filsafat_logika

Document Sample
filsafat_logika Powered By Docstoc
					FILSAFAT II




   LOGIKA
    (2 SKS)
Setelah mengikuti kegiatan belajar ini,
mahasiswa mampu:

. Mengenal dan mengetahui cara manusia mencapai
pengetahuan tentang kenyataan semesta.

. Mengenal dan memahami fungsi persepsi dan fungsi
berpikir dalam logika.

. Menerapkan kaidah-kaidah logika untuk
menganalisis pernyataan dan putusan.

. Mengevaluasi pernyataan dan putusan yang sesuai
atau yang tidak sesuai dengan hukum-hukum logika
   Bittle, C.N. (1950): The Science of Correct
Thinking: Logic, Milwaukee: The Bruce Publ. Co.
 Hurley, Patrick J. (2000). A Concise Introduction
to Logic, 7th ed. Australia: Wadsworth/Thompson
                      Learning.
Sarwono, S.W. (2000). Diktat Mata Kuliah Filsafat
 II (Epistemologi dan Logika). Depok: LPSP3-UI
 Is the science of beings in their
  ultimate reasons, causes, and
principles, acquired by the aid of
       human reason alone.
Objects of Philosophy:
  • Material object: all being in the widest
    sense of term (Segala ‘ada’ dalam
    pengertian yang seluas-luasnya)

  • Formal object : human reasons
   (penalaran manusia)
                    Being (Ada)
General (Umum)                        Special (Khusus)

                  World (Dunia)                        God (Tuhan)

     Non-living              Living
                            Vegetative
                            Sentient
    Cosmology               Rational
                                                         Theodicy
                               Man

           Body                Mind                       Will
Ontology   And
           soul Correct Thinking         Validity of     Ethics
                                         Knowledge
     Psychology   LOGIC                  Epistemology
                Skema Pengetahuan
               Merujuk pada Aristoteles
                            Episteme
                      (Pengetahuan yg benar)


         Practical            Productive           Theoretical
         Knowledge            Knowledege           knowledge
                              (art, handycraft)




Ethics     Economy Politics         Mathematics   Physics          1st Philosophy
                                                  (2nd Philosophy) (Metaphysics)
 Perkembangan Logika Tradisional dan Modern
                                    Development of Modern Logic



               Traditional                                                Modern
               Logic                                                      Logic



                                          Conventional                   Unconventional
     Ancient                 Middle Age   Modern Logic                   Modern Logic
     Logic                   Logic        (Modern Symbolic
                                          Logic)


1.     Syllogistic Logic (Aristoteles)    1.   Proposositional L.   1.   Modality L.
2.     Proposition Logic                  2.   Predicate L.         2.   Multivalue L.
                                          3.   Relational L.        3.   Unstandardized
                                          4.   Interrealtional L.        system of
                                                                         implication L.
                                                                    4.   US Qualification L.
                LOGIC:
• The science of correct thinking (Ilmu
  tentang berpikir yang benar)
• Investigate the laws of correct thinking
  (Meneliti hukum-hukum berpikir yang
  benar)
           • To attain        (Untuk memper-
              oleh kebenaran)
              TRUTH:
• We attain truth when our thinking (judgement)
  corresponds with reality (Kebenaran material)
>> Sebuah pernyataan adalah benar jika sesuai
  dengan kenyataannya.
• Pernyataan yang didasarkan pada koherensi logis
  adalah benar (Kebenaran formal)
• It marks the extent and limitation of our thinking
  powers
>> Kekuatan pikiran kita sebatas kebenaran
    yang kita ketahui. Pikiran yang tidak
   didasarkan pada kebenaran tidak memiliki
   kekuatan.
            LOGIC
          (definition)

  Is the science of those principles,
laws, and methods which the mind of
 man in its thinking must follow for
the accurate and secure attainment of
                 truth.
                Definisi
              Logika:

Ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip,
  hukum-hukum dan metode-metode
berpikir yang harus diikuti oleh manusia
  untuk memperoleh kebeenaran yang
      tepat dan dapat diandalkan.
 Two kinds of Logic:
• Natural Logic:       • Scientific Logic:
  Common sense (akal   • “Natural logic” yang
                         dilatih dan dikembangkan
  sehat/logika awam)     hingga trampil, menjadi
                         pengetahuan-pengetahuan
                         dasar, prinsip-prinsip,
                         hukum-hukum dan
                         metode-metode yang
                         mendasari berbagai
                         operasi/aktivitas pikiran
                         untuk memperoleh
                         kebenaran.
   Diffrences
   of the 2 Logics:
Common Sense:                    Trained Logic:
• Amateurish                     • Professional
• Looks brilliant to achieve     • Needs longer process
  great results (Kelihatan         (Butuh waktu lebih lama)
  brilian utk mencapai hasil
  besar)                         • High possibility to attain
• Never attain real truth (tak     real truth (Berkemung-
  pernah mencapai                  kinan besar menghasilkan
  kebenaran sesungguhnya)          kebenaran.
• Cannot forge its way to        • Forge its way to the top
  the top (tak dapat               (dapat mencapai hasil
  mencapai hasil optimal)          optimal)
Logika untuk berargumen
Elemen Argumen:
1. Ide; secara verbal menjadi istilah (term)
2. Putusan (judgment); secara verbal menjadi
   pernyataan (proposisi)
3. Aturan-aturan tentang istilah dan pernyataan serta
   hubungan antar istilah dan pernyataan.

Setiap argumentasi dapat diuji kebenarannya dengan logika.
Untuk dapat berargumentasi dengan baik (lisan/tertulis) perlu
menguasai logika. Karya ilmiah adalah bentuk argumentasi
tertulis.
Oleh sebab itu: Logika perlu dipelajari akademisi termasuk
mahasiswa.
Seringkali terjadi kesalahan dalam berargumen:
Contoh:
P1: Kucing makan daging
P2: Manusia makan daging
Ergo: Manusia adalah kucing

P1: Smoking is better than nothing
P2: Nothing is better than eternal satisfaction
Ergo: Smoking is better than eternal satisfaction

Air putih + Wiski = memabukkan
Air putih + air tape = memabukkan
Air putih + vodka = memabukkan
Kesimpulan: Air putih memabukkan
  !                    !
      "!                   #
                   $
% !       #    !
      &       '        !