sistem pernafasan manusia by wibowosusilo

VIEWS: 14,649 PAGES: 50

More Info
									Pernafasan
Sistem Pernafasan Manusia
Fungsi:
      Bekerja dalam sistem sirkulasi , pertukaran
       gas antara udara dan darah :
         Mengambil oksigen dari udara dan

          mensuplai ke darah ( respirasi seluler ).
         Memindahkan dan membuang CO2 dari

          darah ( limbah produk respirasi seluler).
Peran Homeostatis:
    Mengatur pH darah
    Mengatur konsentrasi oksigen dan karbon

     dioksida dalam darah
Darah mentransport gas antara paru dan jaringan
Sistem Alat pernafasan manusia
Komponen:
Nasal cavity, throat (pharynx), larynx (voice box), trachea,
   bronchi, alveoli, and lungs.
Jalur pengambilan udara :
 Nasal cavity
 Pharynx (Throat)
 Larynx (Voice Box)
 Trachea (Windpipe)
 Bronchi
 Bronchioles
 Alveoli (Site of gas exchange)

Pengeluaran udara mengikuti jalur berlawanan dengan
  pengambilan udara .
Alat pernafasan
1.  Nasal cavity: udara memasuki nostril, disaring oleh
    rambut , dihangatkan, humidifikasi, dbaui

2. Pharynx (Throat): Interseksi jalur persimpangan
   udara dan makanan .

3. Larynx (Voice Box): diperkuat oleh cartilage.
   Mengandung pita suara yang membuat bunyi oleh
   penekanan otot.
     High pitched sounds: pita suara berat , vibrasi
      cepat .
     Low pitched sounds: pita suara   relaks , vibrasi
      lambat
4. Trachea (Windpipe): cincin cartilage menjaga ukuran
   trachea, mencegah dari penutupan . Garpu dua bronchi.

5. Bronchi (Sing. Bronchus): setiap bronchus menuju
   paruparu dan bercabang menjadi bentuk kecil dan lebih
   kecil bronchioles, membentuk pohon terbalik .

6. Bronchioles: tabung halus yang membiarkan udara
   mengalir . Lapisan otot memperkuat bronchioles.
   Epithelium pada bronchioles ditutupi oleh cilia dan mucus.
     Mucus mengikat debu dan partikel lain .

     Ciliary Escalator: Cilia bergerak ke atas dan
      memindahkan partikel yang terjebak dari       lower
      respiratory airways. Kecepatan kira-kira 1 sampai 3
      cm per jam .
Uji Fungsi Pulmonary

 Menggunakan spirometry.
 Subject bernafas dalam sistem
  tertutup , udara dijebak dalam bell
  yang mengambang di H20.
 bell bergerak ke atas bila subjek
  menghembuskan udara dan bergerak
  ke bawah apabila subjek menghirup
  udara
         Spirogram
   Tidal volume:
   Jumlah udara yang masuk setiap kali bernafas
   Vital capacity:
   Jumlaudara maksimum yang dapat dikeluarkan setelah menghirup udara
    maksimum .
             Table 16.3        Terms Used to Describe Lung Volumes and
                               Capacities
Term                            Definition
Volume paru                     4 komponent yang tidak tumpang tindih pada kapasitas
                                total paru
 Tidal volume                   Volume gas yang masuk dan keluar pada siklus pernafasan

 Inspiratory reserve volume     volume gas maksimum yang dapat dihirup selama bernafas
 Expiratory reserve volume      Volume gas maksimum yang dapat dikeluarkan selama
                                bernafas
Volume residu                   Volume gas yang tinggal di dalam paru setelah
                                penghembusan maksimum
Lung Capacities                 pengukuran 2 atau lebih volume paru
 Total lung capacity            jumlah gas total dalam paru setelah menghirup udara
                                maksimum
 Vital capacity                 Jumlah gas maksimum yang dapat dikeluarkan setelah
                                menghirup udara maksimum
 Inspiratory capacity           jumlah gas maksimum yang dapat dihirup stelah tidal
                                penghembusan normal
 kapasitas residu fungsional    Jumlah gas yang tinggal dalam paru setelah tidal
                                penghembusan normal
    Dead Space Anatomik
   Tidak semua udara yang dihirup akan
    mencapai alveoli.
   Sebagai udara segar yang dihirup akan
    bercampur dengan dead space anatomik .
   Membuat zona dan alveoli mengandung
    konsentrasi 02 yang lebih rendah dari
    normal dan konsentrasi C02 lebih tinggi
    dari normal .
   Alveolar ventilation: f x (TV- DS)
      F = frequency (breaths/min.).

      TV = tidal volume.

      DS = dead space.
         Restrictive and Obstructive
         Disorders
   Restrictive
    disorder:
      Vital capacity
       is reduced.
      FVC is normal.

   Obstructive
    disorder:
      VC is normal.

      FEV1 is

       reduced.
Pernafasan : sirkulasi udara di dalam paru-paru
Pernafasan : Pengubahan udara yang dihirup dan
  yang dikeluarkan . Menyuplai paru –paru
  dengan udara yang kaya akan oksigen serta
  pengeluaran karbon dioksida berlebih .
 Pengambilan udara : Diaphragm berkontraksi,
  bergerak ke bawah sehingga rib cage, chest
  cavity, dan paru-paru mengembang . Udara
  masuk , karena tekanan internal paru-paru
  berkurang sebagai akibat pengembangan paru-
  paru .
 Pengeluaran udara : Diaphragm relaks,
  bergerak ke atas menyebabkan rib cage, chest
  cavity, dan paru-paru berkontraksi. Udara
  keluar karena adanya peningkatan tekanan
  internal paru-paru sebagai akibat dari paru-
  paru berkontraksi .
  Pernafasan dikontrol oleh sistem syaraf pusat
Hemoglobin membantu transport CO2 dan buffer
  darah
Hemoglobin ada pada sel darah merah
Fungsi:
    Transport oksigen
    Transport karbon dioksida

    Menjaga pH darah ( buffer)
  Karbon dioksida diangkut dari jaringan dan
  diubah menjadi asam karbonat :

  CO2 + H2O <-----> H2CO3 <----> H+ + HCO3 -
  karbon dioksida   asam karbonat   ion karbonat
Hemoglobin mengambil ion H + , maka darah
  tidak menjadi asam .
Hemoglobin Loading and Unloading of Oxygen
Gangguan pada asam –basa pH darah

   pH cairan tubuh rata-rata 7.38
     Agak basa, bila dibandingkan dengan darah
      agak asam
     pH pada darah arteri 7.4.

     The pH pada darah vena dan cairan
      ekstraseluler 7.35
     pH cairan intraseluler 7.0

          • Merepleksikan besarnya jumlah asam
            dalam limbah dan CO2 yang diproduksi
            di dalam sel
   Asidosis
   Darah arteri pH kurang dari 7.35
   Alkalosis
     Darah Arteri pH lebih besar dari 7.45
Asidosis pada alat pernafasan

 Hypoventilasi.
 Akumulasi CO2 dalam jaringan .
 pH turun .
 Plasma HCO3- meningkat .
 Pc02 meningkat .
Alkalosis pada alat Pernafasan

 Hyperventilasi.
 Kehilangan CO2 dalam jumlah banyak
 pH increases.
 Plasma HCO3- berkurang .
 Pc02 berkurang .
    Diseases of the Respiratory System
   Respiratory rate: 10 to 14 inhalations/minute.
   In one day, an average human:
        Breathes 20,000 times
        Inhales 35 pounds of air
   Most of us breathe in air that is heavily contaminated with
    solid particles, ozone, sulfur oxide, carbon monoxide,
    nitrogen oxides, and many other damaging chemicals.
   Breathing contaminated air can cause a number of diseases
    including asthma, bronchitis, emphysema, and lung cancer.
    Penyakit pada sistem alat pernafasan
   Kecepatan pernafasan : 10 sampai 14 inhalasi
    /menit.
   Dalam satu hari, rata –rata manusia :
       Bernafas 20,000 kali
       Inhalasi 35 pounds udara
   Pada umumnya udara yang kita hirup
    terkontaminasi oleh partikel padatan, ozone,
    sulfur dioksida, karbon monoksida, nitrogen oksida,
    dan senyawa kimia yang lainnya yang merusak.
   Menghirup udara yang terkontaminasi dapat
    menyebabkan penyakit asthma, bronchitis,
Asap rokok merupakan pulutan udara yang
berbahaya
  >1 juta orang sebagai perokok pemula setiap
   tahun .
  Membunuh 350,000 orang per tahun di USA

  Terdapat 4000 senyawa kimia .

  Setiap asap rokok mengurangi 5 menit
   harapan hidup.
  Asap rokok paralyzes cilia dalam aliran
    udara, mencegah pengeluaran debris dan
    perlindungan alveoli yang lemah .
   Sering batuk merupakan satu-satunya cara
    untuk membersihkan aliran udara .
   Asap rokok menyebabkan kerusakan fetus,
    abortus, kelahiran prematur, berat lahir
    rendah, dan perkembangan terganggu
   Asthma: kondisi pernafasan terganggu
    karena adanya penguatan bronchi dan
    bronchioles, batuk dan pengeluaran mukus
    kental . Asthma apabila tidak diobati dapat
    mengakibatkan kematian .

    penyebab : adanya pengendapan partikel,
    karena menghirup allergens (misal : benang
    sari , bulu kucing, protein kecoa), pollutan,
    infeksi atau stress.

    Tindakan : mengurangi symptoms (e.g.:
    immuno-suppressors, bronchodilators), bukan
    pengobatan .
    Bronchitis: Inflamasi membran mukosa pada
    bronchi. Diikuti dengan batuk,pusing, sakit
    dada dan bagian belakang, lelah .
    Penyebab: berhubungan dengan rokok,
    polusi, polusi, bakteri dan infeksi virus .

   Pneumonia: Inflamasi akut pada paru-paru.
    Symptom: pusing, kedinginan, sakit kepala,
    batuk dan sakit dada.
    Penyebab : Infeksi Bakteri, kapang dan
    virus .
    Tindakan : Antibiotik atau antimikrobia .
 Emphysema: Kerusakan dinding alveolar yang
 permanen dan irreversible , mengakibatkan
 hilangnya elastisitas paru-paru dan permukaan
 pertukaran gas .

 Symptom termasuk nafas pendek, sulit
 menghembuskan nafas, batuk, lemah, tidak
 tenang, bingung, gagal jantung, paru-paru
 bengkak dan gagal pernafasan .

 Penyebab: merokok, polusi, usia tua, infeksi.
 Tindakan : oksigen untuk membantu pernafasan
 .
Tidak ada pengobatan.
Kanker Paru-paru : pertumbuhan kanker
menyerang dan merusak jaringan paru-paru.
Sangat fatal.
Symptoms: ludah berdarah , batuk tetap,
susah bernafas, sakit dada, sering terserang
bronchitis atau pneumonia.
Penyebab: Merokok (50% dari semua kasus) dan
polusi (radon, asbestos). Perokok 10 kali lebih
banyak terserang kanker daripada bukan perokok
.
Tindakan : Operasi lebih efektif , tetapi hanya
50% dari penderita yang dioperasi, pengobatan
lain adalah radiasi dan kemoterapi .
Human Fetus Exchanges Gases with Mother’s Blood
             through the Placenta
Sistem Kulit :Pertukaran gas di dalam paru menyediakan
oksigen bagi kulit dan mengambil CO2 dari kulit
Kulit membantu melindungi organ pernafasan dan
mengatur suhu tubuh

Sistem Kerangka : Kerangka melindungi paru dan
membantu pernafasan . Tulang menyediakan situs
pelekatan otot yang terlibat dalam pernafasan

Sistem Vascular : Pertukaran gas di dalam paru
menyediakan oksigen dan mengambil CO2 . Membantu
mengatur pH darah dan vena kembali . Sel darah
mentransport gas dari dan ke paru, darah melayani
organ pernafasan
Sistem Limfatik/Imunitas :Tonsil dan adenoid terjadi
sepanjang alat pernafasan , pernafasan membantu linfa
mengalir , paru melakukan pertukaran gas .Limfatik
mengambil cairan yang berlebih di jaringan . Sistem
imun melindungi alat pernafasan dari infeksi

Sistem pada Otot : Paru menyediakan oksigen untuk
otot berkontraksi dan mengambil CO2 dari tubuh.
Kontraksi otot membantu pernafasan . Gerakan fisik
(OR) meningkatkan kapasitas alat pernafasan

Sistem Syaraf : Paru menyediakan oksigen bagi sel
syaraf dan mengambil CO2 yang dihasilkan sistem
syaraf . Pusat alat pernafasan di otak mengatur
kecepatan bernafas
Sistem endokrin : Paru menyediakan oksigen dan
mengambil CO2 dari tubuh . Epineprin membantu
pertukaran udara dengan dilatasi bronchioeles dan
faktor pertumbuhan membantu produksi
seldarah merah yang akan membawa oksigen

Sistem Pencernaan : Pertukaran gas di dalam paru
menyediakan oksigen untuk alat pencernaan dan
mengambil CO2 dari alat pencernaan . Bernafas
mungkin melalui mulut karena disgective tract dan
respiratory tract berbagi melalui pharinx
Sistem Urinary : Paru mengeluarkan CO2
menyediakan oksigen. Mengubah angitensin I ke
angiotensin II menyebabkan pengaturan ginjal .
Ginjal berkonpensasi dari kehilangan air melalui alat
pernafasan . Bekerja sama dengan paru menjaga pH
darah


Sitem Reproduksi :
Pertukaran gas meningkat selama aktivitas seksual
Kehamilan meningkatkan kecepatan bernafas dan
kapasitas vital

								
To top