Docstoc

PBL

Document Sample
PBL Powered By Docstoc
					                                       PBL
Ada beberapa definisi dan intepretasi terhadap Problem Based Learning (PBL).
Salahsatunya menurut Duch (1995):
Problem Based Learning (PBL) adalah metode pendidikan yang medorong siswa untuk
mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian
masalah-masalah di dunia nyata. Simulasi masalah digunakan untuk mengaktifkan
keingintahuan siswa sebelum mulai mempelajari suatu subyek. PBL menyiapkan siswa
untuk berpikir secara kritis dan analitis, serta mampu untuk mendapatkan dan
menggunakan secara tepat sumber-sumber pembelajaran.
Sejarah PBL
Program inovatif PBL pertama kali diperkenalkan oleh Faculty of Health Sciences of
McMaster University di Kanada pada tahun 1966. Yang menjadi ciri khas dari
pelaksanaan PBL di mcmaster adalah filosofi pendidikan yang berorientasi pada
masyarakat, terfokus pada manusia, melalui pendekatan antar cabang ilmu pengetahuan
dan belajar berdasar masalah.

Kemudian pada tahun 1976, Maastricht Faculty of Medicine di Belanda menyusul
sebagai institusi pendidikan kedokteran kedua yang mengadopsi PBL. Kekhasan
pelaksanaan PBL di Maastrich terletak pada konsep tes kemajuan (progress test) dan
pengenalan keterampilan medik sejak awal dimulainya program pendidikan. Dalam
perkembangannya, PBL telah diadopsi baik secara keseluruhan atau sebagian oleh
banyak fakultas kedokteran di dunia.
Motivasi menggunakan PBL
Dalam pendidikan kedokteran konvensional, mahasiswa lebih banyak menerima
pengetahuan dari perkuliahan dan literatur yang diberikan oleh dosen. Mereka
diharuskan mempelajari beragam cabang ilmu kedokteran dan menghapal begitu banyak
informasi. Setelah lulus dan menjadi dokter, mereka dihadapkan pada banyak masalah
yang tidak dapat diselesaikan hanya dari pengetahuan yang mereka dapat selama kuliah.
Sistem pendidikan kedokteran konvensional cenderung membentuk mahasiswa sebagai
pembelajar pasif. Mahasiswa tidak dibiasakan berpikir kritis dalam mengidentifikasi
masalah, serta aktif dalam mencari cara penyelesainnya.
Prinsip-prinsip PBL
Dalam PBL, siswa dituntut bertanggungjawab atas pendidikan yang mereka jalani, serta
diarahkan untuk tidak terlalu tergantung pada guru. PBL membentuk siswa mandiri
yang dapat melanjutkan proses belajar pada kehidupan dan karir yang akan mereka
jalani. Seorang guru lebih berperan sebagai fasilitator atau tutor yang memandu siswa
menjalani proses pendidikan. Ketika siswa menjadi lebih cakap dalam menjalani proses
belajar PBL, tutor akan berkurang keaktifannya.
Proses belajar PBL dibentuk dari ketidakteraturan dan kompleksnya masalah yang ada
di dunia nyata. Hal tersebut digunakan sebagai pendorong bagi siswa untuk belajar
mengintegrasikan dan mengorganisasi informasi yang didapat, sehingga nantinya dapat
selalu diingat dan diaplikasikan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang akan
dihadapi. Masalah-masalah yang didesain dalam PBL memberi tantangan pada siswa
untuk lebih mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan
masalah secara efektif.
Proses dalam PBL
Siswa dihadapkan pada masalah dan mencoba untuk menyelesaikan dengan bekal
pengetahuan yang mereka miliki. Pertama-tama mereka mengidentifikasi apa yang
harus dipelajari untuk memahami lebih baik permasalahan dan bagaimana cara
memecahkannya.
Langkah selanjutnya, siswa mulai mencari informasi dari berbagai sumber seperti buku,
jurnal, laporan, informasi online atau bertanya pada pakar yang sesuai dengan
bidangnya. Melalui cara ini, belajar dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan dan gaya
tiap individu.
Setelah mendapatkan informasi, mereka kembali pada masalah dan mengaplikasikan
apa yang telah mereka pelajari untuk lebih memahami dan menyelesaikannya.
Di akhir proses, siswa melakukan penilaian terhadap dirinya dan memberi kritik
mambangun bagi kolega.

PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
Ditulis oleh zulharman di/pada Juli 15, 2007
Perubahan paradigma pendidikan kedokteran dari pembelajaran yang berpusat pada
teacher (Teacher centre learning) ke arah pembelajaran yang berpusat pada pelajar
(student centre learning) dapat dilihat dari banyaknya Fakultas kedokteran di dunia
maupun di Indonesia yang menerapkan PBL. Penerapan PBL ini ada yang
mengaplikasikannya dalam kontek kurikulum sehingga disebut kurikulum PBL. PBL
juga ada yang menerapkan sebagai sebuah metode pendidikan. Problem Based Learning
adalah proses pembelajaran yang titik awal pembelajaran berdasarkan masalah dalam
kehidupan nyata dan lalu dari masalah ini mahasiswa dirangsang untuk mempelajari
masalah ini berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka punyai
sebelumnya (prior knowledge) sehingga dari prior knowledge ini akan terbentuk
pengetahuan dan pengalaman baru. Diskusi dengan menggunakan kelompok kecil
merupakan poin utama dalam penerapan PBL. Penerapan PBL di pendidikan kedokteran
pertama kali di Mc Master University Canada pada dekade 1960 akhir. PBL berkembang
dengan pesat hingga sampai juga di Indonesia.
Diskusi kelompok kecil dalam PBL dapat menggunakan metode seven jumps yang terdiri
:
1. Identifikasi dan klarifikasi kata-kata sulit yang ada di dalam skenario. (sekretaris
mencatat kata-kata yang masih belum dimengerti setelah didiskusikan)
2. Penentuan masalah. Setiap anggota memiliki bermacam perspektif masalah, akan
tetapi harus dicari masalah yang disepakati bersama. (sekretaris mencatat daftar masalah
yang telah disetujui).
3. Brainstorming. Anggota kelompok mendiskusikan dan menjelaskan masalah tersebut
berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki (prior knowledge). Identifikasi area
pengetahuan yang kurang. (sekretaris menulis yang didiskusikan).
4. Berdasarkan langkah 2 dan 3 maka disusun penjelasan masalah dalam bentuk
penjelasan sementara (tentative solution). (sekretaris mencatat penjelasan masalah
sementara yang telah didiskusikan).
5. Penentuan Tujuan pembelajaran yang akan diraih. (Tutor mengarahkan agar tujuan
pembelajaran fokus, dapat dicapai, komprehensip dan sesuai dengan yang diharapkan.)
6. Belajar mandiri. Mahasiswa belajar mandiri untuk mencari informasi yang
berhubungan dengan tujuan pembelajaran.
7. Setiap anggota kelompok menjelaskan hasil belajar mandiri mereka dan saling
berdiskusi. (Tutor menilai jalannya proses ini sesuai dengan tujuan pembelajaran yang
telah ditetapkan).
Entri ini dituliskan pada Juli 15, 2007 pada 2:37 am dan disimpan dalam Problem Based
Learning, Teaching and Learning Development. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan
atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak
tautan dari situsmu sendiri.
89 Tanggapan - tanggapan ke “PROBLEM BASED LEARNING (PBL)”
        Sularso Budilaksono berkata
        Salam kenal saya Sularso Budilaksono dosen bidang komputer di Univ Persada
        Indonesia YAI. Saat ini saya sedang melakukan penelitian disertasi tentang
        Pengembangan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk mata kuliah
        Rekayasa Perangkat Lunak. Saya sudah uji coba dua semester model PBL
        tersebut di 2 PTS berbesa salam satu semester penuh dan setiap akhir semester
        saya buat revisi terhadap model tersebut. Karena yang lihat di banyak fak
        Kedokteran sudah mengembangkan PBL apakah kita dapat bertukar pikiran
        tentang model PBL agar suatu saat model PBL dapat dipergunakan secara
        luas/banyak prodi di Indonesia.
        Yang ingin saya tanyakan :
        1. Bagaiman model PBL yang sdh dikembangkan oleh kedokteran UGM hingga
            ke blok-bloknya
        2. Apakah        titik    tolaknya     juga     berangkat     dari    kompetensi?
            3. Bagaimana dengan konsep penilaiannya? apakah mengcover penilaian
            kuantitatif dan kualitatif?
        3. Berapa kali mahasiswa berdiskusi dalam satu semester?
        4. Instrumen pembelajaran apa yang digunakan?
        Sebagai info PBL yg saya kembangkan untuk satu mata kuliah dulu yaitu
        Rekayasa Perangkat LUnak terdiri atas instrumen lesson plan, model penilaian
        kuantitatif dan kualitatif, peer dan self assessment, jurnal belajar mandiri, jurnal
        praktikum dan buku log investigasi. Urutan kegiatan tiap minggu dalam satu tema
        adalah pretest, tatap muka, problem/diskusi 1, diskusi2, diskusi pleno dan post
        test. dan kemudian berganti ke tema lain.
        Jika anda ada waktu dan kita dapat bertukar pikiran mohon anda dapat reply ke
        email saya. Mudah-mudahan adopsi PBL dari kedokteran ke bidang komputer
        dapar berjalan mulus. Terima kasih ats bantuan Bapak.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1578
posted:7/26/2010
language:Indonesian
pages:3