Docstoc

Asuransi mikro perlindungan masyarakat kecil

Document Sample
Asuransi mikro perlindungan masyarakat kecil Powered By Docstoc
					            Peluang Asuransi Mikro Terhadap Perlindungan Masyarakat Kecil
                                   Thres Sanctyeka1

Saat ini di Indonesia, Asuransi Mikro / Micro Insurance (MI) bukanlah hal yang baru lagi.
Bila dibandingkan dengan “gerakan mikro” lain nya seperti Micro Finance (MF) dan
Micro Credit (MC) yang telah lahir dan berkembang lebih dahulu, asuransi mikro
layaknya seperti bayi yang baru lahir dan masih membutuhkan dukungan yang besar
untuk merangkak dan tumbuh berkembang. Ketiga gerakan mikro tersebut memiliki
semangat yang sama yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat miskin (the
poorest) dan kelompok dengan berpenghasilan rendah untuk mendapatkan kesempatan
bertahan dan memperbaiki kualitas hidupnya secara lebih baik. Dalam pengertiannya -
International Association for Insurance Supervisor (IAIS) mendefinisikan MI adalah
“sebagai perlindungan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah terhadap bahaya
tertentu dengan melakukan pembayaran premi regular yang sebanding dengan risiko yang
didapat”. Secara konstitusi sebenarnya perlindungan terhadap masyarakat kecil
merupakan kewajiban negara terhadap rakyatnya. Oleh karena itu pemerintah merespon
amanah konstitusi tersebut dengan berbagai kebijakan yang telah dibuat, salah satunya
adalah munculnya Undang-Undang (UU) tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
yang menjadi payung hukum terhadap beberapa perlindungan sosial bagi masyarakat.
Namun disayangkan, implementasinya belum mencakup seluruh masyarakat Indonesia
sesuai dengan semangat yang tersirat dalam UU SJSN. Hal ini dikarenakan akan
berdampak pada terbebankannya APBD/APBN seperti yang sempat diutarakan oleh
Sulastomo (Kompas, 26 Desember 2009). Namun demikian, apakah lantas hanya
menunggu hingga APBN/APBD menguat dan baru dapat mencakup seluruh masyarakat?
Atau mengembangkan semangat gotong royong yang terkandung dalam UU SJSN –
bekerjasama antara pemerintah-masyarakat dan swasta dalam rangka mempercepat
perlindungan bagi seluruh masyarakat ?

Semangat global dalam Ber asuransi mikro

Pada bulan Desember 2009, bertempat di Kairo Mesir, Egyptian Financial Supervisory
Authority (EFSA) menyelenggarakan sebuah seminar                yang terkait dengan
pengembangan asuransi mikro. Kegiatan ini merupakan kerjasama global yang didukung
oleh lembaga-lembaga yang konsern terhadap asuransi mikro seperti International
Association of Insurance Supervisors (IAIS), the Microinsurance Network, dan the
Access to Insurance Initiative (AII). Di dalam kegiatan tersebut para praktisi asuransi
mikro (perwakilan lembaga keuangan mikro, LSM, Lembaga Donor, perusahaan asuransi
dan re asuransi serta akademisi) berbagi informasi terkini mengenai pengembangan
asuransi mikro, pembelajaran-pembelajaran yang didapat dari berbagai wilayah dan
sektor serta strategi pengembangan asuransi mikro. Kegiatan tersebut merupakan sebuah
cerminan bahwa asuransi mikro telah menjadi sebuah gerakan global didalam mendorong
kerjasama dalam rangka memberikan perlindungan bagi masyarakat kecil.



1
    Micro Insurance Public Private Partnership (PPP)Coordinator. German Technical Cooperation (GTZ)


                                                                                                      1
Di beberapa negara, asuransi mikro sudah dirintis sejak lama, seperti contoh di Uganda
semenjak tahun 1997, American International Group (AIG) membangun sebuah kerja
sama dengan lembaga keuangan mikro lokal yang bernama FINCA dan setelah enam
tahun kemudian hampir semua lembaga keuangan mikro di Uganda telah memiliki
produk asuransi mikro dan kurang lebih 1,6 juta masyarakat telah dilindungi oleh produk
tersebut (CGAP Working Group on Microinsurance, Good and Bad Practices, Case
Study No. 9). Adapun manfaat yang didapat oleh AIG Uganda adalah dari total
keuntungan yang dimiliki oleh perusahaan pada tahun 2003, sejumlah 17% bersumber
dari asuransi mikro . Begitu juga dengan India dimana pada tahun 2002, negara meminta
seluruh perusahaan asuransi yang ada untuk dapat menyediakan asuransi bagi pedesaan
dan sektor-sektor sosial sebagai bentuk dukungan negara agar perusahaan asuransi dapat
menyentuh kelompok-kelompok dengan penghasilan yang rendah, dan masih banyak
negara berkembang lain yang telah mengembangkan asuransi mikro.

Di Indonesia sendiri, asuransi mikro bisa digolongkan sebagai sesuatu yang baru, kurang
lebih baru empat tahun belakangan ini mulai dikembangkan. Seperti asuransi mikro yang
pertama dari Allianz Life Indonesia (Allianz Indonesia, 2008), Asuransi mikro yang
berbasis syariah yang sedang dikembangkan di daerah Jawa Barat. Demikian pula
kerjasama antara perusahaan asuransi dengan BRI yang sedang berjalan dan
mengembangkan asuransi mikro serta masih ada beberapa lagi MI yang lain. Hingga saat
ini asuransi mikro terus diupayakan dapat berkembang. Dari kaca mata bisnis bisa saja
perusahaan asuransi melihat potensi pasar dari apa yang disampaikan ibu Endang Rahayu
Sedyaningsih (Menkes RI) pada Kompas 23 Maret 2010 bahwa masih ada 30 juta rakyat
miskin yang masih belum mampu membeli asuransi kesehatan artinya masih ada potensi
besar bagi perusahaan asuransi mengembangkan bisnis asuransi mikro sekaligus
membantu pemerintah di dalam memproteksi masyarakat kecil dari berbagai risiko,
mengurangi kemiskinan serta pencapaian salah satu MDG’s – ini baru dilihat dari satu isu
yaitu kesehatan, padahal masih ada isu lainnya seperti proteksi terhadap kebutuhan
pendidikan dasar, proteksi terhadap ancaman bencana alam yang semua resiko itu dapat
menjadikan masyarakat miskin dan berpendapatan rendah lebih rentan terhadap semua
risiko tersebut.

Menjalin sinergi : Pemerintah, Swasta, Masyarakat

Namun juga perlu disadari, seperti yang diucapkan oleh Presiden Colombia Alvaro Uribe
“Microinsurance comes from the heart, but it is a business and not a charity.” " Segala
perhitungan matematisnya adalah sama seperti mekanisme perhitungan asuransi pada
umumnya, pada akhirnya keuntunganlah menjadi pengikat bagi perusahaan asuransi
untuk dapat bergerak dan terlibat - dan itu bukanlah suatu yang salah. Dalam situasi
seperti ini, hal yang perlu di perhatikan bersama adalah jangan sampai kemudian
perusahaan asuransi “tergelincir” menjadi tidak beretika dalam berbisnis dengan
menjadikan masyarakat kecil hanya sebagai komoditi dan sapi perah. Dan pada titik
inilah, diperlukan peran pemerintah, kelompok masyarakat, lembaga pembangunan
international sebagai penyeimbang dan perumus dalam hal: bagaimana seharusnya sistem
asuransi mikro dapat diimplementasikan dimasyarakat Indonesia dengan mengedepankan
“keuntungan bersama”?; isu apa saja yang menjadi kesenjangan dan prioritas untuk dapat



                                                                                      2
dikembangkan sebagai produk asuransi mikro di Indonesia?; bagaimana mekanisme
kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta agar dapat mengembangkan asuransi
mikro serta dapat menekan tingkat kemiskinan masyarakat juga melindungi masyarakat
dari berbagai risiko?

Tentu pertanyaan-pertanyaan tersebut tidaklah mudah dan cepat untuk diwujudkan dalam
membentuk pedoman, landasan hukum serta aturan main bagi pelaksanaan asuransi
mikro, karena untuk itu diperlukan energi kerjasama yang besar dan berkesinambungan
antar berbagai pihak, agar tidak terhaambat bahkan berhenti ditengah jalan, seperti
beberapa “gerakan” lainnya. Sekedar mengingatkan kembali, Bukankah Lembaga
Keuangan Mikro (LKM) yang sejatinya sudah berjalan menahun, namun hingga kini
landasan hukumnya masih juga belum terselesaikan ? – masih baru sampai pada tahapan
rancangan undang-undang. Untungnya pada tahun 2009, sempat dikeluarkan keputusan
menteri bersama : Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Negara Koperasi
Dan Usaha Kecil Menengah, serta Gubernur Bank Indonesia tentang Strategi
Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro. Sehingga sedikit banyak membantu berbagai
LKM yang ada untuk dapat berjalan terarah dan berkembang. Lantas bagaimana dengan
asuransi mikro - Perlukah segera ada kebijakan pemerintah untuk mengawal dan
mendorong perkembangan asuransi mikro dalam rangka perlindungan kepada masyarakat
kecil? Mari berproses bersama !.




                                                                                  3

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:284
posted:7/20/2010
language:Indonesian
pages:3