Strategi Pemasaran Dalam Mencapai Target Penjualan Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Pada PT. Takaful Umum Padang

Document Sample
Strategi Pemasaran Dalam Mencapai Target Penjualan Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Pada PT. Takaful Umum Padang Powered By Docstoc
					   YAYASAN PENDIDIKAN DHARMA ANDALAS
    SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)
            DHARMA ANDALAS



                        SKRIPSI



    STRATEGI PEMASARAN DALAM MENCAPAI TARGET
PENJUALAN PREMI ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR
       PADA PT. TAKAFUL UMUM PADANG”.


                          Oleh :

                   MERIA ELFIANA
                        03 12 3851



                Program Studi S1 Manajemen



    Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat
         Guna Menyelesaikan Studi Pada Strata I (S-I)
                  STIE Dharma Andalas




                        PADANG
                          2010
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)
DHARMA ANDALAS

                  TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

       Dengan ini Panitia Pembimbing Skripsi Jurusan Manajemen Program
Strata Satu (S1) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dharma Andalas Padang
menyatakan bahwa :

       Nama                 : Meria Elfiana
       No. BP               : 03 12 3851
       Jurusan              : S1 Manajemen
       Judul Skripsi        : Strategi Pemasaran Dalam Mencapai Target
                               Penjualan Premi Asuransi Kendaraan Bermotor
                               Pada PT. Takaful Umum Padang”.

       Telah di uji pada ujian komprehensif pada tanggal 21 Mei 2010 sesuai
dengan prosedur, ketentuan dan kelaziman yang berlaku.

                                                   Padang, Juni 2010

           Pembimbing Praktek                     Pembimbing Skripsi




           DAHLIAR, BCHK                          Ir. Alvin Alfian, MM


                                 Disetujui Oleh :
                           Ketua STIE Dharma Andalas




                       Dra. Hj. Sri Daryanti Zen, MBA, Akt
                                 NIP. 131 803 188
Lelah raga ini rasanya, namun hari ini betapa lega hatiku ketika sebuah kata indah
terucap yakni “Anda berhasil” alhamdulillahirabil’alamin. Ku ucapkan saat itu.
Andai waktu itu orang-orang yang ku sayang disisiku, akan ku peluk sebagai
ungkapan bahagia aku.
Alhamdulillah ya rabbi, terima kasih engkau telah memberikan kesempatan untuk
membahagiakan keluarga serta orang yang telah memberiku sebuah cinta.
Hari ini…..
Suatu cita-cita telah ku gapai
Sekeping harapan telah ku raih, namun itu bukanlah akhir dari segalanya. Masa
depan masih menghadang dihadapanku, krikil-krikil tajam pasti ku temui dan
harus ku lalui.
Ya Allah…….. berkatilah setiap langkah ku………..
Akhirnya………
Dengan        deretan   air   mata   diatas   segala   sajadahmu,   aku   bersujud
Alhamdulilahirabil’alamin, skyukur atas karunia mu, ku bingkiskan karya kecil ini
sebagai tanda bukti dan hormat ku kepada :
Ibundaku yang tercinta Yulidar.
        Atas perhatian dan do’a tegarkan hatiku untuk tidak menyerah dalam
berusaha, diawal langkah ku engaku bimbing aku, didalam langkah engkau
tanamkan arti kehidupan, kasihmu begitu tulus dalam segala kesederhanaanmu
tanpa mengenal rasa capek dan lelah demi memperjuangkan anakmu, semua
dihadapi penuh ketabahan. Aku tbangga padamu, berkat ada dan perjuanganmu ku
coba mewujudkan impian dengan segala daya yang ada…… I love u Mom……. Ku
kan slalu menjagamu sampai akhir hayatku.
Yang Terhormat Ayahanda Syafri ( Alm )
        Ayah………anakmu sekarang telah berhasil mencapai cita-citanya……
Nasehatmu akan selalu ku ingat dan do’a ku selalu menyertaimu semoga dirimu
tenang dialam sana…… Amin…….
Terima kasih kepada semua keluargaku ( nenek, Tek Na, Tek Yel, Pak Etek ) yang
telah memberikan dukungan semangat, pengorbanan serta yang mendoakan
sehingga selesainya pembuatan skripsiku ini.
Untuk Adek ku tercinta Yurni, Nining, dan Dila
Rajin-rajin belajar ya dek, agar kalian bisa mencapai cita-cita kalian,,,buat Yurni
makasih ya dek kamu telah membantu kakak dan setia menemani kakak dalam
mencapai tujuan ini dan rajin-rajinlah belajar biar bisa cepat-cepat dapat gelar S.Pd.
dan jangan nelpon aja kerjaannya.
Wat,,,,Ante Cempot ku tersayang……..
Makasih y ante kamu telah berkorban dan setia menemani kakak dikampus berjam-
jam………dan Ayooo…… nte belajar dengan serius biar bisa mengejar kakak dengan
gelar S.Pd nya.
Thank’s Very Much……to some one (……….S.Pd )
Yank…..akhirnya aku S.E juga,,hehe 100x…….
Makasih ya…. Atas dukungan yang telah ayank berikan selama ini……
Yank…..makasih ya ats perhatian dan kasih saying yang telah diberikan selama ini,
walaupun banyak rintangan yang menghalangi semua ini ada hikmahnya bagi kita,
dan berdoalah agar hidayah datang kepada keluarga iya dan semoga hubungan kita
cepat dapat restunya ya saying……..
A M I I I I…………….N………!!!!!!!!!
O…..Ya     yank…..jangan       suka   marah-marah   dan    cepat    emosi    lagi   ya
yank…………karena itu gak baik buat hubungan kita kedepan………..jalani semua
masalah dengan kepala dingin ya yank……..I love U Forever……………
Cie 5x……….
Thank’s To My Friend
Wat : Neti, Ayuk, Elsa, Isis
       Makasih ya teman-teman atas support dan sarannya…… Alhamdulillah
akhirnya iya bisa nyusul kalian juga, hehehe……..
Wat, Supiak Oppy
Piak……..Akhirnya iya SE jg…….
Terima kasih ya ats supportnya, tapi saying kamu cepat-cepat married jadi… kita gak
bisa happy-happy lagi dunk….semoga hubungan kalian baik-baik aja ya…….
Wat, ka’ Wide, Rizki, Wira, Rani
       Alhamdulillah akhirnya kita jadi juga wisuda bareng ya friend-
friend,,,he…….
Makasih ya atas bantuan dan dorongannya selama ini dan teristimewa buat Rizki,,
makasih banyak atas pertolonganmudek mungkin tanpa ada kamu k’gak tau harus
sama siapa pergi TAKAFUL dan kelimau manis cari bapak.
Thank’s buat ojeknya ya dek….hehehehehe….pease……..!
Wira n Rani
Friend….. perjuangan kita dihari-hari terakhir pendaftaran tak kan pernah
terlupakan buat iya….itulah hari-hari yang bersejarah dan akhirnya doa kita
terkabulkan juga…..
S E M A N G A T……..!
Wat ka’ Ima dan Dek Eli
       Makasih ya kakak ku cayank dan Adekku manis,, akhirnya skripsi selesai
juga, jasa kakak dan Adek akan selalu iya ingat……..
Wat , Bang Anto ku….
       Alhamdulillah bang……akhirnya wisuda juga, walaupun bang kesal sama iya,
sama iya tidak abang liatin secara langsung tapi iya ngerti dan bisa membaca pikiran
bang, iya akui emang iya lalai selama ini. tapi jangan terlalu berpikiran negative
terhadap iya…….
Bimbinglah iya kejalan yang benar……….
       Dan terima kasih buat teman-temanku di DA,,khususnya angkatan 03 S1
Manajemen, ku doakan agar kalian dapat meraih cita-cita yang didambakan,
semoga ini merupakan suatu harapan yang lebih baik untuk kita semua melangkah
dimasa depan..A M I N…
                             KATA PENGANTAR




        Puji dan Syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan limpahan karunia dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan tugas akhir ini. Selanjutnya, shalawat beriring salam
penulis kirimkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang telah
berjuang keras demi menegakkan iman, Islam, dan ilmu di seluruh permukaan
bumi.
Karya tulis dalam bentuk skripsi yang penulis beri judul Strategi Pemasaran
Dalam Mencapai Target Penjualan Premi Asuransi Kendaraan Bermotor
Pada PT. Takaful Umum Padang.
        Dalam proses penyelesaian skripsi ini, penulis banyak menerima
bimbingan, saran, dan dorongan dari berbagai pihak baik moril maupun materil.
Untuk itu, pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih dan rasa
hormat yang sebesar-besarnya kepada :
   1. Ibu Dra. Hj. Sri Daryanti Zen, MBA, Akt selaku Ketua Sekolah Tinggi
        Ilmu Ekonomi (STIE) Dharma Andalas Padang.
   2. Bapak Drs. Imran Agus. Msi selaku Ketua Jurusan Sekolah Tinggi Ilmu
        Ekonomi (STIE) Dharma Andalas Padang.
   3. Bapak Ir. Alvin Alfian, MM selaku Pembimbing skripsi penulis yang telah
        menyediakan waktu untuk memberikan pengarahan, petunjuk, nasehat,
        dan saran sehingga tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik.
   4. Ibu Yusnaena, S.Sos selaku penguji pada ujian komprehensif penulis.
   5. Bapak Drs. Hasrul Kahar selaku penguji pada ujian komprehensif penulis.
   6. Ibu Dahliar, BCHK yang telah mengizinkan saya untuk melakukan
        pengambilan data.
   7. Seluruh Staf Pengajar Jurusan Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
        (STIE) Dharma Andalas Padang.




                                         i
   8. Seluruh Karyawan dan Tenaga Administrasi        di Sekolah Tinggi Ilmu
       Ekonomi (STIE) Dharma Andalas Padang.


       Penulis menyadari adanya ketidaksempurnaan dalam penulisan skripsi ini.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk
kebaikan di masa yang akan datang.
       Akhirnya, penulis berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita
semua dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Terima kasih.




                                             Padang, ……………………..
                                                        Penulis




                                      ii
                                                DAFTAR ISI


TANDA PENGESAHAN SKRIPSI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................... iii

DAFTAR TABEL .......................................................................................... v

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... vi



BAB I           PENDAHULUAN
                1.1       Latar Belakang ................................................................... 1
                1.2       Perumusan Masalah ........................................................... 5
                1.3       Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian ......................... 5
                1.4       Ruang Lingkup Penelitian .................................................. 6
                1.5       Sistematika Penulisan ........................................................ 6


BAB II          LANDASAN TEORI
                2.1       Dasar Penyusunan Strategi Pemasaran .............................. 9
                          2.1.1       Pengertian Strategi Pemasaran .............................. 9
                          2.1.2       Pengertian asuransi................................................ 11
                          2.1.3 Pengertian premi .................................................... 12
                          2.1.4       Pengertian polis asuransi ....................................... 12
                2.2       Proses Perencanaan Pemasaran .......................................... 12
                2.3       Penentuan Visi dan Misi Perusahaan ................................ 13
                2.4       Perumusan Strategi ........................................................... 13
                2.5       Konsep Bauran Pemasaran (Marketing Mix) ..................... 13
                2.6       SWOT ................................................................................ 25


BAB III         METODE PENELITIAN
                3.1       Objek Penelitian ................................................................. 28




                                                         iii
         3.2       Jenis Data ........................................................................... 28
         3.3       Teknik Pengumpulan Data ................................................. 28
         3.4       Variabel Dan Defenisi Operasional Variabel Penelitian .... 29
         3.5       Metode Analisa .................................................................. 30


BAB IV   GAMBARAN UMUM PT.TAKAFUL UMUM PADANG
         4.1       Sejarah Ringkas Takaful Umum Indonesia ....................... 33
         4.2       Visi dan Misi PT. Asuransi Takaful Umum Padang .......... 35
         4.3       Asuransi Takaful ............................................................... 35
         4.4       Produk-Produk Asuransi Takaful Umum Padang .............. 36
         4.5       Struktur Organisasi Perusahaan ........................................ 37
         4.6       Perbedaan Asuransi Syariah Dengan Asuransi
                   Konvensional ..................................................................... 39


BAB V    PEMBAHASAN
         5.1       Analisa SWOT Pada PT. Takaful Umum Padang ............. 41
                   5.1.1 Analisa Lingkungan                      Internal (Kekuatan
                              Dan Kelemahan)..................................................... 42
                   5.1.2 Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang Dan
                              Ancaman) ............................................................... 44
         5.2       Strategi Pemasaran ............................................................. 52
                      5.2.1 Strategi Produk .................................................... 53
                      5.2.2 Strategi Harga ..................................................... 55
                      5.2.3 Strategi Promosi .................................................. 58
                      5.2.4 Strategi Distribusi ............................................... 66


BAB VI   PENUTUP .....................................................................................
         5.1       Kesimpulan ........................................................................
         5.2       Saran-Saran ........................................................................


DAFTAR PUSTAKA



                                                  iv
                                      DAFTAR TABEL


Tabel 1.1   Perkembangan Jumlah Nasabah Pada PT. Takaful
            Umum Padang Tahun 2005-2009 (dalam polis) ........................ 3
Tabel 5.1   Diagram Analisa SWOT PT. Takaful Umum Padang ................ 46
Tabel 5.2   Harga Asuransi Kendaraan PT. Takaful Umum Padang ............ 56
Tabel 5.3   Penjualan Premi Asuransi Kendaraan Bermotor tahun
            2006-2009 ................................................................................... 67




                                                    v
                                 DAFTAR GAMBAR


Gambar 2.1   Proses Perumusan dan Perencanaan Strategi Pemasaran ......... 12
Gambar 2.2   Lima Level Produk................................................................... 15
Gambar 3.1   Diagram Analisa SWOT .......................................................... 31
Gambar 4.1   Struktur Organisasi PT. Takaful Umum Padang ..................... 38




                                               vi
                                   BAB I

                              PENDAHULUAN



1.1   Latar Belakang

       Sehubungan dengan kebutuhan manusia yang semakin meningkat

menimbulkan banyaknya tuntutan hidup yang harus dipenuhi. Hal inilah yang

melatarbelakangi manusia sebagai makhluk yang dianugerahi akal dan pikiran

oleh Tuhan Yang Maha Esa mencari solusi atas semua kebutuhan hidupnya. Salah

satu dari banyaknya kebutuhan manusia itu adalah kebutuhan terhadap rasa aman

atas kedudukan atau keberadaaan harta benda

       Manusia senantiasa dihadapkan pada kemungkinan terjadinya malapetaka

dan bencana, seperti kematian, kebakaran rumah, kecelakaan kendaraan, dan

sebagainya. Segala malapetaka dan bencana yang menimpa manusia merupakan

qadha dan qadar Allah SWT, namun manusia wajib berikhtiar melakukan

tindakan berjaga-jaga memperkecil resiko yang timbul dari bencana dan

malapetaka tersebut.

       Untuk mendapatkan rasa aman dan menghilangkan rasa kekhawatiran

akan terjadinya resiko, maka dibutuhkan lembaga penjamin (asuransi) yang dapat

menjamin harta benda yang mereka miliki melalui pertanggungan yang dilakukan.

Berhubungan dengan hal itu kebutuhan manusia akan asuransi merupakan suatu

hal yang sangat pokok. Seseorang tidak akan tenang melakukan suatu kegiatan

sehari-harinya apabila pikirannya dihantui oleh perasaan tentang peristiwa yang

mungkin akan menimpa dirinya atau hartanya, dimana mendapatkan barang itu
membutuhkan biaya yang sangat besar dan mungkin saja sulit untuk

mendapatkannya.

       Salah satu cara untuk mengatasi kemungkinan terjadinya bencana dan

malapetaka adalah menyimpan dan menabung uang. Namun demikian upaya ini

sering kali tidak mencukupi, karena yang harus ditanggung jauh lebih besar dari

yang diperkirakan. Salah satu Asuransi Kerugian yang sudah berkembang dengan

baik adalah Asuransi Takaful. Industri asuransi kerugian memiliki prospek yang

bagus untuk diminati oleh masyarakat karena masyarakat menganggap mereka

merasa terbantu jika terjadi kerugian harta benda. Ini merupakan sinyal positif

bagi perusahaan asuransi untuk mengembangkan usahanya dibidang penanggung

resiko ini. Namun sebaliknya, pendapatan premi Takaful Umum Padang tiap

tahunnya mengalami fluktuatif dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan

asuransi sejenis lainnya yang pada umumnya mengalami peningkatan.

       Sesuai perkembangan industri yang mengalami peningkatan tiap tahunnya

karena salah satu faktornya adalah dimana akhir-akhir ini wilayah Kota Padang

sering mengalami bencana dan musibah seperti gempa, tanah longsor, banjir dan

lain-lain. Kondisi ini memberikan dampak positif bagi industri asuransi kerugian

di Kota Padang untuk meraih pendapatan yang lebih besar. Akan tetapi, kondisi

yang sebaliknya terjadi kecendrungan ketidakstabilan pendapatan premi pada

Takaful Umum Padang.
       Adapun jenis-jenis pertanggungan yang ditawarkan oleh PT. Takaful

Umum Padang adalah sebagai berikut :

       1. Asuransi Kendaraan Bermotor

       2. Asuransi Bencana Alam

       3. Asuransi Miscellaneous Accident

       4. Asuransi Pengangkutan

       5. Asuransi Kecelakaan Diri

       Dari kelima produk tersebut, penulis hanya akan membahas mengenai

peningkatan kontribusi jenis produk Asuransi Kendaraan Bermotor dalam

meningkatkan penjualan premi serta dalam pencapaian target penjualan

perusahaan tiap tahunnya, karena dilihat dari banyaknya jumlah kendaraan

bermotor dikota padang. Misalnya perkembangan jumlah nasabah tiap tahunnya

mengalami peningkatan yang signifikan pada tiap tahunnya. Hal ini dapat dilihat

dari perkembangan jumlah nasabah yang terlihat pada tabel 1.1 berikut ini :

                             Tabel 1.1
         Perkembangan Jumlah Nasabah Pada PT. Takaful Umum Padang
                    Tahun 2005-2008 (dalam polis)
                                 2006        2007       2008        2009
               Tahun
                                 Polis       Polis      Polis      Polis
      Kendaraan                   325        390        475         580
      Bencana Alam                250        275        310         340
      Miscellaneous Accident      138        167        231         298
      Pengangkutan                 66         62         52         74
      Kecelakaan Diri              86         48         58          68
      Lainnya                     254        151        284         256
      Total                      1.119      1.093      1.410       1.616


       Sumber : PT. Takaful Umum Padang
       Pada Tabel 1.1 diatas terlihat jelas bahwa perkembangan jumlah nasabah

secara umum mengalami fluktuatif tetapi khusus produk kendaraan bermotor

mengalami peningkatan sangat signifikan tiap tahunnya.

       Untuk merealisasikan tujuan perusahaan yaitu mencapai target pendapatan

premi khususnya produk asuransi kendaraan bermotor, disarankan perusahaan

untuk menganalisis dan mengefektifkan strategi produk dan strategi promosi

perusahaan. Jika dilihat PT.Takaful umum Padang dalam meningkatkan

pendapatan preminya, strategi promosinya tidak berjalan dengan efektif karena

hanya mengandalkan tenaga penjual atau agen. Sedangkan perusahaan yang bisa

dikatakan baru bermain di industri asuransi sudah mulai dilirik nasabah karena

strategi promosi yang gencar dari perusahaan tersebut. Selain itu dalam strategi

produk, produk - produk yang ada dalam perusahaan dinilai kurang bersaing.

Maka seharusnya perusahaan melakukan inovasi produk atau menambah fungsi

produk tersebut agar produk tesebut diminati kembali oleh masyarakat.

Perusahaan juga perlu memperhatikan segmen pasar yang akan dilayani agar

dapat mengelompokan jenis produk apa yang akan ditawarkan kepada masyarakat

nantinya.

       Saat ini PT. Takaful Umum Padang belum mampu sepenuhnya

menciptakan perencanaan strategi pemasaran yang optimal. Hal ini terbukti

dengan tidak tercapainya target tiap tahun ditambah dengan turunnya premi
Kendaraan Bermotor yang sangat drastis. Sehubungan dengan hal tersebut maka
penulis merasa tertarik untuk membahasnya secara mendalam dan menuangkan
dalam bentuk skripsi dengan judul : STRATEGI PEMASARAN DALAM
MENCAPAI TARGET PENJUALAN PREMI ASURANSI KENDARAAN
BERMOTOR PADA PT. TAKAFUL UMUM PADANG.


1.2   Perumusan Masalah
        Berdasarkan latar belakang yang disampaikan diatas, terlihat bahwa
pencapaian target pendapatan premi jauh dari harapan. Hal ini mungkin
disebabkan karena strategi pemasaran yang diterapkan belum begitu tepat.
        Berdasarkan tabel diatas maka dapat dikemukakan permasalahan sebagai
berikut :
”Apakah strategi pemasaran yang sesuai untuk mencapai target pejualan

premi pada PT. Takaful Umum Padang khususnya produk Kendaraan

Bermotor ? “



1.3   Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian

        Adapun maksud dan tujuan penulis dalam mengadakan penelitian pada

PT. Takaful Umum Padang sebagai berikut : Untuk mengetahui strategi

pemasaran yang telah dilakukan dan yang akan ditetapkan untuk mencapai target

penjualan premi asuransi PT. Takaful Umum Padang khususnya pada produk

Kendaraan Bermotor.
         Adapun manfaat penelitian ini diharapkan akan memberikan berbagai

kegunaan antara lain :

      1. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan

         bagi pihak perusahaan dalam mengidentifikasi strategi pemasaran yang

         tepat untuk meningkatkan penjualan premi asuransi.

      2. Menambah pengetahuan dalam memahami penentuan strategi pemasaran

         dalam suatu perusahaan.


1.4    Ruang Lingkup Penelitian

         Agar pembahasan pembahasan dalam penulisan ini nantinya lebih terarah,

maka penulis akan membatasi penulisan ini sesuai dengan masalah yang diangkat

dalam perumusan masalah, serta variabel-variabel yang mempengaruhi strategi

pemasaran PT. Takaful Umum Padang terutama yang berkaitan dengan elemen-

elemen bauran pemasaran seperti : produk, harga, promosi, distribusi, pada proses

promosi dan strategi produk Kendaraan Bermotor.



1.5    Sistematika Penulisan

BAB I       PENDAHULUAN

            Merupakan Bab yang terdiri dari Latar Belakang, Perumusan Masalah,

            Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian, Ruang Lingkup Penelitian,

            Sistematika Penulisan.
BAB II    LANDASAN TEORI

          Merupakan bab yang menguraikan tentang teori yang berhubungan

          dengan    masalah yang dibahas, yang terdiri dari dasar penyusunan

          strategi pemasaran, pengertian strategi pemasaran, pengertian asuransi,

          pengertia premi, pengertian polis asuransi, proses perencanaan

          pemasaran, penentuan visi dan misi, perumusan strategi, konsep

          bauran pemasaran, analisa SWOT, dan tinjauan penelitian terdahulu

          serta hipotesa yang digunakan sebagai landasan untk menjawab

          masalah penelitian dan pernyataan yang dipakai sehubungan dengan

          pokok bahasan yang dibahas.

BAB III   METODE PENELITIAN

          Menjelaskan pendekatan dan metodologi penelitian yang digunakan

          dalam menganalisa masalah, yang berisikan tentang objek penelitian,

          jenis dan teknik pengumpulan data, variable dan definisi operasional

          variable serta metode analsa data.

BAB IV    GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

          Berisikan gambaran umum mengenai perusahaan, sejarah ringkas

          perusahaan, aktifitas perusahaan dan struktur organisasi perusahaan.



BAB V     PEMBAHASAN

          Bab ini berisikan tentang Analisa SWOT pada PT. Takaful Umum

          Padang, dan strategi pemasaran.
BAB VI   PENUTUP

         Berisikan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian serta saran yang

         diharapkan dapat membantu PT.Takaful Umum Padang.
                                     BAB II

                              LANDASAN TEORI



2.1     Dasar Penyusunan Strategi Pemasaran

         Dengan adanya strategi, anggota dari perusahaan atau organisasi menjadi

tahu apa yang dilakukan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan

efisien. Perlu kita pahami bahwa pada dasarnya perusahaan kecilpun mempunyai

strategi dalam menjalankan usahanya. Pemasaran pada dasarnya merupakan alat

bagi suatu perusahaan dalam merebut pasar yang ada. Banyak lawan yang akan

dihadapi dalam pasar dan merupakan medan tempur bagi produsen. Untuk

memenangkan persaingan ini maka diperlukan strategi pemasaran yang ampuh,

dengan demikian perusahaan dapat mencapai target dan merebut pangsa pasar

yang besar. Strategi pemasaran lain yang baik akan dapat disusun bila variabel

pendukung starategi tersebut dapat dipenuhi




2.1.1    Pengertian Strategi Pemasaran

         Tujuan perusahaan bukan untuk mencapai profit maksimum dalam jangka

pendek      tetapi dalam jangka panjang       serta   menjaga pertumbuhan dan
perkembangan perusahaan, untuk mencapai tujuan ini perlu merumuskan suatu

strategi pemasaran yang cocok bagi pasar yang dituju.

       Menurut basu swasta (2001), strategi pemasaran adalah:

       “suatu rencana yang diutamakan mencapai tujuan, beberapa perusahaan
       mungkin mencapai tujuan tersebut berbeda jadi strategi itu dibuat
       berdasarkan suatu tujuan”.

       Selanjutnya strategi pemasaran menurut kotler (2002) adalah:

       “merupakan suatu perangkat azas-azas yang konsekwen, tepat dan layak
       suatu perusahaan tertentu diharapkan akan memungkinkan layak mencapai
       tujuan sasarannya dalam hal pelanggan dan penghasil laba dalam suatu
       lingkungan tertentu”.

       Kotler 2002 membagi strategi pemasaran menjadi tiga jenis:

   1. Pemasaran

       Strategi pemasaran yang menggambarkan pekerjaan normal yang

       dilakukan mempromosikan jasa kepelanggan.

   2. Pemasaran internal

       Strategi pemasaran yang menggambarkan pekerjaan normal yang

       dilakukan perusahaan untuk melatih dan memotifasi karyawan agar

       melayani palanggan dengan baik.

   3. Pemasaran interaktif

       Srategi pemasaran yang menggambarkan keahlian karyawan dalam

       melayani klien
        Jadi perusahaan haruslah mempertimbangkan faktor-faktor sebagai

berikut:

   a. Ukuran besarnya dan posisi persaingan perusahaan dalam lingkungan

        pemasarannya.

   b. Sumberdaya, tujuan dan kebijaksanaan khas dari pemasaran tersebut.

   c. Aneka strategi yang diterapkan oleh pesaing.

   d. Sifat dan watak lingkungan ekonomi.


2.1.2   Pengertian asuransi

   •    Asuransi: perjanjian antara dua pihak atau lebih dimana pihak penanggung

        mengikatkan diri kepada tertanggung dengan eneria premi asuransi.

   •    Asuransi syariah: merupakan usaha saling melindungi dan saling

        menolonh diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi.

   •    Asuransi syariah(Takaful): usaha saling melindungi dan tolong menolong

        diantara sejulah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan

        tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko

        tertentu melalui akad(perikatan yang sesuai dalam syariah)

            Asuransi syariah merupakan proteksi yang bukan hanya bermanfaat

        untuk diri sendiri dan keluarga, namun juga bermanfaat bagi orang lain.

        Pada prinsipnya dalam asuransi syariah kita bisa saling tolong menolong

        dengan sesama peserta asuransi yang diambil dari dana terbaru’.
2.1.3    Pengertian premi

         Premi asuransi merupakan kewajiban pihak tertanggung kepada pihak

penanggung berupa pembayaran uang dalam jumlah tertentu secara periodik.


2.1.4    Pengertian polis asuransi

         Polis asuransi merupakan bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak

yang menyediakan perjanjian asuransi mengenai ganti rugi produk yang

diasuransikan.

2.2     Proses Perencanaan Pemasaran

                                      Misi
                                   Perusahaan



                Analisis                                    Analisis
           Lingkungan Internal                        Lingkungan Eksternal
        (kekuatan dan kelemahan)                     (peluang dan ancaman)


                               Perumusan Sasaran


                                Penetapan Program


                                Perumusan Strategi



                                Gambar 2.1
            Proses Perumusan dan Perencanaan Strategi Pemasaran
2.3    Penentuan Visi dan Misi Perusahaan

         Dalam perumusan tujuan pendefinisian misi merupakan langkah kunci

dalam     perumusan     strategi   yang   akan   dijalankan   perusahaan.   Dengan

mengidentifikasi misi organisasi maka para manajer akan selalu          menseleksi

tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan



2.4    Perumusan Strategi

       Walaupun banyak macam strategi yang tersedia, (Kotler:2000) telah

merangkumnya menjadi tiga jenis umum yang memberikan awal yang bagus

untuk pemikiran yang strategis, yaitu :

      1. Keunggulan biaya secara keseluruhan, disini unit bisnis dituntut bekerja

         keras untuk mencapai biaya produksi dan distribusi yang rendah sehingga

         harganya menjadi lebih rendah dibanding pesaing dan pangsa pasar yang

         besar.

      2. Difrensiasi, disini unit bisnis berkonsentrasi untuk mencapai kinerja yang

         terbaik dalam memberikan manfaat bagi pelnggan yang dinilai penting

         bagi sebagian besar pasar.

      3. Fokus, disini unit bisnis memfokuskan diri pada satu atau lebih segmen

         pasar yang sempit daripada mengejar pasar yang lebih besar.



2.5    Konsep Bauran Pemasaran.

         Bauran pemasaran atau marketing mix adalah salah satu konsep paling

dasar dalam pemasaran yang didefinisikan sebagai elemen-elemen pengendali dari
sebuah organisasi yang biasanya digunakan untuk memuaskan dan menjalin

komunikasi dengan pelanggan. Marketing mix terdiri dari 4P yaitu : product,

price, place(distribution), dan promotion. Hal ini mengingat jasa selalu

diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan dan pelanggan sering berinteraksi

langsung dengan penghasil jasa dan menjadi bagian dari proses produksi jasa,

maka    pemasar    biasa   menggunakan     variabel-variabel   tambahan    untuk

mengkomunikasikan dan memuaskan pelanggan.




   1. Produk

       Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk

memenuhi keinginan dan kebutuhan. Tentu saja disini produk yang ditawarkan

adalah jasa asuransi. Menurut Kottler (2000: 449) dalam merencanakan tawaran

pasar, maka dibutuhkan pemikiran melalui lima level produk yang ditiap levelnya

menambahkan lebih banyak nilai pelanggan. Level paling dasar adalah manfaat

inti (core benefit), yaitu manfaat dasar yang sesungguhnya dibeli oleh pelanggan.

Pada level kedua adalah harus mengubah manfaat inti menjadi produk dasar

(basic product) yaitu bentuk dasar yang daitawarkan ke pelanggan.

       Pada level ketiga adalah menyiapkan produk yang diharapkan (expected

product) yaitu atribut atau kondisi yang biasanya diharapkan oleh para pembeli

ketika mereka membeli produk tersebut. Pada level keempat adalah menyiapkan

produk yang ditingkatkan (augmented product), yaitu kondisi yang melampaui
harapan pelanggan. Umumnya persaingan sekarang terjadi pada level ini. Namun

ada beberapa hal yang menjadi perhatian pada level augmented product, yaitu

menimbulkan biaya bagi perusahaan dan manfaat tambahan akan segera menjadi

manfaat yang diharapkan. Pada level kelima adalah produk potensial (potential

product), yaitu mencakup semua peningkatan dan transformasi yang pada

akhirnya akan dialami oleh produk tersebut dimasa yang akan datang. Pada level

kelima inilah perusahaan segera agresif mencari berbagai cara baru untuk

memuaskan pelanggan dan membedakan tawarannya.

                      Gambar 2.2 Lima Level Produk




       Kebutuhan dan keinginan konsumen yang beragam mengharuskan

perusahaan untuk berusaha keras memberikan tawaran-tawaran yang beragam

pula.Menurut Kottler (2000: 456) untuk memenuhi dan memuaskan keinginan

konsumen, sebuah perusahaan menghasilkan dan mengembangkan beberapa lini

produk. Sebelum mengambil keputusan terhadap lini produk           yang akan

ditawarkan, perusahaan harus memperhatikan beberapa hal :

   a. Analisis Lini Produk

          Manajer lini produk harus mengetahui penjualan dan laba tiap unit

       produk dalam lininya untuk menentuakan unit produk mana yang akan
   dikembangkan, dipertahankan, dikurangi ataupun dihentikan. Manajer lini

   produk juga perlu memahami profil pasar tiap produk yaitu menganalisa

   bagaimana posisi lini produk pesaing.

b. Panjang Lini Produk

      Panjang Lini Produk adalah jumlah unit produk dalam tiap bauran lini

   produk.Perusahaan     yang   ingin   memperoleh    Merket     Share   dan

   pertumbuhan pasar yang besar, maka akan menggunakan lini yang lebih

   panjang. Namun dalam melakukan perpanjangan lini produk perusahaan

   harus cermat karena adanya kecendrungan terhadap beberapa unit produk

   yang kurang menghasilkan profit yang memuaskan.

c. Moderenisasi Lini

      Dalam keadaan perusahaan yang berubah cepat seperti sekarang ini,

   moderenisasi   produk    perlu   dilakukan   terus-menerus.   Perusahaan

   diharuskan meng-up grade unit produk sesuai tuntutan pasar dan

   keinginan konsumen.

d. Menonjolkan Keistimewaan Lini

      Hal ini biasa dilakukan dengan memilih satu atau beberapa unit produk

   dalam lini untuk diitonjolkan. Ada dua alternatif pilihan, pertama adalah

   dengan menonjolkan jenis produk yang laku atau yang kedua mencoba

   mengangkat permintaan jenis produk yang lemah permintaannya dengan

   menonjolkan dan mengembangkan produk tersebut.
       Dalam merencanakan strategi produk, pemberian merek juga menjadi

utama bagi perusahaan American Marketing Association dalam Kottler (2000 :

460) mendefinisikan merek sebagai : nama, istilah, tanda simbol, rancangan atau

kombinasi dari hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengindentifikasi

barang dan jasa seseorang atau kelompok penjual dan untuk membedakan dengan

produk pesaing.



   2. Harga

       Harga didefinisikan oleh Kottler dan Amstrong (2001: 439) secara sempit

adalah jumlah uang yang dibebankan atas suatu barang atau jasa. Secara luas

didefinisikan sebagai jumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa,

atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena

memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut. Suatu perusahaan harus

menetapkan harga untuk pertama kali ketika perusahaan tersebut mengembangkan

produk baru dan ketika perusahaan memperkenalkan produknya ke saluran

distribusi atau daerah baru.

       Ada 3 faktor yang membedakan harga pada perusahaan barang dengan

perusahaan jasa, yaitu :

   a. Pengetahuan pelanggan tentang harga-harga jasa

           Pada produk jasa, konsumen kurang mengetahui pasti tentang harga

       dibanding pada jasa, dan konsumen tidak mempunyai referensi harga yang

       cukup akurat. Hal ini disebabkan oleh :
   1) Keberagaman jasa dengan pengetahuan yang terbatas

      Karena jasa tidak berwujud, maka perusahaan jasa memiliki

      fleksibilitas yang tinggai dalam menawarkan bentuk-bentuk jasa.

      Perusahaan jasa menawarkan         banyak variasi dalam menghitung,

      mengkombinasikan dan menentukan struktur harga.

   2) Kebutuhan setiap pelanggan yang beragam

      Karena kebutuhan setiap pelanggan berbeda menghasilkan harga yang

      beragam untuk setiap permintaan.

   3) Informasi harga yang berlimpah dalam jasa

      Artinya pelanggan memiliki banyak informasi yang sebelumnya harus

      dikumpulkan dari tempat-tempat yang berbeda sehingga pelanggan

      mengalami kesulitan dalam mencari referensi harga.

   4) Harga yang tidak nyata

      Pelanggan tidak mengetahui secara pasti untuk apa membayar

      sejumlah yang ditentukan hingga pelanggan menerima jasa tersebut.

      Sebelum pelanggan menerima jasa tersebut, pelanggan tidak

      mengetahui secara pasti untuk apa membayar sejumlah yang

      ditentukan sehingga pelanggan tidak memilki ukuran nyata atas

      pembelian.



b. Peranan dari biaya-biaya non-keuangan

      Saat melakukan keputusan pembelian terhadap suatu jasa, pelanggan

   tidak hanya memperhatikan biaya atau uang yang dikorbankan, tetapi juga
       pengorbanan-pengorbanan lain yang bukan berupa uang seperti biaya

       waktu.



   c. Harga sebagai indikator dari kualitas jasa.

           Pembeli lebih suka menggunakan indikator harga sebagai biaya jasa

       dan kualitas jasa itu sendiri sehingga harga menjadi patokan bagi pembeli

       apakah tertarik atau tidak.

       Harga    merupakan     satu-satunya   elemen   bauran   pemasaran    yang

memberikan hasil pendapatan sedangkan elemen bauran pemasaran lainnya

memberikan beban biaya. Harga merupakan salah satu elemen yang paling

fleksibel dari bauran pemasaran dimana harga dapat berubah secara cepat. Tujuan

penentuan harga :

   1. Untuk bertahan hidup

   2. Untuk memaksimalkan laba

   3. Untuk memperbesar Market Share

   4. Mutu produk/Kualitas Pelayanan

   5. Karena pesaing

       Harga juga mempunyai kaitan yang erat dengan program pemasaran secara

keseluruhan. Dengan harga bersaing, nasabah akan tertarik untuk membeli

produk/jasa tersebut. Dalam penetapan harga, dipengaruhi oleh beberapa faktor :

   1. Kebutuhan dana

   2. Persaingan

   3. Kebijaksanaan pemerintah
   4. Target laba yang diinginkan

   5. Jangka waktu

   6. Kualitas jasa

   7. Reputasi perusahaan

   8. Produk yang kompetitif

   9. Hubungan baik

   10. Jaminan pihak ketiga



   3. Distribusi

        Distribusi merupakan alat bauran pemasaran yang penting juga. Yang

dimaksud dengan distribusi adalah berbagai aktifitas perusahaan untuk membuat

produknya tersedia dan dapat diakses oleh pasar sasarannya.

        Menurut Kotler (2000: 358) distribusi atau saluran pemasaran adalah

serangkaian organisasi yang paling tergantung yang terlibat dalam proses untuk

menjadikan produk atau jasa siap untuk diguakan atau dikonsumsi. Menurut

Ziethhaml (2003:382) ada 2 jenis pemasaran jasa yang memasarkan jasa melalui

perantara, yaitu service principal yang menjadi induk pemasaran jasa dan service

deliverer yang berinteraksi langsung dengan pelanggan. Perantara memiliki

peranan penting dalam jasa, yaitu perantara baisanya mewakili dalam

memproduksi jasa dan memberikan principal’s (janji) ke konsumen serta menjadi

perekat antara merek perusahaan dan pelanggan dengan membangun hubungan

baik.
       Menurut Payne (2000:181), lokasi berkenan dengan keputusan perusahaan

dimana untuk beroperasi dan stafnya untuk ditempatkan. Pentingnya lokasi untuk

jasa bergantung pada jenis dan tingkat interaksi yang terlibat.

       Dari definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa, pentingnya lokasi untuk

perusahaan jasa sangat tergantung pada jasa dan aktifitas jasa tersebut. Jika

perusahaan jasa tersebut sangat membutuhkan pelanggan untuk datang kepada

mereka, maka lokasi menjadi sangat penting. Tetapi jika perusahaan jasa tersebut

dapat mendatangi pelanggan, lokasi tempat usaha menjadi kurang penting jika



perusahaan cukup dengan para pelanggan yang bakal menerima kualitas jasa yang

berkualitas bagus.

       Tidak seperti perusahaan yang menghasilkan produk perusahaan jasa

hanya memiliki beberapa saluran pemasaran yaitu :

   a. Franchising

             Adalah suatu hubungan atau rekanan yang mana penyedia jasa

       (franchiser) mengembagkan dan mengoptimalkan jasa yang dilisensikan

       untuk diciptakan oleh organisasi-organisasi lain. Franchising biasanya

       bekerja baik pada jasa yang bisa distandarisasi dan diduplikat melalui

       proses penciptaan, kebijaksanaan-kebijaksanaan jasa, jaminan, garansi

       promosi dan branding.

   b. Agents and Brokers

             Agents adalah perantara yang bertindak atas nama penyedia jasa dan

       diberi kuasa untuk membuat persetujuan antara pelanggan dan penyedia
   jasa. Secara umum agen bekerja pada penyedia jasa secara berkelanjutan.

   Agen memiliki 3 fungsi utama yaitu sebagai :

   1) Selling agents

            Agen penjualan memilki wewenang yang sesuai kontrak untuk

      menjual hasil produksi dari penyedia jasa. Selling agents digunakan

      oleh penyedia jasa karena penyedia jasa tidak mampu, tidak tertarik,

      dan kurang sumber daya untuk melakukan penjualan.

   2) Purchasing agents

            Agen pembelian akan membina hubungan baik dengan

      pelanggan, mengevaluasi dan melakukan pembelian untuk membeli.

   3) Facilitating agents

            Agen menfasilitasi dan membantu terciptanya proses pemasaran

      dengan memberikan dukungan jasa finansial, pengambilan resiko dan

      transportasi.

c. Electronic Channels

        Perantara jasa melalui electronic channels tidak membutuhkan

   interaksi manusia secara langsung. Yang paling dibutuhkan adalah disain

   awal jasa tersebut dan alat-alat elektonik yang digunakan sebagai

   perantara. Alat-alat elektonik seperti telepon, televisi, internet dan website.

   Keuntungan dari electronic channels          adalah standarisasi jasa yang

   konsisten, biaya yang rendah, pendistribusian yang luas, bersifat

   cuctomized dan feedback pelanggan yang cepat. Sedangkan kelemahannya

   adalah tingkat keamanan yang kurang, kompetisi harga, sulitnya
       memenuhi standar pelanggan yang tinggi dan perubahan-perubahan

       prilaku konsumen.



   4. Promosi

       Promosi didefinisikan Basu dalam Angipora (2002:338) adalah kombinasi

sinergi dari variabel-variabel periklanan, personal selling dan alat promosi lainnya

yang kesemuannya direncakan untuk mencapai tujuan program penjualan.

       Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa promosi adalah kegiatan

yang dilakukan oleh perusahaan tentang bagaimana untuk menjual produk atau

jasa dengan cara menarik konsumen dengan alat-alat promosi yang bertujuan

untuk menjual produk/jasa tersebut. Melalui promosi yang efektif diharapkan

konsumen dapat mengenal produk yang ditawarkan oleh perusahaan, meyakinkan

konsumen sehingga tertarik untuk mengkonsumsinya.

       Kotler (2000:643) menyatakan bahwa ada beberapa alat-alat promosi atau

yang disebut juga bauran promosi yang bisa digunakan, antara lain :

   a. Periklanan

           Periklanan dapat digunakan untuk membangun citra jangka panjang

       bagi suatu produk dan juga mempercepat penujualan. Periklanan dapat

       secara efisien menjangkau berbagai pembeli yang tersebar secara

       geografis.

       Tujuan periklanan

       •   Informaif: memberikan informasi mengenai produk.

       •   Persuasif: mempengaruhi atau membujuk.
   •   Pengingat: agar orang tidak lupa dengan produk yang sudah ada.

   •   Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh salesman dalam

       jangka waktu tertentu.

b. Promosi Penjualan

       Promosi penjualan digunakan untuk medapatkan akibat jangka pendek

   dan mendorong penjualan yang lentur serta menciptakan tanggapan yang

   lebih kuat dan cepat.

   Promosi Penjulan memberikan manfaat yang berbeda :

   1) Komunikasi

       Komunikasi harus menarik perhatian dan mengarahkan konsumen ke

       produk yang bersangkutan.

   2) Insentif

       Yaitu menggabungkan sejumlah kebebasan, dorongan atau kontribusi

       yang memberi nilai bagi konsumen.

   3) Ajakan

       Yaitu suatu bentuk ajakan untuk melakukan transaksi pembelian

       sekarang.

c. Hubungan masyarakat dan publisitas

       Hubungan masyarakat bertujuan untuk mempromosikan dan menjaga

   citra perusahaan atau tiap produknya. Sebuah hubungan masyarakat harus

   mampu mempengaruhi kesadaran publik dengan biaya yang lebih kecil

   daripada iklan dan lebih dipercaya. Dalam melukan promosi perusahaan

   ini bekerjasama dengan bank-bank syariah serta menginformasikan lewat
         media masa maupun elektronik. Selain itu PT.Takaful juga menggunakan

         agen sebagai sarana promosi.

      d. Penjulan Personal

               Penjualan personal menjadi alat yang paling efektif, biaya pada tahap

         proses pembelian lebih lanjut dalam mengembangkan preferensi

         keyakinan.

         Ada 3 ciri-ciri penjualan personal :

         -     Konfrontasi personal, yang mencakup hubungan yang hidup, langsung

               dan interaktif antara dua orang atau alebih.

         -     Mempererat, memungkinkan timbulnya berbagai hubungan mulai dari

               hubungan penjualan sampai hubungan persahabatan.

         -     Tanggapan, penjual secara langsung menerima respon dari pembeli.

      e. Pemasaran langsung

                 Pemasaran langsung merupakan sistem pemasaran interaktif yang

      menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan dan

      transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi. Pemasaran langsung

      mempunyai karakteristik seperti non publik, disesuaikan, terbaru dan interaktif



2.6    SWOT

         Analisa SWOT adalah metode penyusunan strategi perusahaan atau

bersifat suatu bisnis tunggal. Ruang lingkup bisnis tunggal tersebut baik berupa

domestik maupun multinasional. Tahap awal proses penetapan strategi adalah

menaksiran kekuatan, kelemahan, kesempatan dan miliki oleh organisasi.

             Defenisi SWOT menurut para ahli sebagai berikut

             Menurut Rhoises (1997;72) adalah sebagai berikut
        Strenght (kekuatan) kompetitif dan kernampuan khusus lainnya yang
        dapat digunakan perusahaan dalam dunia usaha.

        Weakness (kelemahan) yang menghalangi pergerakan atau kemajuan
        pada arah-arah tertentu.

        Oportunities (peluang) suatu area           dimana   perusahaan   dapat
        melakukannya secara menguntungkan.

        Treats (ancaman) penolakan yang diajukan oleh perkembangan yang
        tidak menguntungkan yang akan mengarah pada keberadaan pertahanan
        aksi pemasaran, pada penjualan atau kemerosotan keuntungan.


        Menurut Keegan (1995;89) Analisa SWOT adalah suatu analisa
        kekuatan dan kelemahan dalam lingkungan internal perusahaan serta
        peluang dan ancaman dalam lingkungan external,


       Strength atau kekuatan menunjuk kepada, kekuatan kompetitif dan

kemampuan usaha lainnya yang mana dapat digunakan dalam dunia

       Weakness atau kelemahan sebagai, hambatan yang menghalangi

pergerakan atau kemajuan pada arah-arah tertentu.

       Opportunities atau kesempatanlpeluang sebagai, suatu area kebutuhan

dimana perusahaan dapat melakukan aktifitas secara menguntungkan.

       Sedangkan Treats atau ancaman sebagai, penolakan yang dilakukan oleh

trend atau perkembangan yang tidak menguntungkan yang akan mengarah kepada

keberadaan pertahanan aksi pemasaran, pada penjualan atau kemerosotan

keuntungan.

       Analisa ini mempunyai dua bagian dasar, pertama kekuatan dan

kelemahan perusahaan yang merupakan internal dari perusahaan, kedua peluang

dan ancaman yang merupakan eksternal perusahaan yang dihadapi perusahaan

dalam lingkungan pasar yang akan diakui dan diprioritaskan. Dalam analisis
SWOT, informasi dikumpulkan dan dianalisis. Hasil analisis dapat menyebabkan

dilakukannya perubahan pada misi, tujuan, kebijaksanaan atau strategi yang

sedang berjalan.



2.7   Tinjauan Penelitian Terdahulu

       Neti Sumiyati (2009), dengan judul Strategi Pemasaran Dalam

Meningkatkan Penjualan Flexi pada PT. Telkom Indonesia, tbk kandatel sumbar

Variabel penelitian yaitu strategi pemasaran dan volume penjualan, dengan

menggunakan metode analisa SWOT. Dari hasil analisanya ditarik kesimpulan,

dengan adanya strategi pemasaran yang baik perusahaan dapat meningkatkan

volume penjualan Flexi pada PT. Telkom Indonesia, bk Sumbar.



2.8   Hipotesa

       Berdasarkan rumusan masalah yang telah penulis kemukakan pada sub

bagian sebelumnya maka berikut ini dapat pula penulis kemukakan hipotesa

sebagai berikut : Diduga strategi bauran pemasaran (produk, harga, promosi dan

distribusi) yang telah di implementasikan dapat meningkatkan target penjualan

premi asuransi pada PT. Takaful Umum Padang.
                                      BAB III

                            METODE PENELITIAN



3.1   Objek Penelitia

       Dalam penelitian dan penulisan skripsi ini penulis menetapkan PT.

Takaful Umum Padang yang berada di Jln. Rasuna Said Padang sebagai objek

penelitian, yang begerak dibidang jasa asuransi yang sudah berkembang dan

menjadi salah satu pelayanan jasa asuransi di Padang.



3.2   Jenis Data

      Jenis data yang diperoleh adalah sebagai berikut :

      1. Data Primer

          Merupakan data yang didapat secara langsung dari objek penelitian baik

          secara individu atau kelompok melalui wawancara langsung dengan

          pihak PT. Takaful Umum Padang.

      2. Data Sekunder

          Merupakan data yang diperoleh dari buku-buku literatur, diktat kuliah,

          dan artikel-artikel yang berasal dari internet.



3.3   Teknik Pengumpulan Data

      Teknik pengumpulan data meliputi:

      a. Observasi

        Dalam metode ini penulis melakukan pengamatan langsung terhadap
          perusahaan yang bersangkutan dan pihak terkait dengan objek penelitian.

        b. Survei

          Dalam metode ini penulis melakukan peninjauan secara langsung

          terhadap perusahaan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh

          perusahaan tersebut.

        c. Wawancara

          Disini penulis melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait

          dalam perusahaan serta melakukan tanya jawab mengenai masalah yang

          menyangkut dengan masalah yang akan penulis teliti.



3.4     Variabel dan Defenisi Operasional Variabel Penelitian

         Ada beberapa variabel penelitian dan defenisi operasional variabel

penelitian yaitu sebagai berikut:

   1.    Variabel Penelitian

         Variabel penelitian ada 2 macam, yaitu

         a.   target penjualan

         b.   Strategi pemasaran

   2.    Definisi Operasional Variabel Penelitian

         Defenisi operasional variabel penelitian adalah sebagai berikut

         a.   target Penjualan

              target penjualan adalah total tingkat penjualan premi asuransi

              kendaraan bermotor dalam beberapa periode.
       b.   Strategi Pemasaran

            Strategi pemasaran adalah strategi bauran pemasaran ( produk, harga,

            promosi dan distribusi) yang di implementasikan oleh PT. Takaful

            Umum Padang dalam mencapai target penjualan premi asuransi

            kendaraan bermotor.



3.5   Metode Analisa Data

       Untuk membahas permasalahan yang ada dalam perusahaan, maka penulis

menggunakan analisa kualitatif, analisis ini untuk melihat perbandingan apa yang

telah di capai perusahaan yang seterusnya analisa secara teoritis, sehingga dapat

ditentukan strategi yang dilakukan perusahaan yaitu :

       Berdasarkan analisa kualitatif, penulis menggunakan analisa SWOT

(Strenght, Weakness, Opportunity, Treath), (Rangkuti 2001;17) yaitu analisa yang

mengidentifikasi segala sesuatu yang menjadi kekuatan dan kelemahan

perusahaan serta peluang yang dimiliki dan ancaman yang mungkin dihadapi.

       Dengan mengetahui analisa SWOT ini, diharapkan perusahaan dapat

menentukan strategi yang akan dilakukan dalam menghadapi para pesaing dimasa

yang akan datang.
                                      Gambar 3.1
                                Diagram Analisa SWOT
                                 BERBAGAI PELUANG




        4. Mendukung Strategi                                 1. Mendukung Strategi
           Turnaround                                            Agresif



KELEMAHAN INTERNAL                                                   KEKUATAN INTERNAL




       3. Mendukung Strategi                                  2. Mendukung Strategi
          Difensif                                               Diversifikasi



   .

                                 BERBAGAI ANCAMAN




           Sumber Rangkuti (2001;170)

           Penjelasan dari gambar 3.1 di atas dapat kita peroleh analisa SWOT terdiri

   dari:

       1. Strenght (kekuatan)

           Adalah merupakan suatu hal yang wajar bagi setiap perusahaan yang ingin

           memanfaatkan dengan sebaiknya kekuatan dan keunggulan yang di

           milikinya.

       2. Weaknesses (kelemahan)

           Di samping adanya faktor-faktor yang menjadi kekuatan bagi perusahaan

           juga ada faktor-faktor yang menjadi kelemahan perusahaan.
3. Opportunitas (peluang)

   Perkembangan perusahaan pada masa yang akan datang sangat tergantung

   oleh faktor-faktor di luar perusahaan yang merupakan peluang atau

   kesempatan dan hambatan yang sudah pasti ditemui.

4. Threats (ancaman)

   Dalam memasarkan produk atau jasa perusahaan juga menghadapi

   ancaman dari luar perusahaan.
                                   BAB IV

          GAMBARAN UMUM PT.TAKAFUL UMUM PADANG



4.1   Sejarah Ringkas Takaful Umum Indonesia

       Asuransi Takaful Indonesia didirikan atas dasar prakarsa Cendikiawan

Muslim, PT Bank Muamalat Indonesia, Syarikat Takaful Malaysia Sdn. Bhd, para

pengusaha muslim praktisi Asuransi. Pada tanggal 27 Juli 1993 telah dibentuk tim

pembentukan Asuransi Takaful Indonesia. Tim ini adalah para wakil dari Yayasan

Abdi Bangsa, Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Asuransi Jiwa Tugu Mandiri

sebagai Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia atau TEPATI. Asumsi

pembentukan Asuransi Takaful karena Bank Muamalat Indonesia membutuhkan

lembaga asuransi yang sesuai dengan syariah baik dalam rangka mendukung

permodalan maupun untuk memberikan kepercayaan kepada nasabah.

       Sebagai langkah awal, lima orang anggota TEPATI melakukan studi

banding ke Malaysia pada tanggal 7-10 September 1993. Malaysia merupakan

negara ASEAN pertama memperoleh asuransi berdasarkan syariah yakni sejak

Agustus 1985 di Malaysia Sdn Bhd (Sendirian Berhad). Tim ini juga

mengikutsertakan beberapa pejabat dari Departemen Keuangan RI. Selain untuk

memudahkan koordinasi antara pemrakarsa dengan pemerintah, keterlibatan unsur

Depkeu dimaksudkan agar sejak awal mereka akan memberikan kepada usaha

besar ini, pernyataan Direktur Utama Syarikat Takaful Indonesia, Rachmat

Hussen yang kala itu ditunjuk sebagai ketua TEPATI.
       Setelah melakukan persiapan termasuk sebuah seminar di Hotel Indonesia,

akhirnya berdirilah PT. Syarikat Takaful Indonesia (PT. STI), sebagai Holding

Company pada tanggal 24 Februari 1994.Tugas Holding Company selanjutnya

adalah untuk modal ventura, pegadaian dan sebagainya. Fungsi utama dari PT.

Syarikat Takaful Indonesia adalah sebagai Investment Company dan kemudian

PT. STI mendirikan dua anak perusahaan, yaitu PT Asuransi Takaful Keluarga

dan PT. Asuransi Takaful Umum.

       PT. Asuransi Keluarga diresmikan pada tanggal 25 Agustus 1994, dengan

modal disetor sebesar Rp 5 Milyar. Izin operasionalnya keluar pada tanggal 14

Agustus 1994 melalui SK Menkeu No Kep.385/KMK.017/1994. Menkeu Mar’ie

Muhammad sendiri yang meresmikan berdirinya Asuransi Takaful Keluarga di

Puri Agung Hotel Sahid Jaya Jakarta sedangkan PT. Asuransi Takaful Umum

diresmikan oleh Menristek kala itu BJ.Habibie.

       Sebenarnya pendirian PT. Asuransi Takaful Keluarga apabila merujuk

kepada Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang perasuransian, masih harus

menunggu beberapa lama lagi karena disesuaikan dengan ketentuan undang-

undang bahwa investasi perusahaan di suatu bank maksimal 5% dari seluruh

kekayaannya. Akan tetapi, di Indonesia hanya satu bank Syariah yaitu Bank

Muamalat Indonesia sehingga khusus takaful investasinya boleh dilakukan di

Bank Muamalat.Ini merupakan suatu bentuk dukungan dari pemerintah pada

proses pembentukan asuransi Syariah ini.

       PT. Takaful Umum Cabang Padang dikeluarkan izin usahanya pada

tanggal 1 Juni 1995 dan mulai beroperasinya kantor perwakilan di Padang
tepatnya pada tanggal 8 Agustus 1998 hingga saat ini di jalan H.R Rasuna Said

No. 91 Padang.



4.2    Visi dan Misi PT. Asuransi Takaful Umum Padang

      a. Visi

         “Syarikat Takaful Indonesia pada tahun 2010 menjadi Holding Company

         yang canggih, terkemuka, diperhitungkan dan dibanggakan oleh umat

         Islam dan masyarakat Indonesia.”

      b. Misi

         “Takaful adalah lembaga dan keuangan syari’ah yang secara konsisten

         menerapkan prinsip Bagi Hasil, terkemuka di bidangnya dan bermanfaat

         sebesar-besarnya bagi segenap stakeholder serta memberikan pelayan

         yang terbaik, amanah dan profesional kepada umat Islam dan bangsa

         Indonesia pada umumnya.”



4.3    Asuransi Takaful

         Merupakan sebuah lembaga atau perusahaan asuransi yang menjalankan

prinsip yaitu (saling menanggung atau saling menjamin). Dalam operasionalnya

perusahaan ini mensyaratkan adanya pihak yang mengikat diri untuk bekerja sama

untuk saling menanggung, pihak yang diberi amanah untuk mengatur kerja sama

tersebut serta ketentuan-ketentuan hukum berdasarkan syariah demi terjaminnya

penghindaran dari unsur-unsur Gharar (ketidakpastian), al Maisir (spekulasi) dan

Al riba (bunga).
        Jadi, dalam hal ini asuransi takaful dimaksudkan untuk saling melindungi

dan tolong-menolong diantara para peserta, sedangkan perusahaan asuransi

takaful hanya sebagai pengelola dana yang dititipkan oleh para peserta sebagai

amanah.

        Keberadaan produk asuransi Syariah selain menjawab tuntutan masyarakat

juga diperlukan untuk menjaga terhadap prinsip-prinsip syariah terutama

kemashlahatan umat dan rahmat bagi alam. Dengan semakin menjamurnya

Lembaga Keuangan Bank (LKB) dengan sistem Syari’ah maka tidak terlepas dari

itu pihak bank/perusahaan tersebut juga membutuhkan suatu perusahaan yang

dapat menopang usahanya atau saling bekerja sama seperti Asuransi Syari’ah.



4.4   Produk-Produk Asuransi Takaful Umum Padang

        PT. Takaful Umum Padang merupakan jenis asuransi yang memberikan

perlindungan dalam menghadapi bencana atau kecelakaan atas harta milik peserta

seperti rumah, kendaraan bermotor, bangunan pabrik dan sebagainya. Adapun

produk-produk PT. Takaful Umum Padang adalah:

 1. Takaful Bencana Alam

      Memberikan perlindungan terhadap kerugian atau kerusakan sebagai akibat

      terjadinya bencana alam dan dapat juga diperluas dengan tambahan jaminan

      polis   yang lebih luas sesuai dengan kebutuhan. Jaminan resiko-resiko

      tambahan atau kerusakan yang diakibatkan terhadap resiko-resiko, antara

      lain:
      -    gempa bumi, banjir, letusan gunung berapi, badai dan angin topan

      -    huru-hara, pemogokan umum, kerusuhan

 2. Asuransi Kendaraan Bermotor

      Memberikan perlindungan terhadap tabrakan, cedera badan dan kematian

      karena kecelakaan. Kecelakaan itu sendiri disebabkan oleh berbagai hal,

      baik itu karena kelalaian pengemudi atau hal-hal lainnya.

 3. Takaful Kecelakaan diri, Miscellaneous Accident, Pengangkutan dan lain-

      lain.



4.5   Struktur Organisasi Perusahaan

          Struktur organisasi merupakan kerangka yang menunjukkan hubungan

antara fungsi-fungsi dalam organisasi serta wewenang dan tanggung jawab setiap

anggota organisasi dalam menjalankan tugasnya.

          Seperti perusahaan pada umumnya pada asuransi Takaful juga mempunyai

struktur organisasi perusahaan. Struktur organisasi ini penting pada perusahaan

agar tujuan dari perusahaan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Karena para

staf atau karyawan dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas dan

wewenang yang ditetapkan sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam

melakukan pekerjaan serta memudahkan dalam pengambilan keputusan.
                                      Gambar 4.1
                      Struktur Organisasi PT. Takaful Umum Padang

                                    Kepala Cabang




                                                                  Asisten Manajer
                                                                    Pemasaran



Staf Umum       Staf Keuangan      Staf Teknik       Staf Klaim




                                                 Team Leader                Bananssurance Staff




                                     Agen           Agen          Agen


               Sumber : PT.Takaful Umum Padang

               Pada Struktur organisasi PT. Takaful Umum Padang terdapat suatu

        kelemahan dimana para agen dalam operasionalnya terlihat tidak terkoordinasikan

        dengan baik. Seperti agen hanya diberi tanggung jawab oleh team leader untuk

        mendapatkan nasabah sebanyak mungkin tanpa melihat daerah untuk melakukan

        prospek. Sebaiknya team leader menetapkan masing-masing wilayah yaitu

        menurut kecamatan yang ada di Kota Padang pada agen agar tidak terjadi konflik

        dalam hal ini yaitu berebut untuk mendapatkan nasabah. Misalnya bisa saja dalam
satu daerah sudah ada agen lain yang sudah melakukan prospek. Jika hal ini

dilakukan maka akan tercipta koordinasi yang sistematis baik antar team leader

dengan agen maupun antar sesama agen.



4.6   Perbedaan Asuransi Syari’ah dengan Asuransi Konvensional

                                                               Asuransi Non
          Asuransi Takaful               Keterangan
                                                               Konvensional
Ada Dewan Pengawas Syariah
                               Dewan Pengawas
fungsinya mengawasi Manajemen      Syariah
                                                         Tidak ada
Produk dan Investasi dana
Tolong Menolong (Ta'awun)     Akad                       Jual Beli (tabaduli)
Berdasarkan syariah dengan sistem                        Investasi Dana
                                        Investasi Dana
bagi hasil (mudharabah)                                  berdasarkan Bunga (Riba)
Dana yang terkumpul dari nasabah
(Premi) merupakan milik peserta
                                        Kepemilikan      Dana yang terkumpul dari
(shabul maal), perusahaan hanya
                                           Dana          Nasabah
sebagai     pemegang      amanah
(mudharib) untuk mengelolanya

Dari rekening tabarru' (dana sosial)
seluruh peserta yang sejak awal                          Dari Rekening Dana
sudah diikhlaskan oleh peserta           Pembayaran      Perusahaan
untuk keperluan tolong menolong            Klaim
bila terjadi musibah                                     Seluruhnya menjadi milik
                                                         perusqahaan
 Dibagi antara perusahaan dengan         Keuntungan
 peserta Sesuai dengan prinsip bagi
 hasil (mudharabah)
Sumber : PT. Takaful Umum Padang

       Asuransi syariah sangat jauh berbeda dengan asuransi konvensional dari

berbagai segi, yaitu :

       Pertama dari prinsip produk. Produk asuransi syariah bisa dimulai dengan

mudharabah (bagi hasil), wadhiah ,tabarru’(rekening khusus) dan taawun (saling

menolong dalam kebaikan). Jadi, jika seseorang masuk asuransi perorangan
berunsur tabungan dengan prinsip mudharabah, maka nasabah dikenakan iuran

tabarru’ dalam jumlah yang kecil yaitu sekitar enam persen dari uang premi yang

disetorkan, maka sebagian besar uangnya adalah untuk investasi. Jadi jika ia

berhenti ditengah jalan maka sepenuhnya uang tersebut akan dikembalikan oleh

perusahaan, kecuali yang enam persen tersebut yang sudah menjadi hak milik

semua peserta, dimana akan disimpan pada rekenig tabarru’. Sedangkan dalam

asuransi konvensional semua uang premi yang disetorkan oleh nasabah dianggap

pendapatan perusahaan yang digunakan untuk membayar klaim. Akibatnya jika

peserta berhenti di tahu pertama, maka semua uang nasabah menjadi hak milik

perusahaan.

       Kedua ,dari segi cara berkontrak, asuransi syariah kontraknya jelas apakah

mudharabah, wadhiah, taawun atau tabarru’, dimana peserta punya niat

berinvestasi sambil tolong-menolong antara peserta jika terjadi musibah.

Sedangkan asuransi konvensional kontraknya jual beli dan mirip dengan

perjudian.

       Ketiga, dari prinsip kepemilikan, apakah boleh asuransi syariah

sepenuhnya dimiliki oleh nonmuslim. Dalam bermuamalah secara umum Islam

bersifat fleksibel, tetapi dalam distribusi keuangan Islam selalu melindungi.
                                     BAB V

                                PEMBAHASAN



5.1   Analisa SWOT Pada PT. Takaful Umum Padang.

       Suatu perusahaan dalam memasarkan produknya; terlebih dahulu harus

mengetahui situasi dan kondisi perusahaan dalam pemasaran produknya, yang

terdiri dari keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dalam kegiatan

pemasaran perusahaan. Hal ini berguna untuk mempermudah mendapatkan

pedoman yang lebih baik dalam menetapkan kebijaksanaan pemasaran. Analisa

tentang situasi dan kondiasi perusaha.an ini dikenal dengan istilah analisa SWOT.

       SWOT merupakan singkatan dari Strenght (kekuatan), Weakness

(kelemahan), Opportunities (peluang), Treath (ancaman). Jadi analisa SWOT

adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi

perusahaan yang didasarkan pada logika, yang dapat memaksimalkan kekuatan

dan peluang namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan

ancaman.

       Faktor-faktor yang berada pada perusahaan itu adalah faktor interen.

Lingkungan interen merupakan lingkungan yang dapat diamati dan dapat

dikendalikan oleh perusahaan, maka kekuatan dan kelemahan dari perusahaan

dalam upaya mencapai tujuan yang diterapkan dapat diketahui dan diantisipasi.

Sedangakan faktor eksteren yaitu sekelompok kekuatan timbul dan berada diluar

jangkauan perusahaan dan biasanya terlepas dari situasi operasional perusahaan.

Lingkungan eksteren dapat menimbulkan suatu kesempatan kalau perusahaan jeli
mengamatinya dan bisa menjadi ancaman bila tidak diamati dengan baik.

        Dengan menggunakan analisa SWOT ini adalah untuk mempelajari

gambaran masalah pemasaran yang telah dirumuskan atau untuk menentukan

dimana posisi perusahaan pada saat ini, serta kebijaksanaan apa yang diperlukan

untuk mencapai sasaran yang dituju tersebut.

        Bagi PT. Takaful Umum Padang sangat penting menganalisa dengan

sebaik mungkin strategi pemasarannya, sehingga strategi pemasara untuk masa

yang akan datang dapat direncanakan dengan tepat dan baik. Untuk itu dapat

dilihat analisa SWOT PT. Takaful Umum Padang sebagai berikut:



5.1.1   Analisis Lingkungan Internal (Kekuatan dan Kelemahan)

  a.    Kekuatan

        Adalah kondisi internal organisasi yang berupa kompetensi /kapabilitas

        dan sumber daya yang dimiliki organisasi yang dapat dipergunakan

        sebagai alternastif untuk menangani peluanag dan ancaman, seperti :

        -   Nama Takaful sudah cukup lama dikenal masyarakat Kota Padang

            khususnya dan masyarakat Sumatera Barat sebagai asuransi syariah

            pertama yang menerapkan konsep bagi hasil dan berlandaskan syariah

            yang jauh dari unsur riba.

        -   Asas kekeluargaan yang islami dalam perusahaan yang kental

        -   Perusahaan PT.Takaful Padang tidak melakukan kegiatan produksi

            yang menghasilkan barang seperti perusahaan manufaktur

        - Gedung milik sendiri dengan ciri khas menyerupai rumah gadang serta
     lokasi yang sangat strategis dan mudah dijangkau oleh angkutan kota,

     mampu memberikan kenyamanan bagi para nasabahnya, mempunyai

     ruangan yang nyaman .

   - Sumber daya manusia didukung oleh SDM berpendidikan sarjana

     dengan spesialisasi perasuransian, dimana SDM yang bekerja disini

     adalah SDM yang memahami seluruh produk dan kegiatan asuransi

     pada PT. Takaful Umum Padang.

   - Hubungan perusahaan dengan perantara dan pihak tertanggung yang

     terjalin baik karena perusahaan merupakan urat nadi dari sumber

     pendapatan bagi PT. Takaful Umum Padang.



b. Kelemahan

       Adalah kondisi internal organisasi kompetensi /kapabilitas dan sumber

   daya yang dimiliki organisasi yang sulit digunakan untuk peluang dan

   ancaman, seperti :

   - Adanya sejumlah karyawan didalam perusahaan ini yang latar belakang

     pendidikannya kurang memadai atau tidak cocok dengan jabatannya.

   - Kegiatan promosi dalam bentuk iklan (advertising) surat kabar, promosi

     langsung ke masyarakat atau nasabah, papan reklame serta iklan media

     elektronik masih sangat kurang.

   - Kegiatan distribusi dan pemasaran dilakukan secara rangkap oleh satu

     orang karyawan, akan menyebabkan disiplin dan tanggung jawab

     karyawan menjadi kendor. Seperti karyawan yang bekerja di
           administrasi sekaligus bertindak sebagai teller.

        - Kegiatan pemasaran hanya terpusat di Kotamadya Padang saja,

           perusahaan masih belum memanfaatkan potensi yang ada di daerah

           sekitar Kota Padang ataupun ke Kabupaten dan Kota lain di Sumatera

           Barat.

        - Sedikitnya penghargaan dan acara yang melibatkan nasabah untuk

           memotivasi konsumen untuk bergabung sebagai nasabah dalam

           perusahaan.

        - Dalam proses pengajuan dan pembayaran klaim memakan waktu yang

           lama sehingga nasabah merasa kurang puas dengan pelayanan

           perusahaan.

        - Masih kurangnya tenaga agen, khususnya untuk calon nasabah diluar

           Kota Padang.



5.1.2   Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang dan Ancaman)

  a.    Peluang

        Adalah situasi eksternal perusahaan yang berpotensi menguntungkan.

        Perusahaanperusahaan yang berada dalam suatu industri yang sama secara

        umum akan merasa diuntungkan bila dihadapkan dengan kondisi eksternal

        tersebut. Misalnya ada segmen pasar tertentu yang belum dimasuki pemain

        lain, secara umum akan terjadi peluang bagi perusahaan manapun yang

        berhasil melihat pasar tersebut.

        Adapun peluang yang dapat diandalkan oleh PT.Takaful Padang adalah :

        - Sering terjadinya bencana yang melanda Sumatera Barat pada
     umumnya dan Padang seperti gempa, isu tsunami, tanah longsor, banjir

     dan lain-lain. Kondisi ini memberikan peluang yang besar bagi asuransi

     kerugian seperti Takaful Padang untuk meraih pendapatan yang lebih

     besar.

   - Masih sangat besarnya potensi pasar yang belum tergarap memberikan

     kesempatan yang luas bagi perusahan asuransi khususnya PT. Takaful

     Umum Padang untuk meningkatkan Market Share dan pendapatannya.

   - Kecenderungan masyarakat memilih pelayanan lembaga keuangan yang

     berlandaskan syariah seperti asuransi syariah karena sifat masyarakat

     Sumatera Barat yang lebih Islami.



b. Ancaman

          Adalah situasi eksternal perusahaan yang berpotensi menimbulkan

   kesulitan bagi perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang berada dalam satu

   industri yang sama secara umum akan merasa dirugikan/dipersulit dan

   terancam bila dihadapkan pada situasi tersebut. Dalam mamasarkan

   produknya, PT. Takaful Padang mengahadapi ancama seperti :

   - Posisi perusahaan sebagai pengikut pasar (Market Follower) sering kali

     menjadi sasaran serangan dari para pemimpin dan penantang pasar.

   - Persaingan dalam industri sangat tinggi. Melihat besarnya potensi yang

     tersimpan dalam industri asuransi kerugian, mengundang pesaing baru

     untuk masuk kedalam industri.
        Berikut ini dapat dilihat tabel 5.1 Matrik SWOT PT. Takaful Umum

Padang sebagai berikut:

                                       Tabel 5.1
                             Diagram Analisa Matrik SWOT
                               PT. Takaful Umum Padang

                                   Kekuatan (Strengths)               Kelemahan (Weakness)
                                   1. Nama Takaful sudah cukup        1. Adanya sejumlah karyawan
                                      lama dikenal masyarakat             didalam Perusahaan yang latar
                                      sebagai asuransi syariah            belakang pendidikan kurang
                                      pertama yang menerapkan             memadai.
                                      konsep bagi hasil dan           2. Kegiatan promosi dalam bentuk
                                      berlandaskan syariah                iklan masih sangat kurang
                  Internal         2. Azas kekeluargaan islami        3. Kegiatan        distribusi      dan
                                      yang kuat dan kental                pemasaran      dilakuka     secara
                                   3. Perusahaan Takaful tidak            rangkap     oleh     satu    orang
                                      melakukan kegitan produksi          karyawan
                                      yang menghasilkan barang        4. Kegiatan      pemasaran      hanya
                                   4. Gedung      milik     sendiri       terpusat di Kota Pzdang.
      Eksternal                       dengan lokasi yang sangat       5. Sedikitnya penghargaan dan
                                      strategis                           acara yang melibatkan nasabah
                                   5. SDM berpendidikan sarjana       6. Dalam proses dan pembayaran
                                   6. Hubungan          Perusahaan        klaim memerluka waktu yang
                                      dengan perantara dan pihak          lama.
                                      tertanggung terjalin baik.      7. Masih kurangnya tenaga agen,
                                                                          khususnya calon nasabah dil;uar
                                                                          Kota Padang.
Peluang (Oprtunities)              Strategi SO                        Strategi WO
1. Sering terjadinya bencana di 1. Mempertahankan            nama     1. Meningkatkan            pendidikan
   Kota    Padang     memberikan     Takaful sebagai asuransi            karyawannya oleh perusahaan
   peluang      untuk      meraih    syariah    pertama     dalam     2. Menijau       kembali      kegiatan
   pendapatan yang lebih besar       mamasuki potensi pasar yang         promosi terhadap keinginan
2. masih sangat besarnya potensi     belum tergrap                       nasabah saat ini
   pasar yang belum tergarap      2. Mempertahankan           azas    3. Menambah jumlah karyawan
3. Kecenderungan       msayarakat    kekeluargaan islami dan          4. Memperluas kegiatan pemasaran
   memilih     peayanan      yang    menjalin    hubungan     baik       dengan melihat besarnya potensi
   berlandaskan syariah              dalam     pelayanan     yang        pasar yang belum tergarap
                                     berlandaskan syariah             5. Melibatkan       nasabah     dalam
                                  3. Mempertahankan       kegiatan       penghargaan dan acara dalam
                                     produksi       dan      terus       pelayanan berasis syariah
                                     meningkatkan target peluang      6. Meningkatkan mutu pelayanan
                                     nasabah asuransi                    dan menambah jumlah agen
                                                                         untuk daerah luar Kota Padang
Ancaman                            Strategi ST                        Strategi WT
1. Posisi    perusahaan  sebagai 1. mempertahankan          nama      1. Tingkatkan        jumlah      target
   pengikut pasar sering kali        Takaful yang sudah lama             penjualan premi
   menjadi menjadi serangan dan      dikenal                          2. Melakukan eseach pasar yang
   pengnikut pasar                2. Amati          perkembangan         baik denag data yanglebih akurat
2. Persaingan     dalam  industri    serangan dari pmimpin dan        3. tingkatkan      pendidikan      dan
   sangat tinggi                     serangan pasar                      kepropesionalan karyawan serta
                                  3. Menciptakan inovasi baru            menambah jumlah agen.
   Dari analisa matrik SWOT dapat dilihat yaitu Strategi (SO) yaitu dengan

1. mempertahankan nama Takaful sebagai asuransi syariah pertama dalam

   mamasuki potensi pasar yang belum tergarap, dimana ini menjelaskan PT.

   Takaful harus mampu membuat namanya terus dikenal sebagai asuransi

   syariah pertama dengan menekankan keunggulan ini PT.Takaful Padang,

   seharusnya memberikan informasi yang komprehensif bahwa asuransi PT.

   Takaful Padang berbeda dengan asuransi lainnya yang bersifat

   konvensional dimana pada asuransi konvensional premi yang dibayarkan

   ke perusahaan sudah menjadi milik perusahaan seutuhnya dan, jika tidak

   terjadi klaim premi yang dibayarkan sudah hak milik perusahaan. Berbeda

   dengan asuransi syari’ah seperti PT. Takaful Padang premi yang

   dibayarkan menjadi milik antara perusahaan dan nasabah dan jika tidak

   terjadi klaim dalam waktu perjanjian maka dana yang dibayarkan dapat

   dapat dikembalikan sehingga dalam memasuki pasar yang belum tergarap

   dapat meingkatkan pemasaran dan pendapatannya Karena mengingat

   hanya 15% pemilik yang mengansuransikan kendaraannya sehingga ada

   sekitar 85 % yang dapat digarap oleh perusahaan. Sesuai dengan standar

   yang ditetapkan oleh perusahaan ada sekitar 75 % kendaraan yang berada

   diatas 1994.

2. Mempertahankan azas kekeluargaan islami dan menjalin hubungan baik

   dalam pelayanan yang berlandaskan syariah, dimana ini menjelaskan PT.

   Takaful Umum Padang memiliki suasana kerja yang kondusif dan

   umumnya karyawan di perusahaan tersebut sudah lama bekerja disana
       cukup lama sehingga mereka telah saling mengenal karakter satu sama

       lain. Hal ini sangat penting mengingat eksistensi perusahaan salah satunya

       ditentukan oleh kekompakan dan kerja sama antar karyawan dan yang

       dibutuhkan selanjutnya karyawan harus mampu memberikan pelayanan

       dengan memberikan informasi apakah sebenarnya asuransi syari’ah

       tersebut    dan   apa   perbedaan     asuransi   syari’ah   dengan   asuransi

       konvensional. Inilah yang menjadi tugas dari stakeholder perusahaan

       untuk menggali keunggulan bersaing tersebut.

   3. Mempertahankan kegiatan produksi dan terus meningkatkan target

       peluang nasabah asuransi, dimana ini menjelaskan Perusahaan PT.Takaful

       Padang tidak melakukan kegiatan produksi yang menghasilkan barang

       seperti    perusahaan   manufaktur,     tetapi   terkonsentrasi   memberikan

       pelayanan yang sebaik-baiknya sebagai salah satu kunci keberhasilan

       pemasaran jasa namun meningkatkan target penjualannya dengan

       mengingat hanya 15% pemilik yang mengansuransikan kendaraannya

       sehingga ada sekitar 85 % yang dapat digarap oleh perusahaan. Sesuai

       dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan ada sekitar 75 %

       kendaraan yang berada diatas 1994.

       Strategi WO dilakukan setelah melakukan identifikasi terhadap kelemahan

dan peluang yang ada, srtategi yanng dapat dilakukan adalah

  1.   Meningkatkan      pendidikan   karyawannya       oleh   perusahaan    dimana

       seharusnya perusahaan perlu meningkatkanya dengan mengirim mereka ke

       pusat pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan bidang ataupun dengan
     jalan mengadakan training kerja bagi karyawan baru yang belum

     berpengalaman.

2.   Menijau kembali kegiatan promosi dalam bentuk iklan (advertising) surat

     kabar, promosi langsung ke masyarakat atau nasabah, papan reklame serta

     iklan media elektronik terhadap keinginan nasabah saat ini, sehingga dapat

     menarik minat konsumen potensial untuk menjadi calon nasabah dengan

     meningkatkan informasi yang diberikan mengenai sistem syariah yang

     diterapkan.

3.   Menambah jumlah karyawan agar tidak terjadi lagi kerja rangkap diantara

     karyawan yang menyebabkan disiplin dan tanggung jawab karyawan

     menjadi kendor. Seperti karyawan yang bekerja di administrasi sekaligus

     bertindak sebagai teller.

4.   Memperluas kegiatan pemasaran dengan melihat besarnya potensi pasar

     yang belum tergarap, dimana ini menjelaskan kegiatan pemasran selama

     ini hanya terpusat di Kota Madya Padang saja dan diharapkan perusahaan

     dapat memanfaatkan potensi yang ada di Daerah sekitar Kota Padang

     ataupun Kabupaten dan Kota lain di Sumatera Barat dengan mengingat

     hanya 15% pemilik yang mengansuransikan kendaraannya sehingga ada

     sekitar 85 % target pasar yang belum tergarap yang dapat digarap oleh

     perusahaan. Sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan ada

     sekitar 75 % kendaraan yang berada diatas 1994.

5.   Melibatkan nasabah dalam penghargaan dan acara dalam pelayanan

     berasis syariah, dimana ini menjelaskan Perusahaan harus melibatkan
     nasabah untuk memotivasi konsumen untuk bergabung sebagai nasabah

     dalam perusahaan. Hal ini perlu diperhatikan karena proses penyampaian

     informasi yang efektif terjadi pada kondisi seperti ini.

6.   Serta meningkatkan mutu pelayanan dan menambah jumlah agen untuk

     daerah luar Kota Padang, dimana ini menjelaskan sebaiknya langkah yang

     harus dilakukan perusahaan adalah bagaimana nasabah merasa puas atas

     pelayanan yang diberikan tanpa proses yang panjang dan berbelit-belit dan

     untuk menjangkau konsumen di luar kota, seharusnya PT.Takaful Padang

     menambah agen untuk memprospek nasabah yang belum terjangkau oleh

     perusahaan asuransi lainnya. Namun, dalam mengorganisasi agen

     sebaiknya ditentukan menurut sales territory, misalnya untuk daerah

     Pariaman ditempatkan sekitar 10 orang tenaga agen yang dipimpin oleh

     seorang team leader. Jadi agen-agen inilah yang bertanggung jawab untuk

     mencari nasabah untuk wilayah Pariaman, begitu juga untuk daerah-daerah

     lainnya. Hal ini perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya konflik

     antar sesama agen dalam memperebutkan calon nasabah.



     Strategi ST yaitu

1. Mempertahankan nama Takaful yang sudah lama dikenal dimana ini

     menjelaskan PT. Takaful harus mampu membuat namanya terus dikenal

     sebagai asuransi syariah pertama dengan menekankan keunggulan ini

     PT.Takaful Padang, seharusnya memberikan informasi yang komprehensif

     bahwa asuransi PT. Takaful Padang berbeda dengan asuransi lainnya yang
   bersifat konvensional dimana pada asuransi konvensional premi yang

   dibayarkan ke perusahaan sudah menjadi milik perusahaan seutuhnya dan,

   jika tidak terjadi klaim premi yang dibayarkan sudah hak milik

   perusahaan. Berbeda dengan asuransi syari’ah seperti PT. Takaful Padang

   premi yang dibayarkan menjadi milik antara perusahaan dan nasabah dan

   jika tidak terjadi klaim dalam waktu perjanjian maka dana yang

   dibayarkan dapat dapat dikembalikan sehingga dalam memasuki pasar

   yang belum tergarap dapat meingkatkan pemasaran dan pendapatannya

2. Amati perkembangan serangan dari pmimpin dan serangan pasar, menurut

   penulis setelah mengamati serangan dari pemimpin dan serangan pasar

   maka pt takaful umum harus dapat menciptakan beberapa strategi baru

   untuk mengatasi perkembangan serangan dari pmimpin dan serangan pasar

3. Menciptakan inovasi baru, dimana ditawarkan produk baru yang

   mendukung produk utama. Dalam hal ini PT.Takaful menawarkan

   perluasan jaminan untuk tanggung jawab hukum pihak ketiga (TJH III),

   yaitu penaggungan resiko akibat kerusakan oleh objek asuransi terhadap

   pihak ketiga dan memberikan jaminan kesehatan serta bagi nasabah baru

   dibebaskan premi jika hendak menjadi pemegang dua polis asuransi

   sekaligus.



   Strategi WT yang dilakukan yaitu

1. Tingkatkan jumlah target penjualan premi, dimana perusahaan harus

   mampu mencapai target pendapatan premi yang telah ditapkan untuk tiap
         tahunnya. Karena hal ini sangat sulit dipenuhi, maka PT.Takaful Umum

         Padang perlu meningkatkan peranan pemasarannya yang memungkinkan

         untuk merealisasikan target.

      2. melakukan reseach pasar yang baik dengan data yang lebih akurat dimana

         ini menjelaskan Perusahaan harus meninjau kembli pasar, peluang yang

         ada dipasar perkembangan serangan dari pemimpin pasar dan serangan

         pasar sehingga dapat menciptakan strategi baru berdasarkan dari data yang

         dilakukan pada saat research pasar.

      3. tingkatkan pendidikan dan kepropesionalan karyawan serta menambah

         jumlah agen dimana perusahaan disini perlu mengirim karyawan mereka

         ke pusat pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan bidang ataupun

         dengan jalan mengadakan training kerja bagi karyawan baru yang belum

         berpengalaman dan seharusnya PT.Takaful Padang menambah agen untuk

         memprospek nasabah yang belum terjangkau oleh perusahaan asuransi

         lainnya.



5.2     Strategi Pemasaran

         Strategi yang digunakan adalah marketing mix, yang mana marketing mix

yaitu suatu strategi yang berkaitan dengan masalah penetapan bentuk penawaran

pada pasar atau bentuk kombinasi, dari empat variabel yang mempengaruhi

penjualan yaitu : kebijakan produk, kebijakan harga, kebijakan promosi dan

kebijakan distribusi.
5.2.1   Strategi Produk

        Berdasarkan informasi dari tahun 2005, perusahaan hanya menerima

keadaaan kendaraan yang baik yaitu keluaran tahun 1994 ke atas dan tidak

dikomersilkan dalam artian bukan merupakan kendaraan umum (seperti bus,

angkot dan lain-lain.)

        Adapun produk yang menjadi produk inti dari PT. Takaful Umum Padang

adalah memberikan perlindungan dari berbagai resiko harta benda yaitu :

   •    Takaful Bencana Alam

   •    Takaful Kendaraan Bermotor

   •    Takaful Kecelakaan diri, Miscellaneous Accident, Pengangkutan dan lain-

        lain.

        Produk sampingan (Augmented Product) dari PT.Takaful Umum Padang

adalah selain     ditanggung kehilangan/ kerusakan yang ditimbulkan dari

kecelakaan juga memberikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada nasabah yang

mengalami kecelakaan.

        Persaingan untuk asuransi    kendaraan bermotor yang dihadapi oleh

PT.Takaful Umum Padang adalah persaingan merek, dimana produk yang

ditawarkan oleh pesaing sama dengan harga yang sama pula. Untuk saat ini

PT.Takaful telah mempunyai brand image yang baik di Kota Padang sebagai

asuransi syariah yang berasaskan Islam. Hal ini terbukti dari tingginya

kepercayaan masyarakat dan komponen bisnis di Kota Padang khususnya dan

Sumatera Barat pada umumnya untuk mengasuransikan kendaraan mereka pada

T.Takaful Umum Padang., dan bekerja sama dengan bengkel-bengkel yang
ditunjuk secara resmi di Kota Padang.

        Namun dalam mengnalisis lini produk, PT. Takaful Padang dikatakan

mengalami sedikit kegagalan. Ini terlihat dari adanya produk yang tiap tahunnya

mengalami ketidakstabilan pendapatan yang sangat mencolok seperti produk

Kecelakaan Diri yang hanya mampu menarik sedikit konsumen sehingga kurang

menghasilkan    profit   bagi   perusahaan.   Sebaiknya   sebelum   PT.Takaful

memperpanjang lini produk, perusahaan menganalisis produk tersebut, apakah

unit produk tersebut dibutuhkan dan dinginkan pasar atau tidak sehingga dapat

menentukan unit produk mana yang akan dikembangkan, dipertahankan,

dikurangi ataupun dihentikan.

        Dalam memoderenisasi lini produknya, PT.Takaful Padang harus

memperbaharui produk agar sesuai dengan tuntutan pasar dan keinginan

konsumen. PT Takaful Padang seharusnya juga menonjolkan keistimewaan lini,

yaitu memilih produk yang sangat diminati oleh konsumen seperti Produk

Bencana Alam dan Kendaraan Bermotor. Selain itu, yang tidak kalah penting

adalah menjaga penampilan produk seperti bentuk kemasan produk Kendaraan

Bermotor dengan segala manfaat yang dirasakan yang ada dalam produk seperti

memberikan asuransi kesehatan gratis bagi konsumen yang telah lebih dari lima

tahun menjadi nasabah PT. Takaful Padang.

        Untuk itu strategi produk yang dilakukan oleh perusahaan adalah sebagai

berikut :

    a. Diferensiasi produk

        Dalam hal ini PT.Takaful Padang menawarkan produk dengan pilihan
        untuk segala resiko kehilangan/kerusakan (all risk ) atau dapat juga berupa

        total loss only (TLO) atau hanya berupa kerusakan total yang ditanggung

        oleh perusahaan asuransi.

   b. Menaikkan mutu produk

        Agar produk yang ditawarkan bermutu, maka perusahaan menetapkan

        standar yang tinggi untuk produk tersebut, yaitu objek asuransi harus

        keluaran 1994 ke atas, mempunyai kondisi bagus dan tidak dikomersilkan.

        Untuk perkembangan nantinya standar ini harus dinaikkan karena tiap

        tahunnya muncul produk-produk mobil baru.

   c. Inovasi produk

        Dimana ditawarkan produk baru yang mendukung produk utama. Dalam

        hal ini PT.Takaful menawarkan perluasan jaminan untuk tanggung jawab

        hukum pihak ketiga (TJH III), yaitu penaggungan resiko akibat kerusakan

        oleh objek asuransi terhadap pihak ketiga dan memberikan jaminan

        kesehatan serta bagi nasabah baru dibebaskan premi jika hendak menjadi

        pemegang dua polis asuransi sekaligus.



5.2.2   Harga

        Dalam penetapan tingkat premi pada tiap produk yang dilakukan oleh

PT.Takaful Padang selalu diusahakan bersaing dengan tingkat premi perusahan

asuransi sejenis dan sesuai dengan kondisi pasar yang dihadapi oleh PT.Takaful

Padang yaitu oligopoli.
                                 Table 5.2
                Harga Asuransi Kandaraan PT. Takaful Padang




        Keterangan

   -    TLO (Total Loss Only) berupa kerusakan total yang di tanggung oleh

        Perusahaan asuransi.

   -    All Risk adalah segala resiko kehilangan atau kerusakan

   -    K = Ketegori

       Dari table Harga Asuransi Kandaraan PT. Takaful Padang diatas dapat

dijelaskan sebagai berikut:

   1. Apabila kendaraan (mobil) menpunyai nilai asuransi antara 0-150.000.000

       dan kendaraan tersebut adalah kendaraan pribadi atau dinas atau disewakan

       dengan pengemudi di asuransikan dalam jangka waktu 0-18 tahun maka,

       PT. Takaful Umum Padang menanggung resiko kerusakan sebesar 0.55%

       dari nilai asuransi, segala resiko kehilangan atau kerusakan (All Risk

       comprehensive)   antara 0-7 tahun yang di tanggung perusahaan adalah

       sebesar 2.44% dari nilai asuransi, untuk All Risk Comprehensive antara

       lebih dari 7 – 15 tahun dengan proses berjalan (loading sebesar 5%) dimana
    segala resiko kehilangan atau kerusakan yang ditanggung perusahaan adalah

    sebesar 2.57% dari nilai asuransi serta untuk ketegori – kategori berikutnya

    disesuaikan dengan TLO dan All Risk masing-masing.

2. Untuk kendaraan (mobil) yang disewakan tanpa pengemudi kepada

    perusahaan atau institusi yang menpunyai nilai asuransi antara 0-

    150.000.000 jika mengalami TLO (kerusakan tolal yang ditanggung oleh

    perusahaan asuransi) dalam jangka waktu antara 0 – 7 tahun maka PT.

    Takaful Umum Padang menanggung kerusakan total sebesar 0.61% dari

    nilai asuransi, sementara untuk segala resiko kehilangan atau kerusakan

    antara 0 – 7 tahun dengan proses berjalan        atau loading sebesar 10%

    perusahaan menanggung segala resiko kerusakan sebesar 2.71% dari nilai

    asuransi, demikian juga untuk ketegori – kategori berikutnya disesuaikan

    dengan TLO dan All Risk masing-masing

3. Sementara untuk kendaraan roda dua baik pribadi atau dinas dengan luas

    jaminan usia dan proses berjalan (loading) berupa kerusakan total yang

    ditanggung oleh perusahaan asuransi yang mempunyai jangka waktu anta 0-

    7 tahun adalah senbesar 2.25% dari nilai asuransi.



Usaha yang dilakukan adalah :

•    Penetapan premi diserahkan kepada nasabah sesuai dengan kesepakatan

     antara kedua belah pihak serta disesuaikan dengan jenis produk yang

     dipertanggungkan. Misalnya jika nasabah menginginkan untuk memiliki

     dua perlindungan asuransi sekaligus seperti kendaraan bermotor dan
        bencana alam akan dibebaskan dari premi salah satu produk dan ditambah

        dengan asuransi jiwa dan kesehatan.

   •    PT.Takaful Padang memberikan diskon dan komisi untuk penjualan

        tertentu, misalnya penjualan dalam skala besar atau broker tertentu sesuai

        dengan ketentuan. Untuk memepertahankan hubungan yang saling

        menguntungkan antara pihak perusahaan dengan perantara, maka

        seharusnya pihak perusahaan memberikan suatu reward kepada pihak

        perantara yang mampu mencapai target yang diberikan, seperti

        memberikan komis yang lebih dan sertifikat.

               Adapun sasaran yang hendak dicapai oleh PT.Takaful Umum

        Padang adalah sebagai berikut :

   1. Mencapai target pendapatan premi yang telah ditapkan untuk tiap

        tahunnya. Karena hal ini sangat sulit dipenuhi, maka PT.Takaful Umum

        Padang perlu meningkatkan peranan pemasarannya yang memungkinkan

        untuk merealisasikan target.

   2. Berupaya mengembalikan produk Kendaraan Bermotor kembali diminati

        oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan pendapatan premi

        perusahaan.

   3. Berusaha untuk meningkatkan Market Share perusahaan serta menjalin

        lebih banyak kerjasama dengan perusahan-perusahaan mitra bisnis.


5.2.3   Strategi Promosi

        Bagi produk yang dihasilkan suatu perusahaan dengan kualitas yang balk,

yang terjangkau dan bermanfaat bagi masyarakat tidak akan dikenal oleh
masyarakat apabila tidak ada suatu tindakan yang dilakukan oleh perusahaan

dalam mempromosikan agar dapat menarik perhatian masyarakat untuk membeli

produk yang ditawarkan tersebut. Promosi merupakan suatu cara yang dilakukan

perusahaan dalam memperkenalkan dan mengkomunikasikan produknya kepada

konsumen, serta diharapkan juga dapat mempertahankan ketenaran merek dari

produk yang dihasilkan dan membedakannya dengan produk lainnya yang sejenis.

Beberapa langkah yang perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam melakukan

promosi produk yang di hasilkan, antara lain :

   a. Kegiatan promosi yang telah ditetapkan oleh perusahaan harus didukung

          dengan dana yang mencukupi sehingga kegiatan promosi yang dilakukan

          dapat berjalan dengan lancer dan tepat pada sasarannya.

   b. Jenis produk yang dipromosikan harus disesuaikan dengan alat promosi

          yang tepat agar lebih efektif dan efisien

   c. Sifat pasar perlu diperhatikan yang terdiri dari luas pasar secara geografis,

          Kosentrasi pasar, macam-macam pembeli dan lainnya.

   d. Tahap-tahap dalam siklus produk juga mendapat perhatian yang khusus

          bagi perusahaan.

          Dengan kelemahan-kelemahan yang dimiliki dan ancaman-ancaman yang

timbul,     bagi   perusahaan    akan    mendorong    untuk   lebih   efektif   dalam

mempromosikan produknya dengan tepat. Strategi promosi ini harus disesuaikan

dengan kondisi perusahaan itu sendiri, dimana dana yang dibutuhkan untuk

menciptakan promosi yang inovatif tidaklah sedikit, oleh sebab itu perusahaan

harus mencari promosi yang efektif dan efisien dengan memperhatikan bentuk
bauran promosi yang tepat dan jitu. Sebelumnya dapat dijelaskan terlebih dahulu

mengenai tujuan dari promosi itu sendiri

  1.   Modifikasi Tingkah Laku

       Merupakan promosi yang bertujuan untuk merubah tingkah laku dan

       pendapat calon pembeli terhadap produk yang diperkenalkan atau yang

       ditawarkan oleh perusahaan.

  2.   Memberitahukan

       Kegiatan        promosi   ini    bertujuan   untuk    memperkenalkan      dan

       memberitahukan kepada konsumen atau masyarakat mengenai produk

       yang dihasilkan oleh perusahaan. Beberapa cara yang dapat dilakukan

       dalam memperkenalkan clan memberitahukan produk kepada konsumen,

       antara lain :

       a.   Menyebarkan informasi mengenai produk yang akan dijual melalui

            radio-radio dengan biaya yang lebih kecil.

       b.   Ikut   serta    dalam      kegiatan-kegiatan    pameran   industri   atau

            pembangunan.

  3.   Membujuk

       Usaha promosi yang bersifat membujuk ini lebih diarahkan kepada

       mendorong calon pembeli atau nasabah dalam menciptakan kesan positif

       terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Dimana promosi yang

       bersifat persuasif ini akan dapat memberi pengaruh kepada perilaku

       konsumen dalam waktu yang cukup lama terhadap pembelian suatu

       produk.
  4.   Mengingatkan

       Untuk mempromosikan yang bersifat mengingatkan ini dilakukan oleh

       perusahaan untuk dapat membangkitkan dan mempertahankan merek

       produk dibenak konsumen atau masyarakat secara umum dan ini sangat

       perlukan untuk produknya, dimana mempertahankan nasabah yang sudah

       ada lebih berat dari pada merebut konsumen baru.

       Maka bentuk promosi yang tepat dan efektif bagi PT. Takaful Umum

Padang yaitu :

  1.   Media massa

       Media masa merupakan media promosi yang digunakan oleh PT. Takaful

       Umum Padang seperti radio, televisi, majalah, surat kabar, maupun alat

       komunikasi lainnya.

  2.   Sales Support

       Yaitu hal ini dapat diartikan sebagai bantuan pada penjualan dengan

       memberikan semua bentuk material promosi yang direncanakan untuk

       diberikan pada umum, perusahaan perjalanan yang khususnya ditujukan

       sebagai perantara. Promosi ini biasanya berisikan informasi-informasi

       yang up to date tentang keadaan suatu produk. Bentuk sales support yang

       sering digunakan antara lain :

       a.   Brosur, merupakan publikasi cetakan dengan menggunakan kertas

            yang relative baik, layout yang disusun menarik dengan segala potensi

            yang hendak dipromosikan.

       b.   Propektus, merupakan selebaran yang kadang-kadang juga dapat
            dilihat dengan design yang menarik.

       c.   Leaflets, merupakan suatu selebaran yang biasanya berisikan

            informasi serba ringkas tentang objek asuransi PT. Takaful Umum

            Padang yang dipromosikan.

       d.   Booklets, merupakan suatu buku petunjuk yang isinya biasanya lebih

            lengkap dari pada bentuk sales support yang lain.

       e.   Public Relation, merupakan suatu proses berkelanjutan dalam dunia

            usaha untuk memperoleh pengertian secara langsung dari pada

            langganan dan masyarakat pada umumnya.

       Kalau diperhatikan, tampak bahwa saat ini media promosi yang digunakan

PT. Takaful Umum Padang bersifat sales support dalam berbagai jenis agar

kegiatan promosi dapat berjalan dengan lebih baik.

       Berikut alat strategi promosi yang biasa digunakan perusahaan asuransi

untuk mempromosikan jasanya adalah :

                   Alat Promosi                   (%)
                   Teman                          27.50
                   Agen yang menawarkan           20.50
                   Saudara/family                 13.17
                   Iklan Media Cetak              14.16
                   Iklan TV                       13.67
                   Brosur/ leaflet                11.00

Sumber: Survey one (Majalah Marketing)

       PT.Takaful Padang sendiri dalam prakteknya telah melakukan kegiatan

promosi walaupun sewaktu-waktu kebijaksanaan promosi tersebut berasal dari

kantor pusatnya. Akan tetapi variabel bauran promosi yang paling sering

digunakan oleh perusahaan saat ini adalah melalui agen penjualan (personal
selling). Meski cara ini masih menjadi strategi paling sering digunakan untuk

menendapatkan nasabah. Akan tetapi, agen penjualan hanya dijadikan salah satu

cara untuk mencari dan menyampaikan informasi yang dirasakan masih sangat

kurang.

          Mengingat kuantitas penggunaaan media promosi lebih bertumpu pada

agen penjualan saja, maka dirasakan belum cukup untuk menjangkau semua

lapisan        masyarakat      secara   lebih   luas.   Untuk   itu,   perusahaan   perlu

mempertimbangkan alternatif kebijaksanaan promosi lainnya.

          Bentuk-bentuk kegiatan promosi lainnya yang dapat dilakukan oleh

PT.Takaful Padang adalah sebagai berikut :

   1. Periklanan

          a.    Media Elektronik

                -   Televisi

          Sampai saat ini PT.Takaful Umum Padang belum menggunakan media

televisi sebagai sarana periklanan terutama televisi lokal seperti TVRI Sumbar,

Padang TV, Minang TV dan Fativi. Dalam meningkatkan pendapatan seharusnya

memikirkan kembali untuk melibatkan televisi lokal dalam menjual produknya

karena media televisi sangat besar kontribusinya sesuai dengan riset yang

dilakukan oleh Survey One kontribusi televisi cukup besar yaitu 13,67 %.

Walaupun media televisi memiliki biaya yang tinggi, namun dari segi jangkauan

media ini mampu menjangkau daerah-daerah diluar Padang sehingga market

potensial yang ada diluar Padang dapat menerima pesan yang disampaikan.
       -   Radio

       Sejak kemunculannya, PT.Takaful Padang cukup gencar melakukan

promosi melalui radio. Ini dikarenakan radio memiliki jaringan frekuensi yang

luas dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Oleh sebab itu PT.Takaful Umum

Padang telah bekerja sama dengan beberapa stasiun radio seperti RRI, Arbes FM,

Siip FM. Namun, usaha ini tidak menjadi alat promosi rutin perusahaan sehingga

image produk kurang diingat oleh masyarakat.

       Untuk itu strategi yang seharusnya dilakukan adalah : mengefektifkan

kembali media radio lokal yang sudah jarang sekali digunakan oleh PT.Takaful

Padang, serta menambah frekuensi penayangan iklan pada saat-saat yang tepat.

Misalnya frekuensi iklan 5 kali – 10 kali sehari pada jam-jam istirahat sore dan

malam, yaitu pada jam 16.00 – 21.00 Wib. Hal ini dilakukan mengingat

kebanyakan masyarakat mendengarkan radio pada saat-saat istirahat sore dan

malam hari.

       .b. Media Cetak

       Dalam pemilihan media cetak sebagai sarana promosi, PT.Takaful Padang

telah menggunakan beberapa jenis surat kabar untuk menjangkau wilayah Padang

khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya, seperti Padang Ekspres,

Singgalang, Haluan dan lain-lain. Namun, belum terlihat upaya yang serius dalam

menggunakan media cetak dan elektronik baik yang nasional maupun lokal

sehingga masyarakat kurang mengenal nama perusahaan buktinya upaya tersebut

sudah mulai jarang diterapkan oleh PT.Takaful Umum Padang karena terbatasnya

anggaran untuk melakukan hal tersebut.
       c.   Brosur

       Meskipun usaha ini sudah dilakukan, tetapi termasuk dalam media cetak

yang statis dan mengutamakan pesan-pesan tertulis tentang produk yang

disediakan oleh perusahaan. Masalahnya, brosur tersebut banyak berada di

perusahaan PT.Takaful sendiri dan tenaga penjual saja, jika ada nasabah baru

dibagikan kepada nasabah tersebut.

       Seharusnya PT.Takaful Padang membagi-bagikan pada acara-acara

tertentu yang diadakan oleh dealer kendaraan bermotor seperti hari ulang tahun,

ataupun memperingati hari-hari tertentu. Hal ini sebagai perkenalan perusahaan

tentang produk dengan calon nasabah dan tugas para agen untuk memberikan

informasi yang lebih rinci kepada calon nasabah.

   2. Penjualan Personal (Agen)

       Agen memiliki peran yang sangat penting, karena agen bertugas menjadi

penjual personal dengan memberikan keterangan tentang PT.Takaful Padang dan

produk-produk unggulan yang ada serta menyarankan produk apa yang cocok

bagi konsumen dengan latar belakang tertentu.

   3. Promosi penjualan

       Langkah yang dilakukan seperti dengan memberikan hadiah langsung

kepada konsumen berupa pemberian barang-barang yang berlogo PT.Takaful

Padang seperti payung, jam dinding, topi, kelender, agenda dan lain-lain.

PT.Takaful Padang juga memanfaatkan event-event tertentu yang dilakukan

distributor kendaraan bermotor dalam menjual kendaraan mereka dan PT.Takaful

Padang menjalin kerjasama yang saling mengguntungkan dengan perjanjian

asuransi kendaraan bermotor, contohnya PT. Takaful Padang mengikat kerja sama
dan mensponsori acara yang diadakan oleh PT. Sutan Kasim sebagai dealer resmi

mobil merek Mitsubishi dimana pembeli yang mau membeli mobil dicover

dengan asuransi kendaraan bermotor PT.Takaful Umum Padang.

        Adapun sasaran yang diharapkan dari strategi promosi adalah sebagai

berikut:

    1. Diharapkan pemakai kendaraan bermotor untuk melimpahkan resiko yang

        akan terjadi kepada pihak lain dalam hal ini perusahaan asuransi kerugian

        seperti PT.Takaful Umum Padang

    2. Diharapkan agen dapat memberikan keterangan tentang PT.Takaful

        Padang dan produk-produk unggulan yang ada serta menyarankan produk

        apa yang cocok bagi konsumen dengan latar belakang tertentu.

    3. Mudah-mudahan dengan memberikan promosi penjualan yang bagus akan

        memberikan efek promosi word of mouth yang lebih powerful bagi PT.

        Takaful Padang.



5.2.4   Strategi Distribusi

        Dalam memasarkan jasanya PT. Takaful Padang mempunyai dua macam

saluran distribusi yaitu :

   -    Saluran Distribusi Langsung

            Usaha yang dilakukan adalah staf Marketing perusahaan langsung

        berhubungan dengan konsumen seperti direktur perusahaan tertentu untuk

        menjalin kerjasama. Tetapi untuk konsumen individu lebih cenderung

        calon nasabah yang mendatangi perusahaan. Sebaiknya usaha yang

        dilakukan seperti jemput bola dengan mendatangi ke rumah-rumah atau

        tempat kerja nasabah sehingga nasabah lebih mudah untuk membayar
        preminya

  -     Saluran Distribusi Tidak Langsung (agen)

Prosedur Umum Klaim Kendaraan Bermotor
  1. Melaporkan klaim paling lambat 3 x 24 jam (hari kerja) sejak kejadian.


  2. Pelaporan dapat secara lisan, via telepon atau via surat, ditujukan pada

      bagian klaim PT Asuransi Takaful Umum terdekat.


  3. Membawa dokumen klaim berupa copy bukti pelunasan premi, copy SIM

      pengemudi, copy STNK, serta copy Polis Asuransi Kendaraan Bermotor.


  4. Untuk kasus yang melibatkan pihak ketiga (TPL) dan kasus pencurian

      sebagian atau partial loss, harus dilengkapi Ash Laporan Polisi setempat.


  5. Dalam kondisi darurat dan kejadian di luar jam kerja, dapat menghubungi

      Bengkel Rekanan terdekat.

        Dari penerapan implementsi strategi distribusi pada produk premi asuransi

kendaraan bermotor terlihat penjualan yang dicapai untuk tahun 2006-2009 :

                                 Tabel 5.3
      Penjualan Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2006 – 2009

      No     Tahun        Penjualan            Pertumbuhan/tahun (%)
      1       2006            325                        -
      2       2007            390                      16,66
      3       2008            475                      17,89
      4       2009            580                      18,10
        Sumber : PT. Takaful Umum Padang

        Berdasarkan tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa asuransi

kendaraan bermotor pada PT. Takaful Umum Padang dari tahun 2006 dengan

penjualan 325 unit mengalami pertumbuhan sebesar 0%, tahun 2007 dengan
penjualan 390 unit mengalami pertubuhan sebesar 16,66%, tahun 2008 dengan

penjualan 475 unit mengalami pertumbuhan sebesar 17,89%, tahun 2009 dengan

penjualan 580 unit mengalami pertumbuhan sebesar 18,10%. Maka penjualan

premi asuransi kendaraan bermotor dari tahun 2006 – 2009 mengalami

peningkatan penjualan tiap tahunnya dan pertumbuhannya semakin meningkat.

Berarti strategi pemasaran yang diimplementasikan tercapainya tujuan pemasaran

yang ingin di capai oleh perusahaan.

       Dari data tersebut diatas menjelskan bahwasanya pertumbuhan premi

asuransi PT. Takaful Umum meningkat pertahunnya disebabkan oleh strategi

pemasaran yang dilakukan mampu meningkatkan target penjualan premi asuransi

kendaraan bermotor karena strategi pemasaran yang tepat dalam hal ini berupa

strategi produk, harga, promosi dan distibusi merupakan cara yang paling tepat

yang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkatkan target penjualannya yang

pada PT. Takaful Umum padang penjualan premi asuransinya terus meningkat

tiap tahunnya dengan peningkatan yang terbesar terjadi pada tahun 2009.
                                  BAB VI

                        KESIMPULAN DAN SARAN



   Kesimpulan

       Dari uraian yang telah penulis kemukakan, penulis dapat mengambil

kesimpulan sebagai berikut:

   1. PT. Takaful Umum Padang merupakan sebuah perusahaan asuransi yang

       menjalankan prinsip saling menanggung atau saling menjamin.

   2. Dari analisa matrik SWOT dapat dilihat yaitu dengan mempertahankan

       nama Takaful berdasarkan azas kekeluargaan dan kegiatan produksi serta

       meningkatkan pendidikan dan meninjau kembali kegiatan promosi dengan

       manambah karyawan dan memperluas kegiatan pejualan yang melibatkan

       nasabah dalam penghargaan diikuti dengan meningkatkan mutu pelayanan

       dan menambah jumlah agen dengan mengamati serangan dari pemimpin

       pasar melalui research pasar sehingga dapat menciptakan inovasi baru

       yang pada akhirnya dapat meningkatkan target penjualan premi asuransi

       kendaraan bermotor.

   3. Strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan strategi produk antara

       lain perusahaan melakukan Diferensiasi produk, Menaikkan mutu produk

       dan melakukan inovsi produk.

   4. Strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan strategi harga antara

       lain dengan cara perusahaan melakukan penetapan premi diserahkan

       kepada nasabah sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak serta
       disesuaikan    dengan    jenis   produk   yang   dipertanggungkan.   Serta

       PT.Takaful Padang memberikan diskon dan komisi untuk penjualan

       tertentu, misalnya penjualan dalam skala besar atau broker tertentu sesuai

       dengan ketentuan.



   Saran-Saran

       Ada beberapa saran yang ingin penulis sampaikan kepada PT. Takaful

Umum Padang dalam mencapai target pendapatan dan meningkatkan kembali

produk Kendaraan Bermotor dalam mengimplementasikan analisis SWOT dan

strategi bauran pemasaran jasa antara lain :

   1. PT.Takaful Umum Padang sebaiknya meningkatkan kegiatan promosinya

       dan mulai mencoba menggunakan media periklanan yang belum pernah

       digunakan dan dirasakan efektif.

   2. Agar lebih meningkatkan produktivitas dan profesionalisme kerja yang

       penulis rasa masih agak kurang, karena mengingat semakin ketat dan

       pesatnya persaingan asuransi di daerah Kota Padang khususnya maupun di

       Indonesia pada umumnya.

   3. Agar proses sosialisasi tentang pengenalan perusahaan dan program yang

       ditawarkan lebih ditingkatkan karena image negatif masyarakat tentang

       asuransi. Namun penulis merasa dengan prinsip asuransi syariah yang di

       pakai oleh PT. Takaful Umum Padang dapat diterima oleh masyarakat

       karena mengingat mulai tingginya kepercayaan masyarakat khususnya
   masyarakat Sumatera Barat terhadap ekonomi syari’ah termasuk Asuransi

   Syari’ah.

4. Dalam hal startegi produk, sebaiknya perusahaan lebih memperhatikan

   tentang penyempurnaan desain tampilan buku pegangan nasabah kearah

   yang lebih menarik dengan ukuran yang lebih praktis serta memperluas

   kerjasa sama dengan instansi dan perusahaan lain.

5. Untuk memperluas daerah distribusi pemasarannya pada daerah diluar

   Kota Padang seperti Bukittinggi, Payakumbuh, Solok, dan sebagainya,

   hendaknya didirikan kantor-kantor cabang pada daerah tersebut sehingga

   masyarakat pada derah tersebut akan lebih mudah mengenal dan

   bergabung menjadi peserta asuransi.

6. Dalam melayani calon nasabah, sebaiknya PT. Takaful Umum Padang

   mempermudah administrasi mulai dari pendaftaran sampai dalam

   pengajuan klaim. Misalnya dalam pengajuan klaim,penulis melihat

   pengurusan administrasi klaim yang dibayarkan terlalu banyak syarat yang

   harus dipenuhi sementara nasabah membutuhkan uang cepat, selain itu

   juga memakan waktu yang cukup lama lebih dari sepuluh hari.
                                DAFTAR PUSTAKA

Angipora. P Marius, (2002) Dasar-Dasar Pemasaran. Edisi 2, PT Raja Grafindo
      Persada, Jakarta

Kotler,      Phillip. 2000.     Marketing   Management,     Millenium     Edition,
          Prehalindo,Jakarta.

Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran, edisi
        bahasa Indonesia. edisi kedelapan, jilid kesatu, Jakarta, Penerbit Salemba
        Empat (PT. Salemba Emban Patria).

Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran, edisi
        bahasa Indonesia. edisi kedelapan, jilid kedua, Jakarta, Penerbit Salemba
        Empat (PT. Salemba Emban Patria).

Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. 2001. Dasar-dasar Pemasaran, edisi bahasa
         Indonesia. edisi kesembilan, jilid kesatu, Jakarta, Penerbit

Kotler, Philip. 2002. Mlanajemen Pemasaran, jilid kesatu, edisi millennium,
        Terjemahan Hendra, Teguh, S.E., Ak dan Ronny A Rusly, S.E.,Ak dan
        Benjamin Molan, Jakarta : Prenhallindo.

Rangkuti, Freddy.1997. Analisa SWOT,Teknik Membedah Kasus Bisnis, Gramedia
        ,Pustaka Utama,Jakarta.

Roises, Doies, (1997), SWOT : Strategi, Weakness, Opportunity, Treat.
        Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sumiati, Neti, (2009), Strategi Penjualan Dalam Meningkatkan Penjualan Flexi
         pada PT. Telkom Indonesia, tbk Kandatel Sumbar. Yayasan Pendidikan
         Dharma Andalas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dharma Andalas
         Padang.

Swastha, Basu dan Irawan, 2001, Manajemen Pemasaran Modern, (Edisi II, Get.
      VHI),: Liberty Yogyakarta.

Website Takaful Umum Indonesia.”Strategi Pemasaran Takaful Indonesia”.
                                                   Meria Elfiana, SE
                                        Alamat : Geragahan, Lubuk Basung
                                                                    Agam




                 DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI
Nama                         :   Meria Elfiana, SE
Tempat / Tanggal Lahir       :   Lubuk Basung / 9 Januari 1985
Jenis Kelamin                :   Perempuan
Agama                        :   Islam
Status                       :   Belum menikah
Pendidikan Terakhir          :   S1 Manajemen
                                 STIE Dharma Andalas Padang


PENDIDIKAN
 Formal
    • 2003 – 2010        :   S1 Manajemen STIE Dharma Andalas Padang
    • 2000-2003          :   SMAN 02 Lubuk Basung
    • 1997 - 2000        :   SLTP N 04 Lubuk Basung
    • 1991 - 1997        :   SD Negeri38 Lubuk Basung




                                                    Hormat Saya,




                                                  Meria Elfiana, SE

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:9950
posted:7/20/2010
language:Indonesian
pages:84