Docstoc

Perhatian menjelang kehamilan

Document Sample
Perhatian menjelang kehamilan Powered By Docstoc
					MAKALAH KONSEP KEHAMILAN
     Disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah
                 Dokumentasi Kebidanan




                     Disusun oleh :
                     Kelompok VII
                     1. Denok Puspitasari
                     2. Fany Rahayu Anggraeni
                     3. Shinta Novatilova
                     4. Susi Susanti
                     5. Vinda Septidinta
                     6. Winda Novrinda




SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAHARANI
     PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
                      MALANG
                         2009
                                  KATA PENGANTAR


     Puji sukur kami panjatkan kehadirat TUHAN YANG MAHA ESA,sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas mata kuliah Dokumentasi Kebidanan ini dangan judul Kehamilan.
     Makalah ini dapat tersusun dengan baik berkat bantuan beberapa pihak. Untuk itu kami
dalam kesempatan ini mengucapkan terimakasih kepada:
        1. Marjanti, S.ST, M.K.Pd
        2. Naumiati, S.ST
        3. Warih Respitowati, S.ST
        4. Anik Sugianti, Amd. Keb, SKM
        5. Orang tua selaku pendukung secara spiritual dan material.
        6. Teman-teman selaku pendukung.
        7. Semua pihak yang telah membantu dalam kelancaran penyusunan makalah ini.

     Makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk saran dan kritik selalu kami harapkan
demi perbaikan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah
pengetahuan, khususnya di bidang Dokumentasi Kebidanan.




                                                  Malang, Desember 2009




                                                         Penyusun
DAFTAR ISI
                                              BAB I
                                      PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
         Kehamilan adalah keadaan fisiologis pada suaktu waktu tapi hal ini memerlukan
perhatian khusus karena pada saat hamil terjadi perubahan fisiologis.Proses kehamilan
merupakan mata rantai yang berkesinambungan, pada manusia terdapat 46 kromosom dengan
rincian 44 dalam bentuk “autosom “ sedangkan yang lain sebagai pembawa tanda seks.
Wanita selalu resesip dengan tanda “kromosom X”, sedangkan laki-laki dengan dua bentuk
kromosom yaitu “kromosom X dan Y”. Bila spermatozoa kromosom X bertemu maka terjadi
kehamilan wanita, sedang bila kromosom Y maka terjadi kehamilan laki-laki.

         Suatu kehamilan akan terjadi jika ada pertemuan antara sperma dan ovum, setelah itu
pertemuan itu akan membentuk zigot yang dalam beberapa jam telah mampu membela
dirinya menjadi dua dan seterusnya. Dengan terjadinya kehamilan maka seluru system
genetalia wanita mengalami perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang
perkembangan dan pertmbuhan janin dan rahim.


1.2      Rumusan Masalah
      1. Apakah yang dimaksud dengan kehamilan?
      2. Bagaimanakah tanda-tanda dan gejala pada kehamilan?
      3. Apa saja perubahan fisiologi pada ibu hamil?
      4. Apa saja ketidak nyamanan yang dirasakan oleh ibu hamil dan bagaimana
         penatalaksanaannya?
      5. Apa saja kebutuhan pada ibu hamil?
1.3      Tujuan
a.Tujuan umum
         Tujuan umum dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui fisiologi
         kehamilan dan memperoleh gambaran tentang perubahan fisiologis, ketidaknyamanan
         dan kebutuhan pada saat kehamilan.
b. Tujuan khusus
         Untuk mengetahui tentang pengertian kehamilan.
         Untuk mengetahui berbagai tanda dan gejala kehamilan.
         Untuk mengetahui perubahan fisiologi pada ibu hamil.
       Untuk mengetahui apa saja ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu hamil dan
       penatalaksanaannya.
       Untuk mengetahui kebutuhan ibu hamil.
1.4 MANFAAT
a. Bagi Penulis
     Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang konsep kehamilan.
b. Bagi Ibu Hamil
     Untuk menambah wawasan dan pengetahuan kepada ibu hamil khususnya tentang
     fisiologi, ketidaknyamanan, dan kebutuhan selama kehamilan.
c.Bagi pendidikan
     Sebagai bahan masukan bagi mahasiswa dalam megembangakan pengetahuan dan dapat
     di jadikan sebagai referensi atau sumber informasi untuk melakukan pembelajaran dan
     bahan bacaan bagi mahasiswa pda umumnya
                                        BAB II
                                   TINJAUAN TEORI


A. TEORI KEHAMILAN
2.1 Definisi Kehamilan
       Kehamilan adalah masa dimulai dari kontrasepsi sampai janin lahir, lama hamil
normal yaitu 280 hari atau 9 bulan 7 hari yang dihitung dari hari pertama haid terakhir
(Sarwono, 2000).
       Kehamilan adalah penyatuan ovum (oosit sekunder) dan spermatozoa yang biasanya
berlangsung di ampula tuba (Sarwono, 2008).


2.2 Tanda dan Gejala Kehamilan ( Sarwono, 2008)
2.2.1 Tanda – tanda kehamilan
   a. Adanya pigmentasi kulit atau garis-garis hipo
   b. Adanya pembesaran payudara
   c. Ada rasa mual dan munyah yang berlebihan atau hiperemesis
   d. Amenore atau tidak datangnya haid
   e. Frekuensi buang air kecil meningkat
   Tanda kehamilan tidak pasti :
    Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.
    Gusi bengkak terutama pada bulan-bulan pertama kehamilan.
    Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.
    Test kehamilan memberikan hasil positif.
   Tanda-tanda pasti :
    Pada perubahan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerk janin.
    Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin.
    Pada pemeriksaan USG dilihat gambar janin.
    Pada pemeriksaan roentgen terlihat gambaran kerangka janin.


2.2.2 Gejala Kehamilan
       Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari
kalau dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid, terakhir guna
menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran. Rumus sederhana
menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3,
dihitung dari tanggal pertama haid terakhir. Biasanya gejla yang ti,bul pada kehamilan seperti:
   -   mual dengan di ikuti muntah atau pun tidak sering terjadi bulan pertama
       kehamilan.mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau
       hal-hal yang lain.gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal.
   -   kencing terutama bila kehamilan sudah besar.
   -   kadang-kadang wanita hamil bias pingsan dikeramaian terutama pada bulan awal
       kehamilan.
   -   tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual-mual diatas.


2.3 Perubahan Fisiologis pada Ibu Hamil
2.3.1 Perubahan pada Organ-organ Reproduksi
    Uterus
       Tumbuh membesar primer, maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi
       intrauterin. Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan, progesteron berperan untuk
       elastisitas / kelenturan uterus. Ismus uteri, bagian dari serviks, batas anatomik menjadi
       sulit ditentukan,   pada kehamilan trimester I memanjang dan lebih kuat. Pada
       kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan korpus, dan pada kehamilan akhir
       di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. Vaskularisasi sedikit, lapis muskular
       tipis, mudah ruptur, kontraksi minimal berbahaya jika lemah, dapat ruptur,
       mengancam             nyawa            janin          dan           nyawa            ibu.
       Serviks uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan
       akibat progesterone warna menjadi livide / kebiruan. Sekresi lendir serviks meningkat
       pada memberikan gejala keputihan.


    Vagina / vulva
       Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron, warna merah
       kebiruan (tanda Chadwick).
    Ovarium
       Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi
       produksi progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat.
       Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak
       terjadi siklus hormonal menstruasi.
    Payudara
       Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial
       payudara.      Hormon     laktogenik    plasenta   (diantaranya   somatomammotropin)
       menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan
       produksi zat-zat kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, kolostrum.
       Mammae membesar dan tegang, terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar
       Montgomery, terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. Puting
       susu membesar dan menonjol.


2.3.2 Perubahan pada Sistem Respirasi
  Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%, selain itu diafragma juga terdorong ke cranial.
Terjadi hiperventilasi dangkal (20-24x/menit) akibat kompliansi dada (chest compliance)
menurun. Volume tidal meningkat. Volume residu paru (functional residual capacity)
menurun. Kapasitas vital menurun


2.3.3 Perubahan pada Sistem Gastrointestinal
  Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah, selain itu
terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung, konstipasi, lebih sering lapar
/ perasaan ingin makan terus (mengidam), juga akibat peningkatan asam lambung. Pada
keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10 kali per
hari (hiperemesis gravidarum).


2.3.4 Perubahan pada Sistem Sirkulasi / kardiovaskular
  Perubahan fisiologi pada kehamilan normal, yang terutama adalah perubahan
  Hemodinamik maternal, meliputi :
  - Retensi cairan, bertambahnya beban volume dan curah jantung.
  - Anemia relatif.
  - Akibat pengaruh hormon, tahanan perifer vaskular menurun.
  - Tekanan darah arterial menurun.
  - Curah jantung bertambah 30-50%, maksimal akhir trimester I, menetap sampai akhir
  kehamilan.
  - Volume darah maternal keseluruhan bertambah sampai 50%.
  - Volume plasma bertambah lebih cepat pada awal kehamilan, kemudian bertambah secara
  perlahan sampai akhir kehamilan.
  Pada trimester pertama, terjadi :
  - Penambahan curah jantung, volume plasma dan volume cairan ekstraselular, disertai
  peningkatan aliran plasma ginjal dan laju filtrasi glomerulus
  - Penambahan / retensi air dan natrium yang dapat ditukar di dalam tubuh, peningkatan
  TBW / total body water
  - Akibatnya terjadi aktifasi sistem renin-angiotensin dan penurunan ambang osmotik untuk
  pelepasan mediator vasopresin dan stimulasi dahaga.
  - Akibatnya pula terjadi penurunan konsentrasi natrium dalam plasma dan penurunan
  osmolalitas plasma, sehingga terjadi edema pada 80% wanita yang hamil. Terjadi
  peningkatan volume plasma sampai 25-45%, dengan jumlah eritrosit meningkat hanya
  sedikit (kadar hemoglobin menurun akibat anemia relatif). Cardiac output meningkat
  sampai 20-40%. Resistensi perifer juga menurun, sering tampak sebagai varisces tungkai.
  Leukosit meningkat sampai 15.000/mm3, akibat reaksi antigen-antiibodi fisiologik yang
  terjadi pada kehamilan. Infeksi dicurigai bila leukosit melebihi 15.000/mm3. Trombosit
  meningkat sampai 300.000-600.000/mm3, tromboplastin penting untuk hemostasis yang
  baik pada kehamilan dan persalinan. Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal
  250-350 mg/dl). Laju endap darah meningkat. Protein total meningkat, namun rasio
  albumin-globulin menururn karena terjadi penurunan albumin alfa-1, alfa-2 dan beta
  diikuti peningkatan globulin alfa-1, alfa-2 dan beta. Faktor-faktor pembekuan meningkat.


2.3.5 Perubahan pada Sistem Metabolisme
       Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi juga hipertrofi tiroid. Kebutuhan
karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui).
Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk menunjang pertumbuhan janin. Kadar kolesterol
plasma meningkat sampai 300 g/100ml. Kebutuhan kalsium, fosfor, magnesium, cuprum
meningkat. Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg, untuk pembentukan hemoglobin
tambahan.
       Khusus untuk metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa
plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna karena :
- Ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat, produksi glukosa dari hati menurun
- Produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun, aktifitas ekskresi
 ginjal meningkat
- Efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen, hormon2 plasenta lainnya,
hormon-hormon ovarium, hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dsb).
2.3.6 Perubahan pada Traktus Urinarius
- Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan
progesteron. Kencing lebih sering (poliuria), laju filtrasi meningkat sampai 60%-150%.
Dinding saluran kemih dapat tertekan oleh perbesaran uterus, menyebabkan hidroureter dan
mungkin hidronefrosis sementara.
- Kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap
normal.
- Peningkatan aktifitas melanophore stimulating hormon menyebabkan perubahan berupa
hiperpigmentasi pada wajah (kloasma gravidarum), payudara, linea alba (-> linea grisea),
striae lividae pada perut.


2.4 Ketidaknyamanan pada Ibu Hamil dan Penatalaksanaannya
          Hamil adalah karunia terindah bagi seorang wanita. Mendapati hasil positif saat tes
kehamilan merupakan saat yang membahagiakan, namun menjalani sembilan bulan masa
kehamilan adalah hal yang sama sekali berbeda. Beberapa wanita hamil memiliki periode
kehamilan yang menyenangkan, sementara lainnya mengalami masa kehamilan yang berat.
Beberapa masalah yang kerap timbul saat hamil diantaranya:
   1. Alergi dan penyakit kulit
          Alergi bisa muncul dalam bentuk gatal-gatal, bersin-bersin, diare, batuk, sampai sesak
napas (asma). Hal ini disebabkan kehamilan membuat kekebalan tubuh ibu menurun. Belum
lagi adanya perubahan kadar hormon progesteron yang akan mempermudah munculnya
alergi. Peurigo gestationalis adalah satu penyakit kulit yang kerap menyerang ibu hamil.
Gejalanya berupa beruntusan dan gatal-gatal pada seluruh tubuh. Keluhan ini biasanya
muncul di trimester kedua atau ketiga. Apa yang menjadi penyebabnya, sampai saat ini belum
diketahui.
   2. Penyakit saluran pernafasan
          Penyakit saluran pernapasan yang kerap muncul adalah influenza, radang tenggorok,
pneumonia, dan tuberkulosis. Penyebabnya dengan makin besarnya kandungan, diafragma
atau sekat rongga dada pun kian tertekan ke atas. Akibatnya, ruang paru-paru jadi lebih
sempit, sehingga oksigen yang masuk ke paru-paru makin sedikit pula. Sebagai
kompensasinya, napas pun jadi semakin cepat yang membuat ibu hamil gampang tersengal-
sengal.
   3. Gangguan jantung
   Penyakit ini bisa terjadi karena sewaktu hamil terjadi perubahan drastis pada tubuh ibu
yang menyebabkan terjadinya peningkatan volume darah, yang membuat kerja jantung jadi
lebih berat. Oleh karena itu, selama hamil perhatikan tanda-tanda adanya gangguan jantung
ini. Biasanya ibu gampang capek, baru melakukan aktivitas ringan saja napasnya sudah
tersengal-sengal. Lainnya adalah penyempitan ataupun kebocoran pada katup jantung.
Penyakit ini 80%-nya disebabkan penyakit jantung rematik. Perubahan sistem imun sebagai
reaksi tubuh terhadap kuman penyebab infeksi yang masuk jauh-jauh hari sebelum ibu hamil
itulah menjadi penyebabnya. Bisa saja penetrasi kuman terjadi saat ibu masih anak-anak atau
remaja. Sekalipun begitu, dengan antenatal care penyakit jantung katup bisa dideteksi.
Asalkan bidan atau dokter yang menanganinya cermat saat melakukan anamnesa maupun
pemeriksaan kesehatan secara umum. Terlebih pada mereka yang mengalami kehamilan
kembar ataupun punya riwayat keluarga yang mengalami tekanan darah tinggi pada
kehamilan.
   4. Anemia
   Penyakit anemia defisiensi besi memang paling sering dialami ibu hamil. Masalahnya,
saat hamil kebutuhan akan zat-zat makanan bertambah. Konsentrasi darah dan sumsum tulang
pun berubah. Akibatnya, ibu hamil kekurangan zat besi dalam darahnya. Seperti kita tahu,
semasa hamil dan menyusui kebutuhan zat besi meningkat tajam. Nah, kebutuhan zat besi
akan bertambah sejalan dengan perkembangan janin, plasenta, dan peningkatan sel darah
merah ibu. Anemia defisiensi besi paling banyak diderita ibu hamil yang justru membutuhkan
asupan unsur besi dari makanan lebih dari biasanya. Bisa juga karena adanya gangguan
pencernaan, sehingga unsur zat besi tidak diserap dengan baik oleh tubuh.
   Gejala klinis anemia yang mudah dikenali adalah gampang lelah, lesu, sesak napas saat
beraktivitas, kulit dan wajah pucat, mudah pusing, dan gampang pingsan. Kerja jantung pun
meningkat sehingga denyutnya menjadi cepat. Jika kondisi jantung buruk, dapat berakibat
gagal jantung. Bagi ibu hamil, pemeriksaan dilakukan paling lambat pada usia 3 bulan
kehamilan.
   Defisiensi besi diatasi dengan konsumsi suplemen zat besi dan asam folat selain konsumsi
makanan bergizi seimbang dan beragam. Makanan terbaik yang mengandung zat besi adalah
daging merah, hati, ginjal, telur, roti, sereal, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran
berwarna hijau. Daging merah mengandung zat besi yang mudah diserap tubuh. Agar
penyerapannya optimal, zat besi sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan sumber makanan
yang mengandung vitamin C, karena vitamin C mampu membantu penyerapan zat besi.


   5.   Penyakit saluran pencernaan
       Hipersalivasi atau produksi air liur berlebihan akibat pengaruh hormon estrogen.
        Gangguan ini tidak berbahaya.
       Sariawan dan pembengkakan gusi. Penyakit yang dalam istilah kedokteran disebut
        epulis ini disebabkan selain oleh perubahan hormonal juga perubahan imunologi
        berupa penurunan mekanisme daya tahan tubuh pada ibu hamil. Itu sebabnya ibu
        hamil mudah terserang penyakit, baik akibat infeksi virus, infeksi jamur, dan lainnya.
        Sariawan merupakan salah satu infeksi virus yang biasanya dipicu oleh luka akibat
        gigitan tidak sengaja atau sodokan sikat gigi. Mengatasinya, pakailah sikat gigi
        berbulu lembut. Gangguan ini pun pada dasarnya tidak membahayakan ibu maupun
        janinnya.
       Mag atau gastritis. Akibat rasa mual yang ditimbulkan, ibu hamil biasanya jadi malas
        makan yang justru akan meningkatkan produksi asam lambung. Cara pencegahanya
        dengan makan teratur.


    6. Hipetensi
    Hipertensi atau penyakit darah tinggi terjadi karena adanya pembuluh darah yang
menegang sehingga membuat tekanan darah meningkat. Gejala yang umum dialami:
     Pusing dan sakit kepala
     Bengkak di daerah tungkai
     Bila dilakukan pemeriksaan laboratorium akan ditemui adanya protein yang tinggi
        dalam urin ibu.
     Tekanan darah bisa mencapai 140/90 sementara batas normal untuk tekanan darah
        atas antara 100 – 120 dan tekana bawah 70 – 80
    Ada ibu yang sudah mengidap hipertensi sebelumnya namun ada juga hipertensi yang
justru baru terjadi saat hamil. Kondisi yang disebut terakhir inilah yang disebut dengan
preeklamsia dan eklamsia. Preeklamsia biasanya terjadi pada kehamilan lebih dari 20 minggu
dan harus segera ditangani agar tak meningkat menjadi eklamsia yang tak saja bahaya buat
ibu tapi juga janin.
    Preeklamsia yang masih ringan ditandai dengan tekanan darah yang meninggi, protein
yang berlebihan dalam urine, pembengkakan, serta kenaikan berat badan yang cepat. Gejala
klinisnya, penglihatan menjadi kabur, perut terasa sakit atau panas, sakit kepala, serta denyut
nadi yang cepat. Kecuali itu, bengkak karena preeklamsia tidak hanya terjadi di kaki, tapi juga
pada wajah dan tangan. Nah, kalau terjadi pembengkakan di wajah atau tangan, segera
periksakan diri untuk mengetahui apakah penyebabnya bersifat patologis atau fisiologis.
    Risiko eklamsia sangat besar, ibu bisa mengalami kejang-kejang hingga tak
terselamatkan. Tentunya jika ibu sampai tidak tertolong, janin pun bisa mengalami nasib yang
sama. Kalaupun hidup, bisa terjadi kelahiran prematur, gagal ginjal, dan kerusakan hati.
Selain itu, jika aliran darah ke janin berkurang, ia dapat mengalami keterlambatan
pertumbuhan.
   7. Hipotensi
   Ada juga ibu hamil yang mempunyai tekanan darah rendah (ukuran tekanan darah 90/60).
Hanya saja hal ini tidak sampai berakibat fatal. Gejala yang dialami umumnya sama dengan
hipertensi yaitu pusing-pusing dan sakit kepala disertai tubuh lemas. Hipotensi biasanya
terjadi karena ibu kurang tidur atau kurang istirahat dan kecapekan.
   Penanganannya cukup dengan banyak istirahat dan cukup tidur. Makanan berkolesterol
tinggi selama porsinya tidak banyak boleh saja, begitu juga makanan yang bergaram atau asin.


2.5 Kebutuhan Ibu Hamil
2.5.1 Perawatan Payudara Saat Hamil
       Perawatan payudara selama kehamilan menyumbang pengaruh besar untuk
mewujudkan tercapainya program ASI eksklusif. Kapan sebaiknya perawatan payudara mulai
dilakukan? Ahli menganjurkan setelah kehamilan berusia 5-6 bulan. Kalau sebelum itu,
perangsangan pada puting malah bisa menimbulkan kontraksi rahim. Nah, di bawah ini adalah
tata cara pelaksanaan perawatan payudara yang bisa ibu hamil lakukan sehari-hari. Jangan
lupa, sejak usia kehamilan lima bulan.
   1. Pemijata
       Sebelumnya siapkan air hangat dan air dingin di wadah yang terpisah, minyak kelapa
       atau baby oil, handuk, dan kapas.
       Bersihkan payudara dengan air hangat, lalu pijat menggunakan minyak.
       Cara pemijatannya dengan menggunakan kedua tangan. Sekeliling payudara diurut
       memutar searah jarum jam kemudian berbalik arah/berlawanan jarum jam. Setelah itu
       lakukan pengurutan dari pangkal menuju puting. Namun, puting tak perlu dipijat.
       Setelah itu ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari supaya
       sirkulasi darah bekerja baik.
       Selanjutnya bersihkan puting dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak akan
       melenturkan dan melembapkan puting.
       Terakhir, bersihkan payudara dan puting memakai air hangat dan dingin. Tujuannya
       untuk memperlancar sirkulasi darah.
       Keringkan payudara dengan handuk lembut. Kalau perlu oleskan pelembap atau krim
       anti stertch marks yang aman untuk mencegah rasa gatal akibat jaringan kulit merekah
       sering membesarnya payudara.
   2. Senam teratur
     Payudara pun perlu dirawat dengan senam. Senam payudara berguna untuk memperkuat
otot pektoralis yang berada di dada. Senam ini membantu mempertahakan kepadatan
payudara dan merangsang produksi ASI menjadi lebih baik. Ada dua macam senam yang bisa
ibu lakukan dan mudah di praktekkan.
     Berikut urutannya senam hamil :
    Posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku,
       sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersidekap).
       Kemudian tekan kuat-kuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga
       otot-otot dasar payudara terasa tertarik. Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan
       berulang-ulang hingga 30 kali.
    Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga
       lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas. Diteruskan gerakan
       tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20
       kali putaran.


   3. Memakai bra yang pas
     Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang pas dan
bisa menyangga payudara dengan baik. Jangan gunakan yang terlalu ketat atau longgar. Bra
yang terlalu sempit akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan yang
terlalu longgar akan membuat payudara tampak jatuh dan tidak nyaman kala dikenakan.
Bra untuk payudara yang sangat besar ada baiknya memakai penyangga kawat.
      Sementara jika si ibu hamil tak menjaga kebersihan dan kekeringan di bawah lipatan
tersebut, maka akan membuka peluang jamur untuk tumbuh.Pilihlah bra dari bahan katun atau
campuran katun sehingga nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat.
       Beberapa masalah payudara
       1. Puting rata
       Kelainan yang dikenal dengan retracted nipple ini penyebabnya belum diketahui. Cara
mengatasinya dengan menarik-narik puting secara kontinu yang dimulai kala kehamilan di
atas 5 bulan. Cara menariknya dengan memutar kiri-kanan, lantas tarik keluar. Setelah puting
berhasil keluar, ibu harus rajin menyusui.
       2. Puting lecet
       Penyebabnya tak lain karena teknik menyusui yang salah. Untuk itu ketahui teknik
menyusui dengan benar. Sebelum menyusui, usahakan puting selalu dalam keadaan kering
lalu oleskan sedikit ASI pada puting. Ingat ASI memiliki zat-zat untuk mengusir kuman
disekitar areola.
   4. Saluran tersumbat
   Saluran tersumbat biasanya mengakibatkan benjolan lokal di salah satu bagian payudara,
sementara bagian yang lain tidak. Cara mengatasinya dengan selalu berusaha menyusukan
ASI hingga payudara kosong. Massage-lah benjolan akibat penyumbatan ASI tersebut.
Kemudian kompres dengan handuk yang telah direndam air hangat, selanjutnya kompres
payudara dengan handuk yang telah direndam air dingin. Lakukan terus hingga benjolan
hilang.
   5. Payudara bengkak
   Penyebabnya tak lain karena pengeluaran ASI yang tidak lancar. Pembengkakan tak selalu
terjadi pada kedua belah payudara. Bisa saja hanya terjadi pada satu payudara. Mengatasinya,
sebaiknya dalam menyusui memakai cara menggiring bola. Kalau bayi merasa nyaman
menyusu di payudara kiri ibu, berarti posisi pipi kananlah yang selalu menempel ke payudara
ibu, kan? Nah, gunakan taktik, menggesernya dari payudara kiri ke payudara kanan dengan
tetap pada posisi pipi yang sama yang menempel di badan ibu. Tentu bayi akan merasa ia
tetap menyusu di payudara kiri ibu padahal sudah bergeser ke payudara kanan.


   6. Mastitis atau infeksi payudara
    Ciri-cirinya bengkak, merah, dan terasa nyeri. Kalau sudah begini mau tak mau ibu harus
minum antibiotika untuk mengatasi infeksi. Massage tidak boleh dilakukan.


   7. Payudara abses
    Penanganan mastitis yang terlambat bisa mengakibatkan payudara abses. Jika sudah
abses bayi tak boleh lagi menyusu dan mau tak mau, kulit bagian itu harus diinsisi/dibuka
dengan operasi kecil untuk mengeluarkan nanahnya.


2.5.2 Nutrisi untuk ibu hamil
          Bagi ibu hamil dalam mengkonsumsi makanan yang harus diperhatikan adalah
vitamin dan mineral karena penting bagi kesehatan dirinya dan janin. Nutrisi yang dibutuhkan
selama kehamilan antara lain:
    Protein, sangat besar peranannya dalam memproduksi sel-sel darah.
    Karbohidrat, dibutuhkan untuk energi tubuh sehari-hari.
    Kalsium, di masa kehamilan, kalsium penting untuk membantu pertumbuhan si jabang
          bayi.
    Zat besi, amat penting dalam membantu proses produksi sel-sel darah merah,
       utamanya untuk mencegah timbulnya anemia.
    Asam folik, berdasar beberapa temuan para pakar kesehatan, wanita hamil yang
       kekurangan asam folik besar risikonya mengalami keguguran ataupun kerusakan pada
       janin.
    Lemak, bagi wanita hamil, lemak besar sekali manfaatnya untuk cadangan energi
       tubuh, agar sebentar-sebentar tubuh tidak terasa lelah.
    Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur – sayuran.
    Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar
       berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji – bijian, kacang-kacangan,
       sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.
    Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda.
       Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
    Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga
       biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
    Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat
       pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada
       buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan
       asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama
       kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai
       cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
    Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu
       hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka
       kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu. Sumber kalsium yang lain adalah
       sayuran hijau dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu
       serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D,
       B2, B3, dan vitamin C.


2.5.3 ASI
       Idealnya proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir
cukup bulan akan memiliki naluri utk menyusu pada ibunya di 20 – 30 menit setelah ia lahir.
Itupun jika ia tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan ke ibu
saat proses melahirkan.
       Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan
bawaan utk melakukan proses latch-on (proses masuknya sebagian besar ke dalam mulut
bayi hingga ia dapat “mengunci” dan menyusu dg baik) dan menyusu dengan baik. Riset
menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang diletakkan di perut ibu sesaat setelah ia lahir, akan
mampu mencari payudara ibu dan menyusu dengan baik dalam kurun waktu kurang dari 50
menit.
         Memisahkan bayi dari ibunya sebelum hal tsb dilakukan akan membuat bayi
kehilangan kesempatan besar. Bayi akan mengantuk dan kehilangan minatnya utk menyusu
pada ibunya. Akibatnya proses inisiasi menyusui mengalami hambatan. Oleh karena itu,
pastikan bahwa bayi mendapatkan kesempatan utk melakukan proses inisiasi menyusui
paling tidak satu jam pertama setelah ia lahir. Hal ini akan menunjang proses lancarnya ASI
di kemudian hari.
         Meskipun proses menyusui dapat segera ibu lakukan setelah bayi lahir, beberapa bayi
nampak tidak dapat latch on dengan baik setelah ia lahir. Hal ini disebabkan pengaruh
epidural atau anastesi lainnya yang diberikan ibu selama masa melahirkan. Beberapa jenis
anastesi mengurangi refleks bayi mencari payudara ibu dan menyusu pada ibunya, juga
meningkatnya temperatur tubuh bayi dan tangisan bayi
Namun perlu dipahami bahwa jika bayi tidak dapat menyusu setelah ia lahir
bukan akhir dari segalanya. Segera minta bantuan dari ahli laktasi jika bayi sulit menyusui
atau melakukan latch on. Sehingga problem tersebut dapat segera diatasi. Selanjutnya,
semakin seringnya bayi disusui makin meningkatkan reseptor hormon prolaktin
Jika     menyusui   di   jam-jam   pertama   kelahiran   tidak   dapat   dilakukan,   alternatif
terbaik berikutnya adalah memerah ASI atau pompa ASI selama 10-20 menit tiap 2 hingga 3
jam sekali, hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tsb dapat membantu memaksimalkan
reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui oleh
bayi. Jika ibu melahirkan di RS atau di klinik melahirkan, biasanya disediakan breastpump
elektrik dan ibu butuh bantuan menggunakannya. Perawat, konsultan laktasi ataupun bidan
dapat membantu ibu dalam menggunakan alat tsb.


       Tips memperbanyak ASI


1. Tingkatkan frekuensi menyusui/memompa/memeras ASI. Jika anak belum mau menyusu
krn masih kenyang, perahlah / pompalah ASI. Ingat ! produksi ASI prinsipnya based on
demand sama spt prinsip pabrik. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka
makin banyak yg ASI yg diproduksi.
2. Kosongkan payudara setelah anak selesai menyusui.
Bahasan ini masih terkait dg point di atas. Makin sering dikosongkan, maka produksi ASI
juga makin lancar.


3. Yg tidak kalah pentingnya : ibu harus dalam keadaan RELAKS. KONDISI PSIKOLOGIS
ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, >
80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis
ibu menyusui. Ingat : 1 pikiran “duh ASI peras saya cukup gak ya?” maka pada saat
bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI)
utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun. Relaks saja ya bu. Disini sebetulnya
peran besar sang ayah. Jika ayah mendukung maka ASI akan lancar. Mendukung bisa dg
berbagai cara mulai dari menyemangati istri hingga hal2 lain spt menyendawakan bayi setelah
menyusu, menggendong bayi utk disusukan ke ibunya, dsbnya.


4. Hindari pemberian susu formula.
Terkadang karena banyak orangtua merasa bahwa ASInya masih sedikit atautakut anak gak
kenyang, banyak yg segera memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula itu
justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah
bingung puting terutama pemberian susu formula dg dot. Begitu bayi diberikan susu formula,
maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin
berkurang. Makin sering susu formula diberikan makin sedikit ASI yg diproduksi.


5. Hindari penggunaan DOT, empeng, dkknya
Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi
dg menggunakan sendok, bukan dot ! Saat ibu memberikan dg dot, maka anak dapat
mengalami BINGUNG PUTING (nipple confusion). Kondisi dimana bayi hanya menyusu di
ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh
areola (bag. gelap disekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi
ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI.
Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit sajadotnya, susu
langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot dsbnya.


   5. Datangi klinik laktasi. Jangan ragu untuk menghubungi atau konsultasi dg klinik
       laktasi. Disana ibu dan ayah mendapatkan masukan secara teknis agar ASI tetap
       optima
  Δ Agar ASI lancar di awal masa menyusui


         Idealnya proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir
cukup bulan akan memiliki naluri utk menyusu pada ibunya di 20 – 30 menit setelah ia lahir.
Itupun jika ia tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan ke ibu
saat proses melahirkan.
         Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan
bawaan utk melakukan proses latch-on (proses masuknya sebagian besar ke dalam mulut
bayi hingga ia dapat “mengunci” dan menyusu dg baik) dan menyusu dengan baik. Riset
menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang diletakkan di perut ibu sesaat setelah ia lahir, akan
mampu mencari payudara ibu dan menyusu dengan baik dalam kurun waktu kurang dari 50
menit.
         Memisahkan bayi dari ibunya sebelum hal tsb dilakukan akan membuat bayi
kehilangan kesempatan besar. Bayi akan mengantuk dan kehilangan minatnya utk menyusu
pada ibunya. Akibatnya proses inisiasi menyusui mengalami hambatan. Oleh karena itu,
pastikan bahwa bayi mendapatkan kesempatan utk melakukan proses inisiasi menyusui
paling tidak satu jam pertama setelah ia lahir. Hal ini akan menunjang proses lancarnya ASI
di kemudian hari.
         Meskipun proses menyusui dapat segera ibu lakukan setelah bayi lahir, beberapa bayi
nampak tidak dapat latch on dengan baik setelah ia lahir. Hal ini disebabkan pengaruh
epidural atau anastesi lainnya yang diberikan ibu selama masa melahirkan. Beberapa jenis
anastesi mengurangi refleks bayi mencari payudara ibu dan menyusu pada ibunya, juga
meningkatnya temperatur tubuh bayi dan tangisan bayi.
         Namun perlu dipahami bahwa jika bayi tidak dapat menyusu setelah ia lahir
bukan akhir dari segalanya. Segera minta bantuan dari ahli laktasi jika bayi sulit menyusui
atau melakukan latch on. Sehingga problem tersebut dapat segera diatasi. Selanjutnya,
semakin seringnya bayi disusui makin meningkatkan reseptor hormon prolaktin
Jika     menyusui   di    jam-jam   pertama   kelahiran   tidak   dapat   dilakukan,   alternatif
terbaik berikutnya adalah memerah ASI atau pompa ASI selama 10-20 menit tiap 2 hingga 3
jam sekali, hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tsb dapat membantu memaksimalkan
reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui oleh
bayi. Jika ibu melahirkan di RS atau di klinik melahirkan, biasanya disediakan breastpump
elektrik dan ibu butuh bantuan menggunakannya. Perawat, konsultan laktasi ataupun bidan
dapat membantu ibu dalam menggunakan alat tsb.
       Suasana yang menyenangkan, tenang dan nyaman akan membantu saat-saat berduaan
dan terciptanya bonding antara ibu dan bayi. Meskpun tidak mudah membuat suasana spt it di
RS, namun adanya dukungan, support dan kenyamanan akan membantu ibu dalam proses
makin lancarnya produksi ASI.


  Δ Kehebatan Kolostrum


       Tiap ibu perlu mengetahui dan menghargai betul betapa berharganya kolostrum.
Kolostrum, cairan bening kekuningan yang sering disebut “Pre-milk”, akan diproduksi di
hari-hari pertama menyusui. Kolostrum, kemudian disusul dengan ASI “matang”, akan
menjaga dan melindungi bayi seperti plasenta saat ia dalam kandungan ibu. Kolostrum relatif
rendah lemak dan karbohidrat, tetapi kaya akan protein. Kandungan tsb sangat tepat sesuai
dengan kebutuhan bayi di hari-hari pertama. Kolostrum mudah dicerna dan mengandung sel-
sel hidup yang memberikan proteksi terhadap berbagai bakteri, virus dan alergen.
       Kolostrum ini akan melindungi bagian dalam usus bayi dan menjaganya dari absorpsi
substansi-substansi yang dapat menyebabkan terjadinya alergi. Faktor imun seperti IgG dan
IgA sangat banyak jumlahnya dalam kolostrum dibandingkan dengan ASI matang.
Kedua zat imun tsb akan menstimulasi dan meningkatkan sistem imun bayi. Dan penelitian
menunjukkan bahwa manfaat tsb akan terus didapatkan bayi selama hidupnya. Lebih jauh
lagi, kolstrum beraksi sebagai laxative (“obat pencuci perut”) yg efektif, mulai dari
membuang meconium dari usus, hingga memecahkan bilirubin (substansi yg dapat membuat
bayi menjadi kuning).
       Dua minggu kemudian, kolostrum akan berubah komposisi menjadi ASI matang.
Namun kondisi tsb tidak terjadi secara sekaligus. Kolostrum akan secara perlahan berubah
menjadi ASI matang. Karena itu ASI yang dihasilkan di saat-saat tsb terlihat lebih kekuningan
dibandingkan ASI yg dihasilkan kemudian.
Terkadang kita jumpai beberapa ibu yang belum dapat menghasilkan ASI di awal
setelah kelahiran bayinya. Ibu-ibu yang tidak melihat kolostrum saat menyusui bayinya akan
merasa khawatir jika dirinya tidak dapat memproduksi ASI. Namun, kenyataan bahwa tidak
terlihatnya ASI saat bayi menyusu, bukan berarti ASI (kolostrum) tidak keluar. Kolostrum
yang dihasilkan ibu umumnya diproduksi dalam jumlah yang sangat kecil, yaitu sekitar 7.4
sendok teh (36.23 ml) per harinya. Atau sekitar 1.4 hingga 2.8 sendok teh (6.86-13.72 ml)
sekali menyusu. Dan jumlah yang sangat sedikit tsb akan segera diminum dan ditelan oleh
bayi . Kenyataan bahwa warna dari kolostrum yang bening kekuningan dan tampak spt air liur
menyebabkan kolostrum sulit untuk diidentifikasi. Sehingga tak jarang ibu yang merasa
ASInya belum keluar, padahal ASI (kolostrum) nya sudah keluar. Memerah ASI di awal-awal
pasca melahirkan akan terasa sulit, karena payudara terasa bengkak. Disini ibu membutuhkan
bantuan dari konsultan laktasi. Selanjutnya seiring dengan waktu dan makin seringnya ibu
memerah ASI, maka ibu akan lebih terampil dalam memerah ASI.
       Karena sedemikian berharganya kolostrum, maka pastikan ibu memberikannya ke bayi
meskipun hanya dalam jumlah yg amat sangat sedikit. Kolostrum ini akan menjadi hadiah
yang tak ternilai harganya utk anak. Karena manfaatnya yang demikian hebat, maka segala
macam upaya dalam memberikan kolostrum akan menjadi hal yang patut diperjuangkan.
                                             BAB III
                                     PEMBAHASAN


                                 ASUHAN KEBIDANAN
                          PADA Ny. ”M” GIoooPooooUK 21 MGG
                        DI BPS Ny. Ana, Amd. Keb. Pakisaji, Malang


Tanggal          : 2 Januari 2010
Jam              : 17.00

I.   PENGKAJIAN DATA
     A. Data Subyektif
     1. Identitas
     Nama Istri     : Ny. “M”                    Nama Suami : Tn. “A”
     Umur           : 22 tahun                   Umur         : 27 tahun
     Suku           : Jawa                       Suku         : Jawa
     Agama          : Islam                      Agama        : Islam
     Pendidikan     : SMA                        Pendidikan   : SMA
     Pekerjaan      : IRT                        Pekerjaan    : Wiraswasta
     Alamat         : Pakisaji, Malang           Alamat       : Pakisaji, Malang


     2. Alasan Datang
          Ibu mengatakan untuk memeriksakan kehamilannya.
     3. Keluhan Utama
          Tidak ada keluhan yang dirasakan.
     4. Riwayat Kesehatan yang lalu
          Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit menular, seperti batuk lama(TBC),
          penyakit kuning. Dan tidak mempunyai penyakit menular seperti jantung, darah
          tinggi , kencing manis dan asma.
     5. Riwayat kesehatan sekarang
          Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menular dan kronis.
     6. Riwayat kesehatan keluarga
          Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang mederita penyakit menular, kronis
          dan keturunan kembar (gemeli)
7. Riwayat haid
   Ibu mengatakan
   -   menarche          : 12 tahun
   -   lama haid         : 7 hari
   -   banyaknya         : 3 kali/ hari ganti pembalut
   -   siklus            :28 hari
   -   keluhan           : rasa nyeri saat haid
   -   HPHT              : 22 September 2009
8. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
   Ibu mengatakan baru pertama kali hamil
9. Riwayat kehamilan sekarang
    HPHT                : 22 September 2009
    TP                  : 29 Juni 2010
    Kehamilan ke        : Pertama (1)
    Imunisasi TT        : 1 kali ke bidan
    Gerak janin         : Ibu mengatakan mulai ada gerakan janinnya sejak usia
       kehamilan ± 4 bulan
    Penyuluhan yang pernah didapat : ibu mengatakan pernah mendapat penyuluhan
       tentang gizi.
10. Pola kebiasaan sehari - hari
   a. Pola nutrisi
   -   Sebelum hamil : makan 2x/ hari dengan nasi putih, lauk, sayur dan kadang buah
       porsi sedang. Minum 6 – 7 gelas/hari
   -   Selama hamil      : makan 3x sehari dengan nasi putih, lauk, sayur, dan buah porsi
       banyak. Minum 9- 10 gelas/hari
   b. Pola eliminasi
   -   Sebelum hamil : BAB :1x/hari, bau khas, konsistensilunak, warna kuning tidak
       ada keluhan.
                          BAK : 3 – 4/, warna kuning jernih, bau khas , tidak ada
                         keluhan.
   -   Selama hamil      : BAB : 1x/hari, warna kuning,bau khas, tidak ada keluhan
                          BAK : 6x/hari, warna kuning jernih, tidak ada keluhan
   c. Pola aktivitas sehari – hari
   -   Sebelum hamil : mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri
    -   Selama hamil      : mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang ringan – ringan
        seperti menyapu dan memasak.
    d. Pola personal hygieni
    -   Sebelum hamil : mandi 2x/ hari, kramas3x/minggu, ganti baju 2x/hari
    -   Selama hamil      : mandi 3x/hari, karmas 3x/minggu, ganti baju2x/hari
    e. Pola istirahat
    -   Sebelum hamil : tidur malam 6 – 8 jam , siang 2 – 3 jam
    -   Selama hamil      : tidur malam 6 – 8 jam , siang 1 – 2 jam
    f. Pola hubungan seksual
    -   Sebelum hamil : 3x/minggu
    -   Selama hamil      :2x/minggu
 11. Data psikososial
    Ibu mengatakan bahagia dengan kehamilan yang pertama dan ibu berharap
    kehamilannya ini baik – baik saja dan proses persalinan berjalan lancar dan ditolong
    oleh bidan. Hubungan dengan suami maupun keluaraga baik dan keluarga ikut
    mendukung untuk mengambil keputusan.
 12. Data sosial budaya
    Ibu mengatakan tidak ada pantangan makanan, ibu tidak merokok. Ibu mengatakan
    pada usia kehamilan 7 bulan diadakan selamatan.


B. Data Obyektif
1) Pemeriksaan fisik umum
    -   Keadaan umum
        Kesadaran                : composmentis
        Postur tubuh             : lordosis
        Cara berjalan            : tegak
        Raut wajah               : senang
        TB                       : 153 cm
        BB sebelum hamil         : 48 kg
        BB selamat hamil         : 58 kg
        Lila                     :27 cm
    -   Tanada – tanda vital
        Tekanan darah            : 110/70 mmHg
        Nadi                     : 80x/menit
        Suhu                     : 36,2 ºC
            Pernafasan              : 16x/menit
  2) Pemeriksaan fisik khusus (inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi)
     Kepala          : kulit kepala bersih, tidak ada benjolan, rambut tidak rontok, rambut
     hitam.
     Muka            : tidak oedema, tidak pucat, tidak ada cloasma grafidarum
     Mata            : simetris, konjungtifa tidak anemis, sclera tida ikterus
     Telinga         : simetris, tidak ada kelainan
     Hidung          : simetris, tidak ada polip
     Mulut           : simetris, bibir limbab, tidak stomatis, tidak ada gigi palsu, lidah bersih
     Leher           : tidak ada pembengkaan kelenjar tiroid dan pembendungan vena
                     jugularis
     Ketiak          : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
     Dada            : simetris, tidak ada benjolan, colosrtum belum keluar, putting susu
                     menonjol dan bersih
     Perut           : pembesaran sesuai kehamilan, tidak ada luka bekas oprasi, tampak
                     linea nigra.
     Genetalia       : bersih, perineum utuh, tidak ada pembesaran kelenjar bartholini
     Anus            : berlubang, tidak ada haemoroid
     Ekstremitas     : simetris, tidak oedema, jumlah jari tangan dan kaki lengkap, tidak ada
                     gangguan aktvitas.
  3) Pemeriksaan panggul
     DS              : 24 cm
     DC              : 28 cm
     Boudelug        : 19 cm
     LP              : 86 cm
  4) Pemeriksaan dalam
     Tidak dilakukan
  5) Pemeriksaan penunjang
     Tidak dilakukan


II. INTERPRESTASI DATA DASAR
  a) Diagnosa        : GioooPoooo, 21 minggu, baik normal
       DS     : ibu mengatakan hamil anak pertama
                     HPHT           : 22 September 2009
                     TP             : 29 Juni 2010
           DO    :T      : 110/70
                  N      : 80x/menit
                  S      : 36,2 ºC
                  P      : 16x/menit
                 BB      sebelum hamil : 48 kg
                 BB      selama hamil : 58 kg
           Perut membesar sesuai usia kehamilan
                 LI      : TFU 3 janin dibawah px (33 cm)
                 L II    : bagian kanan ibu teraba bagian kecil janin dan bagian kiri perut teraba
                         keras, lurus seperti papan ( punggung janin)
                 L III   : bagian terendah uterus teraba bulat, keras, melenting (kepala janin0
                 L IV    : kepala belum masuk PAP
     b) Masalah
          Tidak ada gangguan atau masalah
     c) Kebutuhan
          Konseling      : - istirahat cukup
                          - tanda – tanda persalinan
                          - KB
                          - personal hygieni
                          - tablet Fe


III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
      -
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN
      -
V.    RENCANA / INTERVENSI
      Diagnosa           : NY. “M” GioooPoooo UK 21 mingg, normal
      Tujuan             : Setelah dilakukan asuhan kebidanan 15 menit ibu diharapkan
                         mengerti tentang penjelasan petugas serta keadaan ibu dan bayinya
                         sehat.
      Kriteria hasil     : Ibu dapat mengulang penjelasan yang diberikan petugas kesehatan,
                         kehamilan ibu normal dan bayinya sehat.


      Intervensi dan rasional
      1. Lakukan pendekatan therapeutik pada ibu
       Dengan pendekatan akan terjalin kerasama dan kepercayaan terhadap petugas
       kesehatan
   2. Beritahu ibu dan keluarga tentang kondisi ibu saat ini
       a. Menjelaskan kondisi ibu
       b. Jelaskan tentang kehamilan ibu saat ini
       c. Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan
   3. Anjurkan ibu untuk istirahat
       a. Beritahu ibu untuk istirahat cukup
       b. Beritahu ibu untuk makan secara rutin

VI. IMPLEMENTASI
   Tanggal : 2 Januari 2010
   Diagnosa : NY. “M” GioooPoooo UK 21 mingg, normal, ibu dan janin baik.
   Implementasi
   17.00     1. Melakukan pendekatan therapeutik dengan cara memperkenalkan diri
             denagn sopan dan ramah
   17.05     2. Beritahu ibu dan keluarga tentang kondisi ibu saat ini
   17.10     3. Anjurkan ibu untuk istirahat


VII. EVALUASI
    Tanggal : 2 Januari 2010
   Diagnosa : NY. “M” GioooPoooo UK 21 mingg, normal, ibu dan janin baik.
   S         : Ibu mengatakan mengerti apa yang djelaskan oleh ibu
   O         : Ibu dapa mengulangi penjelasan yang diberikan petugas
   A         : GioooPoooo, kehamilan normal
   P         : Lanjutkan intervensi
             - Anjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan gizi
             - Berikan konseling untuk pasca tindakan
                                           BAB IV
                                         PENUTUP


7.1    KESIMPULAN
              Definisi Kehamilan
             Kehamilan adalah masa dimulai dari kontrasepsi sampai janin lahir, lama hamil
             normal yaitu 280 hari atau 9 bulan 7 hari yang dihitung dari hari pertama haid
             terakhir (Sarwono, 2000).
             Kehamilan adalah penyatuan ovum (oosit sekunder) dan spermatozoa yang
             biasanya berlangsung di ampula tuba (Sarwono, 2008).


4.2 SARAN
1. Bagi tenaga kesehatan,
       Bagi tenaga kesehatan khususnya bidan harus lebih mengutamakan kondisi ibu hamil
dengan memper luas cakupan pelayanan kesehatan dan pengadaan penyuluhan kesehatan,
bidan bisa juga megadakan promosi-promosi yang sifatnya mendidik, memberi informasi
tentang hal-hal yang perlu di perhatikan pada saat hamil dan bahaya-bahaya yang mungkin
dihadapi ibu hamil selam trisemester I sampai trisemester III.


2. Bagi Ibu hamil,
               Banyak kasusnya bahwa ibu hamil identik dengan bahaya kematian, bahkan
             tak sedikit lagi angka kematian ibu dan bayi, memng sebaiknya ibu- ibu hamil
             harus lebih dulu mempersiapkan kondisi fisik sebelum memutuskan untuk
             hamil, setelah itu ibu hamil harus menyiapkan mental dan selalau menjaga
             kesehatan, menggontrol setiap asupan energi menjaga pola makan dengan pert
             imbangan gizi-gizi yang harus diperlukan
                               DAFTAR PUSTAKA


1. Manuaba. 1999. Ilmu Kebidanan : Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana
   untuk Pendidikan Bidan. EGC: Jakarta.
2. Sarwono, 2006, Asuhan Kebidanan, http://www.scrib.com/doc/14077783, Jakarta
3. ______, 2007. Ilmu Kebidanan. YBP-SP: Jakarta
4. Sugiri, 2007, Tingkat Kelahiran di Indonesia, http://www.Depkes.co.id, Jakarta
5. Suririnah, 2006, Beberapa Perubahan Pada Ibu Hamil, http://www.Infoibu.com
   Jakarta.
6. http://stasiunbidan.blogspot.com/

				
DOCUMENT INFO
Description: Kehamilan adalah keadaan fisiologis pada suaktu waktu tapi hal ini memerlukan perhatian khusus karena pada saat hamil terjadi perubahan fisiologis.Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan, pada manusia terdapat 46 kromosom dengan rincian 44 dalam bentuk “autosom “ sedangkan yang lain sebagai pembawa tanda seks. Wanita selalu resesip dengan tanda “kromosom X”, sedangkan laki-laki dengan dua bentuk kromosom yaitu “kromosom X dan Y”. Bila spermatozoa kromosom X bertemu maka terjadi kehamilan wanita, sedang bila kromosom Y maka terjadi kehamilan laki-laki.