Analisis Kinerja Pegawai Negeri Sipil by duddypu

VIEWS: 3,968 PAGES: 9

More Info
									    st
The 1 PPM National Conference on Management Research “ Manajemen di Era Globalisasi”
Sekolah Tinggi Manajemen PPM, 7 November 2007



                ANALISIS KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)
                             DI PROPINSI RIAU
                                           Jumiati Sasmita
         Dosen Program Magister Manajemen Unri/ Mahasiswa S3 University Kebangsaan Malaysia.

                                        Abstract
       Dalam Pembangunan suatu bangsa memerlukan asset pokok yang disebut sumber daya
(resources), Baik sumber daya alam (natural) maupun sumber daya manusia (Human
resources). PNS merupakan sumber daya manusia yang perlu mendapat perhatian karena
termasuk penentu keberhasilan suatu pembangunan.
        Lemahnya kualitas PNS pada umumnya dan Provinsi Riau khususnya sebagai sumber
daya aparatur pemerintah saat ini, antara lain disebabkan konsep pembinaan dan
pengembangan PNS masih diartikan sempit, yaitu hanya sebatas pembinaan dan
pengembangan pengetahuan dan ketrampilan yang berorientasi pada kebutuhan birokrasi
pemerintah semata Potensi PNS belum dikembangkan sepenuhnya, sikap mental / budi
pekerti, etos kerja dan produktvitas kerja serta kreativitas kurang dibina dan dikembangkan
bahkan cenderung merosot. Akibatnya, ada PNS yang kurang peka dalam melayani dan
memenuhi aspirasi masyarakat, tidak produktif, kurang kreatif, motivasi kerja rendah, kurang
sportif, kehilangan jati diri, serta tidak mempunyai arah dan program kerja. Hal-hal tersebut
pada akhirnya menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dalam
penelitian ini yang menjadi focus permasalahan adalah Apakah terdapat pengaruh variabel
motivasi yang terdiri dari kompensasi, jaminan sosial, lingkungan kerja dan sikap/etika
terhadap kinerja (performance) PNS di Provinsi Riau.
       Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menganalisa pengaruh variabel
motivasi yang terdiri dari kompensasi, jaminan sosial, lingkungan/iklim kerja dan sikap/etika
terhadap kinerja (performance) PNS di Provinsi Riau.
       Penelitian ini dilakukan pada Pegawai Negri Sipil yang ada di 11 Kabupaten /Kota di
Provinsi Riau. Populasi penelitian ini adalah semua Pegawai Negri Sipil yang dalam
pekerjaannya menghasilkan suatu produk seperti Surat, IMB dan KTP yang tersebar pada 11
Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Riau . Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 500
orang PNS . Dalam penelitian ini digunakan Model SEM dan Dalam mengolahan data
digunakan softwere SPSS 11.5 dan AMOS 5,0 sehingga memungkinkan dilakukan serangkaian
pengujian hipotesis.
       Hasil penelitian menemukan bahwa pengaruh variabel Motivasi terhadap Kinerja
(Performance) Pegawai Negeri Sipil di Provinsi Riau, menunjukkan terdapat hubungan
antara variabel Motivation dengan Performance dan hubungan tersebut signifikan.
Sedangkan Kabupaten yang memperlihatkan hubungan yang sama adalah: Kabupaten
Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kabupaten
Rokan Hulu dan Kabupaten Rokan Hilir . Sedangkan daerah yang tidak memiliki pengaruh
antara variable Motivasi dan Kinerja adalah Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis dan
Kabupaten Pelelawan, Dumai dan Kuansing hal ini terlihat dari rendahnya tingkat motivasi
karyawan dalam bekerja disebabkan karena kurang berpengaruhnya kompensasi yang
diterima dan jaminan sosial yang mereka dapatkan.
Key-words : Motivasi, kompensasi,jaminanan sosial, lingkungan kerja, sikap, Kinerja,
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG DAN PERMASALAHAN
        Propinsi Riau merupakan salah satu Propinsi di Indonesia mempunyai letak yang
sangat strategis, berhadapan langsung dengan jalur pelayaran internasional yang teramai di
dunia dan berdekatan dengan negara tetangga Singapura, Malaysia serta merupakan peluang
besar bagi pengembangan industri dan perdagangan baik skala nasional maupun internasional.
        Dalam Pembangunan suatu bangsa memerlukan asset pokok yang disebut sumber daya
(resources), Baik sumber daya alam (natural) maupun sumber daya manusia (Human resources).
       PNS merupakan salah satu sumber daya manusia yang perlu mendapat perhatian karena
termasuk penentu keberhasilan suatu pembangunan.
       Dengan dikeluarkannya Undang - Undang Nomor 43 Tahun 1999 Pasal 3 Bab I
tentang ketentuan Pokok-Pokok Kepegawaian yang menyatakan bahwa Pegawai Negri
berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan
kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas
negara, pemerintahan, dan pembangunan. Pegawai negeri harus netral dari pengaruh semua
golongan dan partai politik serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat.(.........)
       Lemahnya kualitas PNS sebagai sumber daya aparatur pemerintah saat ini, antara lain
disebabkan konsep pembinaan dan pengembangan PNS masih diartikan sempit, yaitu hanya
sebatas pembinaan dan pengembangan pengetahuan dan ketrampilan yang berorientasi pada
kebutuhan birokrasi pemerintah semata. Potensi PNS belum dikembangkan sepenuhnya, sikap
mental,/budi pekerti, etos kerja dan produktvitas kerja serta kreativitas kurang dibina dan
dikembangkan bahkan cenderung merosot. Akibatnya, banyak PNS yang kurang peka dalam
melayani dan memenuhi aspirasi masyarakat kondisi seperti ini juga terjadi di Provinsi Riau
,PNS kurang termotivasi dalam melaksanakan pekerjaan, motivasi kerja mereka rendah hal ini
dapat dilihat dari kurang bersemangat nya PNS dalam melaksanakan pekerjaan , kurang sportif,
kurang kreatif . Hal-hal tersebut pada akhirnya menghilangkan kepercayaan masyarakat
terhadap pemerintah.
       Dalam rangka penguatan peran PNS haruslah diupayakan terciptanya kualitas PNS di
daerah yang memiliki etos      kerja, produktivitas, ketrampilan, kreatifitas, disiplin,
profesionalisme, serta kemampuan manajemen dan kemampuan memanfaatkan,
mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan
lingkungan.
     Di samping itu, pembinaan dan pengembangan PNS harus diarahkan pada peningkatan
kemampuan PNS dalam merespon setiap perkembangan aspirasi masyarakat dan mengikuti




                                                                                          2
kegiatan pemerintahan dan pembangunan di daerah. Dalam rangka mendukung pelaksanaan
otonomi daerah dan Good Governance di daerah, agar PNS pemerintah daerah memiliki
persepsi, sikap, dan perilaku yang tepat dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis
sehubungan dengan penerapan kebijakan otonomi daerah.
       Propinsi Riau yang semula terdiri dari 8 Kabupaten dan kota,semenjak diberlakukannya
UU NO. 53/1999 tentang pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hilir,
Kabupaten Siak, Kabupaten Kuantan Singgingi telah berkembang menjadi 11 Kabupaten dan
kota. Dengan adanya pemekaran tersebut maka akan tumbuh pusat-pusat pemerintahan daerah
yang baru, dengan demikian diperlukan PNS yang dapat mendukung percepatan terlaksananya
program pembangunan di daerah.(…..)
        Propinsi Riau sebagai salah satu daerah yang berpotensi untuk berkembang di Era
Otonomi memperoleh dana perimbangan yang cukup signifikan dari sumber daya alam yang
dimilikinya. Dengan demikian daerah akan lebih leluasa menggali, mengolah dan
memanfaatkan sumber daya alam yang ada secara optimal, Juga mempunyai        Peluang
yang cukup      besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dengan
meningkatkan insentif yang dapat diterima PNS di Provinsi Riau, hal ini akan memberikan
kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh memperoleh pendapatan yang lebih besar
jika dibandingkan kondisi sebelum diberlakukannya otonomi daerah.
       Seiring dengan bergulirnya otonomi daerah kondisi tersebut perlahan lahan telah
mengalami perubahan. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memantau sejauhmana
perubahan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintah tersebut
telah dilaksanakan. Mengingat betapa pentingnya kedudukan dan peran PNS dalam
mendukung terselenggaranya percepatan pembangunan di daerah, maka penulis berketetapan
hati untuk mencoba melakukan penelitian dari kedudukan dan peran PNS tersebut, pada
kesempatan ini khususnya dengan menyoroti masalah Motivaasi terhadap kinerja.
PERMASALAHAN : Apakah terdapat pengaruh variabel motivasi yang terdiri dari
kompensasi, jaminan sosial, lingkungan kerja, dan sikap/ etika terhadap kinerja PNS di
Provinsi Riau.

TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh variabel motivasi yang
terdiri dari kompensasi, jaminan sosial, lingkungan/iklim kerja dan sikap/etika, terhadap
kinerja PNS kabupaten/kota di Provinsi Riau.




                                                                                         3
KERANGKA PEMIKIRAN KONSEPTUAL
       Kualitas sumber daya manusia dalam organisasi publik diarahkan pada beberapa
aspek penting, yaitu: pertama, loyalitas, dedikasi; dan motivasi kerja dalam mengemban
tugasnya; kedua, kemampuan dan keahlian profesional; dan ketiga, sikap mental yang
berorientasi pada etos kerja yang tertib, jujur, disiplin, produktif, dan bekerja tanpa pamrih
(Kristiadi, 1997: 90-91). Pendapat lebih tegas, dikemukakan oleh Winardi yang
mengemukakan: “ Para periset dan para manajer praktek, pada umumnya menerima
pendapat yang menyatakan bahwa kinerja pekerja merupakan hasil dari banyak faktor,
yang sebagian tidak diketahui oleh pihak manajer, dan bahkan ada beberapa di antara
faktor-faktor tersebut yang tidak dipahami secara sadar oleh para pekerja. Terdapat
adanya kesetujuan pandangan bahwa kedua variabel yang paling penting dalam hal
menerangkan kinerja pekerja adalah: (1) Motivasi pekerja; dan (2) Kemampuan pekerja"
(Winardi, 2002: 62-63).


                               KERANGKA KONSEPTUAL

         KOMPENSASI


      JAMINAN SOSIAL

                                         MOTIVASI                       KINERJA
  LINGKUNGAN/IKLIM
 (WORKING CONDITION)

             SIKAP/ETIKA

KONSEPTUAL MODEL DALAM BENTUK PATH DIAGRAM
                                                                       ζ1
        δ1          X1

        δ2           X2
                                 MOTIVASI                           KINERJA
        δ3           X3

        δ4           X4




METODE
       Penelitian ini dilakukan pada Pegawai Negri Sipil yang ada di 11 Kabupaten /Kota di
Provinsi Riau. Populasi penelitian ini adalah semua Pegawai Negri Sipil yang dalam pekerjaannya
menghasilkan suatu produk seperti Surat, IMB dan KTP yang tersebar pada 11 Kabupaten/Kota
yang ada di Propinsi Riau . Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 500 orang PNS ,




                                                                                             4
diambil dengan metode Random Sampling. Dalam penelitian ini digunakan Model SEM dan
Dalam mengolahan data digunakan Softwere SPSS 11.5 dan AMOS 5,0 sehingga memungkinkan
dilakukan serangkaian pengujian hipotesis.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut :
Pengaruh variabel Motivasi terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil di Provinsi Riau.
     a. Propinsi Riau
               Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar 73,2%. dan tingkat
         signifikan dibawah 5 (0.00%), hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara
         variabel Motivasi dengan kinerja dan hubungan tersebut signifikan. Dari data
         tersebut dapat dilihat bahwa PNS yang ada di Propinsi Riau secara umumnya
         termotivasi dalam melaksanakan pekerjaannya hal ini ditunjang dengan kompensasi
         yang relatif sudah sesuai dengan beban kerja yang dilaksanakan, jaminan sosial yang
         diberikan pun memacu motivasi PNS untuk bekerja lebih giat, lingkungan kerja
         yang nyaman membuat mereka betah dalam melaksanakan pekerjaannya dan sikap
         yang baik selalu di tonjolkan dalam melaksanakan pekerjaan.
     b. Kota Pekanbaru
               Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar –17,9%. dan tingkat
         signifikan diatas 10 % (49.0%). hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara
         variabel Motivasi dengan kinerja dan hubungan tersebut tidak signifikan.Hal ini
         dikarnakan kompensasi yang mereka terima pada umumnya belum mencukupi
         sesuai dengan kebutuhan PNS yang berdomisili di kota besar, jaminan sosial tidak
         begitu menarik bagi PNS di Kota Pekanbaru,hal ini ditandai dengan kurang
         menariknya dana pensiun bagi mereka dan layanan kesehatan yang diberikan tidak
         memuaskan bagi mereka.Untuk lingkungan kerja sering ditemukannya konflik
         antara sesama karyawan sehingga tidak nyaman dalam melaksanakan pekerjaan.
     c. Kota Dumai
               Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar –24,353%. dan tingkat
         signifikan dibawah 5% (0,5%). hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara
         variabel Motivation dengan kinerja dan hubungan tersebut signifikan.Hal ini
         dikarnakan kompensasi yang mereka terima pada umumnya belum mencukupi
         sesuai dengan kebutuhan PNS yang berdomisili di daerah perkotaan, Jaminan sosial
         berupa dana pensiun tidak menarik begitu menarik bagi responden,disamping itu
         responden tidak mendapat bantuan untuk kendaraan dan perumahan serta layanan
         kesehatan dirasakan kurang memedai. Untuk lingkungan kerja responden merasa



                                                                                          5
   kurang nyaman karena sering timbulnya konflik antara sesama karyawan.Sedangkan
   untuk sikap/etika banyak responden yang tidak mau menerima kritik dan saran dari
   sesama teman bekerja.
d. Kabupaten Kuantan Singingi
         Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar 41,7%. dan tingkat
   signifikan diatas 10% (24,6%). hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara
   variabel Motivasi dengan kinerja dan hubungan tersebut tidak signifikan. Diantara
   keempat sub varibel yang paling dominan memberikan sumbangan terhadap variabel
   motivasi adalah kompensasi, hal ini menunjukkan bahwa kompensasi yang di terima
   oleh PNS di Kabupaten kuansing sudah cukup memadai.Begitu pula dengan jaminan
   sosial dan lingkungan kerja sudah mendukung terhadap motivasi PNS di Kabupaten
   Kuansing Disamping itu untuk sikap/etika masih kurang baik hal ini ditandai dengan
   belum memperlihatkan semangat yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaan dan
   ingin selalu diawasi oleh pimpinan untuk dapat bekeraja lebih rajin.
e. Kabupaten Indragiri Hilir
         Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar 334,67%. dan tingkat
   signifikan dibawah 5% (4,6%). hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara
   variabel Motivasi dengan kinerja dan hubungan tersebut signifikan. Dari keempat
   sub variabel yang ada dan paling dominan memberikan s umbangan terhadap
   variabel motivasi adalah lingkungan kerja hal ini ditandai dengan lingkungan kerja
   yang sudah mendukung dan membuat responden betah dalam melaksanakan
   pekerjaannya disamping itu sering terjadinya kerjasama yang baik antara sesama
   karyawan hal ini diperlihatkan dengan mau membantu teman yang memiliki beban
   kerja yang berlebihan.
f. Kabupaten Indragiri Hulu.
         Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar 97,8%. dan tingkat
   signifikan dibawah 5% (0.00%). hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara
   variabel Motivasi dengan kinerja dan hubungan tersebut signifikan.Dari keempat
   sub variabel motivasi yang paling kecil sumbangannya terhadap variabel motivasi
   adalah variabel kompensasi hal ini dikarnakan PNS merasa gaji yang diterima belum
   setara dengan pekerjaan dan belum dapat memenuhi kebutuhan pokok yang cukup
   tinnggi.
g. Kabupaten Siak
         Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar 70,6%. dan tingkat
   signifikan dibawah 5% (0.2%). hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara



                                                                                   6
   variabel Motivation dengan kinerja dan hubungan tersebut signifikan.Dari keempat
   sub variabel yang pling memberikan sumbangan terbesar dalam motivasi adalah
   lingkungan kerja yang sangat kondusif sehingga membuat karyawan betah untuk
   bekerja.
h. Kabupaten Kampar
         Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar 115,1%. dan tingkat
   signifikan sama dengan 10%, hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara
   variabel Motivation dengan kinerja dan hubungan tersebut signifikan.Dari keempat
   sub variabel yang ada jaminan sosial tidak memberikan sumbangan yang berarti
   terhadap motivasi karyawan di Kabupaten Kampar Hal ini ditujukkan dengan
   adanya dana pensiun tidak menambah semagat kerja karyawan, disamping itu
   asuransi kesehatan tidak mendorong responden bekerja lebih giat dan layanan
   kesehatan yang diterima tidak memadaibagi karyawan.
i. Kabupaten Rokan Hulu
         Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar 151,1%. dan tingkat
   signifikan dibawah 10% (8,8%). hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara
   variabel Motivation dengan kinerja dan hubungan tersebut signifikan. Dari keempat
   sub variabel yang ada kompensasi memberikan sumbangan yang paling kecil
   terhadap motivasi karyawan di Kabupaten Rokan Hulu. Hal ini disebabkan karena
   banyak responden yang mengatakan gaji yang diterima tidak setara dengan
   pekerjaan disamping itu gaji belum dapat memenuhi kebutuhan pokok para pegawai.
j. Kabupaten Rokan Hilir
   Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar 33,3%. dan tingkat signifikan
   dibawah 10% (5,5%). hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara variabel
   Motivation dengan kinerja dan hubungan tersebut signifikan. Dari keempat sub
   variabel yang ada pada motivasi, kompensasi memberikan sumbangan yang tidak
   berarti terhadap motivasi karyawan di Kabupaten Rokan Hilir. Hal ini disebabkan
   karena banyak responden yang mengatakan gaji yang diterima tidak setara dengan
   pekerjaan disamping itu gaji belum dapat memenuhi kebutuhan pokok para pegawai.
   Tidak adanya tambahan honor untuk penambahan pekerjaan dan insentif yang di
   terima responen tidak meningkatkan semangat mereka dalam melaksanakan
   pekerjaan.
k. Kabupaten Bengkalis
         Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar –25,0%. dan tingkat
   signifikan diatas 10% (63.3%). hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara



                                                                                  7
         variabel Motivation dengan kinerja dan hubungan tersebut tidak signifikan. Dari
         keempat sub variabel yang ada pada motivasi, lingkungan kerja memberikan
         sumbangan yang cukup besar terhadap motivasi karyawan di Kabupaten Bengkalis
         hal ini dikarenakan keharmonisan hubungan antara atasan dan bawahan tercipta
         dengan baik, lingkungan kerja yang bersih dan kondusif membuat responden betah
         untuk bekerja dan jarang terjadinya konflik di tempat kerja.
     l. Kabupaten Pelelawan
               Hubungan variabel Motivasi dengan kinerja sebesar –33,9%. dan tingkat
         signifikan diatas 10% (51,0%). hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara
         variabel Motivation dengan kinerja dan hubungan tersebut tidak signifikan. Dari
         keempat sub variabel yang ada pada motivasi, lingkungan kerja memberikan
         sumbangan yang cukup besar terhadap motivasi karyawan di Kabupaten Pelelawan
         hal ini dikarenakan keharmonisan hubungan antara atasan dan bawahan tercipta
         dengan baik, lingkungan kerja yang bersih dan kondusif membuat responden betah
         untuk bekerja dan jarang terjadinya konflik di tempat kerja.
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
       Hasil penelitian menemukan bahwa pengaruh variabel Motivasi terhadap Kinerja
(Performance) Pegawai Negeri Sipil di Provinsi Riau, menunjukkan terdapat hubungan antara
variabel Motivasi dengan kinerja dan hubungan tersebut signifikan. Sedangkan Kabupaten
yang memperlihatkan hubungan yang sama adalah: Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten
Indragiri Hulu, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten
Rokan Hilir . Sedangkan daerah yang tidak memiliki pengaruh antara variable Motivasi dan
Kinerja adalah Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelelawan, Dumai dan
Kuansing hal ini terlihat dari rendahnya tingkat motivasi karyawan dalam bekerja disebabkan
karena kurang berpengaruhnya kompensasi yang diterima dan jaminan sosial yang mereka
dapatkan kurang memberi ransangan untuk lebih giat dalam melaksanakan pekerjaan.
SARAN
       Berdasarkan hasil penelitian tersebut terdapat beberapa kekurangan yang harus lebih
ditingkatkan agar PNS yang ada di propinsi Riau lebih termotivasi dalam melaksakan
pekerjaannya antara lain Kompensasi berupa gaji perlu ditingkatkan sehingga gaji yang
diperoleh dapat memenuhi kebutuhan para pegawai, dan disamping itu pemberian insentif
apabila karyawan bekerja melebihi jam kerja standar perlu diberikan . Disamping itu yang
perlu juga diperhatikan adalah lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif sehingga
keryawan termotivasi dalam melaksanakan pekerjaannya.




                                                                                         8
DAFTAR PUSTAKA
Achmad Raja Nasution, 2004, Pengaruh Motivasi dan disiplin kerja pegawai terhadap
kinerja pemerintah Kecamatan (Studi pada kantor kantor kecamatan di Kabupaten
Tapanuli Selatan

Arfan, 2002, Pengaruh pelatihan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT
Tanjung Johor Wood di Jambi/Universitas Padjajaran

Augusty Ferdinand, 2006, Metode Penelitian Manajemen “Pedoman Penulisan untuk
Penulisan Skripsi dan Tesis “ Penerbit BP Universitas Diponegoro

Imam Ghozali, 2005, Model Persamaan Struktural “ Konsep dan Aplikasi dengan Program
AMOS Ver 5.0 Edisi “, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang

I Wayan Kemara Giri, 2004, Pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap prestasi
kerja karyawan di wilayah usaha pos V Bandung

Tini Kustiti, 2002, Pengaruh insentif dan motivasi terhadap kinerja staf di Kantor Pusat
Bank Indonesia/ Universitas padjajaran

William B Werther, JR And Keith Davis, Human Resources And Personnel Management,

Imam Ghozali, 2005, Model Persamaan Struktural “ Konsep dan Aplikasi dengan Program
AMOS Ver 5.0 Edisi “, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang

Indra Hardiansyah, 2004, Pengaruh pelatihan dan motivasi terhadap kinerja pegawai level
manajer/spesialis dan pegawai level staff di lingkungan PT Telkom Kandatel Cianjur.

I Wayan Kemara Giri, 2004, Pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap prestasi
kerja karyawan di wilayah usaha pos V Bandung

Tini Kustiti, 2002, Pengaruh insentif dan motivasi terhadap kinerja staf di Kantor Pusat
Bank Indonesia/ Universitas padjajaran

William B Werther, JR And Keith Davis,1993, Human Resources And Personnel
Management ,internal edition.




                                                                                      9

								
To top