PEMANFAATAN LIMBAH KAYU UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK ALAT MAKAN DI

Document Sample
PEMANFAATAN LIMBAH KAYU UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK ALAT MAKAN DI Powered By Docstoc
					   PEMANFAATAN LIMBAH KAYU UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK ALAT
                MAKAN DI DESA BLANCERAN KLATEN

                        IIK ENDANG WAHYUNIGSIH - 27106016

Kegiatan industri furnitur yang ada di Kabupaten Klaten banyak menghasilkan limbah kayu
baik berupa potongan kayu, serutan kayu, serbuk kayu dan sebagainya. Limbah tersebut
selama ini telah diolah oleh masyarakat perajin di Desa Blanceran Klaten menjadi benda
kerajinan seperti suvenir, miniatur dan lain sebagainya. Namun kerajinan limbah kayu yang
telah ada selama ini belum berjalan dengan optimal karena produk yang dihasilkan
cenderung monoton serta sistem pemasaran dari perajin yang masih pasif dan tergantung
pihak ke tiga.

Gagasan peneliti adalah pengembangan produk alat makan, karena fungsinya yang sederhana dan
berukuran kecil (sendok, garpu, pisau, sumpit dan sebagainya) yang sesuai dengan karakteristik
material limbah kayu (berukuran terbatas dan tidak sama) serta masih terbatasnya produk ekspor
dari Klaten yang berupa alat makan. Oleh karena itu, limbah kayu tersebut memiliki peluang yang
cukup besar untuk dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk yang baru yang memiliki
nilai jual tinggi.

Adapun dalam penelitian ini digunakan ‘metode eksperimentasi material dan proses’ yaitu
metode yang menitikberatkan pada keahlian dan ketrampilan dalam pengolahan bahan baku yang
ada pada suatu lingkungan, untuk dijadikan benda-benda yang bernilai guna maupun estetis.
Eksperimentasi difokuskan pada proses produksi, meliputi: teknik/teknologi pembuatan,
konstruksi penggabungan bahan, natural finishing (teknik bakar/gas burner) serta aplikasinya
untuk pengembangan desain peralatan makan.

Dari analisis yang dilakukan, proses produksi/pembuatan produk alat makan dari limbah kayu ini
sesuai dengan kapasitas dan kemampuan produksi para perajin di Desa Blanceran yang umumnya
memiliki peralatan/teknologi terbatas. Sebagai contoh misalnya untuk proses finishing alami
(teknik bakar dan pewarnaan alami) yang secara teknik cukup mudah dilakukan serta terjangkau
biaya produksinya.

Upaya strategi pengembangan usaha dilakukan dengan memanfaatkan keberadaan limbah kayu
yang jumlahnya melimpah, murah dan mudah di dapat), proses produksinya yang merupakan
teknologi sederhana yang didominasi ketrampilan tangan (hand made) sehingga tidak
membutuhkan peralatan/teknologi tinggi. Sedangkan strategi untuk mengantisipasi banyaknya
produk sejenis atau produk tiruan (hasil mesin/pabrik) adalah dengan cara pengembangan desain
dan peningkatan wawasan/kepekaan desain pada perajin secara terus-menerus, yang dilakukan
secara berkelanjutan disertai peningkatan proses produksinya untuk mencapai mutu produk
sebagai komoditi ekspor.

Kata Kunci: Limbah Kayu, Produk, Alat Makan, Finishing