Laporan Resmi _ PHP String by hcj

VIEWS: 89 PAGES: 6

									                                     LAPORAN RESMI


                          Redo Dwi Bagus Ferdiyanto (7406.040.002)


                                          May 11, 2009


Judul Percobaan : PHP String
Question 1 : Sebutkan perbedaan antara string yang menggunakan petik tunggal („‟) dengan
               string yang menggunakan petik ganda (“”)! Beri contoh!
Penulisan string dalam double quote (“”) adalah yang paling umum digunakan dalam PHP script
karena menawarkan flexibilitas paling tinggi. Hal tersebut karena variable dan escape sequence
akan diparsing dan diinterpretasikan sesuai dengan fungsinya. Contoh parsing variabel :




Output pada browser :


Contoh parsing escape sequence :




Output pada browser :


Output pada browser source :



Escape sequence berupa newline character (\n) jika penulisannya seperti script di atas akan
diabaikan oleh browser. Namun jika kita melihat source-nya dari browser, maka newline
character tetap dijalankan sehingga menghasilkan dua baris teks seperti di atas.
Berikut ini daftar special escape sequences yang dikenal dalam PHP.
Penulisan string dalam single quote („‟) akan sangat berguna ketika sebuah string akan
diinterpretasikan sebagaimana yang tertulis dalam script. Jadi, baik variable maupun escape
sequence tidak akan diinterpretasikan pada saat string diparsing. Hal inilah yang membedakan
dengan penulisan string dalam double quote (“”). Contoh :


Output pada browser :


Perhatikan bahwa single quote pada kata “it‟s”. Untuk menghasilkan output seperti itu pada script
harus dituliskan backslash (\) sebelum single quote („). Jika tidak dituliskan maka akan terjadi
syntax error, kecuali kalau konfigurasi magic_quote_gpc di-enable.


Question 2 : Beri contoh penulisan string menggunakan HERE DOCUMENT!
Sintaks heredoc menawarkan cara yang tepat untuk menghasilkan output berupa teks dengan
jumlah besar (banyak). Sangat berguna jika terdapat banak single dan double quote dalam sebuah
teks. Heredoc tidak membatasi string dengan single atau double quote, namun menggunakan dua
identifiers yang identik. Contoh :




Output pada browser :




Contoh :
Output pada browser :




Hal-hal yang perlu diperhatikan :
   Identifier pembuka dan penutup (Dalam contoh di atas adalah EXCERPT dan END) haruslah
    identik. Kita dapat menentukan identifier tersebut sesuai keinginan tetapi harus sama persis
    antara pembuka dan penutup. Identifier harus berupa karakter alfanumerik dan underscore,
    serta tidak diawali dengan angka atau underscore.
   Identifier pembuka harus didahului oleh tiga tanda lebih kecil “<<<” (tanpa tanda kutip).
   Sintaks heredoc mengikuti parsing rule yang sama seperti string yang dituliskan dalam double
    quote. Karena itu, baik variabel maupun escape sequence akan diparsing.
   Identifier penutup harus berada pada awal baris, tidak dapat didahului oleh spasi, atau
    karakter asing lainnya. Jika tidak, maka akan terjadi syntax error.
   Adanya spasi di belakang identifier (baik pembuka maupun penutup) akan menghasilkan
    syntax error.


Question 3 : Beri contoh cara mengakses elemen dari sebuah string!




Output pada browser :




Question 4 : Sebutkan kegunaan fungsi strpos!
Sintaks :


Fungsi strpos() digunakan untuk mencari posisi dari suatu substring (yang ditemukan pertama
kali) dalam sebuah string. Pencarian dimulai dari sebelah kiri dan bersifat case-sensitive. Jika
substring tidak ditemukan dalam string, maka fungsi strpos() akan mengembalikan nilai false.
Parameter optional offset digunakan untuk menentukan darimana (dari posisi ke berapa)
pencarian akan dilakukan. Jika parameter tersebut tidak dimasukkan, maka secara default
pencarian akan dilakukan mulai dari awal string. Contoh :




Contoh di atas akan menghasilkan output berupa waktu pertama kali file index.html diakses.


Jika ingin mencari suatu substring namun case-insensitive, dapat digunakan fungsi stripos(). Jika
ingin mencari suatu substring (yang ditemukan terakhir kali) dalam sebuah string, dapat
menggunakan fungsi strrpos().


Question 5 : Sebutkan kegunaan fungsi substr!
Sintaks :


Fungsi substr() akan mengembalikan nilai berupa bagian dari str yang terletak antara start dan
start + length.      Jika parameter length tidak ditentukan, nilai yang dikembalikan adalah
bagian dari str mulai dari start sampai akhir str. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam menggunakan fungsi substr(), antara lain :
   Jika parameter start bernilai positif, maka untuk menentukan posisi parameter tersebut
    dihitung mulai posisi ke-0 (awal string) ke kanan.
   Jika parameter start bernilai negatif, maka untuk menentukan posisi parameter tersebut
    dihitung mulai posisi ke-0 (awal string) ke kiri (posisi -1 berarti akhir string). Contoh :
                        Script                                    Output




Question 6 : Sebutkan kegunaan fungsi substr_replace!
Sintaks :


Fungsi substr_replace akan mengganti sebuah substring atau string dengan substring atau string
baru. Beberapa hal penting yang perlu diingat dalam penulisan fungsi substr_replace() sama
dengan yang telah dijelaskan pada fungsi substr(). Contoh :




Output pada browser :




Question 7 : Sebutkan kegunaan fungsi strstr!
Sintaks :


Fungsi strstr() akan mengembalikan nilai berupa substring mulai dari substring yang ditentukan
pada parameter occurance sampai akhir string. Contoh :
                          Script                                     Output




Question 8 : Sebutkan kegunaan fungsi strrev!
Sintaks :
   string strrev(string)
Fungsi strrev() akan mengembalikan string dalam keadaan terbalik. Contoh :
                          Script                                     Output
Question 9 : Sebutkan kegunaan fungsi explode!
Sintaks :


Fungsi explode akan membagi string menjadi sebuah array yang terdiri dari substring-substring.
String yang asli akan dibagi menjadi beberapa elemen yang berbeda dengan cara memisahkannya
berdasarkan separator tertentu. Jumlah elemen dapat dibatasi dengan manambahkan parameter
limit.   Berikut ini akan diberikan contoh untuk menentukan jumlah kata dalam sebuah kalimat.
Separator yang digunakan adalah spasi.




Output pada browser :




Question 10 : Sebutkan kegunaan fungsi implode!
Sintaks :


Fungsi implode() berkebalikan dengan fungsi explode(). Jika fungsi explode() membagi string
menjadi sebuah array yang terdiri dari substring-substring, maka fungsi implode()
menggabungkan substring-substring elemen array tersebut menjadi sebuah string yang utuh.
Berikut ini akan diberikan contoh penggunaan fungsi implode() untuk menggabungkan elemen-
elemen sebuah array dalam satu string dan memisahkannya dengan garis vertikal.




Output pada browser :

								
To top