IDENTITAS NASIONAL - DOC by fauzi2612@gmail.com

VIEWS: 39,195 PAGES: 10

More Info
									                IDENTITAS NASIONAL




                      MAKALAH


              Diajukan guna memenuhi tugas
dalam mata kuliah Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan


                      Disusun Oleh:
          Rendika Arif Yudhianto      09360007
          Zainul Mun’im               09360008
          Rodli Fauzi Jauhari         09360009
          Fitri Yuniantin             09360010
          Anwar Habibi Siregar        09360011


                            Dosen:

            Budi Ruhiatuddin, SH, M.HUM,


      PERBANDINGAN MAZHAB DAN HUKUM
                FAKULTAS SYARI’AH
 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
                    YOGYAKARTA
                            2009
                           KATA PENGANTAR


       Pertama kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan
karunianya yang telah diberikan kepada kita. Semoga shalawat dan salam selalu
dilimpahkan kepada junjungan nabi besar Muhammaad SAW, beserta sahabat dan
keluarganya, serta pengikutnya hingga akhir zaman. Amin.
       Kami penyusun makalah, alhamdulillah telah berhasil menyelesaikan
makalah “Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan“ tentang “Identitas
Nasional”. Dan makalah ini kami ajukan sebagai tugas untuk melaksanakan
kewajiban sebagai mahasiswa.
       Semoga dengan tersusunnya makalah ini, diharapkan dapat membantu
mahasiswa dalam memahami bagaimana identitas nasional di Negara kita.
       Kami menyadari bahwa penulisan dan penyusunan makalah ini masih jauh
dari sempurna. Oleh karena itu adanya masukan, pendapat, maupun kritik dan
saran yang membangun sangat diperlukan. Semoga hasil makalah ini dapat
bermanfaat bagi yang membutuhkan dan mendapat ridho Allah SWT. Amin.




                                                 Yogyakarta, 30 Oktober 2009




                                                           Penyusun
                             LATAR BELAKANG


       Negara-negara baru termasuk Indonesia pada saat ini sedang menghadapi
dua masalah pokok pada umumnya, meskipun memang banyak masalah lainnya.
Motif dari dua masalah itu berbeda dan seringkali bertentangan namun saling
tergantung. Yang satu adalah usaha mencari identitas, tuntutan agar identitas itu
diakui umum sebagai sesuatu yang penting, suatu penegasan sosial mengenai diri
sendiri di dunia ini. Sedang yang lainnya adalah tuntutan untuk kemajuan, untuk
standar hidup yang lebih tinggi, tatanan politik yang lebih efektif, keadilan sosial
yang lebih besar yang sangat berperan pengaruhnya diantara bangsa-bangsa di
dunia ini.
       Bagi Indonesia itu berarti: masalah bagaimana mempertahankan identitas
tanpa menghambat kemajuan, dan bagaimana mencapai kemajuan tanpa
mengorbankan identitas nasional. Identitas bukanlah sesuatu yang sekedar untuk
dipertahankan akan tetapi merupakan sesuatu yang harus dicari.
       Indentitas yang sudah ada ini bila hanya menekankan pada kesatuan,
identitas itu akan mengalami kesulitan untuk membuat rakyat mempunyai
komitmen secara emosional, begitu juga bila ia terlalu menekankan pada
kemajemukan akan menghadapi kesulitan untuk mengajak seluruh rakyat
Indonesia untuk berkiprah dalam mewujudkan tujuan bersama.
       Masalah identitas nasional Indonesia bahkan bertambah rumit, oleh karena
pada pokoknya ia juga harus mampu mempersatukan dua unsur yang kontradiktif:
Tradisionalisme dan Modernisme. Maksudnya adalah bahwa identitas itu pada
satu pihak, harus mampu memelihara warisan-warisan tradisional, dan pada pihak
lain, sekaligus harus mampu mendorong ke arah kemajuan dan modernisasi.
                                PEMBAHASAN


   A. Pengertian Identitas Nasional
       Dilihat dari segi bahasa bahwa identitas itu berasal dari bahasa Inggris
yaitu “identity” yang dapat diartikan sebagai ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri.
Adapun identitas yang kami maksud dalam bahasan ini adalah pengenalan atau
pengakuan terhadap seseorang yang termasuk dalam suatu golongan yang
dilakukan berdasarkan atas serangkaian ciri-cirinya yang merupakan suatu satuan
bulat dan menyeluruh, serta menandainya sehingga ia dapat dimasukkan dalam
golongan tersebut. Nasional berasal dari bahasa Inggris “national” yang dapat
diartikan sebagai warga negara atau kebangsaan yang menunjukkan kesatuan
komunitas sosio-kultural tertentu yang memiliki semangat, cita-cita, tujuan serta
ideologi bersama. Jadi, identitas nasional adalah kepribadian nasional atau jati
diri nasional yang tumbuh dalam diri warganegara Indonesia dan berkembang
dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang dihimpun menjadi satu
kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan
jiwa “Bhinneka Tunggal Ika”.

Uraiannya mencakup :
   1. Identitas Manusia
       Manusia merupakan makhluk yang multidimensional, paradoksal dan
monopluralistik. Keadaan manusia yang multidimensional, paradoksal dan
sekaligus monopluralistik tersebut akan mempengaruhi eksistensinya. Eksistensi
manusia selain dipengaruhi keadaan tersebut juga dipengaruhi oleh nilai-nilai
yang dianutnya atau pedoman hidupnya. Pada akhirnya yang menentukan
identitas manusia baik secara individu maupun kolektif adalah perpaduan antara
keunikan-keunikan yang ada pada dirinya dengan implementasi nilai-nilai yang
dianutnya.
   2. Identitas Nasional
       Identitas nasional Indonesia bersifat pluralistik (ada keanekaragaman) baik
menyangkut sosiokultural atau religiositas.
   a) Identitas fundamental/ ideal = Pancasila yang merupakan falsafah bangsa.
b) Identitas instrumental = identitas sebagai alat untuk menciptakan
   Indonesia yang dicita-citakan. Alatnya berupa UUD 1945, lambang
   negara, bahasa Indonesia, dan lagu kebangsaan.
c) Identitas religiusitas =     Indonesia     pluralistik     dalam   agama    dan
   kepercayaan.
d) Identitas sosiokultural = Indonesia pluralistik dalam suku dan budaya.
e) Identitas alamiah = Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di
   dunia.


3. Nasionalisme Indonesia.
            Nasionalime merupakan situasi kejiwaan dimana kesetiaan
   seseorang secara total diabdikan langsung kepada negara bangsa.
   Nasionalisme sangat efektif sebagai alat merebut kemerdekaan dari
   kolonial. Nasionalisme menurut Soekarno adalah bukan yang berwatak
   chauvinisme, bersifat toleran, bercorak ketimuran, hendaknya dijiwai oleh
   nilai-nilai Pancasila.
4. Integritas Nasional
            Menurut Mahfud M.D integrasi nasional adalah pernyataan bagian-
   bagian yang berbeda dari suatu masayarakat menjadi suatu keseluruhan
   yang lebih utuh, secara sederhana memadukan masyarakat-masyarakat
   kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Untuk mewujudkan
   integrasi nasional diperlukan keadilan, kebijaksanaan yang diterapkan oleh
   pemerintah dengan tidak membesarkan salah satu pihak. Ini perlu
   dikembangkan karena pada hakekatnya integrasi nasional menunjukkan
   tingkat kuatnya kesatuan dan persatuan bangsa. Kesimpulan Identitas
   Nasional Indonesia adalah sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang
   membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Indonesia terdiri
   dari berbagai macam suku bangsa, agama dan pulau-pulau yang
   dipisahkan oleh lautan. Oleh karena itu, nilai-nilai yang dianut
   masyarakatnya      pun     berbeda-beda.     Nilai-nilai    tersebut   kemudian
   disatupadukan dan diselaraskan dalam Pancasila. Nilai-nilai ini penting
       karena merekalah yang mempengaruhi identitas bangsa. Oleh sebab itu,
       nasionalisme dan integrasi nasional sangat penting untuk ditekankan pada
       diri setiap warga Indonesia agar bangsa Indonesia tidak kehilangan
       identitas.

   B. Identitas Nasional Secara Luas
       Hakikat identitas nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan
kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya
tercermin dalam berbagai penataan kehidupan kita dalam arti luas, misalnya
dalam Pembukaan beserta UUD kita, sistem pemerintahan yang diterapkan, nilai-
nilai etik, moral, tradisi, bahasa, mitos, ideologi, dan lain sebagainya yang secara
normatif diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun
internasional. Adapun unsur-unsur pembentuknya adalah suku bangsa, agama,
kebudayaan, dan bahasa.

       Perlu dikemukakan bahwa nilai-nilai budaya yang tercermin sebagai
Identitas Nasional tersebut bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam
kebekuan normatif dan dogmatis, melainkan sesuatu yang terbuka-cenderung
terus menerus bersemi sejalan dengan hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh
masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinya adalah identitas
nasional juga sesuatu yang terbuka, dinamis, dan dialektis untuk ditafsir dengan
diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang
berkembang dalam masyarakat.

       Krisis multidimensi yang kini sedang melanda masyarakat kita
menyadarkan bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan
Identitas Nasional kita telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional
sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri negara kita dalam Pembukaan,
khususnya dalam Pasal 32 UUD 1945 beserta penjelasannya, yaitu :

“Pemerintah memajukan Kebudayan Nasional Indonesia “
Yang diberi penjelasan : ” Kebudayan bangsa ialah kebudayaan yang timbul
sebagai buah usaha budaya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan
asli terdapat beberapa puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah seluruh
Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju
ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan dengan tidak menolak bahan-bahan
baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya
kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa
Indonesia “.

   Kemudian dalam UUD 1945 yang diamandemen dalam satu naskah
disebutkan dalam Pasal 32

   1. Negara memajukan kebudayan Nasional Indonesia di tengah peradaban
       dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memeliharra dan
       mengembangkan nilai-nilai budaya.
   2. Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan
       budaya nasional.

   Dengan demikian secara konstitusional, pengembangan kebudayan untuk
membina dan mengembangkan identitas nasional kita telah diberi dasar dan
arahnya, terlepas dari apa dan bagaimana kebudayaan itu dipahami yang dalam
khazanah ilmiah terdapat tidak kurang dari 166 definisi.

   C. Tujuan Identitas Nasional

       Seperti yang sudah kita ketahui bahwa identitas atau jati diri nasional itu
adalah jati diri yang dimiliki oleh warganegara atau sukubangsa dari suatu negara
atau Indonesia. Sebagaimana Indentitas itu muncul dan ada dalam interaksi yang
menimbulkan kebudayaan. Maka kebudayaan itu menjadi pedoman bagi manusia
untuk berbuat dan bertingkah laku. Seorang yang memiliki identitas nasional, ia
harus bangga mengakui Indonesia sebagai negaranya. Karena salah satu ciri
identitas atau jatidiri nasional orang Indonesia adalah orang yang memiliki
peradaban tinggi. Jika kita merasa bahwa diri kita adalah bagian dari bangsa
Indonesia, maka konsekuwensinya kita harus berbuat apa terhadap Indonesia, apa
yang harus kita lakukan agar Indonesia baik di mata semua orang dan dunia.



                                 KESIMPULAN
       Dalam pembahasan ini kami ingin menegaskan bahwa Identitas nasional
mengandung berbagai persoalan tentang kebangsaan yang menjadi ciri khas suatu
bangsa. Diharapkan dengan adanya identitas nasional muncul kebanggaan
berbangsa dan bernegara bagi setiap warga negara, dan menumbuhkan semangat
nasionalisme.
       Adapun arti identitas itu sendiri adalah ciri-ciri, tanda-tanda, jati diri yang
melekat pada seseorang atau sesuatu yang bisa membedakannya. Oleh karena ciri-
ciri atau tanda-tanda yang terdapat dalam identitas nasional itu, suatu negara
mampu menampilkan watak, karakteristik kebudayaan dan memperkuat rasa
kebangsaan. Dan identitas nasional juga bisa dikatakan sebagai jati diri yang
menjadi selogan-selogan kibaran bendera kehidupan. Karena kedudukannya yang
amat penting itu, identitas nasional harus dimiliki oleh setiap bangsa. Karena
tanpa identitas nasional suatu bangsa akan terombang-ambing. Namun apabila
kita melihat penomena yang terjadi di masyarakat saat ini, identitas yang dimiliki
bangsa kita seolah-olah telah terkikis dengan adanya pengaruh yang timbul dari
pihak luar.
       Budaya-budaya barat yang masuk ke negara kita ini, rasanya begitu capat
di serap oleh lapisan masyarakat. Misalnya saja kita ambil contoh dalam hal
berpakaian. Pakaian kita pada umumnya sudah bergaya kebarat-baratan, dan
secara tidak langsung kita telah mengabaikan prinsip-prinsip ajaran yang memang
telah di tentukan. Dengan melihat kenyataan ini, terlihat jelas bahwa identitas
nasional telah mulai terkikis dengan datangnya budaya-budaya barat yang
memang tidak sesuai dengan budaya bangsa indonesia.
       Langkah kita selanjutnya adalah bagaimana caranya untuk memerangi
pengikisan identitas nasional. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah
menumbuhkan kembali sifat-sifat identitas nasional kedalam pribadi manusia itu
sendiri. Agar timbul dalam dirinya sebuah pemahaman akan identitas nasional
suatu bangsa. Yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah akankah kita junjung
tinggi identitas nasional, atau justru kita merusak dan meniadakannya. Jawaban
akan pertanyaan ini tentu kembali kepada pribadi kita masing-masing. Sejauh
mana kita mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
                             DAFTAR PUSTAKA


           A. Buku


Tim    UIN    Sunan    Kalijaga,   Bahan    Ajar   Pancasila    dan   Pendidikan
      Kewarganegaraan, 2005
Ubaidillah, A. Abdul Rojak, dkk, Pendidikan Kewarganegaraan
      (Civic Education) Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani. Jakarta,
      IAIN Jakarta Press, 2000
Darmaputra, Eka, Pancasila: Identitas dan Modernitas: Tinjauan Etis dan
      Budaya, cetakan ke-6, Jakarta, Gunung Mulia, 1997




           B. Internet


http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/11/30/           memerangi-pengikisan-
      identitas-nasional/ diakses tangal 30 oktober 2009
http://www.hikmahbudi.org/news.php?id=83            identitas-nasional-indonesia/
      diakses tanggal 01 november 2009

								
To top