Docstoc
EXCLUSIVE OFFER FOR DOCSTOC USERS
Try the all-new QuickBooks Online for FREE.  No credit card required.

pelaku kegiatan ekonomi

Document Sample
pelaku kegiatan ekonomi Powered By Docstoc
					by   : Saifulloh Anek P.
1.   Apa yang dimaksud dengan pelaku ekonomi ?

       Pelaku ekonomi yaitu seseorang yang memerankan suatu kegiatan ekonomi seperti, produksi,
        konsumsi, dan distribusi.

2. Adapun 4 kelompok pelaku kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut:
   1. rumah tangga produsen;
   2. rumah tangga konsumen;
   3. rumah tangga pemerintah; dan
   4. rumah tangga luar negeri

1. RUMAH TANGGA PRODUSEN

    Rumah Tangga Produsen (RTP) merupakan salah satu pelaku ekonomi yang sangat dibutuhkan
masyarakat, karena RTP berfungsi dan berperan memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi
kebutuhan rumah tangga konsumen, pemerintah dan luar negeri. Dalam melakukan proses produksi,
RTP memerlukan faktor produksi sebagai bahan/alat untuk menghasilkan barang dan jasa.

     Rumah Tangga Produsen (RTP) disebut juga Rumah Tangga Perusahaan atau cukup disebut
perusahaan. Rumah tangga ini melakukan kegiatankegiatan pokok sebagai berikut:

     1. memproduksi barang dan jasa;
     2. mempergunakan faktor-faktor produksi dan memberikan imbalan jasa berupa sewa, upah,
        bunga modal dan laba/dividen kepada pemilik faktor produksi;
     3. membeli barang-barang modal dari dalam dan luar negeri;
     4. membayar pajak kepada pemerintah; dan
     5. menjual barang/jasa kepada rumah tangga lain.

2. RUMAH TANGGA KONSUMEN

Rumah tangga konsumen atau rumah tangga menjalankan peranan sebagai berikut:

a.   menyediakan faktor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan skill) dan menjualnya kepada
     Rumah Tangga Produksi;
b.   menerima penghasilan dari produsen sebagai balas jasa penjualan faktor produksi berupa sewa,
     upah, bunga modal dan laba;
c.   membelanjakan penghasilan untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan produsen;
d.   membeli/meminta barang-barang impor; dan
e.   membayar pajak kepada pemerintah.
3. RUMAH TANGGA PEMERINTAH

Peranan rumah tangga pemerintah sebagai salah satu pelaku kegiatan ekonomi sangat besar
pengaruhnya terhadap kemajuan perekonomian masyarakat suatu negara. Rumah tangga pemerintah
mempunyai fungsi sebagai pengatur pembangunan perekonomian. Tujuan yang hendak dicapai dalam
pembangunan ialah:

a.   meningkatkan kesempatan kerja;
b.   mengendalikan tingkat inflasi;
c.   menstabilkan neraca pembayaran luar negeri;
d.   meningkatkan pertumbuhan ekonomi; dan
e.   menciptakan masyarakat adil dan makmur.
     Apabila diklasifikasikan, peranan rumah tangga pemerintah terdiri dari:

a.   menciptakan investasi-investasi umum, seperti penyediaan sarana jalan raya dan jembatan;
b.   mendirikan perusahaan-perusahaan negara sebagai penyetabil kegiatan perekonomian;
c.   menarik pajak langsung dan tidak langsung;
d.   membelanjakan penerimaan negara untuk membeli barang-barang kebutuhan pemerintah;
e.   menyewa tenaga kerja; dan
f.   melakukan kebijakan moneter.


4. RUMAH TANGGA LUAR NEGERI

kegiatan yang dilakukan rumah tangga masyarakat luar negeri adalah:
a. penyedia atau penjual barang-barang impor;
b. pembeli barang-barang hasil produksi dalam negeri; dan
c. penyedia modal atau tenaga ahli.



     3. Jenis-jenis BUMS

    Badan Usaha/perusahaan Perseorangan:

        Badan usaha yang didirikan dan dikelola secara perorangan/seorang diri.

     Ciri dan sifat perusahaan :
    Relatif mudah didirikan dan jugs dibubarkan
    Tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
    Tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
    Seluruh keuntungan dinikmati sendiri
    Sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
    Sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan



        Kebaikan:
           Pemilik bebas mengambil keputusan
       Seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan
       Rahasia perusahaan terjamin
       Pemilik lebih giat berusaha
    Keburukan:
      Tanggungjawab pemilik tidak terbatas
      Sumber keuangan perusahaan terbatas
      Kelangsungan hidup perusahaan kurang terjamin
      Seluruh aktivitas manajemen dijakukan sendiri, sehingga pengelolaan manajemen menjadi
    kompleks

   Firma (Fa) :

           Persekutuan antara dua orang atau lebih dengan bersama untuk melaksanakan usaha,
    umumnya dibentuk oleh orang-orang yang memiliki Keahlian sama atau seprofesi dengan
    tanggungjawab masing-masing anggota tidak terbatas, laba ataupun kerugian akan ditanggung
    bersama.

   ciri dan sifat firma :
    1. Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan   harta
    pribadi
    2. Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
    3. Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.
    4. Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
    5. Seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
    6. Pendiriannya tidak perlu memerlukan akte pendirian
    7. Mudah memperoleh kredit usaha

   Kebaikan :
    1.Kemampuan manajemen lebih besar, karena ada pembagian kerja diantara para anggota
    Pendiriannya relatif mudah, baik dengan Akta atau tidak memerlukan Akta Pendirian
    Kebutuhan modal lebih mudah terpenuhi

   Keburukan:
    1. Tanggungjawab pemilik tidak terbatas
    2. Kerugian yang disebabkan oleh seorang anggota, harus ditangung bersama anggota lainnya
    Kelangsungan hidup perusahaan tidak menentu

   Persekutuan Komanditer (CV) :
            CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang
    atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di
    antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta
    pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi
    ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan CV disebut sekutu aktif, dan yang
    hanya menyetor modal disebut sekutu pasif.




   Ciri dan sifatnya :
      sulit untuk menarik modal yang telah disetor
      modal besar karena didirikan banyak pihak
      mudah mendapatkan kridit pinjaman
       ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal
     menunggu

    Kebaikan :
       Kemampuan manajemen lebih besar Proses pendirianya relatif mudah
       Modal yang dikumpulkan bisa lebih besar Mudah memperoleh kredit

    Keburukan:
       Sebagian sekutu yang menjadi Persero Aktif memiliki tanggung tidak terbatas
       Sulit menarik kembali modal
       Kelangsungan hidup perusahaan tidak menentu




     Para pendiri terdiri dari persero aktif dan persero pasif
     a. Persero Aktif yaitu orang yang aktif menjalankan dan mengelola perusahaan termasuk
     bertanggung jawab secara penuh atas kekayaan pribadinya.
     b. Persero Pasif yaitu orang yang hanya bertanggung jawab sebatas uang yang disetor ke dalam
     perusahaan tanpa melibatkan harta dan kekayaan peribadinya




    Perseroan Terbatas (PT):

Perusahaan yang terdiri dua orang atau lebih dengan kepemilikan modalnya berupa saham- saham.

     Kebaikan :
       Pemegang saham bertanggungjawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan
       Mudah mendapatkan tambahan dana/modal misalnya dengan mengeluarkan saham
     Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin
       Terdapat efesiensi pengelolaan somber dana dan efesiensi pimpinan, karena pimpinan dapat
     diganti sewaktu-waktu melalui Rapat Umum Pemegang Saham
       Kepengurusan perseroan memiliki tanggung jawab yang jelas kepada pemilik atau pemegang
     saham.
       Diatur dengan jelas oleh undang-undang perseroan terbatas serta peraturan lain yang
     mengikat dan melindungi kegiatan perusahaan

    o Keburukan:
      o Merupakan subjek pajak tersendiri dan deviden yang diterima pemegang saham akan
         dikenakan pajak
      o Kurang tedamin rahasia perusahaan, karena semua kegiatan hares dilaporkan kepada
         pemegang saham
      o Proses pendiriannya membutuhkan waktu lebih lama dan biaya yang lebih besar dari CV.
      o Proses Pembubaran, Perubahan Anggaran Dasar, Penggabungan dan Pengambilalihan
         perseroan membutuhkan waktu dan biaya serta persetujuan dari Rapat Umum Pemegang
         Saham (RUPS)
   4. Kapan persekutuan dinyatakan bubar ?
      Persekutuan dinyatakan bubar menurut pasal 16 KUHP :
          Habisnya waktu yang ditentukan dalam perjanjian
          Meninggalnya salah satu anggota



   5. Jenis –jenis BUMN

     Perusahaan Jawatan (Perjan):
     Bentuk badan usaha milik Negara yang seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. Perjan ini
berorientasi pelayanan pada masyarakat, sehingga selalu merugi.




   Ciri-ciri perjan
        Makna usaha adalah public service, artinya pengabdian serta pelayanan
            kepada masyarakat. Usahnya dijalankan dengan memegang syarat-syarat
            efisiensi, efektivitas dan ekonomis dalam manajemen perusahaan dan
            pelayanan kepada umum/masyarakat yang baik dan memuaskan.
        Mempunyai hubungan hukum publik (publik rechteljik verhouding). Bila ada atau
            melakukan tuntutan/dituntut, maka kedudukannya adalah sebagai
            Pemerintah atau seizin Pemerintah.
        Dipimpin oleh seorang Kepala, merupakan bawahan suatu bagian dari
            Departemen Direktorat Jenderal/Direktorat/Pemerintah Daerah.
        mempunyai dan memperolehfasilitas negara.
        Pegawainya pada pokoknya adalah pegawai negeri.

    Perusahaan Umum (Perum):
       Perjan yang sudah dirubah. Tujuannya tidak lagi berorientasi pelayanan tetapi sudah profit
oriented. Sama seperti Perjan, Perum dikelola oleh Negara dengan status pegawainya sebagai Pegawai
Negeri. Namun perusahaan masih merugi meskipun statusPerjan diubah menjadi Perum, sehingga
pemerintah terpaksa menjual sebagian saham Perum tersebut kepada public (go public) dan statusnya
diubah menjadi Persero.

   Ciri-ciri perum:
          Makna usahanya adalah melayani kepentingan umum
          Berstatus badan hukum di atur berdasarkan undang-undang (wetsduiding).
          Bergerak di bidang jasa vital
          Mempunyai nama dan kekayaan sendiri, bebas bergerak seperti perusahaanswasta,
           mengadakan perjanjian, kontrak clan hubungan-hubungan denganperusahaan lainnya.




   PT (Perseroan Terbatas) Perusahaan perseroan:

       Adalah perusahaan yang semua modalnya berbentuk saham, yang jenis peredarannya
tergantung jenis saham tersebut.Perusahaan perseroan dikelola secara professional. Biasanya,
perusahaan-perusahaan ini mencantumkan namanya kedalam bursa efek untuk diperjual belikan.
Sedangkan Persero adalah salah satu badan usaha yang dikelola oleh Negara atau daerah. Berbeda
dengan Perum atau Perjan, tujuan didirikannya Persero yang pertama adalah mencari keuntungan dan
yang kedua memberi pelayanan kepada umum. Modal pendiriannya berasal sebagian atau seluruhnya
dari kekayaan Negara yang dipisahkan berupa saham-saham. Persero dipimpin oleh Direksi,
sedangkan pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta. Badan usahanya ditulis PT (nama
perusahaan) (PERSERO). Perusahaan ini tidak memperoleh fasilitas Negara.

Ciri-ciri Persero adalah sebagai berikut:

   1.  Pendirian persero diusulkan oleh menteri kepada presiden
   2.  Pelaksanaan pendirian dilakukan oleh mentri dengan memperhatikan perundang-undangan
   3.  Statusnya berupa perseroan terbatas yang diatur berdasarkan undang-undang
   4.  Modalnya berbentuk saham
   5.  Sebagian atau seluruh modalnya adalah milik negara dari kekayaan negara yang dipisahkan
   6.  Organ persero adalah RUPS, direksi dan komisaris
   7.  Menteri yang ditunjuk memiliki kuasa sebagai pemegang saham milik pemerintah
   8.  Apabila seluruh saham dimiliki pemerintah, maka menteri berlaku sebagai RUPS, jika hanya
       sebagian, maka sebagai pemegang saham perseroan terbatas
   9. RUPS bertindak sebagai kekuasaan tertinggi perusahaan
   10. Dipimpin oleh direksi
   11. Laporan tahunan diserahkan ke RUPS untuk disahkan
   12. Tidak mendapat fasilitas Negara
   13. Tujuan utama memperoleh keuntungan
   14. Hubungan-hubungan usaha diatur dalam hukum perdata
   15. Pegawainya berstatus pegawai Negeri

Kebaikan :

   o Tanggung jawab pemegang saham terbatas pada jumlah modal yang ditanamkan saja.
   o Terdapat pemisahan antara pemilik perusahaan (PT) dengan pengusaha (pengelola) perusahaan
     (PT)
   o Usaha untuk mendapatkan modal lebih mudah, karena saham-sahamnya dapat dijual di pasar
     bursa dan dapat diterbitkan sesuai dengan kebutuhan
   o Dijumpainya efisiensi dalam hal kepemimpinan
   o Kontinuitas dan kelangsungan hidup PT lebih terjamin, karena dikolola oleh orang-orang yang
     memiliki keahlian memimpin dan berada dalam pengawasan. Pemilik perseroan terbatas (PT)
     adalah para persero atau pemegang saham. Pengusaha PT adalah orang-orang yang ditunjuk
     menjadi direksi dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)

Keburukan :

   o Biaya untuk mendirikan PT cukup besar dan dibutuhkan dokumen pendirian yang rumit.
   o Usaha untuk memimpin PT sulit karena itu dibutuhkan manager/direksi yang benar-benar memiliki
     keahlian memimpin dan profesional
   o Biaya kegiatan PT cukup besar, untuk itu dibutuhkan modal yang cukup besar pula.
   o Pajak dibebankan kepada Perseroan Terbatas (PT) cukup besar.
   o Sifat kerahasiaan dalam sebuah Perseroan Terbatas (PT) kurang terjamin karena terdiri dari berbagai
     anggota direksi.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:22239
posted:7/23/2010
language:Indonesian
pages:8
Description: pelaku - pelaku kegiatan ekonomi