MATERI HUKUM PERIKATAN by wjj14051

VIEWS: 2,805 PAGES: 17

									MATERI HUKUM PERIKATAN


HAPUSNYA PERIKATAN
          by: FAUZUL ALIWARMAN
 Sebab-sebab hapusnya perikatan
 hapusnya perikatan yg timbul dari
  perjanjian maupun UU.
   Bab IV Buku III
 Pasal 1381 KUHPerd
   10 cara hapusnya perikatan
 Pembayaran (1382)              kec. suborgasi
 Penawaran pembayaran tunai diikuti dengan
  penyimpangan/penitipan/Konsinyasi         (1404)
 Pembaharuan hutang (novasi)            (1413)
 Perjumpaan hutang (kompensasi)            (1426)
 Percampuran hutang (Konfusio)
 Pembebasan hutang
 Musnahnya barang terutang
 Kebatalan atau pembatalan perikatan
 Berlakunya syarat batal (Bab I)            gugur
 Kadaluwarsa (Bab 7 Buku IV)
  Subekti menambahkan 2 cara
  hapusnya perikatan
 Berakhirnya jangka waktu
   Perjanjian sewa menyewa
 Meninggalnya seseorang
   Perjanjian perburuhan
1. Pembayaran
 Dalam KUHPerd
   pembayaran dalam arti luas
     Pemenuhan suatu prestasi
     Setiap pelunasan perikatan
 Kreditur
 Debitur
 Pihak III
 Siapa yang harus melakukan pembayaran
   Prestasi   memberi sesuatu    Pihak III     berkepentingan

                                                     Subrogasi
                                             Tdk berkepentingn

                                               Kekuatan absolut
              Berbuat sesuatu   Pihak III    dpt      tdk erat

                                     Tdk dpt         sangt erat

Tidak berbuat sesuatu   tdk dpt dilakukan pembayarn Pihak III
 Penggantin kreditr dlm suatu perikatan sbg
  akibat adanya pembayarn disebt subrogasi
   Perikatan tetap ada.
A                      B (Kreditur lama)
 (Debitur)

                            Kekuatan relatif/nisbi


Pihak III melakukan pembayaran
(Kreditur baru)
 Sahnya pembayaran (1384 ayat 1)
     Debitur Pemilik atas barang yg dibayar
     Cakap melakukan perbuatan tsb
 Yang dapt menerima pembayaran
  (P.1385):
     Kreditur
     Orang yg diberi kuasa oleh kreditur
     Orang yg dikuasakan oleh hakim ato UU
 Obyek pembayaran:
     Diserahkan pada kreditur dan debitur
      tergantung dari isi perjanjian
 Tempat pembayaran (P.1393):
   Ditempat yang telah ditentukan dalam
    perjanjian
   Ditempat barang itu berada sewaktu perjanjian
    ditutup     jika tidak ada
   Ditempat kreditur
 Waktu pembayaran:
   Tidak ditentukan secara umum oleh UU
 Yang perlu diperhatikan adalah:
   Apa yang diperjanjikan
   Jika tidak           dilakukan sesegera mungkin
    setelah terjadi perikatan
 Ketentuan waktu pembayaran yg
  diatur secara khusus diatur dalam
  Pasal 1514, 1540 dan 1740
 Bukti pembayaran
   Tidak diatur secara tegas oleh UU
   Tidak ada ketentuan yg mengharuskan
    kreditur memberikan bukti pembayaran
    krn pembayaran dilakukan secara tunai
   Sekarang: kreditur harus memberikan
    bukti pembayaran kepada debitur
2. Penawaran pembayaran tunai
diikuti penyimpanan/penitipan
 dilakukan dalam keadaan kreditur tidak
  mau menerima pembayaran dari debitur,
  maka debitur dpt melakukan penawaran
  pembayaran tunai diikuti konsinyasi
 penawaran harus dilakukan secara resmi
 Berlaku      Sejumlah uang
               barang bergerak
 Tidak        barang tetap
               berbuat sesuatu
               tidak berbuat sesuatu
   3. Pembaharuan hutang/novasi
 Menghapus perikatan lama dan menetapkan
  perikatan baru
 Suatu perjanjian yang menyebabkan hapusnya
  suatu perikatan dan pada saat bersamaan timbul
  perikatan lainnya yg ditempatkan sebagai
  pengganti perikatan semula.
 Harus dinyatakan tegas dan nyata dari perbuatan
  masing-masing
 Macam Novasi       Novasi Obyektif perikatn baru
  (P.1413)                           pihak tetap
          Novasi Subyektif Pasif  ganti debitur lam
          Novasi Subyektif Aktif ganti kreditur lam
 Novasi Obyektif
    mengganti ato mengubh isi perikatan
  bayr sejumlh uang digant menyerhakn barng
    Mengubah sebab dari perikatan
    Ganti rugi ats PMH menjadi wanprestasi
  Novasi Subyektif Pasif
    Expromissie debitur diganti debitur baru
    tanpa bantuan debitur lama
    Delegatie debitur diganti debitur baru
    dengan persetujuan kreditur
  Novasi Subyektif Aktif
    persetujuan tiga pihak kreditur n kreditur
    baru-debitur
 4. Perjumpaan hutang(kompensasi)
 Terjadi apabila dalam perikatan yang
  bersangkutan, antara para pihak saling
  mempunyai hutang satu sama lainnya
 Obyek kompensas          mengnai sejumlh uang
                     Barang sejenis yg habs pakai
   Alfa mempunyai hutang Rp.15.000,00 kepada Bravo.
    Sebaliknya bravo juga berhutang kepada Alfa
    Rp.10.000,00.maka kedua hutang itu dapat
    dikompensasi sejumlah Rp.10.000,00.sehingga
    hutang Alfa Rp.5000 kepada Bravo.
 Kpan terjadi kompensasi
 Secara otomatis (P.1426)
   Dua orang saling berhutang (P.1427)
   Objek perikatan berupa uang ato barang
    sejenis
   Piutang yg sudah dapat ditagih
   Dapat diperhitungkan dg segera
 diperjanjikan
5. Percampuran hutang (Konfusio)
 Terjadi apabila kedudukan antara
  kreditur dan debitur berada dalam
  satu orang
 Akibatnya perikatan menjadi hapus
   Karena perkawinan antara kreditur dan
    debitur, maka terjadilah percampuran
    kekayaan
   Karena debitur menjadi ahli waris dari
    kreditur.
 sekian



       Terima kasih

								
To top