PEMBELAJARAN BERWAWASAN KEMASYARAKATAN

Document Sample
PEMBELAJARAN BERWAWASAN KEMASYARAKATAN Powered By Docstoc
					             TUGAS TUTORIAL

                 RESUME


PEMBELAJARAN BERWAWASAN KEMASYARAKATAN


                 PDGK 4306

                MODUL 1 – 9




                   OLEH


               DESSOLVIA
              NIM : 821803113




           MAHASISWA S1 PGSD




          UNIVERSITAS TERBUKA
            POKJAR MANINJAU
           KEC. TANJUNG RAYA
               KAB. AGAM
                 TH. 2010
MODUL I

                         PEMIKIRAN TOKOH PEMBELAJARAN
                          BERWAWASAN KEMASYARAKATAN

Kolb seorang ahli penganut aliran humanistic membagi tahap – tahap belajara menjar 4 yaitu : 1.
Tahap pengalaman konkret, 2. Tahap pengamatan aktif, 3. Tahap konseptualisasi, 4. Tahap
okprimentasi aktif.

Pikiran-pikiran progresivisme berbeda dalam cara pandang terhadap pendidikan tradisional
dalam hal : 1. Guru yang memiliki kendali dalam pembelajaran. 2. Hanya percaya bahwa buku
sebagai satu-satunya sumber informasi, 3. Belajar yang pasif dan cendrung tidak faktualis. 4.
Memisahkan sekolah dengan masyarakat. 5. Menggunakan hukuman fisik dalam meningkatkan
disiplin.

Pendidikan adalah upaya untuk memerdekakan manusia dalam arti bahwa menjadi manusia yang
mandiri, agar tidak tergantung kepada orang lain baik lahir ataupun batin. Kemerdekaan yang
dimaksud teridir dari 3 macam. Yaitu : 1. Berdiri sendiri, 2. Tidak tergantung pada orang lain. 3.
Dapat mengatur diri sendiri.
MODUL 2

               RUANG LINGKUP KEBUDAYAAN DALAM PENDIDIKAN

Kata “kebudayaan” berasal dari baha sangsekerta buddayah yang merupakan bentuk jamak dari
“buddhi” yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai “Hal-hal yang bersangkutan
dengan budi/akal” adapun istilah cultur yang merupakan istilah bahawa asing sama artinya
dengan kebudayaan, berasal dari kata latin colere, yang artinya mengolah atau mengerjakan,
yaitu mengolah tanah atau bertani. Menurut Tylor (1871) kebudayaan merupakan kompleks yang
mencakup pengetahun, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat. Istiadat, dan kemampuan-
kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota
masyarakat.

Menurut melcillc J. Herskovits unsur-unsur kebudayaan dibagi atas 4 unsur pokok yaitu : 1.
Alat-alat teknologi 2. Sistem ekonomi 3. Keluarga. 4. Kekuasaan Politik.
Terdapat 3 unsur utama dalam transmisi kebudayaan yaitu :
   1. Unsur – unsur yang ditransmisikan
   2. Proses transmisi
   3. Cara transmisi
MODUL 3

               PEMBELAJARAN BERWAWASAN KEMASYARAKATAN

Pendidikan berbasis     masyarakat   merupakan     landasan dari pembelajaran perwawasan
kemasyarakatan yang mengandung prinsip pendidikan dari, oleh dan untuk masyarakat.
Pendidikan berbasis masyarakat adalah pendidikan yang sebagian besar keputusannya dibuat
oleh masyarakat sehingga peran masyarakat sangat dominan dalam penyelenggaraan pendidikan
tersebut.

Mengacu pada UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal I ayat 10, satuan pendidikan adalah
kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, non
formal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.
MODUL 4

                  SATUAN PROGRAM PENDIDIKAN MASYARAKAT

Pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran pada berbagai satuan pendidikan di
masyarakat adalah pedagogi dan andragogi, pedagogi diartikan sebagai seni dan ilmu dalam
membantu peserta didik untuk belajar.

Dalam kegiatan pembelajaran pada berbagai satuan pendidikan di masyarakat dapat
menggunakan pendekatan pedagogi dan pendekatan adragogi.

Ketika menghadapi orang dewasa pada satuan tertentu, maka tepat kalau mengunakan
pendekatan pedagogi apagila peserta membutuhkan berbagai informasi yang datangnya dari
pendidik sebaliknya apabila peserta didiknya adalah anak-anak pendekatan andragogi bias
digunakan apabila bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak.
MODUL 7

                           PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL

Dalam pembelajaran tidak terlepas dari keragaman budaya yang dimiliki oleh peserta didik
sebagai bagian dari anggota masyarakat, yaitu keragaman dalam hal, bahasa, etnis, cara hidup,
nilai-nilai, seni dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat.

Keanekaragaman budaya yang ada di masyarakat harus dijadikan dasar pendayaan dalam
pembelajaran sehingga guru harus menciptakan “belajar untuk hidup bersama dalam damai dan
harmoni”

Abstaksi dalam pembelajaran multicultural merupakan upaya peserta didik untuk memperjelas
materi inti yang harus di pahami oleh peserta didik.
Kegiatan penutup adalah kegiatan akhir dari prosedur pembelajaran multicultural yang dapat
dilakukan sekaligus dengan kegiatan penilaian.
MODUL 8

                   MUATAN LIFE SKILLS DALAM PEMBELAJARAN
                          BERWAWASAN KEMASYARAKATAN

Life skills diperlukan dalam pendidikan, karena beberapa kondisi sebagai berikut :
1. Dunia pendidikan dituntut untuk mempertahankan hasil-hasil pembangunan yang telah di
   capai
2. Dunia pendidikan di tuntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten,
   mampu bersaing dalam pasar kerja global.
3. Dunia pendidikan dituntut mengubah paradigm dengan pendidikan yang demokratis

Life skills adalah : interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki
oleh seseorang sehingga ia dapat hidup mandiri
Kecakapan hidup/ life skils versi Broling di pilih menjadi :
1. Kecakapan personal (personal skills) yang mencakup kecakapan mengenal diri sendiri (self
   awareness) dan kecakapan berfikir rasional (thinking skills)
2. Kecakapan social (social skills)
3. Kecakapan akademik (akademik skills)
4. Kecakapan vokasional (vocational skills)
MODUL 9

                        MODEL-MODEL PEMBELAJARAN SOSIAL

Dalam rangka menuju kedewasaan, seorang anak harus dilatih untuk belajar mandiri, belajar
mandiri merupakan suatu proses, dimana individu mengambil inisiatif dengan atau tanpa bantuan
orang lain.
Belajar mandiri sangat penting untuk perkembangan seseorang karena belajar mandiri :
   1. Dapat mengurangi ketergantungan pada orang lain
   2. Dapat menumbuhkan proses alamiah perkembangan jiwa
   3. Dapat menumbuhkan tanggung jawab pada peserta didik


Banyak factor yan mempengaruhi untuk timbulnya belajar mandiri yaitu :
   1. Terbuka terhadap setiap kesempatan belajar
   2. Memiliki konsep diri
   3. Berinisiatif
   4. Memiliki kecintaan terhadap belajar
   5. Kreatifitas
   6. Memiliki orientasi kemasa depan
   7. Memiliki keterampilan belajar


Dalam pembelajaran mandiri menekankan pada keaktifan peserta didik, yang lebih bersifat
student centered dari pada teacher centered sehingga pendidik lebih banyak berperan sebagai
fasilitator dan teman (partner).

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:10744
posted:7/21/2010
language:Indonesian
pages:8