Docstoc

proposal judul - DOC

Document Sample
proposal judul - DOC Powered By Docstoc
					                                   BAB I

                            PENDAHULUAN




A. Latar Belakang Masalah

       Dalam lingkungan keluarga, orang tua berperan membina pendidikan

agama anak, sebab anak adalah amanah Allah yang harus dijaga dengan baik

melalui proses pendidikan agama anak. Pembinaan sikap dan prilaku anak melalui

pendidikan agama merupakan tugas mulia yang dibebankan kepada setiap orang

tua dengan menanamkan pendidikan sejak dini. Di atas pundak orang tua terletak

kewajiban pendidikan dan melindungi anak dari perbuatan-perbuatan yang buruk

dengan menanamkan pendidikan agama.

       Orang tua wajib mendidik anaknya untuk melakukan ibadah, berprilaku

dan bersikap baik. Hal ini dilakukan salah satunya dengan jalan membina

pendidikan agama pada anak. Dengan demikian, keluarga merupakan basis utama

dalam memberikan pembinaan pendidikan agama anak. Rasa tanggung jawab

orang tua terhadap anak mencakup dalam semua aspek sejak anak lahir sampai ia

dewasa. Faried Ma’ruf Noor, menyatakan bahwa kewajiban orang tua terhadap

anak antara lain adalah yaitu: pertama, memberikan nama yang baik waktu lahir,

kedua, memenuhi kebutuhan jasmani sehari-hari seperti pakaian dan lain-lain,




                                      1
ketiga, memberikan pendidikan yang baik, dan keempat memberikan jodoh

apabila ia sudah dewasa. 1

        Salah satu peran dan tanggung jawab orang tua menurut pendapat di atas

adalah memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anaknya. Pendidikan

dimaksud adalah pendidikan agama yang dapat menuntun sikap dan prilaku

melalui pendidikan agama anak, dengan tujuan agar dapat beribadah kepada Allah

dan membina hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat sekitarnya.

        Untuk itu, orang tua terlebih dahulu harus menjalankan perintah agama

serta memiliki akhlak yang baik, karena anak akan mencontoh apa yang dilihat

dari orang tuannya. Dzakiah Darajat menukilkan “pendidkan yang diterima anak

dari orang tuanya, baik dalam pergaulan hidup, maupun dalam cara berbicara,

bertindak, bersikap dan sebagainya menjadi teladan atau pedoman yang akan

ditiru oleh anak-anaknya”.2

        Kepedulian orang tua terhadap pendidikan agama pada anak usia sekolah

merupakan hal yang menarik untuk diteliti secara ilmiah. Apalagi sebagian orang

tua hanya menyerahkan pendidikan agama anaknya kepada lembaga pendidikan,

seperti sekolah, dayah, atau TPA. Beranjak dari latar belakang masalah di atas,

maka penulis berkeinginan melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul

“Kepedulian Orang Tua Terhadap Pendidikan Agama Anak Usia Sekolah di

Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya Barat”. Oleh karena itu, penulis juga

perlu menetapkan permasalahan pokok yang memerlukan jawabannya adalah:



  1
     Faried Ma’ruf Noor, Menuju keluarga sejahtera dan bahagia, (Bandung: Al-Ma’arif, 1983),
hal. 10
   2
     Dzakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: bulan bintang, 1976), hal. 58



                                             2
      1. Bagaimana kepedulian orang tua terhadap pendidikan agama anak usia

         sekolah di Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya Barat khususnya di

         lingkungan keluarga?

      2. Upaya apa saja yang mereka lakukan dalam meningkatkan pendidikan

         agama anak usia sekolah di Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya

         Baktiya?

      3. Hambatan apa saja yang dihadapi orang tua terhadap pendidikan agama

         anak usia sekolah di Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya Baktiya?




B. Penjelasan Istilah

         Penulis merasa perlu memberikan penjelasan sedikit terhadap istilah-

istilah yang terdapat dalam judul proposal judul ini. Adapun istilah-istilah yang

memerlukan penjelasan adalah:

1. Kepedulian Orang Tua

         Istilah kepedulian orang tua terdiri dari tiga kata yang memiliki perbedaan

maknanya. Kepedulian berasal dari kata “peduli” yang berarti mengindahkan,

memperhatikan, menghalaukan, mencampuri urusan (orang lain). Kepedulian

berarti perihal sangat peduli, sikap mengindahkan atau memperhatikan. 3

Sedangkan orang tua diartikan ayah dan ibu kandung, orang yang dianggap tua.




  3
    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, kamus besar bahasa Indonesia, (Jakarta: balai
pustaka), 1990, hal. 740



                                            3
2. Pendidikan Agama

             Pendidikan agama berasal dari 2 kata yaitu “pendidikan” dan “agama”.

Pendidikan adalah perbuatan (cara) mendidik untuk membawa manusia ke arah

dewasa.4 Sedangkan agama adalah suatu kepercayaan yang dianut oleh umat

manusia untuk menemukan hakekat hidup dan hubungannya dengan Tuhannya. 5



3. Anak usia Sekolah

             Anak usia sekolah terdiri dari 3 kata yang berbeda dari segi maknanya.

“Anak” adalah manusia yang berkembang untuk menuju ke tingkat yang dewasa.

Ia memerlukan bimbingan dan pertolongan dari orang lain yang sudah dewasa

guna melaksanakan tugasnya sebagai makhluk. 6 Sedangkan “usia” adalah masa

hidup yang ditempuh oleh seseorang 7. Adapun “sekolah” adalah lembaga

pendidikan formal yang dilalui seseorang dan jenjang Sekolah Dasar sampai

perguruan Tinggi 8.




C. Tujuan Penelitian

             Dari rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan

diadakan penelitian ini adalah:

     4
         M. Sastra Pradja, kamus istilah pendidikan dan umum, (Surabaya: usaha nasional, 1978), hal.
368
     5
         Nur khalif huzin dan A. R. elhan, kamus istilah popular, (Surabaya: usaha nasional, t.t.), hal.
21
     6
         M. Sastra Pradja, kamus istilah pendidikan dan umum, (Surabaya: usaha nasional, 1978), hal.
369
     7
    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, kamus besar bahasa Indonesia, (Jakarta: balai
pustaka), 1990, hal. 817
  8
    M. Sastra Pradja, kamus istilah pendidikan dan umum, (Surabaya: usaha nasional, 1978), hal.
456



                                                     4
      1. Ingin mengetahui tujuan pendidikan orang tua anak usia sekolah di Desa

         Matang Bayu Kecamatan Baktiya Barat dalam pembinaan pendidikan

         agama di lingkungan keluarga.

      2. Ingin mengetahui faktor-faktor orang tua dan anak dalam pendidikan anak

         di lingkungan keluarga.

      3. ingin mengetahui faktor materi pendidikan orang tua               kepada anak di

         lingkungan keluarga.




D. Postulat dan Hipotesis

         Postulat adalah anggapan dasar yang kebenarannya tidak diragukan lagi

tidak perlu dibuktikan dengan data penelitian. Sehubungan dengan hal ini,

Winarno Surachmad mengemukakan “anggapan dasar atau asumsi atau postulat

inilah yang menjadi titik pangkal, dimana tidak menjadi keraguan dalam

penyelidikan”. 9

         Sesuai dengan pendapat di atas, maka yang menjadi anggapan dasar dalam

penelitian ini adalah pendidikan agama wajib diberikan kepada setiap muslim

untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai ajaran

Islam dalam kehidupannya. Sedangkan “hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban

yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui

data yang terkumpul”.10



  9
     Winarno Surachmad, pengantar penelitian ilmiah, (Bandung: Tarsito), 1985, hal. 159
  10
     Suharsimi Arikunto, prosedur penelitian suatu pendekatan praktis (jakarta: rineka cipta),
1993, hal. 62



                                              5
E. Populasi dan Sampel Penelitian

          Koentjaraningrat mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan dan

objek penelitian. 11 Sedangkan sampel adalah objek sesungguhnya dalam suatu

penelitian. Bertitik tolak dari pengertian di atas maka yang menjadi populasi

adalah seluruh orang tua anak usia sekolah yang ada di Desa Matang Bayu

Kecamatan Baktiya. Dan pengambilan sampel yang akan penulis lakukan bersifat

random sampling yaitu pengambilan sampel dalam bentuk acakan.




F. Metode Penelitian

          Adapun metode yang penulis gunakan dalam penulisan ini, adalah metode

deskriptif yaitu suatu metode yang meliputi pencatatan, penguraian, penafsiran

dan penganalisaan terhadap data yang ada. 12


1. Tekhnik pengumpulan data

          Untuk mendapatkan data penelitian, maka penulis menggunakan tekhnik

penelitian yaitu:

- Library Research

Library Research ini adalah telaahan kepustakaan yaitu sbagai tekhnik

pengumpulan data dengan cara membaca buku-buku yang membahas masalah

tesebut, dan juga ahli-ahli atau ilmuan-ilmuan yang ada kaitannya dengan

pembahasan penulisan ini nantinya.



  11
       Koentjaningrat, metode penelitian masyarakat, (Jakarta: gramedia), 1977, hal. 115
  12
       Winarno Surachmad, Dasar dan tekhnik research, (Bandung: Tarsito, 1982), hal. 72



                                                 6
- Field Research

Field Research adalah merupakan suatu telaahan yang dilakukan di lapangan,

yaitu dengan terjun langsung ke lokasi sumber penelitian, sehingga data yang

ditemukan lebih objektif. Maka untuk terlaksananya proses penelitian tersebut,

dilakukan penelitian dengan menggunakan tekhnik:

   a. Wawancara, yaitu suatu tekhnik penelitian penulis akan melakukan

       wawancara langsung dengan orang tua, tokoh masyarakat dan guru

       pengajian, sehingga terkumpul data-data yang objektif untuk kajian tulisan

       ini.

   b. Angket, yaitu penelitian penulis dalam bentuk tertutup, angket ini

       digunkan untuk mendapat jawaban yang berhubungan dengan kepedulian

       orang tua terhadap pendidikan agama anak usia sekolah di Desa Matang

       Bayu Kecamatan Baktiya. Sedangkan responden adalah seluruh orang tua

       anak usia sekolah yang telah menjadi sampel penelitian.

   c. Observasi, yaitu mengadakan penelitian dengan cara melihat secara

       langsung terhadap objek-objek yang akan penulis teliti, yaitu kepedulian

       orang tua terhadap pendidikan agama anak usia sekolah di Desa Matang

       Bayu.


2. Tekhnik Pengolahan Data

       Setelah semua data telah tekumpul, maka penulis melakukan pengolahan

data dengan cara menjumlahkan frekuensi jawaban setiap responden, kemudian

menentukan persentase berdasarkan jawaban yang diberikan responden.




                                       7
G. Sistematika Pembahasan

         Adapun sistematika pembahasan dalam penulisa skripsi ini adalah sebagai

berikut :


BAB I.      Merupakan pendahuluan yang memuat tentang Latar Belakang

            Masalah, Penjelasan Istilah, Tujuan Penelitian, Postulat dan Hipotesis,

            Populasi dan Sampel Penelitian, Metode Penelitian dan Sistematika

            Pembahasan.


BAB II.     Merupakan Bab tentang kajian pustaka, yaitu kajian yang mengenai

            hal-hal yang diteliti.


BAB III. Merupakan metode penelitian yang memuat tentang Gambaran Lokasi

            Penelitian, Metode Pengumpulan Data, Sumber Data / Subjek

            Penelitian, dan Teknik Pengolahan dan Analisis Data.


BAB IV. Merupakan Paparan Data, Hasil Penelitian, dan Analisa Data.


BAB V       Merupakan Bab Penutup yang memuat kesimpulan dan saran.

            Dan bagian terakhir berisi daftar kepustakaan, dan lampiran-lampiran.




                                         8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:729
posted:7/25/2010
language:Indonesian
pages:8