pengertian perumahan dan permukiman by tiaraseptiana

VIEWS: 33,791 PAGES: 11

									     Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya

1.    Pengertian Rumah
      a.   Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian
           dan sarana pembinaan keluarga. (UU No. 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan
           dan Permukiman)
      b.   Rumah merupakan tempat berlindung dari pengaruh luar manusia, seperti
           iklim, musuh, penyakit, dan sebagainya. Untuk dapat berfungsi secara
           fisiologis, rumah haruslah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang
           dibutuhkan, seperti listrik, air bersih, jendela, ventilasi, tempat pembuangan
           kotoran dan lain-lain. (Koesputranto, 1988)
      c.   Rumah     merupakan     suatu   bangunan,     tempat   manusia   tinggal   dan
           melangsungkan kehidupannya. Di samping itu, rumah juga merupakan tempat
           berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan
           kepada norma dan adat kebiasaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat.
           (Sarwono dalam Budihardjo, 1998 : 148)
      d.   Dalam arti umum, rumah adalah bangunan yang dijadikan tempat tinggal
           selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia
           maupun hewan, namun tempat tinggal yang khusus bagi hewan biasa disebut
           sangkar, sarang, atau kandang. Dalam arti khusus, rumah mengacu pada
           konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat
           tinggal, seperti keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur, beraktivitas, dan
           lain-lain. (Wikipedia, 2010)
      e.   Elemen terpenting dari pembentukan suatu perumahan adalah rumah itu
           sendiri. Rumah dapat diartikan sebagai tempat untuk berumah tangga, tempat
           tinggal/alamat, lokasi tempat tinggal, bagian dari eksistensi individu/keluarga
           (terkait dengan status, tempat kedudukan, identitas), bagian dari kawasan
           fungsional kota, investasi (keluarga atau perusahaan), sumber bangkitan
           pergerakan (trip production), ruang untuk rekreasi, ruang yang digunakan
           untuk menjalin kehidupan keluarga, serta wadah sebagai batas privasi.
           (Anonimous, 2008)
      f.   Pengertian rumah bagi seseorang bisa mengandung dimensi yang luas. Rumah
           adalah keluarga dengan budaya internal beserta sejarahnya serta lingkungan
           alam, masyarakat dengan budaya lokal. (Allenda, Leonardiansyah : 1)



                                                                                        1
                Angga – Awan – Citra – Irma – Kiki - Putri
     Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya

      g.   Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian
           dan sarana pembinaan keluarga. (Musthofa, Bisri. 2008 : 64)
      h.   Dalam pengertian yang luas, rumah bukan hanya sebuah bangunan
           (struktural), melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat
           kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat.
           Rumah dapat dimengerti sebagai tempat perlindungan, untuk menikmati
           kehidupan, beristirahat dan bersuka ria bersama keluarga. Di dalam rumah,
           penghuni memperoleh kesan pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini.
           Rumah harus menjamin kepentingan keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi
           kemungkinan untuk hidup bergaul dengan tetangganya, dan lebih dari itu,
           rumah    harus   memberi     ketenangan,   kesenangan,    kebahagiaan,   dan
           kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya. (Frick, 2006 : 1)
      i.   Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal (Kamus Bahasa Indonesia,
           1997). Kebutuhan akan dapat berlindung sebenarnya termasuk kebutuhan
           yang utama, selanjutnya karena manusia tidak lagi hidup secara berpindah-
           pindah, maka mereka memerlukan tempat tinggal yang tetap, yang sekarang
           bisa disebut rumah. (Juhana, 2000 : 31)
      j.   Rumah merupakan sarana pengaman bagi diri manusia, pemberi ketentraman
           hidup, dan sebagai pusat kehidupan berbudaya. Di dalam rumah dan
           lingkungannya itu, dibentuk dan berkembang menjadi manusia yang
           berkepribadian. (Juhana, 2000 : 31)


2.    Fungsi Rumah
      a.   Turner (dalam Jenie, 2001 : 45), mendefinisikan tiga fungsi utama yang
           terkandung dalam sebuah rumah tempat bermukim, yaitu :
           1. Rumah sebagai penunjang identitas keluarga (identity) yang diwujudkan
              pada kualitas hunian atau perlindungan yang diberikan oleh rumah.
              Kebutuhan akan tempat tinggal dimaksudkan agar penghuni dapat memiliki
              tempat berteduh guna melindungi diri dari iklim setempat.
           2. Rumah sebagai penunjang kesempatan (opportunity) keluarga untuk
              berkembang dalam kehidupan sosial budaya dan ekonomi atau fungsi
              pengemban keluarga. Kebutuhan berupa akses ini diterjemahkan dalam



                                                                                      2
                Angga – Awan – Citra – Irma – Kiki - Putri
Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya

          pemenuhan kebutuhan sosial dan kemudahan ke tempat kerja guna
          mendapatkan sumber penghasilan.
      3. Rumah sebagai penunjang rasa aman (security) dalam arti terjaminnya
          keadaan keluarga di masa depan setelah mendapatkan rumah. Jaminan
          keamanan atas lingkungan perumahan yang ditempati serta jaminan
          keamanan berupa kepemilikan rumah dan lahan (the form of tenure).
 b.   Dilihat dari fungsinya, rumah juga memiliki fungsi lain, yaitu fungsi sosial,
      fungsi ekonomi, dan fungsi politik. Sebagai fungsi sosial, manusia memandang
      rumah sebagai pemenuhan kehidupan sosial budaya dalam masyarakat. Dalam
      fungsi ekonomi, rumah merupakan investasi jangka panjang yang akan
      memperkokoh jaminan penghidupan di masa depan. Dan, sebagai fungsi
      politik rumah berfungsi sebagai indikator kedudukan/kekuasaan penghuninya
      di masyarakat sekitarnya. (Juhana, 2000 : 31)
 c.   Fungsi rumah dalam kehidupan adalah sebagai tempat tinggal dalam suatu
      lingkungan yang mempunyai prasarana dan sarana yang diperlukan oleh
      manusia untuk masyarakat dirinya. (Juhana, 2000 : 31)
 d.   Rumah berfungsi sebagai wadah untuk lembaga terkecil masyarakat manusia,
      yang sekaligus dapat dipandang sebagai “shelter” bagi tumbuhnya rasa aman
      atau terlindung. Rumah juga berfungsi sebagai wadah bagi berlangsungnya
      segala aktivitas manusia yang bersifat intern dan pribadi. Jadi, rumah tidak
      semata-mata merupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala
      bahaya, gangguan dan pengaruh fisik belaka, melainkan juga merupakan
      tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan, dan
      pengaruh fisik belaka, melainkan juga merupakan tempat tinggal, tempat
      berisitirahat setelah menjalani perjuangan hidup sehari-hari. (Ridho, 2001 : 18)
 e.   Secara garis besar, rumah memiliki empat fungsi pokok sebagai tempat tinggal
      yang layak dan sehat bagi setiap manusia (Doxiadis dalam Dian, 2009), yaitu:
          Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok jasmani manusia.
          Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok rohani manusi.
          Rumah harus melindungi manusia dari penularan penyakit.
          Rumah harus melindungi manusia dari gangguan luar.




                                                                                     3
            Angga – Awan – Citra – Irma – Kiki - Putri
     Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya

           Fungsi rumah dalam kehidupan manusia (Doxiadis dalam Dian, 2009) antara
           lain:
                  Rumah menunjukan tempat tinggal.
                  Rumah merupakan mediasi antara manusia dan dunia.
                  Rumah merupakan arsenal, yaitu tempat manusia mendapatkan kekuatan
                   kembali.


3.    Pengertian Perumahan
      a.   Perumahan merupakan tempat tiap individu yang ada saling berinteraksi dan
           mempengaruhi satu sama lain serta memiliki sense of belonging atas
           lingkungan tempat tinggalnya. (Abrams, 1964 : 7)
      b.   Perumahan merupakan salah satu bentuk sarana hunian yang memiliki kaitan
           yang sangat erat dengan masyarakatnya. Hal ini berarti perumahan di suatu
           lokasi sedikit banyak mencerminkan karakteristik masyarakat yang tinggal di
           perumahan tersebut. (Pedoman Perencanaan Lingkungan Perumahan, 1983 :
           24)
      c.   Perumahan dapat diartikan sebagai suatu cerminan dan pengejawantahan dari
           diri pribadi manusia, baik secara perorangan maupun dalam suatu kesatuan
           dan kebersamaan dengan lingkungan alamnya dan dapat juga mencerminkan
           taraf hidup, kesejahteraan, kepribadian, dan peradaban manusia penghuninya,
           masyarakat ataupun suatu bangsa. (Yudhohusodo, 1991: 1)
      d.   Perumahan ialah bangunan atau bagiannya, termasuk halaman dan jalan
           keluar masuk yang dianggap perlu yang dipergunakan oleh seseorang,
           perusahaan, atau badan-badan lain untuk tempat tinggal dan atau keperluan
           lain. (BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat a, Peraturan Pemerintah No. 49
           Tahun 1963 tentang Hubungan Sewa Menyewa Perumahan dalam Hamzah,
           2000 : 90)
      e.   Soedarsono, staf Ahli Menteri Negara Perumahan Rakyat Bidang Hukum
           mengemukakan, jika suatu daerah telah tumbuh dan berkembang, rumah-
           rumah sebagai suatu proses bermukim, yaitu kehadiran manusia dalam
           menciptakan ruang dalam lingkungan masyarakat dan alam sekitarnya
           dinamakan perumahan. Jadi, dapat dikatakan bahwa perumahan adalah



                                                                                    4
                   Angga – Awan – Citra – Irma – Kiki - Putri
     Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya

           kumpulan    rumah-rumah      sebagai       tempat   bermukim   manusia   dalam
           melangsungkan kehidupannya. (Ridho, 2001 : 18)
      f.   Perumahan (housing) adalah tempat (ruang) dengan fungsi dominan untuk
           tempat tinggal. (Anonimous, 2008)
      g.   Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat
           tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana
           lingkungan. (Musthofa, Bisri. 2008 : 64)
      h.   Perumahan tidak dapat dilihat sekedar sebagai suatu benda mati atau sarana
           kehidupan semata-mata, tetapi lebih dari itu, perumahan merupakan suatu
           proses bermukim, kehadiran manusia dalam menciptakan ruang hidup di
           lingkungan masyarakat dan alam sekitarnya. (Juhana, 2000 : 31)
      i.   Perumahan (housing) adalah tempat (ruang) dengan fungsi dominan untuk
           tempat tinggal. Untuk pengertian secara lanjut. Perumahan dapat diartikan
           dari beberapa elemen dari perumahan, yaitu :
              Shelter ; perlindungan terhadap gangguan eksternal (alam, binatang), dan
               sebagainya.
              House ; struktur bangunan untuk bertempat tinggal.
              Housing ; perumahan, hal hal yang terkait dengan aktivitas bertempat
               tinggal (membangun, menghuni).
              Human settlement ; kumpulan (agregat) rumah dan kegiatan perumahan
               (permukiman).
              Habitat ; lingkungan kehidupan (tidak sebatas manusia).


4.    Fungsi Perumahan
      a.   Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat
           tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana
           lingkungan. (UU No. 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan Permukiman)
      b.   Housing provides us all with privacy and security, as well as protection against
           the phisycal elements. By keeping us healthy and productive, good housing
           contributes to the well being of both households and to a country’s broader
           economic and sosial development. Housing is also a good development, and
           house owners often use their houses and land as a kind of savings account.



                                                                                         5
                Angga – Awan – Citra – Irma – Kiki - Putri
     Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya

           Housing is an important asset for its owner – it can be used as a place to
           generate income through home-based economic activities and it cans serve as
           collateral for loans. (UN Habitat Unit and United Nations ESCAP, page 18)
      c.   Pemakaian atau penggunaan perumahan adalah sah apabila ada persetujuan
           pemilik dengan mengutamakan fungsi perumahan bagi kesejahteraan
           masyarakat. (Pasal 7 Ayat (1) UU No. 1 Tahun 1964 Tentang Penetapan
           Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 6 Tahun 1962 Tentang Pokok-Pokok
           Perumahan).


5.    Pengertian Permukiman
      a.   Permukiman memiliki dua arti, antara lain : (De Van Der Zee dalam
           Ritohardoyo, 2006 : 6)
           -   Proses dengan cara apa orang bertempat tinggal menetap dalam suatu
               wilayah.
           -   Hasil atau akibat dari proses tersebut.
      b.   Permukiman dapat diartikan sebagai sejumlah besar rumah yang terletak pada
           kawasan tertentu, yang dapat berkembang, atau diadakan dan dikembangkan
           untuk dapat mengakomodasi sejumlah besar keluarga yang memerlukannya.
           Berkembang dapat diartikan sebagai tumbuh secara organis tanpa macam-
           macam pemikiran, sedang diadakan dan dikembangkan berarti telah
           menempuh berbagai proses dan pertimbangan yang mempengaruhi pemilihan
           lokasi, struktur ruang, lingkungan, besaran, letak bangunan sampai bentuk
           detail konstruksi dan bahan bangunan. (Hermanislamet, 1993)
      c.   Permukiman adalah perumahan dengan segala isi dan kegiatan yang ada di
           dalamnya. Berarti permukiman memiliki arti lebih luas daripada perumahan
           yang hanya merupakan wadah fisiknya saja, sedangkan permukiman
           merupakan perpaduan antara wadah (alam, lindungan, dan jaringan) dan
           isinya (manusia yang hidup bermasyarakat dan berbudaya di dalamnya).
           (Kuswartojo dan Salim, 1997 : 21)
      d.   Permukiman merupakan suatu kawasan perumahan lengkap dengan prasarana
           lingkungan, prasarana umum, dan fasilitas sosial yang mengandung




                                                                                       6
                Angga – Awan – Citra – Irma – Kiki - Putri
Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya

      keterpaduan kepentingan dan keselarasan pemanfaatan sebagai lingkungan
      kehidupan. (Soedarsono dalam Ridho, 2001 : 19)
 e.   Permukiman adalah penataan kawasan yang dibuat oleh manusia dan
      tujuannya adalah untuk bertahan hidup secara lebih mudah dan lebih baik
      (terutama pada masa kanak-kanak), memberi rasa bahagia dan rasa aman
      (sebagaimana disyaratkan oleh Aristotheles), dan mengandung kesempatan
      untuk pembangunan manusia seutuhnya. Jadi, permukiman dapat dirumuskan
      sebagai suatu kawasan perumahan yang ditata secara fungsional sebagai
      satuan sosial, ekonomi, dan fisik tata ruang, dilengkapi dengan prasarana
      lingkungan, sarana umum dan fasilitas sosial. Kawasan tersebut merupakan
      suatu kesatuan yang utuh, dengan membudidayakan sumber daya dan dana
      dalam mengelola lingkungan yang ada untuk mendukung kelangsungan dan
      peningkatan mutu kehidupan manusia. Di samping itu, juga memberi rasa
      aman, tenteram, nikmat, nyaman, dan sejahtera dalam keselarasan,
      keserasian, dan keseimbangan agar berfungsi sebagai wadah yang dapat
      melayani kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. (C A. Doxiadis
      dalam Ridho, 2001 : 19)
 f.   Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik
      yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai
      lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang
      mendukung perikehidupan dan penghidupan {Undang-undang Republik
      Indonesia Nomor 4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, Bab I,
      Pasal 1 (5)}. Permukiman yang dimaksudkan dalam Undang-undang ini
      mempunyai lingkup tertentu yaitu kawasan yang didominasi oleh lingkungan
      hunian dengan fungsi utama sebagai tempat tinggal yang dilengkapi dengan
      prasarana, sarana lingkungan, dan tempat kerja terbatas untuk mendukung
      perikehidupan dan penghidupan, sehingga fungsi permukiman tersebut dapat
      berdaya guna dan berhasil guna. (Kumurur, 2006)
 g.   Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik
      yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai
      lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang




                                                                                7
           Angga – Awan – Citra – Irma – Kiki - Putri
Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya

      mendukung perikehidupan dan penghidupan. (UU No. 4 Tahun 1992 Tentang
      Perumahan dan Permukiman)
 h.   Permukiman (shettlement) dapat diartikan sebagai bagian dari permukiman
      bumi yang dihuni manusia dengan segala sarana dan prasarana yang
      menunjang kehidupan penduduk, yang menjadi satu kesatuan dengan tempat
      tinggal yang bersangkutan (Sumaatmadja dalam Sunarno, 2004 : 39)
 i.   Permukiman sebagai bagian dari lingkungan binaan manusia merupakan
      bentuk tatanan kehidupan yang di dalamnya mengandung unsur fisik dalam
      arti permukiman merupakan wadah aktivitas tempat bertemunya komunitas
      untuk berinteraksi sosial dengan masyarakat. (Niracanti, Galuh Aji, 2001 : 51)
 j.   Permukiman yang merupakan hasil dari pembentukan, sebagai cerminan dari
      beberapa faktor, yaitu faktor primer (faktor kekuatan sosial budaya, yang
      meliputi agama, struktur keluarga, organisasi sosial, mata pencaharian, dan
      hubungan individu) dan faktor sekunder (modifikasi). (Rapoport dalam
      Niracanti, 2001 : 51)
 k.   Permukiman (human settlement) adalah tempat (ruang) untuk hidup dan
      berkehidupan bagi kelompok manusia. Permukiman akan selalu berkaitan
      dengan perumahan. Perumahan memberikan kesan tentang rumah atau
      kumpulan rumah beserta prasarana dan sarana ligkungannya. Perumahan
      menitiberatkan pada fisik atau benda mati, yaitu houses dan land settlement.
      Sedangkan, pemukiman memberikan kesan tentang pemukim atau kumpulan
      pemukim beserta sikap dan perilakunya di dalam lingkungan, sehingga
      pemukiman menitikberatkan pada sesuatu yang bukan bersifat fisik atau
      benda mati, yaitu manusia (human). (Doxiadis dalam Dian, 2009)
 l.   Pemukiman dapat diartikan sebagai perumahan atau kumpulan rumah dengan
      segala unsur serta kegiatan yang berkaitandan yang ada di dalam pemukiman.
      Pemukiman dapat terhindar dari kondisi kumuh dan tidak layak huni jika
      pembangunan perumahan sesuai dengan standar yang berlaku, salah satunya
      dengan menerapkan persyaratan rumah sehat. (Doxiadis dalam Dian, 2009)
 m. Pemukiman sering disebut perumahan dan atau sebaliknya. Pemukiman
      berasal dari kata housing dalam bahasa Inggris yang artinya adalah perumahan
      dan kata human settlement yang artinya pemukiman. Menurut Doxiadis,



                                                                                       8
           Angga – Awan – Citra – Irma – Kiki - Putri
     Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya

           permukiman (human settlement) akan berjalan dengan baik jika terkait dengan
           beberapa unsur, yaitu : nature (alam), man (manusia), society (kehidupan
           sosial), shell (ruang), dan networks (hubungan). (Doxiadis dalam Anonimous,
           2008)
      n.   Permukiman menurut Suparno Sastra M. dan Endi Marlina (dalam Dian, 2009)
           adalah suatu tempat bermukim manusia untuk menunjukkan suatu tujuan
           tertentu. Apabila dikaji dari segi makna, permukiman berasal dari terjemahan
           kata settlements yang mengandung pengertian suatu proses bermukim.
           Permukiman memiliki 2 arti yang berbeda, yaitu :
              Isi
               Yaitu menunjuk pada manusia sebagai penghuni maupun masyarakat di
               lingkungan sekitarnya.
              Wadah
               Yaitu menunjuk pada fisik hunian yang terdiri dari alam dan elemen-
               elemen buatan manusia.


6.    Fungsi Permukiman ( Yudhohusodo, 1991: 55) :
      a.   Sebagai rumah tinggal dalam suatu lingkungan yang mempunyai sarana dan
           prasarana yang diperlukan oleh manusia untuk memasyarakatkan dirinya.
      b.   Sebagai alat pengaman diri, namun rumah tidak dimaksudkan untuk pelindung
           yang menutup diri penghuninya seperti sebuah benteng, tetapi pelindung yang
           justru juga harus membuka diri dan menyatu sebagai bagian dari
           lingkungannya.
      c.   Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sebagai insan sosial rumah
           dianggap sebagai alat pemenuhan kebutuhan sosial budaya dalam masyarakat
           dan sebagai insan ekonomi, rumah dipandang sebagai investasi jangka panjang
           oleh manusia.




                                                                                     9
                Angga – Awan – Citra – Irma – Kiki - Putri
  Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya

Sumber :

Abrams, Charles. 1964. Man’s Struggle For Shelter In An Urbanizing World. London :
     Cambridge.


Allenda,    Leonardiansyah.    “Home”         dalam      http://www.fsrd.itb.ac.id/wp-
      content/uploads/Home.pdf.


Anonimous.            2008.            “Pengertian         Rumah,”              dalam
     http://kuliaharsitektur.blogspot.com/2008/11/pengertian-rumah.html.            15
     November. Diakses pada 02 Maret 2010.


Anonimous.          2008.           “Pengertian       Permukiman,”              dalam
     http://kuliaharsitektur.blogspot.com/2008/11/pengertian-rumah.html.            15
     November. Diakses pada 02 Maret 2010.


Budihardjo, Eko. 1998. Sejumlah Masalah Permukiman Kota. Bandung : Alumni.


Dian.         2009.        “Tinjauan     Teori        :      Perumahan,”       dalam
        http://lovescokelat.wordpress.com/tinjauan-teori-perumahan/. Diakses pada 04
        Maret 2010.


Hamzah, Adi, I Wayan Suandra dan B. A. Manalu. 2000. Dasar-Dasar Hukum Perumahan
     Cetakan 3. Jakarta : Rineka Cipta.


Housing The Poor in Asian Cities – Urbanization : The Role The Poor Play In Urban
      Development, UN Habitat Unit and United Nations ESCAP.


Jenie, Natya Khasyi’ati. 2001. “Studi Persepsi Masyarakat Lokal Terhadap Penanganan
       Perumahan di Kawasan Cagar Budaya Tamansari Yogyakarta,” dalam Tugas Akhir
       S1 Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro.


Juhana. 2000. Arsitektur dalam Kehidupan Masyarakat. Semarang: Bendera.


Frick, Heinz dan Tri Hesti Mulyani. 2006. Seri Eko-Arsitektur 2 : Arsitektur Ekologis,
       Cetakan 6. Yogyakarta : Kanisius.


Kumurur, Veronica A. 2006. “Sarana Permukiman di Kota Manado,” dalam
     http://veronicakumurur.blogspot.com/2006/08/sarana-permukiman-di-kota-
     manado.html. 08 Agustus. Manado. diakses pada 02 Maret 2010.




                                                                                   10
               Angga – Awan – Citra – Irma – Kiki - Putri
  Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya

Kuswartojo, Tjuk dan Suparti A. Salim. 1997. Perumahan dan Permukiman yang
     Berwawasan Lingkungan. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
     Departemen Dan Kebudayaan.


Musthofa, Bisri. 2008. Kamus Kependudukan. Yogyakarta : Panji Pustaka.


Niracanti, Galuh Aji. 2001. “Studi Perubahan Penggunaan Ruang Permukiman di
      Kampung Kauman Semarang,” dalam Tugas Akhir S1 Jurusan Perencanaan
      Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro.


Pedoman Perencanaan Lingkungan Perumahan. 1983.


Ridho, Muhammad. 2001. Kemiskinan di Perkotaan. Semarang : Penerbit Unissula.


Sunarno, Ariz Sahara. 2004. “Aspek Penentu Pertumbuhan Lahan Permukiman di
     Wilayah Pinggiran Kota Ungaran,” dalam Tugas Akhir S1 Jurusan Perencanaan
     Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro.


Yudhohusodo, Siswono. 1991. Rumah untuk Seluruh Rakyat. Jakarta : Yayasan Padamu
     Negeri.


UU No. 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan Permukiman.


UU No. 1 Tahun 1964 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 6
    Tahun 1962 Tentang Pokok-Pokok Perumahan.


Wikipedia. 2010. “Rumah,” dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah. 24 Februari.
     Diakses pada 02 Maret 2010.




                                                                                11
              Angga – Awan – Citra – Irma – Kiki - Putri

								
To top