkan RPJPD.  Renja SKPD berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat  Renja SKPD berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat yang merupakan tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan daerah.  Kualitas penyusunan Renja SKPD dengan demikian akan sangat menentukan kualitas pelayanan SKPD yang diberikan kepada masyarakat  k k li l SKPD dib ik k d k penggunanya. 1. 1 2. 3. 4. 5. 5 6. 7. Outline Renja SKPD Outline Renja SKPD Pendahuluan; Evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu; Tujuan, sasaran,  program dan kegiatan; Indikator kinerja dan kelompok sasaran yang  menggambarkan  pencapaian Renstra SKPD; Dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu  Dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif; Sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan; Penutup. Pasal 40 (5) PP 8/2008 P l 40 (5) PP 8/2008 • • • www.dadangsolihin.com 119 www.dadangsolihin.com 120 Penyusunan Renja SKPD (1) Penyusunan Renja SKPD (1) • Masukan Rancangan Renja SKPD Rancangan Renja-SKPD oleh SKPD Memuat kebijakan, program dan kebijakan pembangunan y Pasal 27 ayat 1 dan 3 Rancangan Renja SKPD dibahas dalam forum SKPD untuk menentukan prioritas pembangunan Pasal 27 ayat 5 Renja SKPD ditetapkan dalam Keputusan Kepala SKPD Pasal 28 www.dadangsolihin.com 121 Penyusunan Renja SKPD (2) Penyusunan Renja SKPD (2) RENJA SKPD menekankan tentang pentingnya SKPD menguasai dan  RENJA SKPD menekankan tentang pentingnya SKPD menguasai dan kompeten dalam menyusun program dan kegiatan SKPD karena RENJA  SKPD merupakan dasar utama bagi penyusunan rencana dan  penganggaran tahunan dan rencana strategis jangka menengah daerah.  penganggaran tahunan dan rencana strategis jangka menengah daerah Kualitas penyusunan RENJA SKPD akan sangat menentukan kualitas  rencana daerah diatasnya.  Mengacu kepada rancanga awal RKPD, Renstra SKPD, p hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya, masalah yang dihadapi dan usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat Pasal P l 27 ayat 2 t • www.dadangsolihin.com 122 Checklist: Renja SKPD yang Berkualitas (1) 1. Ada review yang cukup menyeluruh tentang kinerja pelayanan SKPD  dalam periode lalu (1‐3 tahun lalu) untuk mengidentifikasi faktor internal  dan eksternal yang telah berpengaruh pada kinerja pelayanan SKPD. d k l l hb h d ki j l SKPD Ada kejelasan rumusan status dan kedudukan kinerja pelayanan SKPD  masa kini dalam penyelenggaraan fungsi pokoknya, urusan wajib, atau  p y gg g p y j urusan pilihan. Ada kajian perspektif masa depan daerah; mengantisipasi perubahan‐ perubahan, kecenderungan perkembangan internal dan eksternal yang  perubahan kecenderungan perkembangan internal dan eksternal yang diperkirakan akan mempengaruhi kinerja pelayanan SKPD dan  merumuskan apa yang perlu dilakukan agar kinerja SKPD dapat  ditingkatkan, lebih efisien, dan efektif. diti k tk l bih fi i d f ktif Checklist: Renja SKPD yang Berkualitas (2) 4. Ada rumusan isu dan permasalahan strategis pelayanan SKPD dan  identifikasi langkah‐langkah strategis untuk memperbaiki kinerja  pelayanan kepada masyarakat l k d k Ada benang merah yang jelas antara Renja SKPD dengan TUPOKSI SKPD,  visi, misi, dan agenda KDH terpilih, tujuan, strategi, kebijakan dan capaian  g p j g j p program RPJMD, RKP, dan Pedoman Penyusunan APBD yang diterbitkan  oleh MENDAGRI Ada penerjemahan yang baik dan sistematis dari RKPD ke dalam  Ada penerjemahan yang baik dan sistematis dari RKPD ke dalam perumusan tujuan (SMART), strategi dan kebijakan, kriteria penentuan  prioritas Program dan Kegiatan yang tepat dan efektif dari pelayanan  SKPD Penyusunan Program dan Kegiatan berbasis kinerja dan mengakomodasikan Stándar Pelayanan Minimal www.dadangsolihin.com 124 2. 5. 3. 6. 6 7. www.dadangsolihin.com 123 Checklist: Renja SKPD yang Berkualitas (3) 8. Ada proses perencanaan yang demokratis dan partisipatif dalam  keseluruhan proses pengambilan keputusan penyusunan Renja SKPD dan  kesesuaian antara RKPD dengan hasil‐hasil kesepakatan MUSRENBANG  k i RKPD d h il h il k k MUSRENBANG dan Forum Multi Stakeholder SKPD 1. 2. 3. 4. 5. 6. Step by Step Penyusunan Step by Step Penyusunan Renja SKPD  Persiapan Penyusunan Rancangan Awal RKPD Penyusunan Rancangan Awal Renja SKPD Pelaksanaan Musrenbang Tahunan Daerah Penyusunan Rancangan Akhir RKPD/Renja SKPD Penetapan RKPD dan Renja SKPD www.dadangsolihin.com 125 www.dadangsolihin.com 126 Tentang Narasumber Terima Kasih www.dadangsolihin.com 127 www.dadangsolihin.com 128

Related docs
premium docs
Other docs by Dadang Solihin