ASKEP Insect Bites

Document Sample
ASKEP Insect Bites Powered By Docstoc
					ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN Insect Bites




                        OLEH:
              MUHAMMAD LATTIIFUR ROOFII



    AKADEMI KEPERAWATAN PERINTAH
        KABUPATEN PONOROGO
                 2009
                                          Insect Bites

       Insect Bites adalah gigitan atau serangan serangga. Gigitan serangga seringkali
menyebabkan bengkak, kemerahan, rasa sakit (senut-senut), dan gatal-gatal. Reaksi tersebut
boleh dibilang biasa, bahkan gigitan serangga ada yang berakhir dalam beberapa jam sampai
berhari-hari. Bayi dan anak-anak labih rentan terkena gigitan serangga dibanding orang dewasa.

       Insect bites adalah gigitan atau sengatan serangga. Insect bites adalah gigitan yang
diakibatkan karena serangga yang menyengat atau menggigit seseorang.

       Beberapa contoh masalah serius yang diakibatkan oleh gigitan atau serangan serangga di
antaranya adalah:
1. Reaksi alergi berat (anaphylaxis).

       Reaksi ini tergolong tidak biasa, namun dapat mengancam kehidupan dan membutuhkan
pertolongan darurat. Tanda-tanda atau gejalanya adalah:

       Terkejut (shock). Dimana ini bisa terjadi bila sistem peredaran darah tidak mendapatkan
        masukan darah yang cukup untuk organ-organ penting (vital)
       Batuk, desahan, sesak nafas, merasa sakit di dalam mulut atau
        kerongkongan/tenggorokan
       Bengkak di bibir, lidah, telinga, kelopak mata, telapak tangan, tapak kaki, dan selaput
        lendir (angioedema)
       Pusing dan kacau
       Mual, diare, dan nyeri pada perut
       Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak

   Gejala tersebut dapat diikuti dengan gejala lain dari beberapa reaksi.
2. Reaksi racun oleh gigitan atau serangan tunggal dari serangga.

    Serangga atau laba-laba yang menyebabkan hal tersebut misalnya:

           Laba-laba janda (widow) yang berwarna hitam
           Laba-laba pertapa (recluse) yang berwarna coklat
           Laba-laba gembel (hobo)
           Kalajengking

3. Reaksi racun dari serangan labah, tawon, atau semut api.
       Seekor lebah dengan alat penyengatnya di belakang lalu mati setelah menyengat. Lebah
madu afrika, yang dinamakan lebah-lebah pembunuh, mereka lebih agresif dari pada lebah madu
kebanyakan dan sering menyerang bersama-sama dengan jumlah yang banyak

       Tawon, penyengat dan si jaket kuning (yellow jackets), dapat menyengat berkali-kali. Si
jaket kuning dapat menyebabkan sangat banyak reaksi alergi

       Serangan semut api kepada seseorang dengan gigitan dari rahangnya, kemudian memutar
kepalanya dan menyengat dari perutnya dengan alur memutar dan berkali-kali
4. Reaksi kulit yang lebar pada bagian gigitan atau serangan.
5. infeksi kulit pada bagian gigitan atau serangan.
6. Penyakit serum (darah)

       Sebuah reaksi pada pengobatan (antiserum) digunakan untuk mengobati gigitan atau
serangan serangga. Penyakit serum menyebabkan rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan
bengkak serta diiringi gejala flu tujuh sampai empat belas hari setelah penggunaan anti serum.
7. Infeksi virus.

       Infeksi nyamuk dapat menyebarkan virus West Nile kepada seseorang, menyebabkan
inflamasi pada otak (encephalitis).
8. Infeksi parasit.

       Infeksi nyamuk dapat menyebabkan menyebarnya malaria.

Penyebab

       Serangga tidak akan menyerang kecuali kalau mereka digusar atau diganggu.
Kebanyakan gigitan dan sengatan digunakan untuk pertahanan. Gigitan serangga untuk
melindungi sarang mereka.

       Sebuah gigitan atau sengatan dapat menyuntikkan bisa(racun) yang tersusun dari protein
dan substansi lain yang mungkin memicu reaksi alergi kepada penderita. Gigitan serangga juga
mengakibatkan kemerahan dan bengkak di lokasi yang tersengat.Lebah, tawon, penyengat, si
jaket kuning, dan semut api adalah anggota keluarga Hymenoptera. Gigitan atau sengatan dari
mereka dapat menyebabkan reaksi yang cukup serius pada orang yang alergi terhadap mereka.
Kematian yang diakibatkan oleh serangga 3-4 kali lebih sering dari pada kematian yang
diakibatkan oleh gigitan ular. Lebah, tawon dan semut api berbeda-beda dalam menyengat.

       Ketika lebah menyengat, dia melepaskan seluruh alat sengatnya dan sebenarnya ia mati
ketika proses itu terjadi. Seekor tawon dapat menyengat berkali-kali karena tawon tidak
melepaskan seluruh alat sengatnya setelah ia menyengat.
         Semut api menyengatkan bisanya dengan menggunakan rahangnya dan memutar
tubuhnya. Mereka dapat menyengat bisa berkali-kali.

Gejala

         Gejala dari gigitan serangga bermacam-macam dan tergantung dari berbagai macam
faktor yang mempengaruhi. Kebanyakan gigitan serangga menyebabakan kemerahan, bengkak,
nyeri, dan gatal-gatal di sekitar area yang terkena gigitan atau sengatan serangga tersebut. Kulit
yang terkena gigitan bisa rusak dan terinfeksi jika daerah yang terkena gigitan tersebut terluka.
Jika luka tersebut tidak dirawat, maka akan mengakibatkan peradangan akut.

         Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak, desahan, sesak napas, pingsan dan
hampir meninggal dalam 30 menit adalah gejala dari reaksi yang disebut anafilaksis. Ini juga
diakibatkan karena alergi pada gigitan serangga.

         Gigitan serangga juga mengakibatkan bengkak pada tenggorokan dan kematian karena
gangguan udara.

         Sengatan dari serangga jenis penyengat besar atau ratusan sengatan lebah jarang sekali
ditemukan hingga mengakibatkan sakit pada otot dan gagal ginjal.


Pengobatan

         Jika terjadi gejala seperti di atas maka carilah pengobatan. Gejala tersebut bisa jadi
anafilaksis fatal.

         Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak adalah gejala yang paling sering
ditemui. Paling sering ini diobati di rumah dengan antihistamin.

         Jika gigitan menyebabkan infeksi (kemerahan dengan atau tanpa nanah, suhu tubuh
tinggi, demam, atau kemerahan di tubuh), pergilah ke dokter.

         Jika tidak diketahui apa yang menggigit, sangat penting untuk menjaga area yang digigit
agar tidak terjadi infeksi. Hubungi dokter jika ada luka yang terbuka, mungkin itu sengatan racun
laba-laba.

         Seseorang yang mempunyai riwayat tergigit atau tersengat serangga harus pergi ke rumah
sakit terdekat jika mendapati gejala lain. Sedang orang yang tidak mempunyai riwayat tergigit
serangga juga harus ke bagian gawat darurat jika:
1. Mendesah
2. Sesak nafas
3. Dada sesak atau sakit
4. Tenggorokan sakit atau susah berbicara
5. Pingsan atau lemah
6. Infeksi

       Redakan sakitnya dengan salep (beberapa jenis salep tersedia di apotek dan toko obat
terdekat) atau dengan kompres dingin.Jika Anda tahu bahwa Anda atau anak Anda alergi
terhadap gigitan atau sengatan serangga, mintalah nasihat dokter tentang tindakan
pencegahannya. Jangan mencabut sengat lebah. Hilangkan dengan ujung kuku atau pisau.


Pengobatan pribadi di rumah


Pengobatan tergantung pada jenis reaksi yang terjadi. Jika hanya kemerahan dan nyeri pada
bagian yang digigit, cukup menggunakan es sebagai pengobatan. Bersihkan area yang terkena
gigitan dengan sabun dan air untuk menghilangkan partikel yang terkontaminasi oleh serangga
(seperti nyamuk). Partikel-partikel dapat mengkontaminasi lebih lanjut jika luka tidak
dibersihkan.


Pengobatan dapat juga menggunakan antihistamin seperti diphenhidramin (Benadryl) dalam
bentuk krim/salep atau pil. Losion Calamine juga bisa membantu mengurangi gatal-gatal.
                                        GIGITAN ULAR
Definisi
Suatu keadaan yang disebabkan oleh gigitan ular berbisa. Dari gigitan / dipatuk ular berbisa akan
menyebabkan rasa sakit yang amat sangat pada bagian yang dipatuk itu, dimana bengkak dan
merah nampak pada kulit. Dalam waktu kurang dari setengah jam, penderita akan menjadi lemas,
muntah, banyak ludah keluar, lumpuh / kejang, lidah dan alat suara serta pernapasan jadi
lumpuh, dalam hal ini susunan syaraf yang banyak mengalami penderitaan. Bila lumpuh mulai
hilang sebelum datangya kematian, kemungkina besar dia dapat sembuh tanpa pertolongan. Bila
lumpuh      tidak    hilang,     segeralah     lakukan      pertolongan     sebelum   terlambat.


Penyebab
Secara garis besar ular berbisa dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok:
    Colubridae (Mangroce cat snake, Boiga dendrophilia, dan lain-lain)
    Elapidae (King cobra, Blue coral snake, Sumatran spitting cobra, dan lain-lain)
    Viperidae (Borneo green pit viper, Sumatran pit viper, dan lain-lain).


Gambaran Klinis
   ~ Umumnya gigitan ular tidak beracun, misalnya ular air dan hanya memerlukan tata
       laksana sederhana. Namun bila jenis ular tidak diketahui, maka sebaiknya dilakukan
       upaya pencegahan dengan Serum Anti Bisa Ular Polivalen.
   ~ Kemungkinan ini dicurigai bila ada riwayat digigit ular.
   ~ Penderita mungkin:
      Tampak kebiruan
      Pingsan
      Lumpuh
      Sesak nafas
Efek yang ditimbulkan akibat gigitan ular dapat dibagi tiga:
1. Efek lokal.
Beberapa spesies seperti coral snakes, krait akan memberikan efek yang agak
sulit di deteksi dan hanya bersifat minor tetapi beberapa spesies, gigitannya
dapat menghasilkan efek yang cukup besar seperti: bengkak, melepuh,
perdarahan, memar sampai dengan nekrosis. Yang mesti diwaspadai adalah
terjadinya syok hipovolemik sekunder yang diakibatkan oleh berpindahnya
cairan vaskuler ke jaringan akibat efek sistemik bisa ular tersebut.
2. Efek sistemik
Gigitan ular ini akan menghasilkan efek yang non-spesifik seperti: nyeri kepala,
mual dan muntah, nyeri perut, diare sampai pasien menjadi kolaps. Gejala
yang ditemukan seperti ini sebagai tanda bahaya bagi petugas kesehatan untuk memberi
petolongan segera.
3. Efek sistemik spesifik
Efek sistemik spesifik dapat dibagi berdasarkan:
       · Koagulopati
Beberapa spesies ular dapat menyebabkan terjadinya koagulopati. Tandatanda
klinis yang dapat ditemukan adalah keluarnya darah terus menerus
dari tempat gigitan, venipuncture dari gusi dan bila berkembang akan
menimbulkan hematuria, haematomesis, melena dan batuk darah.
       · Neurotoksik
Gigitan ular ini dapat menyebabkan terjadinya flaccid paralysis. Ini biasanya
berbahaya bila terjadi paralisis pada pernafasan. Biasanya tanda-tanda
yang pertama kali dijumpai adalah pada saraf kranial seperti ptosis,
oftalmoplegia progresif bila tidak mendapat anti venom akan terjadi
kelemahan anggota tubuh dan paralisis pernafasan. Biasanya full paralysis
akan memakan waktu + 12 jam, pada beberapa kasus biasanya menjadi
lebih cepat, 3 jam setelah gigitan.
       · Miotoksisitas
Miotoksisitas hanya akan ditemukan bila seseorang diserang atau digigit
oleh ular laut. Ular yang berada didaratan biasanya tidak ada yang
menyebabkan terjadinya miotoksisitas berat. Gejala dan tanda adalah :
nyeri otot, tenderness, mioglobinuria dan berpotensi untuk terjadinya gagal
ginjal, hiperkalemia dan kardiotoksisitas.
Diagnosis
Adanya riwayat gigitan disertai gejala/tanda gigitan ular berbisa baik berupa efek
lokal (tempat gigitan) maupun efek sistemik dan efek sistemik spesifik.
Penatalaksanaan
Pada saat dalam kepanikan karena digigit oleh ular apalagi telah diketahui bahwa ular tersebut
sangat berbisa, maka kadang-kadang orang tidak lagi berpikir secara rasional karena stress dan
karena pengaruh dari racun ular tersebut.

             Tenang jangan panik !!
             Tidak terlalu banyak bergerak apalagi menggerakkan bagian tubuh yang kena
               gigitan ular
             Anjurkan pasien untuk tenang.
             Bawa pasien yang mempunyai fasilitas kesehatan yang memadai.
             Sedapat mungkin mengidentifikasi jenis ular yg menggigit, kalau tahu nama
               sebenarnya akan jauh lebih membantu, kalaupun tidak jangan dipaksakan
              mengejar ular tersebut nanti
              malah bisa digigit dua kali lagi.
            Bila yang digigit anggota badan, gunakan tali putar silang disebelah atas
              luka.Putar tali sedemikian kencang sampai denyut nadi di ujung anggota hampir
              tidak teraba. Ikatan dikendorkan tiap 15 menit selama 1 menit.
            Jika gigitan terjadi dalam waktu kurang dari setengah jam, buatlah sayatan silang
              ditempat gigitan sampai darah keluar dan sedotlah dengan alat penyedot, jangan
              sekali-kali dengan mulut.
            Jangan ditoreh/dilukai/dirobek
            Kalau masih memungkinkan segera setelah kena gigit bagian tubuh yang kena
              gigit dihisap kuat dengan alat-alat tertentu sepert “extractor” asalkan tidak
              melukai atau dan jangan melakukan hisapan dengan mulut karena berbahaya dan
              bisa terminum/masuk kedalam mulut
            Bersihkan bagian tubuh yang kena gigit dengan antiseptik untuk mengindari
              infeksi, karena dalam beberapa kasus, bahaya infeksi malah jauh lebih berbahaya
              dari racun ular itu sendiri.
            Ikat atau balut di atas dan dibawah bagian tubuh yang kena gigit dengan perban,
              tetapi jangan terlalu kencang, rasakan saja sendiri untuk sedikit memperlambat
              peredaran darah tetapi tetap bisa mensuplai darah. Bila timbul gejala umum
              seperti syok, lumpuh dan sesak nafas, penderita harus segera rujuk ke rumah
              sakit. Satu-satunya perawatan yang dianjurkan atas gigitan ular adalah
              memberikan kompres dingin, menjaga korban agar tetap tenang dan membawanya
              ke rumah sakit sesegera mungkin.
            Bila tersedia, suntikkan serum Anti Bisa Ular (ABU) polivalen i.v dan disekitar
              luka. ATS dan penisilin procain 900.000 IU dapat dipertimbangkan sebagai
              profilaksis.

   Secara umum orang awam kalo digigit ular berbisa biasanya melakukan hal-hal sbb:
- Mengikat dengan keras bagian tubuh (di atas/bawah) yang kena gigit
- menoreh bagian tubuh yang kena gigit
- mengisap darah pada bagian tubuh yang kena gigit
- atau membawanya ke tempat dukun ular/pawang ular
   Hal-hal yang dilakukan tersebut tidak sepenuhnya salah cuman barangkali perlu lebih
dilakukan dengan cara yang lebih baik. Pada banyak kasus-kasus gigitan ular, sebagian dari
mereka ada yang tidak sadar kalau mereka itu telah digigit oleh ular yang sangat berbisa
sehingga tidak melakukan pengobatan dan kemudian karena tidak ada pertolongan sama sekali
akhirnya meninggal dunia.
  Biasanya ular yang menggigit tersebut adalah jenis ular yang mempunyai bisa neurotoxin
,dimana pengaruh dari racun ini adalah terkadang tidak menimbulkan rasa sakit tetapi menyerang
susunan saraf sehingga menimbulkan rasa kecapean,ngantuk tertidur untuk tidak terbangun lagi
Contoh ular yang memiliki neorotoxin adalah ular weling ( bungarus candidus ) dengan warna
belang hitam - putih.Sedangkan ular yang memiliki bisa hemotoksin seperti ular hijau ekor
merah ( trimeresurus albolabris) cenderung lebih mudah dilakukan pertolongan.

   Karena itu pengetahuan tentang jenis-jenis ular terutama yang berbisa sangat penting dan
cara penanganan P3K juga perlu lebih disosialisasika.Perlu adanya yayasan atau rumah sakit
yang secara khusus care tentang masalah ini terutama di daerah-daerah yang rawan dengan ular
berbisa spt; papua dan sekitarnyaAkan banyak nyawa yg akan tertolong jika ketersediaan anti
bisa, harga terjangkau dan orang/dokter yang ahli di bidang ini.

   Metode lama dalam pertolongaan pertama yang masih dipakai adalah memasang
torniquet,suction dengan alat atau menggunakan mulut (biasanya terinspirasi dari menonton film
yang bertemakan petualangan), pemberian bahan – bahan kimia yang semuanya sebenarnya
merupakan kontra indikasi.
Seandainya bila anti venom tidak tersedia ditempat tersebut. ini tidak menjadi kendala asal luka
telah dibersihkan.


Managemen untuk gigitan ular

   1. selalu mengasumsikan bahwa semua gigitan ular dapat mengancam kehidupan.
   2. bila melakukan triage kasus gigitan ular maka selalu dimasukkan kedalam katagori
       emergency.
   3. pasang iv line pada semua kasus.
   4. berhati – hati ketika memilih lokasi pemasangan iv line atau pengambilan sample darah
       pada kasus koagulopahty, yang betujuan untuk mencegah pendarahan. Khususnya pada
       pembuluh darah subclavia, jugular,femur.
   5. hindari melakukan penyuntikan intra muscular jika memungkinkan terjadinya
       coagulopathy.
   6. lakukan pemeriksaan whole blood clotting time ( WBCT)
   7. jika terjadi gangguan pada pernafasan akibat paralysis, persiapkan untuk intubasi dan
       pemasangan ventilator eksternal.
   8. jika terjadi shock, tangani dengan pemberian cairan.

       Tips yang dapat dilakukan:

       Usahakan membunuh ular yang mengigit anda untuk memudahkan identifikasi ular
       dalam pemberian anti venom. Ketika membunuh ular tersebut jangan sampai anda
       tergigit lagi oleh ular tersebut.
Untuk membedakan antara ular berbisa dengan tidak adalah dengan melihat bekas
gigitan. Gigitan yang terdiri dari 2 lubang gigitan layaknya gigitan vampire menandakan
ular tersebut memiliki racun (Bisa), sedangkan gigitan yang membentuk setengah
lingkaran cenderung tidak berbisa.
                          KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
                       PADA SENGATAN DAN GIGITAN ULAR




PENGKAJIAN
Pada sengatan serangga mungkin ditemukan :
   ~ Mendesah
   ~ Sesak nafas
   ~     Tenggorokan sakit atau susah berbicara
   ~     Pingsan atau lemah
   ~     Infeksi
   ~ Kemerahan
   ~ Bengkak
   ~     Nyeri
   ~ Gatal-gatal di sekitar area yang terkena gigitan
Pada gigitan ular dapat ditemukan data :
   ~ Tampak kebiruan

   ~ Pingsan

   ~ Lumpuh

   ~ Sesak nafas
   ~ syok hipovolemik
   ~ nyeri kepala
   ~ mual dan muntah
   ~ nyeri perut
   ~ diare
   ~ keluarnya darah terus menerusdari tempat gigitan
   ~ flaccid paralysis
   ~ Miotoksisitas


DIAGNOSA KEPERAWATAN
        Nyeri berhubungan dengan proses toksikasi
        Syok berhubungan dengan tidak adekuatnya peredaran darah ke jaringan
        Rasa gatal, bengkak dan bintik – bintik merah berhubungan dengan proses inflamasi
INTERVENSI
       Nyeri berhubungan dengan proses toksikasi
Tujuan : Meredakan nyeri
Intervensi
      1. Sengat kalau masih ada dicabut dengan pinset
         R/ : mengeluarkan sengat serangga yang masih tertinggal
      2. Berikan kompres dingin
         R/ : meredakan nyeri dan mengurangi bengkak
      3. Lakukan tehnik distraksi relaksasi
         R/ : mengurangi nyeri
      4. Kolaborasi dalam pemberian antihistamin seperti diphenhidramin (Benadryl) dalam
         bentuk krim/salep atau pil, losion Calamine
         R/ : mengurangi gatal – gatal


       Syok berhubungan dengan tidak adekuatnya peredaran darah ke jaringan
Tujuan : Menangani penyebab, Memperbaiki suplai darah ke jaringan
Intervensi
      1. Atasi setiap penyebab shock yang mungkin dapat di atasi(perdarahan luar)
         R/: Mengurangi keparahan
      2. Pasien dibaringkan kepala lebih rendah.
         R/: Kepala lebih rendah supaya pasien tidak hilang kesadaran
      3. Kaki di tinggikan dan di topang
         R/: Meningkatkan suplai darah ke otak
      4. Longgarkan pakaian yang ketat atau pakaian yang menghalangi
         R/: Sirkulasi tidak terganggu
      5. Periksa dan catat pernapasan nadi dan tingkat reaksi tiap 10 menit
         R/: Mengetahui tingkat perkembangan pasien


       Rasa gatal, bengkak dan bintik – bintik merah berhubungan dengan proses inflamasi
Tujuan : Mencegah peradangan akut
Intervensi
      1. Pasang tourniket pada daerah di atas gigitan
         R/: Mencegah tersebarnya racun ke seluruh tubuh
      2. Bersihkan area yang terkena gigitan dengan sabun dan air untuk menghilangkan partikel
         yang terkontaminasi oleh serangga (seperti nyamuk).
         R/: Untuk menghindari terkontaminasi lebih lanjut pada luka
      3. Kolaborasi dalam pemberian antihistamin dan serum Anti Bisa Ular (ABU) polivalen i.v
         dan disekitar luka. ATS dan penisilin procain 900.000 IU
         R/: Mencegah terjadinya infeksi

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:6129
posted:7/25/2010
language:Indonesian
pages:12