“POSITIONING” TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Document Sample
“POSITIONING” TEKNOLOGI PENDIDIKAN Powered By Docstoc
					                        “POSITIONING” KOMPETENSI TIK
                     PADA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
                        MENUJU SEBUAH KONVERGENSI




                     Sebuah Upaya Menuju Publisitas Teknologi Pendidikan
                            yang Selaras dengan Kebutuhan Pasar




                                            Oleh

                                     Gde Putu Arya Oka




                              DISAMPAIKAN
       SEMINAR AKADEMIK BERTAJUK “ PENERAPAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
 (PEREKAYASA PEMBELAJARAN, TENAGA PENGAMPU MATA PELAJARAN TEKNOLOGI
    INFORMASI DAN KOMUNIKASI DAN PENGELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH ”
                     JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
              FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN, UNDIKSHA - SINGARAJA
                       TANGGAL 18 DESEMBER 2007




Seminar akademik TP 2007
                                                                           0
       “POSITIONING” KOMPETENSI TIK PADA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
                         MENUJU SEBUAH KONVERGENSI


                     Sebuah Upaya Menuju Publisitas Teknologi Pendidikan
                            yang Selaras dengan Kebutuhan Pasar


                                             Oleh

                                     Gde Putu Arya Oka




         Positioning adalah sebuah strategi dan melalui strategi benchmarking publikasi
         yang tepat tentang kompetensi TIK di Jurusan Teknologi Pendidikan diharapkan
         khalayak umum secara pasti mengenal jurusan Teknologi pendidikan. Sebuah
         publikasi adalah bentuk promosi, oleh karenanya promosi tentang apa ,
         bagaimana sebetulnya Jurusan Teknologi pendidikan perlu digagas secara
         kontinyu dengan berbagai pendekatan, dengan melibatkan metode-metode
         “benchmarking” yang tepat pula, oleh karena itu sebuah branded sudah menjadi
         keharusan bagi Jurusan Teknologi Pendidikan.

         keyword : Teknologi Pendidikan, Teknologi Pembelajaran, ICT, KTSP


LATAR BELAKANG
           Jurusan Teknologi pendidikan yang berada dibawah naungan Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Ganesha merupakan salah satu jurusan yang ada, dari sekian jurusan dan
program studi yang terdapat di UNDIKHSA. Jurusan Teknologi Pendidikan dengan format serta
profil seperti sekarang, dapat dikatakan terus berbenaj melalui penyempurnaan-penyerpunaan.
Penyempurnaan ini terjadi dalam kelembagaan TP itu sendiri, kurikulum, sarana dan prasarana
yang sepenuhnya telah digagas untuk menampilkan profil jurusan Teknologi pendidikan yang
bersahaja. Bersahaja bukan saja pada takaran internal namun juga bersahaja pada output TP itu
sendiri.
           Salah satu usaha konkrit yang dilakukan sehubungan dengan telah dilakukan perbaikan-
penyempurnaan di tubuh TP barangkali strategi untuk menguatkan ―benchmarking‖ jurusan,
melalui usaha publikasi seperti sekarang ini sudah menjadi kegiatan sepatutnya mendapat
apresiasi yang sungguh-sungguh. ―Branded‖ TP perlu diciptakan, dibangun diperlihara dirawat dan
ada akhirnya branderd itu menjadi slogan dimana-mana. Benchmarking TP sebagai Teknolog
pembelajaran dengan branded ―Perekayasa atau rancang bangun‖ pembelajaran, guru TIK dan
tenaga Pustakawan adalah serangkaian branded atau dalam dunia bisnis dikenal dengan merek
dagang. Merek dagang ini yang harus dikenal di masyarakat luas sebagai pemakai out Teknologi
Pendidikan. Siapa yang tidak kenal dengan Microsoft, windows, Intel, Pentium dan banyak lagi,
adalah serangkaian branded yang berhasil dibangun dengan sempurna untuk meraup pasar
potensial.
           Keberhasilan startegi benchmarking adalah branded yang melekat pada image produk
tersebut. Dalam konteks ini yang menjadi ketertarikan sebagain orang untuk memiliki adalah
karena factor Nilai. Faktor nilai (Value) ini akan menjadi sangat penting manakala tamatan TP
berhadapan dan bersaing dengan dunia nyata/riil dengan tingkat kompetensi yang tinggi. Faktor
nilai inilah yang telah dimiliki oleh seorang Bill Gate Raja software dunia yang telah diakui
kepiawaiannya walupun tidak menuntaskan pendidikan disalah satu universitas paling bergensi di



Seminar akademik TP 2007
                                                                                             1
Amerika serikat karena droup out. Kalau kita tidak bisa menciptakan factor nilai maka yang harus
dilakukan adalah meminjang factor nilai. Meminjam factor nilai ini saya ilustrasikan pada contoh
kalau anda sebagai pegawai telkom, faktor nilainya ada pada branded TELKOM itu sendiri, dengan
bekerja di Telkom anda telah meminjam nama besar TELKOM, kecuali si Made, atau si Putu bisa
menciptakan sebuah nama besar sekaliber TELKOM. Billgate adalah pencipta faktor nilai dengan
Microsofnya.
         Kaitannya denga tamatan TP sudah seharusnya memikirkan branded ini, apakah tamatan
TP mampu untuk menciptakan faktor nilai atau cukup meminjam faktor nilai. Bahasa pasarnya
adalah setiap tamatam tp harus mampu menjual dirinya dalam kontek marketingnya.
         Pada kesempatan ini kami akan membawakan presentasi dengan lingkup yang
dirangkum topik ―Standar isi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada jurusan
Teknologi Pendidikan”


MAKSUD DAN TUJUAN
       Dengan diselenggarakannya Seminar ini tentunya ada maksud dan tujuan yang kami
sampaikan pada kahlayak umum (stakeholder). Maksud dan tujuan tersebut adalah :
   1. Agar para stakeholder baik yang ruangk lingkup kawasan di jasa, industri, pendidikan,
       pelatihan, pemerintah dapat lebih mengenal Visi dan misi kelembagaan, kurikulum
       jurusan Teknologi Pendidikan khususnya dalam sektor Teknologi Informasi dan
       Komunikasi
   2. Khususnya calon pemakai tamatan Teknologi pendidikan dapat mengetahui gambaran
       secara detail ruang lingkup kawasan teknologi pendidikan, kompetensi tamatan dan
       Profesi Teknologi Pendidikan yaitu sebagai Teknolog Teknolog Pendidikan/Teknologi
       Pembelajaran (Perekayasa Pembelajaran) , Guru TIK dan Pustakawan.


RUANG LINGKUP
         Makalah yang kami presentasikan hari ini akan mengacu pada maksud dan tujuan
tersebut diatas, dimana dalam penyampaikan materi akan dibagi pada nara sumber yang
kompeten. Pada kesempatan ini kami menyampaikan maksud presentasi dalam ruang lingkup
kompetensi mahasiswa Jurusan Teknologi pendidikan dalam Perannya Sebagai Guru Teknologi
Informasi dan Komunikasi


A. Sekilas sistem pendidikan di Indonesia
   Pada bagian ini disajikan gambaran tentang sistem pendidikan di Indonesia, mulai dari
   pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Sistem pendidikan dasar menengah meliputi SMP,
   SMU/SMAN, dan SMK; sedangkan sistem pendidikan tinggi meliputi jalur pendidikan
   akademik dan jalur pendidikan diploma. Disamping itu, disajikan pula sistem pendidikan luar
   sekolah yang berupa pelatihan-pelatihan, kursus-kursus berbasis kompetensi, dan yang
   lainnya. Selengkapnya disajikan dalam Gambar dibawah. Ditinjau dari kesiapan memasuki
   lapangan kerja, lulusan SMK lebih tinggi peluangnya dibandingkan dengan lulusan SMU/MAN
   karena keahlian / ketrampilan yang dimiliki lebih baik daripada lulusan SMU/MAN. SMK
   memang dirancang untuk memenuhi tuntutan dunia kerja, sedangkan SMA dirancang untuk
   melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Keduanya bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi
   yang sama namun peluang SMU/MAN lebih tinggi karena materi test yang lebih berpihak
   kepada SMU/MAN. Lulusan SMK jurusan Teknik Elektro, dengan keahlian dasar yang
   dimiliki, bisa langsung menjadi seorang teknisi dengan sedikit penyesuaian/orientasi di pabrik.
   Namun u ntuk menangani persoalan-persoalan yang lebih rumit, dia harus mengikuti pelatihan
   - pelatihan tertentu terutama tentang ketrampilan menangani mesin-mesin produksi tertentu
   yang di bangku sekolah tidak mungkin diperoleh karena tidak mungkin sekolah membangun
   laboratorium yang fasilitasnya serupa dengan pabrik.



Seminar akademik TP 2007
                                                                                                2
                           Jenjang Pendidikan VS Jenjang Pekerjaan

Keahlian / ketrampilan yang serupa dengan yang dimiliki oleh lulusan SMK bisa juga diperoleh oleh
lulusan SMP dengan mengikuti kursus-kursus yang sesuai, namun dengan cakupan kemampuan
yang sangat terbatas. Dengan keahlian sederhana yang diperoleh melalui kursus ini, seseorang
bisa bekerja sebagai Operator pada industri seni. Kursuskursus diselenggarakan oleh lembaga-
lembaga pendidikan luar sekolah yang memang layak atau kompeten untuk enyelenggarakannya.
Karena itu perlu dibentuk lembagalembaga sertifikasi ―profesi‖ (ketrampilam terbatas) yang diawasi
dan diakreditasi oleh badan yang layak pula.
Lulusan Diploma dengan kemampuan / keahlian yang dimilikinya bisa langsung menduduki
pekerjaan teknisi level menengah. Keseimbangan antara kemampuan analisis dan kemampuan
praktis membuat lulusan D3 kompeten untuk melaksanakan tugas-tugas seorang teknisi. Dengan
sedikit pengalaman, ia akan mampu pula membantu tugas-tugas perancangan dan modifikasi
mesin produksi.
Lulusan Sarjana S1, S2, dan S3 pada kenyataannya dimanfaatkan kecerdasannya untuk
memikirkan hal-hal yang bersifat manajerial dan pengembangan perusahaan jangka menengah
dan panjang.. Idealnya, lulusan ini menduduki posisi seorang ahli yang diandalkan untuk
merancang produk baru.

B. Teknologi Informasi, Komunikasi (TIK ) dan Teknologi Pendidikan
   Dalam kesempatan ini ijinkan saya menyampaikan sepenggal ucapan Bung Karno sebagai
   Founder bangsa ini yaitu ― Biasakan Mulai dengan isitlah‖ penggalan ucapan beliau tentu




Seminar akademik TP 2007
                                                                                                3
    mempunyai arti yang sangat baik untuk lebih awal sebelum pembicaraan ada kesepakatan
    tentang istilah dan makna yang dipakai, sehingga dalam proses pembiacaarn nantintya tidak
    menimbulkan bias yang terlalu jauh. ―Mana mungkin apel dibandingkan dengan Apel mana
    kala kita berangkat dari titik tolak yang berbeda, jelas tidak akan ketemu.‖demikian juga
    ucapan salah satu vendor besar piranti hardware komputer. Oleh karena itu dibawah ini akan
    kami paparkan batasan-batasan dari Teknologi, Teknologi informasi dan Komunikasi, serta
    Teknologi Pendidikan

    Batasan Teknologi
    Pengertian teknologi yang utama adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, Dimana
    proses tersebut menggunakan dan atau menghasilkan suatu produk tertentu. Produk yang
    digunakan dan atau yang dihasilkan tidak terpisah dari produk yang lain yang telah ada, dan
    karena itu menjadi bagian integral dari suatu sistem. (Yusufhadi Miaraso,2004)

    Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah
    pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia
    menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan
    teknik. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip
    dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Akan tetapi, penemuan yang sangat
    lama seperti roda dapat disebut teknologi (Wikipedia.org)


    Informasi dan Komunikasi / Telematika / Infocom
    Informasi dan komunikasi atau sering disebut dengan Telematika mempunyai cakupan atau
    yang terlibat dalam batasan telematika adalah penyiaran dan teknologi informasi
    (mastel.2006). Lebih jauh juga dipaparkan bahwa Telematika adalah kegiatan tidak hanya
    bersekala nasional namun lebih lagi adalah berdimensi internasional mengingat aspek
    keterhubungan (interkoneksi) dengan jaringan apapun sangat penting. Sehingga batasan dari
    telematika lebih dilihat dari sudut Jasanya yaitu (jasa telekomunikasi dan informasinya) dan
    bukan teknologi yang digunakan dalam telekomunikasi tersebut. Begitu pula teknologi
    bagaimana informasi itu disajikan. Contohnya Kita mengenal dinas Infokom dalam suatu
    pemerintahan, dimana dinas ini mempunyai tugas tidak lebih sebagai unit penyedia informasi
    untuk pelayanan kepada masyarakat. Untuk sampai menjadi infromasi tentunya telah ada
    suatu proses sebelumnya. Bagaimana data yang ada diolah adalah cakupan dari Teknologi
    dari infokom itu sendiri.

    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) / ICT
    Batasan TIK/ICT dalam konteks istilah ini adalah lebih pada Penggunaannya. Pengunaannya
    tentu inheren dengan teknologinya.
    Beberapa batasan yang ada sehubungan dengan istilah TIK /ICT adalah :

    Teknologi informasi adalah segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai
    alat bantu, manipulasi dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi informasi batasanya
    adalah segala ha yang berkaitan dengan alat bantu untuk memproses dan menstranfer data
    dari perangkat yang satu ke lainnya.

    Sehingga kedua batasan ini disatukan akan menjadi segala aspek yang terkait dengan
    pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer pemindahan informasi antar media
    menggunakan teknologi tertentu. (Kurikulum 2004)




Seminar akademik TP 2007
                                                                                              4
    Teknologi Pendidikan
    Sedangkan batasan teknologi pendidikan adalah Teori dan praktek dalam desain,
    pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian dan penelitian proses, sumber dan
    sistem untuk belajar (AECT dalam Yusufhadi Miarso,2004)

    Dalam kesempatan ini terntunya memakan waktu yang lebih banyak kalau batas-batasan
    tersebut diperdalam lagi dengan konsep , perkembangan dan lain sebagainya. Yang jelas
    kata teknologi inheren dengan jurusan Teknologi Pendidikan yang secara jelas pula telah
    mengadopsi semua karakteristik teknologi tersebut baik dalam takaran penggunaan,
    konsepsinya, proses, produk, aplikasi dan jasanya untuk pendidikan dan pembelajaran.
    Sehingga sungguh tepatlah bahwa jurusan Teknolopi Pendidikan bersanding dengan istilah
    Teknologi informasi dan komunikasi.

    Kita telah mengakui bahwa TIK sebagai suatu produk dan proses telah berkembang demikian
    pesatnya sehingga tidak satupun bidang kehidupan yang tidak dirambahnya. Produk dan
    proses ini telah menjelma menjadi suatu aplikasi yang melekat, integrated dalam menciptakan
    nilai tambah dan memperingan tugas manusia. Perlu dicatat pula bahwa perkembangan TIK
    yang demikian pesat jangan sampai justru manusia menjadi korban dari perkembangan
    tersebut.

    Sekedar untuk di ketahui bahwa teknologi sangat berenake ragan dengan variasi bentuk,
    fungsi dan sebagainya. Cabang Teknologi masa ini tersebut adalah :Bioteknologi
    Mikroteknologi Nanoteknologi Rekayasa biomedis Rekayasa listrik Teknologi antariksa
    Teknologi elektronik Teknologi Informasi Teknologi Instrumentasi Teknologi komputer
    Teknologi nuklir Teknologi penyimpanan energi Teknologi permesinan Teknologi persenjataan
    Teknologi telekomunikasi Teknologi tepat guna Teknologi transportasi Teknologi visual
    Teknologi energi Teknologi bahan . Sedangkan bidang utama teknologi yang sering kita
    baca dan dengar adalah seperti : Olah raga dan Rekreasi (Peralatan berkemah • Tempat
    bermain • Olah raga • Peralatan olah raga) Informasi, Industri Komunikasi, Komunikasi
    (Komunikasi • Grafis • Teknologi musik • Pengenalan suara • Teknologi Visual) Industri
    (Konstruksi • Financial engineering • Manufaktur • Mesin • Pertambangan, Militer (Bom •
    Senapan • Amunisi • Teknologi militer dan peralatan • Teknik kelautan • Pesawat tempur •
    Kapal perang • Rudal • Tank), Rumah tangga (Peralatan rumah tangga • Teknologi rumah
    tangga • Teknologi pendidikan • Teknologi pangan), Teknik (Teknik penerbangan • Teknik
    pertanian • Teknik arsitektur • Rekayasa biologi • Teknik biokimia • Teknik biomedis • Teknik
    kimia • Teknik sipil • Teknik komputer • Teknik konstruksi • Teknik listrik • Teknik elektro •
    Teknik lingkungan • Teknik industri • Teknik material • Teknik mesin • Teknik mekatronika •
    Teknik metalurgi • Teknik pertambangan • Teknik nuklir • Teknik perminyakan • Teknik
    perangkat lunak • Teknik struktur • Rekayasa jaringan), Kesehatan dan Keselamatan (Teknik
    Biomedis • Bioinformatika • Bioteknologi • Informatika kimiawi • Teknologi perlindungan
    kebakaran • Ilmu kesehatan • Farmasi • Teknik keselamatan • Teknik kesehatan) Transprotasi
    (Angkasa luar • Teknik penerbangan • Teknik perkapalan • Kendaraan bermotor • Teknologi
    luar angkasa • Transportasi)

    Kawasan Sektor TIK
    Menkominfo sebagai sebuah lembaga yang berkompeten dan bertanggung jawab dalam TIK
    di tanah air telah mengupayakan langkah-langkah strategis ( untuk jangka waktu menengah
    dan panjang) dibidang TIK. Tentunya langkah ini merupakan spirit dari visi departemen ini
    ―agar Terwujudnya masyarakat informasi yang sejahtera melalui penyelenggaraan komunikasi
    dan informatika yang efektif dan efesien dalam kerangka negara kesatan Republik Indonesia‖.
    Lebih sepesifik menkominfo telah memperjelas sektor TIK dalam sub sektor yaitu :
    1. Infrastruktur TIK,
    2. Industri TIK,



Seminar akademik TP 2007
                                                                                                5
    3. TIK untuk Pendidikan,
    4. Pengelolaan TIK dan
    5. Pelayanan publik TIK.
    Tentunya dalam kesempatyan ini dua yang pertama tidak diulas lebih detail dalam
    kesempatan kali ini. Namun untuk TIK dalam Pendidikan, Pengelolaan TIK dan Pelayanan
    Publik akan berbaur dalam materi yang kami sampaikan pada acara ini. Perlu dicatat bahwa
    kelima subsektor itu salaing kerthubungan, kait mengkait baik dalam proses dan produknya.

    Sedangkan apabila kita menengok rumusan tim perumus kompetensi SKKNI nampak terlihat
    dalam cakupan umum TIK dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) yang dipakai
    landasan pengembangan pendidikan TIK yang mana dalam prosesnya telah melibatkan
    semua unsur melalui sebuah konvensi (workshop Nasional) . Cakupan tersebut terbagii
    dalam ;
    1.     Deskripsi Umum
           a. Bidang penelitian (research), untuk melakukan pengkajian dan pencarian suatu
              metode dan penerapan baru bagi penemuan bidang teknologi informasi.
           b. Bidang pengembangan/pembuatan (development), untuk melakukan pembuatan
              produk teknologi informasi.
           c. Bidang pengoperasian (operational), untuk melakukan penggunaan/
              pengoperasian produk teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
           d. Bidang pemeliharaan (maintenance), untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan
              produk Teknologi Informasi supaya terus menerus dapat digunakan sampai batas
              waktu tertentu.
           e. Bidang penerapan (implementation), untuk melakukan pemasangan dan instalasi
              Teknologi Informasi kepada bidang bidang pekerjaan yang membutuhkan.

            Sedangkan cakupan bidang teknologi informasi berdasarkan perangkat yang terlibat
            dibedakan sebagai berikut:
            a. Bidang Perangkat Keras (hardware), terdiri atas :
               o Sistem input: perangkat untuk memerima data dan memasukkan ke dalam
               pemroses
               o Sistem pengolah/pemroses: perangkat untuk melakukan pengolahan
               pemrosesan) data
               o Sistem penyimpan: perangkat untuk menyimpan data baik data yang belum
               diolah, data yang sedang diolah, atau data yang sudah diolah, untuk digunakan
               kembali pada pemrosesan yang akan datang.
               o Sistem output: perangkat untuk menyampaikan (menampilkan)
                  hasil pengolahan data kepada pengguna.
            b. Bidang PerangkatLunak (software), dapat berupa :
               o Perangkat lunak Sistem Operasi (operational system software) :
                  perangkatuntuk menjalankan atau mengoperasikan suatu sistem komputer
               o Perangkat lunak bahasa program (programming language
                  software) : perangkatuntuk membuat produk aplikasi (Aplication software)
                  ertentu.
               o Perangkat lunak paket aplikasi (Aplication software) :
                  perangkatyang digunakan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu.
            c. Bidang Jaringan (Network), dapat berupa :
               o Jaringan Lokal: berupa perangkat untuk menghubungkan suatu sistem pada
               daerah yang sempit (lokal) atau tertentu.
               o Jaringan Luas: berupa perangkatuntuk menghubungakan suatu            sistem
               pada daerah yang luas (wide).
            d. Bidang Data (Data), dapat berupa jenis jenis data yang akan diolah ke        dalam
            sistem, untuk dijadikan suatu informasi tertentu sesuai dengan              kebutuhan



Seminar akademik TP 2007
                                                                                               6
             pengguna, meliputi data sinyal/indikator, data teks/tulisan,   data gambar, dan data
             suara.

    2.       Deskripsi    Unit Kompetensi seperti misalnya Pemograman Komputer, Jaringan
             Komputer Sistem Administrasi dan Multiemedia Audio Visual

    Kalau dilihat perpaduan dari kedua kawasan cakupan tersebut tidak berbeda karena
    substansinya tetap tidak berubah. Namun untuk sektor infrastruktur memang bukan menjadi
    tanggung jawab dunia pendidikan sehingga infrastruktur, industri TIK tidak menjadi hal yang
    harus masuk dalam kompetensi yang dicetuskan, Namun tidak menutup kemungkinan
    tamatan yang kompeten dengan kompetensi tertentu bisa saja bekerja di sektor untuk
    pembangunan infrastruktur dan dunia Industri. Baik industri jasa maupun industri manufaktur.

    Kawasan Teknologi Pendidikan
    Hubungan yang kuat dapat kiranya dijelaskan bahwa antara cakupan TIK dan kawasan
    teknologi pendidikan sama sekali tidak bertolak belakang, relasi keduanya menunjukkan
    hubungan yang saling terkait. Untuk Kawasan Teknologi pendidikan dapat diilustrasikan
    seperti dibawah ini :

         PENGEMBANGAN                                                  PEMANFAATAN

         Teknologi cetak                                               Pemanfaatan Media
         Teknologi audio visual                                        Difusi Inovasi
         teknologi berbasis                                            Implementasi &
         komputer                                                      Institusionalisasi
         teknologi terpadu                                             Kebijakan &Regulasi


         DESAIN

         Desain sistem                              Teori
         pembelajaran                              Praktek
         Desain Pesan
         Strategi Pembelajaran
         Karakteristik pebelajar



         PENILAIAN                                                     PENGELOLAAN

         Analisis Masalah                                              Manajemen Proyek
         Pengukuran acuan                                              Manajemen sumber
         patokan                                                       Manajemen sistem
         Evaluasi Formatif                                             penyampaian
         Evaluasi Sumatif                                              manajemen informasi

      diadopsi dari AECT




Seminar akademik TP 2007
                                                                                               7
    Ilustrasi Hubungan Kawasan TIK dan Kawasan Teknologi Pendidikan

    Kaswasan TP                                      Kawasan TIK
                                                                         TIK
                  Teori
                 Praktek

                                                               PENELITIAN
      DESAIN

                                                               PENGEMBANGAN
      PENGEMBANGAN

                                                               PENERAPAN
      PEMANFATAN

                                                               PENGOPERASIAN
      PENGELOLAAN

                                                               PEMELIHARAAN
      PENILAIAN


    Hubungan ilustrasi tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
         Kawasan TP – TIK merupakan dua buah kawasan (cluster) yang bukan saja bisa
          berdiri sendiri namun juga antar kawasan ini mempunyai kolaborasi yang tidak timpang
          dan saling mendukung, melengkapi. Dimana Teori dak praktik pada kawasan TP
          dibangun dari dan didukung oleh kawasan TIK
         Kawasan desain TP bisa saja memanfaatkan hasil kajian dari kawasan TIK
         Pengembangan baik pada kawasan TP dan TIK sama sama bertolak dari input,
          proses, output
         Pemanfaatan pada kawasan TP dan Penerapan pada TIK hanyalah berbeda dalam
          takaran teks saja, substansi kedua mengandung pengertian bahwa sama-sama
          melihat untuk tujuan aplikatif dan jasa yang tawarkan
         Pengelolaan pada kawasan Tp dan Pemeliharan pada kawasan TIK juga sangat
          berhubungan dalam takaran bahwa aplikasi, layanan (jasa) dan teknologi haruslah di
          perliharan untuk kepentingan pembelajaran dan pengembangannya
         Penilaian pada kawasan TP              sangat erat untuk meningkatkan penerapan,
          pengoperasian dan pengembangan TIK, dan penilaian pada kawasan TP ini bisa saja
          menyasar semua komponen pada kompetensi TIK .Penilaian ini memberikan andil
          pada kawasan TIK untuk diteliti pada kawasan TIK sehingga hasil ini dapat
          memberikan sebuah ouput untuk teori dan praktek yang disesuaikan dengan kondisi
          dunia pendidikan



C. Implikasi Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) / Telematika terhadap dunia pendidikan

    Kondisi saat ini, Usaha Pengembangan dan perkembangan TIK
    Perkembangan Teknologi informasi dan komunikasi yang kita nikmati seperti sekarang ini
    telah melalui serangkaian panjang perjalanan. Namun perkembangan di Indonesia sendiri
    tidaklah secepat di negara-negara barat. Perkembangan yang kita paling kita rasakan adalah
    Internet sebagai sebuah perkembangan yang signifikan sejak ditemukannya kartu ethernet
    sebagai bahasa protokol antar jaringan Teknologi jaringan. Perkembangan teknologi jaringan
    komputer tentunya tidak bisa berdiri sendiri tanpa kolaborasi yang akurat antara pemograman



Seminar akademik TP 2007
                                                                                               8
    komputer dan multimedia. Perkembangan yang kita nikmati sekarang juga tidak terlepas dari
    dibangunnya infrastruktur baik dibidang teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
    Berbagai layanan (jasa) aplikasi dibidang infokom telah masuk dalam hitungan detik.
    Perkembangan terhadap teknologinya pun saban hari semakin baik. Dengan dukungan
    industri manufaktur TIK baik pada industri jasa dan industri manufaktor telah melengkapi
    proses untuk membangun electronic highway.

    Para pembuat keputusan (regulator) melalui regulasinya telah dibuat tidak berdaya dengan
    kebijaksaaan negara-negara barat dalam menghembuskan isu globalisasi. Beberapa
    pertemuan telah digagas di tingkat internasional sehingga Republik ini yang telah menjadi
    bagian masyarakat dunia harus mau menganggukkan kepala untuk berpatisipasi aktif dalam
    proses ini, yang akhirnya melahirkan komitmen-komitmen yang harus dilaksanakan. Secara
    jujur diakui Indonesia masih kelabakan pendanaan, SDM untuk melaksanakan kesepakatan
    tersebut.

    Ambil saja misalnya kesepakatan World Summit on the information society (WSIS) untuk
    mewujudkan masyarakat informasi tahun 2015, Deklarasi Millenium Development Goals
    (MDGS) 2011 dalam tantangan pemenuhan hak dasar manusia dengan indikator dan target
    yang spesifik bagi perbaikan kualitas manusia dan lingungan hidupnya. selengkapnya isi dari
    WSIStersebut seperti dibawah ini




    Pemerintah sendiri baik yang ditangai oleh intansi kementrian KOMINFO, PERHUBUNGAN,
    BRTI, BPPT dan Organisasi MASTEL telah mencoba membuat cetak biru dalam
    mempersiakan Republik menuju tatanan masyarakat informasi.

    Insfrastruktur
    BRTI sendiri misalnya telah merancang cetak biru /Roadmap insfrastruktur TIK di Indonesia
    yang gambaran secara umum dapat dilihat ilustrasi dibawah ini :




Seminar akademik TP 2007
                                                                                             9
    sumber :BRTI
                           Arsitektur Komunikasi Indonesia




    Source : BRTI




Seminar akademik TP 2007
                                                             10
                             Digital Acces Index Indonesia (DAI)




    Jaringan TIK
    Jaringan TIK di Indonesia tidak terlepas dari bidang Telekomunikasi dibawah ini tampak
    beberapa data perkembangan tersebut :




Seminar akademik TP 2007
                                                                                      11
        Berdasarkan angka-angka ini, Indonesia menduduki peringkat ke-51 dalam
        ―Digital Access Index (DAI)‖ tahun 2002, yaitu memperoleh angka DAI sebesar 0,34 (dari
        maksimum 1,00). Dengan demikian masuk kelompok medium access, dibawah Mongolia
        (0,34). Angka DAI beberapa negara ASEAN terdapat dalam tabel (Mastel, cetak biru
        Telematika Indonesia)




        Dengan mengamati perkembangan-perkembangan beberapa tahun terakhir ini serta faktor-
        faktor lain terkait, Direktorat Jenderal Postel dalam tahun 2003 mengeluarkan perkiraan
        kebutuhan (demand) akan jasa telematika ebagaimana terlihat dalam Tabel II – 3 dibawah
        ini.




Seminar akademik TP 2007
                                                                                           12
        Proyeksi TIK kedepan




    Jardiknas : Jaringan Pendidikan Nasional

    Efektifitas pembelajaran TIK di dunia pendidikan tidak terlepas dari keberadaan sarana dan
    prasarana (infrastruktur dan struktur) teknologi informasi dan komunikasi. Tanpa ini penerapan
    TIK untuk pendidikan hanya akan menjadi wacana diatas kertas yang tinggal menunggu
    kadaluarsa untuk akhirnya jatuh ke tong sampah. Proyeksi perkembangan TIK melalui
    konvergensi rupaya telah mulai mendapat perhatian pemerintah kalau boleh dibilang akibat
    tekanan-tekanan dan dipaksa (lihat komitmen WSIS diatas). Syukurlah pemerintah sejak tahun
    2004 dan akhirnya tahun 2005 telah menaruh perhatian pada insfrastruktur jaringan TIK untuk
    pendidikan di Indonesia.


    Salah satu usaha riil yang dilakukan pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur TIK
    adalah Jardiknas ( Jaringan Pendidikan Nasional). Information and Communication
    Technology (ICT) Pendidikan Nasional

        Integrasi ICT dalam pembelajaran.
        Pemanfaatan ICT dalam pengelolaan manajemen pendidikan.
        Pemanfaatan ICT dalam berbagai kegiatan pendidikan

    .




Seminar akademik TP 2007
                                                                                              13
    Manfaat ICT pada Pendidikan Nasional

        Peningkatan kecepatan layanan informasi yang integral, interaktif, lengkap, akurat dan
         mudah didapat.
        Memberikan pelayanan data dan informasi pendidikan secara terpadu.
        Menciptakan budaya transparan dan akuntabel.
        Merupakan media promosi pendidikan yang handal.
        Meningkatkan komunikasi dan interaksi baik secara lokal maupun internasional.
        Mengakses berbagai bahan ajar dari seluruh dunia, dan
        Meningkatkan efisiensi dari berbagai kegiatan pendidikan.

    Jejaring Pendidikan Nasional (JARDIKNAS)

        JARDIKNAS merupakan Wide Area Network (WAN) Pendidikan skala Nasional
        JARDIKNAS terdiri dari 4 zona jaringan, meliputi:
            o JARDIKNAS Kantor Dinas/Insitusi (DiknasNet)
            o JARDIKNAS Perguruan Tinggi (INHERENT)
            o JARDIKNAS Sekolah (SchoolNet)
            o JARDIKNAS Guru dan Siswa (TeacherNet and StudentNet)

     Fungsi dan Pemanfaatan JARDIKNAS

        JARDIKNAS Kantor Dinas/Institusi
            o Transaksi data online SIM Pendidikan
        JARDIKNAS Perguruan Tinggi
            o Riset dan Pengembangan IPTEKS
        JARDIKNAS Sekolah
            o Akses Informasi dan e-Learning
        JARDIKNAS Guru dan Siswa
            o Akses informasi dan interaksi komunitas

    Titik Koneksi Jardiknas Saat Ini:

        Depdiknas Senayan Jakarta
        33 Kantor Dinas Pendidikan Propinsi
        441 Kantor Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten
        30 LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan)
        10 SKB
        5 BPPLSP (Balai Pendidikan dan Pelatihan Luar Sekolah dan Pemuda)
        12 P4TK (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan)
        32 Perguruan Tinggi Negeri (INHERENT)
        38 Universitas/Poli Pendidikan Jarak Jauh Program D3-TKJ
        17 Balai Bahasa
        5 Kantor Bahasa
        36 UPBJJ-UT (Unit Pendidikan Belajar Jarak Jauh – Universitas Terbuka)
        17 Balai Teknologi Komunikasi
        50 Dinas Kab/Kota
        13 ICT Center Sister PJJ D3TKJ
        5 Universitas PJJ PGSD & S2 Perencanaan
        21 Unit Kerja Depdiknas Pusat
        > 6500 sekolah se Indonesia




Seminar akademik TP 2007
                                                                                                  14
Teknologi Jaringan

Zona            Zona Perguruan    Zona Kantor     Zona
                                                                 Zona Guru dan Siswa
Teknologi       Tinggi            Dinas/Institusi Sekolah
                                  Serat Optik,
Media           Serat Optik dan                   Wireless dan
                                  Wireline dan                   Seluler dan Wireline
Akses           Satelit                           Wireline
                                  Satelit
Kapasitas
            2 Mbps s/d 155        256 Kbps s/d    64 Kbps s/d
Jaringan                                                         32 Kbps s/d 384 Kbps
            Mbps                  2 Mbps          1 Mbps.
(Bandwidth)
                STM-1, VSAT IP                  ADSL dan
Teknologi                         MPLS, VPN IP,                  ADSL, 3G/UMTS, GPRS,
                Dedicated atau                  Wireless 2.4
Jaringan                          dan VSAT                       CDMA, Dial Up
                Leased Line                     Ghz

Fasilitas dan Layanan JARDIKNAS

        VOIP Edu
        Video Conference System.
        Data Center, Web Hosting dan Colocation Server.
        Akses Internet (up to 150 Mbps).
        Layanan Email (1 GB Mailbox – user@diknas.go.id)
        Call Center & Helpdesk Services




Seminar akademik TP 2007
                                                                                        15
    Dari segi kurikulum, BSNP telah menggodok kompetensi yang menjadi pedoman yang mana
    dalam prosesnya telah melibatkan seluruh komponen anak bangsa. SKKNI dibuat untuk
    dijadikan dasar pengembangan SDM Indonesia untuk bidang TIK. Sehingga pemerintah
    dalam usaha mewujudkan tatanan masyarakat informasi mau tidak mau pemerintah harus
    menunjukkan komitmennya dengan langkah riil. Terutama mengembangkan infrastruktur dan
    SDM pada bidang TIK. Kovergensi dibidang TIK juga harus bisa diterapkan pada kurikulum
    oleh karena suatu usaha konvergensi mutlak diperlukan kalau tidak ingin Indonesia terus
    ketinggalan dari dengara lain (lihat Index DAI Indonesia).




Seminar akademik TP 2007
                                                                                       16
    Salah satu dokumen tentang kesepakatan kompetensi TIK


    Implikasi Perkembangan TIK
    Dengan pesatnya perkembangan Teknologi informasi dan teknologi komunikasi baik pada
    jasa (layanan) aplikasi dan teknologinya sendiri, telah memformat ulang segi-segi kehidupan
    bangsa Indonesia. Seperti diketahui bahwa trend teknologi saat ini adalah menuju pada
    KONVERGENSI. Konvergensi merupakan integrasi yang progresif dari beberapa platform
    jaringan yang berbeda untuk menyalurkan layanan yang serupa dan atau layanan-layanan
    yang berbeda yang disalurkan pada platform jaringan yang sama.
    Konvergensi adalah bersatunya layanan telekomunikasi, teknologi informasi, dan penyiaran
    (termasuk radio dan televisi). Penyelenggaraan jasa telekomunikasi merupakan kegiatan
    penyediaan atau pelayanan jasa telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya
    telekomunikasi melalui media apa aja, termasuk TV, siaran, radio dan multimedia.
    Konvergensi yang sempurna terjadi pada jaringan masa depan. Dalam era konvergensi semua
    instrumen jaringan berbasis IP atau packet-based network. Aplikasi dan layanan akan terpisah
    dari jaringan transport / core.
    Di sisi lain, jaringan akan bersifat terbuka, jaringan pita lebar terintegrasi, serta jaringan
    ubiquitous. Sedangkan network intelligence terdistribusi.

    Sedangkan yang menjadi tenaga penggerak dari konvergensi tersebut adalah Kemajuan
    Teknologi itu sendiri, kebutuhan pelanggan dan kebutuhan penyelenggaran.




Seminar akademik TP 2007
                                                                                              17
    Sehingga dampak konvergensi TIK pada saat ini adalah :
    1. Perubahan gaya hidup
                                    Tabel . Perubahan paradigma




    Saat ini secara umum masyarakat Indonesia sudah mengalami ketergantungan yang mulai
    tinggi terhadap telepon bergerak. Koneksi online mulai populer baik untuk pengguna pribadi,
    keperluan bisnis maupun pendidikan.
    Terjadi penggabungan antara konten online dengan offline. Sebagian besar konten masih
    disediakan secara offline dalam bentuk CD-ROM (VCD/DVD), majalah dan buku, sementara
    contact lists ada pada aplikasi dan perangkat.
    Broadband access diperkenalkan dan digunakan, sedangkan e-commerce dan e-transaction
    belum populer.
    Di masa mendatang, setiap orang dan segala sesuatu terhubung di mana saja dan kapan
    saja. Hal ini akan membentuk ‗komunitas dinamis tanpa batas‘.
    Tempat utama mencari konten adalah online. Koneksi dengan pita lebar sudah umum baik
    fixed maupun bergerak. Sedangkan e-commerce, e-transaction menjadi hal yang utama.
    Jaringan yang konvergen akan meningkatkan efisiensi. Satu jaringan dapat dimanfaatkan
    untuk semua kebutuhan baik komunikasi suara, data, maupun video. Dengan demikian, biaya
    operasional akan semakin murah.
    Jaringan masa depan menggunakan teknologi digital sehingga menghasilkan kapasitas yang
    lebih tinggi serta lebih tahan terhadap gangguan




Seminar akademik TP 2007
                                                                                           18
    Era konvergensi memungkinkan migrasi yang mudah ke layanan baru yang ditawarkan oleh
    operator yang sama. Konsumen mempunyai kemampuan lebih untuk mengkonfigur dan
    mengelola layanan agar sesuai dengan kebutuhan mereka.


    2. Pengaruh / Implikasi TIK terhadap Pendidikan (pembelajaran)

    Berawal dari penggunaan ―pembelajaran terprogram‖ dipertengahan tahun 1950 sampai
    dengan keberhasilan televisi pembelajaran yang menggunakan prinsip-prinsip desain
    pembelajaran (contohnya program Sesame street) pada khir tahun 1960, dan pengenalan
    microcomputer Apple II di tahun 1977, teknologi banyak mempengaruhi teknologi
    pembelajaran (seels,1989 dalam AECT).

    Pengaruh teknologi untuk pendidikan menurut Solomon dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
    1. Pengaruh Teknologi ( of technology)
         dua indikator yang penting disini adalah ketika mengeksplorasi pengaruh teknologi untuk
         pendidikan adalah        a). Sistem penyampaian dan b) Pengaruhnya terhadap
         pembelajaran
         contoh dari sisi sistem penyampaian
          teknologi dapat memberikan stimulus yang realistik
          memberikan akses terhadap sejumlah besar informasi dalam waktu yang cepat
          menghubungkan media informasi dan media dengan cepat, menghilangkan
              hamparan jarak antara pengajar dan pembelajar
         Contoh dari sisi pengaruh terhadap pembelajaran
          Lingkungan belajar yang menggunakan teknologi baru memberikan kesempatan
              pada peneliti untuk rinci lagi dalam menjelaskan peranan dan pengaruh intensif dan
              kompleks dalam belajar, dan akibat dari kemampuan bakat (Hanafi,1992 dalam
              AECT)
    2. Penggunaan Teknologi (with technology)
         Teknologi dapat menjadi suatu kekuatan yang mendorong pada teori dan praktek yang
         lebih beorientasi pada kognisi
         contoh :
         tersedianya media pembelajaran yang bervariasi digunakannya sarana berbasis
         komputer, penggunaan komputer ditempat kerja yang didesain secara otomatis dan
         menggunakan expert design system, kemuningkan besar akan meningkatkan
         produktifitas desainer dan akan mengurangi hambatan yang disebabkan oleh prosedur
         desain yang sistematik dan rinci, tanpa mengorbankan kualitas seperti yang diperoleh
         dengan cara menggunakan prosedur desain sistem pembelajaran tradasional. Meril, Li
         dan Jones (1990)

    Sehingga dari kedua pengaruh tersebut kalau dilihat Karena TIK/ICT merupakan alat, media
    yang terbuka untuk mengembangkan , memperoleh dan menggunakan pengetahuan sebagai
    landasan pengembangan diri yang efektif maka melahirkan bentuk-bentuk yang dapat
    diidentifikasi sebagai berikut :

          The fifth genertation of distance learning : berubahnynayn trend pendidikan kearah
           elearning, on-line colaboration learning, infrasstructure for integrated acces, mobile
           learning
          pergeseran orientasi belajar dari outside-guided  self-guided
          pergeseran orientasi dari knowledge-as-possession knowledge –as-construction
          mempengaruhi konsepsi pembelajaran. semula pokus pada pembelajaran semata-
           matasebagai suatu penyajian berbagai pengetahuan menjadi pembelajaran sebagai




Seminar akademik TP 2007
                                                                                             19
           suatu bimbingan agar mampu melakukan explorasi sosial budaya yang kaya akan
           pengetahuan
          Pembauran teori belajar

    contoh :
    eleaning




Seminar akademik TP 2007
                                                                                  20
                                         weblog mahasiswa TP http://tpundiksha.wordpress.com
      Ilustrasi Bentuk-bentuk Produk ICT untuk Pendidikan


                                                                   e-library
     eLearning

                                   e-course / university
            e-SMS                                                              e-bookstore




                                                                               e-encylopidia
            email




                                                                               e-data
        e-chatting


                                                                               e-tutorial
         e-milis/forum

                                                                               telecon
                                                                               ference
        e-game


                                                                                 e-news
kamus online


                                          HTTP                                    FTP
            multimedia



                                      INTERNET




  Seminar akademik TP 2007
                                                                                            21
    Implikasi terhadap bisnis
    Munculnya teknologi generasi mendatang akan mengubah peta bisnis telekomunikasi serta
    cara menjalankan bisnis secara umum. Akan terjadi transformasi struktur pasar telekomunikasi
    dari monopoli ke kompetisi.
    Teknologi baru akan membuka lebih banyak kesempatan berusaha termasuk bagi pengusaha
    kecil, menengah dan koperasi untuk menjadi penyedia layanan.
    Hal ini juga akan membuka peluang bagi pelaku usaha nasional maupun internasional untuk
    membangun bersama layanan teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia. Untuk
    menjadi operator penyedia layanan tidak perlu syarat seperti dulu sebab tidak diperlukan
    investasi yang besar.
    Pembangunan jaringan dan layanan di masa mendatang akan lebih mudah dan murah karena
    munculnya beragam perangkat keras, perangkat lunak yang sederhana dengan kemampuan
    tinggi. Pertumbuhan layanan dan konten yang menjadi faktor penting di masa depan.
    Layanan baru dapat dibawa ke pasar (time to market) lebih cepat dan lebih murah. Akan
    terjadi perubahan dari single access menjadi multiple services. Biaya akan menjadi lebih
    murah karena fungsi kepintaran jaringan dipindahkan dari core network ke access.
    Kompetisi telekomunikasi akan meningkat menjadi jauh lebih ketat.


    Dampak terhadap regulasi
    Munculnya teknologi baru yang tercermin dalam konvergensi menuntut adanya pembaharuan
    dalam hal regulasi. Regulasi yang memayungi infrastruktur telekomunikasi dapat
    dikelompokkan menjadi empat golongan yaitu regulasi yang terkait dengan bisnis (lisensi,
    interkoneksi, tarif, pengembangan industri dalam negeri), regulasi sumber daya (spektrum dan
    penomoran), regulasi proteksi konsumen (QoS, nomor portabel, standardisasi), serta regulasi
    pemerataan (USO).


    a. Regulasi bisnis
         Pemerintah Bandan Standar Nasional Indonesia (BNSP ) telah merancang draft Standar
         Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI) yang merupakan jawaban dari
         perkembangan pesatnya TIK dewasa ini. Dibentulnya Lembaga sertifikasi telematika
         merupakan pengejawantahan kompetensi gara terukur dalam penerapannya pada pasar
         kerja di Indonesia.


         Sistem pemberian lisensi akan berubah dari semula menganut pola vertikal menjadi
         menganut pola horizontal.
                  Jaringan masa depan menuntut adanya model interkoneksi baru. Jaringan dan
         trafik berbasis IP dipastikan berpengaruh terhadap pengaturan interkoneksi. Regulasi
         harus memberikan jaminan terhadap perlakukan non-diskriminatif. Sedangkan
         pendefinisian parameter interkoneksi dalam lingkungan multi-service.


         b.        Regulasi sumber daya
                Sedangkan menyangkut spektrum frekuensi, regulasi perlu menjamin akses
         yang sama terhadap spektrum yang dibutuhkan operator jaringan konvergen, menjamin




Seminar akademik TP 2007
                                                                                            22
         kompetisi tidak dihambat oleh penetapan spektrum legacy ke operator incumbent untuk
         provisi fixed, fixed-mobile and mobile services.
                  Regulasi harus menjadi akses ke sumber penomoran, serta menjamin
         penomoran dan pengalamatan mencakup legacy, transisi dan layanan konvergen serta
         directory service lainnya.


         c.        Regulasi perlindungan konsumen
                  Regulasi harus mampu menjamin perlindungan bagi konsumen. Beberapa hal
         yang perlu mendapat perhatian ---tapi tidak terbatas pada hal-hal tersebut—antara lain
         kualitas layanan, provisi informasi, hak dan keberadaan pengelola, number portability,
         kewajiban operator; privasi dan keamanan.
                Regulasi diharapkan mampu menciptakan standar dan interoperabilitas yang
         menjamin tidak ada delay dalam memperkenalkan layanan baru. Regulator hendaknya
         menggalang kegiatan standardisasi bila belum ada badan khusus untuk itu.


         d.        Regulasi pemerataan akses
                  Kebijakan keterjangkauan dan pemerataan akses merupakan kebijakan /
         regulasi yang sangat penting untuk dilaksanakan di Indonesia. Perlu antisipasi yang jelas
         agar konvergensi yang terjadi tidak akan menghambat pemerataan akses khususnya
         kebijakan USO harus dijamin tetap terselenggara dengan baik.

D. TIK di Jurusan Teknologi Pendidikan
   Sejak awal Jurusan Teknologi pendidikan telah berbenah. Baik dari sisi kelembagaan, personil
   (tenaga pendidik), kurikulum, sarana dan prasarana dengan mempertimbangkan kawasan-
   kawasan teknologi pendidikan Perkembangan ICT telah merasuk dan mau tidak harus
   diadopsi dengan pertimbangan diseusikan dengan kaidah-kaidah kawasan teknologi
   pendidikan dan profesi TP itu sendiri. Penyempurnaan sedang berjalan di semua lini. Semua
   ini dilakukan untuk menunjang visi dan misi teknologi pendidikan yang secara riil dapat dilihat
   dari kompetensi tamatan TP.

    Sebelum mengulas hubungan kondisi kurikulum saat ini dengan kurikulum dari Badan Standar
    Kerja Nasional Indonesia dengan ditetapkanan SKKNI yang selanjutnya dirubah menjadi
    SKN, ada baiknya mereview kembali tentang Pilihan Lulusan TP seperti dibawah ini :


                                             Kesehatan

                     Pemerintah
                                                                       Sekolah


           Tempat ibadah,                  Profesi TP
           rumah, masyarakat

                                                                       Bisnis &
                                                                       Indsutri




Seminar akademik TP 2007
                                                                                              23
    Bidang Kawan TP seperti dibawah ini :
                                                       PEMANFAATAN
           PENGEMBANGAN                                Pemanfaatan Media
           Teknologi cetak                             Difusi Inovasi
           Teknologi audio visual                      Implemnetasi
           teknologi berbasis komputer                 &Institusionalisasi
           teknologi terpadu                           Kebijakan &Regulasi


           DESAIN
           Desain sismtem
           pembelajaran                      Teori
           Desain Pesan                     Praktek
           Strategi Pembelajaran
           Karakteristik pebelajar



           PENILAIAN
           Analisis Masalah                           PENGELOLAAN
           Pengukuran acuan patokan                   Manajemen Proyek
           Evaluasi Formatif                          Manajemen sumber
                                                      Manajemen sistem
           Evaluasi Sumatif
                                                      penyampaian
                                                      manajemen informasi


         sumber AECT




Seminar akademik TP 2007
                                                                             24
    Ilustrasi dibawah adalah sebuah ilustrasi bagan untuk memperjelas arah lulusan TP yang
    berkarir di lembaga pendidikan (sekolah)

       Mahasiswa TP                                                      SEKOLAH


         Kompentensi


     MK TIK

                                                                                               Teknolog
                    Kawasan TP                                Peran                          Pembelajaran
                                                              :Guru
                                                               TIK




                                                               Tugas                            Tugas




                                                     Perubahan Kurikulum                      Kawasan TP


    sebagai gambaran dibawah ini disajikan spektrum tenaga kependidikan

                                                    Laboran


                       Pustkawan                                         Pengelola satuan
                                                                         Dik
                                                  Pengajar

       TeknisiS.B                                                                  Pengawas


                                                 Pendidik
     Peneliti

                                   Pembimbing                                      Penilik
                                                               Pelatih
         Penguji


                                                                              Lain-lain


                                                Pengembang
                         Kurikulum                                Teknologi Pendidikan




Seminar akademik TP 2007
                                                                                                        25
    Beranjak dari ilustrasi diatas sangat perlu menampilkan kuriklulum TP. Matakuliah yang kami
    tampilkan disinin adalah mata kuliah yang mempunyai kadar dan kandungan TIK sehubungan
    peran Tamatan TP sebagai Guru TIK dengan tugas-tugas yang dilandasi kompetensi-
    komptensi dibidang TIK seperti dibawah ini :

    No                                       Tampilan Mata Kuliah pada Kurikulum
                                    2002                                              2006
    1      Pengembangan media pendidikan I (Media Audio)       Media pembelajaran
    2      Pengembangan media pendidikan II ( Foto dan Siaran radio pendidikan
           slide pembelajaran)
    3      Pembelejaran berasakan komputer                     Pengenalan komputer
    4      Pengembangan media pendidikan III (Produksi Paket Aplikasi (word, excel, powerpoint)
           TV/Video Pembelajaran)
    5      Konsentrasi Mata kuliah Kompetensi lain             Mengenal prinsip dasar base
           Rumpun Pengembangan Teknologi pembelajaran :
           -       media sederhana
           -       Media grafis
           -       Pengembangan paket belajar
           -       sinetron pendidikan
           -       Program siaran radio
           -       manajemen rumah produksi
           -       manajemen siaran radio dan televisi
           Rumpun Pembelajaran bermedia komputer
           -       komputer sebagai alat bantu
           -       Desain web
           -       Pembelajaran berbantuan komputer
           -       Pengelolaan citra
           -       Multimedia I
           -       Multimedia II
           -       Komputer desain
           Rumpun Jurnalistik
           -       Fotografi jurnalistik
           -       Media periklanan

    6                                                      Multimedia
    7                                                      Pengelolaan citra
    8                                                      Pemograman I
    9                                                      Pemograman II
    10                                                     Mengenal jaringan komputer
    11                                                     Desain web
    12                                                     Fotografi dan slide pembelajaran
    13                                                     Video pembelajaran
    14                                                     Sinetron pendidikan
           KOMPETENSI TAMATAN
           Keahlian khusus mengelola sistem pembelajaran   Perekayasa Pembelajaran
           Keashlian khusus pengembangan media             Guru TIK
                                                           Pustakawan

    Berlakunya KBK
    Semasih berlakunya KBK disekolah baik itu di SMP, SMA, SMK kuriklum TP telah mampu
    melahirkan tamatan dengan peran praktis kawasan Teknologi Pendidikan dengan peran
    Guru TIK dengan tugas-tugas pengajaran dan pembelajaran.
    Hal tersebut diatas dapat dilihat dari perbandingan kurikulum TP dengan Kuriklum TIK di
    sekolah SM,SMA dan SMK sebagai berikut




Seminar akademik TP 2007
                                                                                                  26
    Kurikulum TP Vs SMA/SMK-KBK

    Sebaran Mata kuliah dengan kandungan                                Kurikulum TIK
    TIK pada Kurikulum TP                               SMP/SMA                         SMK
    1 Media pembelajaran                         TIK dan UMUM             A.Kompetensi Dasar TIK (5)
    2 Siaran radio pendidikan                    Aplikasi Multimedia      B.Kompetensi KKPI (21)
    3 Pengenalan komputer                                                 1. etika dan K3
    4 Paket Aplikasi (word, excel, powerpoint)   Pengolahan Gambar        2. Konsep Dasar Perangkat
    5 Mengenal prinsip dasar base                                            keras dan lunak
    6 Multimedia                                 Pengolah Kata            3. Program pengolah Kata
    7 Pengelolaan citra                                                   4. Program pengolah anggka
    8 Pemograman I                               Pengolah angka           5. Presentasi
    9 Pemograman II                                                       6. Pengolag Database
    10 Mengenal jaringan komputer                Pemanfaatan database     7. Internet
                                                                          C. Kompetensi Grafis &
    11 Desain web
                                                 Pemograman                  Mulimedia (21)
    12 Fotografi dan slide pembelajaran
                                                                          D. Kompetensi Bahasa
    13 Video pembelajaran
                                                 Pemanfaatan                 pemogramnan dan RPL (21)
    14 Sinetron pendidikan                       intenet,mail, web        E. Kompetensi menggunakan
                                                                             Jaringan lokal dan non lokal
                                                                             (21)

                                                                          Kompetensi Guru TIK
                                                                           - Personal
                                                                           - Profesional
                                                                           - Pedagogik
                                                                           - Soial




    Berlakunya KTSP
    Berlakunya KTSP untuk tahun ajaran 2007/2008 sebagai jawaban atas kekurangan sistem
    pendidikan terutama masih jauh terjadinya kesenjangan antara out sekolah, PT dengan dunia
    Kerja. Seperti awal telah disebutkan perkembangan TIK sangat berpengaruh pada semua lini
    kehidupan umat manusia termasuk pendidikan. Arus globalisi mulai dari AFTA, WSIS telah
    membuah gerah pemerintah untuk mweujudkan tatanan masyarakat informasi. Seperti yang
    dikatakan DR. Ir. Gatot Hari Priowiyanto, Direktur Pendidikan Menengah dan Kejuruan dalam
    kata sambutan ditetapkannya SKKNI mengatakan Departemen Pendidikan Nasional melalui
    Direktorat Pendidikan menengah dan kejuruan telah mengantisipasi perembangan TIK untuk
    menyipakan SDM yang handal sehingga disusunlah SKKNI yang sekarang telah berubah
    menjadi SKN (standar Kerja Nasional).

    Menurut dokumen yang ada proses lahirnya SKKNI telah melibatkan berbagai komponen,
    melalui sebuah Konvensi nasional melibatkan para pakar.dan wakil dari organisasi-organisasi.

    Perlu kiranya disini kam ulas sedikit tentang latar belakang, tujuan dan arah dari SKN ini.

    Perjanjian ASEAN Free Trade Area (AFTA) telah satu tahun diberlakukan.
    Era Globalisasi dalam perdagangan bebas Asia Tenggara telah berlaku.
    Kondisi ersebut membawa dampak kepada persaingan yang semakin ketat
    dan tajam. Untuk menghadapi tantangan tersebut dibutuhkan usaha untuk
    meningkatkan d aya saing dan keunggulan dalam berkompetisi di semua
    sektor usaha, baik usaha bidang industri maupun jasa. Oleh sebab itu
    peningkatan kemampuan dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM)
    Indonesia menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Untuk meningkatkan
    kemampuan dan kompetensi SDM, yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan
    pasar kerja atau dunia kerja, diperlukan hubungan timbal balik antara



Seminar akademik TP 2007
                                                                                                            27
    pihak penyedia SDM (pendidik SDM) dengan dunia industri yang
    membutuhkan SDM. Hubungan tersebut dapat berupa keterbukaan dan
    kerja sama dalam menentukan standar kebutuhan kualifikasi (kompetensi)
    SDM yang dibutuhkan. Dengan kerja sama dan keterbukaan tersebut, pihak
    Industri dapat menjelaskan standar kebutuhan kualifikasi SDM yang
    dibutuhkan, sedangkan pihak penyedia SDM (pendidik SDM) dapat
    merumuskan pengembangan program SDM untuk memenuhi standar
    kebutuhan tersebut.
    Dukungan pihak pemerintah (birokrat) sangat menentukan terwujudnya
    standardisasi kebutuhan kualifikasi (kompetensi) SDM Indonesia. Dengan
    adanya dukungan dan kebijakan pemerintah dalam mendukung
    standardisasi kebutuhan kualifikasi SDM, maka kerja sama dan
    standardisasi yang dibuat dapat diimplementasikan sesuai dengan rencana.

    Standar kebutuhan kualifikasi (kompetensi) SDM dapat diwujudkan dalam
    bentuk standar kompetensi keahlian yang merupakan refleksi dari
    kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh setiap orang yang akan bekerja
    pada bidang keahlian tersebut. Disamping itu, standar kompetensi keahlian
    tersebut harus memiliki kesetaraan dan ekuivalensi dengan standar
    sertifikasi yang telah dimiliki oleh masing masing produk yang telah
    berlaku mengikuti produk bidang keahlian tersebut.

    Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Departemen Pendidikan Nasional
    (DEPDIKNAS) bersama dengan Kadin Indonesia telah membentuk Majelis
    Pendidikan Kejuruan Nasional (MPKN). Salah satu tugas pokok dan fungsi
    dari MPKN tersebut adalah memberikan masukan dalam merumuskan
    kebijakan pengembangan pendidikan menengah kejuruan. Salah satu
    masukannya adalah pembentukan standardisasi kompetensi bidang
    keahlian, yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Kelompok Bidang
    Keahlian (KBK). Untuk memenuhi pembentukan standardisasi kompetensi
    keahlian tersebut, Departemen Pendidikan Nasional, melalui Direktorat
    Pendidikan Menengah Kejuruan (DIKMENJUR) telah bekerja sama dengan
    Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi – PPPGT Bandung, untuk
    menyusun salah satu standar kompetensi, yaitu Standar Kompetensi Bidang
    Programer Komputer.

    Tujuan
    Tujuan penyusunan standar kompetensi ini adalah untuk memperoleh
    standar kompetensi bidang keahlian programer komputer yang diharapkan
    akan mendapatkan pengakuan secara nasional. Pengakuan nasional suatu
    standar kompetensi akan dapat diperoleh jika penyusunan standar
    kompetensi tersebut :

    a. Dikembangkan berdasarkan kebutuhan stakeholder dengan melalui studi
       dokumentasi secara komprehensif.
    b. Dikembangkan dengan menggunakan acuan dan rujukan dari
       tandarstandar sejenis yang digunakan di negara lain atau skala
       internasional.
    c. Disusun bersama dengan perwakilan asosiasi profesi dan para pakar agar
       memudahkan dalam pencapaian konsensus dan pengakuan serta




Seminar akademik TP 2007
                                                                                28
       pemberlakuan secara nasional.

    Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang maka yang
    bersangkutan akan memahami :
    a. bagaimana mengerjakan suatu tugas/pekerjaan,
    b. bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat
       dilaksanakan,
    c. apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan
       rencana semula,
    d. bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk
       memecahkan masalah dan atau melaksanakan tugas/pekerjaan dengan kondisi
       yang berbeda.

    Standar kompetensi dapat dimanfaatkan pada lembaga pendidikan dan pelatihan,
    perusahaan, dan lembaga sertifikasi profesi.
    a. Pada lembaga pendidikan dan pelatihan :
       Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan
       kurikulum dan pengembangan pengajaran, sekaligus mendorong konsistensi
       dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta menetapkan
       kualifikasinya.
    b. Pada dunia usaha/perusahaan
       Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai alat manajemen, terutama
       dalam :
       o Menentukan organisasi kerja dan perencanaan jabatan.
       o Membantu dalam evaluasi/penilaian karyawan dan pengembangannya.
       o Membantu dalam merekrut tenaga kerja.
       o Mengembangkan program pelatihan yang khas/spesifik sesuai dengan
           kebutuhan perusahaan.
       c. Pada lembaga sertifikasi profesi
          Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan :
       o klasifikasi dan kualifikasi,
       o kriteria pengujian dan instrumen/alat ukur pengujian.
                                   sumber : SKN jaringan Komputer dan Sistem Administrasi

    Disamping apa yang telah diungkap diatas pemerintah melalui Badan Standar Nasional
    Pendidikan sampai saat ini telah membuat dan atau menunjuk lembaga Sertfikasi. Lembaga
    ini akan memberikan jasa sertifikadi terhadap semua pekerja yang akan memasuki pasar
    kerja. Sehingga dengan adanya standar kompdtensi yang telah ditetapkan bersama
    melibatkan semua komponen merupakan angin segar dalam usaha meningkatkan kualitas
    pekerja republik ini. Sampai saat BSNP telah menelorkan 61 surat keputusan untuk sektor-
    sektor yang dibuatkan SKNya.

    Untuk unstuk sektor TIK Surat Keputusan yang mendasari SKN TIK untuk sektor tertentu
    seperti dibawah ini :
    1. Kep.94/Men/VI/2005       : sektor TIK sub sektor Programer Komputer (27
                                    kompetensi (PK)
    2. Kep.269/Men/VII/2006     : sektor TIK sub sektor Jaringan Komputer dan Sistem
                                    Adminsitrasi (JKSA)
    3. Kep. 272/Men/VII/2006    : Sektor TIK sub sektor Computer Technical Support (CTS)




Seminar akademik TP 2007
                                                                                        29
    Kaitannya dengan lahirnya Standar Kerja Nasional (SKN) disektor TIK maka kurikulum TP
    kembali dapat disandingkan dengan SKN sektor TIK untuk melihat dimanas posisi TP dan
    langkah strategis apa yang akan diambil lembaga.

    Kurikulum TP VS SMA / SMK – KTSP

      Sebaran Mata kuliah dengan kandungan                       SKN sektor TIK
              TIK pada Kurikulum TP                    SMP/SMA                    SMK
    1 Media pembelajaran
    2 Siaran radio pendidikan                                       A. SUB SEKTOR OPERATOR
    3 Pengenalan komputer                        TIK ( KKPI )           1.Umum ( 5 )
    4 Paket Aplikasi (word, excel, powerpoint)                          2. Inti ( 19 )
    5 Mengenal prinsip dasar base                                       3. Spesialisasi (3)
    6 Multimedia                                                    B.SUB SEKTOR PROGRAMER
    7 Pengelolaan citra                                               1. Bidang Keahlian manajemen
    8 Pemograman I                                                        (18)
    9 Pemograman II                                                   2. Pemograman Umum (33)
                                                                      3. Pemrograman Basis data (6)
    10 Mengenal jaringan komputer
                                                                      4. Pemograman web ( 8 )
    11 Desain web
                                                                      5. Pemograman Multimedia (3)
    12 Fotografi dan slide pembelajaran
                                                                      6. Pemograman sistem
    13 Video pembelajaran                                                 embeded (5)
    14 Sinetron pendidikan                                            7. Pengembangan pengujian
                                                                          perangkat lunak (4)
                                                                      8. Pemograman dengan
                                                                          program aplikasi (14)

                                                                    C. SUB SEKTOR JARKOM
                                                                       1. Umum 9
                                                                       2. Inti 25
                                                                       3. spesialisasi pengembangan
                                                                          jaringa 12
                                                                       4. implementasi jaringan 17
                                                                       5.pemeliharan jaringan 11

                                                                    D. SUB CTS
                                                                       1.Umum 11
                                                                       2.Inti 53
                                                                       3.pilihan 16

                                                                    E. MULTIMEDIA AUDIO VISUAL
                                                                       1.Umum  12
                                                                       2. Inti 76
                                                                       3. Khusus 7




Seminar akademik TP 2007
                                                                                                      30
    Dengan ditetapkannya Standar Kerja Nasional maka ada baiknya kita melihat profil beberapa
    perguruan tinggi yang menyelenggarakan dan membuka fakulutas, jurusan, prodi sektor TIK
    dengan berbagai sub sektornya.

    NO         Nama           Fak, Jurusan, Prodi yang                Jalur Profesi                    Ket
             Universitas               dibuka
    1      Universitas      Teknik informatika                                                 Jelas
           Indonesia
    2      ITB              Teknik elektro dan Informatika                                     Jelas
    3      UT               Non                                                                Non
    4      UNDIKSHA
                            FTK : Manajemen informatika (D3)
                                  PendidikanTeknik Informatika dan
                                 Komputer (s1)
                            TP                                       Teknlolog                 Tersebar
                                                                     pembelajaran, Guru
                                                                     TIK, Pustakawan
    5      STIKOM           Sistem Komputer (S1)                     Computer system           Jelas
                                                                     enginer, computer
                                                                     based information
                                                                     engginer, computer
                                                                     network engineer,
                                                                     computerized
                                                                     system engineer,
                                                                     computer        control
                                                                     engginer, system
                                                                     maintenance
                                                                     manager
                            Sistem Informasi (S1)                    Computer         based    Jelas
                                                                     infomration system
                                                                     analyst, application
                                                                     analyst, data base
                                                                     administration,
                                                                     system
                                                                     development
                                                                     manager, Hardware
                                                                     dan           sofware
                                                                     integrator, sofware
                                                                     development
                                                                     manager,           MIS
                                                                     Manager,WEB
                                                                     programer,        Web
                                                                     master,       Network
                                                                     administration
                            Komputer Multimedia (D3)                 Broadcasting TV,          Jelas
                                                                     Video              PH,
                                                                     Multimedia        Web
                                                                     Hiuse, Adverstising
                                                                     agency,           Mass
                                                                     Media,             Post
                                                                     production house,
                                                                     Cinema          house,
                                                                     Animation house
                            Komputer Grafik dan Cetak ( D3)          Printing company          jelas
                                                                     manager, computer
                                                                     graphics deigner,
                                                                     product promotion
                                                                     manager,
                                                                     advertising agency,
                                                                     offset printing
                                                                     industry, repro




Seminar akademik TP 2007
                                                                                                          31
                                                                 hiuse, packcging
                                                                 industry, product
                                                                 design consultan
                             Managemen informatika (D3)          Computer base
                                                                 information system
                                                                 designer, database
                                                                 administrator,
                                                                 database desginer,
                                                                 mananajemen
                                                                 information system
                                                                 manager, senior
                                                                 programer,
    6      UNSRI             D3 Manajemen Informatika            Staff EDP / IT
                                                                 - Administrasi
                                                                 Departemen IT
                                                                 - Technical Support
                                                                 - Programmer
                             S1 Sistem Komputer                  - IT Manager / CIO /
                                                                 CTO
                                                                 - Engineer di bidang
                                                                 Software           dan
                                                                 Network
                                                                 -           Networking
                                                                 Administrator        &
                                                                 Design
                                                                 - Ahli Interfacing
                             S1 Sistem Informasi                 IT Manager / CIO /
                                                                 CTO
                                                                 - Analis Systems dan
                                                                 design
                                                                 - Database Analys /
                                                                 Administrator
                                                                 - Software
                                                                 Applications
                             S1 Teknik Komputer                  Staff IT / EDP
                                                                 - Technical Support
                                                                 - Administrator
                                                                 Jaringan
                                                                 - Microcontroller
                                                                 Engineering
                             S1 Teknik Informatika               IT Manager / CIO /
                                                                 CTO
                                                                 - Engineer di bidang
                                                                 Software dan
                                                                 Network
                                                                 - Rekayasa
                                                                 Perangkat Lunak dan
                                                                 Networking



    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006
    Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang
    Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Dan Peraturan Menteri
    Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk
    Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah telah menetapkan tidak berakunya lagi KBK dan
    penggunaan KTSP untuk seluruh sekolah palng paling lambat tahun ajaran 2009/2010.
    Sejalan dengan hal tersebut kalau efektif KTSP bisa dimulai maka kita ada waktu 4 tahun
    untuk mempersiapkan diri dalam menyambut MDGs yang telah juga disepakati dalam WSIS.
    Untuk lebih merinci standar isi dan standar kompetensi yang dikembangkan oleh jurusan
    Teknologi Pendidikan melalui mata kuliah konsentrasi yang secara bertahap akan menjadi
    kurikulum teknologi pendidikan adalah seperti diperlihatkan dalam ilustrasi tabel dibawah ini :




Seminar akademik TP 2007
                                                                                               32
    Posisi dan Daya Tawar Mata Kuliah TIK TP VS KTSP
    1. Standar isi dan standar kompetensi yang dikembangkan untuk memenuhi kompetensi
         sektor TIK di SMP,SMA.,SMK pada jurusan TP sudak kompeten dengan subtansi TIK
         yang diwajibkan.


      SK,SI, Indikator, KD TIK TP                                         SMP, SMA
      1 Media pembelajaran                                                  KKPI
      2 Siaran radio pendidikan
      3 Pengenalan komputer
      4 Paket Aplikasi (word, excel, powerpoint)
      5 Mengenal prinsip dasar base
      6 Multimedia
      7 Pengelolaan citra                                                SMK
      8 Pemograman I
                                                                   Operator Komputer
      9 Pemograman II
      10 Mengenal jaringan komputer                                       CTS
      11 Desain web                                                       PK
      12 Fotografi dan slide pembelajaran                                JKSA
      13 Video pembelajaran                                             MMAV
      14 Sinetron pendidikan




    2.        STANDAR ISI, INDIKATOR TIK, SK + KD yang dikembangkan di TP tidak dikemas
              dalam satu program studi secara mengkhusus, namun kompetensi TIK ini tersebar atau
              disebarkan mata kuliah Keterampilan Berkarya dan Konsentrasi TIK

    3.        Standar isi TIK TP VS sektor TIK, sub sektor Operator sesuai Standar Kerja Nasional
              yang ditetapkan BSNP adalah seperti pada tabel dibawah :

              TIK TP VS SUB SEKTOR OPERATOR
                                  SUB SEKTOR OPERATOR
                                                                                     Jumlah
                            Umum                   Inti          Spesialisasi
                                                                                   Kompetensi
         SK                    5                     19               3                27
                         1. Pengenalan komputer,
                         2. Paket Aplikasi
                         3. Website
TIK TP                   4. Jaringan
                         5. Pengelolaan Citra
                         6. Data Base, dan
                         7. Pemograman Dasar
                       Adaftasi : antivirus dan trobleshooting




Seminar akademik TP 2007
                                                                                             33
TIK TP VS SUB SEKTOR PEMOGRAMAN
                           Sub Sektor Pemograman
                                                                                                  Jml


             Bid.Manaje




                                                                    prog.Aplika
                             Pemogram




                                                Pemogram


                                                Pemog.Mu


                                                                    Pemog.Sis
                             Basis data




                                                Intenet/we




                                                                    Perangkat
                                                                    Pengujian
                                                                    embede



                                                                    Pemog.
                                                ltimedia
                             Umum




                                                                    lunak

                                                                    degn
             men




                                                                    tem
                             an




                                                an




                                                                    si
                                                b
    1             2              3          4          5       6        7        8           9            10
             18         33       6         8       3         5         4         14                       91
             1.Pemograman I
             2.Pemograman II
             3. Internet/website
TIK TP       4. Jaringan.
             5. Multimedia
              Jumlah kompetensi diatas adalah level I – VI dan jenjang untuk S1
                   tentunya untuk sekolah menengah tidak sebanyak itu, perlu disesuaikan
                   dengan kondisi sekolah menengah yang bersangkutan

TIK TP VS SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI (JKSA)
                 SUB SEKTTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM         Jumlah
                                ADMINISTRASI
                                                    Pengemba

                                                    Spes.Imlp.




                                                                                Spes.Pem
                                                    Spesialisa




                                                                                eliharaan
                                                    Jaringan
                                                    jaringan




                                                                                jaringan
                      Umum




                                                    ngan
                                     Inti




                                                    si




        1                    2              3              4            5            6                7
                         9            25           12            17           11                  74
                      1. Data base
                      2. pemograman I dan II
                      3. Jaringan
    TIK TP             Jumlah kompetensi diatas adalah level I -VI dan jenjang untuk
                         S1 tentunya untuk sekolah menengah tidak sebanyak itu, perlu
                         disesuaikan     dengan     kondisi    sekolah     menengah
                         yangbersangkutan


TIK TP VS SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT ( CTS)
                                   CTS                                                   Jumlah

                             Umum               Inti                Pilihan
1                            2                  3                   4                    5
                             11                 53                    16                         80
                               1. Pengenalan Komputer
                               2. Jaringan
                              Jumlah kompetensi diatas adalah level I - VI dan
        TIK TP                    jenjang untuk S1 tentunya untuk sekolah menegah
                                  tidak sebanyak itu, perlu disesuaikan dengan kondisi
                                  sekolah menengah yangbersangkutan




Seminar akademik TP 2007
                                                                                                           34
TIK TP VS MULTIMEDIA DAN AUDIO VISUAL
                                         MM AU                                        Jumlah
                               Umum          Inti          Khusus
              Versi 1          12            76            7                           95
              Versi 2          10            97            9                           116
              SMK              12            33            2                           47
              Catatan:
              Versi 1 diambil dari SKN BSNP-LSP Telematika
              Versi dua TIM ITS
              SMK adalah MMAU direkomendasikan untuk SMA

                  1.Media pembelajaran
                  2 Siaran radio pendidikan
                  3 Multimedia
                  4 Pengelolaan citra
                  5 Pemograman multimedia
                  6 Fotografi dan slide pembelajaran
                  7 Video pembelajaran
                  8 Sinetron pendidikan
     TP           9.Majemen Pendidikan
                  10.Teori Belajar dan Pembelajaran
                  11.Pengembangan sumber daya manusia
                  12.Inovasi Pendidikan
                  13.Pusat sumber belajar
                  14.Teknik penulisan buku sumber
                  15.Evakuasi program Pendidikan
                  16.Stategi Pembelajarab
                  17.Sistemm komunikasi Pendidikan

                   Untuk sektor ini TIK TP sangat kompeten, hal ini disebabkan
                    karena adanya korelasi yang kuat antara mata kuliah TP.




KESIMPULAN
Dari uraian diatas maka dapat kiranya ditarik beberapa catatan penting yang selanjutnya catatan
ini dapat menjadi fokus langkah permulaan untuk konvergensi standar isi kurikulum adalah sebagai
berikut :
     1. Agar tamatan TP dapat diterima oleh pasar seperti yang ditampilkan pada spektrum,
          perlu kiranya diperhatikan cakupan kompetensi guru TIK yang meliputi :
           Personal , seorang grutu TIK harus menunjukkan pribadi yang berkepribadian
                mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, berahlak mulia yang menjadi teladan bagi
                peserta didik
           Profesional, Kemampuan penguasaan materi pembelajaran TIK secara luas dan
                mendalam yang memungkinkan guru dapat membimbing peserta didik untuk
                memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan
           Pedagogik, Kemampuan mengelola peserta didik yang meliputi pemahaman
                terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil
                belajar, serta pengembangan peserta didik berbasis TIK untuk mengaktualisasikan
                berbagai potensi yang dimiliki




Seminar akademik TP 2007
                                                                                             35
               Sosial ;Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi
                dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga
                kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar terhadap
                perkembangan TIK

         Ilustrasi :

                                       PERSONAL



              PEDAGOGIK                 Guru TIK                  SOSIAL




                                      PROFESIONAL




             KKPI          OK          JKSA         PK        MMAU         CTS




    2. Setelah mencermati standar isi, SK,indikator dan KD yang dikembangkan di TP untuk sub
       sektor operator komputer, tamatan TP kompeten dengan pasar yang ada
    3. Sedangkan pada CTS kompetensi TP juga sangat berpeluang dan kompeten dengan
       mengadakan penyesuaian dengan SKN pada sub sektor ini
    4. untuk sektor Pemograman Komputer, standar isi yang dikembangkan oleh TP telah
       mengakomodir dalam mata kuliah, sehingga tamatan TP pada sub sektor ini juga sangat
       berpeluang dalam mengampu mata palajaran ini . Pada takaran apresiasi telah
       diakomodir operasi dasar, pengetahuan dan konsep, sedangkan pada takaran aplikatif
       produktif (pengolahan informasi untuk produktivitas , begitupun pula pada takaran
       evaluatif analisis ( pemeriksaan, eksploratif, menilai dan menguji)
    5. Akan lain halnya dengan tamatan TP perannya sebagai guru TIK sub sektor Multimedia
       dan Audio Visual tamatan TP sangat kompeten. Hal ini didasarkan pada banyak mata
       kuliah terutama keterampilan berkarya yang mensupport, saling berhubungan, saling
       melengkapi sehingga dapat dikatakan menjadi satu kesatuan mata rantai kompetensi.
       Menurut saya tidsak bisa dibayangkan seorang tamatan Tp tidak membekali dirinya
       dengan komptensi TIK. TIK di TP tidak bisa dipisahkan baik sebagai dasar atau yang
       didasari oleh kawasan TP dalam hal profesi TP dalam lingkup kawasan Pendidikan.
    6. Dengan demikian, mencermati point-poin diatas maka tamatan TP selain tamatan TP
       sebaga Teknolog Pendidikan oleh karena melekatnya profesi teknologi pendidikan secara
       langsung, jikalau ada pertanyaan tamatan kompetensi apakah yang paling tepat bagi
       seorang lulusan TP dalam konteks menjadi guru TIK? jawaban yang paling dapat
       dipertanggung jawabkan dan depend untuk kondisi saat ini adalah tamatan TP depend
       atau percaya diri untuk mengampu mata pelajaran TIK . Spesialisasi ini akan menjadi
       salah branded bagi tamatan teknologi pendidikan, disamping sebagai teknolog
       pembelajaran dengan kawasannya yang sudah jelas. Oleh karena itu keyakinan dan
       pemikiran saya bahwa tamatan TP dengan konvergensi antar kawasan dan bidang
       TP dengan perannya sebagai Guru TIK untuk kondisi saat ini sangat kompeten.



Seminar akademik TP 2007
                                                                                         36
SARAN

    1. Karena pemerintah dalam hal ini Depdiknas telah membuat acuan yang jelas tentang
       standar isi sektor TIK dengan dibentuknya Badan Sertifikasi Nasional Pendidikan dan
       juga telah membentuk Lembaga Sertfikasi Profesi (LSP) contohnya LSP Telematika
       maka terhadap SKN yang telah ada, jurusan Teknologi Pendidikan perlu terus suatu
       uapaya penyempurnaan dan pengembangan secara kontinyu, dalam hal :
        Redefinisi. Dalam konteks ini jurusan TP kedepan perlu                    mengadakan
             penyesuaian-penyesuaian terutama paradigma konvergensi, istilah-istilah,
             konsepsinya, karakteristik, ruang lingkup yang diadopsi disesuaikan dengan kondisi
             TP demi sebuah tamatan yang kompeten.
        Reformat. Isitlah ini bukan berarti inheren dengan istilah format dalam memformat
             isi hardis sehingga pembersihan dilakukan secara ekstrim. Dalam konteks ini
             reformat dilakukan terhadap standar isi yang telah ada yang kiranya kurang atau
             tidak update untuk diajarkan disingkirkan untuk digantri dengan jenis yang lebih
             serasi untuk disandingkan dalam kerangka menata rangkaian kompetensi TIK di TP
        Reorganisasi. Dalam konteks ini diperlukan penataulang struktur kuriklulum
             sehingga tidak tumpang tindih. Contohnya ada mata kuliah yang semestinya
             dijarkan belakangan dari mata kuliah yang lain. Atau dasar lebih dahulu dibangun
             daripada mendirikan tiangnya terlebih dahulu
        Konvergensi. Istilah ini saya pakai karena menurut hemat saya konvergensi
             substansi dan konsepsinya sama dengan multi. Pengertian multi disini adalah tidak
             mungkin kita mengintegrasikan hanya satu kompetensi, satu sumber dan satu
             media. Justru konvergensi ini identik dengan multimedia.

                Pembauran beberapa kompetensi, sumber dan konsepsi menjadi suatu adonan
                yang pas. Konvergensi sebagai sebuah trend yang juga diluar sana, terutama di
                sektor Teknologi informasi dan komunikasi , telematika mengarah pada trend
                konvergensi ini. Konvergensi standar isi jurusan TP perlu diupayakan dan dilakukan
                karena konvergensi ini menyatakan keterkaitan yang yang akhirnya melahirkan
                sinergi yang berbobot. Kalau konvergensi ini diadposi pada kurikullum TP maka
                konvergensi disini mengarah pada sebuah intergrasi yang progresif. Alasan utama
                kenapa konvergensi ini saya tawarkan dan diadopsi karena beberapa faktor yang
                dapat diidentifikasi sebagai penggerak konvergensi yaitu :
                1. Kemajuan teknolgi
                2. kebutuhan pelanggan (sekolah)
                3. kebutuhan pemerintah dalam meningkatkan SDM pekerja Indonesia




Seminar akademik TP 2007
                                                                                              37
                                         KEPUSTAKAAN


Prawiradilaga, Dewi Salma dan Evelina Siregar,2004, Mozaik Teknologi Pendidikan,Jakarta :UNJ-
       Prenada Media

Miarso, Yusuf hadi, 2005, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan,Jakarta :Pustekom-Prenada
       Media

Sells,Barbara B, & Rita C.Richey, Teknologi Pembelajaran, Jakarta : UNJ

Depdiknas,2004,GBPP TIK Multimedia,Jakarta

          ,2003,KBK TIK, Jakarta

Depkominfo,2007,Pedoman Pelaksanaan Penelitian TIK, Jakarta

Mastel, 2006, Cetak Biru infrastruktur Telematika, Jakarta

        , 2006, Cetak Biru Manufaktur telematika-Buku II, Jakarta

BRTI, 2007, Roadmap Konvergensi Telematika, Jakarta

Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi informatika dan elektonika, 2001, Indikator TIK 2001-
       buku 1, Jakarta : P3TIE-BPPT

Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi informatika dan elektonika, 2001, Indikator TIK 2001-
       buku 2, Jakarta : P3TIE-BPPT

http://puskur.net [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.bnsp.org [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.ut.ac.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.lsp-telematika.or.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.stikom.ac.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.itb.ac.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.ui.ac.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.unsri.ac.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.jardiknas.org [diakses 20 Nopember 2007]




Seminar akademik TP 2007
                                                                                          38