Docstoc

Refrigerant Hydrokarbon

Document Sample
Refrigerant Hydrokarbon Powered By Docstoc
					      Introduction

Dalam intalasi sistem pendingin, digunakan suatu fluida sebagai media untuk
memindahkan kalor. Fluida kerja atau biasa disebut sebagai refrigerant.


Refrigerant tersebut bersirkulasi dalam instalasi sistem pendingin, keluar dari
kompressor dengan tekanan yang tinggi, kemudian melewati kondensor untuk
melepaskan kalor, lalu menuju katup ekspansi, setelah itu melewati evaporator
untuk menyerap kalor dari ruangan yang akan didinginkan. Untuk kemudian
menuju kembali ke kompressor.


Sebagai media yang vital dari suatu instalasi sistem pendingin, refrigerant
memiliki karakteristik tertentu, diantaranya adalah mempunyai kemampuan
memindahkan kalor yang besar. Selain juga beberapa kriteria lainnya yang
menyangkut dengan keamanan, kemudahan dan efisiensi dari penggunaan
refrigerant tersebut.


Saat ini refrigerant yang umum digunakan adalah refrigerant sintetis yang
termasuk golongan Halokarbon atau memanfaatkan unsur-unsur golongan
Halogen seperti Khlorin dan Fluorin, seperti CFC (ChloroFluoroCarbon) atau
dikenal dengan R-12, HCFC (HidroChloroFluoroCarbon) atau R-22, dan HFC
(HidroFluoroCarbon) atau R-134a.


Selain refrigerant sintetis, terdapat pula yang nonsintetis yaitu yang termasuk
dalam golongan Hidrokarbon sebagai produk turunan dari gas alam. Refrigerant
tersebut merupakan rantai karbon seperti Propana, Iso-Butana, dan N-Butana.
      Problem Statement

Untuk itu dalam menentukan refrigerant yang akan digunakan harus dilakukan
pertimbangan matang, terutama yang terkait dengan aspek teknis yang dimiliki
oleh refrigerant tersebut, dan tentunya aspek ekonomis yang menyertainya seperti
apakah pengaruh terhadap efisiensi atau penghematan biaya dan energi.


      Analysis

       Refrigerant sintetis

Pada saat ini refrigerant sintetis umum digunakan karena memenuhi dari beberapa
kriteria teknis yang dibutuhkan, seperti dari kemampuan memindahkan kalor yang
cukup besar bisa diketahui dari nilai titik didih, dan konduktivitas termal yang
dimilikinya.


Titik didih menunjukan temperatur pada saat fluida tersebut mulai mendidih,
dengan nilai yang rendah maka fluida tersebut sudah mulai mendidih pada
temperatur yang rendah. Sedangkan nilai konduktivitas termal menunjukan
kemampuan zat tersebut dalam menyerap kalor, dimana refrigerant yang baik
mempunyai nilai konduktivitas yang tinggi.


Dari segi keamanan, refrigerant sintetis sangat sulit untuk terbakar dan
mempunyai nilai titik nyala otomatis pada temperatur yang sangat tinggi dan jauh
dari temperatur kerjanya, dan juga tidak beracun.


Selain itu refrigerant sintetis ini relatif mudah untuk didapat, karena sebagian
besar produsen instalasi pendinginan udara mereferensikan penggunaan
refrigerant    sintetis   bagi   produk-produknya,   sehingga   refrigerant   sintetis
kompatibel dengan hampir semua bahan komponen instalasi sistem pendingin.


Kekurangan yang dimiliki refrigerant sintetis adalah dengan adanya isu
lingkungan, dimana refrigerant sintetis ini termasuk ke dalam bahan yang bisa
merusak lapisan ozon (O3), sebagai lapisan pelindung bumi dari radiasi sinar
matahari. Sehingga penggunaannya ke depan semakin dibatasi dan sebisa
mungkin dihindari.
       Refrigerant non sintetis

Refrigerant nonsintetis sebagai alternatif dari bahan refrigerant yang mempunyai
dampak yang lebih ramah terhadap lingkungan menjadi alternatif utama pengganti
refrigerant sintetis, karena terbuat dari bahan hidrokarbon nonsintetis (natural)
sehingga bisa terurai di lingkungan.


Sebagaimana dikemukakan sebelumnya untuk pemilihan refrigerant tidak hanya
bisa didasarkan pada salah satu aspek tertentu saja, tetapi harus dianalisa
keuntungan dan kerugiannya secara menyeluruh.


Dari aspek teknis yang dimiliki refrigerant hidrokarbon mempunyai spesifikasi
teknis yang berbeda dengan refrigerant sintetis. Beberapa yang menjadi
keunggulan refrigerant hidrokarbon dibandingkan refrigerant halokarbon*) ini
diantaranya adalah,


    Mempunyai nilai konduktivitas termal yang lebih tinggi sehingga
       kemampuan memindahkan panasnya lebih baik
    Mempunyai nilai kerapatan uap ataupun cairan yang lebih rendah sehingga
       bisa berpengaruh pada pengurangan jumlah refrigerant yang dibutuhkan
       oleh instalasi pendingin
    Mempunyai nilai viskositas yang lebih rendah sehingga bisa mengurangi
       gesekan, oleh sebab itu bisa mengurangi kerja kompressor, dll.


*) data spesifikasi teknis tercantum Hal. 3/8


Selain itu juga dengan temperatur di evaporator yang lebih rendah, sehingga
waktu yang dibutuhkan untuk mencapai temperatur yang diinginkan relatif lebih
cepat, keuntungan lebih jauh yang bisa didapatkan adalah pengurangan kebutuhan
daya listrik, sebagai pengaruh berkurangnya kerja kompressor.


Dari data yang dipaparkan penghematan yang bisa didapat dari penggunaan
refrigerant hidrokarbon ini berbanding lurus dengan daya kerja instalasi sistem
pendingin.


Seperti halnya dengan refrigerant sintetis, refrigeran nonsintetis juga mempunyai
beberapa kekurangan yang harus juga diperhatikan yaitu :


     Sebagai        refrigerant   yang    berbahan     dasar   hidrokarbon,   tentunya
           mempunyai sifat yang menjadi khas rangkaian hidrokarbon (C-H) yaitu
           mudah terbakar (mudah bereaksi dengan oksigen bebas) juga ditandai
           dengan temperatur nyala (flash point) pada temperatur yang lebih rendah
           dibanding refrigerant halokarbon, untuk itu diperlukan perawatan yang
           lebih baik untuk menjaga terjadinya kebocoran. Misalnya dengan
           pembuatan sistem sirkulasi udara yang lebih baik.


     Bahan hidrokarbon mempunyai sifat yang merusak terhadap bahan yang
           terbuat dari karet, sehingga tidak kompatibel bila digunakan pada instalasi
           sistem pendingin yang biasanya menggunakan seal atau gasketnya terbuat
           dari dari bahan karet alam atau silikon.


     Secara umum refrigerant hidrokarbon sebagai refrigerant alternatif masih
           belum umum digunakan sehingga relatif sulit didapatkan dan harganyapun
           masih relatif mahal


Dari beberapa kekurangan tersebut tentunya bisa mengakibatkan kerugian yang
berarti,     bila   pemilihan    bahan    refrigerant   hidrokarbon   dilakukan   tanpa
memperhitungkan setiap aspek secara detail dan matang.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:322
posted:8/10/2010
language:Indonesian
pages:4