Kesehatan Keluarga

Document Sample
Kesehatan Keluarga Powered By Docstoc
					                      TUGAS
MK : BELAJAR MENGAJAR DI BIDANG KESEHATAN


   Dosen Pengampu : Prof. Dr. dr. Ambar Mudigdo, Sp.PA




                          Oleh
                       MARDINI
                      S 870906009




             PROGRAM PASCA SARJANA
      MAGISTER KEDOKTERAN KELUARGA / ME
     UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
                       2006 / 2007
                    SISTEM PELAYANAN KESEHATAN




I.   PENDAHULUAN
             Pada akhir tahun 2004 telah terjadi gempa dan tsunami di NAD
     yang menelan banyak korban jiwa dan hancurnya harta benda yang
     sebelumnya telah terjadi konflik yang berkepanjangan yang menimbulkan
     ketakutan dan kehilangan orang yang dicintai. Kemudian terjadi pula gempa
     pada bulan Maret 2005 di Nias yang juga menelan banyak korban dan
     kerusakan infra struktur. Demikian juga gempa yang terjadi di Kabupaten
     Bantul, Klaten dan DIY pada bulan Mei 2006.
             Walau gempa, tsunami dan konflik telah dalam proses pemulihan
     tetapi pengalaman individu, keluarga, dan masyarakat terhadap kondisi
     tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah. Masalah kesehatan jiwa
     dapat terjadi dari yang ringan sampai berat. Mungkin banyak pula
     masyarakat yang belum tahu bahwa mereka telah mengalami masalah
     kesehatan jiwa sehingga berakibat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan.
             Di Indonesia pelayanan kesehatan jiwa difokuskan di RSJ. Hampir
     semua provinsi mempunyai RSJ. Pelayanan di RSJ berfokus kepada
     pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Artinya menunggu pasien yang
     dibawa ke RSJ. Berdasarkan survey yang dilakukan Depkes tahun 1995,
     ditemukan 264/1000 anggota rumah tangga menderita gangguan jiwa dari
     ringan sampai berat. Sementara yang dirawat di RSJ umumnya gangguan
     jiwa berat.
             Berdasarkan fakta di atas maka pelayanan di rumah sakit perlu
     didampingi oleh pelayanan komunitas agar pasien yang belum mendapatkan
     pelayanan     segera   dilayani.   Deteksi   dini   dan   pengobatan   segera
     memungkinkan kesembuhan bagi pasien gangguan jiwa.
             Berdasarkan penelitian, gangguan jiwa dapat sembuh 25%, mandiri
     25%, tidak berubah 25% dan 25% semakin berat. Oleh karena itu diperlukan
     penanganan segera.
II.   TYPE PELAYANAN KESEHATAN
             Pelayanan kesehatan yang diperoleh klien dan keluarga tergantung
      dasar dan luasnya masalah kesehatan. Keperawatan kesehatan jiwa
      merupakan salah satu ilmu keperawatan yang dapat digunakan dalam
      menangani masalah-masalah kesehatan jiwa. Pelayanan berkelanjutan
      merupakan salah satu konsep yang digunakan dalam keperawatan jiwa yaitu
      kontinum dari keperawatan kesehatan jiwa masyarkat sampai keperawatan
      kesehatan jiwa klinik. Keperawatan kesehatan masyarakat seyogyanya
      diterapkan oleh perawat Puskesmas. Konsep keperawatan kesehatan jiwa
      masyarakat berupa holistik, paripurna, komprehensif dan kontinum
      merupakan strategi yang dapat diterapkan di masyarakat.


III. KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA KOMUNITAS
             Target    pelayanan kesehatan jiwa masyarakat      adalah anak,
      remaja,dewasa dan lanjut usia. Strategi yang digunakan adalah pencegahan
      primer, secunder, tersier berfokus pada bio psiko sosio spiritual dengan
      pendekatan dari mulai di masyarakat sampai dengan spesialis yang dapat
      dilaksanakan di masyarakat.
             Untuk itu direncakan kurikulum keperawatan kesehatan jiwa
      masyarakat yang akan dilatihkan kepada perawat yang bekerja di
      masyarakat.
      a. Kurikulum keperawan kesehatan jiwa masyarakat dibagi dalam 3 tahap
         yaitu :
         1. Basic Course CMHN (Community Mental Health Nursing)
         2. Intermediate CMHN (Community Mental Health Nursing)
         3. Advance CMHN (Community Mental Health Nursing)
      b. Isi kurikulum BC. CMHN
         Terdiri dari konsep dan teori, asuhan keperawatan.
         1. Konsep
             -     Konsep keperawatan kesehatan komunitas
             -     Komunikasi dalam keperawatan
          -   Pengorganisasian masyarakat
          -   Bencana dan intervensi krisis
          -   Masalah-masalah kesehatan jiwa
      2. Konsep
          -   Askep pasien anak dengan perilaku kekerasan
          -   Askep pasien dengan depresi
          -   Askep pasien dewasa dengan harga diri rendah
          -   Askep pasien dewasa dengan perilaku kekerasan
          -   Askep pasien dewasa dengan waham
          -   Askep pasien dewasa dengan resiko bunuh diri
          -   Askep pasien dewasa dengan defisit perawatan diri
      3. Pencatatan dan pelaporan
      4. Motivasi dan evaluasi
          -   Pra latihan
          -   Latihan
          -   Pasca latihan


IV. PROSES PELAKSANAAN PELATIHAN
   1. Proses pelatihan BC. CMHN dilaksanakan dalam beberapa tahap :
      -   Rekruitmen
      -   Rapat persiapan
      -   Pelatihan
      -   Implementasi
      -   Evaluasi


         Rekruitmen
          Dilakukan beberapa tahap yang pertama Dinas Kesehatan Propinsi
          memilih Kabupaten/Kota yang terkena dampak gempa dan tsunami.
          Selanjtunya DKK/Kabupaten memilih Puskesmas yang akan
          memberikan pelayanan kesehatan jiwa. Dari tiap Puskesmas dipilih
          2 perawat      yang berminat        melaksanakan   keperawatan   jiwa
       masyarakat dengan latar belakang DIII Keperawatan, dan kemudian
       mereka diminta menandatangani kesedian sebagai fasilitator di pilih
       4 orang perawat dengan latar belakang pendidikan S1.
      Rapat Persiapan
       Rapat persiapan dihadiri oleh Fasilitator Nasional dan Lokal, Kepala
       Puskesmas, DKK dan Propinsi, Tokoh Agama dan Dinas Sosial.
       Tujuan pertemuan adalah sosialisasi program CMHN untuk
       mendapatkan dukungan.
      Pelatihan
       Kegiatan belajar di kelas selama 6 hari untuk memahami modul
       CMHN dengan metode pembelajaran adalah tatap muka, diskusi,
       role play dan simulasi.
      Kegiatan Belajar Lapangan
       Dilaksanakan selama 3 hari, 1 hari praktek laboratorium, dilakukan
       di RSJ, bagi Kabupaten yang tidak memiliki RSJ di Puskesmas
       terdekat.
2. Implementasi
   Perawat mengetrapkan BC. CMHN kepada           pasien-pasien gangguan
   jiwa di masyarakat.
   Program penerapan sebagai berikut :
   -   Perawat melakukan asuhan keperawatan pasien dan keluarganya di
       rumah (house visit) minimal 2x/minggu. Tiap kunjungan diharapkan
       dapat merawat 3 pasien dan keluarga.
   -   Fasilitator lokal melakukan bimbingan dan evaluasi minimal
       1x/minggu.
   -   Supervisor dari DKK melakukan supervisi 1x/minggu dengan fokus
       aspek manajerial, masalah utama adalah jarak puskesmas yang jauh
       dari rumah pasien.
3. Evaluasi
   Evaluasi dilaksanakan setiap kegiatan penanganan bencana dilakukan di
   tiap jenjang administrasi.
V.   KESIMPULAN
            Keperawatan kesehatan jiwa mencakup pelayanan di rumah sakit
     dan di komunitas. Pelayanan keperawatan jiwa di komunitas memberi
     dampak positif kepada pasien dan keluarganya yang mungkin belum pernah
     mendapatkan perawatan. Pengetahuan masyarakat meningkat tentang
     pelayanan kesehatan jiwa khususnya keperawatan jiwa dalam menghadapi
     pasien gangguan jiwa, mencegah gangguan jiwa dan mempertahankan
     kesehatan jiwa.
            Hal ini akan bermanfaat untuk menurunkan stigma terhadap
     gangguan jiwa dan pelayanan kesehatan jiwa. Keberlangsungan pelayanan
     keperawatan jiwa di komunitas yang telah mempunyai perawat kesehatan
     jiwa masyarakat dan kader kesehatan jiwa merupakan hal yang kritis perlu
     ditangani oleh pemrintah daerah dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:778
posted:7/19/2010
language:Indonesian
pages:6