resensi buku pendidikan - DOC - DOC by mabadik

VIEWS: 2,632 PAGES: 3

More Info
									Reviewer : Umriyah Qowilatin (NIM: 2008.86.01.0261)
Review buku Ilmu Pendidikan Islam, Pengarang H.M.Arifin, M.Ed, Penerbit: PT Bumi
Aksara Tahun 2008, Jumlah 174 halaman


                     ILMU PENDIDIKAN ISLAM

Sampai saat ini para ilmuwan muslim yang menaruh minat kepada ilmu pendidikan Islam
telah mulai mempelajari pendidikan Islam, tidak hanya di lihat sebagai pengalaman
praktis dalam sejarah perkembangannya, melainkan juga mempelajari pendidikan Islam
sebagai ilmu akademik dan teoretis.Apalagi di lingkungan perguruan tinggi Islam Ilmu
Pendidikan Islam sebagai sebuah disiplin ilmu dan dalam lingkungan pengetahuan
pendidikan umum, masih berada dalam tahap permulaan perkembanganIlmu pendidikan
Islam masih terbuka kepada pemikiran-pemikiran kreatif analisis para ilmuwan muslim
untuk penyempurnaannya lebih lanjut sepanjang pemikiran-pemikiran tersebut sejalan
dengan tuntutan nilai Islam yang terkandung di dalam sumber pokoknya, yaitu Al-qur’an
dan hadis.
Sebagai disiplin ilmu, pendidikan Islam mengandung potensi ideal yang dapat di
kembangkan kepada dua arah, yakni ilmu teoretis dan ilmu praktis. Khususnya dalam
perkembangan ilmu pendidikan, pemikiran teoretis berlandaskan pada konsepsi,
hipotesis, dan asumsi yang bernilai pedagogis. Karena pada dasarnya ilmu pendidikan
Islam tidak bersikap kaku terhadap pemikiran-pemikiran baru dari manapun datangnya,
baik pemikiran yang aspiratif dari kedua sumber pokoknya maupun dari ide-ide yang non
islami yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip kedua sumber pokok tersebut.
Hubungan antara ilmu pendidikan teoretis dan praktis tampak jelas dalam proses
operasionalisasi kependidikan Islam. Dalam praktiknya antara ilmu pendidikan Islam
teoretisdan praktis membantu satu sama lain dalam proses pengembangannya.Misalnya
satu teori kependidikan yang di tetapkan oleh para ilmuwan pendidikan Islam baru
memiliki validitasnya bila telah teruji kebenarannya dalam praktik (pengalaman). Sedang
pengalaman praktis kependidikan Islam akan memberikan bahan masukan berupa
informasi-informasi kepada ilmu pendidikan teoretis tersebut.Demikianlah seterusnya
sehingga terjadi siklus yang berkesinambungan dalam proses perkembangannya.Siklus
yang demikian itulah yang menjadikan ilmu pendidikan Islam tidak akan mengalami
stagnasi perkembangan, yang sekaligus menjadi ciri khas dari dinamika ilmu
pengetahuanyang akademis.
Pengalaman praktis dalam ilmu pendidikan Islam dapat kita peroleh proses sejarah
pendidikan Islam yang berlangsung dalam masyarakat Islam dari zaman ke zaman.Dalam
proses sejarah pendidikan Islam, kita dapat menemukan berbagai perbedaan informasi
atau fakta kependidikan Islm yang menunjukkan bukti bahwa penerapan ide-ide tentang
kependidikan Islam di dalam masyarakat Islam yang berbeda-beda lingkungannya
merupakan faktor penting yang perlu mendapatkan analisis mendalam dari para ilmuwan
muslim.
Untuk menjadikan ilmu pendidikan Islam mapan pada posisinya sebagai disiplin ilmu
maka di perlukan perumusan-perumusan pengertian yang definitive tentang sistem ,pola
dan model pendidikan yang mampu memberikan corak khas Islam kepada proses
kependidikan menuju kearah tujuannya.
Pemikiran-pemikiran teoretis dan praktis kependidikan Islam tidak dapat melepaskan diri
dari pada tinjauan terhadap masalah system pendidikan Islam.Dilihat dari segi
praktis,sistem kependidikan Islam merupakan sarana ideal bagi berlangsungnya proses
kependidikan Islam,sehingga proses itu sendiri akan menemukan kemudahan-kemudahan
dan terhindar dari segala macam hambatan atau rintangan operasional.
Di lihat dari segi teoretis,system kependidikan Islam merupakan suatu kebulatan yang
tersusun dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang masing-masing bekerja
sesuai fungsinya, namun saling berhubungan dalam proses menuju kepada tujuan sebagai
suatu keseluruan.
Hubungan antara ilmu pendidikan teoretis dan praktis terfokus pada materi
pelajaran,metode dan tujuan yang hendak di capai melalui proses.Sedangkan sistem
dalam pengertian imu pendidikan teoretis adalah semua komponen yang menjadikan
pendidikan Islam sebagai disiplin ilmu yang bulat.Komponen-komponen tersebut terdiri
atas filsafat pendidikan Islam, kurikulum pendidikan Islam,evaluasi pendidikan Islam,dan
research pendidikan Islam, yang pada gilirannya akan terbentuk teori- teori pendidikan
yang disistematisasikan menjadi ilmu pendidikan Islam.
Dalam pelaksanaan rumusan-rumusan teoretis dan praktis dalam pendidikan Islam, dapat
di pergunakan berbagai system pendekatan (interdisciplinary approaches) terhadap
sasaran analisis yang terdiri dari lima faktor pendidikan Islam, yaitu pendidik, anak didik,
alat-alat lingkungan sekitar, dan cita-cita pendidikan. Penerapan sistem pendekatan
tersebut di sejalankan dengan konsepsi dasar dari sumber pokok ilmu pendidikan Islam.
Dari dalam kandungan sumber pokok yaitu Al-qur;an dan hadis, para ahli pikir muslim
telah mengembangkan pemikiran-pemikiran teoretis dan praktis kependidikan Islam yang
diterapkan dalam bebagai struktur masyarakat Islam dari berbagai Negara atau
lingkungan hidup. Dengan demikian ilmu pendidikan Islam ,dalam proses
perkembangannya akan lebih banyak menemukan gagasan-gagasan baru tentang
permasalahan kependidikan Islam sesuai dengan tuntutan masyarakat yang konsep
dasarnya telah tersedia di dalam sumber pokok tersebut. Penjelejahan dan penggalian-
penggaliannya terbuka lua bagi para mujtahidin bidang pendidikan . Hal ini mengingat
sumber pokok terutama Al-qur’an adalah kalam Ilahi yang mengandung implikasi
pedagogis bagi manusia. Sedang manusia sebagai makhluk Tuhan di karuniai
kemampuan dasar yang dapat di kembangkan melalui proses kependidikan, yaitu yang di
sebut fitrah.
Bahan pelajaran yang tersusun dalam kurikulum pendidikan Islam tidak hanya terbatas
pada kehidupan keagamaan (spiritual), melainkan mencakup seluruh bidang kehidupan
manusia yang di dasari dengan iman dan takwa kepada Allah SWT.
Bahan pelajaran tersebut harus di ajarkan melalui metode-metode yang tepat guna dan
berdaya guna sesuai dengan situasi, kondisi dan kemampuan anak didik, namun di
upayakan agar kemampuan itu dapat mencapai titik optimalnya.
Metode-metode pendidikan tersebut dapat digali dari dalam kandungan kitab Tuhan dan
di praktikkan oleh Rasulullah saw, atau menetapkan metode dari sumber non-Islam yang
sejalan atau tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Titik sentralnya adalah terletak
pada internalisasi tranformasi nilai-nilai Islami ke dalam pribadi manusia.
Tujuan akhir pendidikan Islam merupakan realisasi dari cita-cita agama Islam yang
penuh dengan nilai-nilai kehidupan yang sama sebangun dengan cita-cita Tuhan Yang
Maha Pendidik sekalian alam. Tujuan pendidikan Islam menjadi kompas (pedoman)
pelaksanaan proses kependidikan Islam yang sekaligus menjadi tolak ukur bagi
keberhasilan pendidikan Islam. Untuk mengetahui keberhasilan proses kependidikan
Islam di perlukan sistem evaluasi pendidikan Islam yangtepat sasaran dan tepat guna,
yaitu menyangkut gejala-gejala batiniyah dan gejala lahiriyah yang dimanifestasikan oleh
tingkah laku manusia muslim paripurna. Muslim paripurna adalah sosok pribadi yang
bernafaskan Islam, beriman dan bertakwa serta berilmu pengetahuan yang mampu
mengamalkan dalam perilaku akhlak al- karimah,yang saleh dan yang bertaabbad hanya
kepada Allah semata.Orientasi hidup orang yang berkepribadian muslim paripurna adalah
hanya kepada keridlaan Allah semata. Dan dari keridlaan Allah ini manusia muslim
mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

								
To top