Docstoc

Artikel_uaw

Document Sample
Artikel_uaw Powered By Docstoc
					  EFEKTIVITAS PENERAPAN UNIT AKUNTANSI WILAYAH
      (UAW) PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT)
 DEPARTEMEN SOSIAL DI WILAYAH PROV. JAWA BARAT

              Penyusun : Gaida / 91307005 Dr. Aris Budi Setiawan

Untuk mewujudkan Pemerintahan yang baik      atau disebut Unit Akuntansi Wilayah
(Good Governance) sesuai UU No 17 Th         (UAW).
2003, maka Menteri/Pimpinan Lembaga          Dari 19 UAW yang ada di Departemen
sebgai    Pengguna    Anggaran/Pengguna      Sosial, salah satunya adalah UAW yang
Barang    Kementerian    Negara/Lembaga      ada di Prov Jawa Barat yang memiliki 9
mempunyai tugas antara lain menyusun dan     (sembilan) UAKPA, dengan menggunakan
menyampaikan       laporan       keuangan    4 (empat) variabel yaitu variabel waktu,
Kementerian     Negara/Lembaga       yang    variabel tenaga, variabel ketepatan isi dan
dipimpinnya dan menyampaikannya kepada       variabel      ketepatan     biaya     dengan
Menteri Keuangan.                            menggunakan pengujian validitas dan
Untuk memudahkan penyusunan laporan          reliabilitas.
keuangan,       maka          Kementerian    Penelitian terhadap UAW ini kami lakukan
Negara/Lembaga       membentuk       Unit    untuk menilai sejauh mana penerapan
Akuntansi pada Satuan Kerja yang disebut     UAW dapat memudahkan UAKPA dalam
Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran       penyusunan laporan keuangan dilihat dari
(UAKPA), Departemen          Sosial yang     keempat variabel tersebut diatas.
mempunyai Unit Vertikal di Daerah tetapi     Dari hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa
tidak mempunyai Kantor Wilayah maka          98,63 % kinerja daari UAPPA-W dapat
wajib membentuk Unit Akuntansi Pembantu      memenuhi harapan UAKPA.
Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W)

Kata kunci : UAW dan Efektifitasnya.


PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

     Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 pasal 9 yang menyatakan bahwa

Menteri/Pimpinan   Lembaga     sebagai   Pengguna     Anggaran/Pengguna      Barang

Kementerian   Negara/Lembaga    mempunyai    tugas   antara   lain   menyusun    dan

menyampaikan laporan keuangan kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya,

meliputi Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan

atas Laporan Keuangan (CaLK), dan penyusunannya mengacu pada Peraturan Menteri

Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan No. PER



                                         1
                                                                               2



24/PB/2006 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian

Negara/Lembaga.

Untuk melaksanakan penyusunan laporan keuangan, Kementerian Negara/Lembaga

membentuk Unit Akuntansi sbb :

    Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA)

    Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran – Eselon I (UAPPA-E1)

    Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W)

    Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA)

  Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor: PER/24/2006 pada Pasal 4 ayat

2 bahwa Kementerian Negara/Lembaga yang mempunyai unit vertikal di daerah tetapi

tidak mempunyai Kantor Wilayah wajib membentuk Unit Akuntansi Pembantu

Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA/B-W) dengan menunjuk salah satu

satuan kerja di wilayah sebagai UAPPA-W.

PERUMUSAN MASALAH.

1. Seberapa besar tingkat efektivitas penerapan UAPPA-W terhadap UPT sebagai

   UAKPA yang ada diwilayah Provinsi Jawa Barat.

2. Permasalahan/kendala apa yang menyebabkan ketidak disiplinan UAKPA dalam

   penyusunan laporan keuangan

3. Bentuk-bentuk kedisiplinan apa yang harus dilakukan oleh UAKPA agar

   mempermudah UAW pada penggabungan penyusunan laporan keuangan UAKPA

   yang ada di wilayah kerjanya sehingga pembentukan UAW untuk Satuan Kerja

   (UPT) yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat menjadi lebih efektif.

BATASAN PENELITIAN
                                                                                        3



 Pelaksanaan UAPPA-W pada UPT Dep. Sosial yang ada di wilayah Jawa Barat

    sudah berjalan baik.

 Provinsi Jawa Barat mempunyai UPT yang lebih banyak yaitu 9 (sembilan) UPT di

    banding provinsi lainnya, sehingga data yang diperoleh dari masing-masing UPT

    menjadi lebih bervariasi.

 Letak Jawa Barat yang secara geografis merupakan provinsi yang terdekat (selain

    Bekasi) dari Jakarta dapat mengurangi keterbatasan penulis akan waktu, tenaga, dan

    biaya

TINJAUAN PUSTAKA

    Efektifitas berasal dari kata effectiveness artinya adalah tingkat dimana kinerja

yang sesungguhnya sebanding dengan kinerja yang ditargetkan.

Efektifitas menurut :

 R.D.H. Koesoemaaatmadja (1974 : 18)sebagai berikut :

    Efektivitas (hasil guna) mempunyai pengertian perbandingan antara hasil yang

    terlaksana secara nyata dengan hasil yang direncanakan.

   Soewarno, 1984 diartikan sebagai pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau

    tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, dan untuk mengetahui efektivitas adalah

    dengan cara membandingkan tujuan yang sudah dijabarkan dalam bentuk sasaran

    atau target yang lebih konkrit, dengan realisasi yang dicapai organisasi/Instansi

    Dari pengertian-pengertian tersebut diatas, maka dapat diartikan bahwa efektivitas

penerapan UAW adalah sebagai alat pengukur tingkat pencapaian atau tingkat

keberhasilan dari suatu kebijakan Pimpinan Organisasi dengan menggunakan fungsi

salah satu organisasi UAKPA yang ditunjuk sebagai UAPPA-W agar penyusunan

laporan keuangan dapat dikerjakan dengan lebih mudah/cepat, tenaga/SDM yang tepat,
                                                                                       4



biaya     yang    lebih   rendah,    dan    penyusunan     laporan       keuangan   dapat

dipertanggungjawabkan

METODE PENELITIAN

         Penelitian ini lebih bersifat kualitatif, dengan memanfaatkan sejumlah

narasumber yang kapabel dan bisa memberikan dukungan data sehingga mampu

menghasilkan tujuan penelitian.

     Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencacahan

semua unit sampling atau disebut dengan sensus sedangkan             data dan informasi

diperoleh dengan menggunakan 3 (tiga) instrumen yaitu :

a. Studi kepustakaan dilakukan melalui penelusuran informasi dari literatur-literatur

     kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian

b. Wawancara dilakukan terhadap pejabat yang berkompeten yaitu :

        Sub Direktorat Bina Akuntansi Instansi Direktorat Jenderal Perbendaharaan

         Departemen Keuangan RI

        Kepala Bagian Verifikasi dan Akuntansi pada Biro Keuangan Sekretariat

         Jenderal Departemen Sosial RI.

c.   Menyebarkan kuiesioner terhadap petugas pengelola UAKPA pada UPT

     Departemen Sosial yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat dan pengelola

     UAPPA-W sebagai nara sumber .

     Penelitiannya itu sendiri menggunakan 4 (empat) variabel yaitu variabel waktu,

variabel tenaga, variabel ketepatan isi dan variabel biaya, sedangkan          Instrumen

penelitian digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi yang dapat menjawab

pertanyaan penelitian melalui keempat variabel tersebut diatas yaitu :

a. Pemahaman pengelola UAPPA-W mengenai Sistem Akuntansi Keuangan (SAK)
                                                                                    5



b. Tugas dan wewenang pengelola UAPPA-W                serta permasalahan/kendala yang

      dihadapi oleh UAPPA-W dalam penyusunan laporan keuangan.

c. Respon pengelola UAKPA terhadap Keputusan Menteri Keuangan Nomor

      171/PMK.05/2007 sebagai perubahan dari Keputusan Menteri Keuangan Nomor

      59/PMK.06/2005

d. Kebaikan dan permasalahan UAKPA dalam penerapan UAW

e.       Ketersediaan sumber daya pendukung dalam penyusunan laporan keuangan

     Efektitas penerapan UAW dapat diketahui dari kesesuaian antara kinerja

yang diharapkan dengan kinerja yang dicapai. Menurut Soekarno (1980), bahwa

efektivitas memberikan pengertian tepat menunjukan bahwa apa yang

dikehendaki tercapai mengenai sasaran atau apa yang dicita-citakan menjadi

realitas. Jadi sesuatu dikatakan efektif kalau apa yang menjadi tujuan telah

menjadi kenyataan.

Pertanyaan kepada UAKPA menggunakan skala 5 tingkatan (likert penyesuaian)

ditampilkan pada gambar sebagai berikut:

                              Tabel 3.1 Skala Likert untuk UAKPA

     No          Tingkat harapan           Tingkat kenyataan          bobot

     a      Sangat Setuju              Sangat Sesuai                    5

     b      Setuju                     Sesuai                           4

     c      Ragu - ragu                Ragu - ragu                      3

     d      Tidak Setuju               Tidak Sesuai                     2

     e      Sangat Tidak Setuju        Sangat Tidak Sesuai              1
                                                                                        6



        Pertanyaan untuk UAPPA-W menggunakan skala 5 tingkatan, kelima tingkatan

tersebut adalah sebagai berikut:

                               Tabel 3.2. Skala Likert untuk UAPPA-W

          No                       Pilihan                      bobot

           a         Sangat Memahami                              5

           b         Memahami                                     4

           c         Kurang Memahami                              3

           d         Tidak Memahami                               2

           e         Sangat Tidak Memahami                        1



                   Tabel .3.3 Skala Liker untuk UAPPA-W

          No         Pilihan                                    bobot

           a         Sangat Memadai                               5

           b         Memadai                                      4

           c         Cukup Memadai                                3

           d         Tidak Memadai                                2

           e         Sangat Tidak Memadai                         1



Kuesioner penelitian diuji melalui uji validitas dan uji reliabilitas, yaitu:

   Uji validitas, mengukur sejauh mana alat pengukur yang digunakan memiliki derajat

    ketepatan alat ukur penelitian yang dilakukan melalui uji validitas internal (internal

    validity) terhadap item-item pernyataan dalam kuesioner, pengujiannya dengan

    menggunakan teknik korelasi Product Moment/ Pearson, dengan mengkorelasikan

    total skor seluruh responden dari seluruh item pernyataan.
                                                                                     7



    Angka Korelasi Product Moment/ Pearson dihitung dengan rumus sebagai berikut :


        rxy 
                                XY  ( X )( Y ) / n
                     X   2
                                ( X ) / n Y  ( Y )
                                        2         2         2
                                                                /n   
di mana:

    rxy = Koefisien korelasi Pearson

    X               = Skor Kinerja

    Y = Skor Harapan

    n   = Banyaknya subjek

   Reliabilitas adalah suatu indeks yang menunjukkan sejauh mana alat ukur dapat

    dipercaya atau diandalkan, metode yang digunakan untuk memperkirakan

    reliabilitas adalah metode konsistensi internal. Dalam metode konsistensi internal

    reliabilitas dapat ditunjukkan melalui besarnya nilai Cronbach alpha (α), adapun

    penghitungan α didapatkan dari formula berikut:

     N 1     yi  
                 2


   N  1   2
           
           
                       
                       
                       

dimana:                        = Cronbach alpha /koefisien korelasi realibilitas

           N                    = Jumlah butir pernyataan

          y 2
                     i         = Jumlah variasi butir

         2                    = Varians total

HASIL DAN PEMBAHASAN

    Pengujian ketepatan instrumen dilakukan dengan menganalisis tingkat efektivitas

penerapan Unit Akuntansi Wilayah (UAW) dalam penyusunan laporan keuangan

dengan menggunakan alat ukurnya yaitu variabel waktu, tenaga, ketepatan isi, dan
                                                                                                      8



biaya, terhadap Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) yang ada di

wilayah Provinsi Jawa Barat.

   Untuk menentukan suatu instrumen valid dilihat dari nilai corrected item-total

correlation. Nilai corrected item-total correlation dibandingkan dengan nilai r tabel

dengan tingkat signifikansi α sebesar 5 % dan derajat bebas n-2 (tabel satu arah).

  Tabel 4.1 Penghitungan Tingkat Kevalidan Instrument Penelitian pada

                                    Kuesioner Harapan

                                     Item-Total Statistics

                                     Scale        Corrected          Squared          Cronbach's

                  Scale Mean if    Variance if    Item-Total         Multiple         Alpha if Item

                  Item Deleted    Item Deleted    Correlation       Correlation         Deleted

 Pertanyaan1_2          50,1250         30,411               ,970                 .            ,970

 Pertanyaan1_3          50,1250         30,411               ,970                 .            ,970

 Pertanyaan1_4          50,1250         30,411               ,970                 .            ,970

 Pertanyaan2_1          50,1250         30,411               ,970                 .            ,970

 Pertanyaan2_2          50,2500         30,786               ,867                 .            ,972

 Pertanyaan2_3          50,2500         30,786               ,867                 .            ,972

 Pertanyaan2_4          50,2500         34,214               ,274                 .            ,985

 Pertanyaan3_1          50,1250         30,411               ,970                 .            ,970

 Pertanyaan3_2          50,1250         30,411               ,970                 .            ,970

 Pertanyaan3_3          50,1250         30,411               ,970                 .            ,970

 Pertanyaan4_1          50,2500         28,500               ,885                 .            ,973

 Pertanyaan4_2          50,3750         28,839               ,854                 .            ,974




Dari Tabel r (satu arah), didapatkan nilai r dengan tingkat signifikansi α (5%) dan

derajat bebas 6 (n-2) adalah sebesar 0,5067, dengan demikian, dari table di atas terdapat

item pernyataan yang tidak valid yaitu pertanyaan 2.4, yaitu nilai Corrected Item-Total

Correlation lebih kecil daripada nilai r table atau sebesar 0,274 lebih kecil dari 0,5067.
                                                                                                               9



        Tabel 4.2 Penghitungan Tingkat Kevalidan Instrument Penelitian pada

                  Kuesioner Harapan yang telah diuji kevalidannya

                                          Item-Total Statistics

                                          Scale              Corrected        Squared          Cronbach's

                Scale Mean if       Variance if              Item-Total       Multiple         Alpha if Item

                 Item Deleted      Item Deleted              Correlation     Correlation         Deleted

Pertanyaan1_2         45,6250                  28,554                ,975                  .            ,983

Pertanyaan1_3         45,6250                  28,554                ,975                  .            ,983

Pertanyaan1_4         45,6250                  28,554                ,975                  .            ,983

Pertanyaan2_1         45,6250                  28,554                ,975                  .            ,983

Pertanyaan2_2         45,7500                  29,071                ,843                  .            ,986

Pertanyaan2_3         45,7500                  29,071                ,843                  .            ,986

Pertanyaan3_1         45,6250                  28,554                ,975                  .            ,983

Pertanyaan3_2         45,6250                  28,554                ,975                  .            ,983

Pertanyaan3_3         45,6250                  28,554                ,975                  .            ,983

Pertanyaan4_1         45,7500                  26,500                ,918                  .            ,985

Pertanyaan4_2         45,8750                  26,982                ,864                  .            ,987




Butir pernyataan yang sudah valid dilakukan uji reliabilitas, untuk mengukur tingkat

keandalan atau kepercayaan terhadap pernyataan yang diajukan.

       Tabel 4.3. Penghitungan Tingkat Reliabilitas Instrument Penelitian pada

                                         Kuesioner Harapan

                                          Reliability Statistics

                                                  Cronbach's

                                                  Alpha Based

                                                        on

                          Cronbach's             Standardized

                                Alpha                Items            N of Items

                                        ,985                  ,989            11
                                                                                                     10



   Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai alpha cronbach pada faktor harapan sebesar

0,989, selanjutnya validitas pada item-item pernyataan yang mengukur faktor kinerja,

juga harus diuji validitasnya sehingga diperoleh semua item pernyataan telah valid

        Tabel 4.4 Penghitungan Tingkat Kevalidan Instrument Penelitian pada

                                      Kuesioner Kenyataan

                                    Item-Total Statistics

                                    Scale        Corrected          Squared          Cronbach's

                 Scale Mean if    Variance if    Item-Total         Multiple         Alpha if Item

                 Item Deleted    Item Deleted    Correlation       Correlation         Deleted

Pertanyaan1_1          53,6250         37,696               ,502                 .            ,967

Pertanyaan1_2          54,0000         33,714               ,967                 .            ,958

Pertanyaan1_3          54,0000         33,714               ,967                 .            ,958

Pertanyaan1_4          54,0000         33,714               ,967                 .            ,958

Pertanyaan2_1          53,8750         34,696               ,826                 .            ,961

Pertanyaan2_2          54,2500         32,786               ,829                 .            ,961

Pertanyaan2_3          54,0000         33,714               ,967                 .            ,958

Pertanyaan2_4          54,0000         37,714               ,305                 .            ,972

Pertanyaan3_1          53,8750         34,696               ,826                 .            ,961

Pertanyaan3_2          54,0000         33,714               ,967                 .            ,958

Pertanyaan3_3          53,8750         34,696               ,826                 .            ,961

Pertanyaan4_1          54,1250         31,554               ,944                 .            ,958

Pertanyaan4_2          54,3750         31,982               ,776                 .            ,965




Dinyatakan tidak valid karena nilai Corrected Item-Total Correlation lebih kecil

daripada nilai r tabel yaitu 0,5067 , butir pertanyaan yang tidak valid (0,502) tersebut

dihilangkan atau dibuang, selanjutnya dilakukan lagi pengujian validitas hingga

didapatkan semua item valid
                                                                                                      11



         Tabel 4.5 Penghitungan Tingkat Kevalidan Instrument Penelitian pada

                       Kuesioner Kenyataan yang telah diuji kevalidannya

                                     Item-Total Statistics

                                     Scale         Corrected         Squared          Cronbach's

                  Scale Mean if    Variance if     Item-Total        Multiple         Alpha if Item

                  Item Deleted    Item Deleted    Correlation       Correlation         Deleted

 Pertanyaan1_2          44,6250         29,411               ,961                 .            ,971

 Pertanyaan1_3          44,6250         29,411               ,961                 .            ,971

 Pertanyaan1_4          44,6250         29,411               ,961                 .            ,971

 Pertanyaan2_1          44,5000         30,286               ,828                 .            ,975

 Pertanyaan2_2          44,8750         28,411               ,843                 .            ,975

 Pertanyaan2_3          44,6250         29,411               ,961                 .            ,971

 Pertanyaan3_1          44,5000         30,286               ,828                 .            ,975

 Pertanyaan3_2          44,6250         29,411               ,961                 .            ,971

 Pertanyaan3_3          44,5000         30,286               ,828                 .            ,975

 Pertanyaan4_1          44,7500         27,357               ,945                 .            ,972

 Pertanyaan4_2          45,0000         27,714               ,780                 .            ,979




   Pada tabel di atas, semua butir pernyataan yang mengukur faktor kenyataan/kinerja

telah valid dan selanjutnya dilakukan uji reliabilitas, untuk menentukan tingkat

keandalan atau kepercayaan terhadap pernyataan - pernyataan dalam kuesioner yang

digunakan untuk mengukur efektifitas penerapan UAW bagi UAKPA/UPT yang ada di

wilayah Provinsi Jawa Barat.

Hasil pengujian reliabilitas dapat dilihat pada tabel berikut
                                                                                 12



       Tabel 4.6. Penghitungan Tingkat Reliabilitas Instrument Penelitian pada

                                   Kuesioner Kenyataan

                                     Reliability Statistics

                                           Cronbach's

                                          Alpha Based

                                                on

                         Cronbach's       Standardized

                           Alpha              Items           N of Items

                                   ,976               ,981            11




       Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai alpha cronbach pada faktor

kinerja/kenyataan sebesar 0,981

   Berdasarkan tabel perhitungan reliabilitas di atas, diketahui bahwa nilai alpha

cronbach pada faktor harapan sebesar 0,989 dan pada faktor kenyataan/kinerja sebesar

0,981, jika mengacu pada pendapat Arikunto (2006) yang menyatakan bahwa nilai

alpha cronbach antara 0,8 sampai 1,0 menunjukan tingkat reliabilitas yang sangat

tinggi, dengan demikian dapat dikatakan bahwa pernyataan-pernyataan yang disajikan

dalam kuesioner dapat dipercaya untuk mengukur efektifitas penerapan UAW bagi

UAKPA dan dapat diandalkan atau dipertanggungjawabkan hasilnya.

       Untuk menguji apakah penerapan UAW tersebut efektif atau tidak maka

dilakukan pengujian dengan menggunakan analisis Deskriptif dan analisis tingkat

harapan dan kinerja.
                                                                                         13



            Tabel 4.7 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Harapan dan Kenyataan

         Pertanyaan                  Harapan           K i n e r j a/K e n y a t a a n

                         Total skor      Rata-rata      Total skor        Rata-rata

             I.2                37             4.625        36              4.500

             I.3                37             4.625        36              4.500

             I.4                37             4.625        36              4.500

            II.1                37             4.625        37              4.625

            II.2                36             4.500        34              4.250

            II.3                36             4.500        36              4.500

            III.1               37             4.625        37              4.625

            III.2               37             4.625        36              4.500

            III.3               37             4.625        37              4.625

            IV.1                36             4.500        35              4.375

            IV.2                35             4.375        33              4.125



       Dari hasil perhitungan tersebut diatas berarti, harapan dari UAKPA sebesar

4,625 yang terpenuhi dengan kinerja UAW sebesar 4,50, berarti harapan dari UAKPA

dengan penerapan UAW dapat mempercepat penyelesaian laporan keuangan hampir

terpenuhi, mendekati nilai 5.

       Dengan rentang skala ini dapat diketahui dimana posisi kinerja UAPPA-W

dengan harapan UAKPA, dengan membandingkan antara tingkat kinerja dengan hasil

penilaian pada tingkat harapan dari keempat variabel pengukuran, yaitu variabel waktu,

tenaga, ketepatan isi dan biaya diperoleh yang digunakan sebagai alat ukur yaitu waktu,
                                                                                      14



tenaga, ketepatan isi dan biaya maka tingkat kinerja dari UAPPA-W memperoleh nilai

4,4947 sedangkan harapan dari UAKPA senilai 4,5573,

       TK     = rata-rata X : rata-rata Y       x 100 %    =

                     4,4947 : 4,5573            x 100 %    = 98,63 %

  Dari analisis tersebut diatas diperoleh hasil bahwa 98,63 % kinerja dari UAPPA-W

dapat memenuhi harapan dari UAKPA.

       Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis terhadap UPT sebagai pelaksana

UAKPA yang ada di wilayah provinsi Jawa Barat, dapat disimpulkan bahwa                  ,

penunjukan salah satu UAKPA sebagai UAPPA-W yang ada di wilayah Provinsi Jawa

Barat sangat efektif, dimana dengan penerapan UAW dapat membantu UAKPA yang

berada di wilayah kerjanya dalam penyusunan laporan keuangan.

KESIMPULAN

 1. Penunjukan salah satu Satuan Kerja (UAKPA) yang ada di wilayah Provinsi Jawa

     Barat oleh Sekretaris Jenderal Dep. Sosial RI sebagai UAPPA-W, sangat efektif

     karena 98,63 persen kinerja UAPPA-W dapat memenuhi harapan UAKPA

 2. Sedangkan permasalahan/kendala yang sering terjadi adalah kesalahan/kekeliruan

     dalam menempatkan mata anggaran kegiatan (MAK) seperti MAK 53 untuk

     Belanja Modal (Pembelian Barang Inventaris) ditempatkan pada MAK 52

     yaitu Belanja Barang oleh UAKPA, maka UAW akan melakukan penelusuran

     kembali ketidak cocokan atau perbedaan pada laporan keuangan dan hasil

     perbaikannya baru      dilakukan penggabungan ulang oleh UAW,                hal ini

     mengakibatkan   pengiriman       laporan   keuangan   wilayah      yang   merupakan

     penggabungan    dari   laporan    keuangan    UAKPA       kepada    Kanwil    Ditjen

     Perbendaharaan mengalami keterlambatan.
                                                                                   15



 3. Kedisiplinan yang harus dilakukan oleh UAKPA untuk mempermudah UAPPA-W

     dalam penggabungan penyusunan laporan keuangan yang harus dikirim ke Kanwil

     Ditjen Perbendaharaan Cq. Bidang AKLAP (Akuntansi dan laporan Keuangan)

     dan ke tingkat Unit Eselon I, adalah UAKPA harus tepat waktu mengirimkan file

     data secara bulanan sebagai bahan rekonsiliasi dan mengurangi tingkat kesalahan

     atau kekeliruan yang dilakukan oleh UAKPA.

 4. Dampak dari ketidakdisiplinan UAKPA mengakibatkan Penerbitan Surat Perintah

     Pencairan Dana (SP2D) berikutnya oleh Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan

     Negara (KPPN) kepada Bank Operasional tidak dapat dilaksanakan, sehingga

     KPPN tidak menerbitkan SP2D yang mengakibatkan kegiatan berikutnya tidak

     dapat dilaksanakan

SARAN

1. Penerapan Unit Akuntansi Wilayah (UAW) sangat membantu UAKPA dalam

   penyusunan laporan keuangan baik bulanan, triwulanan, semesteran dan tahunan.

2. Penerapan Unit Akuntansi Wilayah (UAW) memudahkan pelaksanaan reviu laporan

   keuangan Departemen Sosial, yang dilaksanakan pada Semesteran dan Tahunan

   oleh Tim Reviu Inspektorat Jenderal Departemen Sosial sebelum dilaksanakan

   Reviu Tahunan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga tingkat kesalahan

   dapat diminimalisir, supaya Laporan Keuangan Tahunan Departemen Sosial yang

   direviu oleh BPK diharapkan mendapat nilai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsimi, Agustus 2006, Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktik,
     Cetakan Ketigabelas, Edisi Revisi VI, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

BPKP, Tahun 2007, Pedoman Teknis Reviu Laporan Keuangan Kementerian
    Negara/Lembaga, Edisi Revisi, Jakarta.
                                                                                  16



Peraturan Ditjen Perbendaharaan, Departemen Keuangan, No PER 24/PB/2006, Tahun
     2006, tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian
     Negara/Lembaga, Departemen Keuangan RI, Jakarta.

Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 2005, tentang Standar Akuntansi Pemerintahan,
     Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Peraturan Menteri Keuangan RI No 171 /PMK.05/2007 , Tahun 2007, tentang Sistem
     Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat, Departemen Keuangan
     RI, Jakarta.

Romlah H, 1996, Tesis yang berjudul “Efektivitas Administrasi Penerimaan Pajak
     Pembangunan I pada Suku Dinas Pendapatan Daerah Jakarta Pusat”, UI
     Jakarta, Program Pasca Sarjana Bidang Ilmu Sosial Program Studi Ilmu
     Administrasi.
Singgih Santoso, Juni 2004, Buku Latihan SPSS Statistika Parametrik, Cetakan
     Keempat, Penerbit PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Stanislaus S. Uyanto, Cetakan Pertama 2009, Pedoman Analisis Data dengan SPSS,
     Edisi ketiga , Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.

Sumadji P. et all , Th 2006 , Kamus Ekonomi Lengkap, Cetakan I, W.I.Press, Jakarta.

Team Pustaka Poenix, April 2007, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Baru,
    Pustaka Poenix, Jakarta.

Undang-undang No 1 Tahun 2004, tentang Perbendaharaan Negara ,Jakarta

Undang-undang No 15 Tahun 2004, tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung
    Jawab Keuangan Negara , Jakarta
                                                                         17




                    Kepala Kantor Wilayah/ Kepala
                     Satuan Kerja yang ditetapkan
                         sebagai UAPPA-W


                     UPT/ Satuan Kerja Sebagai Unit
                       Akuntansi Kuasa Pengguna
                          Anggaran (UAKPA)




     Petugas Akuntansi/ Verifikasi               Petugas Komputer




Keterangan :

                Penanggung jawab

                Petugas Akuntansi Keuangan



Gambar 1.1 Bagan Unit Akutansi Pembantu Pengguna Anggaran – Wilayah (UAPPA-

                                        W)
                                                                                  18




 .

   Penelitian ini berfokus pada gambaran tingkat efektivitas penerapan Unit Akuntansi

Wilayah (UAW) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Sosial yang ada di

wilayah Provinsi      Jawa Barat. Penerapan UAW dimaksud adalah penunjukan salah

satu UAKPA sebagai         UAPPA-W berdasar        Surat Keputusan Menteri Sosial No.

131/KEU/VERA/IV/2008 di bentuk dan ditunjuk salah satu UAKPA sebagai UAPPA-

W di wilayah Jawa Barat yang akan melakukan proses penggabungan laporan

keuangan.



1.1      Tujuan Penelitian

   Penelitian ini bertujuan sebagai berikut:

1. Untuk menganalisis tingkat efektivitas penerapan UAW terhadap UPT sebagai

      UAKPA yang ada diwilayah Provinsi Jawa Barat.

2. Untuk menganalisis permasalahan/kendala yang dihadapi oleh UAKPA yang

      menyebabkan kurang disiplin dalam menyusun laporan keuangan.

3. Untuk menganalisis apa yang harus dilakukan oleh UAKPA agar mempermudah

      UAPPA-W pada penggabungan penyusunan laporan keuangan UAKPA yang ada di

      wilayah kerjanya sehingga penerapan UAW untuk Satuan Kerja (UPT) yang ada di

      wilayah Provinsi Jawa Barat menjadi lebih efektif.



1.2      Manfaat Penelitian

   Hasil dari penelitian ini diharapkan:
                                                                                   19



1. Dapat memberikan manfaat pada UPT Dep. Sosial sebagai UAKPA yang ada di

      wilayah Jawa Barat dalam penyusunan laporan keuangan dana APBN dengan

      menggunakan UAW

2. Dapat dijadikan referensi bagi pengambil keputusan khususnya bagi             Unit

      Akuntansi Pengguna Anggaran



1.3      Kerangka Pemikiran

   Penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa tiap-tiap Instansi Pemerintah wajib

memberikan laporan akuntansi keuangan secara periodik termasuk Departemen Sosial

sebagai salah satu Lembaga Kementerian Negara. Berdasarkan Peraturan Direktur

Jenderal Perbendaharaan Nomor: PER/24/2006 Pasal 4 Ayat 2, dan Peraturan Menteri

Keuangan No 171/PMK.05/2007 pasal 18 ayat 2, diberlakukan Unit Akuntansi Wilayah

dengan menunjuk salah satu satuan kerja di wilayah sebagai Unit Akuntansi Pembantu

Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W). Untuk menerapkan unit akuntasi wilayah

(UAW), Departemen Sosial mempunyai satuan kerja di tingkat propinsi yang disebut

Unit Pelaksana Teknis yang diantaranya berada di Provinsi Jawa Barat.

   Sumber daya organisasi yang diharapkan mampu menggerakan organisasi ini. Dalam

kaitannya dengan pelaporan keuangan, Departemen Sosial mempunyai sumber daya

manusia berupa tenaga-tenaga profesional, dukungan sarana dan prasarana serta biaya/

anggaran.

   Dengan adanya sumber-sumber daya organisasi ini, maka penyusunan laporan

keuangan akuntansi diharapkan tepat waktu, tepat tenaga, hemat biaya, serta tepat isi.

Sehingga diharapkan dengan penerapan UAW ini, penyusunan laporan keuangan

menjadi efektif.
                                                                20




                                        Kemampuan Organisasi

Kebijakan Pimpinan                      -Sumber Daya Manusia
                                        -Sarana dan Prasarana
                                        -Pembiayaan




                     Pelaksanaan Unit
 Harapan
                     Akuntasi WIlayah             Pencapaian




                        Efektif ?
                       atau Tidak
                        Efektif ?


              Gambar 1.2. Kerangka Pemikiran

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:78
posted:7/26/2010
language:Indonesian
pages:20