Docstoc

Mengatasi Flu dalam Pernikahan

Document Sample
Mengatasi Flu dalam Pernikahan Powered By Docstoc
					                          Mengatasi Flu dalam Pernikahan
                                        By : Heber Sibuea

Kita sekarang mengenal bermacam-macam virus : virus terkenal dari Barat sungai Nil, virus influenza,
virus flu burung dan juga virus Flu dalam pernikahan. Ini memang benar, penyakit paling mematikan
yang dihadapi banyak masyarakat suatu negara adalah Flu dalam Pernikahan yang mematikan. Flu ini
menginveksi banyak pasangan keluarga dan dapat membuat keluarga hanya bisa menggenggam udara
hampa. Keluarga akan kehilangan tujuannya akibat penyakit ini.

Gejala umum dari Flu dalam pernikahan adalah adanya komplain, terlalu banyak waktu untuk bekerja,
kemarahan dari anak-anak, pengharapan yang tidak tercapai. Bagaimanapun ada empat gejala yang
umum dari Flu dalam pernikahan, yang jika dibiarkan tidak tertangani akan menciptakan terjadinya
kematian dalam pernikahan.

Keempat gejala berpusat disekeliling cara anda berkomunikasi selama konflik. Setiap pasangan
mengalami konflik, namun jika anda punya beberapa gejala hebat dari Flu dalam pernikahan ini, maka
pernikahan anda berada dalam resiko yang tidak masuk akal.

Keempat gejala terburuk adalah tahap eskalasi atau peningkatan, tahap menarik diri, tahap pelecehan
dan tahap kepercayaan salah yang negatif. Kabar baiknya adalah bahwa ilmuwan telah
mengembangkan vaksinasi yang dapat menyembuhkan semua gejala terburuk itu. Kabar buruknya
adalah bahwa hanya segelintir pasangan yang mengetahui tentang vaksinasi itu. Namun sebelum saya
mendapatkan vaksinasi itu, biarkan saya menjelaskan setiap hal dari keempat gejala terburuk itu.

Tahap eskalasi atau peningkatan dapat dijelaskan sebagai energi yang murni. Terjadi ketika konflik
anda menjadi keluar kendali dan anda mengatakan dan melakukan sesuatu dalam panas emosi yang
akan anda sesali di kemudian hari. Disitu ada yang namanya teriakan, gertakan atau hentakan kaki dan
orang punya potensi untuk melemparkan barang-barang di rumah (biasanya barang yang mudah untuk
dilempar).

Menarik diri dapat dijelaskan seperti halnya piagam Mesir. Tidak ada seorangpun yang ingin dekat-
dekat ketika konflik terjadi. Anda menghindari konflik dan mencoba apa saja untuk menjaga
perdamaian. Masalahnya dengan menarik diri ini adalah bahwa luka dan kemarahan yang anda tekan
dan coba dihindari pada akhirnya akan mengumpulkan dampak buruknya beberapa tahun kemudian.
Anda tidak pernah mengubur mati yang namanya luka dan amarah, anda hanya akan menguburkan
kehidupan.

Pelecehan pada dasarnya meletakkan nilai yang rendah pada pasangan anda. Anda mengatakan kata-
kata menyakitkan yang artinya merendahkan pasangan anda. Seringkali anda akan mendengar
pernyataan seperti : "Mengapa ya saya bisa menikahi kamu?", "Oh, betapa idiotnya kamu ini!", "Saya
benci kamu". Kalimat-kalimat ini menghancurkan komitmen inti dari pernikahan dan memakan habis
yang namanya kestabilan pernikahan.

Kepercayaan salah yang negatif adalah tipuan. Karena si korban secara tipikal bingung dan
dibingungkan karena dia tidak bisa melakukan hal yang benar. Setiap tindakan yang punya potensi
positif sama sekali dipandang sebagai tindakan yang negatif. Anda tidak dapat melakukan yang benar
dimata seseorang yang telah membangun kepercayaan salah yang negatif.

Sekarang anda mengerti gejala-gejala terburuk, biarkan saya mengatakan pada anda tentang vaksinasi
yang para ilmuwan telah kembangkan untuk memusnahkan Flu dalam pernikahan ini. Vaksinasi
secara sederhana dikatakan sebagai komunikasi.
Adalah kemampuan anda untuk melakukan tiga hal terpenting ini:

   1. Menyimak kalimat orang yang sedang berkata-kata
      Kapan terakhir kali anda benar-benar duduk dan mendengarkan (menyimak) apa yang
      pasangan anda coba katakan pada anda?. Mendengarkan tidak membutuhkan tindakan apa-apa
      terhadap kuping anda, namun cukup hanya postur anda, perhatian, dan hasrat untuk mengerti.
   2. Cerminkan pada pembicara apa yang kamu pikir tentang perkataannya
      Ketika kamu cerminkan kembali pada seseorang dimana anda pada dasarnya mensahkan apa
      yang mereka rasakan dan perlukan. Pasangan anda mungkin akan mengatakan hal seperti ini :
      "Itu benar-benar melukai perasaan saya". Ketika anda secara tepat mencerminkan kembali hal
      itu, anda akan mengatakan sesuatu sebagai balasannya seperti ini : "Wow. Kedengarannya saya
      benar-benar melukai perasaan kamu".
   3. Ketika anda menilai seseorang, nilailah kata-katanya dan perasaannya sama banyak
      Langkah terakhir adalah dengan meletakkan nilai yang tinggi pada perasaan atau kebutuhan
      yang baru anda dengarkan. Jika pasangan anda terluka, maka anda ingin tanyakan apa yang
      bisa dilakukan untuk untuk memperbaiki kerusakan yang ada. Jika pasangan anda frustasi,
      maka anda ingin menanyakan apa yang bisa anda lakukan untuk mengakhiri frustasi itu. Itu
      adalah kesempatan anda untuk benar-benar mengasihi pasangan anda apa adanya dan bukan
      untuk mengkritik atau menghakimi perasaannya.

Komunikasi yang efektif pada akhirnya lebih efisien dan mengambil lebih sedikit waktu daripada
metode lainnya yang dapat anda coba. Disamping itu tujuan akhir dari pernikahan adalah untuk
mencintai dan untuk dicintai.

Flu dalam pernikahan tidak harus meng-infeksi pernikahan anda. Ambil vaksinasi berupa komunikasi
hari ini dan buku-buku tentang komunikasi, yang mengajarkan pada anda bukan hanya untuk
berkomunikasi secara efektif, namun juga vaksin penting lainnya yang dapat anda ambil untuk
membangun hubungan yang baik.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:16
posted:8/2/2010
language:Indonesian
pages:2