BAPPENAS
Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana E l iP l k R Pembangunan Daerah
Drs H. Dadang Solihin, MA Solihin Drs. H Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan DaerahBappenas Seminar Capacity Building DPRD Kabupaten Pasaman Barat Hotel Central Jakarta 13 Maret 2009 Central-Jakarta,
www.dadangsolihin.com 2
Materi
• • • • • • • • • Apa Tujuan Pembangunan? A T j P b ? Pembangunan Daerah Pergeseran Paradigma: From Government to Governance Permasalahan Pembangunan Daerah Perencanaan Pembangunan Daerah Kegagalan Perencanaan Evaluasi Penyusunan RPJPD d RPJMD P dan Penyusunan Renstra SKPD, RKPD, dan Renja SKPD
www.dadangsolihin.com
3
Apa Tujuan Pembangunan? pa ujua e ba gu a
(Todaro: the three objectives of development)
1. Peningkatan standar hidup (l 1 P i k d hid (levels of living) setiap orang, b ik l f li i ) i baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll. 2. Penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang. 3. Peningkatan kebebasan (f 3 P i k t k b b (freedom/democracy) setiap orang. d /d ) ti antar daerah antar sub daerah
How?
1. Mengurangi di 1 M i disparitas atau k i i ketimpangan pembangunan b
antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan). y y g 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah. 5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan) (berkelanjutan).
www.dadangsolihin.com
5
www.dadangsolihin.com
6
Pembangunan Daerah (1)
Pembangunan d P b daerah pada h k k h d hakekatnya adalah upaya terencana d l h untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan profesional dalam: • memberikan pelayanan kepada masyarakat, • mengelola sumber daya ekonomi daerah.
Pembangunan Daerah (2)
Pembangunan d P b daerah j h juga merupakan upaya untuk k k memberdayakan masyarakat di seluruh daerah sehingga: • tercipta suatu lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram, • memperluas pilihan yang d l ilih dapat dil k k masyarakat b i t dilakukan k t bagi peningkatan harkat, martabat, dan harga diri.
www.dadangsolihin.com
7
www.dadangsolihin.com
8
Pembangunan Daerah (3)
• Pembangunan d P b daerah dil k h dilaksanakan melalui penguatan otonomi k l l i i daerah dan pengelolaan sumber daya yang mengarah pada terwujudnya tata kepemerintahan yang baik (good governance). Pelaksanaan pembangunan daerah yang baik hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan peran dari tiga pilar, yaitu: pemerintah, pemerintah dunia usaha swasta, dan masyarakat swasta masyarakat. •
Pembangunan Daerah (4)
Pemerintahan (l i l if eksekutif, d yudikatif) memainkan peran P i h (legislatif, k k if dan dik if) i k yang menjalankan dan menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif bagi unsur-unsur lain. Peran dunia usaha swasta adalah mewujudkan penciptaan lapangan kerja dan pendapatan. Masyarakat b M k t berperan d l dalam penciptaan i t k i sosial, ekonomi i t interaksi i l k i dan politik.
•
• •
www.dadangsolihin.com
9
www.dadangsolihin.com
10
Pergeseran Paradigma:
From G Government to Governance tt G
Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance
Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat , , y yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
Tenaga Kerja Kontrol Kontrol
Dunia Usaha Swasta
Pemerintah
Masyarakat
Government
Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik, publik Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara mengijinkannya. iji k
Governance
Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama pemerintah, pemerintah civil society dan dunia usaha sebagai tiga aktor utama.
11
Nilai Pertumbuhan Pasar
Redistibusi Melalui Pelayanan
Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good. G d
www.dadangsolihin.com 12
www.dadangsolihin.com
Pelaku Pembangunan: Stakeholders
STATE
Executive Judiciary d Legislature Public service Military Police
Troika
CITIZENS
Community-based organizations C it b d i ti Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media
organized into:
BUSINESS
Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange
www.dadangsolihin.com 13 www.dadangsolihin.com 14
Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat Swasta
Ternyata Pemerintah Masih Diperlukan
Masyarakat, Masyarakat Bangsa, dan Negara
Masyarakat y Pemerintah
VISI
Good Governance
Dunia Usaha
www.dadangsolihin.com
15
www.dadangsolihin.com
16
Permasalahan Pembangunan Daerah (1)
1. Pembangunan Ekonomi 1 P b Ek i Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan Menurunnya fungsi intermediasi perbankan untuk mengembangkan sektor riil Pola persebaran investasi untuk PMA dan PMDN secara nasional b l i l belum merata d menunjukkan k ti t dan j kk ketimpangan yang cukup tinggi antarwilayah 2. Pembangunan Sosial g Menurunnya kemampuan pemerintah dalam pelayananpelayanan sosial dasar (pendidikan, kesehatan dan gizi).
Permasalahan Pembangunan Daerah (2)
3. Pembangunan Prasarana Wilayah 3 P b P Wil h Terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi antar dan intra wilayah. y Menurunnya kapasitas pemerintah daerah dalam pengaturan dan pengelolaan infrastruktur. Menurunnya k M kapasitas d k t it dan ketersediaan sumberdaya t di b d tenaga listrik. Meningkatnya masalah kelangkaan air bersih dan air minum. g y g Menurunnya kapasitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur.
www.dadangsolihin.com
17
www.dadangsolihin.com
18
Permasalahan Pembangunan Daerah (3)
4. Pembangunan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup 4 P b S b d Al d Li k Hid Menurunnya kualitas permukiman (kemacetan, kawasan kumuh, p pencemaran lingkungan ( , udara, suara, sampah). g g (air, , , p ) Berkurangnya ruang publik dan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan. Alih f fungsi l h pertanian produktif menjadi l h permukiman i lahan t i d ktif j di lahan ki secara signifikan.
Permasalahan Pembangunan Daerah (4)
5. P b 5 Pembangunan SDA d LH (lanjutan) dan (l j ) Meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi perkotaan. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang dan fokus hanya pada Perencanaan. Penurunan luas k P l kawasan H t T i d k Hutan Tropis dan kawasan resapan air, i serta meningkatnya DAS kritis. Kejadian bencana alam g p , banjir dan longsor y g j gempa, j g yang frekuensinya meningkat dan dampaknya semakin meluas, terutama pada kawasan yang berfungsi lindung.
www.dadangsolihin.com
19
www.dadangsolihin.com
20
Permasalahan Pembangunan Daerah (5)
6. Permasalahan Khusus 6 P l h Kh Lemahnya daya saing investasi Pembangunan daerah tertinggal belum ditangani secara terpadu antar sektor dan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha Pemekaran daerah yang belum mampu menyejahterakan masyarakat k t Rendahnya proses pembangunan dan penguatan stabilitas p g keamanan di daerah perbatasan negara.
www.dadangsolihin.com
21
Definisi Perencanaan
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan. pilihan pilihan
Menentukan : Menemukan (mengungkapkan dan meyakinkan) meyakinkan). Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan Tepat : Dikaitkan dengan tindakan Pilihan-pilihan :
1. Pemilihan tujuan dan kriteria 2. 2 Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan 3. Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan
www.dadangsolihin.com 23
Syarat Perencanaan
Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan: g g 1. Tujuan akhir yang dikehendaki. 2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif). 3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut. 4. Masalah-masalah yang dihadapi. 5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya. pengalokasiannya 6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya. 7. Orang, organisasi 7 Orang organisasi, atau badan pelaksananya pelaksananya. 8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan p pelaksanaannya. y
www.dadangsolihin.com 24
Fungsi/Manfaat Perencanaan
• • • • Sebagai p g penuntun arah Minimalisasi ketidakpastian Minimalisasi inefisiensi sumberdaya Penetapan standar dan pengawasan kualitas
www.dadangsolihin.com
25
Kegagalan Perencanaan (1)
1. Penyusunan perencanaan y p tidak tepat, mungkin karena: informasinya kurang lengkap, lengkap metodologinya belum dikuasai, perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbanganpertimbangan t k i perencanaan di b ik teknis diabaikan. ti b
Kegagalan Perencanaan (2)
2. Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya. kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya. aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten, masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya mendukungnya.
www.dadangsolihin.com
27
www.dadangsolihin.com
28
Kegagalan Perencanaan (3)
3. Perencanaan mengikuti p g paradigma y g ternyata tidak g yang y sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara g berkembang. Misalnya, orientasi semata-mata pada pertumbuhan yang t b h menyebabkan makin melebarnya kesenjangan. Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, perencanaannya tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu.
www.dadangsolihin.com 29
Kegagalan Perencanaan (4)
4. Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun. Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh. Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan S permintaan karena pemerintah mengatur semuanya. Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system).
www.dadangsolihin.com
30
Sistem Perencanaan yang Berhasil
• • • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat. Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, d pelaku utamanya bid i l k i dan l k t adalah masyarakat dan usaha swasta. •
Perencanaan yang Ideal y g
Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya. Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; t t i h d t t h tetapi harus b l j t sehingga menjamin berlanjut hi j i adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran. Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek dan dalam aspek, keutuhan konsep secara keseluruhan. Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system). d ti t ) Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting).
www.dadangsolihin.com 32
•
• •
www.dadangsolihin.com 31
Evaluasi
Tahap Perencanaan ( (ex-ante) ) • dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembangunan • untuk memilih dan menentukan skala prioritas dari berbagai alternatif dan kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya Tahap Pelaksanaan ( (on-going) g g) Tahap Pasca-Pelaksanaan ( p ) (ex-post) • dilakukan pada saat • dilaksanakan setelah pelaksanaan rencana pelaksanaan berakhir rencana • untuk melihat apakah pembangunan pencapaian (keluaran/ hasil/ • untuk menentukan dampak) program mampu tingkat kemajuan mengatasi masalah t i l h pelaksanaan pembangunan yang ingin dipecahkan rencana dibandingkan • untuk menilai efisiensi (keluaran dan hasil dengan rencana dibandingkan masukan), yang telah ditentukan efektivitas (hasil dan dampak y sebelumnya
terhadap sasaran), ataupun manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari suatu program. program
Evaluasi
www.dadangsolihin.com
33
www.dadangsolihin.com
34
Pengertian Indikator Kinerja
Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan KEGUNAAN dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan ( ( t ) l k (on-going), maupun setelahnya i ) l h (ex-post) petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran
www.dadangsolihin.com 35
Pengertian Kinerja
Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan misi sasaran tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN 1999:3) (LAN, Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan j j yang p g p tujuan stratejik y g ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane dan Johnson, 1995) Perilaku berkarya penampilan atau hasil karya Oleh karena berkarya, karya. itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi gg g y g tergantung pada banyak faktor (Bates dan Holton 1995).
www.dadangsolihin.com
36
Fungsi Indikator Kinerja
• Memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan • Menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders • Membangun dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja program pembangunan
Kedudukan Indikator Kinerja
Perencanaan Pelaksanaan Indikator Kinerja Kualitatif Kuantitatif Pemantauan dan Evaluasi
Sasaran dan Tujuan
www.dadangsolihin.com 37 www.dadangsolihin.com 38
Logic Model Theory
DAMPAK
Hasil pembangunan yang diperoleh dari pencapaian outcome Manfaat yang diperoleh dalam j g jangka menengah untuk g beneficieries tertentu sebagai hasil dari output
Indikator Kinerja INPUT
• Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana) (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan. Dengan meninjau di t ib i sumberdaya d D i j distribusi b d dapat di t dianalisis apakah li i k h alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang ditetapkan
Apa yang ingin diubah
Meto ode Peny yusunan n
OUTCOME
Apa yang ingin p y g g dicapai
Apa yang dihasilkan (barang) atau dilayani (jasa)
•
OUTPUT
Produk/barang/jasa akhir yang dihasilkan Proses/kegiatan menggunakan input menghasilkan output yang diinginkan Sumberdaya yang memberikan kontribusi dalam menghasilkan output
Contoh: • • • • Jumlah dana yang dibutuhkan Tenaga yang terlibat Peralatan yang digunakan Jumlah bahan yang digunakan
www.dadangsolihin.com 40
KEGIATAN
Metode Pelaksanaan
Apa yang dikerjakan
Apa yang digunakan dalam bekerja
39
INPUT
www.dadangsolihin.com Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information, National Treasury, Republic of South Africa, May 2007
Indikator Kinerja OUTPUT
• Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur. Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan g g p g instansi. Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan – – – – • – – – – Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi Jumlah permohonan yang diselesaikan Jumlah l tih J l h pelatihan / peserta pelatihan t l tih Jumlah jam latihan dalam sebulan Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli Jumlah komputer yang dibeli Jumlah gedung /jembatan yg dibangun meter panjang jalanyang dibangun/rehab
www.dadangsolihin.com 41
Indikator Kinerja OUTCOME
• P Pengukuran indikator H il seringkali rancu d k i dik t Hasil i k li dengan pengukuran indikator Keluaran. output. • Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai. • Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak pihak. • Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil y g telah diperoleh dalam bentuk output p yang p p memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat.
www.dadangsolihin.com 42
•
Contoh: •
Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan
Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome
• • Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan – Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan – tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer) – kemenangan tim dlm setiap pertandingan Peningkatan langsung hal-hal yg positif – kenaikan prestasi kelulusan siswa – peningkatan daya tahan bangunan – Penambahan daya tampung siswa Penurunan langsung h l h l yang negatif P l hal-hal tif – Penurunan Tingkat Kemacetan – Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas g gg
www.dadangsolihin.com 43
Indikator Kinerja IMPACT j
Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh d i h il k i f di l h dari hasil kegiatan. S Seperti h l i halnya i dik indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang. Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara , g sektoral, regional dan nasional. Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang – % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat – Peningkatan cadangan pangan – Peningkatan PDRB sektor tertentu • Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang – Penurunan Tingkat kemiskinan – Penurunan Tingkat Kematian
www.dadangsolihin.com 44
•
Contoh: •
•
Persyaratan Indikator Kinerja: SMART • SPESIFIC-jelas, tidak mengundang multi interpretasi • MEASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured ( What
gets managed”)
Sumber Pembuktian (Means of Verification)
• How should the information be collected, eg. sample survey • What source is most appropriate? • Who should do it? • When and How often should the information be collected, collected analyzed & reported • What formats are required to record the data being collected?
• ATTAINABLE dapat dicapai (reasonable cost using and TTAINABLE-dapat
appropriate collection method) use the data)
• RELEVANT (i f (information needs of the people who will i d f h l h ill • TIMELY-tepat waktu (collected and reported at the right
time to influence many manage decision)
www.dadangsolihin.com 45
www.dadangsolihin.com
46
Menentukan Indikator Outcome (1) ( )
1. Indikator outcome mencerminkan indikator output terpenting OUTCOME
Indikator outcome : I dik t t 1. Indikator output 1a 2. Indikator output 2b, 2c 3. Indikator output 3b 3 Indikator output 3b 4. Indikator output 4a
Menentukan Indikator Outcome (2) ( )
2. Indikator outcome merupakan composite index dari indikator t t i dik t output – Indeks gabungan (composite indexes) diperoleh dengan membobot o tp t output
OUTCOME Indikator : (I = (∑Pt / ∑Pt-1) x 100) In 0)
OUTPUT 1 Indikator 1a Indikator 1b Indikator 1c
OUTPUT 2 Indikator 2a Indikator 2b Indikator 2c
OUTPUT 3 Indikator 3a Indikator 3b Indikator 3c
OUTPUT 4 Indikator 4a Indikator 4b Indikator 4c
OUTPUT 1 Indikator : (Pta)
OUTPUT 2 Indikator : I dik (Ptb)
OUTPUT 3 Indikator : (Ptc)
48
www.dadangsolihin.com
47
www.dadangsolihin.com
Menentukan Indikator Outcome (3) ( )
3. Indikator outcome merupakan hasil Survei – I dik t output h Indikator t t harus mendukung pencapaian d k i outcome, meskipun tidak terkait langsung dalam penyusunan indikator outcome
OUTCOME (mis : IHSG, IPM, APK)
Penyusunan RPJPD dan RPJMD
OUTPUT 1 Indikator output
OUTPUT 2 Indikator output
OUTPUT 3 Indikator output
www.dadangsolihin.com
49
www.dadangsolihin.com
50
Tata Cara Penyusunan RPJPD
Rancangan Visi & Misi Saran, tanggapan, Rekomendasi stakeholders Rumusan hasil kesepakatan & komitmen
Sistematika Penulisan RPJP Daerah RPJP
Bab I Bab II Pendahuluan Kondisi, Analisis dan Prediksi Kondisi Umum Daerah Visi, Misi, dan Arah Pembangunan Daerah Penutup
Prediksi Kondisi Umum Daerah
Geomorfologi & lingkungan - Ekonomi & SDA
-
Rancangan Akhir RPJPD Rancangan RPJP
Merumuskan gambaran awal Visi - Misi - Arah Pembangunan
-
- Visi
- Demografi - Prasarana dan sarana - dll.
Sosialisasi, Konsultasi Publik, Publik dan jaring asmara
- Misi
Musrenbang Jangka Panjang Daerah
- Arah Pembangunan ▪ Arahan Umum ▪ Fungsi & peran sub wilayah/ kawasan
Penetapan Perda ttg RPJPD
Peraturan Daerah ttg RPJP Daerah
Bab III Bab IV
Rancangan Arah Pembangunan
Rencana tata ruang
www.dadangsolihin.com
51
www.dadangsolihin.com
52
Langkah Penyusunan RPJMD
(1)
Indikator
Bappeda menyusun Rancangan Awal RPJMD a) b) c) d) ) Visi,Misi Kepala Daerah Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah g
Visi, Misi, Program Kepala Daerah Terpilih (2) (3)
Outline RPJMD berdasarkan PP 8/2008
1. Pendahuluan 1 P d h l 2. Gambaran Umum Kondisi Daerah 3. 3 Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah serta Kerangka Pendanaan 4. Analisis Isu-isu Strategis; 5. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran 6. Strategi dan Arah Kebijakan 7. 7 Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah 8. Indikasi Rencana Program Prioritas yang Disertai Kebutuhan Pendanaan 9. Penetapan Indikator Kinerja Daerah 10. Pedoman Transisi dan Kaidah Pelaksanaan
53 www.dadangsolihin.com 54
SKPD Menyusun Renstra SKPD Program SKPD
(4)
e) Program SKPD
Bappeda menyelenggarakan pp y gg MUSRENBANG RPJMD
Bappeda menyusun Rancangan Akhir RPJMD a) ) b) c) d) e) ) Visi, Misi Kepala Daerah p Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD g
(5)
Penetapan RPJMD ( ) (7)
(6)
Digunakan sebagai pedoman penyusunan Rancangan RKPD
www.dadangsolihin.com
Checklist: RPJMD yang Berkualitas
Adanya K Ad Keterkaitan RPJMD d k i dengan D k Dokumen P Perencanaan Lainnya 2. Profil Daerah dan Prediksi ke Depan p 3. Visi Pembangunan Daerah Jangka Menengah 4. Misi Pembangunan Daerah Jangka Menengah 5. Isu Strategis Daerah 6. Rumusan Tujuan 7. 7 Rumusan Strategi 8. Rumusan Kebijakan 9. Rumusan Program Pembangunan Daerah g g 10. Rumusan Arah Kebijakan Keuangan Daerah 11. Keterkaitan antar Elemen Dokumen RPJMD 12. Kemudahan RPJMD dalam Mendukung Terlaksanannya Rencana
www.dadangsolihin.com 55
1. 1
Penyusunan Renstra SKPD SKPD, RKPD, RKPD dan Renja SKPD
www.dadangsolihin.com
56
Tahapan Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah
Rencana Pembangunan Daerah (Pasal 4 ayat 1) Dokumen Perencanaan
RPJPD RPJMD RKPD
Rencana Pembangunan Daerah disusun dengan tahapan (Pasal 4 ayat 2) g g p ( y ) Penyusunan Rancangan Awal
Penyusunan Renstra SKPD
RPJPD RPJMD RKPD
Pelaksanaan Musrenbang Perumusan Rancangan Akhir Penetapan Rencana
www.dadangsolihin.com 57 www.dadangsolihin.com 58
Apa Itu Renstra SKPD (1)
• Renstra SKPD merupakan satu dokumen rencana resmi daerah yang dipersyaratkan untuk mengarahkan pelayanan SKPD khususnya d pembangunan d kh dan b daerah pada umumnya d l h d dalam j jangka k waktu 5 tahun ke depan masa pimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih. Kualitas penyusunan Renstra SKPD akan sangat ditentukan oleh kemampuan SKPD untuk menerjemahkan, mengoperasionalkan, dan mengimplementasikan Visi Misi dan Agenda KDH tujuan Visi, KDH, tujuan, strategi, kebijakan, dan capaian program RPJMD ke dalam penyusunan Renstra SKPD sesuai TUPOKSI SKPD. •
Apa Itu Renstra SKPD (2)
Renstra SKPD menjawab 3 pertanyaan dasar; 1) Ke mana pelayanan SKPD akan diarahkan pengembangannya dan apa yang hendak dicapai dalam lima tahun mendatang; 2) Bagaimana mencapainya; 3) Langkah langkah strategis apa yang perlu dilakukan agar tujuan Langkah-langkah tercapai. Untuk mendapatkan dukungan yang optimal bagi implementasinya, proses penyusunan dokumen Renstra SKPD perlu membangun komitmen dan kesepakatan dari semua stakeholder (termasuk ) p j Forum Multistakeholder SKPD) untuk mencapai tujuan Renstra SKPD melalui proses yang transparan, demokratis, dan akuntabel dengan memadukan pendekatan teknokratis, demokratis, partisipatif, dan politis.
www.dadangsolihin.com 60
•
•
www.dadangsolihin.com
59
Outline Renstra SKPD
Pendahuluan; Gambaran pelayanan SKPD; Isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi; Visi, misi, Visi misi tujuan dan sasaran strategi dan kebijakan; sasaran, rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif; dan 5. Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. 1. 2. 2 3. 4. 4
Penyusunan Renstra SKPD y
Pasal 27 ayat 3
Masukan Rancangan Renstra SKPD
Rancangan Renstra-SKPD oleh SKPD
Memuat visi, misi, tujuan, g, j ,p g strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya
Mengacu kepada RPJMD dan bersifat indikatif
Pasal 25 ayat 2 dan 4
Renstra SKPD ditetapkan dalam Keputusan Kepala SKPD K K l
Pasal 26
www.dadangsolihin.com
61
www.dadangsolihin.com
62
Renstra SKPD dalam Penyusunan RPJMD
(1) Visi, Misi, Program Kepala Daerah Terpilih (2) (3)
Renstra SKPD
Checklist: Renstra SKPD yang Berkualitas (1)
1. Ada review yang cukup menyeluruh tentang kinerja pelayanan SKPD dalam periode lalu (1-3 tahun lalu) untuk mengidentifikasi faktor i t f kt internal dan eksternal yang telah b ld k t l t l h berpengaruh pada ki j h d kinerja pelayanan SKPD. 2. Ada kejelasan rumusan status dan kedudukan kinerja pencapaian j j p p pelayanan SKPD masa kini dalam penyelenggaraan berbagai urusan wajib atau pilihan SKPD sesuai TUPOKSI SKPD. 3. 3 Ada kajian perspektif masa depan SKPD; mengantisipasi perubahan- perubahan, kecenderungan perkembangan internal dan eksternal yang diperkirakan akan mempengaruhi kinerja pelayanan SKPD d merumuskan apa yang perlu dil k k agar l dan k l dilakukan pelayanan SKPD kepada masyarakat lebih efisien dan efektif.
Bappeda menyusun Rancangan Awal RPJMD a) b) c) d) ) Visi,Misi Kepala Daerah Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah g
SKPD Menyusun Renstra SKPD Program SKPD
(4)
e) Program SKPD
Bappeda menyelenggarakan pp y gg MUSRENBANG RPJMD
Bappeda menyusun Rancangan Akhir RPJMD a) ) b) c) d) e) ) Visi, Misi Kepala Daerah p Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD g
(5)
Penetapan RPJMD ( ) (7)
(6)
Digunakan sebagai pedoman penyusunan Rancangan RKPD 63
www.dadangsolihin.com
www.dadangsolihin.com
64
Checklist: Renstra SKPD yang Berkualitas (2)
4. Ada rumusan isu dan permasalahan strategis pembangunan pelayanan SKPD dan identifikasi langkah-langkah strategis untuk memperbaiki pelayanan SKPD k b iki l kepada masyarakat. d k t 5. Ada kesesuaian dan konsistensi antara visi, misi, dan agenda KDH terpilih, tujuan, strategi, kebijakan, dan capaian p g p , j , g, j , p program RPJMD dengan usaha mengoptimalkan kekuatan dan mengatasi kelemahan internal organisasi dan pelayanan SKPD; mengoptimalkan peluang dan mengatasi tantangan eksternal pengembangan pelayanan SKPD. 6. Ada penerjemahan yang baik dan sistematis dari visi, misi, dan agenda KDH terpilih d RPJMD k d l d t ilih dan ke dalam perumusan visi, misi, i i i i tujuan (SMART), strategi, dan kebijakan pembangunan pelayanan SKPD sesuai TUPOKSI SKPD
www.dadangsolihin.com 65
Checklist: Renstra SKPD yang Berkualitas (3)
7. Ada rumusan yang baik dan sistematis tujuan (berasaskan pada prinsip SMART), strategi, kebijakan, dan prioritas program pembangunan pelayanan SKPD b l SKPD. 8. Ada kesesuaian antara hasil rumusan isu strategis dalam p g pengelolaan keuangan daerah dengan rumusan tujuan, strategi, g g j , g, dan arah kebijakan keuangan dan pembiayaan SKPD. 9. Ada kesesuaian antara rumusan program pembangunan daerah dengan kendala fiskal SKPD SKPD. 10. Ada keterkaitan yang erat dan kontribusi program pembangunan daerah terhadap pemecahan isu dan permasalahan strategis pelayanan SKPD dan pembangunan daerah secara keseluruhan. 11. Ada proses perencanaan yang demokratis dan partisipatif dalam keseluruhan proses pengambilan keputusan penyusunan Renstra SKPD
www.dadangsolihin.com
66
Step by Step Penyusunan Renstra SKPD
1. Tahap Persiapan 2. Tahap Penyusunan Rancangan Awal RPJM Daerah 3. Tahap Penyusunan Rancangan Awal Renstra SKPD 4. Tahap Pelaksanaan Musrenbang Daerah Jangka Menengah 5. Tahap Penyusunan Rancangan Akhir RPJM Daerah/ Renstra SKPD 6. 6 Tahap Penetapan Peraturan Daerah tentang RPJMD
Penyusunan RKPD
www.dadangsolihin.com
67
www.dadangsolihin.com
68
Apa Itu RKPD?
• RKPD atau Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan satu dokumen rencana resmi daerah yang dipersyaratkan bagi mengarahkan pembangunan d hk b daerah d l h dalam j jangka waktu satu t h k kt t tahun ke depan. RKPD mempunyai fungsi p p y g penting dalam sistem p g perencanaan daerah, karena RKPD menerjemahkan perencanaan strategis jangka menengah (RPJMD dan Renstra SKPD) ke dalam rencana, program, program dan penganggaran tahunan. tahunan RKPD menjembatani sinkronisasi harmonisasi rencana tahunan dengan rencana strategis; mengoperasionalkan rencana strategis ke dalam l d l langkah-langkah t h k hl k h tahunan yang l bih k k it d t k untuk lebih konkrit dan terukur t k memastikan tercapainya rencana strategis jangka menengah.
Outline RKPD
1. Pendahuluan; 2. Evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu; 3. Rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan; 4. 4 Prioritas dan sasaran pembangunan; 5. Rencana program dan kegiatan prioritas daerah.
•
•
www.dadangsolihin.com
69
www.dadangsolihin.com
70
(8)
Langkah Penyusunan RKPD
Bappeda menyusun Rancangan Awal RKPD (9) (10) SKPD Menyusun Renja SKPD Program SKPD MUSRENBANG Desa/Kelurahan/Kecamatan (11.a) Rancangan Akhir RKPD (11.b) MUSRENBANG Kab/Kota a. a Sinkronisasi Program SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP (12) MUSRENBANG Prov Sbg g Wakil Pemerintah Pusat a. Harmonisasi Dekon dan TP
Mei April Maret
Checklist: RKPD yang Berkualitas (1)
1. Ada review yang cukup menyeluruh tentang kinerja pembangunan daerah dalam periode lalu (1-3 tahun lalu) untuk mengidentifikasi faktor i t f kt internal dan eksternal yang telah b ld k t l t l h berpengaruh pada ki j h d kinerja pelayanan SKPD. 2. Ada kejelasan rumusan status dan kedudukan kinerja j j pembangunan daerah masa kini dalam penyelenggaraan berbagai fungsi, urusan wajib, atau urusan pilihan. 3. 3 Ada kajian perspektif masa depan daerah; mengantisipasi perubahan-perubahan, kecenderungan perkembangan internal dan eksternal yang diperkirakan akan mempengaruhi kinerja pembangunan d b daerah d merumuskan apa yang perlu dil k k h dan k l dilakukan agar kinerja daerah dalam pembangunan dapat ditingkatkan, lebih efisien, dan efektif.
71 www.dadangsolihin.com 72
a) Prioritas Pembangunan Daerah b) Kebijakan Umum c) Kerangka Ekonomi Daerah Pagu Indikatif d) Program SKPD
a) b) c) d)
Prioritas Pembangunan Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD (15) Penetapan RKPD (14)
(13) Bappenas menyelenggarakan (4) MUSRENBANGNAS a. Sinkronisasi Program KL/SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP www.dadangsolihin.com
April
Sebagai pedoman penyusunan Rancangan APBD
Checklist: RKPD yang Berkualitas (2)
4. Ada rumusan isu dan permasalahan strategis pembangunan daerah dan identifikasi langkah-langkah strategis untuk memperbaiki ki j pembangunan d b iki kinerja b daerah. h 5. Ada konsistensi dan hubungan yang jelas antara RKPD dengan visi, misi, dan agenda KDH terpilih, tujuan, strategi, kebijakan, dan , , g p , j , g, j , capaian program RPJMD, RKP, dan Pedoman Penyusunan APBD yang diterbitkan oleh MENDAGRI. 6. 6 Ada penerjemahan yang baik dan sistematis dari visi misi dan visi, misi, agenda KDH terpilih dan RPJMD ke dalam perumusan tujuan (SMART), strategi, dan kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan d b daerah. h 7. Penyusunan Program dan Kegiatan berbasis kinerja dan mengakomodasikan STÁNDAR PELAYANAN MINIMAL. g
www.dadangsolihin.com 73
Checklist: RKPD yang Berkualitas (3)
8. Ada kesesuaian antara hasil rumusan isu strategis dalam pengelolaan keuangan daerah dan kendala fiskal daerah dengan rumusan t j tujuan, strategi, d arah k bij k k t t i dan h kebijakan keuangan d dan pembiayaan RKPD 9. Ada proses p p perencanaan y g demokratis dan p yang partisipatif dalam p keseluruhan proses pengambilan keputusan penyusunan RKPD dan kesesuaian antara RKPD dengan hasil-hasil kesepakatan Musrenbang dan Forum Multi Stakeholder SKPD SKPD.
www.dadangsolihin.com
74
Step by Step Penyusunan RKPD
1. Tahap Persiapan 2. Tahap Penyusunan Rancangan Awal RKPD 3. Tahap Penyusunan Rancangan Awal Renja SKPD 4. Tahap Pelaksanaan Musrenbang Tahunan Daerah 5. Tahap Penyusunan Rancangan Akhir RKPD/Renja SKPD 6. Tahap Penetapan RKPD dan Renja SKPD
Penyusunan Renja SKPD
www.dadangsolihin.com
75
www.dadangsolihin.com
76
Apa Itu Renja SKPD?
• Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah merupakan satu dokumen rencana resmi daerah yang dipersyaratkan bagi mengarahkan program dan kegiatan pelayanan SKPD khususnya dan pembangunan tahunan daerah pada umumnya umumnya. Renja SKPD adalah perencanaan pada unit organisasi terendah dan terkecil di pemerintah daerah yang memberikan masukan utama dan mendasar bagi perencanaan di peringkat yang lebih atas seperti RKPD, Renstra SKPD, RPJMD dan bahkan RPJPD. Renja SKPD berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat yang merupakan tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kualitas K lit penyusunan R j SKPD dengan demikian akan sangat Renja d d iki k t menentukan kualitas pelayanan SKPD yang diberikan kepada masyarakat penggunanya.
www.dadangsolihin.com 77
Outline Renja SKPD
Pendahuluan; Evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu; Tujuan, sasaran, program dan kegiatan; Indikator kinerja dan kelompok sasaran yang menggambarkan pencapaian Renstra SKPD; 5. 5 Dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif; 6. Sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan; 7. Penutup. 1. 1 2. 3. 4.
•
•
•
www.dadangsolihin.com
78
Penyusunan Renja SKPD (1)
•
Masukan Rancangan Renja SKPD Rancangan Renja-SKPD oleh SKPD
Memuat kebijakan, program dan kebijakan pembangunan y Pasal 27 ayat 1 dan 3 Rancangan Renja SKPD dibahas dalam forum SKPD untuk menentukan prioritas pembangunan Pasal 27 ayat 5 Renja SKPD ditetapkan dalam Keputusan Kepala SKPD Pasal 28
www.dadangsolihin.com 79
Penyusunan Renja SKPD (2)
RENJA SKPD menekankan tentang pentingnya SKPD menguasai dan kompeten dalam menyusun program dan kegiatan SKPD karena RENJA SKPD merupakan dasar utama bagi penyusunan rencana dan penganggaran tahunan dan rencana strategis jangka menengah daerah. Kualitas penyusunan RENJA SKPD akan sangat menentukan kualitas rencana daerah diatasnya.
Mengacu kepada rancanga awal RKPD, Renstra SKPD, p hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya, masalah yang dihadapi dan usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat Pasal P l 27 ayat 2 t
•
www.dadangsolihin.com
80
Checklist: Renja SKPD yang Berkualitas (1)
1. Ada review yang cukup menyeluruh tentang kinerja pelayanan SKPD dalam periode lalu (1-3 tahun lalu) untuk mengidentifikasi faktor i t f kt internal dan eksternal yang telah b ld k t l t l h berpengaruh pada ki j h d kinerja pelayanan SKPD. 2. Ada kejelasan rumusan status dan kedudukan kinerja pelayanan j j p y SKPD masa kini dalam penyelenggaraan fungsi pokoknya, urusan wajib, atau urusan pilihan. 3. 3 Ada kajian perspektif masa depan daerah; mengantisipasi perubahan- perubahan, kecenderungan perkembangan internal dan eksternal yang diperkirakan akan mempengaruhi kinerja pelayanan SKPD d merumuskan apa yang perlu dil k k agar l dan k l dilakukan kinerja SKPD dapat ditingkatkan, lebih efisien, dan efektif.
Checklist: Renja SKPD yang Berkualitas (2)
4. Ada rumusan isu dan permasalahan strategis pelayanan SKPD dan identifikasi langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kinerja pelayanan k l kepada masyarakat d k t 5. Ada benang merah yang jelas antara Renja SKPD dengan , , , g p , j , TUPOKSI SKPD, visi, misi, dan agenda KDH terpilih, tujuan, strategi, kebijakan dan capaian program RPJMD, RKP, dan Pedoman Penyusunan APBD yang diterbitkan oleh MENDAGRI 6. 6 Ada penerjemahan yang baik dan sistematis dari RKPD ke dalam perumusan tujuan (SMART), strategi dan kebijakan, kriteria penentuan prioritas Program dan Kegiatan yang tepat dan efektif dari l d i pelayanan SKPD 7. Penyusunan Program dan Kegiatan berbasis kinerja dan mengakomodasikan Stándar Pelayanan Minimal g y
www.dadangsolihin.com 82
www.dadangsolihin.com
81
Checklist: Renja SKPD yang Berkualitas (3)
8. Ada proses perencanaan yang demokratis dan partisipatif dalam keseluruhan proses pengambilan keputusan penyusunan Renja SKPD dan kesesuaian antara RKPD dengan hasil-hasil d k i t d h il h il kesepakatan MUSRENBANG dan Forum Multi Stakeholder SKPD
Step by Step Penyusunan Renja SKPD
1. Tahap Persiapan 2. Tahap Penyusunan Rancangan Awal RKPD 3. Tahap Penyusunan Rancangan Awal Renja SKPD 4. Tahap Pelaksanaan Musrenbang Tahunan Daerah 5. Tahap Penyusunan Rancangan Akhir RKPD/Renja SKPD 6. Tahap Penetapan RKPD dan Renja SKPD
www.dadangsolihin.com
83
www.dadangsolihin.com
84
Tentang Narasumber
Terima Kasih
www.dadangsolihin.com
85
www.dadangsolihin.com
86