SISTEM BILANGAN (PowerPoint)

					SISTEM BILANGAN

  Dasar untuk membuat mesin dapat
  menghitung




                                    1
PENGERTIAN

  Tata cara untuk menyatakan besarnya
   bilangan atau besaran tertentu
  Umumnya menggunakan simbol-simbol
   yang disusun sedemikian rupa
  Besar bilangan tidak berubah, tetapi
   simbol bisa berbeda
  Biasanya tidak berkaitan dengan nilai
   (value) tertentu

                                           2
CONTOH SISTEM BILANGAN

 SISTEM    SIMBOL     BILANGAN CONTOH
            DASAR       DASAR  BILANGAN
DESIMAL   01234           10     2537D
          56789
BINER     01             2     01101011B

OCTAL     01234567       8       215O

HEXA      012345678      16      EFH
DESIMAL   9 ABCDEF
                                        3
BILANGAN DESIMAL

 2537=   2.ribuan + 5.ratusan + 3.puluhan +
          7.satuan

     = 2x1000 + 5x100 + 3x10 + 7x1

     = 2x103 + 5x102 + 3x101 + 7x100

     = 2000 + 500 + 30 + 7
                                              4
BILANGAN BINER
 01101011B = 0x27 + 1x26 + 1x25 + 0x24 +
              1x23 + 0x22 + 1x21 + 1x20

             = 0x128 + 1x64 + 1x32 + 0x16 +
               1x8 + 0x4 + 1x2 + 1x1

             = 0 + 64 + 32 + 0 + 8 + 0 + 2 + 1

             = 107 D


                                                 5
BILANGAN OCTAL

 215O = 2x82 + 1x81 + 5x80

      = 2x64 + 1x8 + 5x1

      = 128 + 8 + 5

      = 141D

                             6
BILANGAN HEXADESIMAL

 EFH = 14x161 + 15x160

     = 14x16 + 15x1

     = 224 + 15

     = 239D

                         7
KONVERSI DARI DESIMAL
  KE BINER
 100D = ……………B
 100 : 2   = 50 sisa 0    (2x50=100)
  50 : 2   = 25 sisa 0    (2x25=50)
  25 : 2   = 12 sisa 1    (2x12=24)
  12 : 2   = 6 sisa 0     (2x6=12)
  6 :2     = 3 sisa 0     (2x3=6)
  3 :2     = 1 sisa 1     (2x1=2)
  1 :2     = --- sisa 1
 100D = 1100100B

                                       8
KONVERSI DARI DESIMAL

  KE OCTAL
 100D = ……………O
 100 : 8 = 12 sisa 4   (8x12=96)
  12 : 8 = 1 sisa 4    (8x1=8)
   1 : 8 = -- sisa 1

 100D = 144O

                                   9
KONVERSI DARI DESIMAL

  KE HEXADESIMAL
 100D = ……………H
 100 : 16 = 6 sisa 4 (16x6=96)
   6 : 16 = -- sisa 6

 100D = 64H



                                 10
KONVERSI DARI DESIMAL

  KE DESIMAL
 100D = ……………D
 100 : 10 = 10 sisa 0 (10x10=100)
  10 : 10 = 1 sisa 0 (10x1=10)
   1 : 10 = --- sisa 1

 100D = 100D

                                    11
BILANGAN PECAHAN

 12,45 = 1x101 + 2x100 + 4x10-1 + 5x10-2

       = 1x10 + 2x1 + 4x0,1 + 5x0,01

       = 10 + 2 + 0,4 + 0,05

       = 12,45

                                           12
BILANGAN PECAHAN

 10,101B =1x21 + 0x20 +
          1x2-1 + 0x2-2 +1x2-3

       = 1x2 + 0x1 + 1x0,5 + 0x0,25 +
         1x0,125

       = 2+ 0 + 0,5 + 0 + 0,125

       = 2,625D
                                        13
PENAMBAHAN

    DESIMAL          BINER

      925          1010
        99           111
   ---------- +    ---------- +
     1024         10001




                                  14
TABEL BINER-HEXADESIMAL
   DESIMAL   BINER =(8+4+2+1)   HEXA
      0           0000           0
      1           0001           1
      2           0010           2
      3           0011           3
      4           0100           4
      5           0101           5
      6           0110           6
      7            0111          7
      8           1000           8
      9           1001           9
     10           1010           A
     11           1011           B
     12           1100           C
     13           1101           D
     14            1110          E
     15            1111          F
                                       15
KONVERSI BINER-HEXA

  Setiap 4 angka biner tepat bersesuaian
   dengan 1 angka hexadesimal
  Setiap 1 angka hexadesimal
   bersesuaian dengan 4 angka biner
  Dimulai dari angka paling kanan
  Perhatikan angka 0 biner harus ditulis
   bila disebelah kiri masih ada angka 1


                                            16
CONTOH

       BINER           HEXADESIMAL
     1011 0110             B6



 1010 0111 0110 1000      A768




                                     17

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:486
posted:8/10/2010
language:Indonesian
pages:17