5R - Rinkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin

Document Sample
5R - Rinkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin Powered By Docstoc
					                                Aplikasi 5 R dan Tahap-Tahapnya
                                               ***

Urutan tersebut disusun berdasarkan urutan langkah/tahap implementasi, mulai dari Resik s/d Rajin,
sehingga memang tidak bisa dibalik-balik. Kalau ditempat saya namanya 5K + S: (1) Ketertiban, (2)
Kerapian, (3) Kebersihan, (4) Kelestarian, (5) Kedisiplinan, dan ditambahkan (6) Safety (keselamatan)

                                                  ***
Urutan 5R (5S) yang disebutkan memang benar, yaitu:
    (1) Ringkas (Seiri): Singkirkan barang yang tidak perlu.
    (2) Rapi (Seiton): Penyimpanan barang sesuai dengan tempatnya.
    (3) Resik (Seiso): Membersihkan berarti memeriksa.
    (4) Rawat (Seiketsu): Menghindari ketidakpastian/ketidaksesuaian.
    (5) Rajin (Shitsuke): Norma kerja produktif selalu dipatuhi.
5R (5S) ini mayoritas diterapkan di perusahaan/manufaktur milik Jepang dan Korea, termasuk
perusahaan kami.

                                                 ***
    Penerapan 5R harus dilakukan secara sistematis karena pada intinya 5R bukanlah suatu standar
tetapi lebih ke arah pembentukan budaya seluruh karyawan di dalam suatu perusahaan.
    5R memang tidak dapat dibolak-balik karena itu sudah menjadi suatu urutan logis yang harus
dijalankan. Dimana hal pertama yang harus dilakukan adalah ringkas bagaimana membuat area kerja
menjadi ringkas dengan hanya menempatkan barang-barang yang diperlukan saja. Setelah ringkas
baru dirapikan dan dibersihkan. Tahap selanjutnya baru melakukan perawatan dan pemerliharaan.
Satu hal yang penting yang harus diperhatikan adalah jangan berharap akan terjadi bersih kalau
belum ringkas. Demikian juga seterusnya. Sehingga pada intinya 5R harus diterapkan step by step
mulai dari R1, setelah cukup baik baru ke R2 dan seterusnya.
    Pembentukan budaya 5R bukanlah suatu yang instan, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk
menjadi budaya. Dalam 5R tentu tidak ada yang sempurna, semua harus berpikir menjadi lebih baik
menjadi lebih baik dan terus akan menjadi lebih baik.

                                                 ***

Terima kasih atas tanggapan tentang 5 R. Saya semakin yakin manfaat 5 R ini dari masukan rekan-
rekan. Saya ingin sharing sudut pandang yang lain tentang penerapan 5 R ini. Dari pangalaman,
ternyata 5 R bisa diterapkan dimana saja, untuk jenis usaha apa saja yang penting tujuannya jelas
dan dapat diukur efektifitasnya (Kata pepatah: if you can not measure it, you can not manage it).
Kami dikantor dan diproyek menggunakan ukuran point tertentu. Jadi, kami memodifikasi sendiri
sesuatu yang kami anggap benar dan baik kami standarkan. Moga-moga kalau score nya udah tinggi
lama kelamanan jadi budaya.
   Kalau mengenai urutan 5 R, kami masih mencari pembenarannya dari sudut lain, misalnya:
mengapa R ke 4 (Rawat) dan 5 (Rajin) di letakkan paling belakang? kalau menurut saya :karena
kedua hal tersebut tidak dapat dilihat/tidak kelihatan, tapi justru yang paling penting karena basis
penerapan ini di Rajin nya (Disiplin). Kalau begitu kenapa tidak didepan? Dari pengalaman
penerapannya kami cari pembenaran yang duluan ditulis yang kelihatan (Seeing is beliefing),
sedangkan R1,2,3 sejalan dengan pemikiran sesuai urutan proses dan berbasis efisien yang juga
didasari Kaizen.

                                                 ***
   Salam kenal semuanya. Saya pendatang baru nih. Mohon pencerahan dan mungkin bisa
berdiskusi bersama. Saya ingin nimbrung soal 5 R ya Pak Tonny. Mohon maap dulu kalo ada yg
salah ya, dan semoga bermanfaat. Setahu saya tentang 5 R adalah sbb: Dalam 5R ada 3 tahapan:
  (1) 5R yang aktif (persiapan)
  (2) Pembudayaan 5R (5R yg efektif)
  (3) 5R pencegahan (penerapan 5R tingkat lanjut)
Urutan dari 5R sendiri adalah: (1) Ringkas (2) Rapi (3) Resik (4) Rawat (5) Rajin.

Dalam tahap I:
 (1) Ringkas:
     - membuang barang yang tidak diperlukan. Disini brg dikelp mjd 4 (barang rusak/ dibuang, stok
       mati/dibuang,stok tidur/dipindahkan ke tempat penyimpanan lain & bahan sisa)
 (2) Rapi:
     - membenahi tempat penyimpanan
     - mengatur tata letak peralatan kerja

5-R                                                                                   1 of 5
 (3) Resik:
     - Mengatur prosedur kebersihan harian, termasuk penanggung jawabnya.
 (4) Rawat:
     - Mempertahankan dan menindaklanjuti dr ketiga langkah diatas.
     - pemeriksaan ke lapangan
 (5) Rajin:
     - Pengendalian visual tempat kerja
     - menerima kritik & saran atas pelaksanaan 3 hal diatas
     - pemasangan slogan2
     - menuju terciptanya suatu KEBIASAAN yang rajin, yg pada akhirnya akan mjd BUDAYA

Dalam tahap II:
 (1) Ringkas:
     - mengendalikan tingkat persediaan barang
 (2) Rapi:
     - memudahkan penggunaan dan pengembalian barang
 (3) Resik:
     - Membudayakan kebersihan & pemeriksaan minimal 5 menit setiap hari
 (4) Rawat:
     - Mempertahankan tempat kerja yg resik
 (5) Rajin:
     - Mempertahankan rawat di perusahaan

Dalam tahap III:
 (1) Ringkas pencegahan:
       - menghindari adanya barang yg tidak diperlukan
 (2) Rapi pencegahan:
        - menghindari ketidakrapian
 (3) Resik pencegahan:
        - membersihkan tanpa mengotori lagi
 (4) Rawat pencegahan:
       - mencegah penurunan kondisi lingkungan
 (5) Rajin pencegahan:
       - mensistematika pelatihan
Jadi, saya simpulkan disini bahwa tujuan dari masing2 langkah adalah:
  (1) Ringkas: biaya/cost
  (2) Rapi: proses & delivery
  (3) Resik: quality & safety
  (4) Rawat: sistem & standar
  (5) Rajin: budaya & sikap.

Seperti kata Pak Tonny yg mengomentari bahwa Rawat & Rajin no 4 & 5, saya setuju dengan Pak
Tonny. menurut saya, inti/dasar dari 5R adalah Ringkas, Rapi & Resik, sedangkan Rawat dan Rajin
adalah proses pengendalian & tindak lanjut dari ketiga hal tsb.
Demikian pendapat saya. Terima kasih
                                                 ***
                                                 ***

   Salam kenal juga, terima kasih atas sharing nya yang ternyata melengkapi filosofi nya 5 R.
Memang, 3 tahapan yang Rekan Asih sebutkan sejalan dengan PDCA dan menuju efisiensi. Apalagi
konsumen sekarang mengharapkan Quality up, cost down, ya 5 R inilah menurut saya salah satu
approach dasar yang paling ampuh untuk memperoleh efisiensi.
   Dalam pelaksanaan 5 R dikantor dan lapangan, kami menggunakan tahapan sikap kerja yang:
   a) DIPAKSA (Manusia pada dasarnya malas)
   b) TERPAKSA (Kendali dengan sistem)
   c) BISA ( Proses pembelajaran sampai Tahu)
   d) BIASA (Sikap yang termotivasi)
   e) BUDAYA (Perilaku yang mengarah pada belief)
Begitulah kami lakukan. Sharing dong untuk pengukurannya. oh ya, dimana dari pengalaman Rekan
Asih mengaudit penerapan 5 R yang bisa saya hubungi?

                                                ***



5-R                                                                              2 of 5
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DITEMPAT KERJA DENGAN KONSEP 5R

Pada tanggal 2 dan 3 Maret 2006, PT. IGLAS (Persero) mengadakan In House Training “Peningkatan
Produktivitas ditempat kerja dengan konsep 5R”. Selaku pembicara adalah dari Balai Pengembangan
Produktivitas Tenaga Kerja (BPPTK) Propinsi Jawa-Timur. In House Training ini diikuti oleh segenap
Kepala Bagian dan Kepala Seksi yang mewakili setiap unit di lingkungan PT. IGLAS (Persero).

Tujuan diselenggarakannya Training ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta
karyawan dalam menciptakan kondisi tempat kerja yang bersih, rapi, aman dan nyaman sehingga
memberi kenyamanan pada karyawan dan semangat kerja tinggi yang pada akhirnya akan
meningkatkan produktivitas.

Dengan menggabungkan antara pemberian materi didalam ruangan dan menganalisa contoh
langsung dilapangan / “plant tour” diharapkan para peserta akan mengerti betul tentang konsep 5R.

Konsep 5R berasal dari Jepang yang sudah diterapkan oleh setiap perusahaan yaitu Seiri, Seiton,
Seiso, Seiketsu, Shitsuke.
Pengertian dari konsep 5R adalah sebagai berikut :

1.Ringkas        ; Memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak
diperlukan dari tempat kerja.

2.Rapi          ; Merapikan barang yang diperlukan dengan teratur supaya mudah diambil untuk
digunakan.

3.Resik          ; Membersihkan tempat/lingkungan kerja, mesin/peralatan dan barang-barang agar
tidak terdapat debu dan kotoran.

4.Rawat     ; Mempertahankan hasil yang telash dicapai pada 3R sebelumnya dengan
membakukannya (standardisasi).

5.Rajin        ; Terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk menjaga dan meningkatkan apa
yang sudah dicapai.

Dalam training ini juga dijelaskan tentang maksud penerapan 5R, Sasaran 5R, Obyek 5R serta syarat
suksesnya 5R.

Syarat sukses 5R meliputi :

1.Komitmen manajemen
2.5R harus dipahami oleh seluruh karyawan
3.Partisipasi semua karyawan
4.Patroli manajemen secara periodik/terjadwal
5.Audit 5R

Setelah melakukan study kasus lapangan / “plant tour” dan mengevaluasi permasalahan maka
konsultan dari BPPTK menilai karyawan PT IGLAS (Persero) mempunyai kompetensi dalam
pelaksanaan 5R dan dukungan komitmen manajemen.(mhs)




5-R                                                                                  3 of 5
                               SEBERAPA EFEKTIFKAH 5R, ANDA ?




Bangsa Jepang adalah sebuah bangsa yang tidak lelah melakukan inovasi yang bertujuan untuk
meningkatkan efisiensi dan keefektivitasan dalam bekerja. Salah satu “produk” dari negara asal
Oshin ini yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan keefektivitasan
dalam bekerja adalah 5S yang kemudian dikembangkan menjadi 6S. Seperti halnya produk Jepang
baik yang berupa barang-barang elektronik maupun kendaraan bermotor, konsep 5S ini pun ikut serta
diboyong ke Indonesia, dimana konsep 5S ini kemudian diadopsi menjadi 5R

Mengapa Perlu 5R ?

Pertanyaan filosifis ini sering ditanyakan oleh setiap orang yang ada pada sebuah manufaktur.

5R merupakan konsep yang memiliki keuntungan jika dilaksanakan secara optimal diantaranya :

      1.    Sebagai alat promosi perusahaan, dalam artian kondisi perusahaan yang bersih, rapi serta
           tertata dengan baik merupakan sarana promosi yang baik apalagi ketika buyers kita
           melakukan visit plan ke pabrik kita.

      2.    Sebagai salah satu konsep yang sesuai dengan prinsip belajar, dengan 5R kita belajar
           untuk medeteksi masalah kemudian mencari cara untuk memecahkannya, langkah
           selanjutnya yaitu melakukan tindakan pencegahan sehingga permasalahan tidak terulang
           kembali.

      3.     Mampu membentuk sebuah team yang handal, hal ini disebabkan karena untuk
           menerapkan 5R secara optimal kita memerlukan sebuah team yang akan berfungsi sebagai
           organisator dari jalannya kegiatan 5R

      4.    Pelaksanaan 5R yang optimal dapat membantu menciptakan kondisi yang teratur didalam
           pelaksanaan kerja sehari hari dimana kesemuanya itu nantinya akan berujung pada
           keefisiensian dalam proses.

Apa itu 5R ?

Konsep 5R ini sesuai dengan namanya dijabarkan menjadi 5 kata yang diawali dengan R (versi
Indonesia) dan huruf S (versi Jepang) adalah sebagai berikut :

Ringkas = Seiri

Merupakan usaha pertama yang wajib dilakukan pada pelaksanaan konsep 5S/5R, dalam Seiri
/Ringkas setiap orang berusaha memilahkan antara mana barang – barang yang sudah tidak terpakai
dengan barang – barang yang masih bisa digunakan, dengan peringkasan ini diharapkan tidak ada
barang dengan kondisi buruk tercampur dengan barang yang masih dapat dipergunakan.

Rapi = Seiton

Langkah berikutnya dari konsep ini adalah suatu upaya penataan atas barang – barang yang sudah
dilakukan pemilahan. Salah satu cara paling mudah dalam menerapkan langkah Seiton/Rapi ini
adalah dengan memberikan identitas pada setiap barang dan kemudian menatanya pada suatu
tempat yang mudah untuk dijangkau.

Resik = Seiso

Konsep ini mengajak setiap orang untuk melakukan pembersihan pada lokasi kerjanya masing-
masing. Pembersihan yang dilakukan pada area produksi dan mesin produksi akan mengurangi
kemungkinan terjadinya kerusakan. Kondisi lingkungan kerja yang bersih akan mempengaruhi kondisi
psikologis dari para pekerja.



5-R                                                                                   4 of 5
Rawat = Seiketsu

Tujuan dari perawatan ini untuk menjaga kondisi atau memelihara kondisi yang sudah ditata dengan
baik tetap terjaga dengan optimal dan terjadi peningkatan atas kondisi tersebut. Salah satu langkah
perawatan yang dilakukan adalah dengan melakukan langkah-langkah maintenance pada mesin
sesuai standar perawatan yang telah ditetapkan.

Rajin = Shitsuke

Tujuan dari rajin ini adalah terbentuknya pribadi-pribadi yang disiplin serta tumbuhnya rasa kecintaan
dan rasa ikut memiliki perusahaan dalam arti yang positirf.

Seperti halnya program perbaikan lain yang dilaksanakan di lingkungan perusahaan, program 5R ini
juga memiliki kemungkinan kegagalan yang biasanya disebabkan oleh beberapa hal antara lain :

      1.   Kurangnya komitmen dari top managemen
      2.   Menganggap “sepele” atas kegiatan 5 R (produksi lebih penting daripada mengerjakan 5R)
      3.   Kurang memahami arti 5R
      4.   Kurangnya ‘ritual’ sebagai sarana pemberian penghargaan dan penciptaan budaya malu.

Dengan diterapkannya program 5R di perusahaan, maka penerapan untuk program-program lain
yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas akan lebih mudah untuk diterapkan. Karena 5R
merupakan dasar bagi perusahaan dan individu pada khususnya dalam melakukan perbaikan-
perbaikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sudahkan anda berjiwa 5R dalam keseharian
anda ?




5-R                                                                                    5 of 5

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:8379
posted:7/21/2010
language:Indonesian
pages:5