Docstoc

PAD DAN PETA KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH

Document Sample
PAD DAN PETA KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH Powered By Docstoc
					PAD DAN PETA KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH

Sumardi
KETUA DIVISI RISET PPEP FE UNS SURAKARTA Disampaikan pada Workshop DPRD Kabupaten Nganjuk, Hotel Pandanaran Semarang, 17-19 April 2008

PAD SEBAGAI KAPASITAS FISKAL

PDRB, IPM, PENDD, DLL

PAD + DBH

KEBUTUHAN FISKAL

SELISIH

KAPASITAS FISKAL

DAU

CELAH FISKAL

ALOKASI DASAR

PAD DAN KEMAMPUAN KEUDA
DERAJAT DESENTRALISASI FISKAL (DDF)

PENDAPATAN ASLI DAERAH

=
TOTAL PENDAPATAN DAERAH

UKURAN KEMAMPUAN KEUDA

DERAJAT DESENTRALISASI FISKAL (DDF)

RENDAH JIKA DDF < 50 % TINGGI JIKA DDF > 50 %

Tahun

Variabel Kabupaten Y PAD TPD DD PAD TPD DD
49.816,90 439.245,30 11,34 59.307,30 568.245,90 10,44

2006

2007

ANALISIS KEMAMPUAN KEUDA
DDF

menurun  kemampuan keuda cenderung menurun,
PAD meningkat  Peningkatannya lebih lambat dibandingkan TPD.

Walaupun

PAD & KEMANDIRIAN KEUDA
RASIO KEMANDIRIAN KEUDA :
PENDAPATAN ASLI DAERAH = BANTUAN / SUMBANGAN

POLA HUBUNGAN KEUDA
KEMAMPUAN KEUDA KEMANDIRIAN KEUDA POLA HUBUNGAN

RENDAH SEKALI
RENDAH SEDANG TINGGI

0%

S/D 25 %

INSTRUKTIF
KONSULTATIF PARTISIPATIF DELEGATIF

25 % S/D 50 % 50 % S/D 75 % 75 % S/D 100 %

Tahun

Variabel Kabupaten Y PAD TDP KMD PAD TDP KMD
49.816,90 366.646,40 13,59 59.307,30 568.245,90 10,44

2005

2006

ANALISIS KEMANDIRIAN KEUDA
RKK

menurun  kemandirian keuda cenderung menurun,
PAD meningkat  Peningkatannya lebih lambat dibanding Bant/Sumbangan.

Walaupun

POLA HUB KEUDA PUSAT-DAERAH
DEMOKRATISASI DESENTRALISASI REFORMASI

KEWENANGAN UU 32/2004 Pusat  Daerah Kewenangan luas, nyata & bertanggung- jawab

KEUANGAN UU 33/2004 Pusat  Daerah Peluasan Tax Base Dana Perimbangan

Beban dan Tngg-Jawab

Sumber Dana

PETA KEMAMPUAN KEUDA
ADA DUA METODE :
 Metode

Kuadran

 Growth  Pertumbuhan  Share  Kontribusi

 Metode
 Indeks

Indeks

Growth  Indeks Share  Indeks Elasticity

PAD n  PAD n1 
PAD n 1

METODE KUADRAN
 RASIO

PERTUMBUHAN (GROWTH) :

PADn  PADn1  X 100 %
PADn 1

PAD n  PAD n1 
PAD n 1

METODE KUADRAN
 RASIO

KONTRIBUSI (SHARE) :

PADn X 100 % APBDn

STATUS KEMAMPUAN KEUDA
KUADRAN KONDISI Kondisi paling ideal. PAD mengambil peran besar dalam APBD dan daerah mempunyai kemampyan mengembangkakan potensi lokal. Kondisi ini ditunjukkan dengan besarnya nilai share disertai nilai growth yang tinggi. Kondisi ini belum ideal, tetapi daerah mempunyai kemampuan mengembangkan potensi lokal sehingga PAD berpeluang memiliki peran besar dalam APBD. Sumbangan PAD terhadap APBD masih rendah namun pertumbuhan PAD tinggi. Kondisi ini juga belum ideal. Peran PAD yang besar dalam APBD mempunyai peluang mengecil karena pertumbuhan PAD-nya kecil. Disini sumbangan PAD terhadap APBD tinggi, namun pertumbuhan PAD rendah. Kondisi ini paling buruk. PAD belum mengambil peran yang besar dalam APBD dan daerah belum mempunyai kemampuan mengembangkan potensi lokal. Sumbangan PAD terhadap APBD rendah dan pertumbuhan PAD juga rendah. I

II

III

IV

CONTOH : KASUS KEMAMPUAN KEUDA
PAD No Kabupaten / Kota 2006 1. 2. 3. 4. A B C D 45,8 32,5 55,0 68,2 2007 48,2 35,0 57,5 72,5 APBD 2007 120,4 115,2 210,5 250,0

Provinsi X

182,5

192,5

640,5

HASIL PERHITUNGAN RASIO
Indikator (Persen)
No Kabupaten / Kota Growth 1. A 5.24 Share 40.03

2.
3.

B
C

7.69
4.55

30.38
27.32

4.

D
Provinsi X

6.30
5.48

29.00
30.05

GAMBAR STATUS KE-KEUDA
Growth (%)
Kuadran – II IV I

KUADRAN-II Kabupaten A KUADRAN-IV
S h a r e (%)

KUADRAN-I Kabupaten B
S h a r e (%)

S h a r e (%)

KUADRAN–III

S h a r e (%)

Kabupaten C

Kabupaten D

Growth (%)

METODE INDEKS
INDEKS PERTUMBUHAN (GROWTH) = XG :
Ghsl pengukuran - Gminimum = Gmaksimum - Gminimum

METODE INDEKS
INDEKS KONTRIBUSI (SHARE) = XS :
Shsl pengukuran - Sminimum = Smaksimum - Sminimum

METODE INDEKS
INDEKS ELASTISITAS (ELASTICITY) = XE :
Ehsl pengukuran - Eminimum = Emaksimum - Eminimum

CONTOH: DATA RASIO
Tahun 2007 No Kabupaten / Kota Growth (%) Share (%) Elastisitas

1.
2. 3.

A
B C

5.24
7.69 4.55

40.03
30.38 27.32

0.85
1.22 0.54

4.

D

6.30

29.00

1.12

PERHITUNGAN INDEKS
Tahun 2007 No Kabupaten / Kota XG XS XE

1.
2. 3.

A
B C

0.22
1.00 0.00

1.00
0.24 0.00

0.46
1.00 0.00

4.

D

0.56

0.13

0.85

INDEKS KEMAMPUAN KEUDA
No Kabupaten / Kota Indeks Kemampuan Keuangan (IKK) Status Kemampuan Keuangan

1. 2.

A B

0.56 0.75

Tinggi Tinggi

3.
4.

C
D

0,00
0.51

Rendah
Tinggi

Contoh : studi propinsi Indonesia
Growth (%)
KUADRAN-II •Gorontalo •Aceh •Kalimatan Tengah •Kalimantan Timur •NTBKalimantan Timur •RiauNTB Riau •Sulawesi Tengah Kuadran – IV KUADRAN-I •Bali •Banten •Sulawesi Selatan •Yogyakarta Sumatera Barat Kalimantan Barat

S h a r e (%)

NTT Sulawesi Tenggara Bengkulu Papua Sulawesi Utara

Kuadran – III Jawa Barat DKI Jakarta Kalimantan Selatan Jawa Tengah Lampung Jambi Sumatera Utara Jawa Timur

S h a r e (%)

Growth (%)

INDEKS KEMAMPUAN KEUDA
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Bali Banten Gorontalo Jawa Barat Yogyakarta Sumatera Barat Sumatera Utara Jawa Tengah Sumatera Selatan Kabupaten / Kota

Indeks Kemampuan Keuangan (IKK)
0,93 0,68 0,60 0,47 0,47 0,45 0,45 0,44 0,44

Status Kemampuan Keuangan

Tinggi

INDEKS KEMAMPUAN KEUDA
No Kabupaten / Kota Indeks Kemampuan Keuangan (IKK) 0,42 0,42 0,40 0,40 0,40 0,39 0,38 0,36 0,35 Sedang Status Kemampuan Keuangan

10. Kalimantan Tengah 11. Jawa Timur 12. Kalimantan Barat 13. Nusa Tenggara Barat 14. DKI Jakarta 15. Sulawesi Selatan 16. Aceh 17. Kalimantan Selaran 18. Lampung

INDEKS KEMAMPUAN KEUDA
No Kabupaten / Kota Indeks Kemampuan Keuangan (IKK) 0,33 0,31 0,29 0,27 0,22 0,22 0,18 0,11 0,10 Rendah Status Kemampuan Keuangan

19. Kalimantan Timur 20. Jambi 21. Sulawesi Tengah 22. Riau 23. Sulawesi Tenggara 24. Nusa Tenggara Timur 25. Bengkulu 26. Sulawesi Utara 27. Papua

Sekian dan terimakasih

Mohon maaf atas segala kesalahan Dan hal-hal yang kurang berkenan Di hati Bapak/Ibu/Saudara


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3635
posted:3/16/2009
language:Indonesian
pages:29